Beranda blog Halaman 1348

Anggota DPR RI Irmawan Tinjau Jalan Lamteuba- Seulimum Aceh Besar

0

Nukilan.id – Anggota DPR RI asal Aceh H Irmawan S.Sos.MM meninjau langsung Ruas Jalan Lamteuba-Seulimum, Aceh Besar, Jum’at (6/10) lalu.

Jalan yang berstatus Kabupaten itu diusulkan pemerintah Kabupaten Aceh Besar agar dimasukan menjadi Jalan Instruksi Presiden (inpres) melalui anggota komisi V DPR RI H. Irmawan.

Ketika dihubungi, Staf Alhi Irmawan, Munawar AR Ngohwan, senin (9/10/2023) mengatakan, Irmawan hadir untuk memastikan lokasi pembangunan jalan sejauh 19,2 kilometer, karena sebelumnya sudah pernah diaspal dan kini kembali mengalami kerusakan parah sejauh 3,2 kilometer.

“Ini jalan utama masyarakat Kemukiman Lamteuba dan Lampanah/Leungah menuju Ibu Kota Kecamatan Seulimeum dan Ibu Kota Kabupaten Aceh Besar, Kota Jantho,” kata Munawar AR.

Sementara Kepala Dinas PUPR Aceh Besar menyebut, jalan tersebut merupakan akses menuju kawasan produktif, yaitu Sentra Pertanian/Perkebunan.

“Pemerintah Kabupaten Aceh Besar telah berupaya agar ruas jalan Seulimeum – Lamteuba dapat segera ditangani. Karena keterbatasan anggaran daerah, penanganan ruas jalan ini telah diusulkan melalui Dana Inpres Jalan Daerah,” kata Syahrial.

Untuk itu–jelas Syahrial–pihaknya meminta dukungan Kementerian PUPR dan anggota Komisi V juga H. Irmawan agar program penanganan jalan Seulimeum – Lamteuba ini dapat terwujud.

Kehadiran Irmawan itu turut didampingi di dampingi Tenaga Ahli Munawar AR Ngohwan, anggota DPRK Aceh Besar Mustafa Ishak dan tokoh masyarakat setempat.[]

Silaturahmi Hangat Komunitas Rajo Lelo: Peusijuk Mahasiswa Baru di Tanah Rantau

0
Dr. Muazzin, S.H., M.H., tokoh masyarakat Gampong Sapik sekaligus Koordinator Program Studi S1 Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (USK) sedang mempeusijuek mahasiswa baru. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Suasana keakraban dan kekeluargaan menyelimuti Pantai Riting 1, Leupung, Aceh Besar, Minggu (8/10/2023) lalu. Komunitas Rajo Lelo—wadah masyarakat Gampong Sapik, Kecamatan Kluet Timur, Kabupaten Aceh Selatan, yang berdomisili di Banda Aceh dan Aceh Besar—menggelar kegiatan silaturahmi sekaligus peusijuk mahasiswa baru tahun ajaran 2023–2024.

Ketua panitia kegiatan, Akil Rahmatillah, S.IP, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut telah menjadi agenda tahunan komunitas sebagai ajang mempererat hubungan antarsesama perantau asal Gampong Sapik.

“Acara silaturahmi ini sudah menjadi agenda tahunan komunitas, yang mana ini merupakan kali ke-2 penyelenggaraan. Acara ini bertujuan agar menjadi ajang atau momen berkumpul dan saling merangkul bagi seluruh lapisan masyarakat gampong sapik di perantauan khususnya Banda Aceh, Aceh Besar, dan diharapkan ini menjadi momen untuk serung, pulung tandok sehamparan,” ujarnya, Sabtu (14/10/2023).

Sementara itu, Pembina Komunitas Rajo Lelo, Kusnadi, M.A., menekankan pentingnya kebersamaan dalam membangun komunitas yang solid. Ia menilai bahwa setiap komunitas hadir sebagai ruang untuk menjawab kebutuhan sosial dan emosional anggotanya.

“Karena dengan bersatu dan bergerak bersama, maka cita-cita dan tujuan besar yang ingin diraih memiliki potensi lebih besar untuk dapat terwujud,” katanya.

Kegiatan ini juga diwarnai dengan penyampaian pesan motivasi dari Dr. Muazzin, S.H., M.H., tokoh masyarakat Gampong Sapik sekaligus Koordinator Program Studi S1 Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (USK). Dalam arahannya, ia berpesan kepada mahasiswa baru untuk memanfaatkan masa studi dengan sebaik-baiknya.

“Mahasiswa dituntut aktif untuk belajar, berbeda sewaktu SMA yang hanya menerima penjelasan dari guru. Di dunia kuliah, dosen hanya akan mengajar ke mahasiswa 30%, sementara 70% didapat dengan belajar dari berbagai referensi dan sumber yang lainnya,” pesan Dr. Muazzin.

Ia juga mendorong mahasiswa agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital serta menggunakannya secara bijak untuk memperkaya wawasan. Dengan begitu, mahasiswa asal Gampong Sapik dapat tumbuh menjadi generasi muda yang berintelektual, kreatif, dan berdaya saing global.

Melalui kegiatan silaturahmi dan peusijuk ini, Komunitas Rajo Lelo berharap semangat kebersamaan di tanah rantau terus terjaga, menjadi perekat antargenerasi, dan memperkuat ikatan emosional masyarakat Gampong Sapik di perantauan.

Program Jaksa Masuk Dayah Tingkatkan Kesadaran Hukum Bagi Santri

0
Kasipenkum Kejati Aceh Ali Rasab Lubis SH sebagai narasumber Program Jaksa Masuk Dayah. (Foto: Kejati Aceh)

Nukilan.id – Jaksa Masuk Dayah (JMD) untuk meningkatkan kesadaran dan pengawasan hukum bagi santri yang sedang menimba ilmu pengetahuan di pesantren (dayah). Dimana jaksa hadir memberikan penyuluhan dan penerangan hukum kepada santri di pesantren. Tujuannya agar pemahaman hukum santri meningkatkan, sehingga bisa mencegah terjadinya pelanggaran hukum.

Tim Kolaborasi Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh, Dinas Dayah Provinsi Aceh dan Bank Aceh (06/10) menyambangi Dayah Hidayatul Ulum Al-Aziziyah Sungai Pauh Pusaka Kota Langsa dan Dayah perbatasan Manarul Islam Semadam Kabupaten Aceh Tamiang. Minggu (08/10/2023).

Kasipenkum Kejati Aceh Ali Rasab Lubis S.H mengatakan, Kejaksaan telah mewujudkan program Jaksa Masuk Dayah dengan menggandeng Dinas Pendidikan Dayah Aceh dan Bank Aceh Syariah. Program ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dini tentang hukum kepada santri, sehingga mereka dapat menjadi generasi yang taat hukum.

Pimpinan Dayah Hidayatul Ulum Al-Aziziyah Sungai Pauh Pusaka Kota Langsa Tgk Muhammad Yusuf mengatakan, kami bersyukur sekali bahwa diantara banyak dayah di Kota Langsa kami yang dipilih menjadi tuan rumah JMD, dengan adanya kegiatan ini mudah-mudahan santri-santri kami inimendapat pelajaran, mendapat pencerahan-pencerahan dalam bidang hukum.

Dayah kami lebih kurang berumur 10 tahun karena dayah ini adalah dayah salafi hanya mengaji saja tidak ada sekolah, sehubungan dengan JMD ini mungkin untuk mempererat silaturrahmi sesekali ada waktu tertentu Dayah Masuk Kejaksaan seperti dayah mengajarkan ilmu agama di Kejaksaan Negeri Langsa, harapnya.

Jaksa Masuk Dayah Hidayatul Ulum Al-Aziziyah Sungai Pauh Pusaka Kota Langsa dengan pemateri dari Bank Aceh Cabang Langsa Mariadi selaku Kasi Funding Bank Aceh dan dari Kejaksaan Tinggi Aceh Ali Rasab Lubis selaku Kasipenkum Kejati Aceh. Juga turut didampingi oleh Dinas Dayah Aceh, Dinas Dayah Kota Langsa, Pimpinan Cabang Langsa Bank Aceh T.M Andika Putra serta Kasi Intelijen Kejari Kota Langsa.

Sementara itu di Dayah Perbatasan Manarul Islam Semadam Kabupaten Aceh Tamiang tak luput dari Tim JMD menyambangi dayah tersebut sekalipun letaknya di perbatasan antara Provinsi Aceh dengan Provinsi Sumatera Utara.

Pimpinan Dayah Perbatasan Manarul Islam Dr. Mustafa Abdussalamsyah, M.Kom.I mengatakan, Kami terus membentuk membentengi rumah dari pada ajaran yang menyimpang, maka kami sangat merasa kagum dan memberkati ketika ada program Jaksa Masuk Dayah.

Harapan terbesar kami, santri santri kami bukan hanya paham hukum islam juga bisa paham hukum negara. ditambahkan Dr. Mustafa terimakasih atas kehadiran bapak, walaupun sebelumnya kami ketakutan ada apa jaksa datang ke dayah.

Sementara itu Kasipenkum Kejati Aceh menambahkan, Jaksa Masuk Dayah tersebut didasari terjadinya berbagai tindak pidana di dayah atau pesantren di luar Aceh. Tindak pidana tersebut di antaranya penganiayaan, narkoba, dan lainnya
Menurut dia, hal itu terjadi karena ketidaktahuan santri terhadap hukum. Akibatnya, terjadi tindak pidana yang membuat santri bermasalah dengan hukum.
“Tentu dengan adanya program jaksa masuk dayah, para santri diberi penyuluhan hukum, sehingga pemahamannya terhadap hukum meningkat. Dan ini juga sejalan dengan program pemerintah melahirkan generasi emas yang paham hukum,”pungkasnya.

Tim JMD di Dayah Perbatasan Manarul Islam turut dihadiri oleh Kasi Funding Bank Aceh Cabang Kuala Simpang Nazira Melanie dan Tim Funding Bank Aceh, Dinas Dayah Aceh, Kepala Dinas Dayah Aceh Tamiang serta Kasi Intelijen Kejari Aceh Tamiang.

Aryos Nivada Terpilih Sebagai Ketua AMSI Aceh Periode 2023-2027

0
Konferwil II AMSI Aceh yang berlangsung di Jeumpa Mannheim Hotel, Lhong Raya, Banda Aceh, Minggu (8/10/2023). Foto: Nukilan/Reji

Nukilan.id – Aryos Nivada (Owner Dialeksis.com) terpilih sebagai Ketua Wilayah Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Provinsi Aceh periode 2023-2027. Aryos terpilih secara aklamasi dalam Konferwil II AMSI Aceh yang berlangsung di Jeumpa Mannheim Hotel, Lhong Raya, Banda Aceh, Minggu (8/10/2023).

Awalnya Aryos diusul oleh mayoritas anggota, termasuk Ketua AMSI Aceh periode 220-2023, Maimun Saleh. Setelah menyatakan kesediaannya, forum pun secara bulat menyetujui Aryos Nivada AMSI Aceh periode 2023-2027.

Pada kesempatan tersebut juga ditetapkan Agustiar (Owner Layarberita.com) sebagai Sekretaris AMSI Aceh periode periode 2023-2027. Konferwil II AMSI Aceh ini turut dihadiri langsung Ketua Umum AMSI Pusat, Wahyu Dhyatmika.

Konferwil AMSI Aceh Ke-II mengangkat tema “Konferwil AMSI Aceh dalam Membentuk Ekosistem Media Siber Berkelanjutan Menuju Kemandirian Serta Kemajuan Perusahaan”.

Sebelum masuk agenda pemilihan ketua baru, Konferwil II AMSI Aceh tersebut diawali dengan acara Seminar Nasional yang berlangsung dari pukul 09.00-12.00 siang.

Seminar Nasional ini mengundang pembicara yang kompeten di bidang media massa, yaitu Ketua Umum AMSI Pusat Wahyu Dhyatmika, Kepala Diskominfo Aceh Marwan Nusuf, dan Ketua Komisi Informasi Aceh (KIA) Arman Fauzi.

Seminar Nasional yang dihadiri puluhan peserta ini dipandu oleh Saifullah Abdulgani (SAG), mantan Juru Bicara Pemerintah Aceh.

Untuk diketahui, AMSI merupakan sebuah wadah organisasi tempat berhimpunnya para pengusaha media siber (online) di Indonesia yang sudah terdaftar di Dewan Pers dan yang belum terdaftar namun sudah lengkap secara administrasi perusahaannya.

Untuk Anggota AMSI Provinsi Aceh saat ini beranggotakan 10 media lokal yaitu Masakini.co, Anterokini.com, Dialeksis.com, SinarPost.com, Acehsatu.com, Metroaceh.com, Bakata.net, Samudrapost.com, Layarberita.com, dan Kabartamiang.com. []

Besok, Sejumlah Wilayah Aceh Diprakirakan Hujan Ringan dan Petir

0
Ilustrasi hujan ringan. (Foto: Medcom.id)

Nukilan.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan beberapa kabupaten/kota di Aceh akan dilanda hujan ringan dan hujan petir pada Minggu (8/10/2023) besok.

Dilansir dari laman BMKG, kabupaten/kota yang akan dilanda hujan ringan yaitu Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tenggara, dan Aceh Utara.

Kemudian Bener Meriah, Bireuen, Gayo Lues, Lhokseumawe, Pidie, Pidie Jaya, Sabang, Simeulue, dan Subulussalam. Sementara kabupaten/kota yang diprakirakan dilanda hujan disertai petir yaitu Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Tengah, Banda Aceh, dan Nagan Raya.

BMKG juga mengumumkan peringatan dini untuk waspada potensi terjadinya hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang di wilayah Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Aceh Besar, Lhokseumawe, Pidie, Banda Aceh, Aceh Barat, Nagan Raya, Pidie Jaya, Subulussalam, Singkil, dan Aceh Jaya.

Warga yang melakukan perjalanan atau beraktivitas di luar diimbau agar berhati-hati dengan potensi hujan lebat yang disertai dan angin kencang di berbagai wilayah yang disebutkan di atas. [Sammy]

Polri Pastikan Kesiapan Pengamanan KTT AIS di Bali Berjalan Aman dan Lancar

0
Kakorlantas Polri sekaligus Ka Ops Tribrata Agung 2023 Irjen Firman Shantyabudi.

Nukilan.id – Polri menyatakan kesiapannya untuk memastikan Konferensi Tingkat Tinggi Archipelagic And Island State (AIS) atau Forum Negara Kepulauan dan Pulau Kecil Tahun 2023 di Bali dapat berjalan aman dan lancar.

Hal itu dipastikan oleh Kakorlantas Polri sekaligus Ka Ops Tribrata Agung 2023 Irjen Firman Shantyabudi usai melaksanakan Apel Gelar Pasukan Pengamanan KTT AIS Forum Tahun 2023 di Lapangan Renon, Denpasar, Bali, Sabtu, 7 Oktober 2023.

“Alhamdulillah kita laporkan semuanya berjalan dengan baik dan lancar. Semoga bisa mendukung pengamanan KTT AIS,” kata Firman.

Menurut Firman, logistik maupun personel yang diperbantukan untuk melakukan pengamanan dan penjagaan selama event internasional itu berlangsung sudah dikerahkan untuk memastikan KTT AIS berjalan sukses.

“Kesiapan kami, sudah seminggu disini untuk dari kesiapan administrasi, dukungan logistik dan posko. Sampai dengan kelengkapan fisik kendaraan yang kita kirim dari Jakarta dan personel yang di BKO-kan dari Polda Bali,” ujar Firman.

Firman menyebut bahwa, proses pengamanan dan penjagaan KTT AIS sendiri akan berlangsung hingga 13 Oktober 2023. Dalam hal ini, sampai kepulangan para delegasi.

Disisi lain, Firman berharap kepada seluruh masyarakat khususnya warga Bali untuk memberikan dukungan terkait kegiatan ini. Menurut Firman, KTT AIS dapat berjalan sukses juga berkat adanya suport dari warga.

Mengingat kata Firman, tak bisa dipungkiri apabila ketika adanya iring-iringan dari delegasi ke lokasi kegiatan terjadi kepadatan, yang dapat mengganggu mobilitas dari masyarakat.

“Saya harap masyarakat bisa menerima tamu ini dengan baik, kita jadi tuan rumah menyenangkan suasana tertib yang mendukung,” tutup Firman.

Anggota DPR Irmawan Minta Tenaga Pendamping Profesional di Aceh Tingkatkan Kinerja

0

Nukilan.id – Anggota komisi V DPR RI F-PKB H. Irmawan, S. Sos, MM meminta kepada seluruh tenaga pendamping profesional di Aceh untuk memaksimalkan kinerja dalam memajukan desa, terutama turut memastikan perencanaan program pembangunan di desa berjalan baik.

Hal itu disampaikan Irmawan pada Silaturrahmi dan Konsolidasi Tenaga Pendamping Profesional Pidie Jaya dengan dirinya di Kantor Bappeda Pidie Jaya, Mereudu, Sabtu (7/10/2923).

Irmawan menyebut, pendamping profesional merupakan mitra yang memang diharap dapat mencurahkan tenaga untuk kemajuan desa, agar kerja membangun Indonesia dari desa punya sinergi kuat antara kementerian desa, DPR RI, dan tenaga profesional.

“Tenaga profesional harus dipahami sebagai kepanjangtanganan program pemajuan desa,” kata Irmawan.

Untuk itu–lanjut ketua DPW PKB Aceh ini–dirunya sangat berharap pada tenaga profesional untuk perencanaan pembangunan di Desa, apalagi komisi V bersentuhan langsung dengan insfrastruktur Desa.

Irmawan berada di Aceh dalam rangka reses. Sebelumnya, kemarin, Irmawan juga bertemu masyarakat Gampong Ujong Mesjid Lampanah, Seulimum dan meninjau langsung jalan inpres Lamteba Seulimum, projek usulan Irmawan.

Hadir pada acara Silaturahmi dengan Tenaga Profesional Pidie Jaya Koordinator Provinsi Tenaga Pendamping Profesional Mursyidan, Sekretaris Wilayah PKB Aceh Munawar AR Ngoh Wan, dan seluruh tenaga Pendamping Profesional Pidie Jaya. []

Tiba di Polda Aceh, Penyidik Langsung Periksa Abu Laot

0

Nukilan.id – Tim Opsnal Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Aceh menangkap terduga pelaku pencemaran nama baik berinisial MI alias Abu Laot atau AL tanpa perlawanan di Cianjur, Jawa Barat, pada Jumat malam, 6 Oktober 2023.

Dirreskrimsus Polda Aceh Kombes Winardy mengatakan, MI alias AL telah diamankan dan sudah tiba di Polda Aceh untuk menjalani serangkaian pemeriksaan.

“Benar, MI alias AL sudah tiba di Polda Aceh dan langsung dilakukan serangkaian pemeriksaan untuk didalami motif dan tujuannya melakukan tindak pidana,” kata Winardy, dalam rilisnya, Sabtu, 7 Oktober 2023.

Winardy membeberkan, motif MI alias AL melakukan tindak pidana karena tersinggung atas komentar pelapor, yang menyatakan bahwa yang jual obat di Jakarta itu hanya modus, padahal di dalamnya mereka menjual obat keras tramadol.

“Yang bersangkutan tersinggung atas komentar pelapor. Namun, proses ini akan tetap berjalan. Penyidik juga akan melakukan gelar perkara untuk dilakukan penahanan,” pungkas Winardy.

Dinas Peternakan Aceh Gelar Vaksinasi Rabies Gratis 

0
Kadisnak Aceh, Zalsufran.

Nukilan.id – Dinas Peternakan Aceh menggelar vaksinasi rabies gratis, kepada hewan peliharaan masyarakat. Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati World Rabies Day 2023.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Peternakan Aceh Zalsufran, dalam sambutannya pada puncak peringatan WRD 2023, yang di pusatkan di halaman Disnak Aceh, Sabtu (7/10/2023) pagi.

“Hari ini, dalam rangka memperingati World Rabies Day 2023, Pemerintah Aceh melalui Disnak menggelar vaksinasi rabies gratis kepada hewan peliharaan masyarakat, seperti kucing, anjing dan kera. Oleh karena itu sejak beberapa waktu lalu kita sudah membuka pendaftaran. Jadi kepada masyarakat, kami imbau untuk datang ke acara ini dengan membawa hewan kesayangannya untuk mendapatkan vaksin rabies secara gratis,” ujar Zalsufran.

Sementara itu, terkait dengan program Pemerintah Pusat, yang menargetkan Indonesia bebas rabies atau zero rabies di tahun 2030, Zalsufran mengaku optimis, dengan kolaborasi, Aceh mampu berkontribusi positif.

“Kolaborasi menjadi kunci sukses dalam setiap kegiatan kita. Sebagaimana kita ketahui bersama, sebelum ini, dengan semangat kolaborasi kita juga telah sukses menekan penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku atau PMK pada jenis hewan berkaki belah, saat virus ini menggejala beberapa waktu lalu,” ungkap Zalsufran.

“Pola pada penanganan PMK tentu akan kembali kita terapkan dalam penanganan rabies ini. Dengan kerjasama lintas sektor dan multi pihak, Insya Allah kita akan mampu menekan sebaran rabies di Bumi Serambi Mekah. Dengan demikian kita akan turut berkontribusi, bagi upaya Pemerintah Pusat yang menargetkan Zero Rabies di tahun 2030 mendatang,” sambung Kadisnak.

Dalam kesempatan tersebut, Kadisnak juga mengapresiasi keterlibatan multi pihak atas kerja samanya dalam penanganan sejumlah kejadian luar biasa selama ini.

“Apresiasi kami kepada teman-teman TNI, Polri, Kejaksaan, Fakuktas Kedokteran Hewan USK, para dokter hewan dan vaksinator serta seluruh kader peternakan atas keterlibatannya pada kegiatan Disnak Aceh. Insya Allah, dengan kerja bersama upaya kita akan berjalan sukses,” imbuh Kadisnak.

Sekilas tentang Rabies Sebagaimana diketahui, rabies atau penyakit anjing gila masih dianggap sebagai masalah kesehatan masyarakat dan kesehatan hewan di Indonesia. Tema hari Rabies sedunia tahun 2023 adalah “Rabies: All for one, One Health for all”.

Indonesia mempunyai target bebas rabies di tahun 2030. Namun hal tersebut masih menjadi tantangan besar karena sampai saat ini, di Aceh masih ditemukan kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR).

Sebagai upaya penanganan, saat ini Pemerintah melakukan strategi One Health. Strategi One Health merupakan pendekatan yang membahas keterkaitan antara kesehatan manusia, hewan dan lingkungan, kesehatan manusia sangat erat kaitannya dengan kesehatan hewan dan lingkungan sekitar, sehingga kerjasama semua sektor sangat diperlukan baik ditingkat lokal, regional, nasional maupun global untuk mencapai kesehatan yang optimal.

Pendekatan One Health juga dapat menyelesaikan berbagai permasalahan kesehatan, misalnya penyakit zoonosis (penyakit bersumber dari hewan, misalnya rabies).

Namun kesadaran masyarakat terhadap penyakit menular ini masih rendah. Oleh karena itu, perlu dilaksanakan dengan 3 prinsip yaitu komunikasi, koordinasi dan kolaborasi antara kesehatan manusia, hewan, lingkungan dan sektor lainnya, terutama dalam hal deteksi dini, melakukan penelitian yang akurat, respon yang efektif dari sebuah peristiwa yang mengancam kesehatan di seluruh dunia.

Hingga saat ini, Aceh belum bebas dari Rabies. Pada tahun 2022 tercatat kasus Gigitan Hewan Penular rabies (GHPR) di Aceh sebanyak 789 kasus. Periode bulan Januari hingga Mei 2023 terdapat GHPR sebanyak 282 kasus di Aceh.

Kasus GHPR ini terus terjadi di Aceh dan juga telah terbukti secara klinis serta anjing yang positif rabies secara uji laboratorium di Aceh.

Salah satu upaya memberi semangat dan motivasi untuk mewujudkan dunia bebas rabies pada tahun 2030 adalah peringatan WRD yang diperingati setiap tanggal 28 September.

Peringatan Hari Rabies Sedunia di Aceh ini diharapkan menjadi inspirasi dan motivasi bagi semua pihak untuk semakin bersemangat dalam pencegahan dan penanggulangan Rabies dan menjadi bagian kegiatan Komunikasi, Edukasi dan Informasi (KIE) yang efektif.

Tingginya kasus gigitan hewan penular rabies pada anakanak menjadi tantangan serius bagi kita semua. Kita semua turut bertanggung jawab dalam penyampaian informasi yang benar dan tepat terkait rabies.

Satu tekad bersama berantas rabies. Terutama, di masa globalisasi tingginya arus internet dan teknologi, informasi dapat dengan cepat dan mudah tersebar ke seluruh wilayah Baik itu informasi yang benar atau yang salah.

“Semua sektor, termasuk masyarakat mempunyai satu tujuan dan One Health juga mempunyai tujuan yang sama yaitu terbebas dari rabies,” kata Zalsufran.

Oleh karena itu, pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan dan pengendalian rabies perlu terus dilakukan, masyarakat dapat dilibatkan dalam pelaporan jika terjadi kasus gigitan hewan penular rabies di lingkungannya, penyebarluasan informasi di tengah masyarakat dan sekaligus dapat melakukan tindakan pertolongan pertama, berupa cuci luka kasus gigitan hewan penular rabies sehingga dapat mengurangi risiko kematian akibat Rabies.

“Jika hal ini dapat berjalan baik, maka target eliminasi rabies di Indonesia pada tahun 2030 dapat dicapai. Sekali lagi, apresiasi kwterlibatan semua pihak yang telah dan terus mendukung upaya penanganan rabies di Aceh. Semoga langkah dan upaya kita semua senantiasa mendapat ridha dan rahmat dari Allah,” pungkas Zalsufran.

Sebelumnya, Dekan Fakultas Kedokteran Hewan USK Teuku Reza Ferasyi, dalam sambutannya menegaskan dukungan institusinya terhadap berbagai program pemerintah terutama terkait kesehatan hewan.

“Kami sangat mendukung dan siap berkontribusi untuk kegiatan seperti ini, karena One Health adalah semangat kebersamaan dan koordinasi lintas sektor. Untuk itu, kami siap bekerja sama dan mendukung kegiatan seperti ini. Selamat atas terselenggaranya kegiatan ini, Insya Allah sukses,” kata Reza.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Aceh Nurdiansyah Alasta. Kegiatan hari ini juga dihadiri oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh Ilyas, perwakilan unsur Forkopimda Aceh serta sejumlah pejabat lainnya.

Pada kegiatan tersebut, Kepala Dinas Peternakan Aceh bersama Drh Ruhaty, selaku Kepala Bidang Kesehatan Veteriner Disnak Aceh, menerima Sertifikat dari Global Alliance for Rabies Control. Penghargaan ini diberikan atas upaya dan keseriusan Pemerintah Aceh melalui Dinas Peternakan Aceh dalam upaya penanganan rabies di Bumi Serambi Mekah. []

TikToker Asal Aceh Abu Laot Ditangkap di Jawa Barat

0
Kabid Humas Polda Aceh Kombes Joko Krisdiyanto. (Foto: Dok. Polda Aceh)

Nukilan.id – Tiktoker asal Aceh Muhammad Ishak alias Abu Laot ditangkap Tim Opsnal Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Aceh terkait dugaan pencemaran nama baik.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Joko Krisdiyanto, dalam keterangannya kepada Nukilan mengonfirmasi penangkapan tersebut. “Benar, Tiktoker berinisial AL telah diamankan di Cianjur, Jawa Barat pada Jumat malam, 6 Oktober 2023,” ujarnya.

Dikatakan, saat ini yang bersangkutan dalam perjalanan dibawa menuju Banda Aceh. Nanti Setelah diperiksa, akan kita rilis lebih lanjut.

Kasus ini bermula dari laporan Sayed Muhammad Muliady yang dilaporkan pada Kamis, 7 September 2023, terkait dengan dugaan pencemaran nama baik oleh seorang pengguna akun media sosial dengan nama Muhammad Ishak alias Abu Laot. [Rjf]