Beranda blog Halaman 1971

Sidang Penipuan Kadar Emas, Pengacara Razman Ajukan Pembelaan

0

Nukilan.id – Pengacara Nasional, Dr. H. Razman Arif Nasution, SH, S.Ag, MA, Ph.D tiba di Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh, Selasa(19/10/2021).

Kedatangannya itu untuk melakukan persidangan atas penetapan 4 tersangka kasus penipuan pejualan emas oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Aceh, Kamis (22/7/2021) lalu.

Razman Arif tiba di Pengadilan Negeri pukul 10.00 WIB dan mulai masuk ruang sidang 10.20 WIB di Aula ruang sidang PN Banda Aceh.

Salah satu dari 4 tersangka yang di tetapkan oleh Dit Reskrimsus Polda Aceh merupakan klien dari Razman Arif Nasution yang berinisial S yang merupakan pemilik Toko Emasnya di Pasar Aceh.

Hari ini mulai dilanjutkan kembali persidangan atas penetapan S sebagai tersangka.

“Dia ditetapkan sebagai tersangka empat orang dalam kasus dugaan penipuan penjualan emas yang mengurangi kadar emasnya,” pungkasnya.

Reporter: Irfan

Investasi Rp 7,9 Triliun, Perusahaan China Bangun Pabrik Metanol di Aceh

0
Pabrik yang akan didirikan PT Powerindo Cipta Energy dan China National Chemical Engineering Corporation berlokasi di mulut tambang dan mengolah 1,1 juta ton batu bara menjadi 600 ribu ton metanol per tahun.

Nukilan.id – PT Powerindo Cipta Energy dan China National Chemical Engineering Corporation meneken perjanjian kerja sama pembuatan uji kelayakan atau feasibility study proyek coal to methanol. Proyek gasifikasi batu bara ini rencananya didirikan di Aceh dengan investasi mencapai US$ 560 juta atau setara Rp 7,6 triliun.

“Proyek ini akan menyerap tenaga kerja sebanyak 600-700 orang. Berdasarkan perencanaan, proyek akan memasuki tahap konstruksi pada pertengahan 2022,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan resminya, Senin (18/10/2021).

Pabrik ini akan berlokasi di mulut tambang dan mengolah 1,1 juta ton batu bara menjadi 600 ribu ton metanol per tahun. Menurut Agus, proyek ini akan memiliki kontribusi besar dalam industri hilirisasi di Tanah Air.

Ia menjelaskan, terdapat  hilirisasi industri setidaknya memberi lima manfaat besar bagi perekonomian.

  1. Memperkuat daya saing produk hasil hilirisasi yang dapat meningkatkan ekspor, menjadi bagian dari supply chain global, serta mendorong subtitusi impor.
  2. Meningkatkan penciptaan lapangan kerja dengan ekspansi dan investasi baru.
  3. Upaya memperkuat nilai tambah industri di dalam negeri, yang akan memperbesar kontribusinya bagi perekonomian.
  4. Mengakselerasi transfer teknologi di Indonesia. Spillover dari teknologi ini bisa menumbuhkan iklim kewirausahaan dan inovasi-inovasi baru.
  5. Meningkatkan subtitusi impor yang akan menekan defisit neraca perdagangan.

Agus mencatat, nilai ekspor bahan kimia dan barang dari bahan kimia mencapai US$ 11,85 miliar pada tahun lalu. Sementara itu, nilai impornya mencapai US$ 18,25 miliar sehingga terdapat defisit US$ 6,4 miliar.

Dengan kondisi neraca perdagangan ini, menurut dia, perlu upaya untuk mempercepat peningkatan investasi di sektor kimia.

Adapun industri metanol merupakan salah satu sektor prioritas yang sangat dibutuhkan untuk pengembangan industri di hilirnya.

“Dengan kebutuhan metanol mencapai 1,2 juta ton pada 2020, pembangunan industri gasifikasi coal to methanol diharapkan dapat berkontribusi pada substitusi impor dan pertumbuhan ekonomi nasional,” kata dia.

Industri metanol merupakan bahan baku/bahan penolong pada industri tekstil, plastik, resin sintetis, farmasi, insektisida, plywood dan industri lainnya. Metanol juga digunakan sebagai bahan campuran untuk pembuatan biodiesel. Selain itu, metanol bisa diolah lebih lanjut menjadi DME yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar.

Agus mengatakan, nilai substitusi impor dari metanol akan semakin besar dengan berkembangnya industri hilir ini. Ia mencontohkan, kebutuhan resin sintetik  yang  merupakan bahan baku/bahan penolong pada industri seperti cat, tekstil, adhesive, maupun thinner masih dipenuhi dari impor. Impor resin sintetik pada 2020 mencapai 700 ribu ton dengan nilai mencapai US$ 1,5 miliar.

Adapun saat ini, pemerintah juga tengah mendorong substitusi penggunaan bahan bakar LPG dengan DME. Hal ini dilakukan mengingat produksi LPG setiap tahun yang semakin menurun. Lebih dari 75% kebutuhan LPG dalam negeri dipenuhi dari impor dengan nilai mencapai US$ 2,5 miliar di tahun 2020.

“Dengan gambaran tersebut, keberadaan proyek gasifikasi batu bara setidaknya memberikan potensi subtitusi impor minimum sekitar Rp 40 triliun per tahun,” katanya. [katadata]

Pabrik yang akan didirikan PT Powerindo Cipta Energy dan China National Chemical Engineering Corporation berlokasi di mulut tambang dan mengolah 1,1 juta ton batu bara menjadi 600 ribu ton metanol per tahun.

Saat Inggris Cs Krisis Energi, Indonesia Bisa ‘Foya-Foya’

0
PLTU Jawa 8 - Istimewa / PLN

Nukilan.id – Sejumlah negara saat ini tengah mengalami krisis energi, seperti Inggris, China dan India. Bahkan sekarang Singapura pun mengalami krisis energi. Mayoritas krisis energi yang dialami adalah krisis pasokan listrik.

Di saat negara lain ngos-ngosan mendapatkan pasokan listrik, pasokan listrik RI malah tumpah ruah. Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril mengatakan saat ini oversupply PLN masih sebesar 45% jika dibandingkan dengan beban puncak listrik.

Seiring dengan membaiknya perekonomian ditargetkan konsumsi listrik akan semakin meningkat. PT PLN (Persero) mencatat pada Kamis, (14/10/2021) pukul 19.00 WIB beban puncak listrik mencapai 28.093 MW. Capaian beban puncak ini menjadi rekor sejak 2019 di mana beban puncaknya mencapai 27.973 MW.

Meski beban puncak sudah meningkat, namun belum berdampak signifikan pada penurunan kelebihan pasokan listrik. Artinya kelebihan pasokan listrik RI masih tinggi.

“Over supply masih besar kendati beban semakin naik. Kondisi oversupply kita sampai dengan saat ini adalah 45% terhadap beban puncak. Masih kecil sekali (penurunan oversupply),” ungkapnya kepada CNBC Indonesia, Senin, (18/09/2021).

Lebih lanjut dia mengatakan proyeksi konsumsi listrik sampai akhir tahun adalah sebesar 251 terawatt hour (TWh). Tumbuh sebesar 4,1% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Konsumsi sampai akhir tahun adalah sebesar 251 TWh atau tumbuh 4,1 % terhadap tahun lalu.”

Sebelumnya, Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengatakan pihaknya berupaya keras untuk turut andil dalam memulihkan perekonomian, melalui pemanfaatan listrik yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan efisiensi biaya.

Zulkifli menilai pemulihan ekonomi sudah terasa melihat konsumsi listrik yang kian membaik. Hal ini juga tercermin dari beban puncak pada Kamis, 14 Oktober 2021, yang merupakan tertinggi sejak 2019.

“Ini menandakan bahwa perekonomian sudah kembali pulih. Aktivitas industri dan perekonomian sudah kembali pulih. Diharapkan, kondisi ini terus membaik dan akan mencapai pertumbuhan ekonomi nasional yang positif,” ujar Zulkifli, dalam siaran pers, Minggu (17/10/2021).

Zulkifli mengatakan, kondisi ini ditanggapi cepat oleh PLN dengan melakukan pengecekan seluruh operasional pembangkit, transmisi dan distribusi khususnya di wilayah Jawa Madura dan Bali.

“Kami memastikan pasokan listrik andal untuk menyambut pemulihan ekonomi,” ujarnya.

Pemulihan ekonomi ini juga terasa dari catatan konsumsi listrik yang tumbuh. Hingga September, konsumsi listrik tumbuh 4,42% dibandingkan tahun lalu.

“Kondisi ini menunjukkan strategi PLN dalam meningkatkan konsumsi listrik di masyarakat berjalan dengan baik,” ujar Zulkifli. [cnbcindonesia]

Lindungi Anak Aceh, Darwati Bakal Cabut 2 Pasal dalam Qanun Jinayah

0
Anggota Komisi I DPR Aceh, Darwati A. Gani, (Foto: Nukilan/Hadiansyah)

Nukilan.id – Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Darwati A. Gani mengatakan, pihaknya akan mencabut dua pasal dalam Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayah. Dan segera mengacu pada ketentuan pasal dalam Undang-Undang perlindungan Anak.

Dua aturan yang akan dicabut itu, yakni Pasal 47 tentang hukuman bagi pelaku pelecehan seksual dan Pasal 50 tentang hukuman bagi orang yang melakukan pemerkosaan.

“Kita sudah sampai ditahap mengajukan revisi dua pasal di Qanun Jinayah ini bisa masuk prolega prioritas tahun 2022, saya bersama kawan-kawan DPRA sudah mengusulkan dalam bentuk rancangan qanun inisiasi anggota DPRA, cukup dengan 7 orang DPRA yang menginisiasi dan Alhamdulillah saya bisa mengumpulkan 13 tanda tangan DPRA,” kata Darwati kepada Nukilan.id di sela FGD Multipihak yang digelar Flower Aceh di Hotel Ayani Banda Aceh, Senin (18/10/2021).

Lanjutnya, apabila pengajuan revisi dua pasal dalam Qanun Jinayah berhasil dalam inisiasi DPRA, maka kedepan kita akan menggunakan pasal perlindungan anak, karena itu lebih layak dan adil.

“Sekarang kita sedang melakukan tahap pengawalan di Badan Legislasi dan Badan Musyawarah bersama kawan-kawan anggota DPRA,” ujarnya.

Oleh karena itu, Darwati meminta dukungan kepada seluruh elemen masyarakat, agar revisi dua pasal dalam Qanun Jinayah ini bisa segera terealisasi, karena dua pasal ini dinilai terlalu lemah sehingga menimbulkan banyak permasalahan.

“Makanya, kita akan mencabut 2 pasal dalam Qanun Jinayah ini. Sehingga kedepan siapapun pelaku kekerasan seksual itu bisa dihukum seberat-beratnya,” tegas Politisi Partai Nanggroe Aceh (PNA) itu.

Karena, sambung Darwati, selama ini kita lihat banyak pelaku kekerasan terhadap anak itu merupakan orang-orang terdekatnya, seperti Ayah, Paman dan juga tetangganya.

“Jadi kalau hanya dicambuk ini terlalu ringan. Dan coba kita bayangkan bagaimana perasaan si anak, makanya kalau ini terus dibiarkan, akan menjadi sebuah ancaman bagi korban,” pungkasnya.

Reporter: Hadiansyah

Anggota Komisi I DPR Aceh, Darwati A. Gani, (Foto: Nukilan/Hadiansyah)

Melborn Pelajar Gelar Training Kepemimpinan dan Organisasi untuk SMA se-Aceh Barat

0

Nukilan.id – Melborn Pelajar menggelar training kepemimpinan dan organisasi ke-8 di Aula Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh Barat. Melborn Pelajar ini merupakan Organisasi Persatuan Pelajar se-Aceh Barat.

Kegiatan yang diselenggarakan selama dua hari 16 -17 Oktober 2021 ini diikuti sebanyak 60 peserta mewakili Sekolah Menengah Atas (SMA) se-Aceh Barat. Dan dibuka secara resmi oleh Pimpinan Melborn Group, Zulkifli Andi Govi, SE, ME.

Kegiatan ini juga menghadirkan Master of Training dari Banda Aceh, Zulfata, S.Ud, M.Ag selaku direktur Sekolah Kita Menulis (SKM) dan juga menjabat sebagai Sekretaris Umum Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Aceh.

Teuku Zikri selaku Ketua Panitia mengucapkan terima kasih kepada alumni Melborn Group dan para sponsor atas bantuannya, sehingga acara ini terselenggaranya dengan baik dan lancar.

“Kami sangat berterimakasih kepada semua pihak yang telah ikut menyukseskan kegiatan Training Melborn Pelajar ke 8 ini,” ucap Zikri kepada Nukilan.id, Senin (18/10/2021).

Zikri berharap, generasi pelajar di Aceh Barat betul-betul memahami manfaat berorganisasi, dan tidak berfikir bahwa organisasi itu menggangu waktu belajar.

“Padahal, dengan berorganisasi, kita bisa sama-sama belajar ilmu pendidikan, sosial, agama, dan juga menambah teman, saudara serta hal-hal lainnya yang berpengaruh bagi kita untuk masa depan,” ungkapnha.

“Apalagi para narasumber merupakan orang-orang hebat yang penuh dengan pengalaman. Mereka berjuang sejak di sekolah hingga sukses pada bidang masing-masing. Semoga kita semua sukses dunia dan akherat,” kata Teuku Zikri selaku Ketua Panitia Training Melborn Pelajar. []

Reporter: Hadiansyah

Pemko Banda Aceh Diminta Segera Buat Tanda Batas Laut, Agar Tidak Ada Korban Selanjutnya

0
Pemuda Gampong Ulee-Lheue (Foto: Nukilan.id)

Nukilan.id – Kelompok Sadar Wisata dan Pemuda Gampong Ulee-Lheue meminta kepada Pemerintah Kota Banda Aceh, agar segera membuat Pembatasan laut tempat pemandian wisata Pantai Ulee Lheue, karna sudah banyak korban Tenggelam terseret arus ombak air laut.

“Jangan menunggu korban selanjutnya, baru di buat pembatasan tempat pemandian”. Kata Muhammad Subhan ketua Kelompok Sadar Wisata Aceh di Gampong Ulee Lheue, Kecamatan Meraxa, Banda Aceh Senin, (18/10/2021).

Subhan menjelaskan, di Pantai Ulee-lheue sudah banyak masyarakat menjadi korban, yang terakhir warga gampong ulee lheue sendiri, saudara kita M. Shaleh Ibrahim dengan menyelamatkan 3 orang anak-anak yang terseret derasnya air laut, “Usai diselamatkan 3 anak tersebut, nyawanya melayang tidak terselamatkan Tenggelam dengan arus ombak air laut”.

“Penyelamatan terhadap masyarakat yang tebawa arus ombak air laut, nyawa jadi taruhan,” Ucap Subhan

Ia mengatakan, ini sangat miris bagi kita, salah satu warga yang sangat paham dengan seluk beluk laut dan juga seorang nelayan di gampong ulee lheue, bisa terenggut nyawa saat menyelamatkan warga yang di bawa arus ombak. Ucapnya

Terkait hal ini, Subhan dan pemuda gampong ulee lheue, sudah melaporkan ke Pemerintah Kota Banda Aceh perlu di buat tanda pembatasan pemandian di pantai laut ulee lheue, tapi sampai saat ini belum ada respon sama sekali.

Guna adanya tanda pembatasan batas mandi warga,  masyarakat jadi tau, tempat yang diperbolehkan dan tidak bolehkan, sehingga tidak memakan korban kembali. Jelas Subhan

Banyak sudah kejadian yang sama menimpa warga, diseretnya arus air laut, baik masyarakat setempat maupun para wisatawan yang berkunjung.

Subhan berharap, kepada Pemerintah Kota Banda Aceh, segera mungkin untuk di buat pembatasan tanda batas, dikarnakan ini menyangkut dengan nyawa manusia.

Dua hari lepas kejadian, kedatangan Walikota Banda Aceh, DPRK dan salah satu Anggota DPRA dapil I dengan mengatakan, “atas kejadian ini, segera dibuat pembatas dilaut Pantai ulee lheue,”.

Sudah 15 hari setelah kejadian sampai hari ini, belum ada reaksi apapun dari Pemerintah Kota Banda Aceh.

“kami mengingatkan, Jangan ini berefek buruk untuk tempat wisata Ulee lheue Kota Banda Aceh, dan para pengunjung, wisatawan tidak ingin lagi berkunjung dan takut akan musibah yang telah menimpa warga. Sehingga berpengaruh pada ekonomi masyarakat dan PAD kota banda Aceh. [Jr]

Disdik Aceh Gelar Lomba Aceh Marching Band Championship-VI 2021

0

Disdik Aceh Gelar Lomba Aceh Marching Band Championship-VI Tahun 2021

Nukilan.id – Dinas Pendidikan Aceh kembali menggelar Perlombaan Aceh Marching Band Championship (AMBC) ke VI yang memperebutkan Piala Bergilir Gubernur Aceh dan Piala Tetap Kepala Dinas Pendidikan Aceh Tahun 2021 Tingkat Nasional yang berlangsung pada Sabtu (16 Oktober 2021) di Banda Aceh.

Acara yang digelar secara virtual melalui aplikasi Zoom Meeting dan Live Youtube Dinas Pendidikan Aceh itu berpusat di Aula Gedung A Dinas Pendidikan Aceh. Pada kegiatan opening ceremony babak final dan closing ceremony dihadiri oleh Staf Ahli Gubernur Aceh Bidang Keistimewaan, Drs.Bukhari, MM mewakili Gubernur Aceh yang sedang menjalani perawatan di RSCM Jakarta serta para pejabat eselon III dan IV lingkup Dinas Pendidikan Aceh.

“Pemerintah Aceh sangat mengapresiasi terselenggaranya kejuaraan ini, dengan seluruh peserta AMBC dari seluruh Indonesia. Hanya saja karena saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19, diselenggarakan secara daring dan menerapkan protokol kesehatan,” ujar Drs. Bukhari, MM.

Menurut Bukhari, perlombaan AMBC-VI merupakan salah satu wahana untuk mendidik generasi muda menjadi pribadi yang pekerja keras, tegas dan disiplin yang berkarakter dalam mencapai prestasi ekstrakurikuler serta siap berkontribusi memajukan bangsa.

Meskipun masih dalam perawatan di RSCM Jakarta, Gubernur Aceh, Ir. H. Nova Iriansyah, MT turut hadir menyaksikannya melalui virtual dengan video rekaman untuk mengapresiasi dan memberi semangat kepada panitia dan peserta pelaksanaan kegiatan AMBC-VI.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Alhudri, MM yang diwakili Kasubbag Program Informasi dan Humas, Barrul Walidin, SE pada penutupan kegiatan AMBC-VI menyebutkan pada tahun ini kegiatan AMBC-VI turut diikuti oleh perwakilan 11 provinsi, 20 kabupaten/kota se-Indonesia yang terdiri dari 12 team Divisi Junior, 14 team Divisi Remaja, 13 team Divisi Senior, dan 11 team Open/Umum. Dengan partisipasi keseluruhan mencapai 50 team/club se-Indonesia.

“AMBC ini merupakan ajang tahunan yang digelar sebagai wadah berekspresi, berkompetisi bagi para generasi milenial dalam menunjukkan kebolehannya melalui video dengan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19,” katanya.

Barrul Walidin menjelaskan adapun rangkaian kegiatan AMBC tahun ini memperlombakan mata lomba ensemble color guard, ensemble brass, ensemble percussion dan marching show band. Seluruh perlombaan tersebut dinilai oleh juri tingkat nasional.

Berikut Para Juara Umum Dalam Perlombaan AMBC-VI Tahun 2021 :

1. Juara Umum Tingkat Junior SD/MI :

Drum Band Sisingamangaraja Kota Medan – Sumut

2. Juara Umum Tingkat Remaja SMP/MTs :

Drum Corps Bahana Ceudah Meutuwah MTsN 1 Model Kota Banda Aceh – Aceh

3. Juara Umum Tingkat Senior SMA/SMK/MA :

Drum Corps Kelapa Gading SMAN 7 Kota Banda Aceh – Aceh

4. Juara Umum Tingkat OPEN :

Drum Corps PDBI Kota Banda Aceh – Aceh

DPMPTSP Aceh Fasilitasi Pelaku Usaha Promosi Investasi Sektor Kesehatan 

0

Nukilan.id – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh memfasilitasi penjajakan calon investor sektor kesehatan melalui kegiatan Australian Indonesian Business Summit (AIBS) pada Senin, 18 Oktober 2021 yang diselenggarakan secara daring.

Kepala DPMPTSP Aceh, Marthunis kegiatan AIBS 2021 yang diselenggarakan oleh Kedutaan Indonesia di Canberra pada tahun menghadirkan tema “IA-CEPA: Peluang Kerja Sama Kesehatan Pasca Pandemi untuk Percepatan Pemulihan Ekonomi”.

Melalui acara tersebut, diharapkan para pelaku usaha di Indonesia yang mempunyai prospek bidang kesehatan yang layak dapat dipadusuaikan dengan calon investor di Australia.

Menurut Marthunis, salah satu misi yang ingin disampaikan melalui kegiatan ini adalah kerjasama ekonomi Indonesia Australia “IA-CEPA”, yang menawarkan kesempatan ekonomi antara kedua negara dengan meningkatkan perdagangan, investasi, dan people-to-pople contact.

“Dengan memanfaatkan keuntungan yang ditawarkan melalui IA-CEPA, akses pasar barang Indonesia masuk ke Australia dengan tarif 0%, berpotensi meningkatkan ekspor produk-produk strategis seperti otomotif, furnitur, pakaian jadi, ban, alat komunikasi, farmasi, mesin, dan peralatan elektronik,” katanya.

Oleh karena itu, menurut Marthunis, pelaku usaha harus dapat memanfaatkan peluang kerjasama ini dengan baik karena kesempatan investasi dari luar negeri terutama dari Australia kini semakin mudah dilakukan.

Menurutnya, DPMPTSP secara rutin mengadakan atau mengikuti business forum di berbagai kesempatan. Forum ini terbuka kepada semua pelaku usaha Aceh yang ingin menawarkan proposal investasinya kepada calon investor. Karena itu, Marthunis Aceh mengundang pelaku usaha yang memiliki proposal investasi untuk menghubungi DPMPTSP untuk dapat difasilitasi.

Pada kesempatan AIBS 2020 kali ini, DPMPTSP Aceh melakukan fasilitasi pemaparan proyek investasi Rumah Sakit Green Aceh Hospital (GAH), yang menerapkan visi untuk membangun fasilitas kesehatan unggulan yang berbasis ramah lingkungan.

Direktur RS GAH, dr. Azharuddin mengucapkan terima kasih kepada DPMPTSP Aceh karena sudah menfasilitasi pihaknya untuk memaparkan konsep pembiayaan investasi kepada calon investor Australia.

“Kita berharap di Aceh terdapat satu rumah sakit yang bertaraf internasional dengan fasilitas modern dan pelayanan profesional di bidang kesehatan,” kata dr. Azharrudin.

Menurutnya, pihak menargetkan kalangan investor Australia, yang umumnya tertarik pada proyek investasi yang berbasis lingkungan, dampak sosial dan mempunyai tatakelola perusahaan yang baik, atau yang sering disebut ESG (Environment, Social and Goood Governance).

Melalui kegiatan Business Forum dimaksud, Marthunis berharap semakin banyak pelaku usaha di Aceh yang mendapat akses kerjasama usaha dengan calon investor baik dari dalam maupun luar negeri.

“Forum ini diharapakan dapat mendorong terjalinnya kemitraan antara Indonesia dan Australia dalam kerjasama ekonomi/bisnis yang saling menguntungkan serta mengkaji peluang untuk meningkatkan kerjasama serta mengantisipasi tantangan IA-CEPA, khususnya pascapandemi,” kata Marthunis.

Kegiatan AIBS 2020 turut diselenggarakan dengan kolaborasi Perwakilan Konsul Jendral RI di Sydney, Melbourne, Perth, Darwin, ITPC Sydney, dan IIPC Sydney.

Hendra Budian Setuju Pasal 47 dan 50 dalam Qanun Jinayah Diganti

0
Wakil Ketua DPRA, Hendra Budian, SH (Foto: Nukilan/Hadiansyah)

Nukilan.id – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Hendra Budian, SH setuju pasal 47 dan pasal 50 dalam Qanun Jinayah dikembalikan kewenangannya ke Undang-Undang perlindungan anak.

“Ini sangat penting dilakukan untuk memastikan keadilan dan perlindungan hukum bagi masyarakat khususnya menyangkut kekerasan terhadap anak,” kata Hendra Budian kepada Nukilan.id di sela acara Focus Group Discussion (FGD) di Hotel Ayani Banda Aceh, Senin (18/10/2021).

Karena, kata dia, angka kekerasan terhadap anak meningkat sangat signifikan di Aceh dan angkanya sangat besar ini juga menjadi variable selanjutnya untuk melakukan revisi atau penguatan terhadap qanun jinayah ini.

“Sekarang prosesnya sedang berjalan sudah terbentuk inisiator dan ini akan menjadi qanun inisiatif dari anggota DPRA yang berjumlah 13 orang yang nantinya akan disetujui di badan legeslasi DPRA, demi kepastian hukum bagi masyarakat Aceh,” tegas Hendra.

Ia menyebutkan, 2 pasal dalam Qanun Jinayah berkontradiksi dengan undang-undang perlindungan anak. Dua pasal dalam qanun jinayah tersebut mengatur tentang hukuman bagi pelaku pelecehan seksual dan hukuman bagi orang yang melakukan pemerkosaan, dan kedua pasal itu dinilai masih lemah.

“Jadi ternyata undang-undang perlindungan anak lebih memberikan jaminan hukum bagi korban dari pada qanun jinayah, maka 2 pasal ini kita drop agar bisa digunakan pasal-pasal perlindungan anak karena lebih adil, maka qanun jinayah akan kita ganti dengan pasal perlindungan anak,” ujarnya.

Sementara itu, Hendra mengatakan bahwa, selama ini tidak ada keberpihakan pemerintah Aceh dalam menangani kasus kekerasan ini.

Lebih lanjut, kata dia, ketersediaan anggaran di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Aceh juga sangat kecil, hanya sebesar Rp 18,9 miliar di tahun 2021.

“Tapi, banyak sekali korban kekerasan anak di Aceh tidak bisa di lindungi oleh DP3A, karena memang tidak ada ketersediaan anggaran. Oleh karena itu penting untuk mendorong keberpihakan pemerintah Aceh lewat ketersediaan anggaran,” pungkasnya.

Reporter: Hadiansyah

H.T. Ibrahim: Tujuan Demokrat Adalah Keberhasilan

0
Anggota DPR Aceh dan Ketua DPC Demokrat Aceh Besar HT. Ibrahim. (Foto: Nukilan.id)

Nukilan.id – Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Aceh Besar H.T. Ibrahim optimis Aceh Besar dan Banda Aceh akan berjaya pada pemilu 2024 mendatang.

“Tujuan dari sebuah Partai Politik adalah meraih kursi parlemen dan menjadi pimpinan daerah,” kata HT Ibrahim saat memberi materi “Pelatihan Pendidikan Dasar Politik DPC Partai Demokrat Banda Aceh” untuk Kader utama Partai Demokrat Banda Aceh di Jambo Tape, Banda Aceh, Minggu (17/10/2021).

Ibrahim menyampaikan, kader utama yang dibentuk nantinya harus dapat menjadikan Demokrat dekat dengan masyarakat, sebab salah satu jargon demokrat adalah berkoalisi dengan rakyat, yang berarti bekerja dan terus mendampingi rakyat.

“Saat ini Aceh Besar dan Banda Aceh terus melakukan pembekalan kepada kader utama, agar 2024 mendatang kader kita militan dan benar-benar dapat turun membantu rakyat, karena tujuan utama kita adalah keberhasilan,” ujar HT. Ibrahim.

HT. Ibrahim menyampaikan, Demokrat sangat mendorong kader perempuan dapat mengambil posisi di parlemen. Itu juga salah satunya alasan Pelatikan Pendidikan Dasar Politik digelar, supaya perempuan Demokrat memiliki syahwat politik yang lebih, tujuannya meraih kursi parlemen.

“Itu sebabnya, baik Demokrat Aceh Besar maupun Demokrat Banda Aceh sepakat untuk memberi porsi pada perempuan, salah satunya melalui pebekalan politik,” katanya.

Ibrahim juga menyebut–DPC Banda Aceh dan DPC Aceh Besar akan bersinergi dalam mencapai keberhasilan “Demokrat” dimasa mendatang. Bukan hanya untuk parlemen saja, tetapi juga mendorong kader menjadi walikota dan Bupati.

“Ini dapat terwujud apabila seluruh kader menjadi militan dan bekerja untuk rakyat,” jelas Ibrahim.

Menurut Ibrahim, pada pemilu 2024 mendatang masyarakat sudah semakin cerdas, sehingga tidak diperlukan lagi tebar pesona disana, tapi kader harus bekerja bersama rakyat, mencari solusi dan punya gagasan.[]