Beranda blog Halaman 1408

Citra Satelit Sebut Deforestasi di Aceh Capai 9.383 Ha

0
Deforestasi akibat ekspansi perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Tengah. (Foto: Yudi Nofiandi/Auriga)

Nukilan.id – Pantauan citra satelit menunjukkan deforestasi di Aceh mencapai 9.383 hektar sepanjang 2022. Hilangnya tutupan hutan itu juga meliputi Kawasan Ekosistem Leuser (KEL).

“Kondisi terbaru pada tahun 2022, kami memantau ada 9.383 hektare yang hilang tutupan hutan selama setahun itu di Aceh,” ucap Manager Geographic Information System (GIS) Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA), Lukmanul Hakim, seperti dikutip dari Antara.

Kehilangan tutupan hutan tersebut seluas 4.676 ha di dalam kawasan ekosistem Leuser, sementara di luar kawasan ekosistem Leuser seluas 4.706 ha. Sementara total luas tutupan hutan Aceh pada tahun 2022 seluas 2,96 juta ha.

Kabupaten penyumbang kehilangan hutan terbesar itu dari Aceh Selatan yang mencapai sekitar 1.883 ha.

Selanjutnya, Aceh Jaya seluas 776 ha, Aceh Timur, 753 ha, Aceh Utara 666 ha, Aceh Barat 642 ha, Nagan Raya seluas 592 ha, Subulussalam 547 ha, Aceh Tengah 449 ha, Pidie Jaya 447 ha, Bener Meriah 414 ha, Simeulue 411 ha, Bireuen 409 hadan daerah lainnya di bawah 200 ha.

HAkA hanya menghitung hutan yang hilang, belum termasuk hutan yang tumbuh kembali atau reforestasi.

Secara umum kehilangan tutupan hutan akibat terjadinya perambahan hutan, ilegal logging, pertambangan hingga adanya konservasi hutan menjadi kebun.

“Khusus pertambangan, kami memantau tahun 2022 ada indikasi wilayah tambang di Sungai Seunagan, Nagan Raya, yang menyumbang kehilangan tutupan hutan sekitar 153 ha dan indikasi tambang ilegal Sungai Meureubo, Aceh Barat menyumbang sekitar 154 ha,” katanya.

Sementara dalam tujuh tahun terakhir, HAkA mencatat angka deforestasi di Aceh terus menunjukkan penurunan, yakni pada tahun 2015 seluas 21.056 ha, seluas 21.060 ha pada 2016, kemudian seluas 17.820 ha pada 2017, seluas 15.071 ha pada 2018, seluas 15.140 ha pada 2019, seluas 14.756 ha pada 2020, seluas 9.028 ha pada 2021 dan seluas 9.383 ha pada 2022.

“Tren penurunan kehilangan tutupan hutan memang menunjukkan penurunan dari 2015-2022, dari hasil pantauan satelit,” ujarnya.

Sebelumnya, pada pertengahan Januari lalu Walhi menyebutkan penyusutan hutan Aceh sepanjang tiga tahun terakhir dan dua tahun ke depan diperkirakan mencapai 35 ribu hektare.

“Dalam rentang waktu tiga tahun ke belakang dan dua tahun ke depan, hutan Aceh menyusut mencapai 35 ribu hektare,” kata Direktur Walhi Aceh Muhammad Nur kala itu.  []

Pemerintah Aceh Targetkan Angka Kemiskinan Turun Jadi 14 Persen

0
Ilustrasi kemiskinan. (Foto: Detik)

Nukilan.id – Pemerintah Aceh menargetkan angka kemiskinan turun dari 14,47 persen menjadi 14 persen pada 2023.

“Angka kemiskinan di Aceh tahun 2022 banyak turun, yaitu ke angka 14,75 persen, dan tahun 2023 ini target kami turun menjadi 14 persen,” kata Kepala Bappeda Aceh Teuku Ahmad Dadek di Banda Aceh seperti dikutip Antara, Jumat (17/2).

Untuk mengejar target tersebut, pemerintah akan berupa menekan pengeluaran masyarakat dengan cara mempercepat realisasi bantuan sosial seperti program keluarga harapan (PKH) dan bantuan langsung tunai (BLT).

Selain itu, pemprov ingin meningkatkan pendapatan masyarakat dengan memberikan pemberdayaan kepada pelaku usaha kecil serta perbanyak realisasi kredit usaha rakyat (KUR).

“Menjaga stabilitas harga bahan pokok melalui, operasi pasar, pasar murah dan pada ongkos angkut,” ujarnya.

Demi mengentaskan kemiskinan, Pemerintah Aceh telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp703,83 miliar pada kuartal I 2023. Anggaran itu ditempatkan pada perangkat daerah terkait untuk 132 kegiatan.

Hingga 14 Februari 2023, pelaksanaan anggaran pengentasan kemiskinan yang sedang berjalan mencapai Rp147,86 miliar untuk 23 kegiatan mulai PKH hingga pemberdayaan pelaku UMKM.

Demi mengentaskan kemiskinan, Pemerintah Aceh telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp703,83 miliar pada kuartal I 2023. Anggaran itu ditempatkan pada perangkat daerah terkait untuk 132 kegiatan.

Hingga 14 Februari 2023, pelaksanaan anggaran pengentasan kemiskinan yang sedang berjalan mencapai Rp147,86 miliar untuk 23 kegiatan mulai PKH hingga pemberdayaan pelaku UMKM.

Artinya, masih ada 109 kegiatan dengan pagu anggarannya sebesar Rp555,97 miliar yang belum dilaksanakan.

“Jadi dari APBA ini jumlah uangnya untuk kemiskinan dan rencana realisasi triwulan I, dan termasuk PKH di Dinsos dari APBN, dana desa serta dana beasiswa anak yatim. Karena itu target kita pada 2023 ini bisa turun menjadi 14 persen,” ujarnya.

Aceh sendiri merupakan provinsi termiskin di Sumatera. Per September 2022, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk miskin di Tanah Rencong mencapai 818,47 ribu orang (14,75 persen) atau naik 11,7 ribu orang dibandingkan Maret 2022, 806,82 ribu orang (14,64 persen). [CNN]

ASN Pemerintah Aceh Diminta Tidak Terlibat Politik Praktis Jelang 2024

0

Nukilan.id – Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat, Sekda Aceh, M Jafar, mengingatkan seluruh pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Aceh untuk tidak terlibat politik praktis menjelang pemilihan umum (Pemilu) 2024. Aparatur sipil negara (ASN) harus netral dan bebas intervensi politik.

“Netral artinya tidak terlibat atau ikut serta langsung memihak dan mengampanyekan calon tertentu, baik secara aktif maupun pasif,” kata Jafar saat memimpin apel rutin pejabat struktural Pemerintah Aceh setiap tanggal 17, di halaman Kantor Gubernur Aceh, Jumat, (17/2/2023).

Jafar mengatakan, ketentuan agar ASN harus netral telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara. Menurut dia, pada tahun politik ini akan ada begitu banyak dinamika persoalan yang terjadi di tengah masyarakat. Oleh sebab itu, para ASN harus selalu menjaga etika dan interaksi sosialnya.

“Saya juga berharap para ASN tidak menyebar isu hoax atau komentar negatif kepada pemerintah baik di media sosial maupun dalam berbagai forum, termasuk di warung kopi,” ujar Jafar.

Selain persoalan Pemilu, dalam kesempatan itu Jafar juga mengajak para pejabat untuk berpartisipasi dan menggerakkan seluruh ASN untuk menyumbangkan bantuan sesuai kemampuan untuk masyarakat Turki dan Suriah yang mengalami musibah gempa melalui rekening donasi Pemerintah Aceh.

“Informasi terakhir, jumlah korban tewas di Turki dan Suriah telah menembus angka 41.000 orang dan tim penyelamat terus berjuang melawan waktu untuk menyelamatkan korban yang masih tertimbun reruntuhan,” tutur Jafar.

FDK UIN A-Raniry Gelar Pelatihan Bimbingan Karir Bagi Dosen dan Mahasiswa

0

Nukilan.id – Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Ar-Raniry (UINAR) mengadakan kegiatan Pelatihan Bimbingan Karir bagi dosen dan mahasiswa di lingkungan FDK, dengan tema “Mahasiswa Pengusaha dan Pengusaha Mahasiswa”.

Adapun Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan dari serangkaian kegiatan pelatihan bagi dosen dan mahasiswa yang diadakan oleh FDK UIN Ar-Raniry di awal Tahun 2023.

Kemudian Kegiatan lainnya yang akan segera dilakukan adalah Pelatihan Kepemimpinan dan Komunikasi Publik, juga Pelatihan Pencegahan Penyalahgunaan NAPZA yang diperuntukkan bagi dosen dan mahasiswa di lingkungan FDK.

Rangkaian kegiatan ini, insya Allah dilaksanakan dengan mengambil tempat di Aula Utama gedung FDK, yang masing-masing pada tanggal 22 dan 27 Februari 2023 sebagaimana disampaikan oleh Dr. Kusmawati Hatta, M.Pd selaku Dekan FDK.

Peserta dalam pelatihan ini sejumlah 72 orang peserta baik dari dosen dan mahasiswa. Dalam kesempatan ini, ketua panitia acara, Wirda Amalia, M. Kesos menyebutkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dalam mempersiapkan diri dan merencanakan karier kedepannya, serta harapannya dapat memberikan inspirasi dan motivasi bagi dosen dan mahasiswa yang ingin mengembangkan karier dalam dunia usaha.

Sesi Materi pada pelatihan ini diisi oleh dua orang narasumber, dengan dimoderatori oleh Dr. Sabirin, S.Sos. I., M.Si (Wakil Dekan III FDK bidang Mahasiswa dan Kerja Sama). Materi pertama dibawakan oleh Ibu Dr. Kusmawati Hatta, M.Pd yang membahas tentang pengenalan awal mengenai bimbingan karier dan juga langkah-langkah dalam memilih dan merencakan karier.

Selanjutnya pada sesi kedua diisi oleh Bapak Rizal Aiyub, S.Pd yang lebih dikenal dengan ‘Rizal Tim’ merupakan salah satu Pengusaha Muda Aceh. Dalam kesempatannya, beliau membahas mengenai pembentukan budaya wirausaha di Perguruan Tinggi, serta langkah konkrit dalam membuat business plan dan upaya mewujudkannya dalam kehidupan nyata.

“Semoga mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry nantinya dapat mengambil peran penting dalam memajukan dunia usaha, sehingga menjadi pengusaha yang sukses semenjak di bangku kuliah, amin”. Tuturnya [Yong]

Dr H Iqbal Inspektur Upacara Penghormatan Bendera, Ini Amanatnya

0

Nukilan.id – Dr H Iqbal SAg MAg pasca dilantik menduduki jabatan baru setingkat eselon II, menjadi Kepala Biro Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan (Karo AUPK) Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, bertindak sebagai Inspektur Upacara Penghormatan Bendera Merah Putih di halaman Kanwil, Jum’at, 17 Februari 2023.

Ia menjabat sebagai Kakanwil Kemenag Aceh hampir 3 tahun lamanya, dan dilantik jadi Kepala Biro pada Kampus UIN oleh Menteri Agama, pada Rabu (15/2) lalu.

Dalam amanahnya ia menitipkan pesan yang teduh, menyejukkan dan memberi kenyamanan bagi karyawan-karyawati kantor setempat.

Ia mengajak jajaran di Kementerian Agama, khususnya di Kanwil Kemenag Aceh tetap tenang, menjaga kenyamanan dan istiqamah dalam bekerja.

“Meskipun saya tidak berada disini lagi, tetap kita jalin silaturrahmi dan ukhwah, hal ini perlu kita jaga dan rawat sebagaimana tuntunan Islam, tak ada dosa diantara kita, silaturrahmi kita lakukan dengan sebaiknya,” kata Iqbal.

“Tetap selalu bersyukur atas segala anugerah dan yang Allah berikan kepada kita, dan yakinlah itu yang terbaik. Soal rotasi atau mutasi, itu biasa dalam sebuah lembaga, sesuatu yang lumrah dan lazim. Jadi kapanpun, dimanapun, saat kapan pun. Kita harus siap menghadapi dan menjalaninya,” katanya.

Ia juga berharap layanan kerja atau pengelolaan tata ruang yang sudah terlihat. Kapanpun tetap kita jaga bersama demi kenyamanan kerja kita juga.

Dikatakannya, kita harus siap dengan kompetensi kita, kesempatan yang diberikan  yakni bekerja di Kanwil. Bekerjalah dengan tuntas, sungguh-sungguh dan terus mengupdate kemampuan diri, pesan Iqbal.

Ia menjelaskan, lembaga Kementerian Agama adalah lembaga yang besar dan penting kehadirannya ditengah masyarakat, karena itu menjadi pembicaraan penting bagi banyak orang, apapun yang dikatakan orang tetap beranggapan positif, dan konsisten menjaga nama baik lembaga.

“Bekerja lah dengan sebaiknya, toreh prestasi dan ukir berbagai inovasi yang akan menjadi peninggalan atau jejak bagi kita semua dalam masa bertugas, bekerja dengan niat dan perihal yang baik, pasti akan menghasilkan yang terbaik, dan siapapun pimpinan ke depan konsistenlah dalam bekerja, nasib juga tergantung pada diri kita sendiri, dan kepada Allah jua kita memohon ampunan dan doa,” katanya.

Sebelumnya, Iqbal menyatakan akan menjalankan amanah baru dengan sebaik mungkin, demi pengabdian kepada lembaga dan layanan terhadap masyarakat.

“Alhamdulillah, kami selalu bersyukur atas anugerah Allah, dan amanah yang dititipkan. Terimakasih untuk semua jajaran Kemenag Aceh terutama Keluarga Besar Kanwil hingga jajaran kabupaten/kota yang selama ini telah membersamai dan bekerja keras dalam menyukseskan berbagai program dan kegiatan demi pelayanan masyarakat dan lembaga tercinta, banyak inovasi dan prestasi telah lahir dengan adanya kebersamaan dan kekompakan.” Katanya.

Terimakasih juga kepada seluruh masyarakat, ulama dan tokoh di Aceh yang selama ini turut memberikan andil dan memberikan dukungan moral kepada kami dalam menjalankan tugas, lanjutnya.

“Saya juga mohon maaf bila terdapat khilaf, salah paham atau kekeliruan dalam melaksanakan tugas, Namun kita yakin, niat baik akan bernilai ibadah, tetap terus menebarkan kebaikan dimana saja berada dengan jalinan ukhwah silaturahim yang terpelihara. Semoga Kementerian Agama Aceh menjadi lebih baik dan semakin berjaya,” sebut Iqbal.

Upacara ini diikuti Kabag TU, Drs H Marzuki, A, MA, Para Kabid dan Pembimas di lingkungan Kanwil Kemenag Aceh. []

Kadisdik Aceh Tinjau pelaksanaan Try Out Tes Masuk Perguruan Tinggi

0
Peninjauan pelaksanaan Try Out Tes Masuk Perguruan Tinggi oleh Kadisdik Aceh (Foto. Dok. Humas Disdik Aceh)

Nukilan.id – Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Alhudri, MM., didampingi Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh – Aceh Besar, Syarwan Joni, S.Pd., M.Pd., meninjau pelaksanaan try out tes masuk perguruan tinggi. Jumat, (17/2/2023).

Tinjauan itu dilakukan pada SMAN 1 dan SMAN 7 Kota Banda Aceh, SMAN 1 Darul Imarah, dan SMAN 1 Ingin Jaya Aceh Besar.

Try out yang diikuti oleh 6.013 siswa kelas XII (kelas tiga) di seluruh SMA di lingkup Cabang Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh – Aceh Besar, sengaja digelar untuk mempersiapkan lulusan SMA yang cakap saat menghadapi Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (UTBK – SNPMB) perguruan tinggi.

Di sela-sela peninjauan try out, Alhudri tidak lupa memberikan motivasi kepada para siswa agar senantiasa rajin belajar, agar nantinya dapat lulus saat mengikuti tes masuk perguruan tinggi, dan mampu bersaing dengan siswa dari daerah lain.

Menurut Alhudri, kegiatan seperti ini merupakan salah satu cara atau langkah dalam mempersiapkan para lulusan SMA agar cakap saat mengikuti tes masuk perguruan tinggi nantinya.

Try out ini adalah kali kedua dilakukan Cabang Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh – Aceh Besar bersama kepala MKKS dan kepala sekolah. Adapun tahap ke III rencananya akan digelar jelang bulan suci Ramadhan.

“Ini adalah upaya yang dilakukan oleh Kepala MKKS Banda Aceh dan Aceh Besar, para kepala sekolah dan kepala cabang dinas dalam mempersiapkan talenta siswa saat nanti mengikuti ujian masuk perguruan tinggi,” kata Alhudri.

Paling tidak, kata Alhudri, minimal mental mereka untuk menghadapi ujian masuk perguruan tinggi sudah terbentuk dengan adanya try out ini.

Karena, dengan semakin sering dilakukan try out maka akan semakin mengasah para pelajar untuk mempersiapkan tes masuk perguruan tinggi nantinya.

“Pastinya, sambil kita mengasah kemampuan mereka dengan soal-soal yang akan mempermudah para siswa kita nantinya saat tes masuk perguruan tinggi,” harap Alhudri.

Alhudri sangat berharap agar lulusan SMA nantinya banyak terserap ke perguruan tinggi, baik perguruan tinggi dalam negeri maupun di luar negeri.

Untuk itu dia meminta para kepala cabang dinas di daerah-daerah lain agar melakukan hal yang sama dalam mempersiapkan lulusan yang cakap saat tes masuk perguruan tinggi.

“Untuk di daerah lain nantinya akan kita informasikan semua ke para kepala cabang dinas. Sehingga, anak-anak kita tidak lagi kaku bahkan merasa tidak percaya diri untuk mengikuti ujian yang sebenarnya nanti,” ujar Alhudri.

Alhudri mengapresiasi Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh, kepala MKKS dan kepala sekolah yang telah berinisiatif melakukan try out secara mandiri dengan menggunakan aplikasi Rajin.id. Bagi Alhudri, inisiatif ini luar biasa.

“Sekali lagi saya ucapkan terimakasih kepada para kepala MKKS, Kepala Sekolah dan Kepala Cabang Dinas, atas inisiatif seperti ini, tolong inisiatif seperti ini di daerah lain juga harus sama. Kita di Aceh ini harus berdiri sama tinggi duduk harus sama rendah. Semua kita satu untuk semua, semua untuk satu,” pungkasnya.

Sementara itu Syarwan Joni menambahkan, bahwa try out seperti ini nantinya juga akan dilakukan untuk para pelajar di SMK.

Akan tetapi, sebagai sekolah vokasi, try out ini nantinya hanya dilakukan untuk para pelajar yang berminat untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

“Kalau SMK kan ada yang langsung kerja, ada juga siswa yang mau melanjutkan ke perguruan tinggi, nah untuk yang mau ke perguruan tinggi ini juga akan nanti kita bekali dengan try out,” katanya.

Turut hadir bersama rombongan Kepala Bidang Pembinaan SMA dan PKLK, Dr. Hamdani, S.Pd., M.Pd., Kepala Bidang Sarana dan Prasarana, Sya`baniar, SE, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kota Banda Aceh dan MKKS Aceh Besar.[]

KontraS Aceh: Hentikan Intimidasi Pasca Pengakuan dan Penyesalan Presiden

0
Devisi Advokasi dan Kompanye KontraS Aceh. (Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Belum genap satu bulan pasca Presiden Jokowi menyatakan pengakuan dan penyesalan atas 12 pelanggaran HAM berat di Indonesia. 11 Januari 2023 terjadi setidaknya dua peristiwa yang justru bertolak belakang dengan yang diharapkan. Dalam keterangan pers Rilis KontraS, KontraS Aceh, YLBHI, PBHI, Amnesty International Indonesia dan AJAR.

Kemudian “Dua peristiwa yang dimaksud ialah intimidasi terhadap penyintas Peristiwa Simpang Kertas Kraft Aceh (Simpang KKA) dan peretasan akun WhatsApp dari setidaknya lima orang pegiat Aksi Kamisan di Medan pada 8-9 Februari 2023 serta melarang Aksi Kamisan 9 Februari 2023 dengan alasan kedatangan Presiden untuk memperingati Hari Pers Nasional di ibukota Provinsi Sumatera Utara tersebut.” Kata Koordinator kontraS Aceh Azharul Husna, Jumat (17/2/2023)

Pola pelanggaran HAM pada kedua peristiwa di atas dapat terlihat muncul berkaitan dengan adanya rencana kunjungan Presiden Jokowi ke sejumlah tempat.

Selanjutnya Intimidasi dan represi kebebasan untuk berekspresi dan berpendapat justru terjadi pada lokasi yang akan didatangi oleh Presiden Jokowi. [Yong]

Working Grup Guru Besar: Membincangkan Kembali Konsep Pendidikan Islami di Aceh

0

Nukilan.id – Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh mengadakan sebuah diskusi umum bertajuk “Working Group Guru Besar #1: Membincangkan Kembali Konsep Pendidikan Islami di Aceh” di kampus setempat.

Direktur Pascasarjana, Prof. Eka Srimulyani mengatakan, diskusi ini dilaksanakan unutk membincangkan kembali konsep Pendidikan Islami yang telah dimulai sejak satu dekade yang lalu.

“Pascasarjana memiliki tanggung jawab moral untuk mendiskusikan, meninjau kembali, mengevaluasi, ide-ide yang sudah ada agar tahu di mana kelebihannya dan kekurangannya untuk sama-sama kita perbaiki sehingga menjadi efektif ketika diimplementasikan.” Jumat, (17/2/2023).

Dalam diskusi yang terselenggara sebagai bentuk implementasi Kerjasama antara Pascasarjana UIN Ar-Raniry dengan Majelis Pendidikan Aceh (MPA) tersebut hadir para guru besar dan pakar Pendidikan Agama Islam, baik dari UIN Ar-Raniry maupun dari MPA. Hadir dalam forum ini Prof. Saifullah, Prof. Jamaluddin Idris, Prof. Muhammad, Dr. Nazamuddin, Dr. Saiful, Dr. Sofyan, Dr. Salami, Dr. Silahuddin, dan pakar pendidkkan lainnya. Kegiatan Working grup guru besar ini merupakan forum pertama dari serangkaian diskusi yang sama yang akan dilakukan Pascasarjana UIN Ar-Raniry ke depan.

Prof. Syahrizal, yang selain Guru Besar di UIN Ar-Raniry juga anggota MPA mengatakan beberapa argumentasi utama MPA melahirnya konsep “Pendidikan Islami.” Tiga diantaranya adalah adanya regulasi yang kuat terkait pendidikan di Aceh, adanya qanun baru tentang kewenangan MPA di Aceh, dan diskusi yang terus berlangsung tetang apa pendidikan Islami yang memunculkan beragam interpretasi sehingga perlu penyamaan persepsi. MPA berpendapat, dalam konteks sosial di Aceh saat ini yang paling mungkin adalah upaya transformasin nilai-nilai agama Islam kedalam pendidikan.

Di sisi lain Prof. Warul Walidin, menekankan empat landasan dasar dalam membangun paradigma pendidikan Islami di Aceh, yakni Keislaman, Kebangsaan, KeAcehan, dan Keuniversalan.

Hal ini kemudian diiplemnetasikan ke dalam trilogi pendidikan, yakni keluarga, masyarakat, dan lingkungan. Rektor UIN Ar-Raniry 2018-2022 menegaskan bahwa diskusi tentang Pendidikan Islami ini tidak akan selesai dalam satu diskusi saja, perlu beberapa kali dengan melibatkan stake holder lain terutama yang terkait pendidikan sehingga diperoleh rumusan khusus dan disepakati yang memudahkan implementasi baik dala kebijakan maupun di lapangan.

Sementara Prof. Yusny Saby dalam sesi akir diskusi menegaskan kembali tentang peran strategis Aceh dalam pendidkkan. “Aceh memiliki sangat banyak lembaga yang mengurus pendidikan. Biro Kesra, MPA, Dinas Pendidikan, Kemenang, BAdan Dayah, termasuk kampus-kampus yang sangat banyak di Aceh.

Apa yang mereka sudah lakukan? Apa yang perlu masukan dari diskusi-diskusi kita? Hal yang sangat penting adalah menerakan semua hasil diskusi itu pada diri kita sendiri sebelum menyampaikannya pada orang lain,” pungkas Rektor UIN Ar-Raniry periode 2005-2009 tersebut. [Yong]

Wali Nanggroe Kunjungi Kantor Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi Aceh

0
Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia (PYM) Teungku Malik Mahmud Al Haythar melakukan kunjungan ke Kantor Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) Aceh, yang berada di Kuta Alam, Banda Aceh, Jumat (17/2/2023). (Foto: Dok. KKR)

Nukilan.id – Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia (PYM) Teungku Malik Mahmud Al Haythar melakukan kunjungan ke Kantor Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) Aceh, yang berada di Kuta Alam, Banda Aceh, Jumat (17/2/2023).

Dalam keterangannya, Kabag Humas dan Kerjasama Wali Nanggroe, M Nasir Syamaun MPA mengatakan, kunjungan itu merupakan kunjungan balasan setelah tiga hari lalu KKR Aceh berkunjung ke Meuligoe Wali Nanggroe. Dalam kunjungan tersebut Wali Nanggroe didampingi staf khusus DR. Mohammad Raviq dan Rustam efendi.

Kedatangan Wali Nanggroe disambut langsung oleh Ketua KKR Aceh Masthur Yahya, SH, M.Hum, beserta para komisioner, anggota kelompok kerja, dan staf. Selama satu jam lebih Wali Nanggroe melakukan pertemuan dan dialog dengan Ketua dan Anggota Komisioner KKR Aceh di ruang rapat.

Baca Juga: Wali Nanggroe Harap Wisudawan PEM Akamigas Blora Mampu Kelola Mineral dan Migas Sesuai Keahlian

“Wali Nanggroe menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran KKR Aceh yang masih memiliki semangat tinggi, dalam menjalankan tugas dan fungsinya, meski dalam keadaan keterbatasan ruangan dan alat pendukung perkerjaan,” ujarnya.

Wali Nanggroe juga berjanji akan berfikir dan berbuat yang terbaik untuk mendukung kerja-kerja KKR.

“Ini adalah pekerjaan mulia, dalam rangka perjuangan untuk mewujudkan hak-hak korban pelanggaran HAM masa lalu di Aceh,” kata Wali Nanggroe dalam pertemuan itu.

pada kesempatan tersebut, Wali Nanggroe juga kembali mengingatkan, bahwa KKR adalah lembaga independen yang bertugas menyuguhkan kebenaran atas apapun peristiwa yang pernah terjadi dimasa konflik. []

Baca Juga: Wali Nanggroe Sambut Kunjungan Perwakilan Bangsa Moro di Meligoe

69 Imigran Rohingya Kembali Terdampar di Aceh

0

Nukilan.id – Sebanyak 69 imigran Rohingya kembali terdampar di pesisir pantai Gampong Ujong Keupula, Kemukiman Lampanah, Kecamatan Seulimeum, Kabupaten Aceh Besar, Kamis, 16 Februari 2023, sekitar pukul 10.00 WIB.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Joko Krisdiyanto membenarkan ihwal ada bot kayu berukuran 15×4 meter beserta 69 penumpang yang merupakan imigran Rohingya terdampar di Lampanah, Kabupaten Aceh Besar.

Jumlah tersebut, kata Joko, terdiri dari laki-laki dewasa 26 orang, perempuan dewasa 23, dan anak-anak 20 orang.

“Benar, satu bot kayu beserta 69 penumpang yang merupakan imigran Rohingya terdampar di Lampanah, Aceh Besar,” ujar Joko, dalam rilis cepatnya, Kamis, 16 Februari 2023.

Saat ini, imigran Rohingya itu masih berada di pantai Gampong Ujung Keupula untuk dilakukan pendataan dan pengecekan kondisi oleh aparat kepolisian, Dinas Sosial Aceh Besar, dan Muspika Seulimeum.

Selanjutnya akan dibawa ke tempat penampungan di UPTD Dinas Sosial di Ladong untuk ditindak lanjut oleh IOM dan UNHCR. []