Beranda blog Halaman 1570

Dua Kecamatan di Aceh Selatan Terendam Banjir dan Tanah Lonsor

0
(Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Dua Kecamatan di Kabupaten Aceh Selatan diterjang banjir dan tanah longsor pada Kamis (1/9/2022) sekitar pukul 15.04 WIB, akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Dr. Ilyas menyampaikan, berdasarkan laporan dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Aceh Selatan bahwa banjir dan longsor itu terjadi di Kecamatan Samadua dan Kecamatan Tapak Tuan.

(Foto: Dok. Ist)

“Dilaporkan ada dua Gampong di Kecamatan Samadua terendam banjir, yaitu Gampong Batai Tunggai dan Sawang Bunga. Sementara Gampong Hilir Kecamatan Tapak Tuan terjadi tanah longsor, termasuk di Gampong Lubuk Layu Kecamatan Samadua juga ada longsor,” kata Ilyas, Kamis.

Ia menyebutkan, hujan dengan intensitas tinggi mengguyur sebagian besar Kabupaten Aceh Selatan sehingga menyebabkan banjir dan tanah longsor dengan ketinggian air 75-100 cm.

Berdasarkan data sementara BPBA, dampak akibat peristiwa banjir meliputi 1 unit rumah warga tergerus air di Gampong Batai Tunggai, dan 8 unit rumah warga terendam banjir di Sawang Bunga Kecamatan Samadua.

(Foto: Dok. Ist)

Sedangkan di Gampong Hilir Kecamatan Tapak Tuan, terdapat rumah yang tertimbun tanah longsor dan material sehingga menutupi badan jalan lintas gampong Lubuk Layu. Dan korban terdampak banjir dan tanah longsor yang terdata sementara sebanyak 8 jiwa dari dua Kepala Keluarga (KK) di dua Kecamatan di Aceh Selatan.

“Korban terdampak yang diakibatkan oleh banjir di Gampong Batai Tunggai Kecamatan Samadua berjumlah 1 KK, 6 Jiwa. Sedangkan yang diakibatkan oleh longsor di Gampong Hilir, Kecamatan Tapak Tuan berjumlah 1 KK, 2 Jiwa,” pungkas Ilyas. [Wanda]

BMKG Ingatkan Sejumlah Kota Berpotensi Hujan Lebat Termasuk Aceh

0
Ilustrasi Hujan (Foto: beritatrans.com)

Nukilan.id – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini prakiraan hujan lebat disertai kilat dan angin kencang yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Aceh.

Dalam informasi yang dikutip dari situs BMKG di Jakarta, Jumat (2/8/2022), disampaikan potensi hujan lebat disertai kilat dan angin kencang diperingatkan untuk Aceh, Bangka Belitung, Bengkulu, Jambi, Lampung, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur.

Kondisi serupa juga berpotensi terjadi di Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat, Papua, dan Papua Barat.

BMKG mengemukakan sirkulasi siklonik berada di Sulawesi bagian tengah dan di Laut Sulawesi, dan membentuk daerah konvergensi yang memanjang di wilayah Sulawesi bagian tengah, di Laut Sulawesi, dari Laut Jawa hingga Kalimantan Timur, dari Kalimantan Selatan hingga Kalimantan Timur, dan dari Maluku hingga Laut Maluku.

Daerah konvergensi lainnya memanjang dari Bengkulu hingga Samudra Hindia barat daya Lampung, di Aceh, di Sumatera bagian tengah dan selatan, di Laut China Selatan, dari Kalimantan Tengah hingga Laut Sulu, di utara Kalimantan Utara, di Maluku Utara, dari Laut Seram hingga Laut Maluku, dan dari Papua hingga Papua Barat.

BMKG menyampaikan kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi/konfluensi tersebut.[antaraaceh]

Gempa Magnitudo Guncang Aceh Singkil

0
Ilustrasi Gempa. (Foto: Antara)

Nukilan.id – Aceh Singkil alami Gempa bumi dengan magnitudo (M) 5, namun tidak berpotensi Tsunami.

“Tidak berpotensi tsunami,” keterangan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di situsnya, Jumat (2/9/2022).

Gempa terjadi pada hari ini pukul 10.34 WIB. Titik gempa berada di koordinat 2,20 derajat Lintang Utara (LU) dan 97,82 derajat Bujur Timur.

Informasi yang diterima, Gempa yang menguncang Aceh Singkil terasa hingga ke beberapa wilayah di Sumatera Utara.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan, getaran akibat gempa ini terasa di Berastagi dan Humbang Hasundutan. Kedua daerah itu merasakan guncangan dengan skala III MMI atau getaran dirasakan nyata dalam rumah seakan-akan ada truk berlalu.

Sedangkan wilayah Aceh Singkil dilaporkan merasakan gempa dengan skala IV MMI atau dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang.

Bangunan sampai berdecit akibat gempa ini. Belum ada laporan kerusakan atau korban.[kompas.com/detik]

Banjir Hebat, Wilayah Pakistan Jadi Danau Seluas 100 Kilometer

0
Banjir parah Pakistan membuat wilayah di Provinsi Sindh jadi danau seluas 100 kilometer persegi. (AFP/-)

Nukilan.id – Citra satelit menunjukkan banjir parah di Pakistan menyebabkan beberapa bagian Provinsi Sindh menjadi danau seluas 100 kilometer persegi.

Dalam gambar yang diambil sensor satelit NASA, MODIS, pada 28 Agustus, tampak hujan lebat dan Sungai Indus yang meluap telah menenggelamkan sejumlah wilayah di Provinsi Sindh.

Sebagaimana diberitakan CNN, di bagian tengah citra satelit tersebut, tampak area biru gelap yang menunjukkan luapan Sungai Indus.

Luapan sungai dan hujan lebat di daerah itu membanjiri ladang pertanian seluas 100 km menjadi danau raksasa.

Bila dibandingkan dengan citra satelit pada tahun sebelumnya, area tersebut dipenuhi dengan warna hijau, dan hanya tampak sedikit garis tipis berwarna biru. Garis tipis tersebut melambangkan aliran air.

Tak hanya itu, citra satelit dari Maxar Technologies menunjukkan sejumlah desa dan lahan hijau Pakistan berubah menjadi genangan air, salah satunya di Gudpur, Provinsi Punjab.

Dalam citra satelit itu, tampak lahan hijau di sana berubah menjadi aliran banjir berwarna coklat.

Salah satu faktor penyebab banjir di Pakistan kini adalah hujan deras.

Di Provinsi Sindh dan Balochistan, curah hujan terjadi 500 persen lebih besar ketimbang rata-rata. Akibat fenomena ini, kedua provinsi itu dilanda banjir yang menenggelamkan pedesaan dan ladang pertanian di sana.

Menteri Perubahan Iklim Pakistan Sherry Rehman bahkan sempat menyampaikan sejumlah wilayah negaranya terlihat seperti “lautan kecil,” Minggu (28/8).

Ia juga mengatakan mungkin seperempat atau sepertiga dataran Pakistan bakal tenggelam imbas fenomena tersebut.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Pakistan Bilawal Bhutto Zardari mengaku telah mengunjungi Provinsi Sindh, pun melihat ‘kekacauan’ daerah itu imbas banjir.

“Sangat sedikit lahan kering yang dapat kami temukan. Skala tragedi ini, 33 juta orang, itu lebih banyak ketimbang populasi di Sri Lanka atau Australia,” kata Zardari dalam wawancara bersama CNN, Selasa (30/8). [CNN]

Gali Potensi Zakat dan Infak di Daerah, BMA Kunjungi BMK Abdya dan Aceh Selatan

0
Kunjungan BMA ke BMK Abdya dan Aceh Selatan. (Foto: Dok. Humas BMA)

Nukilan.id – Dalam rangka pengembangan potensi zakat dan infaq di daerah, Baitul Mal Aceh (BMA) mengunjungi Baitul Mal Kabupaten/Kota (BMK) Abdya dan Aceh Selatan.

Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 23 – 26 Agustus 2022 yang lalu itu dihadiri oleh Kasubbag Pengembangan Potensi Zakat dan Infak, Drs Permata bersama staf Bidang Pengumpulan diantaranya Jalinus, S.Pd, M.Si, Cut Nur Ika Sari, A.Md dan Harmizal M Jamil.

Kasubbag Pengembangan Potensi Zakat dan Infak, Drs Permata, Jumat (2/9/2022) mengatakan BMK merasa terbantu dengan adanya Surat Edaran (SE) Gubernur Aceh Nomor 180/11860 tentang Himbauan Menyetorkan Zakat ke Baitul Mal Aceh dan Membentuk Unit Pengumpul Zakat serta Melaporkan Zakat Secara Sukarela kepada BMA. Sehingga diharapkan dengan SE tersebut, pengumpulan zakat bisa lebih meningkat lagi.

“SE itu juga akan menjadi rujukan bagi BMK Abdya dan Aceh Selatan untuk segera menyusun draf Perbup terkait dengan penyetorkan zakat dan pembentukan UPZ pada Instansi Vertikal, BUMN dan BUMD di kabupaten tersebut,” kata Permata.

Permata menjelaskan dalam pertemuan tersebut BMK Abdya dan Aceh Selatan juga mengharapkan adanya penguatan dan singkronisasi antara BMA dan BMK dalam hal pengumpulan zakat, infak, wakaf dan harta keagamaan lainnya. Dengan demikian penerimaan di BMK tersebut akan ada peningkatan yang maksimal.

“Selain itu BMK Abdya dan Aceh Selatan akan mengadopsi langkah-langkah dan program-program lainnya yang dijalankan oleh BMA. Sehingga dengan meningkatnya pengumpulan zakat dan infak di kabupaten meraka, akan banyak juga mustahik yang bisa di bantu. Dan tentunya juga akan dapat menambah untuk Pendapatan Asli Daerah di Kab/Kota,” pungkas Permata. []

Gawat! 1,3 Miliar Data Registrasi SIM Bocor

0
Ilustrasi. Miliaran data SIM card diduga bocor. (Foto: Istockphoto/ Xijian)

Nukilan.id – Sebanyak 1,3 miliaran data pendaftaran kartu SIM disinyalir bocor dan dijual di situs gelap. Data itu diklaim berasal dari Kementerian Komunikasi dan Informatika. Namun, itu ditampik oleh kementerian. Lalu dimana bocornya?

Cerita bermula dari postingan sebuah akun Twitter @SRifqi. Dia melaporkan jika ada 1,3 miliar data pengguna kartu SIM bocor.

“1,3 miliar data pendaftaran kartu SIM telepon Indonesia bocor!,” ungkap akun @SRifqi, sambil menyertakan tangkapan layar akun Bjorka yang menjual data bocoran itu, Kamis (1/9).

“Data pendaftaran meliputi NIK, nomor telepon, nama penyedia (provider), dan tanggal pendaftaran. Penjual menyatakan bahwa data ini didapatkan dari Kominfo RI,” lanjutnya.

Di situs gelap itu, pelaku juga melampirkan total 18 GB yang berisi NIK, nomor telepon, serta operator seluler yang digunakan pemilik nomor.

Chairman lembaga riset siber CISSReC (Communication & Information System Security Research Center), Pratama Persadha mengatakan 1,5 sampel data yang dibagikan oleh peretas terbukti valid milik masyarakat Indonesia.

Kominfo mewajibkan semua pengguna kartu SIM prabayar untuk mendaftarkan nomor teleponnya sejak Oktober 2017. Syaratnya adalah memberikan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nomor Kartu Keluarga (KK).

Lewat tangkapan layar itu, Bjorka mengklaim memiliki 1,3 miliar data registrasi kartu SIM dengan kapasitas 87 GB. Ia membanderolnya dengan harga US$50 ribu (Rp743,5 juta). Bjorka menyertakan sampel data sebanyak 2GB.

Bjorka merupakan akun yang juga sempat membocorkan data diduga 26 juta pelanggan IndiHome.

Saat dikonfirmasi, Sekretaris Jenderal Kementerian Kominfo Mira Tayyiba menepis kebocoran data pendaftaran SIM card itu bukan dari diperoleh dari kementeriannya.

“Engga ada, bukan dari kominfo. Formatnya juga beda. Yang ngecek pak ismail (Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kominfo),” ucapnya, kepada CNNIndonesia.com.

Senada, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate mengklaim tidak memegang data registrasi nomor kartu SIM alias SIM card. Bahkan kepada awak media ia beberapa kali menyatakan jika data masyarakat tidak disimpan di Kemenkominfo.

“Data itu tidak ada di Kominfo. Atas mandat peraturan dan perundangan Dirjen Aptika harus melakukan audit dan priksa data itu sebenarnya apa statusnya,” ujar Plate kepada wartawan di Nusa Dua, Bali, Kamis (1/9).

Bocornya data KK dan KTP ini mengundang kritik dari pakar keamanan siber, Teguh Aprianto. Lewat akun Twitter @secgron, Teguh mempertanyakan jaminan keamanan data yang diberikan Kominfo pada saat registrasi nomor SIM Card.

“Tahun 2018 @kemkominfo memaksa kita utk melakukan registrasi nomor HP menggunakan NIK dan KK, dijanjikan akan terbebas dari spam,” kicu Teguh, “Terbebas dari spam tak didapat, kini data registrasi no HP (NIK, No HP, provider, tgl registrasi) sebanyak 1,3 miliar bocor dan dijual”. [CNN]

Polda Aceh Rilis Nama Penerima Beasiswa Tak Sesuai Syarat, Ini Daftarnya

0
Dirreskrimsus Polda Aceh Kombes Sony Sonjaya. (Foto: Dok.Ist)

Nukilan.id – Sebagaimana diinformasikan sebelumnya, Penyidik Dittipidkor Ditreskrimsus Polda Aceh akan merilis atau mengumumkan nama penerima beasiswa yang tidak sesuai syarat bila tidak mengembalikan kerugian negara.

“Penyidik sudah memberikan kesempatan kepada penerima beasiswa tidak sesuai syarat untuk mengembalikan kerugian negara. Namun, masih ada yang tidak mengembalikan,” kata Dirreskrimsus Polda Aceh Kombes Sony Sonjaya dalam keterangannya, Jumat, 2 September 2022.

Sony mengatakan, pihaknya sudah merilis nama-nama penerima beasiswa yang tidak sesuai syarat dalam laman https://reskrimsus-aceh.info. Masyarakat atau penerima beasiswa bisa langsung mengecek namanya dalam laman tersebut.

Sony juga menjelaskan, jumlah nama penerima beasiswa yang yang dirilis 620 orang, dengan rincian 349 orang tidak memenuhi panggilan penyidik juga tidak mengembalikan kerugian negara dan 271 orang memenuhi panggilan penyidik tapi belum mengembalikan kerugian negara.

Daftar nama mahasiswa tersebut merupakan data yang terbuka dan transparan, sehingga tidak perlu ditutupi ke publik. Bagi, masyarakat yang mungkin lupa pernah menerima beasiswa bisa langsung melihatnya di https://reskrimsus-aceh.info.

Sony kembali menginformasikan, total anggaran beasiswa pada tahun 2017 adalah Rp22.317.060.000. Berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) ditemukan kerugian negara Rp10.091.000.000.

Dalam kasus tersebut, penyidik telah memeriksa 537 orang dan 6 saksi ahli, serta menetapkan 7 orang sebagai tersangka.

Penyidik juga telah menerima pengembalian kerugian negara tersebut dari 70 penerima beasiswa yang tidak sesuai syarat dengan total Rp934.750.000. [Wanda]

Nasir Djamil Minta BNPT Perkuat Pencegahan Terorisme di Daerah

0

Nukilan.id – Anggota Komisi III DPR-RI Dapil Aceh II M. Nasir Djamil cerita tentang keberadaan dan peran Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) dalam upaya-upaya pencegahan di daerah saat rapat anggaran bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol. Boy Rafli Amar, MH, di DPR, Selasa (31/08) di Ruang Rapat Komisi III.

Nasir menyebutkan keberadaan FKPT saat ini ada dan tiada, terkesan belum memberikan dampak yang berarti dalam kerja-kerja seperti pencegahan kejahatan di daerah.

“FKPT dikatakan ada tapi tak ada, dikatakan tidak ada tapi ada. Kontribusinya masih sangat minim sehingga keberadaannya belum terasa di daerah-daerah” sebut Nasir.

Lebih lanjut, Anggota Fraksi PKS ini terkait peran FKPT dalam hal penangkapan 15 orang teroris yang ditangkap di Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Ia menegaskan jika peran FKPT diberdayakan dengan maksimal maka ruang-ruang pergerakan pasti dapat mencegah sejak dini.

“Peran FKPT yang belum maksimal memang selalu disebabkan oleh alasan klasik, yaitu kekurangan anggaran, namun untuk sebuah forum, anggaran yang tersedia saat ini sebenarnya sudah mencukupi” tegas Nasir.

Nasir pada kesempatan itu, menghimbau kepada FKPT untuk menajamkan peran dan kegiatan di daerah dengan sejumlah kegiatan prioritas. Misal di Provinsi Aceh, FKPT hanya berkutat di Ibukota Provinsi saja (Banda Aceh) sehingga tidak terdengar di Kabupaten/Kota di wilayah tersebut.

Ia berharap FKPT perlu melakukan upaya koordinasi dan komunikasi dengan Anggota Komisi III yang ada di Dapil sehingga dapat dibangun sinergi yang baik.

Kejati Aceh Periksa Enam Saksi Mahkota Kasus SPPD Fiktif DPRK Simeulue

0
Kasi Penkum dan Humas Kejati Aceh, Ali Rasab Lubis, SH. (Foto: Nukilan)

Nukilan.id – Tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh akan melakukan pemeriksaan saksi mahkota terhadap enam tersangka atas kasus SPPD Fiktif oknum DPRK Simeelue tahun 2019.

“Dalam minggu ini kita harapkan akan dilakukan saksi mahkota,” kata Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Aceh, Ali Rasab Lubis dalam keterangannya kepada Nukilan, Kamis (1/8/2022).

Baca Juga: 22 Agustus Kejati Aceh Periksa 3 Tersangka Kasus SPPD Fiktif DPRK Simeulue

Ia menjelaskan, pemeriksaan saksi mahkota adalah istilah untuk tersangka yang dijadikan saksi untuk tersangka lain yang bersama-sama melakukan suatu perbuatan pidana.

“Pemeriksaan saksi mahkota yaitu, saksi berposisi sebagai tersangka kemudian tersangka berposisi sebagai saksi, jadi saling berganti karena keenam tersangka ini mempunyai kegiatan yang berkaitan satu sama lain,” terang Ali Rasab.

Selanjutnya setelah dilakukan pemeriksaan saksi mahkota akan dilanjutkan dengan pemberkasan perkara yang akan dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pindana Korupsi Banda Aceh

“Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak lama lagi, perkara ini sudah sampai ke pengadilan sehingga kepastian hukum terhadap keenam tersangka akan lebih jelas,” harapnya.

Baca Juga: Kejati Aceh Tetapkan 6 Tersangka Korupsi SPPD Fiktif DPRK Simeulue

Adapun keenam tersangka tersebut yaitu, A (61) selaku pengguna anggaran, NEP (47) pejabat pengelola keuangan, R (49) selaku Bendahara Pengeluaran Sekretariat Dewan (sekwan) Simeulue Tahun 2018,

Selanjutnya, M (64) selaku ketua DPRK Simeulue 2014-2019, IR (35) anggota DPRK Simeulue periode 2014 – 2019 dan PH (46) anggota DPRK Simeulue aktif dan juga pernah menjabat Wakil Ketua DPRK Simeulue periode 2019-2021.

Untuk diketahui, sebelumnya Kejati Aceh sudah melakukan pemeriksaan saksi sebanyak 89 orang dan 1 orang saksi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jakarta yang ahli di bidang perhitungan kerugian negara.

Reporter: Reji

Gus Sulaiman Lantik Pengurus DPW HIPSI Aceh

0

Nukilan.id – Ketua Umum Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) Gus Sulaiman resmi melantik kepengurusan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) HIPSI Aceh masa khidmat 2022-2026 di Hermes Palace hotel, Rabu (31/8/2022) malam.

Gus Sulaiman menilai, DPW HIPSI Aceh sudah bekerja profesional dengan keterlibatan pihak Bank, Hotel, Eksekutif dan Legislatif serta para pelaku UMKM yang hadir mensupport HIPSI Aceh.

“Saya apresiasi pengurus HIPSI Aceh, acara kajian santripreneur seperti ini harus lebih sering kita laksanakan. Para pengurus saya harapkan dapat masuk untuk membangkitkan UMKM Pesantren di Aceh,” kata Ketum HIPSI dalam sambutannya.

Ia berharap kepada para pelaku usaha dikalangan santri untuk lebih sering bertemu dan saling kenal supaya dapat secara intens mendiskusikan pengembangan bisnis agar dapat berjalan lebih baik kedepannya.

“Bisnis harus diawali dengan saling kenal, ini penting. Semoga para pengurus HIPSI mampu menciptakan peluang kerja baru dan meningkatkan usahanya yang telah dijalani selama ini,” ucap Gus Sulaiman.

Sementara itu Ketua DPW HIPSI Aceh, Muhammad Balia mengatakan, kehadiran HIPSI di Aceh bukan hanya untuk sekedar menguatkan roda perekonomian di Aceh. HIPSI juga hadir untuk memompa semangat santri agar terus berusaha membangun Aceh lebih maju.

Setelah pelantikan, HIPSI Aceh akan segera menyusun sejumlah program kerja diantaranya melahirkan HIPSI Koperasi, HIPSI ngaji bareng santri dengan tema wirausaha dan melahirkan HIPSI go to Dayah se- Aceh.

Balia yang merupakan CEO MBA Corporation ini akan memanfaatkan media sosial untuk membranding HIPSI Aceh. Seluruh santri yang memiliki usaha di Aceh dapat bergabung dengan HIPSI Aceh.

“Merk atau logo usaha akan kita branding dalam website hipsiaceh.com, jadi semua masyarakat akan lebih familiar dengan usaha para pengurus HIPSI Aceh,” kata Balia.

Teknologi informasi akan menjadi jalan HIPSI mengembangkan potensi usaha para santri. Dengan adanya komitmen bersama mulai tingkat Pusat, Provinsi hingga ke Kabupaten/Kota maka kebangkitan UMKM santri di Aceh bukan sebuah hal mustahil.

“Kami menaruh harapan besar pada para santri,  khususnya di 23 Kabupaten/Kota se-Aceh dalam bidang wirausaha. Selain di bidang bisnis, para santri juga dapat berperan dalam pengembangan koperasi di pondok pesantren,” pungkasnya.

Reporter: Reji