Beranda blog Halaman 1698

4 Pulau di Aceh Lepas ke Sumut, Dr Nasrul Zaman: Kita Harus Bersatu Menolak

0
dr Nasrul Zaman. (Foto: Nukilan)

Nukilan.id – Pengamat Kebijakan Publik di Aceh Dr Nasrul Zaman mendorong Pemerintah Aceh membentuk tim yang terdiri dari berbagai komponen dalam Aceh dan luar Aceh yang memiliki irisan sebagai pemerintah untuk menyelasikan sengketa 4 pulau di Aceh Singkil yang diklaim masuk ke wilayah Sumatera Utara.

Hal itu tertuang dalam Keputusan Menteri Dalam Negeri (Kepmendagri) Nomor 050-145 tahun 2022 yang menyebut 4 pulau masuk ke wilayah Sumatera Utara yaitu Pulau Mangkir Besar, Pulau Mangkir Kecil, Pulau Lipan dan Pulau Panjang dimana pulau-pulau tersebut berada di Kepulauan Pulau banyak, Aceh Singkil.

“Kita tidak mau persoalan pulau-pulau tersebut kemudian ditarik menjadi soal sentimen politik terlebih dibebankan pada seorang kandidat Pj Gubernur yang juga pejabat Dirjend Bina Adm Kewilayahan Depdagri saat ini,” kata Nasrul Zaman lewat rilis yang diterima Nukilan.id, Senin (23/5/2022).

Menurut Nasrul tim perlu dibentuk dengan melibatkan berbagai unsur terkait seperti Gubernur, Sekdaprov, Pimpinan DPRA, Wali Nanggroe, DPR RI, DPD RI, serta beberapa tokoh Aceh.

“Karena Salah satu yang sangat mendesak saat ini adalah membuktikan dokumen batas wilayah Aceh tahun 1956 seperti yang tersebut dalam UU Pemerintah Aceh tahun 2006 untuk menunjukkan bahwa permendagri tersebut batal demi hukum karena bertentangan dengan perundangan lebih tinggi,” katanya.

Untuk itu Nasrul mendorong menjadikan momentum kisruh 4 pulau ini menjadi momentum persatuan, bukan perpecahan.

“Persoalan siapa pejabat Gubernur adalah tugas Presiden dan Mendagri, sementara tugas menolak pulau-pulau tersebut menjadi milik Sumatera Utara adalah tugas kita semua,” ujarnya.

Apalagi, empat pulau tersebut telah terdapat monumen lambang Pancacita Aceh yang dipasang pada 2012 yang lalu sebagai tanda fisik kepemilikan Aceh.[]

DKP Aceh: Pemerintah Aceh Konsen Pertahankan 4 Pulau yang Masuk ke Wilayah Sumut

0
Kadis DKP Aliman. (Foto: Nirfan/Nukilan.id)

Nukilan.id – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh mengatakan Pemerintah Aceh sangat konsen mempertahankan keberadaan empat pulau yang diklaim masuk ke provinsi Sumatera Utara, bahkan sejumlah upaya sudah dilakukan Gubernur Aceh terkait pulau tersebut.

“Setiap pertemuan tim Pemerintah Aceh dengan pihak Kemendagri selalu disampaikan fakta dan bukti fisik dan administrasi. Saat inipun Gubernur telah menyampaikan surat keberatan kepada Mendagri langsung agar pulau itu tetap berada di wilayah administrasi Aceh,” kata Kadis KKP Aliman, Minggu (22/5/2022).

Disampaikan, Pemerintah Aceh akan melalukan upaya semaksimal mungkin agar Kepmendagri tersebut dapat segera direvisi, sehingga ke empat pulau itu bisa kembali menjadi wilayah administrasi Aceh.

“Upaya-upaya yang telah dilakukan Gubernur Aceh khusus untuk mempertahankan 4 pulau dimaksud, setidaknya telah menyurati Mendagri sebanyak enam kali sejak 21 Des 2018 hingga 22 April 2022. Terakhir Surat Gubernur Aceh no.125.1/6371 tgl 22 April 2022 tentang permohonan keberatan atas kepmendagri 050-145 thn 2022,” ujarnya.

Aliman merincikan, DKP Aceh selaku salah satu dinas teknis yang terkait dengan pengelolaan pulau-pulau kecil, telah turun ke lapangan untuk melihat secara langsung keberadaan 4 pulau dimaksud pada Kamis-Jumat (19-20 Mei 2022).

Kunjungan dilakukan untuk mengidentifikasi kemungkinan kegiatan-kegiatan yang bisa dan perlu dilakukan di pulau tersebut guna mempertegas keberadaan identitas Aceh.

Aliman menyebut saat ini telah ada patok yang telah dibangun oleh pemerintah Aceh pada tahun 2012. Selain itu juga sudah ada bangunan dan rumah singgah nelayan yang dibangun oleh Pemerinrah Aceh dan Pemkab Aceh Singkil di Pulau Panjang yang merupakan pulau terluar dari keempat pulau tersebut.

“Ini membuktikan bahwa secara de facto Aceh “menguasai” pulau itu. Bahkan Tim Pemerintah Aceh juga sudah bertemu dengan salah satu ahli waris pulau tersebut yang berada di Kecamatan Bakongan, Aceh Selatan untuk membicarakan tentang pengelolaan pulau itu, dan kita akan bekerjasama dengan ahli waris untuk menempatkan orang Aceh yang ber-KTP Aceh di pulau tersebut,” kata Aliman.

Ke empat pulau yang diklaim oleh Sumut yaitu Pulau Mangkir Besar, Mangkir Kecil, Pulau Lipan dan Pulau Panjang. Ke empat pulau itu berada di Kecamatan Singkil Utara, Kabupaten Aceh Singkil.[red]

Ekspor CPO Dibuka Hari ini! Harga TBS Sawit Mulai Naik

0
Sejumlah truk pengangkut Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit mengantre untuk pembongkaran di salah satu pabrik minyak kelapa sawit milik PT.Karya Tanah Subur (KTS) Desa Padang Sikabu, Kaway XVI, Aceh Barat, Aceh, Selasa (17/5/2022). ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/rwa.

Nukilan.id – Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) menuturkan harga tandan buah segar (TBS) sawit mulai naik di tengah rencana ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) yang dibuka mulai hari ini, Senin (23/5/2022).

Ketua Apkasindo Gulat Manurung mengatakan harga TBS sawit mulai mengalami kenaikan kendati nominalnya belum signifikan. Harga TBS saat ini dihargai Rp2.011/kilogram yang sebelum pengumuman dibukanya ekspor CPO, harganya Rp1.775 per kilogram.

Manurung berpendapat seharusnya harga TBS sudah mulai normal yakni di angka Rp2.800 – 3.800 per kilogram di 22 provinsi.

“Secara umum pengumuman Presiden Jokowi tentang pencabutan larangan ekspor sudah menunjukkan perbaikan harga TBS petani, meskipun tidak signifikan,” kata Gulat, Minggu (22/5/2022).

Ia juga mengatakan kenaikan harga TBS tertinggi terjadi di 8 provinsi yang sudah memiliki Peraturan Gubernur tentang Tata Niaga TBS sebagai turunan Permentan No. 1/2018.

Menurutnya, saat ini biaya produksi TBS Rp1.950 per kilogram. Sejak pelarangan ekspor pada 28 April sampai 19 Mei 2022 harga TBS petani dibeli di bawah harga pokok penjualan (HPP)/modal dan hal ini merata di 22 Provinsi sawit, baik petani bermitra dengan pabrik kelapa sawit (PKS) maupun tidak bermitra (swadaya).

“Diharapkan minggu depan (Senin 23 Mei) angka kenaikannya sudah diatas Rp1.000 per kilogram dari angka HPP atau artinya naik Rp1.000 di atas biaya produksi Rp1.950 per kilogram,” kata Gulat.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan kebijakan pemerintah untuk membuka kembali ekspor minyak goreng dan bahan bakunya mulai 23 Mei 2022, setelah sempat dilarang sejak 28 April 2022.

Sumber: Bisnis.com

4 Pulau di Aceh Singkil yang Viral Punya Nama Sama dengan 4 Pulau di Tapanuli Tengah

0
Peta 4 Pulau di Aceh dan Sumut. (Foto: Repro)

Nukilan.id – 4 Pulau di Aceh Singkil yang diklaim masuk ke wilayah Tapanuli Tengah, Sumatera Utara memiliki nama yang sama namun berbeda titik koordinat dengan 4 Pulau di wilayah Tapanuli Tengah.

Dikutip dari hasil penelusuran tim Litbang Media Online Dialeksis.com menyebutkan, sejarah mencatat pada 20-22 November 2008 telah diverifikasi di Banda Aceh untuk pembakuan nama pulau di Provinsi Aceh oleh tim Nasional pembakuan nama Rupabumi yang terdiri dari Kemendagri,KKP, Dishidros, TNi AL- Bakosurtanal, dan pakar Toponimi.

Hasil verifikasi untuk 260 pulau di Provinsi Aceh itu, nama 4 pulau yaitu Pulau Mangkir Besar, pulau Mangkir Kecil dan Lipan serta pulau Panjang tidak tercatat.

“Dari hasil penulusuran tim Litbang Dialeksis.com ditemukan bukti bahwa pulau yang diributkan itu memang berada di Sumatera Utara. Titik koordinatnya jelas dan sudah diakui sebagai wilayah Sumatera Utara, namun berbeda dengan pulau di Singkil dengan koordinat sendiri,” jelas tim Litbang Dialeksis.com, Minggu (22/5/2022).

Dari segi nama–ada persamaan, namun berbeda dalam penulisanya.

Berdasar rapat tanggal 14-16 Mei 2008 yang digelar di Sumatera Utara oleh tim Nasional pembakuan nama Rupabumi yang terdiri dari Kemendagri , KKP, Dishidros, TNi AL- Bakosurtanal, dan pakar Toponimi.Pada rapat tersebut, telah memverifikasi untuk pembakuan 213 pulau pulau di Provinsi Sumatera Utara termasuk 4 pulau, yaitu pulau Mangkir Gadang, pulau Mangkir Ketek, pulau Lipan dan pulau panjang.

Perbedaan nama dan titik koordinat pulau atas konfirmasi Gubernur Aceh pada tahun 2009 hasil verifikasi pulau Sumut 2008, keempat pulau yang diributkan berbeda tempat dengan nama yang sama.

4 pulau berdasar hasil Verifikasi Pulau di Aceh 2008:

ACEH SINGKIL, Aceh

1. Pulau Mangkir Besar (koordinat 20 14′ 30″ LU 970 25′ 32″ BT)
2. Pulau Mangkir Kecil (Koordinat 20 14′ 35″ LU 970 26′ 06 BT)
3. Pulau Lipan (Koordinat 20 15′ 20″ LU 970 25′ 21″ BT)
4. Pulau Panjang (Koordinat 20 16′ 21″ LU 970 24′ 42″ BT)

4 pulau berdasar hasil Verifikasi Pulau di Sumatera Utara 2008:

TAPANULI TENGAH, Sumut

1. Pulau Mangkir Gadang (koordinat 20 8′ 49″ LU 980 7′ 29″ BT)
2. Pulau Mangkir Ketek (Koordinat 20 8′ 22,61″ LU 980 8′ 38,62″ BT)
3. Pulau Lipan (Koordinat 20 7′ 12,04″ LU 20″ LU 980 9′ 45,12″ BT)
4. Pulau Panjang (Koordinat 20 5′ 43″ LU 980 10′ 40″ BT)

Perbedaan masing-masing pulau tersebut bukan hanya koordinat, nemaun ukuran dan letaknya berbeda, berjauhan mencapai 70 kilometer lebih.

Namun dalam penelusuran jejak digital titik koordinat untuk keempat pulau itu hanya ditemukan untuk wilayah Sumatera Utara, sementara nama untuk wilayah Aceh tidak memiliki titik koordinat.

Namun kemudian menjadi perdebatan lantaran Surat 4 Pulau di Wilayah Kabupaten Aceh Singkil masuk ke wilayah Tapanuli Tengah, Sumatera Utara berdasar surat Keputusan Menteri Dalam Negeri (Kepmendagri) Nomor 050-145 tahun 2022 tentang pemberian dan pemuthakiran kode, data wilayah administrasi pemerintahan dan pulau tahun 2021, tanggal 14 Febuari 2022, namun tidak ada penjelasan resmi terkait surat tersebut.[red]

Manfaat Mendengarkan Musik yang Jarang Disadari Orang

0
Ilustrasi wanita mendengarkan musik. (Freepik/lookstudio)

Nukilan.id – Tak hanya sekadar sebagai hiburan, musik juga bisa membantu memahami emosi orang lain dengan baik. Hal ini diungkap sebuah studi di Emoticon yakni sebuah jurnal ilmiah dari American Psychological Association.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari Southern Methodist University (SMU) dan University of Oregon ini memberikan landasan untuk penelitian masa depan terkait dampak musik yang melibatkan interkasi sosial pada kemampuan kognitif sosial.

Kemudian, penelitian tersebut juga dimaksudkan untuk melihat peluang apakah ke depannya mendengarkan musik bisa ditambahkan ke teknik tarapeutik yang digunakan dalam pelatihan keterampilan sosial untuk individu dengan gangguan spektrum autisme atau skizofrenia.

Menurut pemimpin studi Benjamin Tabak, empati adalah yang paling sering dipikirkan dalam konteks interaksi sosial. Namun, ada banyak bentuk komunikasi sosial lainnya, termasuk musik.

Musik diyakini bisa menyampaikan makna dan emosi sekaligus menimbulkan respons emosional. Akan tetapi, mekanisme ynag bertanggung jawab atas kekuatan emosional ini masih belum bisa dipahami.

Hasil awal temuan menemukan dukungan untuk kedua hipotesis dan secara khusus, menunjukkan adanya akurasi empatik sebagai keterampilan melampaui interaksi interpersonal ke dalam musik. [Indozone]

Setelah Jadi Milik Sumatera Utara, Baru Pemerintah Aceh Ributkan 4 Pulau

0
Ketua AMSI Aceh, Aryos Nivada. (Foto: Nukilan)

Nukilan.id – Aryos Nivada Dosen FISIP Universitas Syiah Kuala (USK), turut mencermati hingar bingar persoalan 4 pulau yang kini dihangatkan.

Menurut penjelasan Aryos, dimana disebut-sebut 4 pulau “milik” Aceh itu sudah berpindah menjadi milik Sumatera Utara.
Persoalan “kelalaian” Pemerintah Aceh ini harus diselesaikan dengan bijak, bukan justru menyalahkan pihak lain. Keempat pulau itu bila dari awal dikawal dan diperhatikan serta diurus administrasinya oleh Pemerintah Aceh, tentunya tidak menimbulkan persoalan yang kini hangat dibicarakan.

Pendiri Jaringan Survei Inisiatif ini dalam keteranganya persnya Senin (23/5/2022) menjelaskan, awalnya pemerintah Aceh ketika dilakukan pembakuan nama pulau, tidak mempersoalkan keempat pulau yang kini diributkan.

Dari catatan data yang terdokumen, sebut Aryos, pada tanggal 20-22 November 2008 di Banda Aceh telah dilaksanakan verifikasi dan pembakuan nama pulau di Provinsi Aceh. Pembakuan itu dilaksanakan oleh tim nasional pembakuan nama Rupabumi yang terdiri dari Kemendagri , KKP, Dishidros, TNI AL- Bakosurtanal, dan pakar Toponimi.

Masih menurut dirinya, tim yang khusus mendapat wewenang untuk membakukan Rupabumi ini telah melakukan verifikasi. Untuk Aceh sudah disepakati ada 260 pulau. Dalam pelaksanaan verifikasi saat itu, tidak tercatat adanya 4 pulau yaitu Pulau Mangkir Besar, pulau Mangkir Kecil dan Lipan serta pulau Panjang. Artinya keempat pulau ini tidak masuk dalam peta Aceh.

Sebelum melakukan verifikasi dan pembakuan Rupabumi di Aceh, tim nasional ini terlebih dahulu sudah melakukan verifikasi di Sumatera Utara pada 14-16 Mei 2008. Pada verifikasi di Medan ini telah dibakukan sebanyak 213 pulau di Provinsi Sumatera Utara. Dimana termasuk 4 pulau, yaitu pulau Mangkir Gadang, Mangkir Ketek, pulau Lipan dan pulau panjang.

Kemudian lanjut Aryos, atas konfirmasi Gubernur Aceh pada tahun 2009, keempat pulau itu masuk dalam wilayah Sumatera Utara dan Provinsi Aceh memiliki 4 pulau lainya yang namanya nyaris sama (hanya beda di besar dan gadang, serta kecil dan ketek).

Maka munculnya titik koordinat yang berbeda terhadap pulau yang berbeda itu, 4 pulau milik Sumatera Utara dan empat pulau lainya milik Aceh, dimana dari titik koordinat ini lokasinya jauh berbeda mencapai 70 kilometer lebih.

Titik koordinat untuk pulau milik kedua provinsi ini sudah dibakukan. Jelas perbedaan antara Provinsi Aceh dan Provinsi Sumatera Utara.

Lantas Aryos mempertanyakan mengapa kembali kini menjadi persoalan dan harus diselesaikan?
Penyebabnya setelah 10 tahun berlalu pembakuan Rupabumi yang verifikasinya dilaksanakan tim nasional ini, giliran Gubernur Aceh yang mengirimkan surat revisi koordinat. Mengapa direvisi koordinat, apakah lokasinya yang berubah, hilang atau pulang ini tenggelam?

Sudah diketahui jika Gubernur Aceh melalui suratnya nomor 136/30705 tanggal 21 Desember 2028, mengajukan revisi titik koordinat keempat pulau ini. Dari titik koordinat yang diminta Gubernur Aceh untuk direvisi, titik koordinatnya menunjuk pada lokasi 4 pulau yang pada tahun 2008 sudah dimasukan tim verifikasi nasional ini menjadi milik Sumatera Utara.

Sepuluh tahun setelah masuk menjadi milik Sumatera Utara, baru pemerintah Aceh melayangkan surat untuk revisi. Apakah semudah itu merevisinya, sementara tim nasional yang terdiri dari berbagai pihak berkompeten seperti disebutkan diatas, sudah memutuskan pada tahun 2008 tentang pulau yang menjadi milik Aceh dan menjadi milik Sumatera Utara.

Apakah serta merta dapat direvisi sesuai dengan keinginan Pemerintah Aceh melalui suratnya yang meminta direvisi titik koordinat pulau dimaksut. Surat permintaan revisi dari Gubernur Aceh itu, sampai kini belum ada jawaban pasti.

Dirinya menegaskan lantas muncul isu seolah-olah persoalan ini kesalahan di Kemendagri, apalagi ada yang mengkaitkan dengan persoalan politik. Namun bila kita pelajari histori, seharusnya ketika tim nasional melakukan verifikasi, saat itu Pemerintah Aceh mengusulkan ke 4 pulau tersebut, bukan justru menerima mentah-mentah hasil verifikasi tim nasional.

Namun setelah 10 tahun berlalu dan hasil verifikasi sudah ditetapkan dalam sebuah keputusan undang-undang tentang wilayah dan pulau untuk sebuah provinsi, baru kemudian pemerintah Aceh melayang surat untuk revisi titik koordinat.

Tentunya untuk merivisi titik koordinat itu tidak semudah yang diharapkan, apalagi keempat pulau itu sudah ditetapkan sebagai wilayah Sumatera Utara pada tahun 2008 dan sudah ada titik koordinatnya yang menyatakan bahwa titik koordinat tersebut masuk dalam wilayah Sumatera Utara.

Masih menurut Aryos, surat yang disampaikan Pemerintah Aceh untuk merivisi titik koordinat 4 pulau yang sudah menjadi milik Sumatera Utara itu, bukanlah mudah menyelesaikanya. Tentunya melibatkan banyak pihak, termasuk pihak Sumatera Utara.

Dramatis, Tim ESports PUBG Mobile Indonesia Raih Emas di SEA Games

0
Tim PUBG Mobile Indonesia raih medali emas di SEA Games 2021. (Foto: Instagram/pbesi_official)

Nukilan.id – Timnas ESports Indonesia meraih medali emas nomor PUBG beregu SEA Games 2021 secara dramatis di National Convention Center, Hanoi, Vietnam, Minggu (22/5).

Indonesia mendapat emas SEA Games dari PUBG beregu setelah menyingkirkan Malaysia dan Vietnam yang meraih perak serta perunggu.

Menurut pelatih Timnas Esports Indonesia, Richard Permana, pemainnya melakoni perjuangan yang tidak mudah selama tiga hari sebelum menempati posisi teratas klasemen dan membawa pulang emas SEA Games.

“Perjuangannya sangat tidak mudah, mereka harus melalui 15 finals artinya 15 gim. Hari pertama mereka sangat jelek di peringkat belasan, mungkin 13 atau 14 dari 16 tim, lalu menuju hari kedua saya expect peningkatan performa tiga kali lipat dari mereka,” kata Richard dikutip dari Antara.

“Tapi apa jawaban mereka, percaya dan mereka buktikan di akhir harus peningkatan performanya 3, 9 kali lipat dibandingkan sebelumnya,” ucap Richard.

Indonesia menurunkan dua tim PUBG Mobile yang terdiri dari Jason, Sharfan Syahman Shodiq, Eskarachman Jayanto, Alan Raynold Kumaseh, Muhammad Rizqie Habibullah Nizar Lugatio Pratama, Febrianto Genta Prakasa, Genta Effendi, Made Bagus Prabaswara dan Muhammad Albi sebagai tim pertama.

Sedangkan tim kedua Indonesia terdiri dari Febrianto Genta Prakasa, Genta Effendi, Made Bagus Prabaswara dan Muhammad Albi. Tim kedua ini bahkan berhasil menahan serangan lawan. Lebih dari itu, Made Bagus dengan nama Luxxy, sukses melumpuhkan salah seorang wakil tuan rumah.

“Lalu hari ini kita harus closing, semua tim berdoa, dapat medali apa pun itu, terutama yang di atas ingin dapatkan emas,” ujar Richard.

Indonesia 2 berhasil meraih emas, namun tidak dengan Indonesia 1. Indonesia 1 harus pulang tanpa medali meskipun memimpin klasemen pada hari pertama dan meningkatkan performa 2,6 kali lipat.

“Sedikit tergelincir tapi kita tetap apresiasi mereka,” ucap Richard.

Dengan tambahan emas tersebut, Timnas Esports berhasil menyumbangkan total enam medali yang terdiri dari dua emas masing-masing dari Free Fire dan PUBG Mobile beregu, tiga perak masing-masing dari Free Fire, dan PUBG Mobile perseorangan atas nama Alan Raynold Kumaseh dan Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), serta perunggu dari nomor Cross Fire. [cnn]

Puluhan Satwa Endemik Dilepasliarkan di Papua

0
Sebanyak 38 satwa endemik dilepasliarkan di Provinsi Papua di hutan Adat Isyo, Kampung Rhepang Muaif, Distrik Nimbokrang, Kabupaten Jayapura./Foto: Antara

Nukilan.id – Sebanyak 38 satwa endemik dilepasliarkan di Provinsi Papua di hutan Adat Isyo, Kampung Rhepang Muaif, Distrik Nimbokrang, Kabupaten Jayapura, oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Papua, Sabtu (21/5/2022).

Pelaksana tugas (Plt) Kepala BBKSDA Papua, Abdul Azis Bakry mengatakan, pelepasliaran satwa endemik Papua kehabitat alaminya merupakan upaya maksimal dalam melestarikan satwa liar milik negara.

“Selama masih terdapat satwa liar di luar habitat alaminya entah karena tindak ilegal atau terdapat situasi khusus lainnya, BBKSDA Papua akan terus berupaya sebaik mungkin mengembalikannya ke rumah mereka yang semestinya,” katanya.

Menurut Abdul, pengelolaan Hutan Adat Isyo merupakan bentuk tanggung jawab mulia dari masyarakat kepada negara dalam keikutsertaan menjaga habitat satwa liar yang berfungsi sangat penting bagi alam.

“Sehingga kami menyampaikan terima kasih kepada pihak pengelola hutan Adat Isyo yang selama ini telah bekerja sama dengan BBKSDA Papua terutama dalam hal pelepasliaran satwa,” ujarnya.

Dia menjelaskan, pelepasliaran satwa ini sekaligus untuk memperingati Hari Keanekaragaman Hayati pada 22 Mei 2022.

“Di mana kegiatan puncaknya digelar pada 21 Mei 2022 di lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI,” katanya.

Dia menambahkan, pihaknya berharap keanekaragaman hayati Papua terus terjaga sebagai bagian penting dari keanekaragaman hayati dunia.

Abdul menguraikan, 38 satwa endemik Papua yang dilepasliarkan yakni satu ekor mambruk victoria (Goura victoria), sembilan ekor kakatua koki (Cacatua galerita), empat ekor kasturi kepala hitam (Lorius lory), 18 ekor nuri kelam (Pseudeos fuscata), tiga ekor nuri bayan (Eclectus roratus) dan tiga ekor jagal papua (Cracticus cassicus).

Sebagian satwa tersebut berasal dari translokasi (pemulangan kembali ke daerah asalnya) dari Jawa Timur dan sebagian lagi merupakan penyerahan dari masyarakat di Jayapura. [Betahita]

Teuku Riefky Harsya Salurkan Paket Sembako di Dua Desa Terpencil

0

Nukilan.id – Dalam Rangka meringankan beban masyarakat terkait wabah Covid-19, Anggota DPR-RI asal Aceh, Teuku Riefky Harsya bekerjasama dengan Bank Indonesia (BI) yang disalurkan oleh LSM Pose membagikan paket Sembako di dua desa terpencil di Kabupaten Aceh Jaya, Minggu (22/5/2022).

Desa Gunung Meunasah dan Desa Paya Laot yang terletak di Kecamatan Setia Bakti Kabupaten Aceh Jaya yang menjadi target utama pembagian sembako oleh tim Teuku Riefky Harsya yang disalurkan melalui LSM Pose. Kedua desa tersebut merupakan dua desa terpencil yang jauh dari pusat kota Aceh Jaya.

Aidil Mashendra selaku Tenaga Ahli Teuku Riefky Harsya mengatakan pihaknya ingin menyusuri desa-desa terpencil untuk menerima bantuan program sembako Dimana masyarakat tersebut jauh dari pusat pasar sehingga meringankan masyarakat pedalaman.

Kegiatan ini juga di dampingi oleh Azhar selaku anggota DPRK Aceh Jaya. Ia menyampaikan rasa terimakasihnya kepada DPRI Bapak Teuku Riefky Harsya yang telah membantu dan menurunkan program-programnya di wilayah terpencil yang ada di Aceh Jaya.

“Program paket sembako ini sangat membantu masyarakat pelosok dimana mayoritas masyarakat disini bekerja sebagai tani,” tambahnya.

Mukthar selaku Kepala Desa Paya Laot mengatakan program ini sangat membantu masyarakat.

“Rasa terimakasih sebesar-besarnya kepada Bapak Teuku Riefky Harsya yang telah membantu program pembagian paket sembako di desa kami,” ucapnya.

Mukthar juga berharap untuk kedepannya Bapak Teuku Riefky Harsya agar terus menyalurkan program-program uang dapat membantu masyarakat di desanya, seperti Program Indonesia Pintar (PIP) dan program pengadaan pertanian sebagai mana sudah dilakukan sebelumnya.

Ditempat terpisah di Desa Gunong Meunasah Kecamatan Setia Bakti Aceh Jaya dimana antusias masyarakat sangat ramai untuk menerima bantuan paket sembako program teuku riefky harsya bekerjasama dengan bank indonesia tersebut.

Arman selaku Kaur Gampong tersebut sangat berterimakasih kepada Bapak Teuku Riefky Harsya karena di desanya merupakan salah satu tujuan dalam hal menerima bantuan paket sembako. []

Irjen Pol Agung Makbul: Jaga Damai Aceh dengan Pemerintahan Tanpa Korupsi

0

Nukilan.id – Staf ahli Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan bidang Ideologi dan Konstitusi, Irjen Pol Dr Agung Makbul SH MH, mengingatkan urgensi semua pihak di Aceh untuk menjaga perdamaian. Perdamaian harus dilakukan dengan penyelenggaraan pemerintahan di Aceh yang bebas korupsi.

“Korupsi adalah musuh besar yang merusak sendi kehidupan kita. Merusak persaudaraan dan kepercayaan antarmasyarakat. Setiap konflik dan perpecahan itu dimulai dari tindakan korupsi,” kata Agung Makbul dalam Silaturahmi Kebangsaan Dalam Rangka Merawat Damai Aceh di Takengon, Aceh Tengah, Sabtu, 21 Mei 2022.

Agung mengatakan setiap sen uang negara dikorupsi berarti memberikan penderitaan terhadap orang lain. Korupsi, entah itu suap, pungli, penyalahgunaan wewenang, dan banyak hal lain, menciptakan ketidakadilan.

Saat ketidakadilan merajalela, kata Agung, maka potensi gangguan bakal muncul dan ini sangat mengancam perdamaian. Tidak hanya di Aceh, namun juga di seluruh daerah di Indonesia. Kerusakannya sama dengan praktik penambangan ilegal, pembalakan liar, pencurian ikan dan peredaran narkoba.

Dalam kesempatan itu, Agung juga mengingatkan pentingnya sikap bela negara dalam diri setiap masyarakat. Bela negara saat ini, kata Agung, bukan lagi mengangkat senjata untuk berperang melawan musuh yang datang.

Saat ini, kata Agung, bangsa Indonesia berhadapan dengan musuh yang tidak tampak. Mereka menyerang lewat siber dengan menyebarkan ujaran kebencian dan kabar bohong. Saat masyarakat memercayai hal tersebut, maka si penyerang merasa puas.

Serangan terbesar yang dialami masyarakat adalah saat pandemi Covid-19. Saat pemerintah mengampanyekan pentingnya vaksinasi, sejumlah orang menyebarkan kabar bohong tentang dampak vaksinasi Covid-19. Masyarakat yang menelan mentah-mentah informasi itu termakan agitasi murahan dan ikut-ikutan menolak vaksinasi.

Padahal, setelah dua tahun dirundung ketakutan dan kesulitan akibat pandemi Covid-19, saat ini masyarakat mulai beraktivitas dengan normal seiring capaian angka vaksinasi Covid-19 nasional. Bahkan beberapa waktu lalu, kata Agung, Presiden Joko Widodo mempersilakan masyarakat untuk tidak mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

“Vaksinasi adalah game changer dalam menangani pandemi Covid-19. Dan kini terbukti, angka kematian menurun,” kata Agung.

Acara ini digelar oleh Laskar Merah Putih. Dalam kesempatan itu hadir Wakil Ketua DPRK Aceh Tengah, Edi Kurniawan; Sekretaris Daerah Aceh Tengah, Subandi; Kapolres Aceh Tengah, AKBP Nurochman Nulhakim; Dan Unit Intel 0106/Aceh Tengah, Iskandar; Kajari Aceh Tengah, Yovandi Yazid; Ketua Pengadilan Negeri, Aswin Arief; Ketua Laskar Merah Putih, Tengku Alfata; anggota PETA dan Pengurus Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Aceh Tengah. []