Beranda blog Halaman 1699

Dalam Keberagaman, Ratusan Pemuda Aceh Bersatu Ucapkan Ikrar Kebangsaan

0

Nukilan.id – Sebanyak 400 orang pemuda dan pemudi Aceh peserta Silaturahmi Kebangsaan yang diselenggarakan oleh Kodam IM mengucapkan Ikrar Kebangsaan pada acara api unggun yang juga disaksikan oleh Pangdam IM Mayjen TNI Mohamad Hasan, beserta para pejabat utama Kodam IM, bertempat di lapangan tembak Rindam IM, Japakeh, Minggu dini hari (22/05/22).

Pengucapan Ikrar Kebangsaan menjadi acara puncak kegiatan Silaturahmi Kebangsaan yang dibuka pada hari Jumat 20 Mei 2022, dimana para peserta yang terdiri dari berbagai organisasi, lintas agama dan lintas profesi telah melaksanakan berbagai kegiatan bersama baik pembekalan dalam bentuk ceramah dari para tokoh maupun kegiatan praktek berupa ice breaking, kegiatan out bond dengan melewati berbagai tantangan dan kegiatan lain yang mengedepankan persatuan dan kerja sama di antara para peserta.

Kegiatan ini dilaksanakan setelah acara pentas seni dan budaya dimana para peserta Silaturahmi Kebangsaan diberikan kesempatan untuk menampilkan penampilan terbaiknya. Beberapa pertunjukan seni dan budaya yang mencerminkan keberagaman nusantara ditampilkan peserta antara lain gerakan isyarat tangan, atraksi barongsai, penampilan Tari Yospam dari Papua, Tari Rateb Meuseukat dari Aceh, pembacaan puisi, standup comedy, serta pertunjukan musik dan lagu. Pangdam IM beserta pejabat utama Kodam IM pun ikut berbaur dengan peserta dalam semaraknya acara.

Setelah pentas seni dan budaya para peserta lanjut bergerak menuju lapangan tembak Rindam IM. Tiba di lokasi, para peserta berbaris dengan rapi mengelilingi api unggun dan mengawali acara dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya lalu dilanjutkan dengan kegiatan renungan melalui pembacaan puisi maupun lagu-lagu. Selanjutnya para peserta dengan penuh khidmat mengucapkan Ikrar Kebangsaan untuk selalu menjunjung tinggi Pancasila dan UUD 45, menjaga persatuan dan kesatuan NKRI serta akan selalu menjunjung tinggi kepentingan bangsa diatas kepentingan pribadi dan golongan.

Pada acara api unggun tersebut, Pangdam IM menyampaikan ucapan selamat, rasa bangga dan rasa hormat kepada seluruh peserta yang telah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Silaturahmi Kebangsaan, diiringi harapan bahwa apa yang telah dilakukan selama beberapa hari ini akan menjadi sebuah bekal dan pengalaman untuk menambah wawasan, kecintaan kepada tanah air serta rasa persatuan dan kesatuan untuk membulatkan tekad bersama menuju Aceh yang damai dan sejahtera.

“Perbedaan dan keberagaman sudah menjadi hal yang tidak perlu dipersoalkan lagi di tanah air kita. Para peserta yang mengikuti Silaturahmi Kebangsaan diharapkan dapat menjadi agen perubahan dalam menyebarkan semangat bersama untuk Aceh yang lebih baik ke depan, yaitu terciptanya kondisi kedamaian dan kesejahteraan yang lebih tinggi,” tutup Pangdam IM.

Turut hadir dalam acara puncak Silaturahmi Kebangsaan ini antara lain Irdam IM, Danrindam IM, para Asisten Kasdam IM dan para Kabalakdam IM beserta para Pelatih dari Rindam IM yang telah membina dan melatih para peserta selama kegiatan Silaturahmi Kebangsaan yang rencana akan ditutup pada hari Minggu pagi tanggal 22 Mei 2022. []

Besok, PMI Banda Aceh Bersama Relawan Gelar Donor Darah di Blang Padang

0

Nukilan.id – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banda Aceh bersama relawan menggelar aksi donor darah di Lapangan Blang Padang, Kota Banda Aceh pada Minggu (22/5/2022) pukul 09.00-12.00 WIB.

Kegiatan ini diinisiasikan oleh seluruh relawan Tenaga Sukarela (TSR) bekerja sama dengan Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Banda Aceh dengan tema “Setetes Darah Kita Berarti Bagi Mereka”.

Zulfahmi, salah satu Relawan PMI Kota Banda Aceh mengajak kepada seluruh warga Kota Banda Aceh dan sekitarnya untuk bersama-sama ikut mendonorkan darah.

“Mari kita bantu sesama, setetes darah kita menyelamatkan nyawa mereka. Ayo kita ramaikan aksi kemanusiaan ini,” ungkap mantan Komandan Korps Sukarela (KSR) Unit Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry itu.

Menurutnya, dengan berdonor darah tubuh kita akan sehat
donor darah merupakan wujud nyata kepedulian sosial terhadap sesama, dan membantu mereka yang membutuhkan.

Selain memberi harapan hidup untuk orang lain yang membutuhkan, kata Fahmi, donor darah juga memberikan dampak positif bagi kesehatan tubuh kita sendiri.

“Untuk itu, mari kita bersama-sama meluangkan waktu untuk ikut donor darah di Blang Padang yang diselenggarakan UDD PMI Kota Banda Aceh besok pagi. Kita Sehat, Mereka Selamat,” pungkasnya.

Reporter: Reji

Soal 4 Pulau di Singkil Beralih Jadi Sumut, Aktivis Aceh: Kecolongan atau Kebodohan

0

Nukilan.id – Aktivis Aceh Farid Ismullah menentang Pulau yang berpindah tangan sesuai dengan Keputusan Menteri dalam Negeri (Kemendagri) Nomor 050-145 tahun 2022 tentang pemberian dan pemuktahiran kode, data wilayah dan administrasi pemerintahan dan pulau tahun 2021 tanggal 14 Februari 2022. Diperoleh melalui JDIH kemendagri yang di unggah pada tanggal 03 April 2022.

Namun saat ini telah ditetapkan sebagai wilayah Sumatera Utara (Sumut) padahal bukti fisik surat kepulauan tersebut jelas di keluarkan oleh provinsi Aceh pada tahun 1965, pada tahun 2012 kembali di buat prasasti sebagai tanda oleh Bina Marga dan Cipta Karya Propinsi Aceh dengan judul Tugu Wilayah Aceh Pulau Panjang Kecamatan Singkil Utara Kabupaten Aceh Singkil Propinsi Aceh.

Ia mempertanyakan, apa sebab, dan Kok Bisa Berpindah? Sedangakan dasar keputusan permendagri salah 1 nya, setiap provinsi ada / memiliki Perda / Qanun, nah di dalam Qanun tersebut telah di atur kepulauan / pesisir. Yang ditakutkan Aceh Singkil tidak memasukan ke dalam Qanun tersebut malah kabupaten tetangga yang sudah menetapkannya dalam Peraturan Daerah.

Pedoman Kemendagri adalah Peraturan Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah Nomor 8 Tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah KabupatenTapanuli Tengah Tahun 2013 – 2033.

Kawasan perlindungan pesisir dan pulau-pulau kecil adalah kawasan gugusan pulau terdiri atas 31 pulau yang berada di Kabupaten Tapanuli Tengah meliputi :

1. Pulau Bakar,
2. Pulau Bangke,
3. Pulau Batuhitam,
4. Pulau Batulayar,
5. Pulau Batumandi,
6. Pulau Dundun,
7. Pulau Jambe,
8. Pulau Janggi,
9. Pulau Kalimantung Nagodang,
10. Pulau Kalimatung Namenek,
11. Pulau Karang Jambe,
12. Pulau Karang,
13. Pulau Lipan,
14. Pulau Lipatkain,
15. Pulau Mangkir Gadang,
16. Pulau Mangkir Ketek,
17. Pulau Mursala,
18. Pulau Pane,
19. Pulau Panjang,
20. Pulau Porlak,
21. Pulau Pune,
22. Pulau Puti,
21. Pulau Pune,
22. Pulau Puti,
23. Pulau Silabulabu Godang,
24. Pulau Silabulabu Namenek,
25. Pulau Sitaban Barat,
26. Pulau Situngkus,
27. Pulau Sorkam,
28. Pulau Talam,
29. Pulau Tarida Menek,
30. Pulau Tarida, dan
31. Pulau Ungge.

Kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil di wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah akan diatur dalam Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) Kabupaten.

Dari data dan fakta ini siapa yang salah?Apakah sudah masuk dalam Qanun / Perbup Aceh Singkil kemudian Qanun Aceh No. 1 Tahun 2020 tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Aceh Tahun 2020-2040.

Oleh karena itu, ia minta sikap tegas dari pemerintah Aceh dan DPRA terhadap keputusan mendagri tersebut, tuturnya.[]

BPKP Aceh Nilai Vonis Hakim Kasus Korupsi Tsunami Cup Sudah Tepat

0
Kepala Badan pengawas keuangan dan pembangunan (BPKP) Indra Khaira Jaya

Nukilan.id – Terkait vonis Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banda Aceh dalam pelaksanaan turnamen sepak bola internasional Tsunami Cup atau Aceh World Solidarity Cup (AWSC) tahun 2017, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Aceh menilai itu semua dilakukan secara profesional.

“Itu membuktikan kerja auditor kami mulai dari awal menerima kasus tersebut untuk di audit, pelaksanaan audit sampai dengan pemberian keterangan ahli ke penyidik dan di persidangan dilakukan secara profesional, menggunakan prinsip kehati-hatian dan terlepas dari conflik of interest,” kata Kepala BPKP Aceh Indra Khaira Jaya kepada Nukilan.id Sabtu, (21/5/2022).

Ia memohon kepada masyarakat agar mendukung kinerja BPKP Aceh dalam ikut serta membantu penegakan hukum yang berkeadilan di Aceh.

Dan meminta, kepada para pemegang amanah dalam mengelola keuangan negara dan daerah agar dilakukan dengan berintegritas, sesuai dengan ketentuan dan dapat dipertanggungjawabkan setiap rupiah yang terima dan dibelanjakan.

Itu semua, agar tidak tersangkut masalah hukum yang merugikan diri sendiri, keluarga dan masyarakat aceh yang kehidupan sosialnya bersyariat Islam,” ucap Indra.

Oleh karena itu, jika ada ketidaktahuan dan tekanan yang berdampak kepada kerugian keuangan negara sebelum dieksekusi bisa berkonsultasi dengan aparat hukum dan aparat pengawas internal pemerintah yang ada di provinsi dan kabupaten-kota di aceh,” tuturnya.[Irfan]

Ketua PMI Aceh Bantah Pembekuan Kepengurusan PMI Kota Banda Aceh

0
Gedung Markas dan Unit Donor Darah PMI Kota Banda Aceh. (Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Ketua PMI Provinsi Aceh, Murdani Yusuf membantah terkait adanya isu tentang pembekuan Pengurus PMI Kota Banda Aceh, isu tersebut tidak benar.

“Tidak benar itu, sampai saat ini kita belum ada keputusan,” kata Murdani saat dihubungi DIALEKSIS.COM di Banda Aceh, Sabtu (21/5/2022).

Murdani menjelaskan, pungurus PMI Kota Banda Aceh sudah dipanggil untuk dimintai klarifikasi,

terkait penjualan darah ke Tanggerang.

“Kita belum mengambil kesimpulan, namun saat ini sedang konsultasi dengan PMI Pusat,” pungkasnya.

“Nanti jika sudah ada kesimpulannya akan kita umumkan,” sebutnya.

Menyangkut hal tersebut, Dialeksis juga mengkonfirmasi Walikota Banda Aceh Aminullah Usman,” Terkait pembekuan pengurus PMI Kota Banda Aceh.

“saya tidak tahu” keputusannya di PMI Provinsi. Sebut Aminullah Usman

Sebelumnya bereder kabar, Walikota Banda Aceh menandatangani surat pembekuan PMI Kota Banda Aceh.

Pencaplokan 4 Pulau di Aceh Singkil, Irpannusir: Mendagri Keliru

0
Anggota DPRA Dapil 9 Irpannusir

Nukilan.id – Terkait keputusan Mentri Dalam Negeri yang telah mengelurkan surat keputusan (SK) bahwa 4 pulau di wilayah Aceh Singkil diantaranya pulau Mangkir Besar, pulau Mangkir kecil, pulau Lipan dan pulau panjang yang masuk ke Provinsi Sumatra Utara (Sumut).

“Itu adalah keputusan yang tidak bedasar kami pernah berkunjung ke pulau Panjang salah satu pulau yang ada dalam SK itu, disitu jelas masih ada batas-batas yang menunjukan kepulauan tersebut masuk ke wilayah teritorial Aceh, masih ada prasastinya, tugu-tugunya yang menunjukan bahwa itu adalah batas wilayah Aceh dan hal itu juga ada di tiga pulau yang lain ada peninggalannya.” kata Anggota DPRA, Irpannusir kepada Nukilan.id Sabtu (21/05/2022).

Jadi sangat keliru dan tidak mendasar Kementerian Dalam Negri mengeluarkan SK itu lari ke Tapanuli tengah Provinsi Sumatra Utara.

“Terhadap keputusan itu kita harapkan kemendagri segera mencabut kembali agar tidak timbul konflik sesama teritorial antara Aceh dan Sumut” ucap Irpannusir yang Juga sebagai Wakil Rakyat di dapil 9.

Menurutnya, walaupun kita sama-sama bernaung di bawah negara kesatuan Republik Indonesia, tapi tetap saja teritorial tetap ada aturannya.

Kami selaku anggota DPRA, terutama di dapil 9 mempunyai kewajiban memperjuangkan agar Kemendagri segera mencabut kembali SK tersebut, apapun caranya akan kita tempuh,” sebutnya.

Bahkan dulu, kata — dia Irpannusir, di pulau panjang itu penah di tinggali oleh masyarakat Aceh Singkil, dan sekarang di sana terdapat banyak pohon kelapa yang itu adalah salah satu mata pencaharian masyarakat pulau banyak.

Dan perlu di ketahui 4 pulau tersebut masuk ke wilayah Aceh sejak pertama Aceh ada, dan saya kira Kemendagri mendapat informasi yang keliru dari pemerintah Daerah (Pemda) Tapanuli tengah Provinsi Sumatra Utara. Jelasnya

“Kalau tidak percaya kita siap meminta kemendagri termasuk juga Pemda Sumatra Utara, ayo sama-sama kita ke pulau itu kita liat radiusnya masuk ke mana,” pintanya.

Oleh karena itu, untuk kedepan ini, anggota DPRA dapil 9 dan Komisi I DPRA akan mengadakan rapat untuk mencari solusi strategis agar Kemendagri mengevaluasi dan mencabut SK tersebut, dan kita juga akan melakukan asesment lapangan sehingga kedepan tidak terjadi lagi hal sedimikian rupa,” Tuturnya.

Reporter: Hadiansyah

Pentas Seni Meriahkan Perpisahan Anak Didik TK Save The Kids Banda Aceh

0
Pertunjukan/pentas seni TK Save The Kids Banda Aceh. (Foto: Reji)

Nukilan.id – TK Save The Kids Banda Aceh melaksanakan acara pertunjukan/pentas seni dan perpisahan dengan anak didik tahun ajaran 2021/2022 di Aula Asrama Haji Banda Aceh, Sabtu (21/5/2022).

Ada 48 anak didik yang mengikuti acara perpisahan ini dan akan melanjutkan ke tingkat Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI).

Keseruan acara makin meriah dengan penampilan pertunjukan seni dari para anak didik TK Save The Kids.

Pantauan Nukilan dilokasi, para anak didik TK The Save Kids tampak menunjukkan kreativitas dan kemahirannya di hadapan orang tua. Terlihat sejumlah anak tampil memukau dengan menampilkan tarian daerah dan persembahan seni lainnya.

Dalam sambutannya, Kepala Sekolah (Kepsek) TK Save The Kids, Elvinar, M.Pd menyampaikan terima kasih kepada para wali murid yang selama ini telah mempercayai TK Save The Kids dalam mendidik dan membina putra-putrinya.

“Terima kasih kepada orangtua yang telah mempercayakan putra-putrinya untuk dididik dan dibina oleh TK Save The Kids menjadi anak yang cerdas,” ucap Elvinar saat membuka acara tersebut.

Dalam pidato singkatnya, Elvinar berharap, kepada anak didik TK Save The Kids yang sudah lulus dapat dilancarkan masuk diberbagai Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang diminatinya.

“Semoga para orangtua bisa menyekolahkan putra-putrinya ke jenjang berikutnya ke sekolah yang menjadi favorit atau yang diinginkan agar bisa menuntut ilmu lebih baik dan sukses di kemudian hari,” harap Kepsek TK Save The Kids Banda Aceh itu.

Dalam kesempatan sama, Kepala Yayasan TK Save The Kids, Aswandi Hasbi Abbas menjelaskan bahwa, Taman Kanak-Kanak ini sangat tepat untuk para orangtua menyekolahkan putra-putrinya yang masih berusia dini.

Karena menurutnya, karakter para anak didik akan terbentuk apabila bersekolah di TK Save The Kids Banda Aceh ini.

Kemudian, kata Aswandi, para Guru TK Save The Kids Banda Aceh ini tidak hanya mendidik anak-anak. Namun, juga melatih, membimbing, mengajari dengan cinta kasih sayang, disiplin, mandiri, berani kreatif, dan berjiwa sosial yang baik.

“Sehingga anak-anak mampu berinteraksi dan bersosialisasi dengan baik di sekolah maupun di luar sekolah,” ungkap Aswandi.

Perpisahan 48 anak didik TK Save The Kids. (Foto: Reji)

Reporter: Reji

Tiba di Aceh, Sekjend DPP PPP Ziarah ke Makam Abu Hasan Krueng Kalee Aceh Besar

0

Nukilan.id – Sekjend DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arwani Thomafi tiba di Aceh. Dalam kunjungannya kali ini, Arwani atau yang akrab disapa Gus Arwani itu berziarah ke makam ulama besar Aceh Abu H. Hasan Krueng Kalee di Komplek Dayah Darul Ihsan, Gampong Siem, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar, Sabtu (21/5/ 2022).

Gus Arwani yang juga merupakan anggota DPR RI Fraksi PPP itu juga bersilaturahmi bersama pemuka ulama Aceh Abu Hasanoel Basri atau yang disapa Abu Mudi Samalanga, yang juga sedang berziarah ke makam Abu H. Hasan Krueng Kalee, serta turut dihadiri sejumlah alim ulama lainnya yaitu Abiya Anwar Kuta Krueng, Tu Bulqaini, Rektor IAI Al Aziziyah Dr. Tgk. Muntasir, Ketua Tastafi Pidie Jaya Tgk. H. Asbahani dan lainnya.

Ketua Yayasan Dayah Darul Ihsan Abu Krueng Kalee Tgk. H. Musannif menyampaikan, dalam kunjungan Sekjend DPP PPP ke Dayah Darul Ihsan turut membicarakan soal penguatan struktur Partai Persatuan Pembangunan ditingkat DPC (kabupaten) maupun PAC (kecamatan).

“Baik secara organisatoris maupun secara kultural, beliau juga sangat mengharapkan nasihat-nasihat dari para ulama di Aceh dalam menjalankan amanah umat dilegislatif di Jakarta,” kata Tgk. Musannif yang juga merupakan Wakil Ketua OKK 3 DPW PPP Aceh.

Sementara itu, Ketua DPW PPP Aceh Dr. H. Amiruddin Idris menyampaikan, dengan kunjungan Sekjend DPP PPP Gus Arwani ke Aceh menjadi satu spirit bagi DPW PPP Aceh untuk terus berbenah dalam kemajuan PPP Aceh.

“Artinya, pimpinan partai pada tingkat pusat sangat serius dalam memberikan perhatiannya bagi kemajuan DPW PPP Aceh, dan kita akan terus bersinergi demi kemajuan (partai) ini,” kata Amiruddin.

Dalam kunjungan ziarah dan silaturahmi Sekjend DPP PPP Gus Arwani ke Dayah Darul Ihsan tersebut turut didampingi oleh sejumlah pengurus harian DPW PPP Aceh seperti Bendahara Zubir Muhammad, pengurus DPC PPP di sejumlah kabupaten/kota, dan kader PPP serta simpatisan.[]

Masuk ke Sumatera Utara, Muslim Ayub: Pemerintah Aceh “Lalai” Tangani 4 Pulau di Singkil

0
Muslim Ayub. (Foto Repro Serambi)

Nukilan.id – Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah Aceh Partai Nasdem Muslim Ayub menyanyangkan sikap pemerintah Aceh yang “lalai” sehingga “pencaplokan” empat pulau di Aceh Singkil masuk ke Tanuli Tengah, Sumatera Utara, berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri (Kepmendagri) Nomor 050-145 tahun 2022.

“Pengalihan 4 Pulau di Aceh Singkil sudah kita ingatkan sejak 2012, tapi pemerintah Aceh lalai sampai saat ini. Waktu itu saya masih di DPR Aceh dari dapil daerah itu,” Kata Muslim Ayub kepada Nukilan.id, Sabtu (21/5/2022).

Menurut Muslim, kasus 4 pulau ini sebenarnya sudah berangsung lama, bahkan atas usalan Muslim Ayub di pulau itu turut disematkan logo Pancacita, karena 4 pulau itu memang masuk wilayah adminstratif Aceh Singkil.

Pada tahun 2018 kasusnya kembali mencuat dan pemerintah Aceh masa itu sudah membentuk tim task force untuk penyelesaian wilayah bersengketa.

“Bahkan waktu itu kita dorong pemerintah Aceh, Pemerintah Sumut, dan Pemerintah Pusat untuk duduk bersama guna meluruskan data yang masuk dalam rencana Zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil,” ujarnya.

Untuk itu–Muslim mempertanyakan upaya serius pemerintah Aceh untuk menyelesaikan itu dan sekligus mendorong Kemendagri untuk meninjau ulang Kepmendagri yang “mencaplok” 4 pulau Aceh singkil masuk ke wilayah Sumatera utara.

“Sebagai negara hukum apabila ada kesalahan dan kekeliruan dalam putusannya patut di musyawarahkan kembal, apalagi sejak 1965 daerah itu sudah mendapat pengakuan sebagai daerah Aceh Singkil,” ujar Muslim Ayub.

Empat Pulau di Aceh Singkil yang “dicaplok” mesuk ke wilayah Sumatera Utara antara lain Pulau Mangkir Besar, Pulau Mangkir Kecil, Pulau Lipan dan Pulau Panjang. Pulau-pulau tersebut berada di Pulau banyak, Aceh Singkil.[js]

UTU Meulaboh Jalin Kerja Sama dengan Perpusnas RI

0
Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Teuku Umar, Dr Ir Alfizar DAA mewakili Rektor UTU saat penandatangan nota kesepahaman dengan Perpustakaan Nasional RI, (Foto: Dok.Ist)

Nukilan.id – Universitas Teuku Umar Meulaboh menjalin kerjasama dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Kerjasama ini ditandai dengan penandatangan nota kesepahaman yang ditandatangani kedua belah pihak, di aula lantai IV Gedung A Mawardy Nurdin, Balai Kota Banda Aceh, Kamis (19/5/2022).

Penandatanganan kerjasama atau MoU dengan pihak Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dilakukan bersamaan dengan kegiatan talkshow Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat Tahun 2022 di Kota Banda Aceh dengan menghadirkan narasumber Wali Kota Banda Aceh, H Aminullah Usman, anggota komisi X DPR RI Hj Illiza Sa’aduddin Djamal, Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Deni Kurniadi, Yarmen Dinamika dan Syaifullah Muhammad yang dipandu langsung oleh Ketua PD Ikatan Pustakawan Indonesia Provinsi Aceh Nazaruddin Musa.

Rektor Universitas Teuku Umar, Prof Dr Jasman J. Ma’ruf SE MBA melalui Kepala UPT Perpustakaan Rahmiyul SIP menjelaskan bahwa ruang lingkup kerja sama perpustakaan yang disepakati meliputi pengembangan bahan perpustakaan dan informasi, pengembangan sumber daya perpustakaan, pengembangan sumber daya manusia dan teknologi di bidang perpustakaan.

Sementara, kata Rahmiyul menindaklanjuti kesepahaman bersama antara Rektor Universitas Teuku Umar dengan Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Nomor: 0003/UN59/HK.07.00/2022 dan Nomor 184/PKS/V.2022, tanggal 19 Mei 2022 disepakati bentuk kerja sama antara UPT Perpustakaan Universitas Teuku Umar dengan Pusat Pengembangan Perpustakaan Perguruan Tinggi Perpustakaan Nasional RI dalam hal pengembangan pembinaan perpustakaan serta pendataan perpustakaan.

“Penandatangan nota kesepahaman ini merupakan langkah yang baik dalam rangka pengembangan perpustakaan perguruan tinggi di Aceh, dan kita berharap dengan adanya MoU kerja sama perpustakaan ini bukan hanya seremonial saja, tapi harus ditindaklanjuti oleh para pihak secara teknis terkait dengan rencana program yang sudah disepakati,” kata Rahmiyul dalam keterangan tertulis, Kamis (19/5) di Banda Aceh.

Selain itu, kerja sama ini diharapkan tidak hanya memperluas jaringan kerja sama antara Perpusnas RI dengan perguruan tinggi di Aceh namun juga sebagai bentuk peningkatan kompetensi para pengelola perpustakaan serta pendampingan untuk pengembangan perpustakaan perguruan tinggi agar terpenuhinya standar nasional perpustakaan berdasarkan pasal 24 Undang-Undang No. 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan.

Pada kesempatan tersebut, lembaga yang melakukan penandatangan nota kesepahaman dan kesepakatan dengan Perpustakaan Nasional RI dalam kegiatan PILM di Kota Banda Aceh sebanyak 17 Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta dan 10 Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten/Kota di Aceh.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wali Kota Banda Aceh, H Aminullah Usman, anggota komisi X DPR RI Hj Illiza Sa’aduddin Djamal, Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Deni Kurniadi, Forkopimda Kota Banda Aceh, perwakilan dari Dinas Perpustakaan kabupaten/kota se-Aceh dan perwakilan dari para akademisi dari perguruan tinggi se-Aceh.[]