Beranda blog Halaman 1959

Temu Responden BI Aceh 2021, Achris Sarwani Ucapkan Terima Kasih

0

Nukilan.id – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh menggelar acara Temu Responden di Auditorium Teuku Umar, Kantor BI Aceh Rabu (27/10/2021).

Acara tersebut sebagai apresiasi kepada para responden Bank Indonesia yang telah terlibat dalam proses pemenuhan kebutuhan data dan informasi terkait penyusunan kebijakan ekonomi dan keuangan.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Achris Sarwani yang menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh responden Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh yang telah berkontribusi di tahun 2021.

Dia berharap agar responden senantiasa berkenan untuk tetap memberikan informasi-informasi aktual dan kredibel untuk keperluan penyusunan kebijakan ekonomi dan keuangan di masa-masa mendatang. Menyadari adanya kebutuhan informasi baru guna mempersiapkan para responden dalam menghadapi era pasca pandemi yang penuh dengan ketidakpastian dan dinamika kebijakan.

Temu Responden 2021 mengusung tema “Endure Uncertainty, Preparing Post-Pandemic Era, and Dealing With Policy Dynamics” yang bertujuan untuk memberikan update dan pengayaan informasi kepada para responden Bank Indonesia.

Tema yang diangkat pada acara temu responden ini dikupas bersama dengan narasumber dari kalangan akademisi, Prof. Rhenald Kasali, Ph.D., yang merupakan guru besar Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) sekaligus founder Rumah Perubahan, serta moderator dari kalangan jurnalis, Yarmen Dinamika, yang merupakan jurnalis senior harian Serambi Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Rhenald Kasali menyampaikan 8 hal utama yang penting untuk dilakukan dalam menghadapi era kehidupan baru khususnya pasca pandemi Covid-19.

“Pesan yang pertama adalah tidak boleh mudah menyerah atau never give up. Pada zaman yang penuh ketidakpastian, kita harus memiliki mental yang kuat dan gigih sehingga tidak mudah berhenti mengejar target yang diinginkan,” sebutnya.

Pesan kedua, kata Prof Rhenald, kita harus pandai menemukan pasar baru atau customer obsess. Pelaku usaha harus mulai menerapkan pola usaha yang berorientasi pada pelanggan atau pasar.

“Melalui hal tersebut, segala bentuk usaha diharapkan dapat terus beradaptasi dengan kebutuhan pasar dan tidak mudah tergeser oleh kemajuan teknologi,” ujarnya.

Pesan ketiga dan seterusnya adalah perbaikan model bisnis, penyederhanaan proses atau keep it simple, eksplorasi ide baru, kolaborasi bersama mitra, penerapan cara pandang yang fleksibel, dan senantiasa maju bersama dengan memanfaatkan teknologi.

Melalui pesan-pesan yang disampaikan oleh narasumber, responden Bank Indonesia dan seluruh masyarakat umum yang mengikuti kegiatan secara online maupun offline diharapkan memperoleh bekal tambahan dalam menghadapi post pandemic era yang penuh dengan ketidakpastian.

Adapun bentuk kegiatan pengumpulan data dan informasi yang dilakukan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh sepanjang tahun 2021 terdiri dari Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU), Survei Pemantauan Harga (SPH), Survei Harga Properti Residensial (SHPR) dan Survei Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS).

Selain itu, beberapa perusahaan besar di Provinsi Aceh turut menjadi responden Bank Indonesia dalam rangka Liaison yang dilaksanakan setiap 1 (satu) tahun sekali.

H.T Ibrahim Salurkan Bantuan Sembako BI dan LSM SE di Aceh Besar

0
Bansos BI di Aceh Besar. (Foto: Nukilan.id)

Nukilan.id – Anggota DPR Aceh dan Tokoh masyarakat Aceh Besar HT. Ibrahim menyalurkan bantuan sosial Bank Indonesia dan LSM Serambi Edukasi yang diinisiasi Anggota DPR-RI Teuku Rifky Harsya kepada masyarakat terdampak Covid-19 di Aceh Besar. Penyaluran Bantuan dilakukan langsung di Lambaro Angan, Aceh Besar, Rabu (27/10/2021).

“Semoga bantuan sosial Bank Indonesia dan LSM Serambi Edukasi ini apat membantu masyarakat kurang mampu dan berdampak Covid,” kata Rida Iriani, koornator penyalur bantuan BI dan LSM SE di Aceh Besar.

Pada penyerahan bantuan tersebut, kelompok KKN dan UIN Ar-Raniriy yang sebagian ikut berbaur bersama warga turut menyampaikan terima kasih kepada BI, LSM SE, yang menginisisi Teuku Rifky Harsya, dan yang menyalurkan HT Ibrahim.

“Terima kasih kami sampaikan karena telah membantu masyarakat yang ekonominya merosot,” kata Mahasiswa UIN.

Penyerahan bantuan sosial dilakukan langsung kepada perwakilan masayarakat dari seluruh kecamatan yang ada di Aceh Besar.

Sebelumnya melalui tim TRH bantuan juga sudah disalurkan ke beberapa daerah, terutama daerah terluar seperti Pulau Banyak Aceh Singkil, Pulau Aceh, Pulau Breh, Banda Aceh, Aceh Jaya, dan Pidie.[]

 

Wali Nanggroe Kukuhkan Anggota Majelis Tuha Peut

0
(Foto: Ist)

Nukilan.id – Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar secara resmi mengukuhkan Anggota Majelis Tuha Peut Periode 2021-2026, pada Rabu 27 Oktober 2021, di Pendopo Wali Nanggroe, Lampeuneret, Aceh Besar.

Para Anggota Majelis Tuha Puet yang dikukuhkan sebagai salahsatu perangkat kerja Lembaga Wali Nanggroe berjumlah sebanyak 17 orang, terdiri dari unsur ulama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta mantan tokoh politik dari berbagai kabupaten/kota se-Aceh.

Dalam sambutannya usai pengukuhan, Wali Nanggroe menekankan kepada para Anggota Majelis Tuha Peut agar bersama-sama mencurahkan tenaga dan fikiran untuk membangun Aceh sesuai dengan cita-cita perdamaian, dan membangun peradaban Aceh yang berlandaskan Dinul Islam.

Pada kesempatan tersebut Tgk. Malik Mahmud juga kembali mengingatkan, secara legal formal keberadaan Lembaga Wali Nanggroe telah diakui oleh Pemerintah Republik Indonesia. “Sebagaimana tertuang dalam MoU Helsinki tahun 2005, selanjutnya dimaktubkan dalam undang-undang kekhususan Aceh yaitu Undang-undang Nomor 11 Tahun 2006 Tentang Pemerintah Aceh,” kata Wali Nanggroe.

Sebagai aturan pelaksana, tambah Tgk. Malik Mahmud, Aceh juga memiliki Qanun Nomor 8 Tahun 2021 Tentang Lembaga Wali Nanggroe. Khususnya mengenai Majelis Tuha Peut juga telah diatur secara rinci mengenai tugas dan fungsinya melalui Reusam Wali Nanggroe Nomor 2 Tahun 2019.

Dengan segala perangkat hukum yang ada, Wali Nanggroe meminta kepada Majelis Tuha Peut untuk menjadi motor penggerak tugas dan fungsi Kelembagaan Wali Nanggroe. “Mari sama-sama kita jadikan pengukuhan hari ini sebagai momentum untuk mencapai tujuan dari hakikat perjuangan Aceh, dan cita-cita indatu untuk membangun peradaban Aceh ke arah yang lebih gemilang dengan berlandaskan dinul Islam,” seru Wali Nanggroe.

Mereka yang dikukuhkan sebagai Anggota Majelis Tuha Peut Wali Nanggroe yaitu; Prof. DR, H. Azman Ismail MA, Prof. DR. H. Syahrizal Abbas MA, DR. M. Sayuti S. AG MH, DR Syarifah Rahmi, Drs. H. Sulaiman Abda M.Si, Tgk. Adnan Beuransyah, Saifuddin Harun SE MM, Ir. Jufri Hasanuddin MM, Tgk. H. M. Nuruzzahri Yahya, Tgk. H. Muhammad Amin Blang Blahdeh, Tgk. H. Baihaqi Panton, Tgk. H. Azhari Abd Latief Seulimum, Tgk. M. Ali, Tgk. Syeh Muhajir Usman, S.Ag LLM, DR. H. Tarmizi M. Daud M.Ag, DR. Abi Hasan, dan Abu Yazid Al Yusufi.

Nama-nama tersebut merupakan hasil dari pemilihan oleh Komisi Pemilihan dan ditetapkan denan Keputusan Wali Nanggroe.

Turut hadir pada acara pengukuhan tersebut, Ketua DPRA H. Dahlan Jamaluiddin, Asisten I Pemerintah Aceh Bidang Pemerintah dan Keistimewaan M. Jafar SH. M.Hum, para Anggota Majelis Tinggi Wali Nanggroe, Katibul Wali Nanggroe Azwardi AP, M.Si, para Staf Khusus, serta sejumlah tamu undangan lainnya. []

Kabar Duka, Musisi Oddie Agam Wafat

0
Oddie Agam (Foto: kompas)

Nukilan.id – Kabar duka kembali menyelimuti industri musik tanah air. Penyanyi sekaligus pencipta lagu Oddie Agam meninggal dunia pada Rabu (27/10/2021).

Kabar tentang meninggalnya Oddie Adam dibenarkan oleh kerabatnya, Deddy Dhukun.

“Iya, Om Oddie Agam meninggal dunia hari ini,” kata Deddy Dhukun seperti dilansir kompas, Rabu (27/10/2021).

Namun, Deddy belum bisa memberi keterangan lebih lanjut. Dari informasi yang didapatkan Deddy Dhukun, Oddie Agam meninggal dunia pada pukul 11.00 WIB.

Oddie Agam sempat dilarikan ke ruang Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Persahabatan Jakarta pada 6 Oktober 2021.
Sebelumnya, Humas Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi), Evry Joe, memanjatkan doa atas kesembuhan Oddie Agam.

Sebab, pada saat itu Oddie tengah mengalami masa kritis dan harus memakai alat bantu pernapasan.

“Iya (dilarikan ke rumah sakit), saya mendoakan kesembuhan abang kita, Oddie Agam, yang sekarang kritis,” kata Evry Joe, Kamis (7/10/2021).

Sementara itu, menurut informasi yang Deddy Dhukun dapatkan, ginjal Oddie Agam mengalami kerusakan.

“Katanya ginjalnya rusak,” kata Deddy Dhukun kepada Kompas.com, Kamis. Sebelum dilarikan ke rumah sakit, Deddy Dhukun berujar, Oddie Agam mengalami sesak napas, batuk tidak ada hentinya, hingga air seni keluar darah.

“Batuk tidak berhenti-berhenti, terus pipisnya berdarah,” ungkap Deddy Dhukun. []

Usai Beri Keterangan, Safaruddin Sebut DPR Aceh Sifatnya Membantu KPK

0
Wakil Ketua DPRA Safaruddin. (Foto: Adiansyah/Nukilan.id)

Nukilan.id – Wakil ketua DPR Aceh Safaruddin, S.Sos, M.S.P mengatakan, materi pertanyaan penyelidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sama dengan yang lain, soal Aceh Hebat, karena masalah itu bukan di periode dirinya sehingga pertanyaan KPK mungkin terbatas.

“Pertanyaan lainnya banyak terkait dengan perencanaan penganggaran setiap tahun seperti apa? lebih banyak pertanyaan kepada tugas dan fungsi kami sebagai DPRA saja,” kata Safarudin kepada media selepas pemeriksaan KPK di Gedung BPKP pukul 16:50, Rabu (27/10/2021).

Dijelaskan Safaruddin, pemeriksaan dilakukan objektif.

“Dari bahasa batin kami juga, dan media sosial yang berkembang seakan-akan kami sudah bersalah, itu yang harus di klarifikasi, kami disini datang membantu kinerja KPK,” katanya.

Safaruddin menyampaikan, pihaknya berharap KPK dapat bekerja profesional dalam memintai keterangan.

“Alhamdulillah berjalan dengan baik, banyak pertanyaan yang berkembang dari apa yang teman-teman sudah tau, karena sebelum kami juga sudah yang duluan pernah diminta keterangan. Dan semuanya sudah sesuai dengan tugas dan fungsi kami, dan sudah menyampaikan apa yang kami ketahui. Bila berkembang DPR itu di sisi mana, saya katakan bahwa DPRA ikut mendukung kerja-kerja KPK dan tentunya kita mengharapkan Aceh kedepan bisa lebih baik,” ujarnya.

Reporter: Hadiansyah

Hasil Persiraja vs Madura United: Persiraja Makin Terpuruk di Dasar Klasemen

0
Persiraja vs Madura United /(Grafis: Dede S Mauladi/Skor.id)

Nukilan.id – Laga lanjutan Liga 1 2021-2022 yang mempertemukan Persiraja Banda Aceh melawan Madura United pada Rabu (27/10/2021).

Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Manahan, Solo tersebut, Madura United sukses mengalahkan Persiraja dengan skor tipis 2-1.

Gol Madura United dicetak oleh Bayu Gatra pada menit ke-26 dan Rafael Silva pada menit ke-61. Adapun gol balasan Persiraja diciptakan oleh Husnuzhon pada menit ke-51.

Hasil ini membuat Madura United naik dua peringkat ke urutan sebelas klasemen sementara Liga 1 2021-2022 dengan koleksi 11 poin.

Sementara bagi Persiraja, kekalahan ini membuat mereka semakin terperosok di dasar klasemen.

Babak Pertama

Pertandingan berlangsung menarik. Pada babak pertama, Persiraja dan Madura United melakukan jual beli serangan.

Kedua tim bermain terbuka. Hal itu wajar dilakukan apabila mengingat keduanya membutuhkan kemenangan untuk memperbaiki posisinya di klasemen.

Madura United membuka peluang pertama pada menit ke-5 melalui kaki striker asal Brasil, Rafael Silva. Namun tembakan Rafael Silva dari kotak penalti masih melebar.

Pemain bernomor punggung 9 itu kembali memperoleh peluang untuk mencetak gol pada menit ke-16. Hanya saja upayanya masih digagalkan oleh kiper Persiraja.

Pada menit ke-26, Madura United membuat perbedaan. Kerja sama rapi antarpemain Madura United diakhiri sundulan terarah Bayu Gatra.

Bayu Gatra mengkonversikan umpan Andik Rendika Rama dari sisi kiri penyerangan Madura United menjadi gol. Tim berjulukan Laskar Sapeh Kerrab unggul 1-0.

Setelah unggul, Madura United justru lebih banyak diserang. Persiraja setidaknya memiliki lima peluang yang mengancam gawang Madura United.

Defri Rizky, Supriyadi, Vanja Markovic, Huznudzon dan Mukhlis Nakata secara bergantian menciptakan ancaman. Tapi serangan-serangan Persiraja masih dapat digagalkan oleh kiper Muhammad Ridho.

Peluang-peluang tim Laskar Rencong memang lebih banyak datang dari para pemain tengah.

Hal itu tak terlepas dari pengawalan ketat para pemain Madura United terhadap Paulo Henrique.

Striker andalan Persiraja asal Brasil itu tidak dapat berbuat banyak karena pergerakannya sudah dimatikan para pemain bertahan Madura United.

Pada menit akhir pertandingan, skuad asuhan Rahmad Darmawan mendapat peluang dari situasi set piece.

Jaimerson Xavier yang bertugas sebagai eksekutor gagal mengarahkan tembakannya ke gawang.

Bola melenceng cukup jauh dari gawang Persiraja. Skor 1-0 untuk keunggulan Madura United pun tetap bertahan hingga wasit meniup peluit tanda babak pertama berakhir.

Babak Kedua

Babak kedua dimulai, skuad asuhan Hendri Susilo langsung menekan sejak menit pertama. Vanja Markovic kembali menebar ancaman melalui tembakan dari luar kotak penalti.

Bola sepakan Vanja Markovic melaju keras, namun akurasinya masih jauh dari gawang Madura United yang dijaga M Ridho.

Upaya tak kenal lelah dari para pemain Persiraja akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-51.

Dalam sebuah kemelut, bola muntah hasil tembakan Ramadhan disambar Husnuzhon untuk mencetak gol. Skor imbang 1-1.

Persiraja memiliki peluang matang untuk berbalik unggul pada menit ke-60. Husnuzhon lolos dari jebakan offside dan ia tinggal berhadapan dengan kiper M Ridho.

Pemain bernomor punggung 10 tersebut memiliki pilihan untuk mengirimkan umpan kepada Paulo Henrique.

Namun Husnuzhon memilih mengeksekusi langsung, tapi M Ridho sudah telanjur menutup ruang tembaknya.

Bola muntah dikuasai Madura United. Sebuah serangan balik dari Madura United menjadi malapetaka bagi tim Persiraja.

Rafael Silva yang menguasai bola memutuskan melepaskan tendangan dari luar kotak penalti. Laju bola tidak terlalu kencang. Namun arah bola yang menuju pojok kanan bawah gawang Persiraja tak mampu dijangkau kiper Aji Bayu.

Gol Rafael Silva pada menit ke-61 membuat Madura United kembali unggul 2-1.

Gol tersebut membuat jalannya pertandingan berubah. Para pemain Madura United semakin percaya diri membangun serangan.

Bahkan Rafael Silva hampir saja mencetak gol keduanya dalam pertandingan ini jika sundulannya lebih mengarah ke gawang.

Memasuki 15 menit terakhir, Persiraja belum menyerah. Skuad asuhan Hendri Susilo sempat mengancam gawang M Ridho melalui sepakan Defri Rizky dari luar kotak penalti. Tapi upaya tersebut belum membuahkan gol.

Skor 2-1 untuk keunggulan Madura United bertahan hingga pertandingan berakhir. Madura United kembali ke jalur kemenangan.

Susunan Pemain

Persiraja (4-2-3-1): Aji Bayu Putra; Ramadhan, Leo Lelis, M Zamzani, M Rifaldi; Vanja Markovic, Mukhlis Nakata; Defri Rizky, Husnuzhon, Supriyadi Eeng; Paulo Henrique

Pelatih: Hendri Susilo

Madura United (4-2-3-1): M Ridho; Andik Rendika, Fachruddin Aryanto, Jaime Xavier, Novan Setya; Kim Jin-sung, Hugo Gomes dos Santos Silva; David Laly, Bayu Gatra, Silvio Escobar; Rafael da Silva

Pelatih: Rahmad Darmawan

[liga1]

Pemerintah Dorong Ekonomi Desa Melalui Pendirian Pertashop

0
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI, menggelar rapat koordinasi Percepatan Pelaksanaan Program Pertashop, bersama unsur pemerintah daerah, Rabu (27/10), secara virtual.

Nukilan.id – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI, menggelar rapat koordinasi Percepatan Pelaksanaan Program Pertashop, bersama unsur pemerintah daerah secara virtual, Rabu (27/10/2021).

Keberadaan usaha Pertashop diharapkan akan mendorong peningkatan ekonomi di tingkat desa.

Dalam rakor ini, Pemprov Kalsel diwakili oleh Asisten Perekenomian dan Pembangunan, Syaiful Azhari didampingi Kepala Biro Perekenomian Setda Kalsel Ina Yuliani. Program yang merupakan bentuk kerja sama antara Ditjen Bina Pemerintahan Desa (Bina Pemdes) Kemendagri dengan PT Pertamina ini menargetkan pengembangan Pertashop sebanyak 10 ribu outlet.

Dengan rincian 5.548 outlet di Pulau Jawa-Bali dan 4.452 outlet di luar Pulau Jawa-Bali. Data dari PT Pertamina, sampai dengan Agustus 2021 telah terdapat 2.353 Pertashop yang sudah beroperasi dari 3.055 Pertashop yang sudah terbentuk.

Disampaikan Dirjen Bina Pemdes Kemendagri, Yusharto Huntoyungo, keberadaan Pertashop ini masih terhalang belum mendapatkan perizinan resmi dari OSS (Online Single Submission). Dimana saat ini sistemnya masih belum bisa beroperasi.

Adapun legalitas yang diperlukan untuk memulai Pertashop ini adalah Nomor Induk Berusaha (NIB), Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup serta Izin Bangunan.

Program yang diluncurkan di tahun 2018 ini awalnya hadir dengan tujuan memberikan apresiasi kepada desa berprestasi dan desa tertinggal dengan pembangunan modular yang dapat melayani penjualan BBM untuk menggerakkan ekonomi desa.

Hadirnya Pertashop di Desa, selain untuk mempermudah akses masyarakat yang memerlukan bahan bakar minyak (BBM), tapi juga diharapkan dapat mengembangkan potensi desa, menggerakkan perekonomian dan terciptanya lapangan kerja baru.

Kehadiran Pertashop diharapkan dapat mendorong masyarakat sekitar Pertashop untuk turut mendirikan UMKM sehingga lebih lanjut dapat berdampak pada finansial desa itu sendiri. Sehingga Desa dapat menjadi mandiri secara finansial dan tidak bergantung pada dana Desa.

Dalam rakor ini, Kemendagri melalui Surat Mendagri nomor 117/5955/SJ tanggal 21 Oktober 2021, meminta seluruh Pemda untuk mendukung percepatan melalui pemberian dispensasi terkait pemberian perizinan Pertashop sementara sambil menunggu kesiapan dan beroperasinya OSS.

Sebelum rakor berakhir, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menyampaikan arahannya untuk seluruh Pemda. Pemda diminta memberikan dispensasi dan permudahan perizinan untuk Pertashop, sosialisasi dan mendorong Kades dalam melaksanakan Program Pertashop, memilih lahan yang tepat dengan tujuan menjadikan lahan yang tidak produktif menjadi produktif serta pemantauan program agar bisa terus berjalan. [Republika]

Safaruddin Hadir di Gedung BPKP Bawa Berkas Terkait Apendiks

0
Wakil Ketua DPR Aceh Safaruddin. (Foto: Nukilan.id)

Nukilan.id – Wakil Ketua DPR Aceh Safaruddin dan Anggota DPRA Zulfadli penuhi panggilan Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) ke gedung BPKP, Banda Aceh, Rabu (27/10/2021), pukul 9:25 WIB.

Safaruddin yang menggenakan baju putih dan membawa tas hitam, saat tiba belum banyak berbicara kepada wartawan, hanya mengatakan berkas yang dibawa adalah terkait apendiks.

Sedangkan Zulfadli memakai baju bercorak hitam abu-abu didampingi dua staf dan membawa satu tas.

“Ini berkas soal Apendiks,” kata Safaruddin.

Sebelumnya, pada hari Selasa (26/10/2021), tim penyidik KPK juga telah memeriksa Wakil Ketua I dan II DPRA, Dalimi dan Hendra Budian, anggota DPRA Ihsanuddin MZ dan Teuku Irwan Djohan, mantan anggota DPRA, Sulaiman Abda dan Tgk Anwar Ramli, serta Sekretaris DPRA, Suhaimi.

Reporter: Hadiansyah

PLN Cetak Pendapatan Rp204 Triliun di Kuartal III-2021, Naik 4,7%

0
Pendapatan PLN Capai Rp204 Triliun. (Foto: Okezone.com/PLN)

Nukilan.id – PT PLN (Persero) mencetak pendapatan Rp204,65 triliun hingga September 2021. Pendapatan tersebut naik 4,7% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 195,47 triliun.

Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN, Bob Saril menyebut, sepanjang Januari-September 2021, jumlah pelanggan PLN meningkat sebanyak 2,6 juta menjadi 81,6 juta pelanggan. Sementara volume penjualan listrik juga naik 4,4 persen menjadi 189,7 tWh hingga kuartal III 2021 secara year on year atau tahunan.

Bob menilai, pencapaian ini tak lepas dari strategi creating demand yang ditempuh PLN melalui upaya intensifikasi dan ekstensifikasi.

Strategi intensifikasi dilakukan PLN melalui berbagai bundling dan promo untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan, misalnya promo Super Dahsyat pada yang digulirkan memperingati Hari Listrik Nasional ke-76.

“Rangkaian program promo tambah daya yang kami lakukan sepanjang tahun ini ternyata disambut antusias oleh pelanggan. Penambahan daya ini membuat pelanggan lebih produktif dan penggunaan listrik meningkat,” kata Bob, Rabu (27/10/2021).

Strategi intensifikasi juga dilakukan melalui penerapan gaya hidup dengan menggunakan peralatan berbasis listrik dalam kehidupan sehari-hari atau electrifying lifestyle, seperti mendorong ekosistem dan penggunaan satu juta kompor induksi serta kendaraan listrik berbasis baterai.

Di samping itu, strategi ekstensifikasi ditempuh PLN melalui program win back yaitu mengakuisisi captive power atau mengganti kelistrikan perusahaan-perusahaan yang masih menggunakan pembangkit sendiri dengan suplai listrik dari PLN agar perusahaan dapat berfokus pada bisnis intinya.

Cara lainnya adalah dengan melihat ceruk pasar yang masih potensial dengan program electrifying agriculture dan electrifying marine untuk sektor pertanian, peternakan, perkebunan, dan perikanan serta kelautan.

“Program-program ini terbukti mampu membantu para petani, peternak, nelayan hingga pelaku industri menjadi lebih produktif dan efisien sehingga kesejahteraan mereka bisa meningkat,” katanya.

Dia menambahkan, sejumlah strategi yang dilakukan PLN merupakan bentuk dukungan perseroan dalam menggerakkan perekonomian dengan menghadirkan listrik untuk kegiatan-kegiatan produktif.

Bob juga meyakini dengan sejumlah strategi tersebut, kinerja perseroan bakal semakin membaik hingga akhir tahun.

“Bagi kami yang terpenting, hadirnya listrik bisa membantu memudahkan seluruh aktivitas masyarakat, meningkatkan kesejahteraan serta membantu menggerakkan perekonomian nasional,” ungkap dia. [okezone]

 

Pemerintah Aceh Mulai Berlakukan Barcode “Peduli Lindungi”

0
Sekretaris Daerah Aceh, dr. Taqwallah, M.Kes, didampingi, para Asisten, Staf Ahli Gubernur, dan Karo Isra Setda Aceh, mengikuti zikir dan doa bersama untuk dijauhkan dari wabah dan bencana, yang diikuti oleh seluruh ASN Pemerintah Aceh dan SMA/SMK secara virtual, di Ruang Potensi Daerah Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Rabu (27/10/2021).

Nukilan.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Taqwallah, menegaskan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Aceh yang telah dinyatakan layak vaksin, wajib menjalani vaksinasi Covid-19 tanpa kecuali. Hal itu juga akan dijadikan sebagai syarat saat menjalani aktivitas perkantoran sehari hari.

Penegasan itu disampaikan Sekda saat menyapa para ASN, dan Sekolah dalam kegiatan dzikir dan doa bersama untuk keselamatan pandemi, dari Ruang Potensi Daerah, Kantor Gubernur Aceh Rabu (27/10/2021).

“Untuk SKPA yang ASN nya belum divaksin segera dibujuk untuk segera melakukan vaksin. Sampaikan juga, kita Insya Allah pada Senin mendatang, kita akan berlakukan barcode (Peduli lindungi), sehingga yang belum vaksin tidak bisa masuk kantor. Mudah mudahan izin keluar hari Senin,” ujar Sekda saat menyapa ASN.

Karena itu, Sekda ingatkan kepada seluruh Kepala SKPA yang capaian vaksinasinya masih rendah, untuk segera membujuk pegawainya menjalani vaksinasi, serta mempersiapkan petugas yang tegas untuk mengecek bukti sah vaksin peduli lindungi. “SKPA tempatkan petugas yang tegas seperti halnya petugas bandara dan mall. Jadi yang tidak memiliki ‘peduli lindungi’ maka tidak bisa masuk kantor. Kita berlakukan 1 jalur masuk. Karena hal ini semata mata untuk manfaat kita bersama,” kata Sekda.

Pada kesempatan yang sama, Taqwallah juga mengapresiasi antusiasme para santri Dayah MUDI Mesjid Raya (Mesra) Samalanga, Kabupaten Bireuen, saat menerima vaksin. Setidaknya sebanyak 2500 santri menerima vaksin moderna pada kegiatan tersebut. Sekda memuji ketertiban para santri saat menerima vaksin dan berharap hal tersebut dapat menjadi contoh atau role model bagi dayah lainya di Aceh.

Selain itu, Sekda juga mengingatkan Kepala Sekolah, Cabang Dinas, dan para pengusaha untuk segera melakukan percepatan vaksinasi, agar penanganan penularan Covid-19 dapat ditekan seminimal mungkin, dan hal itu juga berdampak positif pada pemulihan ekonomi. “Kita bisa mencontoh SMK N 1 Pidie para siswanya membuat testimoni, dan membagikan kepada sesama teman tentang bagaimana manfaat vaksin dan kegunaan pelaksanaan vaksin, sehingga mereka akan lebih paham,” kata Sekda.

Seperti biasa, usai berdzikir Taqwallah menyapa sejumlah Cabdin dan Sekolah Menengah Atas (SMA) untuk memastikan kemajuan capaian vaksinasi serta kendala yang dialami oleh masing-masing sekolah.[]