Saturday, July 20, 2024

Citra Satelit Sebut Deforestasi di Aceh Capai 9.383 Ha

Nukilan.id – Pantauan citra satelit menunjukkan deforestasi di Aceh mencapai 9.383 hektar sepanjang 2022. Hilangnya tutupan hutan itu juga meliputi Kawasan Ekosistem Leuser (KEL).

“Kondisi terbaru pada tahun 2022, kami memantau ada 9.383 hektare yang hilang tutupan hutan selama setahun itu di Aceh,” ucap Manager Geographic Information System (GIS) Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA), Lukmanul Hakim, seperti dikutip dari Antara.

Kehilangan tutupan hutan tersebut seluas 4.676 ha di dalam kawasan ekosistem Leuser, sementara di luar kawasan ekosistem Leuser seluas 4.706 ha. Sementara total luas tutupan hutan Aceh pada tahun 2022 seluas 2,96 juta ha.

Kabupaten penyumbang kehilangan hutan terbesar itu dari Aceh Selatan yang mencapai sekitar 1.883 ha.

Selanjutnya, Aceh Jaya seluas 776 ha, Aceh Timur, 753 ha, Aceh Utara 666 ha, Aceh Barat 642 ha, Nagan Raya seluas 592 ha, Subulussalam 547 ha, Aceh Tengah 449 ha, Pidie Jaya 447 ha, Bener Meriah 414 ha, Simeulue 411 ha, Bireuen 409 hadan daerah lainnya di bawah 200 ha.

HAkA hanya menghitung hutan yang hilang, belum termasuk hutan yang tumbuh kembali atau reforestasi.

Secara umum kehilangan tutupan hutan akibat terjadinya perambahan hutan, ilegal logging, pertambangan hingga adanya konservasi hutan menjadi kebun.

“Khusus pertambangan, kami memantau tahun 2022 ada indikasi wilayah tambang di Sungai Seunagan, Nagan Raya, yang menyumbang kehilangan tutupan hutan sekitar 153 ha dan indikasi tambang ilegal Sungai Meureubo, Aceh Barat menyumbang sekitar 154 ha,” katanya.

Sementara dalam tujuh tahun terakhir, HAkA mencatat angka deforestasi di Aceh terus menunjukkan penurunan, yakni pada tahun 2015 seluas 21.056 ha, seluas 21.060 ha pada 2016, kemudian seluas 17.820 ha pada 2017, seluas 15.071 ha pada 2018, seluas 15.140 ha pada 2019, seluas 14.756 ha pada 2020, seluas 9.028 ha pada 2021 dan seluas 9.383 ha pada 2022.

“Tren penurunan kehilangan tutupan hutan memang menunjukkan penurunan dari 2015-2022, dari hasil pantauan satelit,” ujarnya.

Sebelumnya, pada pertengahan Januari lalu Walhi menyebutkan penyusutan hutan Aceh sepanjang tiga tahun terakhir dan dua tahun ke depan diperkirakan mencapai 35 ribu hektare.

“Dalam rentang waktu tiga tahun ke belakang dan dua tahun ke depan, hutan Aceh menyusut mencapai 35 ribu hektare,” kata Direktur Walhi Aceh Muhammad Nur kala itu.  []

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Must Read

- Advertisement -spot_img

Related News

- Advertisement -spot_img