Beranda blog Halaman 1694

Universitas Malikussaleh gelar Kuliah Umum dan Workshop Robotik

0
Foto: Dok.Ist

Nukilan.id – Dalam rangka meningkatkan Kompetensi dan Profesionalisme lulusan, Senin (23/05/2022) bertempat di Aula Cut Meutia Universitas Malikussaleh kampus Bukit Indah, jurusan Informatika Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh menggelar kegiatan Kuliah Umum dan Worshop Robotik untuk Mahasiswa dan Mahasiswi Universitas Malikussaleh.

Kegiatan tersebut dibagi dalam dua sesi kegiatan, yaitu Kuliah Umum dengan tema “Program MBKM Berbasis Kecerdasan Buatan di Era Metaverse” disampaikan oleh Prof. Dr. Muhammad Zarlis yang merupakan Guru Besar Fasilkom-TI Universitas Sumatera Utara, dan dilanjutkan dengan Workshop Robotic dengan tema “Pelatihan Dasar Robot Line Follower Untuk Mahasiswa Universitas Malikussaleh” disampaikan oleh David JM Sembiring, S.Kom., M.Kom yang merupakan Rektor ITB Indonesia Sumatera Utara.

Ketua Jurusan Informatika, Munirul Ula, Ph.D dalam sambutannya mengatakan tema kuliah umum kali ini sangat sesuai dengan kondisi dunia pendidikan tinggi sekarang ini, dimana kaum milenial dan generasi Z tumbuh di dalam era  perkembangan teknologi informasi dan komunikasi berlangsung dengan sangat pesat.

Kami meyakini bahwa di masa depan akan semakin banyak pekerjaan yang dilakukan melalui media digital, ini yang digambarkan sebagai era Big Data, Internet of Things, Artificial Intelligence dan Metaverse.

“Kuliah umum dan workshop ini juga bisa menjadi peluang besar bagi kita untuk menambah ilmu yang sangat berguna untuk memenangkan persaingan dimasa datang”, harap Munirul Ula.

Ketua Pelaksana Kegiatan Rizki Suwanda S.T., M.Kom menyampaikan bahwa Rasa syukur atas terlaksananya kegiatan ini dan mendapatkan antusias sangat besar, awalnya panitia hanya membuka registrasi 60 peserta di masing-masing sesi, tapi karena permintaan dan minat yang luar biasa maka panitia kembali membuka registasi untuk peserta sebanyak 80 peserta di masing-masing sesi kegiatan, jadi total peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut berjumlah 160 peserta. “Semoga ini awal yang baik untuk peminatan dalam dunia Robotik bagi Mahasiswa-Mahasiswi di Universitas Malikussaleh” ujar Riski yang juga Dosen di Prodi Teknik Informatika Unimal ini. []

KPK Beri Pembekalan Antikorupsi kepada Pengurus PAN

0
Komisi Pemberantasan Korupsi. (Foto: Radioidola)

Nukilan.id – Menindalanjuti kegiatan Executive Briefing kepada 20 pimpinan dan pengurus partai politik (parpol) dalam Program Politik Cerdas Berintegritas (PCB) Terpadu pada Rabu, 18 Mei 2022 yang lalu, KPK hari ini memulai rangkaian kegiatan pembekalan antikorupsi bagi para pengurus setiap parpol baik di pusat maupun daerah.

Kegiatan berlangsung di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK, pukul 09.00 – 12.00 WIB dengan peserta pertama adalah para pengurus Partai Amanat Nasional (PAN).

Dijadwalkan Ketua KPK Firli Bahuri akan membuka kegiatan bersama Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan yang hadir secara langsung bersama sekitar 60 pengurus DPP PAN. Selebihnya para pengurus DPD/DPW dan DPC mengikuti kegiatan pembekalan secara daring.

Dalam pembekalan ini akan disampaikan materi dalam bentuk ceramah tentang tindak pidana korupsi dan membangun integritas partai politik, serta cara meningkatkan kesadaran berpolitik dalam penyelenggaraan pemilihan umum (pemilu) yang bersih dan bebas dari korupsi.

Selain itu juga akan ada sesi dialog membahas upaya dan inisiatif strategis, capaian, tantangan dan kendala yang dihadapi parpol dalam pemberantasan korupsi serta upaya pembangunan budaya politik berintegritas.

Menjadi rangkaian kegiatan pembekalan, yaitu penandatanganan komitmen ketua umum parpol untuk menginternalisasi dan membangun integritas internal parpol. Komitmen tersebut terkait Integritas parpol dalam hal menolak money politic, benturan kepentingan, suap, pemerasan, gratifikasi dan tindak pidana korupsi lainnya; kesediaan sebagai role model dalam pemberantasan tindak pidana korupsi; kesediaan untuk meningkatkan pengetahuan antikorupsi, pengembangan politik cerdas berintegritas melalui pembelajaran antikorupsi yang difasilitasi oleh Pusat Edukasi Antikorupsi KPK; dan terlibat secara aktif dalam gerakan antikorupsi di lingkungan partai politik.

Program PCB diselenggarakan KPK sebagai wujud implementasi amanat Undang-undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Pasal 7 ayat (1) huruf d “merencanakan dan melaksanakan program sosialisasi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi” khususnya pada sektor politik.

KPK berharap melalui program ini dapat mendorong komitmen integritas dan meningkatkan kesadaran antikorupsi para pengurus parpol demi mewujudkan demokrasi yang lebih baik. []

Fadhli Ali: Ada Upaya Merusak Nama Safrizal Lewat Isu 4 Pulau di Aceh

0
Wakil Ketua DPW Partai NasDem Aceh, Fadhli Ali, SE. (Foto: Facebook)

Nukilan.id – Wakil Ketua DPW Partai NasDem Aceh Bidang Kaderisasi dan Pendidikan Politik, Fadhli Ali, yang juga Wakil Sekretaris Persaudaraan Barat Selatan (PBSA), menilai ada yang membonceng isu pergantiaan koordinat Pulau Mangkir Besar, Mangkir Kecil, Lipan, dan Panjang.

Para pembonceng isu itu punya misi khusus yaitu merusak nama Dirjen Bina Adwil Dr. Safrizal ZA, M.Si., yang ikut disebut sebagai salah satu kandidat kuat Pj Gubernur Aceh.

Fadhli Ali melihat upaya-upaya untuk merusak nama Safrizal gencar dilakukan baik melalui status-status Facebook, maupun melalui pemberitaan di media massa.

Menurut Fadli upaya itu bukan saja tidak fair, tapi seperti menyalahkan malam atas gagal panennya padi di sawah.

Demikian disampaikan oleh Fadhli Ali kepada Komparatif.id, Selasa (24/5/2022).

“Saya membaca dengan cermat upaya membonceng itu. Mereka tahu tentang latar belakang dan rentet kasus berpindahnya empat pulau it uke dalam wilayah administrasi Sumatera Utara. Tapi mereka masa bodoh saja, yang penting dapat melipat Pak Safrizal,” ujar Fadhli Ali.

Hanya saja, menurutnya upaya tersebut tidak disambut antusias oleh publik, karena di era keterbukaan informasi dan banyaknya media massa yang menulis peristiwa itu secara lengkap, membuat upaya pencitraan negatif terhadap Safrizal ibarat memercik air di dulang, terpercik muka sendiri.

Fadhli mengimbau, dalam kondisi apa pun, seharusnya perilaku membusukkan sesama Aceh tidak perlu dilakukan, karena akan merugikan Serambi Mekkah. Dengan jumlah orang Aceh yang berkarir di level nasional, dapat dihitung dengan jari, upaya menusuk saudara sendiri merupakan tindakan yang patut disebut pilihan melakukan hara-kiri.

“Kita sebagai orang Aceh juga semestinya menjaga dia. Karena kita semua tahu bahwa itu bukan kesalahan dirinya. Meskipun dalam upaya-upaya ke depan Aceh harus kehilangan empat pulau itu, saya kira Pak Safrizal dan pemimpin kita sudah berjuang dengan segenap tenaga. Penentuan tentang daerah mana yang memiliki pulau itu tidak diputuskan berdasarkan jumlah suara, tapi berdasarkan bukti ilmiah, yang dihasilkan dari kerja-kerja ilmiah yang terukur,” katanya.

Fadhli Ali sendiri, sudah jauh-jauh hari menyuarakan tentang empat pulau tersebut yang beroptensi masuk ke wilayah Sumut. Dia mengatakan Aceh terlambat bangun tidur.

“Kasus ini sudah sangat lama. Saya tahu ada salah satu mantan anggota DPRK Aceh Singkil dari partai Partai Bintang Reformasi (PBR) Zainal Abidin Tumanggor, berkali-kali menyuarakan hal tersebut. Tapi upaya almarhum dianggap angin lalu oleh parapihak. Bahkan Pakn Zainal sudah menyuarakan itu hingga ke Parlemen Aceh, tapi tidak ada yang menyahuti,” kata Fadhli.

Ia mengatakan apa yang terjadi hari ini terhadap empat pulau di Singkil, merupakan buah dari ketidakpedulian para pemimpin. Jangankan melakukan advokasi yang terukur dan sistematis, bersuara di media saja sepertinya tidak dilakukan.

“Pun demikian, sebagai orang Aceh saya berharap empat pulau itu dapat Kembali ke pelukan kita. Pulau-pulau itu sangat cantik. Bukan saja sangat menjanjikan, tapi ini perihal sejarah panjang tentang mereka dan kita. Semoga saja berhasil dan saya berdoa semoga berhasil.”

Sumber: Komparatif

FBA Gelar Workshop Pembangunan Inklusif Disabilitas Bagi Pemangku Kepentingan di Aceh Besar

0
Workshop Pembangunan Inklusif Disabilitas bagi pemangku kepentingan di Aceh Besar, (Foto: Nukilan)

Nukilan.id – Forum Bangun Aceh (FBA) menggelar kegiatan Workshop Pembangunan Inklusif Disabilitas bagi pemangku kepentingan untuk 12 Kecamatan di Aceh Besar.

Hal ini bertujuan agar peserta paham dan sadar isu kunci terkait Disabilitas, dan strateginya dalam pendampingan,”kata Direktur FBA, Taslim Jailani, di Hotel The Padee, Darul imarah Aceh Besar, Rabu, (25/5/2022).

Dalam sambutan Direktur FBA Taslim Jailani menyampaikan, workshop ini juga bertujuan
adanya koordinasi dan implementasi lintas sektor dalam pembangunan yang inklusif disabilitas.

Selama ini FBA Melaksanakan  pembinaan terhadap 6 kecamatan Disabilitas, dan sekarang ini ditambah 6 kecamatan lagi di wilayah Aceh Besar, sehingga menjadi 12 Kecamatan pendampingan Disabilitas oleh Forum bangun Aceh.

Ia meminta kepada pihak kecamatan agar sama -sama membantu FBA dalam menjalankan program disabilitas ini dan juga sangat perlu pendampingan dari pihak kecamatan agar apapun informasi yang di peroleh oleh FBA dilapangan pihak kecamatan apdate.

Memang kegiatan ini sangat perlu pendampingan yang masif, baik dari Pemerintah, Masyarakat dan Pihak kecamatan tentunya.

Berharap dengan kegiatan workshop ini mendapatkan masukan, untuk memperbaiki dan bisa mengakses pembangunan untuk ke depannya.

Selanjutnya Sekretaris Daerah Aceh Besar, Drs Sulaimi MSi ucapan terimakasih kepada Forum Bangun Aceh yang sudah mendampingi para penyandang Disabilitas di Aceh Besar.

“Yang dulu hanya mendampingi 6 kecamatan, sekarang menjadi 12 kecamatan yang didampingi diwilayah Aceh Besar,” ucapnya.

Sulaimi mengatakan, biarpun Kabupaten Aceh besar sudah melahirkan qanun tentang penyandang disabilitas, tapi tingkat kepedulian kita terhadap disabilitas masih kurang.

“Kami ikut hadir di acara workshop ini, hanya untuk mendukung pogram disabilitas di wilayah Aceh besar. Para Camat serta yang mewakili pada hari ini agar paham tentang peran bagaimana pendampingan terhadap penyandang disabilitas,” Sebutnya.

Dengan Workshop ini, bisa memberikan pemahaman dan perubahan mindset kepada disabilitas, dikarnakan tidak semua harus kita bantu dengan uang,” ucap Sulaimi.

Dengan harapan agar FBA lebih baik dan bisa melanjutkan program di Aceh besar, bukan hanya program disabilitas dan lebih banyak program lain untuk dilaksanakan,” tuturnya.

Untuk peserta yang mengikuti workshop ialah Pemangku Kepentingan dari 12 kecamatan wilayah kerja program di Aceh Besar, jumlah keseluruhan peserta dalam pelatihan adalah 24 orang yang merupakan masing-masing 2 orang dari setiap kecamatan.[Irfan]

Google Mulai Uji Coba Fitur Braille untuk Tunanetra

0
Google. (Foto: Shutterstock)

Nukilan.id – Google dikabarkan akan memulai uji coba fitur yang memungkinkan ponsel menampilkan Braille Tech di Android. Fitur yang akan hadir dalam OS Android 13 ini akan memudahkan para pengguna penyandang disabilitas menggunakan ponsel.

Langkah yang diambil oleh Google untuk membawa tampilan braille akan mulai masuk dalam pengujian beta fitur Android 13 dalam beberapa minggu mendatang, sebagaimana dikutip The Verge, Senin (23/5/2022).

Tampilan braille yang akan diterapkan oleh Google sendiri nantinya digunakan untuk membuat pola pin unik yang dapat membaca teks di layar sentuh, serta mengetik dalam huruf-huruf braille.

Membuktikan akan memberikan dukungan yang ‘out-of-the-box’ pada tampilan braille ini, para pengguna nantinya dapat mengakses berbagai fungsi yang sama dalam sistem Android tanpa harus merasakan ketidaknyamanan saat bernavigasi dengan ponsel miliknya.

Pengguna layar braille pun bisa mengakses fungsi yang sama seperti navigasi layar dengan tombol, panggilan telepon, menulis email, hingga mengirim pesan.

Untuk semakin mempermudah penggunanya, Google juga membuat ‘jalan pintas’ untuk penggunanya dengan fitur Talkback. Pintasan ini menyediakan opsi lainnya seperti pengguliran yang lebih cepat, mengedit dokumen, maupun copy-paste teks.

Perlu diketahui, hal ini bukanlah pertama kalinya Google meluncurkan fitur yang dapat mempermudah pengguna disabilitas. Di Android 10, Google sempat membawa fitur Live Caption dan Live Transcribe. [Indozone]

Kesbangpol Aceh Sosialisasi Pemantauan Orang Asing dan Tenaga Kerja Asing di Aceh Timur

0
Kabid Penanganan Konflik dan Kewaspadaan Nasional pada Badan Kesbangpol Aceh Dedy Andrian, SE (kanan) menyerahkan cendera mata pada Syamsuar, S.Sos., M.Si. (Foto: Ist.)

Nukilan.id – Bupati Aceh Timur melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Aceh Timur Syamsuar, S.Sos., M.Si mengatakan, Aceh sebagai salah satu daerah destinasi wisata dan riset, harus waspadai penyalahgunaan izin imigrasi yang dilakukan orang asing, dan harus ditangani bersama-sama.

“Penyalahgunaan izin keimigrasian oleh orang asing yang masuk ke wilayah Indonesia menjadi suatu masalah tersendiri yang harus kita tangani bersama,” kata Syamsuar, S.Sos., M.Si pada acara Sosialisasi Pemantauan Orang Asing Dan Tenaga Kerja Asing di Daerah yang digelar Kesbangpol Aceh di Aula Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupapten Aceh Timur, Rabu (25/5/2022).

Menurut Syamsuar, Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 49 Tahun 2010 Tentang Pedoman Pemantauan Orang Asing Dan Organisasi Masyarakat Asing di Daerah serta Permendagri Nomor 50 Tahun 2010 tentang Pemantauan Tenaga Kerja Asing Di Daerah dalam rangka menjamin keamanan, stabilitas politik, persatuan dan kesatuan serta kewaspadaan terhadap segala dampak negatif yang timbul akibat keberadaan orang asing, organisasi masyarakat asing, serta tenaga kerja asing di wilayah indonesia.

“Kita juga tidak bisa menafikan bahwa keberadaan orang asing, organisasi asing dan tenaga kerja asing juga dapat memberikan manfaat positif bagi masyarakat dan perkembangan perekonomian nasional,” jelasnya.

Dijelaskannya, tingkat globalisasi dan teknologi yang semangkit cepat, tidak tertutup kemungkinan Aceh yang punya letak geografis strategis akan dihadiri berbagai orang asing, wisatawan, tenaga kerja, lembaga asing dan pelaku investasi asing.

“Selaku aparatur badan kesbangpol dan segenap elemen masyarakat di daerah harus lebih waspada dalam mengantisipasi timbulnya hal-hal yang tidak kita inginkan karena ada kemungkinan orang asing itu datang untuk misi-misi tertentu,” lanjutnya.

Sementara Kabid Penanganan Konflik dan Kewaspadaan Nasional pada Badan Kesbangpol Aceh Dedy Andrian, SE yang mewakili Kaban Kesbangpol Aceh Drs Mahdi melaporkan kegiatan pemantauan orang asing dan tenaga kerja Asing di Daerah bertujuan meningkatkan kerjasama pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dan peran masyarakat dalam pemantauan orang asing dan tenaga kerja asing yang dilakukan secara terarah, terkoordinasi dan berkesinambungan.

“Kegiatan sosialisasi pemantauan orang asing dan tenaga kerja asing Tahun 2022 secara khusus mengusung tema ”Dengan Memahami Pedoman Dan Regulasi Meningkatkan Peran Dan Sinergi Aparatur Bersama Masyarakat Dalam Pemantauan Orang Asing Dan Tenaga Kerja Asing Di Daerah”. Sosialisasi ini menghadirkan Unsur Polres, Kodim, Satuan Intelijen, Panglima Laot Wilayah Aceh Timur, Kesbangpol, SKPK terkait, LSM/Ormas, Jurnalis Dan Tokoh Kemasyarakatan di Kabupaten Aceh Timur,” jelas Dedi Andrian yang didampingi panitia penyelenggara kegiatan Zulkarnaini, M. Ec. Dev, Analis Kebijakan Ahli Muda Sub Koordinator Kewaspadaan Dini Kesbangpol Aceh.

Tampil sebagai narasumber acara tersebut Kasi Intelijen dan Penindakan Imigrasi Kelas II TPI Langsa Teuku Adelian Muda And. Im. SH. MH dan Sekretaris Kesbangpol Aceh Timur Syamsuar.[red]

Sudah 2 Hari, Warga Darul Imarah Mengeluh Kesulitan Air Bersih

0
Ilustrasi keran air - (Pixabay/9078815)

Nukilan.id – Warga Gampong Lampeuneurut hingga Gampong Lamtheun dan beberapa daerah lain di wilayah Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Aceh sudah dua hari belakangan kesulitan air bersih. Air bersih dari PDAM Tirta Mountala tidak mengalir sama sekali ke rumah-rumah warga.

Kekeringan air terjadi di Kecamatan Darul Imarah terjadi sejak Minggu (23/5/2022) hingga Senin, (24/5/2022). Air berhenti mengalir dari keran PDAM Tirta Mountala, meskipun warga sudah menggunakan mesin air untuk membantu air mengalir ke dalam rumah.

Sejumlah warga disana terlihat memadati depot pengisian air isi ulang untuk membeli air guna memenuhi kebutuhannya seperti mandi, mencuci hingga untuk makan dan minum. Sejak pagi, warga disana terlihat sudah mondar-mandir ke depot pengisian air isi ulang untuk membeli air.

“Sudah beberapa kali terjadi seperti ini, biasanya itu terjadi akibat sumber mata air di Mata Ie, Kecamatan Montasik kekeringan, jadi tidak bisa diolah PDAM menjadi air bersih,” kata Zulkifli, warga Gampong Lamtheun, Darul Imarah.

Zul mengatakan seharusnya PDAM Tirta Mountala mengambil kebijakan baru dengan mencari sumber mata air baru selain dari Mata Ie, karena jumlah penduduk disana sudah mulai bertambah.

Padahal, di beberapa daerah lain terdekat dari Kecamatan Darul Imarah, air bersih yang mengalir ke rumah warga lancar tanpa hambatan. Salah satunya, daerah pemukiman di Lambaro Samahani, Kecamatan Kuta Malaka, Aceh Besar, Aceh yang hingga kini mengalir deras tanpa hambatan.

Meski sama-sama dilayani PDAM Tirta Mountala, namun sumber air di kawasan Samahani berbeda dengan Kecamatan Darul Imarah. “Air disini normal tidak pernah macet dan selalu lancar,” ungkap Mansyur.

Hingga kini belum ada upaya penanganan dari PDAM Tirta Mountala untuk mengatasi kesulitan air bersih di Darul Imarah. PDAM Tirta Mountala juga belum memberikan pernyataan resmi terkait masalah ini. []

4 Pulau Dicaplok Sumut, Fuadri: DPRA Harus Buat Qanun Tentang Batas Wilayah

0
ketua fraksi Partrai Amanat Nasional (PAN) Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Fuadri. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) perlu mengatur Qanun tentang regulasi batas wilayah Aceh secara menyeluruh, termasuk kepulauan.

Hal itu disampaikan Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRA, Fuadri menanggapi kisruh 4 pulau di Aceh Singkil masuk ke wilayah Sumatera Utara (Sumut).

“Kemungkinan besar 4 pulau tersebut belum terdata di wilayah Aceh, makanya Pemerintah Aceh merasa tidak tau pemermasalahan ini,” kata Fuadri dalam keterangannya kepada Nukilan di Banda Aceh, Selasa (24/5/2022).

Kendati demikian, lanjutnya, langkah-langkah untuk mengadvokasi pulau tersebut tetap harus dilakukan, karena itu jelas masuk ke wilayah Aceh secara teritorial. Ia menegaskan Eksekutif dan Legislatif tidak akan tinggal diam terkait hal ini.

“Persoalan wilayah ini seharusnya tidak terjadi konflik. Tapi permasalahan ini harus diselesaikan bersama antara Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat,” ujar Fuadri.

Karena itu, kata dia, jika benar empat pulau wilayah Provinsi Aceh itu caplok oleh Sumatera Utara, maka dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) harus bertanggungjawab.

“Kita harus berdelagasi dengan pihak Kemendagri, dan kita harus mempertanyakan kepada mereka apa alasannya tidak dilibatkan pemerintah Aceh dalam mengelurkan surat penetapan pulau tersebut ke Sumatra Utara,” tutur Fuadri.

Selain itu, sambungnya, kita juga tau bahwa pemerintah pusat mempunyai kebijakan khusus untuk Aceh, jadi tidak bisa serta merta mereka mengambil kebijakan sendiri tanpa koordinasi dan konsultasi dengan pemerintah Aceh.

“Yang perlu diketahui bahwa, 4 pulau tersebut telah masuk wilayah Aceh sejak dari zaman dahulu. Karena jelas ini milik Aceh, maka hari ini kita akan mempertahankan keempat pulau itu,” pungkas Fuadri.

Reporter: Hadiansyah

Kisah Ardian Hafidz, Pelajar Indonesia yang Dilirik Universitas Top Kelas Dunia

0
Ardian Hafidz © Dok. Pribadi Ardian via Detik.com

Nukilan.id – Indonesia sejatinya memang tidak pernah kehabisan insan penerus yang cerdas dan berkualitas. Hal tersebut terbukti dengan keberhasilan sejumlah pelajar tanah air yang berhasil menembus seleksi masuk universitas terbaik dunia yang ada di luar negeri.

Bagi segelintir kalangan yang skeptis, meneruskan pendidikan ke luar negeri mungkin dipandang sebagai perkara biasa. Hal tersebut lantaran adanya pendapat bahwa menempuh studi di luar negeri bisa saja dilakukan di universitas mana pun, selama ada kesiapan untuk memenuhi biaya pendidikan yang dibutuhkan.

Anggapan tersebut tentu tidak salah, namun berbeda cerita bagi segelintir kalangan pelajar yang belakangan berhasil menembus universitas top dunia murni karena prestasi, termasuk seleksi ketat yang menyertakan pembiayaan beasiswa di dalamnya. Dan kebetulan, prestasi seperti ini belakangan semakin banyak bermunculan.

Setelah ramai pemberitaan mengenai siswi madrasah yang diterima 6 universitas top dunia, baru-baru ini prestasi serupa kembali diraih oleh seorang siswa asal Boyolali yang berhasil dilirik oleh 7 universitas sekaligus, yakni Ardian Hafidz Annafi.

Berasal dari keluarga sederhana

Sekilas tak ada yang istimewa dari Ardian, dirinya merupakan siswa jurusan IPA/Sains di SMA Pradita Dirgantara yang ada di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Ia sendiri dikenal sebagai pelajar yang datang dari latar belakang keluarga sederhana.

Mengutip iNews, ayah dari Ardian sendiri diketahui bekerja sebagai buruh bangunan. Sedangkan sang ibu membuka usaha penatu di rumahnya. Namun nama Ardian langsung mencuri perhatian beberapa waktu lalu, setelah diketahui berhasil lulus seleksi dan diminati oleh 7 universitas top dunia untuk melanjutkan jenjang pendidikan.

Adapun 7 universitas yang dimaksud terdiri dari;

  • University of Toronto (Kanada),
  • University of British Columbia (Kanada),
  • The University of Western Australia,
  • Wageningen University (Belanda),
  • University of Otago (Selandia Baru),
  • Curtin University (Australia), dan
  • Victoria University of Wellington (Selandia Baru).

Ardian sendiri mengaku tidak ada hal istimewa yang dia lakukan untuk memiliki pengalaman di luar kegiatan sekolah sejak masih di jenjang SMP. Namun ada satu hal rutin yang tidak pernah terlewat ia lakukan sejak kecil, yakni membaca buku.

Minat dan aktivitas Ardian mulai berubah semenjak masuk ke jenjang SMA. Saat kelas 10, dirinya mulai mengikuti ekstrakurikulier yang mempersiapkan siswa untuk mengikuti Kompetisi Sains Nasional (KSN) di bidang/ilmu kebumian.

Ardian juga pernah meraih medali perunggu dalam salah satu kesempatan saat berpartisipasi di ajang KSN–yang dulunya lebih dikenal dengan nama OSN (Olimpiade Sains Nasional).

Saat menjelang kelulusan dan masa pendaftaran ke universitas telah tiba, disebutkan jika awalnya Ardian hanya menyasar satu universitas luar negeri saja, yakni University of British Columbia (UBC). Namun tak disangka, ternyata 6 universitas lain di atas juga mengirimkan surat kelulusan untuk Ardian meneruskan pendidikan di masing-masing instansi.

Mimpi menjadi ahli geologi

Sempat dilema menentukan pilihan, Ardian kemudian mengerucutkan pilihannya ke dua universitas yang berada di peringkat Top 50 Universitas terbaik menurut pemeringkatan QS World University Rankings (WUR), yakni University of Toronto (UoT) dan University of British Columbia (UBC).

Melihat pemeringkatan yang ada, UoT sendiri diketahui lebih unggul dan berada di peringkat ke-26 dunia, sementara UBC berada di peringkat ke-46. Di UoT Ardian diterima dalam jurusan Mathematical and Physical Sciences, sementara di UBC ia diterima dalam program Bachelor of Science.

Lebih dari itu, kedua pilihan tersebut sama-sama sesuai dengan minat Ardian yang tidak hanya tertarik dari segi sains secara umum, melainkan juga ketertarikan di bidang geologi. Namun akhirnya, Ardian diketahui menjatuhkan pilihan kepada UBC yang secara peringkat berada di bawah UoT.

Bukan tanpa alasan, pilihan tersebut dilakukan karena Ardian melihat dari segi ranking di bidang ilmu geologi yang lebih spesifik. Lebih detail jika dilihat secara ranking bidang geologi, UoT masih ada di bawah UBC.

“Setelah saya cari-cari (informasi), saya memutuskan buat ke UBC, soalnya UBC itu punya research unit di bidang mineral yang bagus lah daripada di UoT,” jelas Ardian, mengutip Detikcom.

“Soalnya UoT di bidang Geologi itu rankingnya lebih rendah daripada UBC. Makanya saya mantepin diri buat milih UBC soalnya mereka lebih capable di bidang geologinya,” tambah Ardian lagi.

Pemilihan ini juga dilakukan karena Ardian mengaku memiliki cita-cita untuk menjadi ahli geologi, dan ingin menyelami kondisi geologi di Indonesia secara lebih dalam. Selama menjalani pendidikan nantinya, Ardian juga diketahui akan mendapatkan beasiswa secara penuh dari Kemendikbud-Ristek.

Setelah menentukan pilihan tersebut, Ardian otomatis melepas pilihan di enam universitas lainnya. Ia juga melepas kesempatan di universitas dan jurusan serupa di tanah air, yakni Ilmu Geologi di Universitas Diponegoro.

Selain Ardian, dari sekolah yang sama juga ada sejumlah pelajar lain yang berhasil lulus seleksi untuk melanjutkan pendidikan ke universitas top lainnya. Di Universitas yang sama yakni UBC, ada siswi bernama Bernadette Puspa yang diterima pada jurusan Vantage One Bachelor of Science Program.

Di saat bersamaan, rupanya ada dua siswa lain yang berhasil lulus dan mengambil pendidikan di Universitas dengan peringkat lebih tinggi yang dilepas Ardian (University of Toronto). Dua siswa tersebut adalah Sekar Ayu A. Wibawa yang diterima di jurusan Teknik Mesin, dan Enrico Al Madani yang diterima di jurusan Statistik. [GNFI]

3 Warga Indonesia Bersepeda untuk Menunaikan Ibadah Haji

0
3 Warga Indonesia yang berangkat Haji dengan bersepeda © KBRI Bangkok via Kemlu

Nukilan.id – Setelah melalui bulan suci Ramadan dan perayaan Idulfitri, ada satu lagi momen istimewa bagi sebagian besar umat muslim dunia yang tak kalah dinanti, yakni perayaan Iduladha yang juga menandakan waktu dilaksanakannya ibadah Haji di tanah suci Makkah.

Apalagi pelaksanaan ibadah Haji kali ini bisa dibilang paling dinanti, karena setelah dua tahun pandemi dan pembatasan yang diberlakukan oleh pemerintah Arab Saudi di sekitar area Makkah terutama menyangkut kuota Haji, perlahan mulai kembali diberlakukan secara normal.

Tak heran jika pada pelaksanaan Haji kali ini, antrean atau daftar tunggu untuk menunggu giliran diberangkatkan berdasarkan kebijakan penyelenggara Haji di Indonesia cukup tinggi.

Bicara mengenai keberangkatan, ada satu hal menarik yang belakangan menyita perhatian dari pelaksanaan Haji di tahun ini oleh tiga orang warga negara Indonesia. Jarak antara Indonesia dengan Makkah atau lebih tepatnya negara Arab Saudi tidaklah dekat, karena itu lazimnya pemberangkatan dilakukan dengan menggunakan transportasi udara.

Namun lain halnya dengan yang dilakukan oleh tiga orang pria asal Gorontalo dan Magelang, yang memutuskan untuk berangkat menunaikan Haji dengan bersepeda. Bagaimana mereka melakukan hal tersebut?

Bersepeda 50 kilometer per hari

Andi Harvin (27), Chairul Ma’atini (27), dan Muhammad Fauzan (28), adalah tiga warga Indonesia yang menurut penuturannya melakukan ekspedisi bersepeda dari Gorontalo hingga Makkah untuk menunaikan ibadah Haji.

Belum lama ini, tepatnya pada hari Jumat (20/05/2022) kemarin, ketiganya diketahui baru sampai sekaligus singgah di Thailand untuk beristirahat. Mengutip keterangan KBRI Thailand yang melakukan penyambutan kepada tiga pesepeda tersebut, mereka diketahui memasuki wilayah Thailand dari jalur Thailand selatan dengan jarak tempuh harian bersepeda rata-rata 50 kilometer per hari. Kecuali pada malam menjelang ketibaan di Bangkok, jarak yang di tempuh mencapai 190 kilometer per hari.

Berdasarkan penuturan ketiganya, Andi Harvin bersama Chairul telah meninggalkan kampung halaman mereka di Gorontalo sejak Juni tahun lalu, sementara Fauzan dari Magelang baru bergabung sejak November 2021.

Sambil melakukan ekspedisi di setiap negara atau wilayah yang dilewati, ketiganya telah melintasi Malaysia sejak 27 April 2022 dan satu bulan sebelumnya telah melewati Singapura. Saat berdialog dengan sejumlah perwakilan KBRI di Bangkok salah satunya Dubes Indonesia untuk Thailand yakni Rachmat Budiman, dan komunitas sepeda Indonesia di Bangkok, mereka juga membagikan hal apa saja yang dilakukan untuk bisa melakukan perjalanan jauh ini.

Di antaranya, sebelum dan selama perjalanan ketiganya selalu berkomunikasi dengan komunitas sepeda di negara setempat. Lain itu, mereka juga berkoordinasi dengan rekan-rekan di tanah air mengenai rute perjalanan dan pengurusan dokumen perjalanan.

Melakukan perjalanan Haji dengan sepeda motor ini memang terdengar cukup ‘nekat’, pasalnya perjalanan panjang jalur darat kebanyakan dilakukan dengan kendaraan berupa mobil atau motor yang tidak perlu mengeluarkan tenaga ekstra, lain hal dengan sepeda yang membutuhkan tenaga lebih untuk bisa bergerak.

Karenanya dalam kesempatan tersebut, Dubes Rachmat berharap ketiga pesepeda tersebut dapat mengutamakan pentingnya menjaga tidak hanya kesehatan fisik melainkan juga kesehatan mental, serta persiapan perjalanan yang baik termasuk penguasaan medan tempuh agar perjalanan dapat berjalan baik.

Setelah dari Bangkok, ketiga pesepeda itu diketahui akan melanjutkan perjalanan melintasi Myanmar, India, Pakistan, hingga semakin dekat tiba di Arab Saudi khususnya Makkah.

Indonesia dapat kuota Haji terbanyak

Sementara itu di lain sisi, kabar baiknya Indonesia sendiri tahun ini mendapat keistimewaan dari Arab Saudi dengan memperoleh kuota Ibadah Haji paling banyak.

Menteri Agama (Menag) RI Yaqut Cholil Qoumas, pada hari Jumat (20/5) bertemu dengan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq F. Al-Rabiah di Kantor Kementerian Haji dan Umrah, Jeddah, Arab Saudi, untuk membahas mengenai persiapan kualitas dan fasilitas ibadah Haji di tahun ini.

Menteri Tawfiq menegaskan komitmen Arab Saudi untuk meningkatkan layanan kepada seluruh jemaah haji, termasuk yang berasal dari Indonesia. Dengan kuota mencapai 100.051 orang, Indonesia adalah negara yang memberangkatkan jemaah haji paling banyak di dunia.

“Indonesia mendapat tempat istimewa di warga dan Pemerintah Arab Saudi,” tuturnya.

Sementara itu per tanggal 21 Mei kemarin, diketahui sudah ada sebanyak 89.715 jemaah Haji yang telah melakukan konfirmasi keberangkatan. Sedangkan untuk pemberangaktan sendiri, kloter pertama jemaah Haji asal Indonesia disebut akan mulai diberangkatkan mulai tanggal 4 Juni 2022.

“Pemerintah Indonesia akan mengikuti peraturan Pemerintah Arab Saudi, termasuk terkait protokol kesehatan. Kami yakin semua itu diterapkan demi memberikan kenyamanan, termasuk bagi jemaah Haji Indonesia,” ujar Menag Yaqut. [GNFI]