Beranda blog Halaman 1786

Hadapi Manchester City, Ralf Rangnick: MU Pasti Menang

0
Ralf Rangnick. (Foto: theindependent)

Nukilan.id – Manajer Manchester United Ralf Rangnick tidak merasa inferior di hadapan Manchester City. Dia percaya diri Setan Merah mampu mengalahkan The Citizens.

Derby Manchester antara Manchester City vs Manchester United akan kembali digelar. Kali ini perang saudara itu bakal tersaji di Etihad Stadium, Minggu (6/3/2022) malam WIB.

Man City saat ini memimpin klasemen Premier League dengan koleksi 66 poin dari 27 pertandingan. Sementara MU saat ini berada di peringkat 4 dengan 47 poin dari jumlah pertandingan yang sama.

Ini akan menjadi pertemuan kedua sepanjang musim ini. Pada perjumpaan sebelumnya di Premier League, Manchester City keluar sebagai pemenang dengan skor 2-0 di Old Trafford.

Tantangan Terbesar

Setan Merah tidak terkalahkan dalam 11 pertandingan terakhir di waktu normal. Karena itu, Rangnick menganggap pertandingan melawan Manchester City sebagai tantangan terbesar buat timnya.

“Bagi kami, pertandingan ini mengkonfirmasi perkembangan tim dalam tiga bulan terakhir,” kata Rangnick di situs resmi klub.

“Kami tidak terkalahkan dalam 11 pertandingan terakhir [dalam waktu normal], kami tidak pernah kalah dalam satu pun pertandingan tandang sejak saya tiba, tetapi kami tahu ini akan menjadi tantangan terbesar sejauh ini.

“Kami belum pernah bermain melawan tim dengan kualitas seperti itu. Ini tentang mengonfirmasi perkembangan [kami] pada hari Minggu melawan salah satu tim terbaik di dunia.”

Yakin Bisa Menang

Melihat posisi di klasemen, Manchester City sangat difavoritkan untuk meraih kemenangan, Meski begitu, Rangnick sangat yakin timnya bisa meraih hasil yang bagus saat berkunjung ke markas The Citizens.

“Di atas kertas mereka tampaknya menjadi favorit. Namun, pertandingan tidak ditentukan di atas kertas. Hasil diputuskan di lapangan,” lanjut Rangnick.

“Saya yakin kami bisa memenangkan pertandingan, bahwa kami bisa menciptakan momen di mana kami menciptakan peluang sendiri, tetapi sangat penting bahwa kami tidak membiarkan mereka mendominasi permainan seperti yang mereka lakukan pada bulan November (ketika City menang 2-0).”

Tetap Kompak

Untuk mengalahkan Manchester City memang bukan perkara yang mudah. Namun, Rangnick mengingatkan anak asuhanya agar tetap kompak sepanjang pertandingan guna meraih hasil yang bagus.

“Kami harus kompak semaksimal mungkin. Kami harus bermain sebanyak mungkin sebagai tim,” tegas Rangnick.

“Ini akan menjadi tantangan bagi kami. Kami akan memiliki saat-saat dalam permainan di mana kami harus mengejar bola, tetapi ini tidak boleh terjadi sepanjang waktu.

“Semua tim yang berhasil melakukan itu, seperti Arsenal, seperti Southampton, juga terkadang seperti Tottenham, memiliki momen mereka [melawan City].

“Ini tentang berada di depan, menjadi berani dan menciptakan momen di mana kami dapat menempatkan mereka di bawah tekanan. Inilah yang akan menjadi inti permainan.” [Bolanet]

Data dan Fakta La Liga: Elche vs Barcelona 6 Maret 2022

0
Barcelona disingkirkan Athletic Bilbao dari ajang Copa del Rey 2021-2022. (Foto: Reuters)

Nukilan.id – Elche akan menjamu Barcelona pada pekan ke-27 La Liga 2021/22, Minggu 6 Maret 2022. Berikut beberapa data dan fakta yang melatarbelakangi pertandingan Liga Spanyol di Estadio Manuel Martinez Valero ini.

Pada pertemuan pertama di La Liga musim ini, pada pekan ke-18, Elche kalah 2-3 di kandang Barcelona. Tiga gol Barcelona dicetak oleh Ferran Jutgla, Gavi, dan Nico Gonzalez. Dua gol Elche dicetak oleh Tete Morente dan Pere Milla.

Dalam laga kandangnya melawan Barcelona di La Liga musim lalu, Elche kalah 0-2. Gol-gol Barcelona dicetak oleh Frenkie de Jong dan Riqui Puig.

Barcelona selalu menang dalam 7 pertemuan terakhir dengan Elche di semua kompetisi.

Barcelona selalu mencetak minimal 3 gol dalam 6 dari 7 pertemuan terakhir dengan Elche di semua kompetisi.

Barcelona selalu clean sheet (tak kebobolan) dalam 6 laga tandang terakhirnya melawan Elche di semua kompetisi.

Statistik Elche

  • Elche di La Liga 2021/22 sejauh ini: M7 S8 K11 (gol 28-37).
  • Rekor kandang Elche di La Liga 2021/22 sejauh ini: M5 S5 K2 (gol 15-12).
  • Gol terbanyak untuk Elche di La Liga 2021/22 sejauh ini: Lucas Boye, Pere Milla (7).
  • Assist terbanyak untuk Elche di La Liga 2021/22 sejauh ini: Johan Mojica (4).
  • Elche menang 4 kali dan kalah 2 kali dalam 8 laga terakhirnya di La Liga (M4 S2 K2).
  • Selalu tercipta minimal 3 gol dalam 4 dari 5 laga terakhir Elche di La Liga.
  • Elche selalu menang dalam 3 laga kandang terakhirnya di La Liga.
  • 5 Laga kandang terakhir Elche di La Liga (M-S-M-M-M): 3-1 vs Cadiz, 0-0 vs Granada, 1-0 vs Villarreal, 3-1 vs Alaves, 2-1 vs Rayo.

Statistik Barcelona

  • Barcelona di La Liga 2021/22 sejauh ini: M12 S9 K4 (gol 46-28).
  • Rekor tandang Barcelona di La Liga 2021/22 sejauh ini: M4 S7 K2 (gol 19-15).
  • Gol terbanyak untuk Barcelona di La Liga 2021/22 sejauh ini: Memphis Depay (9).
  • Assist terbanyak untuk Barcelona di La Liga 2021/22 sejauh ini: Jordi Alba (6).
  • Barcelona selalu menang dan selalu mencetak 4 gol dalam 3 laga terakhirnya di semua kompetisi.
  • Barcelona tak terkalahkan dalam 10 laga terakhirnya di La Liga (M6 S4 K0).
  • Selalu tercipta minimal 3 gol dalam 4 laga terakhir Barcelona di La Liga.
  • Barcelona tak terkalahkan dalam 9 laga tandang terakhirnya di La Liga (M4 S5 K0).
  • Barcelona cuma mencatatkan 2 clean sheet dalam 11 laga tandang terakhirnya di La Liga.
  • 5 Laga tandang terakhir Barcelona di La Liga (M-S-M-S-M): 1-0 vs Mallorca, 1-1 vs Granada, 1-0 vs Alaves, 2-2 vs Espanyol, 4-1 vs Valencia.

Sumber: Bola.net

Mengenal Rumoh Aceh, Arsitektur Rumah Adat Tahan Gempa yang Awet 200 Tahun

0
Rumoh Aceh @ Commons Wikimedia

Nukilan.id – Rumah Aceh atau lebih dikenal dengan nama rumoh Aceh merupakan rumah adat dari masyarakat Aceh. Rumah adat ini telah digunakan masyarakat sejak lama, dan diwariskan secara turun-temurun kepada generasi penerusnya.

Rumoh Aceh bukan sekadar tempat hunian, tetapi merupakan ekspresi keyakinan terhadap Tuhan dan adaptasi terhadap alam. Oleh karena itu, melalui rumoh Aceh, bisa diketahui budaya, pola hidup dan nilai-nilai yang diyakini oleh masyarakat Aceh.

Moehammad Hoesin dalam buku Adat Aceh menyebut ketika anak perempuan telah menginjak umur tujuh tahun, maka sang ayah mulai mengumpulkan bahan-bahan kayu, bahan atap berupa daun rumbia atau daun nipah dan bahan-bahan lainnya.

Rumah dan perkarangannya menjadi miliki anak-anak perempuan atau ibunya. Nantinya rumah dan perkarangan ini tidak boleh di hukum waris. Jika seorang suami meninggal dunia, maka rumah ini akan menjadi milik anak perempuan atau istri.

“Itu sebabnya istri di adat Aceh disebut peurumah (yang punya rumah),” tulisnya.

Menurut Hoesin, adat ini telah ada di Aceh semenjak Putroe Phang, istri Sultan Iskandar Muda membuat peraturan tersebut pada abad 17, untuk melindungi janda yang bila diceraikan oleh suaminya tetap bisa memiliki rumah.

Sementara itu untuk pembangunan rumoh Aceh dilakukan secara gotong royong yang disebut meurame, di bawah pimpinan seorang utoh (tukang kayu/kepala tukang). Jika rumah sudah berdiri, maka tugas dari utoh telah selesai.

Masyarakat Aceh juga mampu beradaptasi dengan lingkungan, hal yang terlihat dari rumoh Aceh yang memiliki bentuk panggung. Tiang penyangganya yang terbuat dari kayu pilihan, dindingnya dari papan, dan atapnya dari rumbia.

“Pemanfaatan alam juga dapat dilihat ketika mereka hendak menggabungkan bagian-bagian rumah, mereka tidak menggunakan paku tetapi menggunakan pasak atau tali pengikat dari rotan,” tulis Dr. Kamal A. Arif dalam artikel berjudul Keluhuran Seni Arsitektur Rumoh Aceh.

Pada zaman dahulu, dinding dan lantainya terbuat dari bambu, sehingga dapat diikat atau di jalin satu sama lain. rumoh Aceh juga dikenal sebagai the earthquake resistant house (rumah tahan gempa) dan mampu bertahan hingga 200 tahun.

Konsep Islami dalam arsitektur rumoh Aceh

Rumoh Aceh berbentuk rumah panggung. Besarnya rumoh Aceh tergantung pada banyaknya reuweung (ruang), ada yang tiga ruang, lima ruang, tujuh ruang, hingga sepuluh ruang.

Beranda muka disebut seurame keue, serambi belakang disebut seurame likot, bagian utama rumah ada pada bagian tengah yang dibuat lebih tinggi daripada lantai serambi. Bagian utama rumah ini disebut tungai.

“Pada bagian tungai ini terletak dua bilik (kamar) tidur, yaitu rumah inong dan anjong. Rumah inong adalah bilik peurumah (istri) sedangkan anjong adalah bilik untuk anak perempuan,” catat Kamal.

Kamal melihat hal ini merupakan bukti mulianya posisi peuramah dalam Adat Aceh. Karena keharmonisan rumah tangga adalah hal yang paling penting. Sehingga ditempatkan pada posisi yang paling utama, di tengah dan di lantai tertinggi.

Secara kasat mata, ornamen pada setiap rumoh Aceh mungkin akan terlihat sama. Tetapi jika ditelisik, ornamen pada satu rumoh Aceh akan tampak berbeda dengan yang lain. Perbedaan ini konon menjelaskan daerah rumoh Aceh itu berasal.

Sementara, pada bagian pancang untuk menyanggah bangunan rumah, biasanya terdiri dari 16-24 batang kayu. Bagian bawah rumah yang disebut dengan yup meh ini biasanya dipergunakan untuk memelihara ternak.

Selain itu, bagian ini juga difungsikan oleh para ibu sebagai tempat untuk membuat songket. Pada masa lalu, penyangga pada rumoh Aceh bisa berfungsi agar binatang buas tidak dapat masuk ke rumah.

Setelah Islam datang, nilai-nilai ini langsung melekat kepada masyarakat Aceh sehingga memberi pengaruh cukup besar pada bentuk serta tata letak rumoh Aceh. Salah satunya, rumoh Aceh ini dibangun menghadap ke timur, dan sisi belakangnya menghadap ke barat.

Hal ini dikarenakan agar rumah selalu menghadap ke arah kiblat (mekkah), hal ini mencerminkan upaya masyarakat Aceh untuk membangun garis imajiner dengan kakbah yang berada di Mekkah, juga sebagai simbol orang yang menetap di rumah selalu menjalankan perintah agama.

Itu sebabnya pada tangga dan pintu utama masuk ke rumoh tidak diletakkan di barat, tetapi selalu berada di sebelah timur atau tengah. Hal ini dimaksudkan agar tidak mengganggu orang yang sedang salat menghadap kiblat.

Kuatnya pengaruh orientasi dan ritual agama Islam yang melekat bagi masyarakat menyebabkan dalam proses pembangunan rumah tradisional Aceh juga membutuhkan kehadiran seorang teungku atau tokoh agama.

Arsitektur rumoh Aceh yang meredup

Pada masa kolonial, penduduk Aceh mulai membangun rumah dengan cara yang sama dengan orang Belanda. Bentuk rumah dan bahannya berubah dan dibangun dengan cara baru yang kerap disebut rumah Belanda.

Menurut Kamal bila meninjau perkembangan arsitektur selama beberapa abad yang lalu, maka dalam membangun rumah bisa dilihat perubahan yang mendasar. Perubahan penting ini ialah pergeseran dari kerajinan tangan menjadi mekanisasi atau industri.

“Kalau dahulu arsitek menjadi pencipta tunggal dari ciptaannya, sesuai dengan asal katanya arki (utama) dan tekton (tukang), sekarang dia menjadi kordinator kreasi arsitektur. Apa yang dahulu merupakan kerajinan tangan murni sekarang bergeser menjadi hasil susunan komponen industri,” tulisnya.

Aristektur rumoh Aceh tradisional merupakan karya para utoh yang menurunkan keterampilan kerajinan tangannya dari generasi yang lebih awal ke generasi berikutnya. Rumah yang dibagun secara meruang membutuhkan kerja sama.

Melihat hal ini, jelas Kamal memperlihatkan bahwa masyarakat Aceh dalam membangun rumah melakukannya dengan penuh seni. kemampuan mereka membangun rumah ditonjolkan dengan suatu kerja sama yang terorganisir.

Tetapi pergeseran ini, membuat budaya tektonika rumoh Aceh telah meredup, bahkan bisa dikatakan hilang. Apalagi dengan perkembangan zaman, membuat orang memilih membangun rumah secara efisien.

Makin mahalnya biaya pembuatan dan perawatan rumoh Aceh, maka lambat laun semakin sedikit orang Aceh yang membangun rumah tradisional ini. Akibatnya jumlah rumoh Aceh semakin hari semakin sedikit.

Padahal dengan perkembangan sustainable architecture menjadi sangat penting untuk mengembalikan pembangunan rumah tradisonal, salah satunya menghidupkan kembali arsitektur kayu atau bambu.

Warisan budaya tektonika rumoh Aceh telah mewariskan arsitektur berkesinambungan, yang secara periodik bisa menggantikan kayu yang telah lapuk dengan yang baru. Bahkan rumoh Aceh juga sangat fleksibel yang bisa dilepas-lepas dan dipindahkan lokasinya.

Secara keseluruhan rumoh Aceh memiliki tingkat budaya dan seni yang tinggi. Karena model bangunan ini bisa diterima oleh masyarakat Aceh dari zaman dahulu, dan dapat bertahan hingga saat ini. [GNFI]

Disperindag Aceh Sebut Harga Bahan Pokok Bakal Naik Jelang Ramadhan

0
Kepala Disperindag Aceh, Ir. Mohd. Tanwier, MM (Foto: Nukilan/Irfan)

Nukilan.id – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh, Ir. Mohd. Tanwier, MM menyebutkan harga bahan pokok kemungkinan besar bakal naik menjelang bulan Ramadhan.

“Faktor penyebab kenaikan harga bahan pokok ini dikarenakan melonjaknya harga minyak dan pupuk secara nasional,” kata Tanwier dalam keterangannya kepada Nukilan, Sabtu (5/3/2022).

Menanggapi hal itu, Disperindag akan segera mengadakan rapat dengan Menteri Perdangangan (Mendag RI), Muhammad Lutfi terkait kenaikan harga bahan pokok secara nasional tersebut.

“Nantinya kita akan mendengar kebijakan yang akan diberikan oleh Menteri, selanjutnya akan kita tindaklanjuti kebijakan tersebut,” ujar Tanwier.

Karena, kata dia, saat ini Indonesia mengalami krisis bahan pokok baik itu gula, minyak, gas dan bahan pokok lainnya. Sebab itu Menteri mengundang Disperindag Aceh untuk membahas persoalan krisis bahan pokok tersebut.

“Untuk saat ini kebijakan belum ada dari pemerintah pusat, jadi kita belum bisa melakukan apa-apa,” ujar Tanwier.

Sementara untuk mengatasi pesoalan tersebut, kata dia, pada bulan Maret ini Disperindag Aceh akan mengadakan pasar murah untuk masyarakat.

Reporter: Hadiansyah

7 Maret 2022, Demokrat Aceh Gelar Muscab Gelombang II

0
konferensi pers Pra Muscab di kantor DPD Demokrat Aceh. (Foto: Nukilan/Reji)

Nukilan.id – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Aceh akan gelar Musyawarah Cabang (Muscab) Gelombang II pada Senin, 7 Maret 2022 di Banda Aceh.

Hal itu disampaikan Panitia Pelaksana, Aidil Mashendra dalam keteranganya kepada Nukilan dalam konferensi pers Pra Muscab di kantor DPD Demokrat Aceh, Sabtu (5/3/2022).

Ia menyebutkan, pada Muscab Gelombang II ini akan diikuti 10 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten/Kota, yakni Kabupaten Aceh Tamiang, Bireuen, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Jaya, Nagan Raya, Simeulue dan Kota Subulussalam.

“Kalau Muscab gelombang pertama kemarin itu diikuti 13 Kabupaten/Kota dan semuanya itu dinyatakan terpilih secara aklamasi, karena calon Ketua yang mendaftar masing-masing hanya satu,” sebut Aidil, yang juga menjabat Kepala BPOKK DPD Demokrat Aceh.

Namun, lanjutnya, pada Muscab Gelombang II ini ada 2 Kabupaten yang akan berkompetisi, yaitu Kabupaten Aceh Tamiang dan Aceh Tenggara, karena ada 2 bakal calon Ketua yang mendaftar di masing-masing Kabupaten tersebut.

“Kemudian, sampai hari ini sudah ada 12 bakal calon Ketua yang mendaftar dan menyerahkan berkasnya ke kantor DPD Demokrat Aceh,” ujar Aidil.

Selain itu, Aidil menjelaskan, syaratnya setiap calon Ketua DPC harus mengantongi 20 persen pendukung untuk diusulkan terlebih dahulu ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat.

“Jadi, bagi calon ketua harus memenuhi syarat 20 persen tersebut, dan nantinya akan dipilih oleh tim 5, yaitu 3 dari DPP dan 2 dari DPD Partai Demokrat Aceh,” jelasnya.

Terakhir, Aidil menegaskan, dalam pelaksanaan Muscab baik itu gelombang pertama maupun gelombang kedua ini dilakukan secara demokratis dan terbuka sesuai dengan Peraturan Organisasi serta Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Demokrat.

Berikut nama-nama 12 bakal calon Ketua DPC Demokrat Kabupaten/Kota yang sudah mendaftar ke DPD Demokrat Aceh:

  1. Tarmina (Aceh Tengah)
  2. Zulfikar (Bireun)
  3. Salmaza (Subulussalam)
  4. Supian (Aceh Tenggara)
  5. Arif Prinanta (Aceh Tenggara)
  6. Hasdian Yasin (Simeulu)
  7. Saiful Sopian (Aceh Tamiang)
  8. Nora Idah Nita (Aceh Tamiang)
  9. Sapri Gumara (Bener Meriah)
  10. Muhammad Jamin (Aceh Jaya)
  11. M. Jamin Idham (Nagan Raya)
  12. Rajuddin (Gayo Lues)

Reporter: Reji

Gempa 5,9 Magnitudo Guncang Calang Aceh Jaya, Tidak Berpotensi Tsunami

0
(Foto: inatews.bmkg.go.id)

Nukilan.id – Gempa bumi 5,9 magnitudo mengguncang Kota Calang, Kabupaten Aceh Jaya pada Sabtu (5/3/2022) malam.

Berdasarkan keterangan resmi dari laman Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melalui website inatews.bmkg.go.id, bahwa gempa tersebut terjadi tepat pukul 19:02:39 WIB.

Lebih lanjut, BMKG menjelaskan pusat gempa berada di lokasi 4.56 LU, 94.84 BT, tepatnya berada di 82 km Barat Daya Calang, Aceh Jaya.

BMKG juga menyatakan, gempa yang terjadi di kedalaman 17 kilometer tersebut tidak berpotensi tsunami.

Meskipun demikian, BMKG mengimbau kepada masyarakat, agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi.

“Hati-hati terhadap gempabumi susulan yang mungkin terjadi,” demikian peringatan yang dikeluarkan BMKG dalam situs resminya.

Peta goncangan gempa. (Foto: inatews.bmkg.go.id)

Reporter: Reji

Aktivis Mahasiswa Serukan Boikot Partai Politik yang Sepakat Pemilu 2024 Ditunda

0
Koordinator Nasional (Kornas) KAMI, Husnul Jamil . (Foto: Ist)

Nukilan.id – Koalisi Aktivis Mahasiswa Indonesia (KAMI) menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Dewan Pewakilan Rakyat (DPR) dan Majelis Permusyawaran Rakyat (MPR) Republik Indonesia pada Jumat (4/4/2022). Aksi tersebut sikap KAMI sangat jelas menolak dengan tegas wacana perpanjangan masa jabatan Presiden serta memboikot partai politik yang mendukungnya.

KAMI menilai wacana perpanjangan masa jabatan Presiden oleh beberapa elit partai politik telah mencederai demokrasi dan mencekik nafas reformasi. UUD 1945 pasal 22 E ayat 1 sangat jelas tertulis bahwa pemilihan umum dilaksanakan secara langsung, umum, rahasia, jujur, dan adil setiap lima tahun sekali.

“Sekiranya partai politik tersebut tidak siap mengikuti kontestasi pada pemilu 2024 mending mundur saja dan jangan ikut kontestasi, bila perlu bubarkan saja partai politik yang tidak pro terhadap demokrasi,” tegas Koordinator Nasional (Kornas) KAMI, Husnul Jamil.

Lanjutnya, tidak ada alasan bagi KAMI bahwa pemilu harus di tunda. Beberapa daerah juga melaksanakan pilkada tahun 2020 di tengah pandemi, bahkan dalam skala international seperti amerika serikat melaksanakan pilpres pada tahun 2020 di tengah pandemi melanda.

“Kalau dalih pemulihan ekonomi, pemerintahan ini harus segera diganti secara konstitusi, bukan malah diperpanjang,” ujar Husnul.

Kata dia, KAMI dari awal mendukung pemerintah untuk fokus penanganan Covid-19, jadi jangan buat gerakan tambahan seperti perpanjangan masa jabatan Presiden dan perpindahan ibu kota negara.

“Saya tegaskan, negara hari ini harus fokus pada penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional di tengah terjadinya krisis di negara kita ini,” tutup Husnul Jamil. []

FPA Ajak Masyarakat Dukung Polda Aceh Tuntaskan Kasus Beasiswa

0
Ketua Umum Forum Pemuda Aceh (FPA), Syarbaini. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Ketua Umum Forum Pemuda Aceh (FPA), Syarbaini mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung dan menghargai keputusan Kepolisian Daerah (Polda) Aceh yang telah menetapkan tujuh tersangka dalam kasus korupsi beasiswa  pemerintah Aceh tahun 2017. Hal itu dilakukan dari hasil gelar perkara di Markas Polda Aceh.

“Semua pihak mohon bersabar, jangan membuat kegaduhan dan opini-opini yang tidak penting. Kita harus menghargai Polda Aceh terkait proses-proses hukum yang sedang berlanjut. Jangan mengganggu stabilitas dan keamanan dalam proses pengungkapan kasus tersebut hingga akhir,” ujar Syarbaini dalam keteranganya kepada Nukilan, Sabtu (5/3/2022).

FPA melihat ada sebagian pihak yang tidak puas dan protes atas penetapan 7 tersangka kasus beasiswa oleh Polda Aceh. Menurutnya, ini sangat aneh, seolah-olah merekalah yang benar lalu berkoar-koar, seharusnya mereka medukung dulu langkah Polda Aceh dalam mengungkapkan kasus tersebut.

Karena itu, Syarbaini berharap kepada masyarakat untuk ikut mendukung usaha yang sedang dilakukan Polda Aceh, yang dalam hal ini telah menetapkan tujuh tersangka dugaan tindak pidana korupsi dalam kasus beasiswa itu.

“Ketujuh tersangka yang telah ditetapkan oleh Polda Aceh merupakan hasil dari proses hukum yang berjalan. Sebabnya kita harus menghargai hal ini dan jangan membuat kegaduhan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Syarbaini mengatakan, upaya untuk mengganggu proses hukum yang sah adalah perbuatan yang tidak bisa ditolerir. Harusnya semua pihak bisa bersikap tenang dan jangan gegabah.

“Jangan ganggu proses hukum saat ini dan siapapun yang mengganggu proses berjalannya hukum tidak bisa ditolerir dan harus kita lawan. Sudah sepatutnya kita tenang dan jangan gegabah dalam mengeluarkan statement, padahal tidak tahu kontruksi dan fakta hukum yang sebenarnya,” terang Syarbaini.

Ia menilai ada faktor kesengajaan dan pastinya ada oknum- oknum tertentu yang bermain menghembus isu terkait kasus ini secara terus menerus seperti membangun sentimentil pribadi, sehingga kasus seperti ini selalu muncul ke publik. Meski sudah ditetapkan tersangka, tetapi masih juga mereka belum puas, dan terus bersuara.

“Padahal masih banyak kasus lain yang belum tuntas, seperti kasus westafle di Disdik Aceh, kapal Aceh hebat, dan proyek multiyears, dan menurut saya kasus ini jauh lebih besar anggarannya, tapi mereka tak berkoar,” tutup Syarbaini. []

YKIM Apresiasi Polda Aceh Atas Penetapan 7 Tersangka Dugaan Korupsi Beasiswa

0
Ketua Yayasan Kerja Indonesia Maju (YKIM) Aceh, Muchti Chairul. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Dalam beberapa waktu lalu Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Aceh menetapkan tujuh tersangka dugaan tindak pidana korupsi Beasiswa Pemerintah Aceh Tahun Anggaran 2017 dengan nilai Rp22,3 miliar.

“Dari hasil gelar perkara, tujuh orang tersebut dinilai memenuhi unsur untuk dijadikan tersangka atas kasus dugaan tindak pidana korupsi dana pendidikan atau Beasiswa Tahun Anggaran 2017,” kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy saat konferensi pers di Banda Aceh, Rabu (2/3/2022).

Sebutnya, tujuh tersangka tersebut yakni berinisial SYR selaku Pengguna Anggaran (PA), FZ dan RSL selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), FY selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), serta SM, RDJ, dan RK selaku koordinator lapangan beasiswa.

Menanggapi hal itu, Ketua Yayasan Kerja Indonesia Maju (YKIM) Aceh, Muchti Chairul mengapresiasi Polda Aceh beserta jajarannya karena kasus yang sudah lama itu akhirnya ada titik temunya dan hal itu tidak terlepas dari kerja keras pihak kepolisian dan tentunya dibawah Kepemimpinan Kapolda, Irjen Pol Ahmad Haydar sehingga apa yang sudah dinanti begitu lama hari ini sudah menuai hasilnya meski belum sepenuhnya.

“Karenanya, kita mengajak masyarakat untuk bersabar biarlah pihak kepolisian terus bekerja, kita serahkan semuanya kepada pihak berwajib. Dan masyarakat Aceh harus memberi dukungan penuh sehingga kasus ini bisa tuntas sampai ke akar-akarnya,” ujar Muchti.

Terakhir, Muchti meminta kepada semua pihak untuk menahan diri sehingga proses hukum yang sedang berjalan tidak terhabat.

“Kita juga meminta kepada pihak-pihak yang belum puas terhadap penetapan 7 tersangka ini untuk tenang dan cermat mengikuti proses hukum ini dan kita menunggu hasil berikutnya,” pungkas Muchti. []

Aksi Heroik Tim Damai Cartenz Berhasil Evakuasi Karyawan PTT Di Distrik Beoga

0
Tim Damai Cartenz evakuasi karyawan PTT Di Distrik Beoga

Nukilan.id – Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri Kombes Gatot Repli Handoko mengungkapkan bahwa tim Operasi Damai Cartenz 2022 mengevakuasi pekerja PTT (Palapa Timur Telematika) dan berhasil menyelamatkan satu korban selamat dari penembakan Kelompok Kriminal Besenjata (KKB).

Menurut Gatot, dalam proses evakuasi tersebut Personil Ops Damai Cartes berhasil mengevakuasi satu orang korban penembakan dari PTT (Palapa Timur Telematika).

“Kurang dari 2 jam, korban selamat atas nama Nelson Sarira berhasil dievakuasi oleh personel gabungan OPS Damai Cartenz,” kata Gatot kepada wartawan, Jakarta, Sabtu (5/4/2022).

Berbekal dari informasi dan data yang dimiliki tim evakuasi langsung menuju sasaran keberadaan dari korban yang selamat. Sinergitas personel TNI-Polri diterjukan dan berhasil untuk melakukan evakuasi korban.

Sinergitas TNI-Polri itupun kini berhasil menyelamatkan satu orang korban tersebut. Aksi heroik penyelamatan tersebut menerjang kondisi geografis yang sulit dan cuaca ekstrem yang dapat berubah-ubah setiap saat.

Hingga saat ini korban selamat masih dalam proses pemulihan guna dimintai keterangan terkait dengan keberadaan rekan rekan dari karyawan PTT lainya guna dilakukan evakuasi lanjutan.

“Korban selamat telah berhasil dievakuasi, selanjutnya diarahkan ke Mapolres Mimika guna mendapat perawatan medis lebih lanjut,” tutur Gatot.

Setelah mendapatkan penyelamatan dari TNI-Polri, korban yang berhasil diselamatkan itupun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada tim Damai Cartenz yang telah mengevakuasinya. []