Beranda blog Halaman 1893

Vaksinasi Santri Dayah di Aceh Masih Rendah

0
Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Zahrol Fajri S.Ag, MH. (Foto: Nukilan.id/Iwan)

Nukilan.id – Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Zahrol Fajri, S.Ag., MH menyampaikan, pelaksanaan vaksinasi terhadap santri di lingkungan dayah masih sangat rendah.

“Data yang kita terima perminggunya masih sangat rendah dalam pelaksanaan vaksinasi di dayah,” kata Zahrol dalam rapat koordinat Pengurus Besar (PB) Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) dengan tema “Pelibatan Ulama Dayah Dalam Menjaga Kesehatan Umat”, Senin (20/12/2021).

Ia mengatakan, Pemerintah Aceh melalui Dinas pendidikan Dayah Aceh bersama Dinas Kesehatan, Forkopimda, Muspika dan Puskesmas telah berupaya melakukan sosialisasi ke dayah-dayah.

Namun, sampai saat ini data yang sudah melakukan vaksin baru mencapai sekitar 10%,” ungkap Zahrol.

Sehingga, kata dia, ini menjadi pertimbangan kita bersama kedepan, apa yang harus dilakukan terhadap vaksinasi yang masih rendah ini ?, karena kita khawatirkan, para santri masih sangat rentang untuk tertular Covid-19.

Untuk diketahui, jumlah Dayah Terpadu di Aceh mencapai 244 Dayah, 7.850 Guru, dan 71.248 Santri. Sedangkan jumlah Dayah Salafiyah mencapai 897 Dayah, 18.575 Guru, dan 159,803 Santri.

Reporter: Hadiansyah

Seri Lawan Sevilla, Barcelona Dibanjiri Hujatan Warga Twitter

0
Pemain Barcelona, Abde Ezzalzouli, dalam laga La Liga kontra Sevilla hari Rabu (22/12/2021). © AP Photo

Nukilan.id – Barcelona gagal membawa pulang tiga poin ketika bertandang ke markas Sevilla dalam laga La Liga, Rabu (22/12/2021) dini hari tadi. Pertandingan yang berjalan sengit tersebut cuma berakhir imbang 1-1.

Bahkan, Sevilla sempat unggul lebih dulu lewat gol Papu Gomez di pertengahan babak pertama. Untungnya Barcelona mampu menyamakan kedudukan menjelang turun minum berkat gol yang dicetak Ronald Araujo.

Klub besutan Xavi Hernandez tersebut sebenarnya memiliki kesempatan untuk jadi pemenang, terutama setelah Jules Kounde mendapatkan kartu merah. Sayang, Barcelona tak mampu memanfaatkan keunggulan jumlah pemainnya.

Warganet pun melampiaskan keluh kesahnya melihat hasil imbang yang diterima Barcelona, Berikut Kumpulan beragam reaksi warganet di Twitter.

Semoga 2022 Tidak Dikucilkan Lagi, Yuk Bisa Yuk!

Percaya Sama Xavi

Sumber: Bola.net

WALHI: Banjir di Aceh Bukti Kerusakan Hutan Semakin Parah

0
Banjir (Foto: Dok.Ist)

Nukilan.id – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Aceh menilai bencana hidrologi seperti banjir, longsor kerap terjadi setiap tahunnya merupakan persoalan klasik yang hanya direspon saat kejadian. Sementara pemerintah selama ini sering mengabaikan pencegahan agar bencana tidak kembali terjadi.

Bencana hidrologi yang terjadi setiap tahunnya, baik itu banjir dan tanah longsor sebagai bukti kerusakan hutan semakin parah terjadi di Aceh. Baik itu karena alih fungsi hutan, illegal logging, perambahan serta pertambangan liar serta pembangunan yang tidak ramah lingkungan.

Kerusakan hutan di kawasan hulu sungai yang merupakan daerah tangkapan air juga telah berdampak mudahnya terjadi banjir maupun longsor setiap tahunnya. Bencana hidrologi ini tentunya merugikan pemerintah sendiri maupun masyarakat akibat kehilangan tempat tinggal, kehilangan pekerjaan karena lahan produktif rusak karena bencana.

Meluapnya sungai Krueng Inong di Gampong Lhok Guci, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat pada Senin malam (20/12/2021) contonya, mengakibatkan jembatan gantung penghubung Gampong Cot Manggie, Kecamatan Panton Reu putus. Ini menjadi salah satu contoh kiriman banjir di hulu telah berdampak buruk bagi warga yang tinggal di hilir.

Dengan putusnya akses transportasi masyarakat ini, tentunya berdampak buruk terhadap perekonomian warga. Jembatan rusak, membuat petani mengalami kendala dalam mendistribusi hasil pertanian.

“Jadi yang terdampak itu tidak hanya di hulu, tetapi hilir juga sangat berdampak karena banjir akibat laju kerusakan hutan di Aceh, sejumlah sungai meluap, ini karena alih fungsi hutan yang tidak diselesaikan oleh pemerintah,” kata Direktur WALHI Aceh, Ahmad Shalihin, Selasa (21/12/2021).

Ia menyebutkan, solusi mengurangi bencana hidrologi di Aceh butuh komitmen pemerintah Aceh, yaitu menghentikan penebangan hutan, pembukaan lahan dan juga pertambangan ilegal yang membuat kerusakan hutan semakin parah.

“Ini untuk jangka pendek penanganannya, jadi tidak hanya merespon saat banjir terjadi, tetapi harus ada upaya penanganan yang terintegrasi dan berkesinambungan,” sebutnya.

Menurutnya bencana hidrologi yang terjadi di Aceh tidak bisa ditangani hanya oleh satu konstitusi, yaitu Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA). Tetapi harus terintegrasi dan dilakukan secara bersama-sama, karena persoalan yang dihadapi saat ini cukup komplek.

Menurutnya, harus melakukan revisi Qanun Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), ini menjadi solusi jangka panjang agar bencana hidrologi bisa diatasi secara bersama-sama. Karena dalam tata ruang tersebut, semua pihak terlibat berkontrubusi untuk mencegah terjadinya bencana hidrologi di Aceh.

Dengan adanya revisi Qanun RTRW, memiliki acuan dalam pemanfaatan ruang, pengembangan wilayah serta bisa mewujudkan keseimbangan pembangunan di kabupaten/kota. Sehingga memiliki kesamaan pandangan dalam pengambilan kebijakan, baik dalam pemanfaatan hutan maupun pemanfaatan ruang dan wilayah lainnya,” ungkap Shalihin .

“Sehingga tata kelola hutan, maupun lainnya bisa dilakukan dan ini merupakan solusi jangka panjang yang bisa dilakukan pemerintah,” jelasnya.

Oleh kerena itu, WALHI mendesak Pemerintah Aceh untuk segera merevisi Qanun RTRW Aceh 2013-2033. Revisi dianggap penting selain untuk melindungi hutan, Kawasan Ekosistem Leuser dan juga pemanfaatan lainnya dari dampak pembangunan.

Berdasarkan kajian WALHI Aceh, kata dia- Shalihin, subtansi dari Qanun RTRW Aceh masih bermasalah, sehingga terjadinya beragam persoalan lingkungan hidup di Aceh.

Ini tidak terlepas dari ketidaksempurnaan tata ruang,” ucapnya .

“Misalnya krisis ruang budi daya terutama wilayah kelola masyarakat di kabupaten/kota yang diapit oleh kawasan hutan dan konservasi,” jelasnya.

Selain itu, kata Om Sol, dalam revisi Qanun RTRW perlu paninjauan peruntukan kawasan hutan di dalamnya ada fasilitas umum, sosial, pemukiman warga, pertokoan dan sejumlah persoalan lainnya.

“Semangat revisi RTRW ini adalah mengedepan prinsip berkeadilan dan pembangunan berkelanjutan,” tegasnya.

Sehingga kedepan, setelah semua tertata penggunan ruang dengan baik. Bencana hodrologi maupun lainnya dapat diatasi secara terintegrasi dengan adanya acuan dalam pengambilan kebijakan, baik tingkat provinsi maupun pemerintah daerah,” tuturnya. []

Disebut Pansos Usai Tampil Mirip Vanessa Angel, Ini Respon Bebizie

0
Momen Transformasi Bebizie Jadi Vanessa Angel. (Instagram/@bebizie)

Nukilan.id – Sosok Bebizie belakangan menjadi sorotan publik usai penampilannya disebut mirip dengan almarhumah Vanessa Angel.

Bahkan, interaksi antara Bebizie dan putra semata mayang Vanessa, Gala Sky, juga tak kalah menuai rasa haru netizen.

Sayangnya, ada saja komentar netizen yang menyebut jika Bebizei pansos (panjat sosial) atas kepergian Vanessa demi mendapatkan popularitas. Terkait hal tersebut Bebizie pun membantah dan menyebut dirinya tidak memiliki kepentingan untuk terkenal.

“Aku tidak punya channel YouTube dan aku juga nggak ada akun TikTok, aku cuma punya Instagram. Aku nggak ada niat pansos-pansosan, orang kan mau viral itu kan nggak sengaja ya, kalau nantinya ada yang nggak berkenan seperti keluarganya ya saya nanti ketemu Gala juga nggak pakai penampilan seperti ini (mirip Vanessa),” ujar Bebizie.

Tak hanya itu, penyanyi berusia 39 tahun ini juga menambahkan bahwa dirinya sudah berpenampilan seperti sekarang ini sejak April 2021, saat Vanessa masih hidup.

“Saya tuh begini nggak pernah niatan, saya pakai ini dari April dan selalu dibilang mirip Vanessa,” jelasnya.

Sumber: Cumicumi

BPJN Aceh Bangun Jalan Lintas Pidie-Aceh Tengah

0
(Foto: Dok PUPR)

Nukilan.id – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh membangun Jalan Geumpang – Pameu sepanjang 59,6 km, pembangunan ini dalam rangka menyambung missing link pada ruas jalan nasional di lintas Pidie – Aceh Tengah di Provinsi Aceh.

Kepala BPJN Aceh, Elvi Roza mengatakan Pembangunan jalan ini selain untuk membuka akses bagi beberapa desa yang terisolir, juga dapat memperpendek jarak tempuh dari Kabupaten Pidie ke Kabupaten Aceh Tengah.

“Saat ini jarak tempuh dari Kabupaten Pidie ke Kabupaten Aceh Tengah harus memutar melalui lintas tengah sejauh kurang lebih 345 km. Dengan adanya pembangunan jalan Geumpang – Pameu, jarak tempuh menjadi 59,6 km. Jadi, jalan ini dapat memperpendek jarak 285,4 km,” kata Elvi Roza.

Elvi menambahkan, pembangunan jalan Geumpang – Pameu ini merupakan Proyek Strategis Nasional yang merupakan tindak lanjut dari usulan Pemerintah Daerah. Pembangunan jalan yang berada pada kawasan hutan lindung telah mendapat Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) yang merupakan bentuk dukungan dari Pemerintah Daerah

“Dalam membangun jalan, kami tetap mengedepankan asas keserasian, keselarasan, dan keseimbangan dengan tidak mengganggu fungsi pokok kawasan hutan. Pengujian mutu lingkungan juga dilakukan pada awal, tengah, dan akhir pelaksanaan pekerjaan untuk penanganan dampak kegiatan jalan dalam pengelolaan lingkungan di kawasan hutan,” terangnya.

Kepala BPJN Aceh mengakui bahwa terdapat beberapa tantangan yang dihadapi dalam pembangunan Jalan Geumpang – Pameu, antara lain faktor cuaca ekstrem yang kerapkali terjadi karena letak lokasi pembangunan berada di dataran tinggi sehingga intensitas curah hujan juga tinggi. Tantangan lain yang dihadapi adalah saat melakukan mobilisasi material ke lokasi pembangunan yang cukup jauh.

Namun, Elvi menyatakan, hal tersebut tidak mengganggu target yang telah ditentukan, yakni pada akhir tahun 2021 ini pembangunan Jalan Geumpang – Pameu sepanjang 59,6 km sudah terbuka dengan badan jalan timbunan pilihan selebar 8 meter.

“Semoga pembangunan jalan ini dapat membuka aksesibilitas dan meningkatkan perekonomian masyarakat. Harapannya, masyarakat sekitar dapat memperoleh fasilitas kehidupan yang lebih lengkap dan berkualitas,” pungkasnya. []

Komisi III DPRA adakan Rapat Kerja dengan DPRK se-Aceh

0
(Foto: Dok.Ist)

Nukilan.id – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA)  mengadakan rapat kerja dengan komisi bidang keuangan dan investasi Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten /Kota (DPRK) Se-Aceh di gedung DPR Aceh Banda Aceh (20/21/2021).

Sesuai dengan bidang pengelolaan keuangan daerah dan perencanaan, serta pengawasan keuangan daerah. Rapat kerja dengan tema “Optimalisasi Fungsi dan Peran DPRA/DPRK dalam Upaya Peningkatan Pendapatan Daerah”.

Ketua Komisi III DPR Aceh, Khairil Syahrial, ST, M.A.P. menyampaikan, kegiatan ini dengan tujuan meningkatkan fungsi DPRA/DPRK dalam Pendapatan Asli Daerah khususnya melalui pelaksanaan fungsi pengawasannya dan kendala apa yang dihadapi DPRA/DPRK dalam mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah tersebut serta bagaimana upaya pemecahan yang telah dilakukan.

Untuk meningkatkan pendapatan daerah dan menggali sumber pendapatan lain maka beberapa hal perlu langkah-langkah dan strategi,” Kata Khairil dalam keterangannya pada Rabu, (22/12/2021).

Ia mengatakan, sangat penting untuk menggunakan teknologi dengan sistem aplikasi untuk mempermudah dan mempercepat proses perhitungan dan pencatatan sumber pendapatan.

Guna untuk melakukan penguatan kapasitas diri DPRA/DPRK maupun kapasitas eksekutif dalam memahami pendapatan daerah serta upaya untuk meningkatkan/optimalisasi pendapatan daerah. Jelasnya

Lanjutnya, mendorong adanya regulasi yang mendukung peningkatan pendapatan daerah dan penting mendorong pengorganisasian perangkat daerah yang fokus untuk mengelola pendapatan daerah.

“Sangat perlu  leader/Pimpinan daerah yang didukung oleh perangkat daerah memiliki political will untuk focus meningkatkan pendapatan daerah,”sebutnya.

Semakin besar Pendapatan  Asli  daerah (PAD) maka semakin menjadikan daerah itu mandiri.

Menurutnya, juga perlu upaya-upaya dan langkah strategis dalam perpanjangan dana  Otsus ke depan. Dan perlu rapat koordinasi lanjutan Komisi III dengan Komisi bidang terkait Keuangan, Investasi dan Aset.

“Agar apapun yang ingin di targetkan bisa tercapai dan terealisasi,” paparnya.

Adapun peserta yang ikut dalam kegiatan ini terdiri dari Komisi III DPR Aceh, Tenaga Ahli dan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aceh, DPRK Se-Aceh Komisi dan terkait Kegiatan ini langsung dibuka secara resmi oleh wakil ketua DPR Aceh, H. Dalimi, SE, Ak.

Hari Ibu 22 Desember, Momentum Memaknai Perjuangan Perempuan

0
1928 Women's Congress (Commons Wikimedia)

Nukilan.id – Keputusan Presiden Nomor 316 tahun 1959 tentang hari-hari nasional telah menetapkan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu. Lantas, bagaimana sejarah Hari Ibu sebagai salah satu Hari Nasional?

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menjelaskan, Hari Ibu merupakan upaya bangsa Indonesia untuk mengenang dan menghargai perjuangan kaum perempuan Indonesia. Kaum perempuan telah ikut berjuang dalam merebut dan mengisi kemerdekaan.

Dalam Pedoman Peringatan Hari Ibu, Kemendikbud menuliskan sejarah Hari Ibu terinspirasi dari gema Sumpah Pemuda tahun 1928, yang menggugah semangat para pimpinan kaum perempuan untuk bersatu dalam wadah mandiri. Lalu pada tanggal 22-25 Desember 1928, diselenggarakan Kongres Perempuan Indonesia di Yogyakarta untuk pertama kalinya.

Salah satu keputusannya adalah dibentuk satu organisasi federasi yang mandiri dengan nama Perikatan Perkoempoelan Perempoean Indonesia (PPPI). Tahun 1929, PPPI berganti nama menjadi Perikatan Perkumpulan Istri Indonesia (PPII). Tahun 1935 dilaksanakan Kongres Perempuan Indonesia kedua di Jakarta. Kongres ini menetapkan fungsi utama Perempuan Indonesia sebagai Ibu Bangsa, yang berkewajiban menumbuhkan dan mendidik generasi baru yang lebih tebal rasa kebangsaannya. 

Pada Kongres Perempuan Indonesia III tahun 1938 di Bandung, ditetapkan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu dan dikukuhkan dengan Keputusan Presiden. 

Apresiasi kepada ibu dan perempuan juga menjadi salah satu inspirasi Aksi Cepat Tanggap. Berbagai program untuk mendukung perjuangan para perempuan digalakkan dalam berbagai program kemanusian, antara lain Wakaf Modal Usaha untuk  perempuan pelaku UMKM dan beaguru guru perempuan serta ustazah  berdedikasi. Dengan program-program tersebut, ACT berikhtiar menguatkan perjuangan perempuan sebagai motor penggerak kemajuan bangsa. []

UNIKI Buka Program Doktor, 40 Persen Kuota untuk Aceh

0
Rektor UNIKI, Prof Dr Apridar MSi bersama Rektor UNPRI, Prof Dr Chrismis Novalinda. (Foto: DOk. Ist)

Nukilan.id – Untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusis (SDM) Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) tahun 2022 akan membuka program Doktor Ilmu Manajemen. Hal itu disampaikan Rektor UNIKI, Prof. Dr. Apridar SE, M.Si dalam keteranganya, Rabu (22/12/2021).

“Dalam rangka percepatan pemenuhan kebutuhan tenaga pengajar dengan kualifikasi doktor khususnya sebagai mana yang dipersyaratkan, maka kami membuka program doktor ilmu manajemen dengan menggandeng Universitas Prima Indonesia (UNPRI) Medan. Tahapan tersebut kami lakukan dengan mengikat kerjasama MoU yang telah kami lakukan Selasa, 21 Desember 2021 di Kampus Utama Unpri,” ungkapnya.

Hasil pembahasan, kata Prof Apridar, kami bersepakat UNPRI akan membuka kelas kerjasama program doktor 6 semester atau dalam tiga tahun akan memperoleh gelar doktor ilmu manajemen.

“Selain dosen UNIKI, akan diberi kesempatan sekitar 40 persen peserta kepada mitra kami masyarakat Aceh untuk memanfaatkan program pendidikan kekhususan tersebut. Nantinya peserta akan dibimbing khusus, sehingga dapat menyelesaikan pendidikan S3 paling lama tiga tahun. Bila memungkinkan sebelum tiga tahun sudah dapat memperoleh gelar Doktor,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Prof Apridar, proses belajar akan diisi oleh tenaga pengajar dari UNPRI dan UNIKI yang memiliki kualifikasi profesor minimal doktor dari kedua kampus tersebut. Program mulia ini diharapkan sebagai cikal bakal pembukaan program doktor Uniki mandiri dalam beberapa waktu kedepan.

Hasil pembahasan yang melibatkan para wakil rektor, dekan hingga ka prodi kedua pihak, meliharkan 27 program kerja sama yang akan dilaksanakan secara bertahap  dengan dengan MoA serta kontrak kerja yang akan dibuat diantaranya; Kegiatan Asistensi mengajar di satuan pendidikan-kampus  merdeka, Gelar bersama (joint degree), Gelar  ganda (dual degree).

Untuk program kemahasiswaan rencananya akan dilakukan  Kegiatan wirausaha- kampus merdeka, Membangun desa/kkn tematik-kampus merdeka. Sedangkan dengan tenaga pengajar akan dilakukan Pelatihan dosen dan instruktur, Pemagangan, Penelitian bersama, Penelitian bersama-artikel/jurnal ilmiah, Penelitian bersama – paten,  Penelitian bersama – prototipe, Penelitian/riset- kampus merdeka, Penerbitan berkala ilmiah, Pengabdian kepada masyarakat, Pengembangan kurikulum/ program bersama.

“Disamping itu diharapkan juga akan mampu kita bangun bersama Pengembangan pusat penelitian dan pengembangan keilmuan, Pengembangan sistem/produk, Pengiriman praktisi sebagai dosen, Penyaluran lulusan, Penyelenggaraan seminar/konferensi ilmiah, Pertukaran dosen, Pertukaran mahasiswa, Pertukaran pelajar – kampus merdeka, Proyek kemanusiaan – kampus merdeka, Studi/proyek independen– kampus merdeka, Transfer kredit, hingga Visiting profesor,” jelas Prof Apridar.

Berbagai program yang telah disusun secara apik ini diharapkan dapat  diimplementasikan secara bertahap dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan di Aceh yang lebih bermartabat, sehingga capaiaan kualitas SDM unggul akan kita peroleh dalam beberapa tahun kedepan.

“Dukungan dari berbagai komponen masyarakat, serta pemerintah daerah sangat kami harapkan. Kebangkitan peradaban manusia dari Kota Juang Bireuen akan semakin dekat, apabila mampu kita tingkatkan pendidikan tinggi unggul dan bermartabat,” tutupnya.

Sementara Ketua Pembina UNIKI, Dr Amiruddin Idris M Si selaku pemberi mandat dan pembuka kerjasama, memaparkan sejarah cikal bakal Universitas Islam Kebangsaan Indonesia yang bermula dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi konsersium UNPRI yang dilepaskan sehingga menjadi UNIKI. Peningkatan luar biasa dari Unpri setidaknya mampu diimbangi oleh UNIKI untuk meningkatkan SDM Masyarakat Aceh.

“Program kesepahaman ini ditutup dengan foto bersama sivitas akademika UNIKI dan UNPRI serta kegiatan ramahtamah dengan penuh keakraban. Bahkan pihak UNPRI dalam kesempatan tersebut meminta Rektor Uniki Prof Apridar agar bersedia menjadi staf pengajar, pembimbing serta berbagai kolaborasi di Program Doktor Uiniversitas Prima Indonesia  yang akan menyandang kualifikasi kampus unggul di Sumatra Utara Medan,” pungkasnya.[]

Polda Aceh Terus Genjot Capaian Vaksinasi Jelang Nataru

0
Pelaksanaan vaksinasi massal Polda Aceh. (Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Kepolisian Daerah (Polda) Aceh beserta jajaran terus menggenjot capaian vaksinasi harian menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Hal tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Winardy, S.H., S.I.K., M.Si. dalam keterangan tertulisnya saat mengupdate capaian harian vaksinasi, Rabu (22/12/2021).

Winardy menyampaikan, capaian vaksinasi per tanggal 21 Desember 2021 berjumlah 50.827 orang. Jumlah tersebut diklaim masih kurang dari target yang ditentukan, yaitu 86.200 orang. Namun, pihaknya teeus berupaya agar persentase capaian vaksinasi yang ditargetkan sampai batas akhir Desember 2021 adalah 70 persen.

Winardy juga mengingatkan, agar masyarakat segera melaksanakan vaksinasi di gerai-gerai terdekat. Apalagi menjelang perayaan Nataru, di mana penumpang angkutan umum baik darat dan laut wajib sudah vaksin dengan menunjukkan aplikasi Peduli Lindungi atau kartu vaksin.

Pemeriksaan tersebut, ujarnya, sebagai upaya untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid-19, terutama varian baru Omicron yang penyebarannya lebih cepat dari varian Delta.

Oleh karena itu, perlu upaya seluruh stakeholder untuk bersama-sama mengejar ketinggalan vaksinasi agar tembus 70 persen pada akhir Desember yang sisa 10 hari lagi.

“Pemenuhan target vaksinasi sebesar 70% hingga akhir Desember 2021 ini akan terjadi bila kita semua, seluruh stakeholder bergandengan tangan dan berkolaborasi untuk menggenjot pencapaian target tersebut,” tandasnya. []

Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Tinggi, Seniman Aceh: Perluas Peran Budaya

0
Seniman Aceh dan Pimpinan Theater MATA Banda Aceh, Zulfikar Kirbi. (Foto: Nukilan/JI)

Nukilan.id – Tren kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak semakin meningkat di Aceh, antaranya kekerasan seksual.

Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Aceh mencatat sejak Januari – Semtember 2021 telah terjadi 697 kasus kekerasan seksual terhadap perempuan. Sedangkan data kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur sesak Januari – Agustus 2021 mencapai 355 kasus.

Karena tingginya kasus tersebut, sehingga eksekutif dan legislatif menginisiasikan untuk melakukan revisi terhadap dua pasal dalam Qanun Aceh nomor 6 tahun 2014 tentang hukum jinayah yaitu pasal 47 dan 50, karena kedua pasal tersebut dinilai masih lemah.

Menanggapi hal itu, Pimpinan Theater MATA Banda Aceh, Zulfikar Kirbi menyarankan pemerintah Aceh untuk memperluas peran budaya dan kearifan lokal dalam upaya mencegah kekerasan di masyarakat.

“Perluas peran budaya dan kearifan lokal untuk menyelesaikan masalah ini,” kata Zulfikar Kirbi yang juga seniman Aceh itu.

Menurutnya, setiap budaya memiliki kearifan tersendiri dalam menyikapi suatu masalah, termasuk kearifan dalam menyelesaikan kasus kekerasan tersebut.

Selain itu, kata Zulfikar, dalam kearifan lokal Aceh juga memiliki nilai agama, maka disini peran ulama juga sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai moral yang bersumber dari ajaran agama itu sendiri.

“Jadi menurut saya peran budaya dan kearifan lokal sangat efektif untuk mencegah potensi kekerasan terhadap perempuan dan anak,” pungkasnya. [red]