Beranda blog Halaman 1309

SBY Berikan Nasihat kepada Caleg Partai Demokrat: Hindari Janji Besar Tanpa Bukti Nyata

0
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat memberikan amanat dalam acara konsolidasi Partai Demokrat. (Foto: Nukilan/Reji)

Nukilan.id – Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), memberikan nasihat kepada para calon legislatif (caleg) Partai Demokrat agar tidak membuat janji-janji yang terlalu besar. 

Ia menekankan pentingnya menyampaikan pencapaian nyata yang telah dilakukan oleh Partai Demokrat saat berada di pemerintahan, bukan sekadar janji-janji muluk-muluk.

Saran tersebut disampaikan oleh Susilo Bambang Yudhoyono dalam acara kosolidasi bersama para kader dan calon legislatif Partai Demokrat se-Aceh, yang digelar di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, pada Senin (25/12/2023). 

Dalam kesempatan tersebut, ia mengingatkan para caleg akan keberhasilan masa lalu dan memberikan semangat untuk terus berjuang di pemilihan umum.

SBY menyampaikan perlunya perjuangan yang gigih dan lurus untuk mencapai tujuan besar. Ia mendorong semua caleg untuk berupaya dengan gigih menjalani perjuangan dengan penuh semangat.

“Semua harus berupaya siang dan malam, dengan gigih, Insyaallah Allah memberikan berkah kepada kita dan kita tersenyum pada tanggal 14 Februari 2024 mendatang,” ujar Susilo Bambang Yudhoyono.

SBY juga menyoroti pentingnya menyampaikan pencapaian nyata Partai Demokrat jika kembali ke pemerintahan. Ia mengingatkan agar para caleg tidak hanya berjanji, tetapi juga menyampaikan bukti nyata yang dapat diwujudkan jika Partai Demokrat kembali menduduki pemerintahan.

“Lebih baik sampaikan kepada rakyat, jika Demokrat kembali ke pemerintahan nasional, seperti 10 tahun dulu kita ada di pemerintahan nasional, dan lebih banyak lagi kader Demokrat berada di DPR. Sampaikan kepada masyarakat yang dulu kita lakukan dan itu bukti, bukan hanya janji,” tandasnya.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengakhiri pesannya dengan mengajak para caleg untuk terus bekerja keras dan mengembangkan amanah yang diberikan, sehingga hasilnya dapat dinikmati oleh rakyat. [Rjf]

Dirlantas Polda Aceh Cek Posko Pengamanan Nataru di Balohan Sabang

0

Nukilan.id – Dirlantas Polda Aceh Kombes M Iqbal Alqudusy, bersama Kadishub dan Kepala Cabang Jasa Raharja Aceh, serta Kepala Basarnas Banda Aceh mengecek posko pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Pelabuhan Balohan, Kota Sabang, Senin, 25 Desember 2023.

Kedatangan Dirlantas bersama tim disambut Penjabat Wali Kota Sabang Drs. Reza Fahlevi, Kapolres AKBP Erwan, Forkopimda, dan pejabat utama Polres Sabang. Pengecekan tersebut juga mendapat apresiasi dari Forkopimda setempat.

Dalam keterangannya, M. Iqbal Alqudusy menyampaikan, pengecekan kesiapan posko pengamanan di Pelabuhan Balohan merupakan bagian dari Ooerasi Lilin Seulawah 2023 serta menjadi langkah strategis untuk memastikan kelancaran dan keamanan selama Nataru di Kota Sabang.

“Pengecekan ini dilakukan guna memastikan semua aspek keamanan dan kelancaran lalu lintas masyarakat terkendali dengan baik. Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan optimal demi keamanan dan kenyamanan masyarakat selama Nataru,” kata M Iqbal, selaku Kasatgas Opsda Lilin Seulawah 2023, usai pengecekan tersebut.

Saat di Pelabuhan Balohan, M Iqbal juga sempat berinteraksi dengan masyarakat untuk mengetahui kondisi dan pelayanan yang diterima. Ia juga melaksanakan anev pada beberapa aspek di posko yang dikunjungi, termasuk ketersediaan personel, peralatan keamanan, dan koordinasi antarinstansi.

Ia berharap, posko pengamanan Nataru yang tersedia, khususnya di Pelabuhan Balohan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dan wisatawan yang ingin berlibur ke Sabang.

“Semoga posko yang kita dirikan ini dapat memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat saat Nataru. Polres Sabang dan instansi terkait juga terus bekerja keras untuk menjaga keamanan dan ketertiban demi kebahagiaan bersama,” pungkasnya.

SBY: Saatnya Aceh Dapatkan Keadilan dan Kesejahteraan yang Lebih Baik

0

Nukilan.id – Presiden RI Ke-6 dan juga Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), melakukan kunjungan ke Aceh.

Salah satu agenda yang dihadiri oleh SBY adalah konsolidasi partai Demokrat Aceh. Dalam sambutannya, SBY mengenang perjalanan perdamaian Aceh dan penanganan musibah tsunami pada saat ia masih menjabat sebagai Presiden Indonesia.

“Aceh ini telah melalui fase yang sangat berat dalam perjalanan bangsa. Konflik dan tsunami dua momen yang bersejarah bagi Aceh. Saya terlibat langsung dalam menyelesaikan konflik dan rehab rekon Aceh pasca tsunami” kenang SBY.

SBY melanjutkan momen berat yang pernah dialami oleh masyarakat Aceh tersebut harus menjadi titik balik bagi Aceh untuk mewujudkan Aceh yang lebih baik kedepan.

“Perdamaian dan tsunami hendaknya dapat kita jadikan sebagai momentum membangun aceh ke arah yang lebih baik. Aceh harus mendapatkan keadilan dan kesejahteraan yang lebih baik” tutup SBY. [Rjf]

Flower Aceh Sukses Gelar Konsultasi Mekanisme Lokal Perlindungan Perempuan Pembela HAM di Aceh

0
Workshop Launching Mekanisme Lokal Perlindungan dan Jaminan Sosial Perempuan Pembela HAM di Aceh. (Foto: Nukilan/Auliana)

Nukilan.id – Naskah Perjanjian Damai antara Pemerintah Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka atau disebut MoU Helsinki ditandatangani di Helsinki, Finlandia, pada 15 Agustus 2005. Perjanjian Damai 2005 ini mengakhiri konflik Aceh yang berlangsung selama hampir 30 tahun.

Butir-butir kesepahaman ini kemudian dituangkan/diturunkan dalam UU No 11/2006 tentang Pemerintah Aceh yang didalamnya mengintegrasikan semangat pelibatan Perempuan dan kelompok muda dalam Pembangunan perdamaian Aceh.

Dengan menggagas upaya-upaya perdamaian, perempuan menjadi agen perdamaian dan terlibat secara bermakna dalam pencegahan dan penanganan konflik yang berkontribusi terhadap Pembangunan dan ketahanan nasional.

Perempuan dengan berbagai latar belakang berkontribusi dalam menjalankan mandat konstitusional untuk pemenuhan hak asasi manusia, terutama atas rasa aman, kehidupan yang bermartabat dan bebas dari diskriminasi atas dasar apa pun, serta turut serta menciptakan perdamaian dunia.

Perempuan penyintas dan pemimpin perempuan menjadi pembela hak asasi manusia di masyarakat. Mereka bekerja dan berurusan dengan segala upaya untuk memajukan hak asasi manusia.

Mereka berdiri di garis depan perjuangan dan menjunjung tinggi hak asasi manusia untuk menyuarakan para korban kekerasan manusia (sound of the voiceless).

Meskipun keberadaan mereka diakui secara sah dalam pasal 28 C ayat (2) Undang-Undang Dasar (UUD 45), namun tidak ada kebijakan turunan yang secara khusus mengatur tentang perlindungan terhadap mereka dalam menjalankan peran strategisnya.

Dengan demikian, guna memastikan perlindungan, jaminan keamanan dan sosial bagi Perempuan pembela HAM di akar rumput, maka Flower Aceh dengan dukungan Nonviolent Peaceforce dan Kedutaan Besar Belanda akan melaksanakan Workshop konsultasi draf mekanisme lokal perlindungan dan jaminan sosial perempuan pembela HAM di Aceh pada Minggu (25/12/2023) di Hotel Ayani.

Kegiatan ini juga menghadirkan enam narasumber sekaligus reviewer yang memiliki kapasitas dan komitmen dalam upaya pemenuhan HAM Perempuan, yakni Kabid Pemenuhan Hak Anak DPPPA Aceh AmrinaHabibi, Kabid Kualitas Hidup Perempuan dan Keluarga DPPPA Aceh, Founder Flower Aceh Suraiya Kamaruzzaman, Direktur Eksekutif Flower Aceh Riswati, dan juga beberapa tokoh penting lainnya.

Kegiatan ini bertujuan untuk menyediakan ruang diskusi dan konsolidasi yang inklusi bagi peserta mendiskusikan mekanisme perlindungan dan jaminan sosial bagi Perempuan pembela HAM di Aceh.

Kemudian, jaring masukan, pertimbangan, dan catatan kritis terhadap draf mekanisme lokal untuk perlindungan dan jaminan sosial perempuan pembela HAM. Selanjutnya, terkait penyempurnaan draf mekanisme lokal untuk perlindungan dan jaminan sosial perempuan pembela HAM di Aceh.

Direktur Eksekutif Flower Aceh Riswati mengatakan, perempuan pembela HAM menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan kerja- kerja pemajuan dan pemenuhan hak perempuan di komunitas, perspektif atau paradigma penegakkan HAM terhadap kasus-kasus pembela HAM perempuan yang masih tidak berpihak, dukungan pemerintah yang belum optimal, dominasi budaya patriakris dalam ekosistem Masyarakat, dan belum berpihak sehingga menghambat akses atas keadilan bagi perempuan pembela HAM.

Lanjutnya, pada potensi kriminalisasi terhadap perempuan pembela HAM yang dapat berdampak pada penanganan kasus-kasus yang dia dampingi dan menjadi tekanan baru baik bagi perempuan pembela HAM dan korban yang dia dampingi.

“Apalagi saat ini kekerasan dapat terjadi di dunia nyata maupun dunia maya melalui kekerasan berbasis digital dalam bentuk ujaran, persekusi, peretasan, pesan seksual, penipuan bahkan trafficking,” ucapnya saat dikonfirmasi Nukilan.id, Senin (25/12/2023).

Maka dari itu lanjutnya, Komnas Perempuan meluncurkan manual Perlindungan Keamanan Perempuan Pembela HAM (PPHAM) sebagai acuan untuk mengembangkan mekanisme perlindungan keamanan bagi perempuan pembela HAM dan institusinya di tingkat nasional pada November 2023. Guna memastikan perlindungan, jaminan keamanan dan sosial bagi Perempuan pembela HAM di akar rumput.

“Maka Flower Aceh dengan dukungan Nonviolent Peaceforce dan Kedutaan Besar Belanda akan melaksanakan Workshop konsultasi draf mekanisme lokal perlindungan dan jaminan sosial perempuan pembela HAM di Aceh,” pungkasnya [Auliana Rizky]

Cuaca Tidak Kondusif, Keberangkatan Kapal Cepat ke Sabang Ditunda

0
Kapal cepat Express Bahari di Pelabuhan Ulee Lheue. (Foto: Dok. Dishub)

Nukilan.id – Kepadatan penumpang terjadi di Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue pada Senin, 25 Desember 2023. Hal itu dikarenakan kapal cepat Express Bahari tidak diberangkatkan karena cuaca tidak kondusif untuk pelayaran.

Untuk saat ini, setidaknya hingga pukul 10.59 WIB hari ini, ada 3 trip keberangkatan kapal cepat yang batal berangkat yaitu pada pukul 08.00, 09.00 dan 10.00 WIB.

Koordinator Pelabuhan Ulee Lheue, Muhammad Ridwan Siregar menyebutkan bahwa dampak pembatalan keberangkatan kapal cepat terjadinya penumpukan penumpang di Pelabuhan Ulee Lheue.

“Kurang lebih ada 300 penumpang yang tidak jadi berangkat, dan sampai saat ini kita belum bisa dipastikan kapan kapal akan diberangkatkan kembali,” sebut Ridwan.

Pihak kapal cepat Express Bahari, tambah Ridwan, juga belum bisa memastikan terkait keberangkatan kapal selanjutnya untuk hari ini. Penumpang yang sudah membeli tiket dipersilahkan untuk melakukan proses pengembalian tiket (refund) pada loket yang tersedia.

Kepala KSOP Malahayati, Capt. Amfahmi, SH. mengatakan bahwa kapal cepat Express Bahari dibatalkan karena ombak laut sudah mencapai ketinggian 2 hingga 4 meter sehingga sangat membahayakan apabila perjalanan terus dilanjutkan.

“Kapal cepat Express Bahari pada trip pertama sudah berlayar, namun karena dirasa tidak memungkinkan untuk dilanjutkan karena faktor cuaca maka kami memutuskan untuk kembali ke Pelabuhan Ulee Lheue, untuk itu diharap penumpang dapat mengerti demi keselamatan mereka,” imbuh Amfani.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi wilayah Indonesia untuk perairan utara Sabang yang masuk ke dalam kategori gelombang tinggi. Berdasar rilis yang disebar melalui media sosial tersebut, BMKG menyebut tinggi gelombang laut di perairan utara Sabang mencapai 2.5 – 4.0 meter yang berlaku mulai tanggal 25 Desember Pukul 07.00 WIB – 26 Desember 2023 Pukul 07.00. []

Ziarah Ke Kuburan Massal Tsunami, SBY Teteskan Air Mata Kenang Korban

0

Nukilan.id – Presiden RI Ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melakukan kunjungan khusus ke Aceh. SBY tiba di Banda Aceh pada Senin, tanggal 25 dan akan menghabiskan waktu selama dua hari di Aceh. Kedatangan SBY ke Aceh didampingi langsung oleh Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Setelah mendarat di bandara Sultan Iskandar Muda, rombongan Presiden RI Ke-6 tersebut langsung melakukan agenda pertama yaitu berziarah dan menggelar doa bersama di kuburan massal korban Tsunami yang terletak di desa Siron, Aceh Besar.

Saat menyampaikan sambutan SBY mengenang saat-saat dirinya sebagai Presiden RI berkunjung ke Aceh setelah tsunami menerjang Aceh. Ziarah ini untuk mengenang dan mendoakan seluruh arwah yang meninggal pada saat musibah Tsunami yang melanda Aceh pada 2004 lalu.

“Ketika saya tiba di Aceh, saya melihat banyak sekali jenazah yang terletak dimana-mana. Tempat ini mengingatkan saya kepada seluruh arwah yang berpulang dalam bencana yang dahsyat itu” ujar Presiden RI Ke-6 itu.

Sambil mengusap air mata dan suara yang terbata-terbata, SBY mengatakan musibah tsunami salah satu cobaan yang paling berat yang dihadapi oleh masyarakat Aceh pada saat itu. Ia juga berharap Aceh semakin maju dan masyarakatnya semakin sejahtera kedepan.

“bencana tsunami salah satu cobaan yang paling berat yang dihadapi oleh masyarakat Aceh. Semoga kedepan Aceh semakin maju dan masyarakatnya semakin sejahtera” tutup Presiden yang berhasil mendamaikan konflik Aceh itu.

Jelang Nataru, Harga Cabai di Pasar Al Mahirah Lamdingin Turun Drastis

0
Cabai di Pasar Al-Mahirah Lamdingin. (Foto: Nukilan/Sammy)

Nukilan.id – Menjelang perayaan Natal dan tahun baru (Nataru) 2024, harga cabai di Pasar Al Mahirah, Lamdingin, Banda Aceh mengalami penurunan yang drastis. Harga cabai merah misalnya yang sebelumnya laku dijual Rp60 ribu per kilogram, kini anjlok menjadi Rp30 ribu per kilogramnya.

Salah seorang pedagang di Pasar Al Mahirah, Suryadi mengatakan anjloknya harga bahan pokok menjelang nataru ini lantaran stok barang yang dibeli dari Medan melimpah namun permintaan dari masyarakat semakin berkurang.

“Cabai hijau dari Rp28 ribu kini dijual Rp25 ribu per kilogram. Kalau cabai rawit Rp30 ribu per kilogram, dulu Rp50 ribu per kilogram,” uja Suryadi kepada Nukilan, Minggu (24/12/2023).

Sementara harga barang lainnya seperti bawang merah, bawang putih, dan tomat justru mengalami kenaikan. Bawang merah kini dijual Rp30 ribu yang sebelumnnya hanya dibanderol Rp12-16 ribu per kilogram.

Sedangkan bawang putih Rp30 ribu per kilogram dari sebelumnya dijual Rp24-28 ribu per kilogram. Sementara untuk tomat dijual di harga Rp15 ribu per kilogram dari sebelumnya dijual Rp12 ribu per kilogram. [Sammy]

SBY dan AHY Tiba di Aceh, Disambut Meriah Kader Demokrat

0
Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tiba di Aceh. (Foto: Dok. Demokrat)

Nukilan.id – Presiden RI Ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), tiba di Aceh melalui Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar. Kehadiran SBY didampingi ketua umum partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan rombongan lainnya.

Kedatangan SBY dan AHY ke Aceh disambut langsung oleh Sekjen partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya (TRH), dan ketua DPD Demokrat Aceh, tokoh ulama serta kader Demokrat lainnya.

TRH mengucapkan selamat datang kepada SBY dan AHY di bumi Serambi Mekah.

“Kami mengucapkan selamat datang dan kami sangat bahagia dengan kunjungan bapak SBY dan mas AHY ke bumi Serambi Mekah ini” ujar Anggota DPR RI asal Aceh itu.

Setelah mendarat di Blang Bintang agenda pertama yang dilakukan oleh SBY berziarah dan melakukan doa bersama di kuburan massal korban tsunami yang terletak di desa Siron. Agenda ini bertepatan dengan ulang tahun tsunami Aceh yang ke-19.

Selanjutnya selama berada di Aceh, SBY akan menghadiri beberapa agenda penting dengan ulama, masyarakat, dan acara internal Demokrat di Banda Aceh. []

Yeni: Pentingnya Keterlibatan Perempuan dalam Pembangunan Aceh

0

Nukilan.id – Perempuan sangat penting dilibatkan, baik dalam bidang sosial, politik, atau lainnya. Namun di Aceh, tidak memiliki kesetaraan antara laki-laki dan perempuan, apalagi pada tanggal 14 Desember 2023 lalu, DPRA telah menetapkan Komisioner Panwaslih. Akan tetapi, tidak ada satupun perempuan yang lolos.

Padahal dalam Qanun Provinsi Aceh Nomor 6 Tahun 2018 Tentang Perubahan atas Qanun Provinsi Aceh Nomor 6 Tahun 2016 Tentang Penyelenggara Pemilihan Umum dan Pemilihan di Aceh. Pada Pasal 38 ayat 5 dengan bunyi;

“Komposisi keanggotaan Panwaslih Aceh, Panwaslih kabupaten/kota, dan Panwaslih kecamatan dan PPL atau nama lain sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memperhatikan paling sedikit mewajibkan keterlibatan 30% perempuan dalam pengawasan pemilu.”

Koordinator Program Solidaritas Perempuan Buengoeng Jeumpa Aceh, Yeni Hartini mengatakan, dari hal penetapan DPRA tersebut dapat kita lihat bahwa sangat tidak ada kesetaraan antara laki-laki dan perempuan. Artinya, saat ini perempuan belum dilibatkan dalam segala aspek oleh pemerintah.

Ia juga menyampaikan, budaya patriarki yang menempatkan perempuan sebagai kelompok kelas dua. Sebenarnya, perempuan sangat mampu dalam segala hal, namun budaya yang mematahkan itu. Banyak dalil yang dimainkan dalam politik, seperti Surah Annisa Ayat 34 “Bahwa laki-laki adalah pemimpin bagi perempuan”. Hal tersebut bisa menjadi tolak ukur daya saing perempuan itu dipatahkan.

Yeni juga menyebut, seharusnya pemerintah Aceh menjalankan UU yang sudah dibuat dijalankan dengan semestinya seperti pemenuhan 30% kuota perempuan dalam pemilu itu harus dipastikan. Kemudian, pemerintah harus memberi penguatan kepada perempuan dalam menghadapi pemilu, misalnya tidak hanya pemenuhan kuota, tetapi bagaimana perempuan yang masuk dalam calon legislatif benar-benar orang yang mempunyai kapasitas.

“Bukan orang-orang yang dicomot untuk pemenuhan kuota saja karena sebenarnya bukan kuantitas yang dibutuhkan, tapi kualitaslah yang harus dikedepankan,” ucapnya saat diwawancarai Nukilan.id, Minggu (24/12/2023).

Lanjutnya, dalam pembangunan memang seharusnya melibatkan perempuan karena dari segi pembangunan yang berperspektif perempuan ini dapat menjawab kebutuhan perempuan. Dalam hal apapun, termasuk dalam pembahasan atau penyusunan Peraturan Daerah (Perda) wajib melibatkan perempuan yang berperspektif perempuan karena ada juga perempuan yang tidak memikirkan hak perempuan lainnya.

“Semoga tahun baru nanti perempuan dilibatkan dalam segala aspek pemerintahan, tidak hanya dilibatkan, tapi bagaimana suara dan kebutuhan perempuan terakomodir sehingga hak-hak perempuan bisa terpenuhi dan tidak lagi menjadi kelompok marginal,” ujarnya.

Selain itu, harapannya yang paling besar juga di pemilu nanti caleg-caleg yang terpilih perempuan khususnya bisa membawa Aceh yang lebih baik lagi serta pembagunan yang inklusi dan tidak ada lagi diskriminasi terhadap perempuan. Peran perempuan sangat penting apalagi dalam pembangunan karena perempuan berkontribusi banyak dalam perkembangan zaman.

“Moral bangsa ada di tangan perempuan, jika hak perempuan terpenuhi, perempuan terjamin kehidupannya, maka perempuan akan melahirkan generasi-generasi yang bermoral, salam solidaritas,” pungkasnya. [Auliana Rizky]

Muslim: Kehadiran SBY dan AHY ke Aceh Akan Semangati Kader Demokrat

0

Nukilan.id – Presiden RI Ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), akan mengunjungi Aceh pada Senin 25 Desember. SBY hadir bersama Ketua Umum partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan rombongan lainnya.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) partai Demokrat Aceh, Muslim, menyambut baik kunjungan Presiden RI ke-6 dan Ketua Umum partai Demokrat tersebut ke Aceh.

Muslim menyampaikan kedatangan SBY dan AHY ke Aceh akan memberikan semangat besar bagi kader Demokrat di Aceh menjelang Pemilu 2024.

“Kita sangat senang dengan kedatangan bapak SBY dan AHY ke Aceh. Ini akan menjadi penyemangat bagi kita kader Demokrat di Aceh” Ujar anggota DPR RI asal Aceh itu.

Muslim menyampaikan SBY memiliki ikatan emosional khusus dengan masyarakat Aceh. Selama menjabat sebagai Presiden SBY telah berbuat banyak untuk Aceh.

“SBY memiliki hubungan emosional yang sangat dekat dengan masyarakat dan ulama di Aceh. Semasa menjabat sebagai Presiden, SBY telah banyak membantu Aceh,” tutup Muslim. []