Beranda blog Halaman 1958

GPMI Aceh Deklarasi “Kawal” Anies Baswedan The Real President 2024

0
(Foto: Nukilan/Hadiansyah)

Nukilan.id – Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI) provinsi Aceh menggelar deklarasi “Kawal” Anies Baswedan The Real President 2024.

Acara deklarasi itu berlangsung di Warung Kopi 88, Lamdingin, Kecamatan Syaiah Kuala, Kota Banda Aceh, Kamis (28/10/2021) pukul 16:30 WIB.

Hadir dalam acara tersebut, Ketua GPMI, Hamdani Hamid, Ketua Pengurus Wilayah GPMI Aceh berserta jajaran pengurus dan juga rekan-rekan media.

Acara ini dilaksanakan sebagai bentuk dukungan dan mengawal Bapak Anies Baswedan untuk Calon Presiden Republik Indonesia pada Pemilu tahun 2024.

Reporter: Hadiansyah

Gubernur Aceh Hadiri Pembukaan ISEF ke-8

0
Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, mengikuti opening ceremony Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke 8 Tahun 2021 secara virtual yang dibuka Wakil Presiden RI, Ma’aruf Amin, disela-sela menjalani perawatan lanjutan di RSUD Zainoel Abidin, Banda Aceh, Rabu (27/10/2021).

Nukilan.id – Gubernur Aceh Nova Iriansyah, menghadiri secara daring via konferensi video, kegiatan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-8 tahun 2021, Rabu (27/10/2021).

Acara yang bertajuk ‘Magnifying Halal Industries Through Food and Fashion Markets for Economic Recovery’ ini, dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin, di Istana Wapres Jl. Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

Dalam sambutannya, Wapres menjelaskan, bahwa pada tataran global, ekonomi dan keuangan Syariah, khususnya sektor keuangan syariah, telah mengalami pertumbuhan lebih cepat dan melampaui keuangan konvensional dan diproyeksikan akan terus meningkat. “State of Global Islamic Economy Report Standard menyebutkan, bahwa pada tahun 2019 jumlah masyarakat muslim dunia mencapai sekitar 1,9 miliar orang, dengan total spending untuk produk halal mencapai 2,02 triliun dollar AS. Angka tersebut diproyeksikan akan terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah masyarakat muslim dunia, dan diperkirakan mencapai 2,4 triliun dollar AS pada tahun 2024,” tutur Wapres.

Wapres menilai potensi itu merupakan peluang yang harus dimanfaatkan oleh Indonesia dengan mengambil peran sebagai produsen produk halal dunia. Salah satu cara konkret untuk memanfaatkan potensi ini adalah melalui peningkatan ekspor produk halal, guna memenuhi permintaan dari pasar global. “Posisi ekonomi dan keuangan syariah Indonesia di tataran global saat ini, cukup menggembirakan dan mendapatkan apresiasi dunia,” imbuh Wapres.

Untuk diketahui bersama, berdasarkan data dari State Gobal Islamic Economy Report 2020/2021 menyebutkan, bahwa indikator ekonomi syariah Indonesia terus membaik. Di tahun 2020, Indonesia berhasil menduduki peringkat ke-4 dunia di bawah Malaysia, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Wapres lebih jauh menguraikan, indikator yang menjadi penilaian State Gobal Islamic Economy Report di antaranya keuangan syariah, pariwisata ramah muslim, industri fesyen muslim, obat-obatan halal, kosmetik halal, dan produk makanan halal. “Dari indikator tersebut, sambung Wapres, posisi ekonomi dan syariah Indonesia rata-rata masuk dalam peringkat 10 besar. Bahkan, dua di antaranya berhasil masuk dalam peringkat 5 besar dunia, yaitu sektor makanan dan minuman halal serta sektor fesyen khususnya pakaian muslim,” kata Wapres.

Wapres menilai, dengan capaian ini, Indonesia memiliki peluang besar dalam mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah, dan menjadi pemimpin pada sektor industri halal, di masa yang akan datang.

Pemuda dan Mahasiswa Aceh Gelar Aksi Tuntut Polda Tetapkan Tersangka Beasiswa 2017

0
(Foto: Hadiasnyah/Nukilan)

Nukilan.id – Belasan mahasiswa yang memakai almamater UIN-Araniry dan Universitas Syiah Kuala yang tergabung  dalam Kualisi Pemuda dan Mahasiswa Aceh, menggelar aksi di depan kantor Polda Aceh, Kamis (28/10/2021) mulai pukul 14:35 WIB.

Hal ini terlihat, para pendemo saat tiba didepan kantor Kapolda Aceh langsung membentangkan spanduk dan karton yang bertuliskan slogan tuntutan mereka, dan juga menggunakan spanduk dan pengeras suara (Toa). Aksi di kawal oleh pihak kepolisian.

Dalam tuntutan mereka meminta kepada Kapolda Aceh untuk segera menetapkan tersangka kasus beasiswa tahun 2017.

Mereka juga menyampaikan apabila kasus ini tidak  selesai maka ini akan berlanjut dan meminta kepada Kapolda Aceh untuk segera menetapkan tersangka untuk kasus ini, sehingga tidak berlarut-larut.

Reporter : hadiansyah

Polda Aceh Buru Penembak Pos Pol Panton Reu Polres Aceh Barat

0

Nukilan.id – Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Aceh Kombes Pol. Winardy, S.H., S.I.K., M.Si., membenarkan adanya peristiwa penembakan Pos Pol Panton Reu Polres Aceh Barat oleh Orang Tak Dikenal (OTK), pada hari Kamis (28/10/2021) pukul 03.15 WIB.

“Benar! Ada penembakan oleh OTK ke arah Pos Pol Panton Reu yang terletak di Gampong Manggi, Kecamatan Panton Reu, Aceh Barat,” ucap Winardy dalam keterangan persnya, Kamis (28/10/2021).

Winardy menyampaikan, saat ini petugas masih melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), mengumpulkan barang bukti, dan memeriksa saksi-saksi.

Polda Aceh juga sudah menurunkan tim dari Ditreskrimum yang nantinya berkolaborasi dengan Sat Reskrim Polres Aceh Barat untuk menyelidiki dan mendalami motif penembakan serta hal lain yang mungkin saja terjadi.

Winardy melanjutkan, dalam olah TKP, petugas juga menemukan solongsong dan beberapa proyektil peluru dengan Kaliber 7,62 x 39 dan 5,56 x 45 mm.

“Ada selongsong dan proyektil peluru yang menempel di dinding Pos Pol dan pada mobil masyarakat yang parkir di sekitar TKP,” ujarnya.

Namun, kata Winardy, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut dan untuk kerusakan serta kerugian materi sedang diinventarisir.

Winardy juga menyayangkan adanya peristiwa penembakan tersebut. Di mana semua elemen masyarakat sedang bekerja keras untuk menanggulangi Covid-19, tapi masih ada juga oknum yang melakukan aksi yang dapat mempengaruhi Kamtibmas.

“Intinya kita sedang memburu pelaku. Masyarakat diharap tenang dan jangan terprovokasi,” tutupnya.

Kadisdik Aceh Ungkap Rasa Bangga dan Haru Kepada PDBK

0

Nukilan.id – Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Alhudri, MM tidak kuasa menyembunyikan perasaan harunya saat menutup Festival dan Lomba Literasi Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK) Tingkat Provinsi Aceh, Rabu, (27/10/2021) di Banda Aceh.

Beberapa kali, Alhudri tampak mengelap air mata yang membasahi pipinya usai menyaksikan penampilan Zhafif Al Khalif, siswa SLB Negeri Aceh Jaya bercerita tentang kisah keluarganya.

Tak kuasa menahan haru, Kadisdik langsung menggendong Zhafif dengan mata berkaca-kaca. Seketika, suasana ruangan menjadi haru, beberapa orang lainnya yang turut hadir juga tidak tidak kuasa menahan air matanya.

“Kalau penyampaian saya nanti tidak tepat, saya mohon maaf sekali lagi, karena jujur sebenarnya saya nggak sanggup lagi berbicara setelah apa yang kita lihat tadi,” kata Alhudri dengan suara terbata-bata.

Alhudri mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada guru serta pendamping yang telah mendidik dan membina siswa SLB hingga sukses dan mandiri.

“Peran para guru dan pendamping sangat penting dalam mendukung tumbuh kembang peserta didik berkebutuhan khusus, sehingga kelak menjadi putra-putri bangsa yang mandiri dan cerdas menguasai kemampuan teknologi diimbangi dengan iman dan takwa,” ungkapnya.

“Anak-anak ku yang tadi berkebutuhan khusus bisa menceritakan keseharian ibundanya, bisa membacakaan ayat-ayat suci Alquran, luar biasa. Terimakasih bapak dan ibu, tugas anda memang berat,” kata Alhudri.

Atas dasar itu pula, Alhudri mengaku akan berusaha untuk menyediakan mobil jemputan untuk anak-anak berkebutuhan khusus untuk kebutuhan pergi dan pulang sekolah.

“Saya tidak berjanji, tapi Allah yang tahu, Insya Allah untuk antar jemput anak-anak kedepan akan saya upayakan mobil antar jemput serta biaya peningkatan pembinaan adik-adik berkebutuhan khusus,” kata Alhudri.

Dalam kesempatan itu, Alhudri juga menuturkan agar kegiatan festival ini dijadikan sebagai sebagai batu loncatan untuk terus menjalin siturahim dan mengasah kemampuan dalam bidang literasi.

“Kegiatan ini bukan untuk persaingan tapi merupakan wadah untuk mendukung literasi sekolah dan mendorong peserta didik untuk bersaing menggapai prestasi, siapapun yang mendapat juara jangan cepat berbangga diri, karena perjuangan kita masih panjang,” ujarnya.

Berikut nama-nama pemenang pada Festival Lomba Literasi Anak Berkebutuhan Khusus

1. Cabang Lomba Bercerita SDLB

Zhafif Al Khalif (SLB Negeri Aceh Jaya) juara 1, Imam (SLB Negeri Pembina Aceh Tamiang juara II, Putri Mahate (SLB Negeri Pembina Blangkejeren) juara III, Rahmat Al Fadil (SLB Negeri Aceh Barat Daya) harapan I, Assyifaul Haifa (SLB Bukesra) harapan II

2. Cabang Lomba Cipta dan Baca Puisi SMPLB/SMALB

Hajri Safriani (SLB Negeri Al-Fansury) juara I, Riska Ananda (SLB Negeri Langsa) juara II, Ma’ad (SMALB Mutiara Louser) juara III, Anisa Salsabila (SLB Bukesra Banda Aceh) harapan I, Muhammad Rafly (SLB Negeri Aneuk Nanggroe) harapan II.

3. Lomba Cipta Komik Strip SMPLB/SMALB

Rauzatul Muna (SLB Negeri Pembina Provinsi Aceh) juara I, Zailami (SLB Negeri Pidie) juara II, Elvira Ayusri (SLB Negeri Aceh Barat Daya) juara III, Abdullah Mubarok Al-Fauzan (SLB Negeri Pembina Aceh Tamiang ) harapan I, Mutiara (SMPLB Mutiara Louser) harapan II.[]

Peringati Hari Sumpah Pemuda, BIN Aceh Gelar Vaksinasi Massal di Pesantren Al-Manar

0

Nukilan.id – Badan Intelijen Negara Daerah (Binda Aceh) melanjutkan pelaksanaan “serbuan” vaksinasi massal di wilayah Provinsi Aceh.

Sasaran serbuan vaksinasi yang dilakukan terhadap para santri dan pengajar di Pesantren Moderen Al Manar di Gampong Lampermai Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar pada 28 Oktober 2021 yang bertepatan dengan Peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun 2021.

Binda Aceh bekerjasama dengan Pemkab dan Dinkes Aceh Besar didukung TNI dan Polri kembali menggelar vaksinasi lanjutan untuk Dosis-1 dan ada juga Dosis Kedua di Komplek Pesantren Moderen Al Manar di Gampong Lampermai Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar dengan target total 500 Orang.

Dalam kesempatan tersebut, Kaposda Banda Aceh, Gunnar, yang mewakili Kabinda Aceh mengatakan bahwa dirinya bangga melihat animo masyarakat yang cukup tinggi dalam melaksanakan vaksinasi.

Menurutnya, hal tersebut membuktikan bahwa saat ini masyarakat mulai sadar dan memahami tentang manfaat vaksin dalam menangkal dampak yang ditimbulkan dari Covid 19.

“Kami bahagia melihat animo masyarakat yang cukup tinggi terhadap vaksin, ini membuktikan upaya preventif yang dilakukan oleh pemerintah selama ini sudah mulai membuahkan hasil,” ucap Gunnar. []

Pemerintah Aceh Batalkan 52 Paket Pembangunan dari APBA, Ini Daftarnya

0
Sekda Aceh, dr. Taqwallah, M.Kes, menyerahkan dokumen Rancangan KUA dan Rancangan PPAS tahun Anggaran 2022 kepada Ketua DPRA Dahlan Jamaluddin. (Foto: Humpro)

Nukilan.id – Pemerintah Aceh telah membatalkan Paket kegiatan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) tahun 2021 sebanyak 62 paket, sementara 49 paket pembangunan hingga kini belum ditayangkan.

Menurut informasi yang diterima Nukilan.id, pembatalan paket-paket tersebut karena waktu yang tersisa tidak mencukupi lagi.

Bahkan, hingga memasuki Rabu (27/10/2021), masih ada paket yang belum tayang.

berikut paket-paket kegiatan pembangunan Aceh dalam APBA yang dibatalkan dan belum tayang;

Reporter: Irfan

Tiga Oknum PMI Surabaya Didakwa Jual-Beli Plasma Konvalesen

0
Ilustrasi Palu Hakim. (Foto: iStock)

Nukilan.id – Tiga petugas Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surabaya didakwa terlibat jual beli plasma konvalesen bagi pasien Covid-19. Ketiganya didakwa mencari keuntungan jutaan rupiah dari praktik tersebut.

Mereka adalah Yogi Agung Prima Wardana, Bernadya Anisah Krismaningtyas dan Mohammad Yusuf Efendi. Ketiganya menjalani sidang dakwaan, Kamis (21/10).

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Rakhmad Hari Basuki, saat dikonfirmasi Rabu (27/10), dalam dakwaannya menyebutkan bahwa terdakwa Yogi yang bekerja di PMI Surabaya melihat ada peluang memperoleh keuntungan dari penjualan plasma darah konvalesen, pada Juli-Agustus lalu.

Mengetahui hal itu, Yogi lantas menghubungi terdakwa Bernadya memintanya menawarkan plasma darah konvalesen kepada keluarga pasien Covid-19 yang membutuhkan. Yogi juga meminta rekannya itu untuk mempromosikannya ke para pasien lain.

Tak tanggung-tanggung, tiap plasma darah konvalesen mereka jual dengan harga jutaan rupiah. Berkisar Rp2,5 juta sampai Rp3 juta.

“Pada Juli 2021, terdakwa menghubungi Bernadya dengan maksud menawarkan plasma darah yang susah didapat dengan harga sebesar Rp 2,5 juta sampai Rp 3 juta,” kata JPU Hari Basuki.

Bernadya lalu menawarkan dengan cara memposting status di Facebook. Hal yang sama juga dilakukan Mohamad Yusuf. Mereka dijanjikan bayaran tertentu oleh Yogi.

“Bernadya dan Mohamad Yunus dijanjikan fee sebesar Rp200-350 ribu per orang yang mendonorkan darah konvalesennya,” ucapnya.

Untuk mencari stok plasma konvalesen, Bernadya dan Yunus juga berpura-pura menjadi pasien Covid-19 yang membutuhkan donor. Mereka kemudian mengelabui penyintas Covid-19 untuk bersedia mendonorkan plasmanya.

Rabu, 4 Agustus 2021, Ditreskrimum Polda Jatim yang menyamar menjadi keluarga pasien, berhasil menangkap Bernadya di kediamannya, Alana Regency, Tambakrejo, Waru, Sidoarjo.

Keesokan harinya, Kamis, 5 Agustus 2021, Yogi ditangkap oleh petugas kepolisian di Jalan Jambangan, Kota Surabaya.

“Saat diinterogasi, Yogi mengaku telah menjual darah plasma sebanyak 2 kali. Plasma darah O plus dijual dengan harga Rp3,5 juta. Dan jenis plasma darah AB + seharga Rp 5 juta,” ucapnya.

Sedangkan, Yunus saat diinterogasi mengaku sudah sebanyak 12 kali mendampingi pendonor yang akan mendonorkan plasma darahnya di PMI Surabaya dengan berpura pura sebagai keluarga Pasien Covid-19.

Atas perbuatannya, ketiga oknum pegawai PMI itu didakwa Pasal 195 Undang-undang RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sekretaris PMI Jatim, Edi Purwinarto membenarkan ada petugas PMI Surabaya yang saat ini sedang menjalani persidangan dalam kasus jual beli plasma konvalesen.

“Iya benar dari Surabaya. Detailnya silakan hubungi PMI Surabaya,” pungkas Edi. [cnnimdonesia]

Garda Bangsa Aceh Perjuangkan Cak Imin Jadi Presiden

0

Nukilan.id – Garda Bangsa Aceh meminta Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Gus Muhaimin Iskadar menjadi calon presiden pada pemilu 2024.

Pertanyaan sikap tersebut disampaikan Ketua Garda Bangsa Aceh Dedy Azwarsyah, dalam acara bertajuk Konser Kebangsaan yang diselengarakan di titik 0 KM Indonesia.

Garda Bangsa Aceh merupakan sayap pemuda PKB dari generasi milineal dari 23 Kabupaten/kota yang ada di Aceh.

“Demi tegaknya keadilan, demi terwujudnya kemakmuran dan kesejahteraan  seluruh rakyat Indonesia, demi rerwujudnya Negara yang Baldatun Toyyibatun Warobbu Ghofur, dengan segenap jiwa dan raga, kami meminta memohon kepada Gus Muhaimin Iskandar Untuk menjadi Sinambong Nanggroe demi melanjutkan sstafet kepemimpinan di Republik Indonesia, maju sebagai calon Presiden di Pemilu 2024,” kata Ketua Garda Bangsa Dedy Azwarsyah.

Kehadiran Muhaimin Iskandar ke Aceh tersebut sekaligus melantik pengurus DKW dan DKC Garda bangsa se Aceh yang dilaksanakan di Pulau Weh Resort Kota Sabang.

Sementara itu, Muhaimin Iskadar atau Cak Imin mengaku siap maju menjadi calon presiden (capres) pada pilpres 2024 mendatang. Namun, ia mengatakan bahwa pihaknya masih melihat perkembangan situasi politik kedepan.

“Saya siap maju pada capres 2024 mendatang, ini adalah tantangan. Tapi kita tunggu perkembangan nanti seperti apa peta politiknya,” kata Cak Imin di Sabang, Rabu (27/10/2021).

Deklarasi tersebut dilaksanakan di Ttitik 0 KM Indonesia, garena Garda Bangsa Aceh ingin perjuangan untuk memenangkan Muhaimin Iskadar menjadi presiden RI pada tahun 2024, mengalir seperti air.

“Dari titik 0 KM Indonesia kita mulai, dan ini luar biasa, tentu ini merupakan berkah, dan menjadikan kita semakin solid dan bersemangat, Insya Allah kita menangkan PKB di Aceh, dan kita menangkan PKB di seluruh nusantara, amin,” kata Muhaimin Iskandar.

Cak Imin berharap kepada Garda Bangsa Aceh dapat menjadi bagian dari masyarakat dan dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi masyarakat, dan juga harus berkomunikasi dengan partai lain.

“Saya dan kita semua berharap selalu bergelora semangat untuk merubah keadaan menjadi lebih baik, selalu dispilin dan didorong, untuk melakukan keadaan yang terbaik dari keadaan yang belum sempurna, selalu ada energi positif dari kita untuk berbuat, agar NKRI menjadi lebih maju lagi, agar merah putih lebih berkibar lagi, agar Indonesia raya menjadi kekuatan besar jauh ditas negara-negara lain,” kata Cak Imin.

Doa Ulama Aceh

Sebelumnya, ulama besar Aceh Abu Syekh H Hasanoel Bashry HG atau Abu Mudi Samalanga mendoakan agar Wakil Ketua DPR Bidang Korkesra yang juga Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin) bisa menjadi Presiden pada 2024 mendatang.

Doa itu dipanjatkan saat Gus Muhaimin bersilaturahim ke Dayah (Pesantren) Ma`hadal Ulum Diniyah Islamiyah (MUDI) di Komplek Dayah Mudi Masjid Raya Samalanga, Bireuen, Acah pada kegiatan bertajuk Gus Muhaimin Panglima Santri Menyapa, pada Selasa (26/10/2021) kemarin.

”Mohon maaf Ananda Gus Muhaimin, ini semua saya ceritakan kepada Ananda atas kapasitas Ananda sebagai wakil kami di Parlemen dan sebagai kapasitas Panglima dari Ananda para santri. Dan mudah-mudahan untuk kedepan kami harapkan dan doakan menjadi Presiden,” doa Abu Mudi Samalanga saat menerima Gus Muhamin dan rombongan.

Sebelum mendoakan Gus Muhaimin sebagai Presiden, Abu Mudi Samalanga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Gus Muhaimin dan PKB yang telah berhasil memperjuangkan lahirnya Undang-Undang Pesantren, Hari Santri Nasional (HSN), serta mendorong terbitnya Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren.

”Dengan lahirnya Undang-Undang Pesantren ini semoga semakin dapat menyejahterakan guru dan santri se-Indonesia,” tuturnya. []

Pemkab Aceh Utara Terima Piagam WTP Dari Kementerian Keuangan

0

Nukilan.id – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menerima plakat dan piagam penghargaan dari Kementerian Keuangan RI terkait dengan pengelolaan keuangan daerah.

Piagam tersebut diserahkan oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Aceh Syafriadi, SE, MEc, PhD, dan diterima oleh Wakil Bupati Aceh Utara Fauzi Yusuf di Oproom Kantor Bupati di Landing Kecamatan Lhoksukon, Selasa, 26 Oktober 2021.

Piagam yang ditandatangani oleh Menteri Keuangan Srimulyani Indrawati itu merupakan anugerah untuk Pemkab Aceh Utara karena berhasil mempertahankan predikat laporan keuangan daerah dengan katagori Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama 5 kali berturut-turut, yakni dari tahun 2015 hingga 2019.

Bahkan laporan keuangan tahun 2020 juga diperoleh dengan status WTP, sehingga Pemkab Aceh Utara telah mendapatkan WTP sebanyak 6 kali berturut-turut.

“Alhamdulillah, laporan keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Utara tahun anggaran 2020 juga mendapatkan opini WTP yang ke 6 (enam) kali dan semua berlangsung dalam masa kepemimpinan Bapak Bupati H Muhammad Thaib. Tentu saja prestasi ini diperoleh atas kerja sama semua SKPD dalam Kabupaten Aceh Utara dan support yang luar biasa dari jajaran pimpinan,” kata Wakil Bupati Fauzi Yusuf dalam pertemuan dengan jajaran Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Aceh, Selasa (26/10/2021).

Pada kesempatan itu, Fauzi menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada jajaran Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Propinsi Aceh dan jajaran Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Aceh yang telah memberikan kepercayaan kepada Pemkab Aceh Utara dengan memberikan Opini WTP yang ke 6 (enam) kali atas audit Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2020.

“Alhamdulillah, kita sukses mengelola keuangan daerah dengan baik dari tahun 2015 hingga tahun 2020, sehingga bisa memperoleh penghargaan ini,” ungkap Fauzi Yusuf.

Penghargaan tersebut, kata Fauzi, menjadi motivasi penting bagi Pemkab Aceh Utara untuk terus meningkatkan kinerja dalam pengelolaan keuangan daerah sesuai dengan aturan dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Kepada jajaran SKPK Aceh Utara, Fauzi meminta untuk tidak merasa puas atas perolehan WTP ini. Akan tetapi, agar menjadikan hal tersebut sebagai pemacu dalam menyempurnakan tata kelola keuangan daerah sesuai dengan aturan yang berlaku

“WTP yang kita peroleh ini merupakan hasil kerja keras dari semua pihak dalam mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang akuntabel, transparan, dan bertanggung jawab,” kata Fauzi.

Lebih jauh, Fauzi meminta kepada semua instansi di lingkup Pemkab Aceh Utara agar terus bekerja profesional dan bertanggungjawab untuk bisa mempertahankan predikat WTP pada tahun-tahun mendatang.

Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pembendaharaan (DJPb) Provinsi Aceh Syafriadi, SE, MEc, PhD, mengatakan penyerahan plakat dan piagam penghargaan itu merupakan amanat dari Kementerian Keuangan untuk disampaikan kepada Pemkab Aceh Utara atas perolehan predikat WTP.

Kementerian Keuangan, kata dia, memberikan apresiasi kepada Provinsi, maupun Kabupaten/Kota, yang berhasil meraih predikat WTP selama 5 kali berturut-turut. Sementara Pemerintah Kabupaten Aceh Utara telah mendapatkan predikat WTP ini sebanyak 6 kali berturut-turut.

Syafriadi berharap agar penghargaan itu hendaknya dapat memberikan motivasi bagi Pemkab Aceh Utara dalam mewujudkan pengelolaan laporan keuangan daerah secara profesional, transparan dan bertanggung jawab.

Prosesi penyerahan plakat dan piagam penghargaan oleh Kanwil DJPb Aceh kepada Pemkab Aceh Utara turut dihadiri oleh Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Lhokseumawe Semfebri Marihot Simbolon, SE, MBA, Sekdakab Aceh Utara Dr A Murtala, MSi, Asisten III Sekdakab Drs Adamy, MPd, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Dra Salwa, MM, sejumlah Kepala SKPK dan pejabat terkait lainnya.