Beranda blog Halaman 1911

Nova Ingatkan Badan Publik di Aceh Terbuka Terhadap Kritik

0
Gubernur Aceh, Ir. H. Nova Iriansyah, M.T.,

Nukilan.id – Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, mengingatkan seluruh badan publik di Aceh, agar membuka diri terhadap sikap kritis dan saran dari masyarakat luas. Hal tersebut harus melekat pada diri pemangku kepentingan lembaga publik, sesuai amanat Qanun Aceh Nomor 7 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keterbukaan Informasi Publik.

“Menerima sikap kritis publik merupakan faktor eksternal yang memberi pengaruh besar dalam penguatan transparansi ini,” ujar Nova pada acara penyerahan Anugerah Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2021 yang digelar secara virtual oleh Komisi Informasi Aceh (KIA), dari Meuligoe Gubernur Aceh, Jumat, (3/12/2021).

Selain itu, kata Gubernur, transparansi pada lembaga publik menjadi roh utama reformasi birokrasi. Dengan kata lain, tidak akan ada reformasi birokrasi tanpa transparansi. Selain wajib menerapkan amanat Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, transparansi juga menjadi dasar utama untuk menghadirkan pelayanan yang lebih baik bagi semua lembaga publik.

“Dalam rangka memperkuat semangat transparansi ini, Pemerintah Aceh telah menjalankan sejumlah program, diantaranya adalah memberi pelatihan tentang Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik bagi pejabat terkait dan melakukan evaluasi internal atas pelaksanaan semangat keterbukaan informasi publik di lembaga pemerintahan,” kata Nova.

Terkait keterbukaan informasi publik, kata Nova, Aceh memiliki prestasi yang baik di tingkat nasional. Ia pun menyebutkan sejumlah prestasi yang diraih Aceh, yaitu pada kategori Indeks Keterbukaan Informasi Publik meraih terbaik ke tiga.

Kemudian pada Anugerah Keterbukaan Informasi Publik tingkat Desa, Kampung Blang Kolak I di Kabupaten Aceh Tengah, sukses meraih posisi terbaik ketiga. Terakhir pada ajang Evaluasi Badan Publik Tingkat Nasional, Aceh meraih kualifikasi Informatif atau terbaik dua untuk kategori Provinsi.

Lebih lanjut, Nova mengapresiasi dan memberi ucapan selamat bagi badan publik di Aceh yang mendapat Anugerah keterbukaan informasi publik di tahun 2021.

“Mudah-mudahan momentum ini membuat semangat keterbukaan informasi publik kian meluas di daerah kita, sehingga sistem pemerintahan yang bersih, adil dan melayani dapat kita wujudkan hingga ke tingkat desa.”

Sementara itu, Ketua Komisioner Komisi Informasi Aceh, Arman Fauzi mengatakan, evaluasi badan publik dilakukan pihaknya untuk meningkatkan kepatuhan badan publik dalam rangka menjalankan amanat undang-undang keterbukaan informasi publik. Evaluasi tersebut dilakukan dengan cara penyampaian kuesioner kepada setiap badan publik.

“Lalu badan publik mengisi kuesioner dan kemudian diverifikasi melalui website oleh tim penilai. Kuesioner ini mengandung beberapa indikator, yaitu, pengumuman informasi publik, pelayanan informasi publik dan penyediaan informasi publik,” kata Arman.

Arman mengatakan, pihaknya mengundang 134 instansi untuk mengikuti evaluasi tersebut, meliputi Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA), pemerintah kabupaten/kota, instansi vertikal, lembaga non struktural dan partai politik.

“Partisipasi badan publik mengikuti evaluasi tahun ini meningkat pesat, tahun sebelumnya yang mengembalikan kuesioner hanya 40,5 persen. Sementara tahun ini yang mengembalikan sebanyak 92 badan publik atau 69 persen,” ujar Arman.

Penganugerahan keterbukaan informasi publik hasil evaluasi keterbukaan informasi tahu 2021 pada kualifikasi menuju informatif diraih oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh dalam kategori SKPA. Untuk kategori pemerintah kabupaten/kota, peringkat pertama diraih oleh Kabupaten Bener Meriah, kemudian Nagan Raya dan Bireuen.

Selanjutnya pada kualifikasi informatif, dalam kategori SKPA, diraih oleh Diskominsa Aceh, DPMG Aceh, Dishub, BPBA, Inspektorat Aceh, Dinas Pertanian dan Pekebunan Aceh, dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Aceh.

Kategori pemerintah kabupaten/kota diraih oleh Kota Banda Aceh. Kategori instansi vertikal didapat oleh Kanwil Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Aceh dan kategori lembaga non struktural diraih oleh Panwaslih Aceh. []

Samsat Drive Thru Segera Dibangun di Aceh

0
Proses peletakan batu pertama untuk pembangunan Samsat Drive Thru di Mako Ditlantas, Lamteumen, Kota Banda Aceh, Jum'at (3/12/2021). Foto: Dok. Ist

Nukilan.id – Sistem pelayanan pengurusan dokumen kendaraan bermotor yang efisien akan segera dibangun di Aceh. Hal tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan Samsat Drive Thru, Jumat (3/12/2021) di Mako Ditlantas, Lamteumen, Kota Banda Aceh.

Dirlantas Polda Aceh Kombes Pol. Dicky Sondani, S.I.K., M.H, dalam keterangan persnya menyampaikan, pembangunan Samsat Drive Thru tersebut bertujuan untuk mempermudah masyarakat dalam melakukan pengurusan administrasi kendaraan bermotor.

“Samsat Drive Thru ini bertujuan untuk mempermudah. Di mana mekanisme pengurusan suat-surat kendaraan akan lebih efisien,” kata Dicky, Jumat (3/12).

Dicky menjelaskan, Samsat Drive Thru merupakan tempat pelayanan pengurusan administrasi kendaraan bermotor, di mana pemilik kendaraan atau wajib pajak saat melakukan transaksi tidak perlu turun dari kendaraannya.

Ia berharap, pembangunan Samsat Drive Thru ini bisa cepat rampung, sehingga akan lebih mempermudah pelayanan kepada masyarakat wajib pajak.

“Doakan saja cepat rampung, agar kemudahan dalam mengurus administrasi kendaraan bermotor bisa cepat dinikmati oleh masyarakat,” pungkasnya.

BNN Gelar Monitoring dan Evaluasi Kerja Sama dengan Komponen Masyarakat

0
(Foto: BNN RI)

Nukilan.id – Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia melalui Direktorat Kerja Sama Deputi Bidang Hukum dan Kerja Sama melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi Kerja Sama Dengan Komponen Masyarakat, di Cisarua, Bogor, Kamis (2/12/2021).

Kegiatan tersebut dibuka secara langsung oleh Direktur Kerja Sama BNN RI, Drs. Achmad Djatmiko, M.A. Dalam sambutannya, ia menjelaskan tujuan kegiatan ini adalah untuk mengevaluasi kerja sama yang sudah dilaksanakan BNN RI dengan komponen masyarakat seperti instansi swasta, lembaga pendidikan dan organisasi keagamaan.

“Melalui evaluasi ini diharapkan terbentuk kesamaan pola pikir dan tindakan guna mewujudkan sinergitas pelaksanaan program P4GN yang berkesinambungan dan tidak terjadi sleeping MoU,” imbuh Direktur Kerja Sama.

Dalam dinamika kerja sama yang telah dilakukan selama ini, Achmad Djatmiko menyadari masih banyak kekurangan dan kelemahan yang perlu diperbaiki.

“Masih banyak peluang-peluang dalam hal kerja sama untuk diperluas, oleh karena itulah kita berharap juga masukan atau ide dapat muncul dari komponen masyarakat dalam rangka meningkatkan kerja sama,” imbuhnya.

Senada dengan hal ini, Direktur Pemberdayaan Alternatif Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Teguh Iman Wahyudi, S.H.,M.M memiliki pandangan serupa, bahwa efektivitas kerja sama BNN RI dengan stakeholders harus terus dilakukan perbaikan.

Ia menyoroti beberapa pihak masih belum melaksanakan kegiatan yang sudah tertuang dalam ruang lingkup nota kesepahaman. Namun apresiasi juga ia sampaikan kepada pihak komponen masyarakat yang telah memberikan kontribusi nyata dalam mendukung upaya P4GN, seperti PT Bintang Toedjoe sudah banyak berikan kontribusi melalui pelatihan life skill budidaya jahe merah di wilayah rawan narkoba, sekaligus pemberian bantuan bibit dan sarana produksi.

Apresiasi serupa juga diberikan kepada PT JAPFA Comfeed dan Golden Daru Utama yang telah mendukung program Grand Design Alternative Development (GDAD) di Aceh Besar, Gayo Lues dan Birueun. Kedua perusahaan tersebut membeli hasil panen jagung dari para petani yang tergabung dalam program GDAD dengan harga lebih tinggi dari Harga Pembelian pemerintah (HPP).

Sinergitas dengan komponen masyarakat juga diakui sangat penting oleh Direktur Penindakan dan Pengejaran Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI, Drs. I Wayan Sugiri, S.H.,S.I.K.,M.Si. Dalam konteks pemberantasan, ia mengatakan berbagai pengungkapan kasus lewat kiriman paket berhasil diungkap karena adanya informasi awal dari pihak perusahaan jasa pengiriman barang.

Dapat disimpulkan bahwa kekuatan kerja sama antara BNN RI dengan komponen masyarakat sangat vital sehingga harus terus ditingkatkan dan dikembangkan. Hal ini diamini oleh Yulika, Program Manager CSR PT Astra International yang menilai bahwa kerja sama antara Astra dengan BNN RI sangat potensial untuk dikembangkan lebih besar, misalnya dalam program Desa Bersinar. Menurutnya, program itu bisa dikolaborasikan dengan Astra yang memiliki desa binaan di 34 provinsi. [bnn]

Pematang Apresiasi Pemkab Raih Penghargaan Ekowisata Anugrah Pesona Indonsesia

0
M. Arrafi Zaidhan, (Foto: Dok.Ist)

Nukilan.id – Persatuan Mahasiswa Aceh Tamiang (Pematang) Apresiasi Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang  meraih penghargaan sebagai juara ke-2 pada nominasi promosi ekowisata terbaik di Anugerah Pesona Indonsesia 2021, yang diselenggarakan pada hari Selasa (30/11/2021) di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Pengurus Pematang M. Arrafi Zaidhan yang juga merupakan Wakil 1 Duta Wisata Banda Aceh memberikan apresiasi terkait hal tersebut, dalam keterangannya kepada Nukilan.id Jum’at (3/12/2021).

“Alhamdulillah ini pencapaian yang luar biasa bagi kita semua, karena wisata Ujung Tamiang berhasil mendapat prestasi dikancah Nasional.” Ucap Arrafi

Ia menjelaskan, diujung Tamiang merupakan destinasi wisata yang terletak di Desa Pusong Kapal, Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang. Sejak tahun 2015 dikawasan ini menjadi tempat perlindungan hewan tuntong laut. Tuntong laut (Batagur Borneoensi) merupakan spesies kura-kura dengan warna yang sangat indah, namun sangat disayangkan spesies ini hampir punah dalam 15 tahun terakhir.

“Masyarakat Aceh Tamiang selalu mendukung perkembangan pariwisata yang telah dikembangkan. Kolaborasi antara masyarakat dan Disparpora terlaksana dengan baik sesuai arahan Bupati sehingga membuahkan hasil,” ungkapnya.

Ia berharap, untuk kedepannya setiap elemen dapat meningkatkan kepeduliannya dan bekerja sama dalam mengembangkan pariwisata di Aceh Tamiang. Masih banyak tempat wisata di Aceh Tamiang perlu dikembangkan dan diberikan inovasi sehingga dapat lebih dikenal oleh wisatawan.

Hal itu penting karena akan berdampak bagi masyarakat dan bisa membuka lapangan pekerjaan yang berada di daerah-daerah sekitar tempat wisata.

“Dengan meningkatnya pariwisata di daerah tersebut maka akan meningkat pula nilai perekonomian dan UMKM yang dimiliki oleh masyarakat.” Tutur Raffi.

Dalam hal ini perlu dibanggakan juga Provinsi Aceh menjadi Juara Umum pada API Award 2021 dan terpilih menjadi tuan rumah pada penganugerahan tahun berikutnya. Semoga apa yang telah diperoleh dapat terus dikembangkan sehingga Provinsi Aceh secara khusus bisa menjadi spotlight untuk wisatawan lokal maupun mancanegara.[]

Aceh Raih Penghargaan Provinsi Terbaik Nasional dari Perpusnas RI

0
Kadis DPKA, Dr Edi Yandra SSTP MSP bersama Kabid Pembinaan, Pengembangan dan Pengawasan Mustika Hayati saat mendengar pengumuman penganugerahan sebagai Provinsi Terbaik, (Foto: Dok.Ist)

Nukilan.id – Pemerintah Aceh melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh (DPKA) tahun ini berhasil meraih penghargaan nasional sebagai Provinsi Terbaik kategori tim sinergi provinsi terbaik dalam implementasi Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial pada tahun 2021.

Penghargaan tersebut diumumkan oleh Perpustakaan Nasional RI dalam kegiatan Peer Learning Meeting (PLM) Nasional tahun 2021 yang diselenggarakan secara virtual, Kamis (2/12/2021).

Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, Dr Edi Yandra SSTP MSP mengaku bangga terhadap capaian dari tim sinergi Provinsi Aceh yang diketuai oleh Mustika Hayati SSos MM selaku Kabid Pembinaan, Pengembangan dan Pengawasan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh yang telah mampu mengharumkan Provinsi Aceh ditingkat Nasional dalam hal implementasi Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial pada tahun 2021.

“Alhamdulillah, ini hasil yang sangat membanggakan. Dimana selama ini sebagai wujud komitmen kita yang telah membina beberapa Perpustakaan kabupaten/kota dan Perpustakaan Desa/Gampong untuk replikasi program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial,”kata Edi Yandra dalam keterangan tertulis, Kamis (2/12/2021).

Saat ini, kata Edi Provinsi Aceh melalui DPKA telah menerapkan program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial di 8 kabupaten yang meliputi Kabupaten Aceh Besar, Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Barat, Bireuen, Aceh Timur dan Gayo Lues serta 81 Perpustakaan Desa.

“Adapun Replikasi Pemerintah Aceh hingga saat ini berjumlah 40 perpustakaan desa. Sedangkan Perpustakaan Nasional RI   telah memfasilitasi 41 perpustakaan desa di 8 kabupaten tersebut hingga perpustakaan tersebut telah berhasil memproduksi aneka makanan olahan hingga berdampak pada meningkatnya perekonomian masyarakat,”kata Edi.

Lebih lanjut, Edi menjelaskan bahwa program ini merupakan Program Nasional Prioritas 1 RPJMN 2020- 2024 yang salah satu tujuannya adalah untuk pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan perekonomian masyarakat desa.

“Pelayanan Perpustakaan berbasis inklusi sosial merupakan suatu pendekatan pelayanan perpustakaan yang berkomitmen dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat,”katanya.

Sebelumnya, Kabid Pembinaan, Pengembangan dan Pengawasan DPKA, Mustika Hayati SSos MM menjelaskan bahwa selama ini DPKA telah membina dan melakukan pendampingan serta memonitoring program transformasi di 8 Kabupaten dan Desa yang menjadi target program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial pada tahun 2021.

“Untuk tranformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial, seperti perpustakaan Lam Ujong, Aceh Besar yang berhasil memproduksi beberapa olahan makanan kerupuk dan bambu masak, Perpustakaan Nagan Raya yang berhasil memproduksi keripik pisang, lalu salah satu Perpustakaan Gampong di Aceh Tengah dengan berbagai produk UMKM berbentuk minuman dan perpustakaan Gampong di Aceh Tenggara yang berhasil memproduksi sabun,”kata Mustika.

Untuk mendukung program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di Provinsi Aceh, tim sinergi Aceh telah menyusun regulasi diantaranya, Peraturan Gubernur Aceh, Instruksi Gubernur Aceh dan Draft Qanun Penyelenggaraan Perpustakaan.

“Saat ini Tim Sinergi sedang membangun jejaring dengan stakeholder terkait baik dari pemerintah maupun swasta yang diketui oleh Mustika Hayati Kabid Pembinaan, Pengembangan dan Pengawasan DPKA yang beranggotakan unsur dari Bappeda Aceh, DPMG Aceh, Diskominsa Aceh, Disperindag Aceh, Biro Hukum Setda Aceh, dan Pegiat Literasi,”kata Mustika.

Selain Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, beberapa Kabupaten dan perpustakaan desa juga berhasil meraih penghargaan terbaik diantaranya, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Aceh Tengah, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bireun, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gayo Lues.

Sementara Perpustakaan Desa yang mendapat penghargaan yaitu perpustakaan Ulon Tanoh Kabupaten Gayo Lues, Perpustakaan Desa Lambirah, Krung Lamkareung dan Lambirah, Kabupaten Aceh Besar.[]

Gelaran ITE 2021 Dukung Pengembangan Transportasi Ramah Lingkungan

0
(Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Kepala Pusat Fasilitasi Kerja Sama (Fasker) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Heri Roni menjelaskan, fasilitas transportasi merupakan layanan publik yang mendasar bagi daerah perkotaan. Di lain sisi, upaya memberikan pelayanan transportasi yang lebih baik tidak terlepas dari berbagai tantangan. Salah satunya, menyangkut pengadaan alat transportasi yang menggunakan teknologi ramah lingkungan.

“Ada banyak tantangan untuk mencapai pemberian layanan (transportasi) yang lebih baik,” ujar Heri saat membuka webinar bertajuk “Integrated Strategies for Sustainable Urban Development Transportation”, Kamis (2/12/2021).

Webinar ini merupakan bagian dari rangkaian gelaran Integrated Technology Event (ITE) 2021 dengan tema “Integrated Smart Infrastructure Development for Smart Cities”, yang berlangsung dari tanggal 1 hingga 2 Desember 2021 di Surabaya. Kegiatan ini digelar atas kerja sama Kemendagri dengan PT Napindo Media Ashatama dan PT Mavic Media Indonesia.

Heri melanjutkan, bagi daerah perkotaan, keberadaan alat transportasi tidak hanya untuk mendukung mobilitas masyarakat, tapi juga menjadi pembahasan utama isu perubahan iklim. Dia berharap, materi yang disampaikan melalui webinar ini dapat menambah pengetahuan dan inspirasi untuk merumuskan kebijakan di bidang transportasi ramah lingkungan, serta mampu mendukung pembangunan perkotaan. Dengan keberadaan transportasi seperti itu, diharapkan emisi gas rumah kaca dapat dikurangi pada 2030, sehingga net-zero carbon atau nol emisi karbon dapat tercapai pada 2050.

Untuk memahamkan para peserta webinar, penyelenggara menghadirkan sejumlah narasumber di antaranya Wakil Wali Kota Banjarbaru Wartono, Associate Partner Mobility Practice Frost & Sullivan Vivek Vaidya, Senior Urban Development Specialist Asian Development Bank (ADB) Joris Van Etten, Founding Partner nVentures PTE LTD Martin Strommer, dan Chairman & Director Ideation 3X Manoj Jain.

Sebagai informasi, selain bagian dari rangkaian ITE 2021, webinar tersebut merupakan bagian dari kegiatan menuju pelaksanaan Presidensi G20 2022 yang berlangsung di Indonesia. Gelaran G20 ini telah resmi dimulai sejak 1 Desember 2021. Adapun kegiatan ini mengusung tema ‘Recover Together, Recover Stronger.’

Selain itu, Pemerintah Indonesia telah membentuk panitia nasional Presidensi G20 dan menjadikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sebagai Ketua Bidang Sherpa Track, yang akan membahas berbagai isu ekonomi non-keuangan. Dalam menjalankan tugas itu, Menko Perekonomian dibantu oleh Menteri Luar Negeri.

Tidak hanya itu, dalam bidang Sherpa Track terdapat 8 grup salah satunya Urban 20 (U20). Kemendagri berperan sebagai koordinator yang membina dan mengawasi peran Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat yang akan menjadi penanggung jawab penyelenggaraan U20 2022.

Bill Gates Tergeser, Berikut 10 Orang Terkaya Dunia Terbaru di 2021

0
Foto: Infografis/Kekayaannya Meroket,

Nukilan.id – Bos produsen mobil listrik Tesla, Elon Musk, dan pendiri perusahaan e-commerce Amazon, Jeff Bezos masih menjadi anggota tetap daftar orang terkaya di dunia tahun 2021. Namun Musk lebih unggul.

Musk berada di puncak daftar orang kaya dunia dengan kekayaan pribadi US$ 297 miliar. Sementara Bezos berada di urutan kedua dengan kekayaan US$ 201,7 miliar.

Selain Musk dan Bezos, nama pendiri Microsoft Bill Gates hingga salah satu pendiri Meta (sebelumnya Facebook) Mark Zuckerberg masih menempati posisi 10 orang terkaya di dunia.

Berikut daftar 10 orang terkaya di dunia, sebagaimana dikutip dari Daftar Miliarder Real-Time Forbes dan Indeks Miliarder Bloomberg per 3 Desember 2021.

1. Elon Musk (US$ 284 Miliar/Rp 4.094 Triliun)

Elon Musk menduduki peringkat pertama orang terkaya di dunia tahun 2021. Namanya beberapa kali trending di media sosial, termasuk saat berhasil menggeser Jeff Bezos dalam daftar orang terkaya di dunia tahun 2021 yang dirilis oleh Forbes.

Musk merupakan CEO Tesla, serta pendiri dan CEO SpaceX. Dia juga dikenal sebagai pendiri Neuralink dan pendiri The Boring Company. Musk membagi waktunya antara SpaceX, Tesla dan proyek-proyek seperti Hyperloop, jalur kereta berkecepatan sangat tinggi yang diusulkan.

2. Jeff Bezos (US$ 198 Miliar/Rp 2.854 Triliun)

Mantan fund manager Bezos memulai Amazon di garasinya pada tahun 1994. Bezos juga telah banyak berinvestasi dalam teknologi luar angkasa dan juga memiliki surat kabar The Washington Post.

Setelah mengundurkan diri sebagai CEO Amazon, ia mengambil peran baru sebagai ketua eksekutif pada perusahaan e-commerce tersebut.

3. Bernard Arnault dan Keluarga (US$ 162 Miliar/Rp 2.335 Triliun)

Arnault adalah orang Eropa pertama terkaya yang masuk dalam daftar ini. Pria asal Prancis itu merupakan ketua dan CEO dari perusahaan mode ternama dunia Moët Hennessy Louis Vuitton (LVMH)

Perusahaan ini membawahi grup yang terdiri lebih dari 70 merek mewah, termasuk Louis Vuitton, Moët & Chandon, dan TAG Heuer, hingga Sephora.

4. Bill Gates (US$ 135 Miliar/Rp 1.947 Triliun)

Bill Gates telah menjadi anggota permanen dalam daftar orang kaya selama 20 tahun terakhir. Posisinya tetap tidak tergoyahkan meskipun ia menjual dan kemudian memberikan sebagian besar saham perusahaan miliknya.

Kini Gates, pendiri perusahaan perangkat lunak terbesar di dunia Microsoft, hanya memiliki 1% dan berfokus terutama pada pekerjaan filantropisnya melalui Yayasan Bill & Melinda Gates.

5. Larry Page (US$ 127 Miliar/Rp 1.831 Triliun)

Larry Page menjadi orang terkaya kelima di dunia. Bersama dengan Sergey Brin, Page mendirikan mesin pencari internet Google.

Pada 4 April 2011, Larry Page menjabat sebagai Chief Executive Officer/CEO di Google Inc. menggantikan Eric Schmidt. Namun dia mengundurkan diri sebagai CEO perusahaan induk Alphabet Inc pada Desember 2019 tetapi tetap menjadi anggota dewan.

6. Sergey Brin (US$ 122 Miliar/Rp 1.759 Miliar)

Bersama dengan Larry Page, Brin adalah salah satu pendiri Google. Orang terkaya keenam di dunia ini sebelumnya mempelajari ilmu komputer dan matematika sebelum mendirikan Google bersama Page.

Hingga Desember 2019, pria kelahiran Rusia ini merupakan presiden Alphabet Inc.

7. Steve Ballmer (US$ 117 Miliar/Rp 1.687 Triliun)

Steve Ballmer merupakan mantan CEO Microsoft. Ia memimpin perusahaan teknologi raksasa itu selama 14 tahun, dari tahun 2000 hingga 2014. Dia sekarang adalah pemilik tim bola basket Los Angeles Clippers dari National Basketball Association.

8. Mark Zuckerberg (US$ 116 Miliar/Rp 1.672 Triliun)

Siapa yang tidak kenal Mark Zuckerberg. Ia merupakan CEO, ketua, dan salah satu pendiri layanan jejaring sosial terbesar di dunia Meta (sebelumnya Facebook). Ia juga merupakan CEO dan salah satu pendiri Chan Zuckerberg Initiative.

Mark Zuckerberg adalah miliarder termuda dalam daftar orang terkaya di dunia tahun 2021. Pada usia 19 tahun, Zuckerberg belajar psikologi dan ilmu komputer di Universitas Harvard.

9. Larry Ellison (US$ 110 Miliar/Rp 1.586 Triliun)

Larry Ellison merupakan pendiri produsen perangkat lunak raksasa Oracle Inc. Dia memiliki sekitar 35% saham dari perusahaan tersebut.

Setelah memimpin Oracle sejak 1977, Ellison berhenti sebagai CEO perusahaan pada tahun 2014. Namun dia masih menjadi ketua dewan dan kepala penasihat teknologi Oracle.

10. Warren Buffett (US$ 102 Miliar/Rp 1.470 Triliun)

Warren Buffett, salah satu investor paling sukses di planet bumi, menduduki posisi ke-10 orang terkaya di dunia. Buffett adalah komisaris, direktur utama, dan sekaligus pemegang saham terbesar di Berkshire Hathaway.

Dikenal sebagai “Oracle of Omagh”, Buffett telah berjanji untuk memberikan lebih dari 99% kekayaannya untuk amal, sama seperti Gates.

Sumber: CNBCIndonensia

Destinasi 15 Wisata Pantai di Aceh, Wajib di Kunjungi

0
Pantai Iboih pulau weh (Foto: Pedomanwisata)

Nukilan.id – Dijuluki sebagai kota Serambi Mekkah membuat Aceh memiliki banyak destinasi wisata berbasis religi. Namun, tahukah anda jika Aceh ternyata juga punya destinasi wisata pantai yang cantik dan memesona?

Penasaran pantai apa saja yang cantik dan memesona yang ada di Aceh?

Dirangkum MNC Portal pada Jumat (26/11/2021), berikut rekomendasi 15 wisata pantai di Aceh yang cantik dan memesona.

1. Pantai Rancong

Pantai Rancong merupakan pantai yang bersebelahan dengan Pulau Seumadu. Objek wisata alam ini berada di Aceh tepatnya di Kota Lhokseumawe, keindahan pantai ini dapat menjadi daya tarik wisatawan asing maupun domestik, apalagi waktu hari libur tiba sangat ramai pengunjungnya, apalagi buat akhir pekan buat berkumpul keluarga

2. Pantai Ujong Blang

Pantai Ujong Blang merupakan salah satu pantai yang cukup terkenal di Kota Lhokseumawe. Terletak tak jauh dari jantung kota, membuat Pantai Ujong Blang ini tak pernah sepi oleh pengunjung.

3. Pantai Iboih

Pantai Iboih memiliki banyak sekali bungalow di lereng bukit yang menghadap ke pantai dan akomodasi tepi pantai yang nyaman dimana fasilitas wisata lainnya mudah ditemukan seperti restoran, pusat oleh-oleh, operator selam scuba dan snorkeling.

4. Pantai Kasih

Pantai ini memiliki pasir putih yang lembut dengan airnya yang biru. Berbeda dengan tetangganya pantai Paradiso, pantai ini tidak terlalu banyak karang seperti di Paradiso sehingga jika anda ingin berenang, Pantai Kasih lebih baik. Pantai ini tidak terlalu panjang dan tidak seperti pantai Paradiso yang penuh dengan pusat kuliner atau café dan restoran.

5. Pantai Tapak Gajah

Pantai Tapak Gajah menawarkan suasana yang tenang dan pemandangan lingkungan yang menakjubkan. Pasir garis pantai berwarna putih dan teksturnya juga lembut. Dengan demikian, pantai dapat menampung minat pengunjung yang suka berjalan di pantai. Angin berhembus dengan nyaman juga.

6. Pantai Sumur Tiga

Objek wisata pantai Sumur Tiga merupakan pantai indah yang terletak di gampong Ie Meulee, Pulau Weh. Pantai yang berpasir putih ini dikenal dengan panorama alam yang begitu mempesona.

7. Pantai Anoi Itam

Pantai Anoi Itam merupakan salah satu pantai andalan yang ada di Nanggroe Aceh Darussalam. Tepatnya terletak di sisi timur Kota Sabang. Pantai ini berlokasi di Gampong Anoi Itam, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang, Pulau Weh, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

8. Pantai Ujung Kareung

Pantai Ujung Kareung berbeda dengan pantai lainnya yang menyajikan pasir putih dan lembut. Pantai ini hanya memiliki pemandangan bebatuan karang di sekitar bibir pantai, ukurannya cukup besar dan berbentuk cekungan unik. Berada di pantai ini, paling seru adalah memancing sambil menikmati pemandangan alam sekitar.

9. Pantai Gapang

Pantai Gapang merupakan salah satu destinasi wisata spesial yang dihadirkan oleh Pulau Weh. Mengapa pantai yang indah ini dinamakan Gapang? Ternyata hal tersebut terkait dengan banyaknya pohon pohon yang berdiri menjulang tepat di sekitar tepian pantai yang bersih ini, pohon tersebut adalah pohon gapang.

10. Pantai Teupin

Layeu Pantai Teupin Layeu, Kecamatan Iboih, Kota Sabang, Aceh lebih dikenal dengan nama pantai Iboih. Lokasinya berhadapan dengan Pulau Rubiah dengan pesona alam bawah lautnya yang indah. Lokasi ini terletak sekitar 23 kilometer dari pusat Kota Sabang.

11. Pantai Pasir Putih Sabang

Pantai Pasir Putih Sabang atau juga dikenal dengan Pantai Payakeneukai merupakan salah satu pantai di Keuneukai, Pulau Sabang (Pulau Weh) dengan hamparan pasir putih yang lembut dengan panorama alam sekitarnya seperti pegunungan dan hutan yang hijau.

12. Pantai Paneuh

Di pantai Paneuh, langit yang cerah akan berpadu dengan laut yang biru membentuk pemandangan yang tidak hanya indah dipandang mata, tetapi juga sayang dilewatkan dari lensa kamera. Oleh karenanya, anda jangan sampai lupa membawa kamera saku ya.

13. Pantai Lampuuk

Berselancar tidak cuma bisa dilakukan di Bali. Di Aceh, Anda juga bisa melakukannya. Namanya Lampuuk. Ialah pantai yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Pantai ini menawarkan gelombang laut yang bersahabat bagi para peselancar.

14. Pantai Lhoknga

Pantai Lhoknga adalah destinasi yang tepat buat menikmati keindahan sunset. Saat sore menjelang, garis pantainya bakal dipenuhi oleh wisatawan yang asyik menjepret panorama tersebut.

Namun selain itu, pantai ini juga cocok dijadikan tempat merenung atau mencari inspirasi. Suasana tidak terlalu ramai dan tidak pula sepi. Sehingga, Anda bisa menikmati waktu berkualitas tanpa harus menyendiri.

15. Pantai Lancok

Melancong ke pantai, tak lengkap rasanya bila belum mencicipi sajian kuliner andalan di kawasan tersebut. Pantai Lancok menyuguhkan semuanya untuk Anda, mulai pemandangan indah hingga kuliner menggugah selera. Ada Mie Kepiting yang bisa Anda coba sebelum beranjak pulang. Seperti namanya, mie tersebut disajikan bersama kepiting yang direbus hingga matang serta minuman kelapa yang menyegarkan. Karena rasanya nagih, makan satu porsi saja nggak cukup deh.

Sumber: Okezone

Wakil Ketua Banggar DPR RI: Otsus Aceh Perlu Terus Dilanjutkan

0

Nukilan.id – Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Muhiddin Muhammad Said menegaskan, pentingnya Dana Otonomi Khusus untuk mendukung berbagai program pembangunan di Aceh. Oleh karena itu, seiring makin santernya isu akan berakhirnya alokasi Dana Otonomi Khusus (Otsus) untuk Aceh, telah menjadi perhatian khusus Badan Anggaran DPR RI.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Banggar DPR RI itu, dalam forum diskusi Anggota Badan Anggaran DPR RI dengan Pemerintah Aceh, Forkopimda Aceh dan Bupati/wali kota se-Aceh, di Restauran Meuligoe Gubernur Aceh, Kamis (2/12/2021). “Dana Otsus Aceh akan segera berakhir. Padahal kita ketahui bersama, bahwa Dana Otsus telah memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Aceh. Oleh karena itu, kami berharap Pemerintah Aceh mempersiapkan laporan dan evaluasi Otsus dengan baik. Pemerintah Aceh harus bisa meyakinkan bahwa Dana Otsus benar benar memberikan manfaat yang besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh,” kata Muhiddin.

Pada kesempatan yang sama, anggota Banggar DPR RI dari Dapil Aceh HM. Salim Fakhry dan Nasir Jamil juga menyampaikan komitmennya untuk segera mengusulkan kepada DPR RI agar segera memulai pembahasan mengenai Dana Otsus, agar kesinambungan pembangunan yang menggunakan dana Otsus bisa terus berlanjut. “Kami percaya Pemerintah Pusat akan secara arief dan bijaksana memandang pentingnya keberlanjutan Dana Otsus bagi pembangunan Aceh ke depan,” ujar Salim Fakhry.

Senada dengan usulan tersebut, Gubernur Aceh Nova Iriansyah yang bertindak selaku tuan rumah, menyatakan komitmennya untuk mempersiapkan laporan terkait dengan penggunaan Dana Otsus selama ini, termasuk juga hasil evaluasi pemerintah daerah. “Otsus Papua sudah disahkan, walaupun dengan perubahan pola pengalokasiannya. Oleh karena itu, Kami Pemerintah Aceh berharap agar Otsus Aceh juga terus berlanjut. Pemerintah Aceh juga siap, jika Pemerintah Pusat merubah pola pengalokasian dana Otsus tersebut,” ujar Nova.

Terkait dengat Otsus, Dirjen Perimbangan Keuangan Kemeterian Keuangan, Astera Primanto Bhakti, menjelaskan agar Pemerintah Aceh segera mengajukan usulan perpanjangan Dana Otsus. “Kami berharap Pemerintah Aceh bisa meyakinkan dan menunjukkan kinerja pengelolaan Dana Otsus lebih baik, sehingga bisa membantu daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya,” kata Prima.

Investor terus Kita Undang, Namun Pembiayaan APBN yang Paling Cepat
Berbagai program pembangunan terus dilakukan oleh Pemerintah Aceh, namun karena anggaran daerah tidak cukup untuk membiayai pembangunan Aceh, saat ini Pemerintah Aceh terus mengundang investor dan mengharapkan dukungan tambahan dari Pemerintah Pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

“Aceh sedang giat-giatnya membangun, namun dana APBA tentu tidak cukup untuk membiayai pembangunan Aceh. Oleh karena itu, selama ini kita giat mengajak para investor untuk berinvestasi di Aceh, seperti UAE, Tiongkok dan beberapa negara lain. Namun, investasi tentu membutuhkan proses yang jauh lebih panjang. Terkait pembiayaan, APBN tentu prosesnya jauh lebih cepat,” ujar Nova.

Dalam kesempatan tersebut, Nova kembali mengungkapkan, bahwa untuk mendukung program pembangunan di Aceh, maka Dana Otonomi Khusus menjadi penting untuk dipertahankan. “Kami berharap Dana Otsus bisa terus dipertahankan, sehingga pembangunan Aceh bisa terus dilanjutkan, demi kesejahteraan rakyat.”

Dalam diskusi tersebut, para bupati/Wali kota juga berharap agar TKDD yang diterima oleh daerah tidak lagi dikurangi, karena PAD yang masih relatif kecil dan belum cukup untuk menutup besarnya anggaran pembangunan. Begitupula dengan dana Otsus, para bupati/wali kota berharap agar dana Otsus bisa terus dilanjutkan, untuk membantu membiayai berbagai program pembangunan Aceh.

Menanggapi berbagai permasalahan yang disampaikan oleh bupati dan wali kota, Astera Primanto Bhakti selaku Dirjen Perimbangan Keuangan Kementerian RI, menyampaikan bahwa permasalahan di Aceh juga dihadapi hampir di seluruh daerah.

Oleh karena itu, Prima menegaskan perlu ada penyamaan perspektif antara Pusat dan Daerah. Untuk itu, Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD) menjadi penting sebagai jembatan untuk menyamakan persepsi tersebut. “Kami berusaha untuk memenuhi kebutuhan pembangunan daerah. Kami berharap, daerah juga memenuhi semua persyaratan adminiatrasi yang telah ditetapkan sehingga daerah siap untuk mengajukan Transfer ke Daerah dan Dana Desa atau TKDD,” ujar Prima.

Nova Sebut Petani Ujung Tombak Pertumbuhan Ekonomi Aceh

0

Nukilan.id – Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah, memberikan apresiasi kepada para petani dari seluruh Aceh yang telah memberikan dedikasi mereka dalam pertumbuhan perekonomian, baik di Aceh maupun di tingkat nasional. Para petani, kata Nova, adalah ujung tombak pertumbuhan ekonomi di tengah pandemi.

“Dalam masa pandemj, banyak masalah yang mengganggu sektor ekonomi. Kita patut bersyukur jika sektor pertanian tetap bertumbuh dan memberi sumbangsih yang signifikan bagi perekonomian bangsa. Ketika banyak aspek turun bahkan ada yang hancur, pertanian tetap tumbuh,” kata Nova saat menghadiri Malam Penganugerahan Insan Pertanian Tingkat Provinsi Aceh Tahun 2021, di Grand Nanggroe Hotel, Kamis 2 Desember 2021.

Nova menyebutkan, keberhasilan para petani dalam menjaga pertumbuhan ekonomi bangsa adalah kontribusi seluruh elemen, utamanya petani dan penyuluh pertanian di lapangan. “Saya bangga dan bahagia bisa hadir di tengah pejuang pertanian yang mendukung kedaulatan pangan nasional, terutama di Aceh.”

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Cut Huzaimah, mengatakan, ada beberapa kategori yang dilombakan dalam Penganugerahan Insan Pertanian tahun 2021. Di antaranya Kategori Penyuluh pertanian PNS Teladan, Penyuluh Swadaya Teladan, Petani Berprestasi, BPP Berprestasi, Penyuluh Harian Lepas (PHL) Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (TBPP), dan Gapoktan Berprestasi.

Para pemenang itu, kata Cut Huzaimah, diseleksi secara berjenjang. Mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten dan provinsi. “Pemenang terbaik dari setiap kategori akan diusulkan untuk mewakili Aceh di tingkat pusat,” kata dia.

Kepada para pemenang, selain diberikan plakat dan piagam penghargaan juga diberikan alat kerja seperti laptop dan komputer, sesuai dengan kebutuhan para pemenang.

Hadiah kepada para pemenang utama diserahkan langsung oleh Gubernur Aceh, Nova Iriansyah. Nova menyampaikan selamat kepada para penerima penghargaan. Ia berharap mereka bisa menjadi pemenang di tingkat nasional nantinya.

Hadir dalam kegiatan itu, Asisten II Sekda Aceh, Ir.Mawardi, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan, dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh. []