Beranda blog Halaman 1903

Sri Mulyani Sebut Ada Perbedaan Vaksinasi di Negara Maju dan Berkembang

0
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

Nukilan.id – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, saat ini, dunia masih diliputi dengan ketidakpastian yang tinggi akibat pandemi Covid-19.

Ia mengatakan, pemulihan dari pandemi nampak tidak merata antara negara maju dan berkembang karena akses vaksin yang masih terbatas. “Namun sayangnya vaksinasi tidak merata.

“Kalian semua mengerti bahwa negara maju mana pun lebih dari 80 persen populasinya sudah divaksinasi. Tetapi beberapa bagian dunia dan negara berkembang masih sangat tertinggal atau rendah. Seharusnya secara moral itu tidak benar,” kata Sri Mulyani dalam rangkaian Presidensi G20, Finance and Central Bank Deputies Meeting (FCBD), di Bali, Kamis (9/12/2021).

Sri Mulyani mengatakan, menguatnya kinerja ekonomi global khususnya negara maju yang diikuti dengan naiknya tekanan inflasi juga mendorong perubahan kebijakan yang lebih ketat (tapering) sehingga pemulihan yang tidak merata berpotensi semakin parah.

Sementara itu, pandemi yang berkepanjangan akan menimbulkan scarring effect. Exit strategy yang tepat dan upaya mengatasi masalah scarring effect menjadi prasyarat pemulihan yang berkelanjutan.

Oleh sebab itu, agenda utama presidensi G20 Indonesia sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo mengerucut pada 3 bidang yaitu kesehatan yang inklusif, transformasi digital dan transisi energi. Selain mewujudkan vaksinasi yang merata, presidensi G20 Indonesia diharapkan sukses dalam mempercepat digitalisasi dan mengarahkan koordinasi kebijakan global terkait pembiayaan perubahan iklim.

“Keketuaan Indonesia ini akan menjadi ajang bagi Indonesia menunjukkan perannya dalam memimpin forum global untuk mengatasi berbagai tantangan dan isu di tingkat dunia. Indonesia bertekad untuk mengatasi tantangan global yang masih akan muncul dan mencari solusi terbaik, memastikan bahwa semua negara dapat pulih bersama serta mendorong reformasi kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat, berkelanjutan, seimbang, dan inklusif pasca pandemi,” tutur dia.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menuturkan, agenda prioritas finance track dalam Presidensi G20 relevan dengan tugas BI, yakni kerja sama internasional dalam normalisasi kebijakan moneter, penerapan regulasi di sektor keuangan yang harus memperhatikan kesiapan sektor keuangan, dan digitalisasi sistem pembayaran, termasuk Central Bank Digital Currency (CBDC).

“Pertemuan awal ini berperan penting dalam memastikan keberlanjutan kepemimpinan G20 dalam mendukung pemulihan ekonomi global baik dalam jangka pendek maupun panjang, sejalan dengan tema recover together, recover stronger,” ucap dia.

Dalam Presidensi G20 Indonesia akan melanjutkan beberapa legacy issues, yaitu mengintegrasikan risiko pandemi dan iklim dalam pemantauan risiko global, penguatan Global Financial Safety Net (GFSN), meningkatkan arus modal, melanjutkan inisiatif kesenjangan data, meningkatkan reformasi regulasi sektor keuangan, memperkuat pengelolaan dan transparansi utang, mempercepat agenda infrastruktur menuju pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif.

Selanjutnya, optimalisasi dukungan pembiayaan dari bank pembangunan multilateral (MDBs), memperkuat kapasitas sistem kesehatan dalam pencegahan, kesiapsiagaan dan respon pandemi, dan melanjutkan dukungan untuk menarik investasi sektor swasta di negara-negara berpenghasilan rendah, seperti di kawasan Afrika.

Agenda prioritas dan legacy issue Presidensi G20 Indonesia diharapkan dapat menyeimbangkan agenda global dengan prioritas dan kepentingan domestik, serta menyelaraskan kepentingan berbagai pihak, baik negara maju maupun negara berkembang. [Kompas.Com]

13 Kabupaten/Kota Ikut Pra PORA Dayung di Krueng Lamnyong Banda Aceh

0
Para atlit dayung sedang mengikuti Pra PORA di Krueng Lamnyong, Banda Aceh, (Foto: Nukilan/Hadiansyah)

Nukilan.id – Atlet Dayung dari 13 Kabupaten/Kota mengikuti Prakualifikasi Pekan Olahraga Aceh (PORA) Pidie tahun 2022. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Krueng Lamnyong, Banda Aceh.

Pra PORA Cabang Olahraga Dayung ini telah digelar sejak 4 Desember 2021 hingga 10 Desember 2021 dan diikuti para atlet dayung dari 13 Kabupaten/Kota untuk memperebutkan 34 mendali.

Dalam babak penyisihan ini, nomor yang dipertandingkan terdiri dari Atlet putra dan putri yaitu nomor dayung 1 orang, dayung 2 orang, dayung 4 orang, rowing dan dayung dragon boat.

Nantinya, dari 13 Kabupaten/Kota hanya tersisa 7 Kabupaten/Kota per masing-masing nomor dayung yang akan mengikuti PORA Pidie  tahun 2022.

Riga Wantona, Atlet Dayung perwakilan Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Banda Aceh berharap Cabor Dayung ini dapat menjadi Olahraga yang bergengsi di Aceh, terutama di PORA Pidie nanti.

“Apalagi saat ini kita tahu bahwa, Olahraga Dayung sudah masuk prioritas Aceh,” pungkasnya.

Reporter: Hadiansyah

Rampung Dibangun, Gedung Command Center Polda Aceh Diserahterimakan

0
(Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Ahmad Haydar, S.H., M.M. secara resmi menerima Gedung Command Center dari rekanan PT Silfarona Perdana, Kamis (9/12/2021) di Mapolda Aceh.

Serah terima tersebut dilaksanakan sehubungan dengan telah rampungnya pembangunan dan inventarisasi gedung yang nantinya akan digunakan untuk mendukung tugas-tugas kepolisian.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy, S.H., S.I.K., M.Si. menjelaskan, Command Center adalah sebuah inovasi dalam layanan publik berbasis teknologi informasi untuk menghadapi disrupsi digital di era revolusi industri 4.0.

Dengan adanya Command Center tersebut, sambungnya, nanti petugas atau operator bisa melihat kejadian dan tindakan yang terjadi di lapangan untuk bisa menjadi bahan pertimbangan dan referensi pimpinan dalam mengambil keputusan.

“Fungsi gedung dengan seperangkat alat yang ada di dalamnya itu penting untuk mempercepat akselerasi informasi/data kepada Bapak Kapolda sebagai fungsi ‘early warning system’ dalam pengambilan keputusan,” jelas Winardy dalam keterangan persnya, Kamis (9/12).

Ia berharap, Command Center tersebut nantinya akan menjadi sentra untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. []

Sirkuit Mandalika Balapan Hujan Terbaik Nomor Satu Dunia

0
Scott Redding (Aruba.it Racing Ducati) Superbike Mandalika, Indonesia 2021 / runganSport © WorldsSBK.

Nukilan.id – Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah telah sukses menggelar balapan perdananya pada November lalu.

Final Superbike musim 2021 berlangsung di Pertamina Mandalika International Street Circuit, meski sempat muncul beberapa kendala, pada akhirnya balapan sukses digelar.

Pemenang Race 1 dan Race 2 seri Indonesia, Jonathan Rea senang dengan trek Mandalika.

Rider Kawasaki Racing Team itu menyebut daya cengkram aspal di Mandalika sangat bagus, bahkan disebut paling mantap dijajal dalam kondisi lintasan basah.

“Sirkuit Mandalika adalah lintasan balap dengan grip basah terbaik di dunia.

Masalah paling utamanya hanyalah drainase, sehingga air bisa mengalir dengan baik,” kata Rea kepada Speedweek, sebagaimana dimuat TrenOto.

Mandalika menggunakan aspal dengan kualitas terbaik, dan hanya terdapat empat sirkuit di dunia yang menggunakan material sejenis.

Sama dengan aspal yang digunakan sirkuit Phillip Island, Australia, yakni aspal produksi asal Jerman.

Jadwal balapan di Mandalika bertepatan dengan cuara yang kurang bersahabat, jika jadwal diubah maka bisa menggelar balapan dalam kondisi lintasan kering.

“Mungkin jika jadwalnya dimajukan akan membantu. Seperti balapan digelar mulai pukul 2 siang mungkin kami tidak akan mengalami kondisi seperti kemarin,” sambung pria Inggris itu.

Seharusnya Superbike menggelar tiga kali balapan selama akhir pekan di Mandalika, tapi karena hujan terlampau deras satu balapan terpaksa dihapus.

Untuk balapan MotoGP, Mandalika akan menjadi tuan rumah pada Maret yang akan datang, dan sebelum itu akan menggelar tes Pra-musim pada Februari terlebih dahulu. [ruangansport]

Tuntutan Hukuman Mati Koruptor Jalan Menuju Indonesia Bebas Korupsi

0
Ilustrasi Koruptor. (Foto: u-report)

*Pers Rilis*

Nukilan.id – Pakar Hukum Pidana, Suparji Ahmad mengapresiasi tuntutan hukuman mati terhadap terdakwa Heru Hidayat dalam kasus Jiwasraya. Menurutnya, tuntutan tersebut menunjukkan bahwa pernyataan hukuman mati terhadap pelaku korupsi yang digaungkan Jaksa Agung benar-benar terealisasi.

“Kita patut mengapresiasi terhadap upaya Jaksa Agung yang menuntut hukuman mati tersebut, karena selama ini perkara korupsi yang begitu banyak belum memberikan efek jera. Harapannya adalah perilaku koruptif menjadi banyak berkurang dan menjadi jalan Indonesia yang bebas dari korupsi,” kata Suparji dalam keterangan persnya.

Menurutnya, hukuman mati terhadap Heru Hidayat sudah tepat karena jumlah yang dikorupsi hampir 16 triliun dan terdakwa menikmati lebih dari 12 triliun. Kejahatan korupsinya pun dilakukan dalam jangka waktu yang panjang dan berulang-ulang.

“Terlebih terdaka tidak memiliki sedikitpun empati dengan beritikad baik mengembalikan hasil kejahatan yang diperolehnya secara sukarela serta tidak pernah menunjukkan bahwa perbuatan yang dilakukannya adalah salah. Bahkan dalam persidangan tidak menunjukkan rasa bersalah,” paparnya.

Suparji menilai, tuntutan hukuman mati tersebut juga mengisyaratkan bahwa Jaksa Agung tidak mempunyai kepentingan apapun dalam menangani tindak pidana korupsi selain penegakan hukum yang tegas dan mempunyai arah yang jelas. Yaitu rasa keadilan masyarakat dan kesejahteraan negara.

Tuntutan tersebut sudah tepat terlepas dari pro dan kontra mengenai hukuman mati, khususnya terhadap koruptor akibat multitafsir dari Penjelasan Pasal 2 ayat (2) dalam UU Nomor 20 Tahun 2001. Yakni yang dimaksud dengan “keadaan tertentu” dalam ketentuan ini adalah keadaan yang dapat dijadikan alasan pemberatan pidana bagi pelaku tindak pidana korupsi.

“Yaitu apabila tindak pidana tersebut dilakukan terhadap dana-dana yang diperuntukkan bagi penanggulangan keadaan bahaya, bencana alam nasional, penanggulangan akibat kerusuhan sosial yang meluas, penanggulangan krisis ekonomi dan moneter, dan pengulangan tindak pidana korupsi,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa tuntutan hukuman mati adalah merupakan tuntutan yang tepat baik dari segi yuridis. Dari segi sosiologis jelas hal ini adalah memenuhi rasa keadilan di masyarakat yang mendambakan kehidupan yang bersih dari Korupsi.

“Yang terakhir dari segi filosofis menjawab pertanyaan untuk apa hukum dan penegakan hukum khususnya terhadap perkara korupsi, yaitu untuk menimbulkan efek jera dan negara terlindungi dari perilaku koruptif untuk menciptakan kesejahteraan rakya,” pungkas Suparji. []

 

 

Jeff Bezos Donasikan Rp6,3 Triliun Untuk Bantu Jaga Kelestarian Bumi

0
Jeff Bezos (Foto: Business Insider)

Nukilan.id – Pendiri dari Amazon sekaligus salah satu orang terkaya di dunia yaitu Jeff Bezos baru-baru ini mengumumkan bahwa dirinya telah menambah donasi sebesar US$443 juta atau setara dengan Rp6,3 triliun ke Earth Fund.

Sekedar informasi, Bezos Earth Fund sendiri merupakan sebuah lembaga yang didirikan oleh Jeff Bezos untuk membantu upaya konservasi, restorasi lahan, dan juga pelestarian lingkungan alam di Bumi.

Sebelumnya Bezos Earth Fund sudah pernah memberikan donasi sebesar US$130 juta atau setara dengan Rp1,8 triliun yang dibagikan ke 19 organisasi berbeda untuk kelompok orang yang ikut menjaga lingkungan di sekitarnya.

Namun kini pihaknya juga ingin fokus dalam hal membantu menjaga lingkungan khususnya untuk area dengan masyarakat terpinggirkan, memiliki pendapatan rendah, komunitas kulit hitam, dan lainnya.

Hal ini karena sebelumnya banyak orang mengkritik Bezos Earth Fund yang lebih berfokus kepada kepemimpinan historis berkulit putih. Maka dari itulah lembaga tersebut ingin membuktikan bahwa tujuan mereka adalah murni untuk menjaga kelestarian Bumi tanpa memandang apapun.

Selain itu juga terdapat kritik lain dimana salah satu hal yang membuat lingkungan kini tercemar adalah karena perusahaan e-commerce besutan Jeff Bezos sendiri yaitu Amazon yang menghasilkan banyak gas rumah kaca dari operasionalnya.

Tetapi semoga saja uang yang didonasikan oleh Jeff Bezos ini dapat digunakan dengan maksimal untuk membuat lingkungan di Bumi menjadi tetap sehat sampai beberapa tahun ke depan

Sumber: Indozone

Kadisdik Aceh Ingatkan PPG Tidak Sekedar untuk Dapatkan Sertifikat dan Tunjangan Profesi

0

Nukilan.id – Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Alhudri MM mengatakan Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Aceh saat ini sedang mengembangkan dan memprioritaskan peningkatan mutu layanan di sektor pendidikan.

Untuk merealisasikan hal tersebut, Dinas Pendidikan Aceh melakukan berbagai upaya-upaya nyata melalui berbagai pelatihan kepada para guru. Salah satunya adalah dengan Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Karena itu, Kadisdik Alhudri berharap kepada para guru peserta PPG bahwa program ini bukan hanya sekedar untuk mendapatkan sertifikat dan tunjangan profesi, melainkan bagaimana mempertanggungjawabkan profesionalisme guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

“Dengan adanya sertifikasi guru, saya harapkan menjadi inspirasi dan motivasi untuk memperbaiki diri, meningkatkan kualitas dan profesionalisme dalam dunia pendidikan serta mampu menunjukkan jati dirinya sebagai guru profesional yang bertanggung jawab,” kata Alhudri, saat membuka kegiatan Pembekalan PPG Jenjang Guru SMK – Kelas A di salah satu hotel Banda Aceh, Rabu 8/12/2021 malam.

Alhudri menuturkan, dalam rangka mewujudkan guru yang profesional, Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi melaksanakan sertifikasi guru tidak lagi menggunakan model pendidikan dan latihan profesi guru atau PLPG, melainkan menggunakan model program pendidikan profesi guru atau lebih disebut dengan istilah PPG.

Adapun tujuan pelaksanaan sertifikasi ini adalah untuk meningkatkan kompetensi guru dalam jabatan sebagai tenaga profesional pada satuan pendidikan, untuk memenuhi kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan profesional sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Saya mengucapkan selamat mengikuti pembekalan pendidikan profesi guru ini. semoga Allah subhanahu wa ta’ala selalu memberi petunjuk dan bimbingan kepada kita,” kata Alhudri.

Sementara itu, Ketua Panitia yang juga Plt. Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Muksalmina, S.Pd., M.Si mengatakan, sertifikasi ini diikuti oleh 100 orang guru dari berbagai sekolah di Aceh. Adapun pembekalan ini dilakukan untuk mempermudah para peserta dapat lulus saat tes akhir dan berhak mendapatkan sertifikat pendidik.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Pembinaan SMA dan PKLK, Hamdani, S.Pd., M.Pd., Kepala Bidang Sarana dan Prasarana, Sya’baniar, S.E., Kepala Bidang Pembinaan SMK Azizah, S.Pd.,M.Pd, Kepala UPTD Balai Tekkomdik T. Farial, S.Sos., MM serta para penasihat khusus dan tenaga ahli Dinas Pendidikan Aceh.[]

Barcelona Kalah, Xavi Tak Terima Kenyataan

0
Reaksi Xavi usai Barcelona mencetak gol ke gawang Espanyol pada pekan ke-14 La Liga 2021/2022 © AP Photo

Nukilan.id – Pelatih Barcelona Xavi Hernandez tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya usai timnya menelan kekalahan dari Bayern Munchen. Kekalahan itu membuat Blaugrana tersingkir dari Liga Champions.

Barcelona menyerah 0-3 dari Bayern dalam matchday 6 grup E Liga Champions. Pertandingan tersebut berlangsung di Allianz Arena pada Kamis (9/12/2021) dini hari WIB.

Bayern mencetak dua gol pada babak pertama masing-masing melalui Thomas Muller dan Leroy Sane. Jamal Musiala kemudian mencatatkan namanya di papan skor pada babak kedua.

Kekalahan ini membuat Barcelona hanya finis di peringkat ketiga grup E. Barcelona pun harus tersingkir dari Liga Champions dan akan berkompetisi di Liga Europa.

Ini merupakan kekalahan kedua beruntun yang diderita Barcelona. Xavi mengaku kecewa berat dengan kekalahan tersebut.

“Saya telah melihat betapa sulitnya kenyataannya,” kata Xavi seperti dilansir ESPN.

“Saya berharap kami akan bersaing lebih baik. Bayern lebih baik. Itulah kenyataannya. Tapi kami akan bekerja keras dan memberikan segalanya agar ini tidak terjadi lagi. Itu adalah perasaan tidak berdaya.”

Xavi merasa tidak puas dengan kinerja timnya. Untuk itu, mantan gelandang Barcelona tersebut merasa timnya perlu berbenah diri agar bisa meraih hasil yang lebih baik.

“Kami harus mulai membawa Barca kembali ke tempat asalnya, yang bukan di Liga Europa,” lanjutnya.

“Ini juga merupakan pukulan telak bagi saya sebagai pelatih. Kami akan bekerja keras untuk membawa Barca kembali, tetapi kami harus banyak berubah, tentu saja.”

Sumber: Bola.net

Gelar Expo UMKM Se-Indonesia, FKKGD Aceh Ajak Masyarakat untuk Berani Tampil

0
Ketua DPD FKKGD Provinsi Aceh, Abdul Muthalib.ST bersama Dewan Pembina FKKGD Pusat, Andi Malarangeng. (Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Forum Komunikasi Kaderisasi Generasi Demokrasi (FKKGD) menggelar expo produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (8/12/2021).

Berbagai produk UMKM dari seluruh Provinsi di Indonesia dipamerkan dalam expo FKKGD tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPD FKKGD Provinsi Aceh, Abdul Muthalib.ST menyampaikan, kegiatan expo ini bertujuan untuk melihat hasil karya anak bangsa yang perlu dikembangkan kedepan.

“Karena itu, kita mengajak seluruh masyarakat Indonesia khususnya Aceh untuk berani tampil dalam memproduksikan hasil UMKM masing-masing,” ungkap Putra asal Aceh Timur itu.

Abdul mengatakan, pihaknya akan terus mencari market yang layak untuk seluruh Indonesia dan juga akan segera melakukan kerja sama dengan seluruh Badan Usaha Milik Negara BUMN untuk bisa memberikan bantuan modal usaha kepada UMKM.

“Kita yakin, dengan adanya kerja sama BUMN, maka UMKM akan berkembang, khususnya di Aceh,” pungkas Mantan Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Aceh Timur (IPPAT) itu.

Untuk diketahui, FKKGD merupakan Organisasi Masyarakat (Ormas) yang bergerak dan fokus untuk pembinaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dari tingkat desa sampai tingkat provinsi.

FKKGD berdiri pada tanggal 22 Februari 2020, meskipun umur organisasi terbilang masih sangat muda, namun minat masyarakat untuk bergabung ke FKKGD cukup tinggi, hal itu dibukti dengan terus bertambahnya anggota FKKGD.

Dan pada Selasa (7/12/2021) kemarin, Dewan Pembina FKKGD Pusat, Andi Malarangeng melantik secara serentak seluruh Ketua Pengurus DPD FKKGD Se-Indonesia di Jakarta Pusat.

Usai pelantikan, FKKGD melanjutkan kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas I) serta melahirkan beberapa rekomendasi, diantaranya yaitu, meningkatkan produksi UMKM khusus untuk anggota FKKGD di seluruh Indonesia. [red]

Aceh Raih Peringkat 2 Nasional Pelaporan Penanganan Konflik Sosial 

0
Kabid Penanganan Konflik dan Kewaspadaan Nasional di Kesbangpol Aceh, Suburhan, SH. (Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Provinsi Aceh meraih peringkat II nasional pada Pelaporan B.08 Penanganan Konflik Sosial tahun 2021. Hal tersebut diumumkan pada Rapat Koordinasi Dalam Rangka Evaluasi RAD Timdu Penanganan Konflik Sosial, dan Sosialisasi RAN PE yang diselenggarakan oleh Ditjen Politik PUM Kemendagri secara daring, Rabu (8/12/2021).

Kepala Badan Kesbangpol Aceh, Drs. Mahdi Effendi melalui Kabid Penanganan Konflik dan Kewaspadaan Nasional Suburhan, SH menjelaskan Pelaporan B.08 merupakan laporan penanganan konflik sosial yang dikirimkan secara rutin pihaknya ke Kemendagri.

“2 tahun yang lalu kita meraih peringkat 9. Alhamdulillah, tahun ini kita berhasil menduduki peringkat II secara nasional,” terang Suburhan.

Lebih lanjut, Suburhan menyebutkan capaian membanggakan itu tidak terlepas dari hasil kunjungan kerja yang dilakukan pihaknya bersama Kesbangpol Kab/kota se Aceh ke Kesbangpol Jawa Timur pada 20 September 2021.

“Pada tahun 2019 lalu, Jawa Timur meraih peringkat pertama. Atas dasar itulah kita berkunjung ke sana untuk mengetahui bagaimana pola dan mekanisme yang digunakan pada Pelaporan B.08 ini, dan selanjutnya kita praktekkan pada pelaporan yang dimaksud,” jelas dia.

Pengumuman hasil evaluasi itu diumumkan langsung oleh Sekretaris Dirjen Polpum Kemendagri, Dr. Imran, M.Si, MA.

Dalam kesempatan itu, Suburhan atas nama Kepala Badan Kesbangpol Aceh menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh tim pelapor Kesbangpol Kab/kota se Aceh yang telah bekerja keras menyampaikan laporan penanganan konflik sosial secara rutin.

“Untuk teman-teman yang bertugas, hasil tersebut harus menjadi pelecut agar pelaporan berikutnya menjadi lebih baik,” ucap Suburhan.