Beranda blog Halaman 1495

Kementan RI Resmi Keluarkan Tanda Daftar Varietas Durian Kaloy Tamiang

0
Kepala UPTD BPSBTPHP Distanbun Aceh bersama Wakil Bupati Aceh Tamiang beserta PBT Aceh Tamiang saat meninjau durian kaloy tamiang. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Durian Kaloy Tamiang telah resmi mendapatkan tanda daftar varietas tanaman lokal yang dikeluarkan dari Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) dengan No. 1934/PVL/2022 pada tanggal 08 November 2022.

Hal itu berdasarkan Undang-Undnag Nomor 29 Tahun 2000 tentang Perlindungan Varietas Tanaman, Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2004 tentang penanaman, Pendaftaran dan Penggunaan Varietas Asal untuk Pembuatan Varietas Turunan Esensial, serta Peraturan Menteri Nomor 29 Tahun 2021 tentang penanaman, Pendaftaran Varietas Tanaman.

Dengan demikian, varietas Durian Kaloy Tamiang telah sah secara hukum menjadi milik masyarakat Kabupaten Aceh Tamiang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan tercatat dalam daftar umum Perlindungan Varietas Tanaman (PVT), dan diumumkan dalam berita resmi PVT.

Sertifikat Tanda Daftar Varietas Tanaman Lokal Durian Kaloy Tamiang. (Foto: Ist)

Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan (Distanbunak) Kabupaten Aceh Tamiang. Safuan, SP melalui Kepala Bidang Produksi dan Perlindungan Tanaman, Muhammad Yunus, SP.M.Si mengucapkan terima kasih kepada Wakil Bupati Aceh Tamiang, T Insyafuddin, ST yang telah berupaya mendorong perlindungan Varietas Unggul Lokal untuk dikembangkan.

“Ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada UPTD BPSBTPH Distanbun Aceh yang telah ikut memfasilitasi sehingga Sertifikat Tanda Daftar varietas Tanaman ini dikeluarkan Kementan RI,” ucapnya.

Selain itu, Yunus mengatakan dengan keluarnya Sertifikat Tanda Daftar Varietas Tanaman Durian Kaloy Tamiang ini sebagai salah satu upaya utuk melindungi varietas unggul lokal yang mempunyai keunggulan spesifik. Dan diharapkan Durian Kaloy Tamiang dapat dikembangkan sebagai Durian Unggul Tamiang.

“Kita juga akan melakukan perbanyakan durian ini sebagai duplikat dan pengembangan tahap awal,” kata Yunus dalam keterangannya kepada Nukilan di Aceh Tamiang, Minggu (13/11/2022).

Untuk itu, kata dia, kedepan pihaknya akan segera menyiapkan persyaratan dan penilaian uji laboratorium untuk persiapan pengajuan Pelepasan Durian Kaloy Tamiang sebagai Durian Varietas Unggul Nasional (VUN).

“Kami juga sangat berharap kepada BPSBTPHP Distanbun Aceh agar dapat memfasilitasi dalam penilaian dan pengujian untuk persiapan persyaratan Pelepasan Durian Unggul Nasional,” pungkasnya.(Adv)

Raih 63 Medali, Pidie Juara Umum Kejurprov Panahan

0
Ketua Umum Pengprov Perpani Aceh, Prof Dr Nyak Amir, M.Pd berpose bersama atlet usai pengalungan medali pada perlombaan terakhir Kejurprov di lapangan Prof Dr Ali Basyah Amin, MA, Stadion Mini, Universitas Syiah Kuala (USK), Darussalam, Banda Aceh, Minggu (13/11/2022) petang. Foto : Humas Perpani Aceh.

Nukilan.id – Pengurus Cabang Persatuan Perkumpulan Panahan Indonesia (Pengcab Perpani) Pidie tampil sebagai juara umum kejuaraan provinsi (Kejurprov) setelah meraih 33 medali emas, 19 perak dan 11 perunggu.

Kejurprov yang berlangsung sepekan di lapangan Prof Dr Ali Basyah, MA, stadion mini Universitas Syiah Kuala (USK) Darussalam, Banda Aceh berakhir Minggu (13/11/2022) siang ditutup langsung Ketua Umum Pengprov Perpani Aceh, Prof Dr Nyak Amir, M.Pd.

Ranking kedua ditempati Gayo Lues yang meraih 14 medali emas, 15 perak dan 9 medali perunggu

Sementara itu Aceh Barat mendapat peringkat ketiga meraih meraih 5 emas, 2 medali perak dan 6 perunggu. (lihat klasemen akhir peroleh medali).

Nyak Amir mengatakan, gelaran Kejurprov berlangsung maksimal dengan animo peserta dari kabupaten/kota yang tinggi mengikuti event ini. Sebanyak 400 atlet yang mengikuti Kejurprov ini”, ujarnya.

Sebutnya, Kejurprov panahan yang digelar setiap tahun untuk tahun ini lebih spesifik karena menjadi ajang evaluasi dari pembinaan yang dilakukan Pengurus panahan kabupaten/kota di Aceh dan sekaligus menjaring 24 pemanah terbaik untuk masuk pemusatan latihan daerah (Pelatda) 2023 sebagai persiapan menghadapi PON XXI/2024 Aceh – Sumatera Utara.

Katanya, selama berlangsung perlombaan muncul pemanah baru dari kabupaten/kota yang mencatat skor atau nilai yang bagus.

Begitu juga, sebut profesor olahraga ini, penampilan para pemanah Pelatda 2022 cukup mengalami kemajuan dalam pencapaian skor seperti di nomor compound nilai 380 hingga 400.

“Capaian skor atlet Pelatda ada peningkatan meski tidak snigfikan dan lainnya tetap stabil tidak mengalami penurunan,” katanya.

Kecuali itu, sebutnya, Kejurprov ini juga ajang pemanasan atau ujicoba (try out) bagi pemanah yang akan mengikuti Pekan Olahraga Aceh (PORA) XIV yang akan digelar di Pidie, 10 – 22 Desember 2022. “PORA nanti juga menjadi penjaringan atlet untuk masuk Pelatda 2023,” katanya.

Nyak Amir menjelaskan, Kejurprov memperlombakan tujuh divisi untuk kategori kelompok usia dan umum yaitu divisi FITA recurve umum putra/putri, divisi FITA compound umum putra/putri, divisi nasional usia 9, 12, 15 putra putri, divisi nasional kategori umum putra/putri dan divisi berebow kategori umum putra/putri. (*)

Cek Peralatan dan Kesiapan Personel, Kapolri: Semua Tergelar dengan Baik

0
(Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kembali melakukan peninjauan langsung terhadap kesiapan personel pengamanan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan KTT G20 berjalan aman dan lancar.

“Baru saja kita meninjau salah satu titik posko yang disiapkan yang ada didekat Apurva, untuk untuk mengecek kesiapan dari peralatan dan kesiapan dari anggota yang ada,” kata Listyo Sigit Prabowo di Bali, Sabtu, 12 November 2022.

Selain melihat kesiapan personel, orang nomor satu di kepolisian ini juga memastikan seluruh peralatan yang digunakan untuk menghadapi situasi kontijensi terkait dengan bencana mulai dari peralatan SAR di laut, darat dan di udara maupun potensi ancaman bom dapat dioperasionalkan.

“Tadi kita semua kita cek satu-satu, peralatan kita sudah siap, baik mulai dari alat pendeteksi kemudian alat untuk melaksanakan evakuasi dan juga alat untuk penghancuran (bom) atau explosive,” ujarnya.

“Semuanya tergelar dengan baik,” ujar Kapolri menekankan.

Personel pengamanan yang disiagakan, kata Kapolri juga telah siap menghadapi kondisi kerusuhan maupun ketika terjadi peningkatan eskalasi. Oleh karena itu, mantan Kapolda Banten ini meminta agar personel terus menerus berlatih baik menjalankan tugas pengamanan maupun mengoperasionalkan peralatan.

“Agar pada saatnya dalam waktu cepat mereka semua bisa bergerak dan melakukan tugas-tugas sesuai dengan apa yang menjadi tantangan dan ancaman tugas,” ucapnya.

Di samping itu, Kapolri menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah mobil yang telah dilengkapi dengan alat pendeteksi benda-benda berbahaya dan juga menyiapkan mobil escape. Kapolri juga memastikan kalau seluruh rute yang akan dilewati oleh delegasi dan tamu VVIP KTT G20 terpantau dan telah diisi dengan personel di sejumlah titik.

“Saya kira ini menjadi satu optimisme, bahwa pengamanan rangkaian pelaksanaan KTT G20 yang akan dilaksanakan dari TNI-Polri semuanya dalam posisi siap melaksanakan tugas,” tutup Sigit. []

135 KK Masih Terdampak Banjir di Aceh Tamiang dan Aceh Selatan

0
Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy, (Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Terhitung 12 November 2022 tercatat masih ada 135 keluarga lagi yang terdampak bencana banjir, yaitu 50 KK di Kabupaten Aceh Tamiang dan 85 KK di Kabupaten Aceh Selatan.

Update tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy, dalam rilisnya, Minggu, 13 November 2022.

Winardy mengatakan, ke dua kabupaten tersebut mengalami dampak yang luas akibat banjir, sehingga sejauh ini ada keluarga yang masih terdampak.

Ia mengimbau, masyarakat tetap waspada karena curah hujan masih tinggi. Di setiap wilayah sampai ke tingkat desa agar berkoordinasi dengan kepolisian terkait evakuasi bila banjir datang.

“Masyarakat baiknya waspada. Silakan berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa di desa bila butuh evakuasi,” sebutnya. []

Permata Bantu Pemulangan Jenazah Warga Aceh Tamiang dari Jakarta

0
Ketua Permata, Sugianto (Baju Orange) sedang mengurus pemulangan jenazah warga Aceh Tamiang di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Kota Bekasi. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Perhimpunan Masyarakat Aceh Tamiang (Permata) Jakarta memfasilitasi pemulangan jenazah warga Kampung Kesehatan Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, Ari Syahputra (35), Sabtu (12/11/2022).

Almarhum yang berasal dari Dusun Setia Kampung Kesehatan Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang menghembuskan napas terakhir pada Sabtu (12/11/2022) sekitar pukul 10.15 WIB, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Chasbullah Abdulmadjid, Kota Bekasi.

“Dia (almarhum) masuk rumah sakit karena sakit lambung dan di rawat di Rumah di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid selama empat hari,” ujar Ketua Permata, Sugianto, SE, MM yang dikonfirmasi Nukilan.

Sugianto menjelaskan pemulangan jenazah Ari Syahputra tersebut menggunakan pesawat Lion Air melalui Bandara Soekarno-Hatta, pada Minggu pagi sekira jam 05.00 WIB dan tiba di Bandara Kualanamu Medan sekitar jam 07.30 WIB.

“Sampai di Bandara Kualanamu Medan, jenazah dijemput oleh pihak keluarga dan dibawa ke Kampung Kesehatan Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang dengan menggunakan ambulance RSUD Aceh Tamiang,” ujarnya.

Seluruh biaya pemulangan almarhum, kata Sugianto, ditanggung oleh Permata Jakarta.

Sementara itu, Datok Kampung Kesehatan, Syariful Alam membenarkan bahwa ada warga Kampung Kesehatan yang meninggal dunia di Jakarta.

“Ya benar, ada warga kampung Kesehatan yang bernama Ari Syahputra meninggal dunia di Jakarta. Almarhum sudah merantau ke Jakarta selama sudah tahun dan almarhum berstatus lajang serta memiliki riwayat sakit lambung,” ujar Tok Ful, panggilan akrab Syariful Alam.

Datok Ful menjelaskan pihaknya sudah menelepon pihak keluarga agar menjemput Almarhum di Bandara Kualanamu Minggu (13/11/2022) pagi dan ia menyampaikan ke pihak keluarga untuk biaya pemulangan jenazah dari Jakarta sudah ditanggung oleh Permata Jakarta.

“Atas nama pemerintah Kampung Kesehatan, saya mengucapkan terima kasih kepada Permata dan pak Sugi, yang sangat peduli terhadap warga Aceh Tamiang  di Jakarta yang terkena musibah. Kepedulian dan respon Permata sangat cepat,” ujarnya. (Wanda)

Direktur RSUDZA: Gedung Oncology Semakin Bermanfaat Kedepan

0
Direktur RSUDZA dr. Isra Firmansyah, (Foto: Ist)

Nukilan.id – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA), Isra Firmansyah menyampaikan kegembiraan atas berfungsinya Gedung Pusat Oncology Zainoel Abidin.

Diketahui, sejak diresmikan akhir April 2022 semasa Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, Gedung Oncology langsung dipersiapkan untuk pelayanan pasien kanker, mulai dari pengadaan mobiler dan sarana-prasarana medis penanganan pasien kanker.

“Harapannya gedung itu semakin bermanfaat kedepannya, kita fungsikan secara bertahap karena ada pemindahan pasien dan itu tidak bisa sekaligus,” kata Isra saat diwawancarai media, Sabtu (12/11/2022).

Saat ini, kata dia, ada 354 pasien kanker rawat inap menempati gedung tersebut. Ada sekitar 162 pasien rawat jalan yang dilayani oleh Pusat Oncology itu.

“Pekan depan ruang rawat inap bagi pasien Thalasemia dan oncology anak sudah bisa difungsikan,” jelasnya.

Lanjutnya, saat ini, pihaknya juga sedang melengkapi berbagai alat kesehatan, karena tidak bisa sekaligus dibeli tergantung anggaran, mudah-mudahan 2023 bisa dianggarkan.

Terhadap Gedung Pusat Oncology Zainoel Abidin yang telah berfungsi, menuai respon luar biasa dan dukungan besar dari PJ Gubernur Aceh, Achmad Marzuki.

dr Isra menyampaikan, PJ Gubernur Aceh sangat mendukung apapun untuk pelayanan masyarakat Aceh. Dan beliau juga sangat mendukung apapun kebutuhan layanan kesehatan dan itu terbukti disaat mengajukan anggaran untuk melengkapi sarana dan prasarana untuk gedung onkologi, dirinya langsung merespon baik.

“Insya Allah tahun 2023 akan terlaksana dan itu semua berkat arahan dari pak PJ. PJ sangat konsen untuk meningkatkan pelayanan di RSUDZA,” pungkasnya. []

Kementan Resmi Keluarkan Tanda Daftar Varietas Jengkol Lembah Kuali Aceh Jaya

0
Tim UPTD BPSBTPHP Distanbun Aceh bersama PBT dan Distan Aceh Jaya saat melakukan pemeriksaan terhadap tanaman jengkol lembah kuali Aceh Jaya. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Tanaman Jengkol Varietas Lembah Kuali yang terdapat di Kabupaten Aceh Jaya telah sah secara hukum menjadi milik masyarakat Kabupaten Aceh Jaya.

Tahun 2021 kemarin, Jengkol Lembah Kuali telah resmi mendapatkan sertifikat tanda daftar varietas tanaman lokal yang dikeluarkan dari Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) dengan Nomor 1757/PVL/2021 pada tanggal 19 November 2021.

Dengan demikian, berdasarkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2000 tentang Perlindungan Varietas Tanaman; Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2004 tentang penanaman, Pendaftaran dan Penggunaan Varietas Asal untuk Pembuatan Varietas Turunan Esensial; serta Peraturan Menteri Pertanian Nomor 01 Tahun 2006 tentang Syarat Penanaman dan Tata Cara Pendaftaran Varietas Tanaman, Jengkol Lembah Kuali telah tercatat dalam daftar umum Perlindungan Varietas Tanaman (PVT), dan diumumkan dalam berita resmi PVT.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Jaya, Fadlon Mirza, S.Pt, M.Si mengatakan Pendaftaran Varietas Tanaman Jengkol Lembah Kuali ini sebagai salah satu upaya untuk melindungi varietas unggul lokal yang mempunyai keunggulan spesifik dan diharapkan Jengkol Lembah Kuali dapat dikembangkan sebagai Jengkol unggul.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Jaya, T. Reza Fahlevi, MM melalui Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Fadlon Mirza, S.Pt, M.Si mengucapkan terima kasih kepada Bupati Aceh Jaya, yang telah berupaya mendorong perlindungan Varietas Unggul Lokal untuk dikembangkan.

“Ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada Kepala UPTD BPSBTPH Distanbun Aceh Habiburrahman, S.TP, M.Sc beserta jajaran yang telah banyak membantu dan memfasilitasi sehingga Sertifikat Tanda Daftar varietas Tanaman ini dikeluarkan Kementan RI,” ucap Fadlon dalam keterangannya kepada Nukilan di Calang, Sabtu (12/11/2022).

Kedepan, pihaknya juga akan melakukan perbanyakan jengkol ini sebagai duplikat dan pengembangan tahap awal, dan kita juga akan segera menyiapkan persyaratan dan penilaian uji laboratorium untuk persiapan pengajuan Pelepasan Jengkol Lembah Kuali sebagai Varietas Unggul Nasional (VUN).

“Selanjutnya kami memohon arahan dan bantuan kepada BPSBTPHP Distanbun Aceh dan seluruh pihak terkait agar dapat memfasilitasi dalam penilaian dan pengujian untuk persiapan persyaratan Pelepasan Jengkol Varietas Unggul Nasional,” pungkasnya.(Adv)

RSUDZA Kembali Gelar Bakti Sosial untuk Korban Banjir Aceh Tamiang

0
(Foto: Dok. RSUDZA)

Nukilan.id – Tim Bakti Sosial Rumah Sakit Umum Daerah Zainal Abidin (RSUDZA) kembali menggelar bakti sosial ke daerah bencana banjir yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang pekan yang lalu.

Bakti sosial kali ini dipusatkan di Puskesmas Kecamatan Rantau bekerjasama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh Tamiang dengan sasaran pasien yang terdampak bencana banjir. Acara ini digelar, Sabtu, 12 November 2022.

Pada kesempatan tersebut, Direktur RSUDZA, dr. Isra Firmansyah dan beberapa dokter umum serta spesialis ikut hadir beserta tim medis dalam kegiatan bakti sosial tersebut.

dr. Isra menyebutkan, kegiatan ini meliputi Pengobatan Umum, Pengobatan Spesialis yaitu Penyakit Dalam, Anak, Bedah, Kebidanan dan Kandungan, Jantung, THT dan kesehatan Mata, Pemeriksaan Penunjang, Pemeriksaan gula darah, Pemeriksaan EKG, Fetal Doppler.

Adapun bantuan sosial yang diberikan berupa paket higiene, paket anak-anak, bantuan alat kebersihan dan pakaian pantas pakai. Termasuk edukasi kesehatan germas untuk pasien dan keluarga.

“Diharapkan dengan kegiatan ini dapat RSUDZA memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Aceh khususnya dan berperan serta aktif dalam mengambil bagian dalam pemulihan setelah bencana,” pungkas dr. Isra. []

Dinkes Aceh: Edukasi Dapat Menekan Laju Stunting

0
Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr. Hanif. (Foto: Dinkes Aceh)

Nukilan.id – Kondisi tubuh anak yang pendek sering kali dianggap karena faktor keturunan dari kedua orang tuanya. Banyak masyarakat yang berdiam saja tanpa melakukan apa – apa untuk melakukan pencegahan terhadap stunting.

Seperti diketahui, genetika merupakan faktor determinan kesehatan yang paling kecil pengaruhnya bila dibandingkan dengan faktor perilaku, lingkungan serta pelayanan kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh, dr. Hanif mengatakan bahwa salah satu fokus Pemerintah saat ini adalah pencehatan stunting. Upaya ini dilakulan dengan tujuan agar pertumbuhan anak di Indonesia dapat berkembang secara optimal dan maksimal.

“Terdapat tiga macam hal yang harus diperhatikan dalam pencegahan stunting pada anak, yaitu perbaikan terhadap pola makan, pola asuh, serta perbaikan sanitasi dan akses air bersih, depan upaya itu kita berharap semoga stunting dapat dicegah.” ujar dr. Hanif kepada Nukilan, Jum’at 11 November 2022.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Aceh, dr. Sulasmi, MHSM menerangkan bahwa seringkali masalah-masalah non kesehatan menjadi akar dari masalah stunting baik itu masalah ekonomi, politik, sosial, budaya, kemiskinan, kurangnya pemberdayaan perempuan, serta masalah degradasi lingkungan. Karena itu, kesehatan membutuhkan peran semua sektor dan tatanan masyarakat.

Masalah stunting dipengaruhi oleh rendahnya akses terhadap makanan dari segi jumlah dan kualitas gizi, serta seringkali tidak beragam. Istilah “Isi Piringku” dengan gizi seimbang perlu diperkenalkan dan dibiasakan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

“Bagi anak-anak dalam masa pertumbuhan, memperbanyak sumber protein sangat dianjurkan, di samping tetap membiasakan mengonsumsi buah dan sayur,” terangnya.

Dalam satu porsi makan, lanjut Sulasmi, setengah piring diisi oleh sayur dan buah, setengahnya lagi diisi dengan sumber protein (baik nabati maupun hewani) dengan proporsi lebih banyak daripada karbohidrat.

Selain itu, Ia mengatakan, stunting juga dipengaruhi aspek perilaku, terutama pada pola asuh yang kurang baik dalam praktek Pemberian Makan Bayi dan Anak (PM-BA).

Dimulai dari edukasi tentang kesehatan reproduksi dan gizi bagi remaja sebagai cikal bakal keluarga, hingga para calon ibu memahami pentingnya memenuhi kebutuhan gizi saat hamil dan stimulasi bagi janin, serta memeriksakan kandungan enam kali selama kehamilan, dua kali harus konsultasi dengan dokter dan diperiksa dengan menggunakan alat USG.

Bersalin di fasilitas kesehatan, lakukan inisiasi menyusu dini (IMD) dan berupayalah agar bayi mendapat colostrum air susu ibu (ASI). Berikan hanya ASI saja sampai bayi berusia 6 bulan. Setelah itu, ASI terus dilanjutkan sampai usia 2 tahun, namun berikan juga makanan pendamping ASI. Jangan lupa pantau tumbuh kembangnya dengan membawa buah hati ke Posyandu setiap bulan.

Hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah berikanlah hak anak mendapatkan kekebalan dari penyakit berbahaya melalui imunisasi yang telah dijamin ketersediaan dan keamanannya oleh pemerintah. Masyarakat bisa memanfaatkannya dengan tanpa biaya di Posyandu atau Puskesmas.

Sanitasi dan Akses Air Bersih Rendahnya akses terhadap pelayanan kesehatan, termasuk di dalamnya adalah akses sanitasi dan air bersih, mendekatkan anak pada risiko ancaman penyakit infeksi. Untuk itu, perlu membiasakan cuci tangan pakai sabun dan air mengalir, serta tidak buang air besar sembarangan.

“Berbagai edukasi kepada orang tua dalam pencegahan stunting sangatlah penting untuk dilakukan. Kita berharap dengan dengan adanya edukasi ini setidaknya sudah dapat menekan laju meningkatnua angka stunting di Indonesia pada umumnya dan di Aceh secara khusus, kita akan mengarahkan kedua orang tua agar dapat mengubah perilaku yang bisa mengarahkan pada peningkatan kesehatan gizi atau ibu dan anaknya” tutup dr. Sulasmi.

Baca juga: Dinkes Aceh Beri Layanan Kesehatan Spesialis di Daerah Pedalaman dan Terpencil

Reporter: Wanda
Editor: Mirzu

Diguyur Hujan Deras, ASN Tetap Semangat Ikut Gerakan dan Gebyar Bangga G20

0

Nukilan.id – Meski hujan deras mengguyur Kota Banda Aceh sejak subuh dini hari, sebanyak 160 peserta terdiri dari ASN, remaja yang tergabung dalam Forum Generasi Berencana (GenRe), Penyuluh KB, dan mitra kerja, tetap semangat ke Kantor Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Aceh, guna mengikuti Gerakan dan Gebyar Bangga Group of Twenty (G20) yang digelar serentak pada Jum’at pagi (11/11/2022) di 34 provinsi di Indonesia.

Kegiatan ini sendiri guna mendukung penuh kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 , dimana Indonesia menjadi Presiden dan tuan rumah acara yang diselenggarakan di Nusa Dua, Bali pada 15 hingga 16 November 2022 akan datang tersebut. Gerakan ini mengusung tema “Keluarga Indonesia Bangga Menjadi Bagian G20”.

Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, Drs. Sahidal Kastri, M.Pd, usai mengikuti Senam Serentak bersama peserta lainnya kepada awak media di Banda Aceh mengatakan, G20 merupakan sebuah platform multilateral strategis yang menghubungkan negara-negara dengan perekonomian besar di dunia. G20 memiliki posisi yang strategis di dalam menentukan masa depan pertumbuhan ekonomi dunia.

Hal ini lanjut Sahidal, juga berkaitan erat dengan semangat dan gencar pemerintah menurunkan stunting di tanah air dan Aceh khususnya yang berada di peringkat ketiga secara nasional dengan pravelensi stunting sebesar 33, 2 persen.

“Pravelensi stunting kita sebesar 33,2 persen. Angka ini harus kita tekan agar turun 14 persen pada 2024. Bagaimana caranya? Kita harus bersama-sama dan bekerjasama di dalam percepatan penurunan stunting di Aceh. Karena tugas ini bukan hanya BKKBN saja, tetapi menjadi tugas kita bersama,” kata Sahidal.

Menyambut dan sesuai dengan visi misi Indonesia di mana kita berharap Indonesia emas pada tahun 2045, dimana pada tahun tersebut usia Indonesia 100 tahun dan pada 2030 puncak Indonesia diprediksi akan meraih bonus demografi, maka persoalan stunting menjadi prioritas perhatian bersama.

Lanjut Sahidal, apa yang sangat ditakutkan dengan stunting? Bebernya, seorang ahli nutrisi Indonesia mengatakan, bahwa setiap bayi akan melewati proses tumbuh kembang. Pada anak dengan berat badan kurang dari 10 kg, sebanyak 50 hingga 60 persen energi, yang didapat dari makanan, digunakan untuk perkembangan otak.

“Bisa kita bayangkan jika anak-anak Aceh stunting, bukan saja kesehatannya yang terganggu tetapi juga perkembangan otaknya. Aceh akan kehilangan generasi yang unggul dan anak-anak stunting ini akan menjadi beban bagi keluarganya,” ucap Sahidal.

Kaper menjelaskan, bila asupan nutrisinya kurang, otak dikorbankan lebih dulu. “Menurut para ahli nutrisi, pada anak yang mengalami perlambatan berat badan, IQ-nya bisa menurun hingga tiga poin. Bayangkan betapa banyak penurunan IQ yang terjadi pada anak stunting. Stunting masih menjadi permasalahan besar di Indonesia dan Aceh,” ucapnya lagi.

Sekban, Husni Thamrin, SE, MM yang juga selaku Ketua Tim PPS Perwakilan BKKBN Aceh, menambahkan, terkait perkembangan otak, bahwa otak dan sinaps-sinapsnya berkembang pesat pada 1.000 hari pertama kehidupan atau hingga anak berusia 2 tahun.

“Stunting bisa dicegah. Mari kita bangun kepedulian kita, agar kita memiliki generasi unggul atau generasi emas yang terbebas dari stunting,” ujar Husni Thamrin.

Terkait G20, Ia berharap, ASN, Forum GenRe, Penyuluh KB, dan mitra kerja, bisa memanfaatkan momentum ini untuk terus gencar mensosialisasikan bahaya stunting, pendewasaan usia perkawinan, pentingnya 1000 HPK, dan program Bangga Kencana lainnya di dalam percepatan penurunan stunting di Aceh.

“Jadikan momentum G20 ini sebagai spirit baru, semangat baru untuk pulih bareng dari ekonomi dan Aceh bisa terbebas dari stunting,” harapnya.

Perwakilan dari Kodam Iskandar Muda, Pabandya Bakti TNI, Mayor Inf Galih Chandra Buana,pada kesempatan yang sama memaparkan kerjasama dan program yang telah dilakukan TNI bersama BKKBN dalam percepatan penurunan stunting di Aceh.

Sebutnya, sejak Kasad dilantik menjadi Bapak Asuh Anak Stunting, telah ada beberapa program dari angkatan darat, antaranya membuka lahan kosong dan menanam pangan yang hasil panen akan diberikan kepada masyarakat kurang mampu termasuk keluarga berisiko stunting.

“Di Meulaboh, diresmikan Wamenpan, pertanian yang nanti hasil panennya akan kita berikan kepada masyarakat kurang mampu termasuk keluarga berisiko stunting. Selain itu kita, TNI juga memantau dan mengedukasi masyarakat terkait stunting dan upaya pencegahannya,” demikian bebernya.

Pada kegiatan Gerakan dan Gebyar Bangga G20, Perwakilan BKKBN Aceh mengelar Flash Mob dan senam serentak. Selain itu juga bekerja sama dengan UMKM lokal menjajakan kuliner dalam peningkatan ekonomi keluarga. Juga melakukan talkshow siaran langsung bersama RRI dengan siaran relay di stasiun Banda Aceh, Sabang, Lhokseumawe, Meulaboh, Singkil, dan Aceh Tengah. []