Beranda blog Halaman 1912

Makanan Jatuh “Belum Lima Menit”, Amankah Jika Dikonsumsi?

0
lustrasi makan jatuh (Pixabay/Image Source)

Nukilan.id – Saat makanan jatuh sering kali kita mengucapkan belum lima menit! sambil memungut kembali makanan tersebut. Namun benarkah makanan yang jatuh tetapi belum lima menit masih aman untuk dikonsumsi ?

Memang, tidak mudah bagi kita untuk merelakan dan membuang makanan, apalagi potongan terbaiknya, jatuh ke lantai. Selain itu sejak dulu kita sudah terbiasa dengan anggapan jika makanan jatuh namun diambil dalam waktu kurang dari lima menit, maka masih aman untuk dimakan.

Hal ini bahkan sudah menjadi kepercayaan umum yang mengakar dalam masyarakat bahwa kuman dan bakteri tidak menempel di permukaan makanan dalam batas waktu tersebut sehingga aman untuk dikonsumsi. Tetapi benarkah demikian?

Nah sebagaimana yang dilansir Indozone dari Times of India, makanan yang bersentuhan dengan permukaan yang terkontaminasi, bahkan untuk satu detik saja sebenarnya sudah membuat sejumlah bakteri menempel.

Dan makan makanan yang sudah jatuh, bisa membuat kita terkena risiko diare serta keracunan makanan. Selain itu, tidak ada cara untuk mengetahui jenis bakteri apa yang ada di permukaan.

Sekalipun permukaan lantai tampak bersih, tapi tidak dapat dipastikan berapa banyak orang yang telah berjalan kaki dan kuman yang menempel dari tempat itu.

Bahkan meja dapur dan wastafel tidak sebersih yang kita kira. Studi menunjukkan bahwa benda tersebut menyimpan berbagai jenis bakteri dan lebih kotor daripada tempat sampah.

Selain itu, tidak ada studi ilmiah untuk mendukung aturan ‘belum 5 menit.’ Jadi, sebaiknya kita harus berpikir dua kali sebelum mempercayainya ya.

Sumber: Indozone

Rapat Dengan Menkopolhukam, DPD RI Tanyakan Indikasi Kerugian Negara Rp 1000 Triliun di Kasus BLBI

0

Nukilan.id – Ketua Komite I DPD RI, Fachrul Razi memimpin Rapat DPD RI bersama Menkopolhukam dalam rangka membahas Penuntasan Penanganan Kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) di Ruang Rapat DPD RI, Kamis (2/12/2021).

Fachrul Razi mengatakan bahwa adanya indikasi kucuran dana BLBI oleh bank penerima dana didasarkan atas kebijakan pemerintah akibat adanya krisis ekonomi dan moneter tahun 1997/1998 yang bertujuan untuk memulihkan atau menyelamatkan stabilitas perekonomian negara yang diselewengkan, dan terindikasi tidak dipergunakan sesuai tujuan dan tidak dikembalikan dalam tempo yang ditentukan.

“Terkait Penuntasan BLBI Gate, DPD RI turut mempertanyakan adanya dugaan dana kerugian negara lebih dari 1000 Triliun, tetapi mengapa hanya di tagih sebesar 110 Triliun” ujar Fachrul Razi.

Senator Fachrul Razi menambahkan, DPD RI mengundang Menkopolhukam sebagai Ketua Pengarah dalam rangka mendengarkan penjelasan dari pihak Pemerintah terkait langkah-langkah yang akan dilakukan pemerintah. “Oleh karena itu, pada kesempatan ini DPD RI ingin mendapatkan penjelasan yabg konprehensif dari Menkopolhukam selaku Ketua Dewan Pengarah Satgas BLBI terkait penuntasan penanganan kasus BLBI” pungkas Fachrul Razi.

DPD RI menilai agar tim Satgas BLBI seharusnya dengan cermat memeriksa kembali, dalam laporan keuangan Bank-Bank penerima obligasi rekapitasisasi pemerintah, sebagai indikasi terjadinya pengaburan penerimaan bunga subsidi obligasi rekapitulasi tersebut.

“Didalam pos laporan keuangan satu – satunya Bank adalah hanya Bank BRI yang dengan jujur dan transparan menuliskan pos penerimaan pendapatan Bunga Obligasi rekapitulasi pemerintah secara transparan bahkan dalam catatan laporan keuangan tahun 2010 Bank BRI justru mengembalikan obligasi rekapitalisasi pemerintah pada halaman 65 (catatan atas laporan keuangan konsolidasi tahun 31 Desember 2011 dan 2010).

Sebagaimana kita ketahui, Bahwa sesungguhnya Nilai Kerugian pada Keuangan Negara dalam Mega Skandal BLBI, patut diduga adalah lebih dari 1000 Triliyun. ” Dana APBN kita yang 70% nilainya bersumber dari pajak yang disetor seluruh rakyat Indonesia tersebut diduga dibiarkan luput dari sorotan DPR RI/DPD RI dan tidak ditindak lanjuti penegakan hukumnya oleh KPK-Kejagung RI,” tegas Fachrul Razi.

Terakhir Senator Fachrul Razi menegaskan, seiring dengan itu, DPD RI juga telah menerima aspirasi masyarakat dan daerah yang pada dasarnya ingin mendapatkan transparasi mengenai Kasus BLBI ini terutama mengenai nilai kerugian negara serta proses penagihan dan/atau pengembalian fasilitas BLBI dari pada Obligator/debitor.

“Kami sepakat dengan Menkopolhukam dan Tim Satgas BLBI untuk terus mengejar 110 Triliun uang negara, namun DPD RI akan terus mendalami indikasi anggaran kerugian sampai 1000 triliun,” tegas Fachrul Razi.

Hadir dalam rapat kerja pembahasan BLBI dengan Menteri Polhukam RI diantaranya, Ketua Komite II Yorrys Raweyai, Ketua Komite III, Sylviana Murni, Waka Komite IV, Ajbar, Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian Djajadi, Sasmito Hadinagoro, Ketua LPEKN, serta Purnama T. Sianturi, Direktur Piutang Negara dan Kekayaan Negara. []

Kepala BPN Aceh Singkil Silaturahmi dengan Fakhrurrazi, Ini yang Dibahas

0

Nukilan.id – Kepala Kantor Pertanahan Aceh Singkil, Muhammad Reza, S.T., M.Si berkomunikasi secara intens dengan Ketua Komite I DPD RI, Fakhrurrazi, S.IP., M.I.P yang merupakan mitra kerja dari Kementerian ATR/BPN dimana salah satu tugas dan fungsinya juga membidangi urusan pengawasan di sektor Agraria dan Tata Ruang serta pertanahan.

Dalam diskusi yang berlangsung hangat dengan durasi waktu lebih dari 2 jam tersebut, banyak hal yang dibicarakan oleh keduanya.

Senator Kebanggaan yang merupakan tumpuan harapan masyarakat Aceh di Senayan ini menegaskan pentingnya bersinergi dengan mitra kerja (Kementerian ATR/BPN termasuk jajaran di level Provinsi serta Kabupaten/Kota, yang dalam hal ini adalah Kantor Pertanahan Aceh Singkil) guna mewujudkan “Tanah untuk Sebesar-besarnya Kemakmuran Rakyat.”

Kakantah yang relatif muda dan terlihat sangat kualifait di bidangnya ini ; banyak menyoroti problematika yang ada, langkah-langkah kongkrit yang diambil serta aksi nyata yang telah dilakukan dalam menyikapi dinamika yang terjadi di Aceh Singkil dalam sektor Agraria dan Tata Ruang serta Pertanahan yang merupakan lingkup wilayah kerjanya pada Kantor Pertanahan Aceh Singkil – Propinsi Aceh, sesuai arahan dan petunjuk dari pimpinan yang lebih tinggi baik dari Kakanwil BPN Propinsi Aceh maupun Bapak Menteri ATR/BPN.

Alumni Universitas Gadjah Mada Yogyakarta ini juga banyak menjelaskan hal-hal teknis dan mendetail mengenai Survei, Pengukuran dan Pemetaan serta aspek hukum termasuk legalitas akan Hak Keperdataan akan Subjek dan Objek Hak ; Baik menyangkut Hak Milik (HM), Hak Guna Usaha (HGU), Hak Guna Bangunan (HGB), Hak Pakai (HP), Hak Pengelolalan (HPL), Hak Mengelola Satuan Rumah Susun (HM Sarusun) maupun Hak Atas Tanah Waqaf.

Muhammad Reza yang terlihat sangat expert ini memastikan Sertipikat Tanah adalah bentuk wujud nyata keseriusan negara dalam pengejawantahan tertib administrasi pertanahan dalam rangka mewujudkan Kepastian Hukum serta Jaminan Hak atas Hak-Hak Keperdataan akan bidang tanah (Objek Hak nya) dari Segenap Warga negara baik itu perorangan maupun Badan Hukum (Subjek Hak nya), sehingga diharapkan dapat menekan Sengketa, Konflik serta perkara pertanahan termasuk untuk memutus mata rantai Mafia Tanah, ungkapnya mengakhiri pembicaraan.

Mahasiswa KKN Unimal Manfaatkan Barang Bekas jadi Media Vertikultur

0

Nukilan.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Malikussaleh (Unimal) Kelompok 195 melakukan kegiatan  Vertikultur dengan memanfaatkan barang bekas seperti aqua gelas dan botol aqua sebagai media tanam di Gampong Meunasah Krueng, Kabuapaten Aceh Utara.

Vertikultur merupakan kegiatan bercocok tanam pada lahan sempit, dengan bertujuan untuk  mengedukasi masyarakat dalam memanfaatkan lahan sempit dengan media berupa barang bekas dengan menanam sayur-sayuran.

“Semoga dengan kegiatan vertikultur ini masyarakat dapat  mengubah lahan sempit dipekarangan menjadi lahan tanam dan dapat memenuhi kebutuhan sayurnya sendiri,” kata salah satu mahasiswa KKN Kiranda Pangusti dalam keteranganya, Kamis (02/12/2021).

Kami mengajak masyarakat serta anak-anak dalam kegiatan vertikultur. “Dengan adanya kegiatan ini, barang bekas yang selama ini menjadi sampah bisa di gunakan dan bisa dimanfaatkan menjadi barang yang berguna,” ucap Kiranda.

Salah seorang anak, Muhammad Fadil Akbar mengaku senang dengan kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN. “saya sangat senang dengan kegiatan yang dilakukan oleh kakak dan abang KKN di desa ini, karena saya mendapatkan ilmu baru dari kegiatan yang dilakukanya,” Jelasnya.

Sementara itu, kepala desa Gampong Meunasah Krueng, Aceh Utara Razali, A.Mk mengaku senang dengan kegiatan vertikultur yang dilakukan oleh mahasiswa kelompok KKN 195 dari Unimal.

“Alhamdulilah dengan adanya kegiatan yang dilakukan oleh adek-adek mahasiswa ini, maka masyarakat gampong mendapatkan pembelajaran, terutama pada pembuatan Vertikultur,” ucap Razali.

Selain itu, mahasiswa KKN Kelompok 195 juga mensosialisasi cara menggosok gigi yang baik dan benar di TK Raziatun Nufus di Desa Meunasah Krueng, Nisam Aceh Utara.

Selain Kiranda Pangusti, kelompok KKN 195 juga Muhammad Hidayah, Novi Novita, Dilla Ardiani, Yulia Agustina, Desika Deniati, Revan Al Thoriq, Elma Anggraini, Ovi Novalinda Elyfia Siregar, dan Nurul Aulia Harahap juga ikut serta dalam pembuatan vertikultur dengan memanfaatkan barang bekas di Gampong Meunasah Krueng. Mereka dibimbing oleh Nazimah S.P., M.Si selaku dosen pembimbing lapangan kelompok KKN 195.[]

Hari Disabilitas International, Muslim Minta Masukan dari Disabilitas

0

Nukilan.id – Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat (DPD PD) Aceh yang juga anggota DPR-RI Muslim, SHI, MM menemui keluarga besar Disabilitas Aceh di Kopi Khop, Batoh, Banda Aceh, Kamis (2/11/2021).

Pada pertemuan penuh keakraban itu, Muslin mengatakan, prinsipnya Partai Demokrat adalah mitra keluarga besar Disabilitas, dan akan menjadi Partai yang membuka pintu lebar untuk kedatangan Disabilitas.

“Partai Demokrat sangat membutuhkan masukan-masukan dari keluarga besar disabilitas untuk diperjuangkan di Parlemen, Baik di DPRA maupun DPRK,” kata Muslim.

Untuk itu, Muslim menyampaikan pada awal Januari 2022 mendatang, keluarga Disabilitas akan difasilutasi ke Gedung DPR Aceh, sekaligus untuk menampung aspirasi masyarakat Disabilitas yang ada di Aceh.

“Nanti akan difasilutasi Fraksi Demokrat,” ujarnya.

Muslim juga menyebut, apabila Demokrat mempersilakan kaum disabilitas jangan sungkan berkunjung ke kantor Demokrat, dan terbuka 24 jam.

“Silakan datang, dan kami berharap dimasa mendatang dapat perwakilan DPR berasal dari keluarga besar Disabilitas,” ujar Muslim.

Turut mendampingi Muslim bertemu keluarga disabilitas Aceh, Anggota DPR Aceh HT. Ibrahim, Ketua DPC Demokrat Banda Aceh Arif Fadillah, dan sejumlah kader.

Keluarga Disabilitas turut dihadiri Erlina Marlinda dari lembaga Cildren and Disability Change dan pegiat media sosial Zulfadli Aldiansyah.

KPA RSUZA: Bunker Oncology Batal Karena Waktu Tidak Cukup

0
Kuasa Pengguna Anggaran Gedung Oncology RSUZA, Zulkarnain, (Foto: Irfan/Nukilan)

Nukilan.id – Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) Zulkarnain, M, Kes mengatakan, untuk pembuatan Bunker gedung Oncology tidak bisa dikerjakan karena tidak mencukupi waktu untuk pelaksanaan dan perlunya izin.

“Terutama izin Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapetan), karena ini radiasi. kemudian ada kaitannya dengan alat yang akan di gunakan dalam pembuatan bunker,” kata Zulkarnain saat di wawancarai nukilan.id di Gedung Oncology RSUZA Banda Aceh, Rabu (01/11/2021).

“Untuk pembuatan bunker di gedung Oncology ada dua izin dari Bapeten, yang pertama izin kontruksi kemudian izin alat yang akan digunakan untuk itu sendiri,” ucap Zulkarnain.

Ia menjelasakan, untuk kepengurusan izin diproses Januari 2021 dengan sistem mengimput data ke Bapetan dengan aplikasi, setelah itu baru mereka mengeluarkan izinnya.

“Dikeluarkannya izin oleh Bapetan pada 6 Agustus 2021, sedangkan waktu untuk pelaksanaan dan pengerjaannya tidak mencukupi,” Jelasnya.

kata dia- Zulkarnain, keterlambatan keluar izin, juga disebabkan banyaknya persyaratan yang diminta oleh Bapeten termasuk sumber daya manusia (SDM) harus ada Fisikawan Medik (Fisika Medis) dan harus banyak tenaga yang disiapkan.

“Izin nya itu memang sulit, karna Bapeten di Jakarta. Dengan kondisi Covid-19 hanya bisa melalui via komunikasi, dan kita datang pun tidak bisa ke sana,” ucapnya.

Ia mengatakan, dana yang sudah terpakai untuk pembangunan gedung Oncology RSUZA sebesar, Rp 219 Milyar sedangkan anggaran yang dibutuhkan masih banyak,“untuk penyempurnaan fisik sekitar Rp 35 Milyar dan khusus untuk alat Rp 200 Milyar.

“Untuk gedung oncology, memang dipadati dengan tehnology dan SDM nya juga harus yang ahli dan specialis- specialis berada disini,” tuturnya.[Jr]

Terima FPD dan DPC Nagan Raya, Teuku Riefky Tekankan Pentingnya Berkoalisi Dengan Rakyat

0

Nukilan.id – Di tengah kesibukannya dalam menjalankan roda organisasi, Sekretaris Jendral DPP Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya menerima kedatangan Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dan Anggota Fraksi Partai Demokrat Nagan Raya, Aceh di Auditorium Yudhoyono, DPP Partai Demokrat, Kamis (2/12/2021).

Dalam pertemuan tersebut Teuku riefky didampingi oleh Wakil Sekretaris Jenderal, Renanda Bachtar.

Mengawali sambutannya, Teuku Riefky yang juga Anngota DPR-RI asal Aceh ini menyampaikan perkembangan kondisi kesehatan Bapak SBY dan menyampaikan salam dari Ketua Umum PD AHY. Selanjutnya ia menceritakan progres perjalanan PD sampai saat ini.

“Sejak Kongres Maret 2020, dibawah kepemimpinan Ketum AHY, kami telah menjalankan berbagai program prioritas dari mulai re-organisasi, konsolidasi partai melalui Musda/Muscab, hingga kegiatan sosial lainya”, imbuhnya.

Pada kesempatan ini, Ia mengingatkan agar para kader fokus mengawal kebijakan Partai dan mulai aktif memanaskan mesin Partai.

“Energi besar di Pusat saat ini harus juga dimiliki oleh para pengurus di daerah. Tetaplah Berkoalisi dengan Rakyat! Rebut hati dan simpati dengan terus memperjuangkan Harapan mereka”, pungkas anggota DPR-RI yang telah menjabat empat periode ini.

Seperti diketahui, Teuku Riefky merupakan anggota DPR RI yang berasal dari Daerah Pemilihan Aceh 1, dimana Kabupaten Nagan Raya Termasuk di dalamnya.

Acara yang berlangsung akrab tersebut dihadiri oleh 6 anggota Fraksi PD DPRK Nagan Raya, Sekretaris DPC, para Ketua DPAC, dan beberapa perwakilan DPP lainya. Di akhir acara, rombongan diajak berkeliling kantor DPP.

Kapolda Serahkan Hadiah Umroh untuk Warga Landuh Aceh Tamiang

0
(Foto: Nukilan/Poris)

Nukilan.id – Kapolda Aceh, Irjen Pol Ahmad Haydar melalui Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Iman Asfali, S.I.K menyerahkan undian paket umroh gelombang kedua vaksinasi Covid-19 kepada Ibu Eva Trisnawati (37), warga Desa Landuh, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (2/12/2021).

Dalam penyerahan tersebut, Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Iman Asfali mengatakan, vaksin Covid-19 ini hakekatnya halal digunakan masyarakat untuk menjaga dan meningkatkan kekebalan tubuh.

“Saat ini, masyarakat Aceh Tamiang yang Sudah divaksin sudah mencapai target, lebih kurang  75%, sedangkan para pelajar yang sudah divaksin mencapai 65% lebih. Dan sukses pelaksanaan vaksinasi dan capaiannya ini berkat kerja sama semua elemen masyarakat,” ungkap Kapolres kepada Nukilan.id.

Oleh karena itu, Ia mengajak seluruh masyarakat Aceh Tamiang untuk terus mendukung dan melaksanakan vaksin Covid-19.

Sementara itu, Eva Trisnawati  usai menerima hadiah umroh mengucapkan syukur kepada Allah SWT, dan berterima kasih kepada Kapolda Aceh dan Kapolres Aceh Tamiang.

“Kepada saudara dan kawan kawan semuanya, mari kita ikut menyukseskan program pemerintah dengan melaksanakan vaksin Covid-19, karena vaksin yang diberikan itu halal, sehingga dapat menjaga kesehatan diri kita dan meningkatkan imun tubuh kita,” ajaknya.

Selain itu, Datok Penghulu Kampung Landuh, Helmi juga mengucapkan teriam kasih kepada Kapolda Aceh dan Kepada Kapolres Aceh Tamiang yang telah memberikan hadiah umroh kepada warganya itu.

Datok juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Desa Landuh untuk dapat segera melakukan vaksin dengan mendatangi gerai vaksinasi yang telah disediakan.

Reporter: Poris

FPMPA Apresiasi Kinerja Kapolda Aceh

0
Pengurus FPMPA bersilaturahmi dengan Kapolda Aceh, Irjen Pol Ahmad Haydar, Kamis (2/12/2021). Foto: Dok. Ist

Nukilan.id – Forum Paguyuban Mahasiswa dan Pemuda Aceh (FPMPA) melakukan silahturahmi dengan Kapolda Aceh, Irjen Pol. Drs. Ahmad Haydar,. SH,. MM, di ruang kerja Kapolda Aceh, Kamis (2/12/2021). Silaturahmi tersebut membahas dan berdiskusi seputar vaksinasi dan Narkoba di Aceh.

Kedatangan Pengurus inti FPMPA ini disambut hangat Irjen Pol Ahmad Haydar yang didampingi Wakapolda Aceh, Brigjen Agus Kurniady Sutisna dan Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Winardy.

Dalam kesempatan itu, Plt Ketua FPMPA, Muhammad Jasdy, SE menyampaikan apresiasi kepada Irjen Pol Ahmad Haydar beserta jajaran atas kinerjanya dalam menyukseskan kegiatan vaksinasi di Aceh.

“Kami mengapresiasi apa yang dilakukan oleh jajaran Kapolda Aceh beserta Kapolres di 23 Kab/Kota di Aceh yang telah melalukan vaksinasi sehingga mencapai target vaksinasi 60% di akhir tahun 2021,” ungkap Muhammad Jasdy yang akrap dissipa Jhon Jasdy itu dalam keteranganya kupada Nukilan.id.

Jhon Jasdy berharap, agar program vaksinasi seperti ini data terus berjalan, agar ekonomi masyarakat Aceh segera pulih kembali.

“Selain itu, kita juga berharap kepada Bapak Kapolda, agar pemberantasan jaringan narkoba yang ada di Aceh segera teratasi untuk menyelamatkan generasi muda Aceh. Dan tentunya ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolda Aceh, Irjen Pol Ahmad Haydar mengungkapkan, kesuksesan vaksinasi ini perlu adanya dukungan dan bantuan dari semua pihak terutama pemuda dan mahasiswa di Aceh.

“Dan alhamdulillah, sekarang jumlah masyarakat  kita yang menerima vaksin sudah mencapai 2 juta orang dan berada di angka 50% dari total jumlah masyarakat Aceh yang telah ditargetkan,” ungkap

Oleh karena itu, Kapolda Aceh berharap, Pemuda dan Mahasiswa dapat terus menjadi garda terdepan dalam mensosilasikan program vaksinasi ini. []

Instruksi Mualem, Milad GAM Isi dengan Do’a Bersama dan Santunan Anak Yatim

0
Ketua Komite Peralihan Aceh Muzakir Manaf, (Foto: Nukilan.id)

Nukilan.id – Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA), Muzakir Manaf atau Mualem menginstruksikan para kader dan seluruh eks kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) untuk menggelar peringatan 4 Desember atau HUT GAM seperti biasa, dengan melakukan Do’a bersama, menyantuni anak yatim, dan berziarah ke makam para mantan pejuang.

Intruksi itu disampaikan Mualem melalui Jubir KPA Pusat, Azhari Cagee dalam keteranganya kepada Nukilan.id, Kamis (02/12/2021).

“Kepada jajaran KPA  ban sigom Aceh, peringatan 4 Desember seperti biasa dengan melakukan santunan anak yatim, zikir, doa bersama, dan ziarah ke makam para syuhada yang telah syahid berpulang kepada Allah Swt. Acara 4 Desember, seperti tahun-tahun sebelumnya saja. Itu kata Mualem,” ucap Azhari Cagee.

Selaku Jubir KPA pusat Azhari Cagee  mengatakan, terkait pengibaran bendera yang setiap tahun dikaitkan menjelang 4 Desember, KPA tidak menyuruh dan tidak melarang pengibaran bendera tersebut. Karena itu sudah menjadi bendera Aceh sesuai Qanun Nomor 3 tahun 2013.

“Maka KPA tidak dalam kapasitas menyuruh dan melarang. Nanti kalau menyuruh dan melarang akan dianggap itu bendera KPA. Padahal itu bendera jelas-jelas bendera Aceh sesuai qanun,” katanya.

Oleh karena itu, menurut Azhari Cagee, yang berhak menindaklanjuti terkait polemik bendera Aceh adalah Gubernur Aceh dan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh.

“Untuk tahun ini secara komando pusat dan KPA wilayah Aceh Besar kita akan memperingati 4 Desember di meureu dengan doa bersama dan santunan anak yatim serta pengukuhan struktur KPA Aceh rayeuk,” ucap  Azhari Cagee

Ia meminta kepada pihak keamanan bila ada satu dua bendera yang dikibarkan oleh masyarakat Aceh hendak nya bisa mengedepankan cara-cara persuasif mungkin itu bentuk kekecewaan dari masyarakat karna belum berjalannya Qanun nomor 3 tahun 2013, kepada masyarakat juga kita meminta untuk terus menjaga damai yang telah berjalan selama 16 tahun ini.

“4 Desember suatu sejarah yang terjadi di Aceh, tidak bisa dilupakan dan Wajib dikenang. Dengan tujuan memperingati 4 Desember, agar masyarakat Aceh tidak lupa pada sejarah. Karena bertepatan dengan tanggal tersebut, sebuah sejarah di masa lalu pernah terjadi dan tentu membekas kepada masyarakat Aceh bahkan dunia hingga saat ini,” tuturnya.[Jr]