Keren! Dr. Zulfikar Luncurkan Buku Epidemiologi Penyakit Cacing pada Sapi di Aceh

Share

NUKILAN.ID | BIREUEN – Upaya peningkatan kesehatan ternak sapi di Aceh kembali mendapat perhatian dari kalangan akademisi. Dosen tetap Universitas Almuslim Bireuen, Dr. Drh. Zulfikar, M.Si, meluncurkan buku berjudul “Epidemiologi Nematoda Gastrointestinal Pada Sapi di Dataran Rendah dan Dataran Tinggi Provinsi Aceh.”

Mengutip indojayanews.com, buku tersebut telah diserahkan kepada Dinas Peternakan Provinsi Aceh serta sejumlah dinas peternakan kabupaten/kota, termasuk Dinas Peternakan Kabupaten Bireuen, belum lama ini.

Menurut Zulfikar, buku tersebut hadir sebagai rujukan penting dalam memahami penyakit cacing atau nematoda gastrointestinal pada sapi yang selama ini menjadi salah satu penyebab utama menurunnya produktivitas ternak, baik pada ruminansia kecil maupun besar.

Ia menjelaskan, penyakit tersebut tergolong berbahaya karena sering tidak tampak secara kasat mata, namun berdampak besar terhadap kondisi kesehatan hewan ternak.

“Seringkali sapi terlihat kurus, tetapi penyebabnya tidak selalu diketahui secara pasti. Bisa jadi karena infeksi cacing, namun juga bisa disebabkan faktor lain. Di sinilah pentingnya pemahaman epidemiologi agar penanganan tepat sasaran,” kata Zulfikar.

Ia menegaskan, penyakit cacing pada sapi bukan merupakan penyakit musiman. Infeksi dapat terjadi sepanjang waktu, terutama jika tidak dilakukan pengobatan dan penanganan secara berkala, maksimal enam bulan sekali. Karena menyerang organ dalam, penyakit ini kerap luput dari perhatian peternak.

Melalui buku tersebut, Zulfikar berharap pemerintah daerah bersama para pemangku kepentingan di sektor peternakan dapat meningkatkan perhatian terhadap kesehatan hewan, khususnya dalam upaya pencegahan dan pengendalian parasit cacing. Ia juga mendorong adanya program pengobatan rutin serta edukasi berkelanjutan bagi para peternak.

Dr. Zulfikar merupakan akademisi kelahiran Matang Glumpang Dua, 26 Desember 1968, putra pasangan Abdullah Hasan dan Cut Latifah. Ia menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Bireuen dan Banda Aceh, sebelum melanjutkan studi di Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala dan meraih gelar dokter hewan pada 1996.

Pendidikan magister ditempuh di bidang Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Universitas Syiah Kuala pada 2013. Selanjutnya, ia meraih gelar doktor dari Universitas Sumatera Utara pada 2020 melalui Program Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan dengan dukungan beasiswa BPPDN. Sejak 2007, ia mengabdi sebagai dosen di Universitas Almuslim Bireuen.

Di lingkungan akademik, Zulfikar mengampu sejumlah mata kuliah yang berkaitan dengan kesehatan hewan dan lingkungan, seperti Parasitologi Hewan, Kesehatan Ternak, hingga Manajemen Risiko Lingkungan. Sebelum berkarier sebagai akademisi, ia sempat bekerja di sejumlah perusahaan swasta di Jakarta, Jawa Barat, dan Sumatera pada periode 1996 hingga 2006 yang bergerak di bidang obat-obatan serta pakan ternak unggas dan ruminansia.

Selain aktif mengajar, Zulfikar juga produktif dalam dunia penelitian. Tercatat lebih dari 20 karya ilmiah telah dipublikasikan di jurnal nasional maupun internasional, termasuk penelitian terkait penyakit infeksius pada ternak sapi dan metode pencegahannya.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Read more

Local News