Beranda blog Halaman 1902

Kemendagri Dorong Penguatan Kapasitas Kader PKK

0
Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri Suhajar Diantoro. (Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyebut bahwa Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) merupakan organisasi kemasyarakatan terbesar se-Indonesia. Pasalnya, gerakan dan anggota PKK mampu menjangkau hingga satuan terkecil di masyarakat.

Hal itu disampaikan Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri Suhajar Diantoro dalam Rapat Koordinasi Nasional TP PKK, di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (10/12/2021).

“Kita menyebutkan bahwa ini adalah organisasi kemasyarakatan terbesar di republik ini, karena di bawah Tim Penggerak PKK kelurahan dan desa, PKK masih mempunyai perpanjangan tangan, yaitu itu di Posyandu sampai dengan Dasawisma.” katanya.

Keterjangkauan Gerakan PKK juga didukung dengan kuantitas sumber daya manusia (SDM)-nya. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya jumlah keanggotaan PKK yang mencapai puluhan ribu kader sampai ke tingkat keluarga melalui Dasawisma. Diketahui, Dasawisma merupakan kelompok ibu rumah tangga yang berasal dari 10 KK (kepala keluarga) rumah yang bertetangga untuk mempermudah jalannya suatu program PKK.

Sebagai informasi, hingga saat ini, jumlah kader PKK di Indonesia hampir berjumlah 2 juta kader. Angka ini disumbang dari rincian banyak jumlah TP PKK di daerah, misalnya TP PKK Desa sebanyak 74.961, TP PKK Kelurahan sebanyak 8.479, TP PKK Kecamatan sebanyak 7.201, TP PKK Kota sebanyak 98, dan TP PKK Kabupaten sebanyak 416.

“Kalau kita lihat dukungan kelembagaan SDM, jumlah Tim Penggerak PKK Desa kita 74 ribu lebih, kelurahannya 8 ribu lebih, kecamatannya lebih dari 7 ribu, 98 Tim Penggerak PKK Kota, 416 Tim Penggerak Kabupaten, dan 34 Tim Pengerak PKK Provinsi,” beber Suhajar.

Dengan kesadaran dan kesukarelaan para anggotanya tersebut, bahkan Suhajar menyebut Gerakan PKK sebagai organisasi yang paling kuat dan paling luas di tanah air. Meski demikian, ia menyebutkan, sebagai sebuah organisasi terbesar, gerakan PKK masih dihadapkan dengan sejumlah persoalan, seperti kapasitas SDM, kelembagaan, perencanaan, dan lain-lain.

“Karena itu, upaya strategisnya adalah optimalisasi dan penguatan kapasitas kader PKK, begitu pula infrastruktur dan kelembagaannya, sehingga kita harapkan, meningkatnya kapasitas anggota, terpenuhinya sarana prasarana, dan terbangunnya basis data untuk mencapai tujuan terselenggaranya gerakan PKK dalam mewujudkan visi dan misi melalui pelaksanaan 10 program PKK,” jelasnya.

Suhajar menerangkan, sejalan dengan persoalannya yang menonjol, terdapat 3 instrumen untuk dapat mengembangkan gerakan PKK. Pertama, tertatanya kelembagaan Tim Penggerak PKK untuk melihat sejauh mana efektifitas PKK yang kadernya menjangkau hingga ke tingkat kelurahan/desa tersebut.

Kedua, lanjut Suhajar, terbangunnya sistem informasi berbasis web yang perlu dibangun secara bertahap karena melibatkan stakeholder lain dan pemerintah daerah. Instrumen ketiga, yakni tersedianya kader PKK yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang baik atau profesionalitas.

“Ketiga hal inilah sangat urgen untuk diikembangkan sampai ke tingkat desa,” tandasnya.[]

Menang Lawan Kamboja, Shin Tae-yong Langsung Fokus Benahi Lini Pertahanan

0
Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong saat memberikan arahan kepada anak asuhannya dalam latihan (dok. PSSI)

Nukilan.id – Timnas Indonesia berhasil mengalahkan Kambojaz 4-2 dalam laga Grup B Piala AFF 2020 di Bishan Stadium, Singapura. Selepas laga tersebut, Pelatih Shin Tae-yong akan langsung membenahi lini belakang tim Merah Putih.

Hal ini dikarenakan Timnas Indonesia suka kehilangan konsentrasi dan membuat kesalahan. Itulah mengapa menurut Shin Tae-yong Evan Dimas dan kawan-kawan bisa kemasukan dua gol, Kamis (9/12/2021).

Apalagi, para pemain skuad Garuda julukan Timnas Indonesia sempat meremehkan Kamboja. Alhasil, Kamboja justru bisa merepotkan tim Merah Putih terutama di menit-menit akhir.

Oleh karena itu, lini pertahanan akan menjadi fokus perbaikannya. Ia yakin bakal ada peningkatan karena beberapa pemain bakal bergabung salah satunya Elkan Baggott.

“Untuk laga berikutnya pastinya akan diperbaiki masalah defense karena ada beberapa pemain baru yang bergabung. Mungkin Elkan juga ada dan pemain lain ada juga pastinya bisa diperbaiki ke depannya,” kata Shin Tae-yong usai laga.

Selain itu, cukup lamanya Timnas Indonesia tak turun di kejuaraan resmi berpengaruh terhadap penampilan. Juru formasi asal Korea Selatan itu melihat mental pemain agar drop terutama di babak kedua.

“Lama juga kami tidak main di laga resmi. Jadi fokus pemain sangat-sangat down jadi kemasukan gol. Ini akan jadi PR kita untuk diperbaiki ke depannya,” pungkasnya.

Berikutnya Timnas Indonesia akan menghadapi Laos pada 12 Desember mendatang. Kemudian, berjumpa Vietnam tiga hari setelahnya.

Sementara partai pamungkas Grup B bakal mempertemukan Timnas Indonesia kontra Malaysia di National Stadium, Singapura pada 19 Desember 2021. [suara.com]

BNPB: Erupsi Gunung Semeru 43 Orang Meninggal Dunia

0
Aktifitas Gunung Semeru (Dok. Divisi Humas Polri)

Nukilan.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengupdate data terbaru jumlah korban dari erupsi Gunung Semeru, Jawa Timur.

Per-pukul 12.00 WIB, jumlah korban meninggal dari erupsi Gunung Semeru bertambah empat orang sehingga totalnya menjadi 43 orang,” kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangannya, Kamis (9/12/2021).

Sementara itu, warga luka-luka ada 104 orang. Di mana sebanyak 32 orang mengalami luka berat dan 82 lainnya luka sedang.

Tim gabungan terus melakukan upaya pencarian dan pertolongan lanjutan di beberapa lokasi seperti Curah Kobokan, Kajar Kuning, Tambang Satuhan/Kebondeli Utara, Kampung Renteng dan Kebondeli Selatan. Selain itu, tim lainnya juga terus melakukan pembersihan dan asesmen lanjutan yang difokuskan di Kamar Kajang, Desa Sumberwuluh,” imbuh Abdul.

Sementara itu, lanjut Abdul, kerusakan dan kerugian yang dihimpun meliputi 31 fasilitas umum terdampak. Untuk hewan ternak sapi 764 ekor, kambing/domba 648 ekor dan unggas 1.578 ekor.

Di samping itu, kata lokasi pengungsian juga mengalami peningkatan menjadi 121 yang terbagi di beberapa titik meliputi Kecamatan Pronojiwo ada 10 lokasi/525 jiwa, Kecamatan Candipuro 10 lokasi/2.331 jiwa, Kecamatan Pasirian 4 lokasi/1.307 jiwa.

Kemudian ada Kecamatan Lumajang 11 lokasi/335 jiwa, Kecamatan Tempeh 13 lokasi/640 jiwa, Kecamatan Sukodono 9 lokasi/204 jiwa, Kecamatan Senduro 4 lokasi/66 jiwa, Kecamatan Sumbersuko 7 lokasi/302 jiwa.

Adapun Kecamatan Padang 3 lokasi/62 jiwa, Kecamatan Tekung 3 lokasi/67 jiwa, Kecamatan Yosowilangun 7 lokasi/89 jiwa, Kecamatan Kunir 7 lokasi/127 jiwa, Kecamatan Jatiroto 3 lokasi/59 jiwa, Kecamatan Rowokangkung 4 lokasi/37 jiwa, Kecamatan Randuagung 6 lokasi/24 jiwa.

Kecamatan Ranuyoso 1 lokasi/26 jiwa, Kecamatan Klakah 5 lokasi/45 jiwa, Kecamatan Gucialit 3 lokasi/11 jiwa, Kecamatan Pasrujambe 2 lokasi/212 jiwa, Kecamatan Tempursari 2 lokasi/23 jiwa dan Kecamatan Kedungjajang 7 lokasi/50 jiwa. [indozone]

UTU Raih Penghargaan Nasional, Rafli Apresiasi Kinerja Rektorat

0
Rektor UTU Prof Jasman bersama Anggota DPR-RI Rafli, (Foto: Dok.Ist)

Nukilan.id – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI), Rafli memberikan apresiasi atas prestasi Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh yang telah kembali meraih penghargaan tingkat Nasional.

Prestasi tersebut merupakan hasil karya Mahasiswa dan Dosen UTU pada program Abdidaya 2021, berhasil meraih dua juara sehingga menduduki peringkat ke-9 secara Nasional.

“Ini kerja keras yang membanggakan, pantas mendapat apresiasi dan dukungan kita semua terhadap karya – karya insan akademis di perguruan tinggi, wabil khusus UTU sebagai satu kampus terbesar di Barat Selatan Aceh, dan tergolong baru,” ungkap Rafli kepada Nukilan.id di Jakarta, Kamis (9/12/2021).

Kata dia, UTU harus diberikan dukungan secara total, karena prestasi demi prestasi selama ini membuktikan bahwa disana ada gagasan-gagasan pendukung kemajuan berpikir.

“Kita pernah berkunjung kesana, melihat langsung kemajuan dari grand design Prof DR Jasman J Ma’ruf, sebagai rektor mampu membawa UTU sebagai lembaga pendidikan tinggi berpengaruh, Insyaallah,” ucap Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Terakhir, Rafli berharap prestasi seperti ini dapat memotivasi pemuda agar berdaya dalam berinovasi menjawab tantangan zaman.

Untuk diketahui, Abdidaya 2021 merupakan puncak dari pelaksanaan berbagai program pengabdian yang diselenggarakan oleh Direktorat Belmawa Kemdikbud Ristek RI sebagai wadah bagi seluruh unsur peserta untuk mempresentasikan dan saling berkomunikasi melalui program desa binaan di skala nasional.

UTU bersaing bersama 113 Perguruan tinggi di seluruh Indonesia dengan total 240 tim yang dibagi dalam 6 skema yaitu 4 skema PHP2D, 1 skema P3D, dan 1 skema Wiradesa.

UTU berhasil meraih juara 1 pada skema Wiradesa, kategori Support System dan Juara 3 pada skema PHP2D kategori Support System.[]

48 Bakal Calon Anggota KPU dan Bawaslu Ikuti Tes Psikologi Lanjutan

0
(Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Sebanyak 48 bakal calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengikuti tes psikologi lanjutan atau dinamika kelompok yang berlangsung dari tanggal 9 hingga 11 Desember 2021 di Hotel Grand Mercure Kemayoran, Jakarta Pusat. Mereka merupakan bakal calon yang sebelumnya dinyatakan lulus seleksi tahap II.

Ketua Tim Seleksi (Timsel) Juri Ardiantoro menjelaskan, dari 48 bakal calon anggota KPU dan Bawaslu seluruhnya hadir pada hari pertama tes psikologi lanjutan. Selama tiga hari mendatang, mereka akan digali potensi sekaligus rekam jejaknya, sehingga Timsel bakal lebih memahami profil masing-masing bakal calon. Guna mendapatkan hasil maksimal, Timsel menggandeng lembaga asesor profesional untuk membantu jalannya tes psikologi lanjutan tersebut.

“(Tes) ini nanti akan membantu bagi kami di dalam menyeleksi dan memilih separuh dari mereka (bakal calon) untuk diserahkan kepada presiden,” ujarnya saat ditemui di sela kegiatan tes psikologi lanjutan, Kamis (9/12/2021).

Senada dengan Juri, anggota Timsel Hamdi Muluk mengatakan, tes psikologi lanjutan ini bertujuan untuk melihat detail profil masing-masing peserta yang meliputi berbagai aspek yang dibutuhkan Timsel. Pada tahap seleksi ini, para peserta akan mengikuti berbagai rangkaian kegiatan, seperti studi kasus, leaderless group discussion, simulasi pekerjaan, wawancara individual, dan lainnya.

“Nanti ada wawancara juga akan digali, bisa jadi wawancaranya juga (dengan) orang-orang dekatnya ditelepon, mungkin saja, nanti dapat gambaran (profil) itu,” ujar Hamdi.

Di lain sisi, Juri menambahkan, selain proses asesmen tes psikologi lanjutan, Timsel juga nantinya akan menggelar tes kesehatan dan tes wawancara. Rangkaian tes itu, selanjutnya akan menyisakan 24 calon meliputi 14 calon anggota KPU dan 10 calon anggota Bawaslu, untuk kemudian diserahkan kepada Presiden Joko Widodo. []

Mendagri Bersama Ketua KPK dan Kepala BPKP Beri Penghargaan MCP 2020 ke Pemda

0
(Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian bersama Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri dan Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Muhammad Yusuf Ateh, memberikan penghargaan “Monitoring Centre for Prevention (MCP) tahun 2020, Capaian Sementara MCP Tahun 2021” kepada pemerintah daerah.

Apresiasi ini diberikan pada pemerintah daerah yang berhasil melaksanakan perbaikan tata kelola pemerintahan. Prosesi pemberian penghargaan diserahkan langsung pada acara puncak peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2021 bertajuk “Satu Padu Bangun Budaya Antikorupsi” yang digelar secara hybrid di Gedung Juang KPK, Kamis (9/12/2021).

Adapun peraih penghargaan tersebut yakni Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Boyolali, dan Kota Mataram. Provinsi Jawa Barat berhasil memperoleh MCP dengan indeks 91,8 dan melakukan sertifikasi aset sebanyak 341 bidang. Pemerintah Kabupaten Boyolali meraih nilai MCP dengan indeks 92,48, melakukan sertifikasi aset sebanyak 248 bidang, dan penertiban aset sebanyak 1 bidang. Sementara untuk Pemerintah Kota Mataram meraih MCP dengan indeks 90,19 dan melakukan sertifikasi aset sebanyak 147 bidang.

Lebih lanjut, MCP merupakan bentuk kerja sama antara Kemendagri, KPK, dan BPKP untuk melaksanakan perbaikan tata kelola pemerintahan yang kontinu, masif, dan terukur. Program ini diharapkan dapat mendorong percepatan upaya pemberantasan korupsi di setiap daerah.

Tata kelola yang ada dalam MCP mencangkup delapan area intervensi, yaitu perencanaan dan penganggaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD); pengadaan barang dan jasa; perizinan; pengawasan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP); manajemen aparatur sipil negara; pengelolaan barang milik daerah; optimalisasi pajak daerah; serta tata kelola keuangan desa. Pencapaian perbaikan tata kelola kedelapan area tersebut dapat dilihat dalam sistem MCP secara daring pada laman Jaga.id.

Dalam kesempatan itu, Mendagri bersama Ketua KPK dan Kepala BPKP meluncurkan MCP tahun 2022. KPK berharap, perbaikan tata kelola pemerintahan daerah dapat diimplementasikan sebagaimana komitmen tegas seluruh elemen bangsa dalam memberantas korupsi. []

Fajran Zain Optimis Anggota KKR Aceh Terpilih Mampu Bekerja dengan Baik

0
Direktur Eksekutif The Aceh Institute Fajran Zain. (Foto: Ist.)

Nukilan.id – Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) telah mengumumkan tujuh nama yang dinyatakan lulus seleksi uji kelayakan dan kepatutan calon Anggota Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) Aceh periode 2021-2026 pada Rabu, (8/12/2021) kemarin.

Menanggapi hal itu, Direktur Eksekutif The Aceh Institute, Fajran Zain mengatakan, dirinya optimis bahwa nama-nama anggota KKR Aceh yang telah terpilih ini mampu melaksanakan tugas-tugas KKR dengan baik dan penuh tanggungjawab.

“Karena kita tahu disana ada 3 incumbent yaitu, mewakili komisioner Masthur Yahya, dan mewakili Pokja, Oni Imelva dan Yuliati. Mereka adalah orang-orang yang mempunyai kapasitas pada posisinya masing-masin,” ungkap Fajran yang juga mantan panitia pelaksana rekrutmen calon anggota KKR Aceh kepada Nukilan.id, Kamis (9/12/2021).

Sementara itu, lanjutnya, 4 orang lagi yaitu, Tasrizal yang berlatar belakang aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Bustami yang sangat aktif di media, Safriadi yang berlatar belakang aktivis mashasiswa dan mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), dan Sharli yang aktif di kegiatan masyarakat dan pernah menjadi pendamping desa.

“Jadi 21 nama yang diserahkan kepada DPRA itu, mereka semua mempunyai performa dan kapasitas masing-masing,” tutur Fajran.

Selain itu, kata Fajran, juga ada beberapa nama yang kita harapkan bisa lulus, karena mereka mampu memahami KKR Aceh dan menguasai konteks korban konflik.

“Namun ternyata mereka tidak lulus seleksi, kami paham dan kita terima keputusan DPRA itu,” ujarnya.

Oleh karena itu, Fajran berharap kepada aktivis Civil Society Organization (CSO) atau Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang selama ini bekerja untuk isu korban konflik untuk dapat mendampingi 7 komisioner KKR Aceh terpilih secara lebih intensif.

“Terutama dari sisi memberikan bahan subtansi-subtansi penting, karena menurut saya komisioner KKR itu tidak bisa dibiarkan bekerja sendiri, harus ada pendampingan,” tegasnya.

Lebih lanjut Fajran menyampaikan, pada periode pertama lalu, KKR Aceh sudah menargetkan pendataan hingga 10.000 korban konflik, dan data resmi yang telah diserahkan kepada Gubernur Aceh, Nova Iriansyah untuk di SK kan berjumlah 5300 korban konflik.

“Dan mereka yang terdata ini diakui oleh pemerintah agar mendapatkan hak-hak sepantasnya tanpa menutup ruang untuk data-data baru yang masuk. Namun yang terpenting adalah penuhi dulu kebutuhan mereka yang sudah di data, termasuk 245 korban konflik yang sudah mendapatkan SK Gubernur yang akan direalisasikan di anggaran tahun 2022 nanti. Ini harus dikawal,” pintanya.

Fajran berpesan, tugas komisioner KKR Aceh yang baru ini untuk lebih memastikan semua data yang ada bisa mendapatkan haknya dan tetap membuka ruang untuk data-data yang baru.

“Dan kita juga minta anggota KKR Aceh yang baru ini bisa melanjutkan semua warisan yang ditinggalkan oleh komisioner periode pertama, baik soal pelaporan, manajemen internal, SOP, dan konsolidasi serta melanjutkan upaya komunikasi dan jaringan lintas sektoral instansi pemerintah,” pungkas Fajran.

Reporter: Hadiansyah

Atlet Aceh Tengah, Toreh Prestasi di Kejurnas Arung Jeram Lampung

0
Atlet Aceh Tengah di Kejurnas Arung Jeram Lampung, (Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Tim Arung Jeram binaan Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Aceh berhasil menorehkan sejumlah prestasi di even Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Arung Jeram yang digelar di sungai Way Besai Lampung, sejak beberapa hari terakhir hingga Kamis (9/12/2021).

Tim Junior Men dengan personil Buge Ara, Mulya Annasri, Mawardi, Marwan dan Mulyadi berhasil meraih peringkat 2 di kategori bergengsi Slalom dibawah tim Jawa Barat.

Sementara untuk Down River Race (DRR) harus puas di posisi ke 3 setelah tim Jabar  dan Jawa Tengah.

Akumulasi point keempat nomor tersebut, tim ini menduduki peringkat 3 atau juara umum 3.

Untuk kategori Sprint dan Head to Head, tim yang berasal dari Aceh Tengah ini harus puas di posisi ke 4.

Berikutnya tim Junior Women dengan personil Johari Rahayu, Lailatul Fadilah, Mayang Mahbengi, Dian Shaleha dan Rika Piana yang juga berasal dari Aceh Tengah berhasil menorehkan prestasi peringkat ke 3 di kategori Slalom, sementara untuk Sprint, Down River Race dan Head to Head masing-masing meraih peringkat 4.

Akumulasi point, tim putri ini berhasil di posisi keempat umum.

Sementara untuk 2 tim Aceh lainnya yang turun di kategori Open Women dan Open Men belum berhasil masuk 5 besar secara umum.

Atas hasil tim dengan manajer Muzakir dan pelatih Winara ini, ketua umum FAJI Aceh, Hasballah yang ikut mendampingi tim Aceh menyatakan apresiasinya.

“Kami puas atas prestasi dan akan menjadi bahan evaluasi pembinaan kedepan, terlebih Aceh akan menjadi tuan rumah PON 2024 mendatang,” ungkapnya.

Keberhasilan ini, timpalnya, tentu berkat kerja keras para atlet yang sangat luar biasa.

Sementara ketua umum FAJI Aceh Tengah, Khalisuddin menyatakan rasa harunya atas kegigihan atlit binaannya di ajang bergengsi tersebut.

“Ini Kejurnas yang ketiga kita ikuti setelah di Ciwulan Jabar dan Jambi, prestasi kali ini sangat mengharukan karena beratnya perjuangan hingga bisa turut serta, terutama dalam hal jauhnya perjalanan darat serta pendanaan dari Kas FAJI Aceh Tengah sendiri,” ungkapnya.

Sebelumnya, dalam tahun 2021 tim yang berlatih sehari-hari di hulu sungai Peusangan ini sebelumnya berhasil meraih prestasi juara umum di Pra kualifikasi Pekan Olahraga Aceh (Pra-PORA) dan Kejurda Bireuen.

Kejurnas Arung Jeram di Lampung diikuti 14 Provinsi di gelar atas kerjasama Pengurus Besar (PB) FAJI, FAJI Lampung dan Pemerintah Provinsi Lampung beserta jajaran.[]

Fachrul Razi Berikan Bantuan Pengkaderan ke HMI Cabang Langsa

0
Fachrul Razi berikan bantuan kepada HMI Cabang Langsa Melalui Ketua SPMA, (Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Senator Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia Fachrul Razi berikan bantuan kepada Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Langsa khususnya kepada Komisariat Persiapan FEBI IAIN Langsa, Rabu (08/12/2021).

Bantuan tersebut ditujukan kepada panitia yang sedang melaksanakan pengkaderan atau yang lebih di kenal dengan Basic Training LK I

Bantuan itu berupa uang tunai yang langsung diserahkan melalui Ketua Sekolah Pemimpin Muda Aceh (SPMA) yakni Hamid, SH kepada Ketua Umum HMI Komisariat Persiapan FEBI.

Hamid sampaikan bahwa  semoga bantuan yang seperti ini akan selalu ada jika adanya pengkaderan dari Komisariat – Komisariat di Cabang Langsa, dimana sebelumnya kita juga pernah memberikan bantuan seperti ini dengan jumlah yang sama.

Selanjutnya, Harapan senator Fachrul Razi yang juga Fungsionaris Majelis Nasional KAHMI, semoga bantuan ini dapat dipergunakan sebaik mungkin dan semoga dapat sedikit meringankan panitia dalam melaksanakan kegiatan pengkaderan ini.

“Itu juga sebagai pendukung untuk pengkaderan yang akan memunculkan Pemimpin-pemimpin khususnya di wilayah Aceh”, Pungkas Senator Fachrul Razi.[]

Kejari Medan Terima Penghargaan dari KPK RI

0
(Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Kejaksaan Negeri Medan berhasil memperoleh Penghargaan dari KPK RI dalam Kategori Aparat Penegak Hukum dalam Perkara dengan Kerugian Negara Terbesar Berdasarkan Hasil Laporan Auditor, Kamis (9/12/2021).

Pemberian Penghargaan dalam rangka peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) Tahun 2021 yang berlangsung di Gedung Merah Putih KPK Jakarta Selatan dan diikuti secara virtual oleh Kepala Kejaksaan Negeri Medan Teuku Rahmatsyah, SH, .MH. didampingi para Kasi/Kasubbag.

Penghargaan yang diterima Kejaksaan Negeri Medan berada satu peringkat di bawah Kejaksaan Tinggi NTT serta bersama dengan Polda Sumatera Utara dan Polres Merauke dalam Kategori Aparat Penegak Hukum dalam Perkara Dengan Kerugian Negara Terbesar Berdasarkan Hasil Laporan Auditor.

Kepala Kejaksaan Negeri Medan Teuku Rahmatsyah, SH, MH menyambut baik dan mengucapkan terima kasih kepada KPK RI atas Penganugerahan Penghargaan ini dan sekaligus menjadikan motivasi bagi Kejaksaan Negeri Medan dalam rangka Penanganan Kasus Korupsi.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada KPK atas pemberian penghargaan ini sehingga meambah semangat dalam pemberantasan tindak pidana korupsi khususnya di Kota Medan. “ujar mantan Aspidsus Kejati Aceh.

Selain itu, Kajari juga memaparkan pencapaian kinerja Kejari Medan dalam hal pemberantasan korupsi di Kota Medan, “Selama kurun Tahun 2021 Kejaksaan Negeri Medan menangani Perkara Korupsi dengan perincian : Penyelidikan sebanyak 4 (empat) perkara, Penyidikan 6 (enam) perkara, serta sedang menyidangkan (Penuntutan) 13 perkara Korupsi dan telah melakukan eksekusi terhadap 10 (sepuluh) perkara korupsi.” Lanjut mantan Kajari Pamekasan, yang resmi dilantik sebagai Kajari Medan sejak 10 Agustus 2020 lalu.

Dalam hal upaya pemberantasan korupsi yang ditangani Kejaksaan Negeri Medan selama kurun 2021 juga telah berhasil melakukan penyelamatan keuangan negara dari pembayaran denda sebesar Rp.1.700.000.000.-, serta dari Pembayaran Uang Pengganti sebesar Rp.529.720.000,- dan dalam bentuk Aset yang bernilai Rp.140.800.000.000,-.

Kemudian yang terbaru, Kejaksaan Negeri Medan juga telah menyetorkan Tunggakan Denda dan Uang Pengganti sebesar Rp.905.000.000,- ke Kas Negara dan Rp.90.000.000,- ke Kas Daerah Provinsi Sumatera Utara.