Beranda blog Halaman 1310

8 Dosen UIN Ar-Raniry Sajikan Makalah Perkembangan Hukum Islam Aceh di Thailand

0

Nukilan.id – Delapan orang Dosen Fakultas Syuariah dan Hukum (FSH) memaparkan makalah terkait hukum Islam pada acara Pengabdian dan Magang Internasional di Thailand Selatan. Kegiatan tersebut digelar sebagai implementasi MoA FSH dengan Yayasan Al-Hidayah Waqaf Foundation for Education and Social Development di Songkhla, Thailand Selatan, 5–9 Juli 2023.

Mereka diberi kesempatan untuk menyajikan tentang hukum islam dan perkemnabgannya di Aceh. Peserta seminar dari civitas akademika Jamiah Islam Sheikh Daud Al-Fathani (JISDA) benar-benar diberikan lesson learned tentang perkembangan Hukum Islam di Aceh. Interaksi akademis ini memberikan wawasan kepada civitas akademika di Pattani tentang apa yang terjadi di Aceh setelah penandatanganan MoU Helsinki tahun 2005.

Kegiatan ini bentuk Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Ar-Raniry Banda Aceh melakukan Pengabdian dan Magang Internasional di Thailand Selatan sebagai implementasi MoA FSH dengan Yayasan Al-Hidayah Waqaf Foundation for Education and Social Development di Songkhla, Thailand Selatan, 5–9 Juli 2023.

Yayasan Al-Hidayah Waqaf Foundation for Education and Social Development dipimpin Abdul Meatam yang menjadi memfasilitasi penempatan mahasiswa FSH di beberapa sekolah Muslim di kawasan tersebut sebagai tempat magang mereka selama satu bulan.

Dilaporkan, program International Community Outreach diikuti para dosen, Dharma Wanita dan mahasiswa FSH untuk 11 orang yang melakukan pengabdian internasional di Lembaga Pendidikan Sangkhom Islam Wittaya School di Songkhla.

Rombongan yang ikut Ketua Gugus Jaminan Mutu (GJM) yaitu Dr. Mahdalena Nasroen, MHI., Siti Mawar, MH, (Kaprodi Ilmu Hukum), Azka Amalia Jihad, M.Ei, (Sekretaris Prodi Hukum Ekonomi Syariah), Syarifah Rahmatillah,MH, (Sekretaris Program Studi Fiqh Modern Pascasarjana), Mumtazinur.MA, dan Nurul Fithria, M. Ag.

Sementara, perwakilan Pengurus Darma Wanita FSH turut serta Fitri Zulfidar, MA, (Ketua Darma Wanita FSH dan mahasiswi program doktoral Fiqh Modern Pascasarjana), Ihda Mulyani, SE. dan Hasnawati, S.Ag. Rombongan dipimpin Wakil Dekan II Bidang Administrasi Umum Perencanaan dan Keuangan, Prof. Dr. Soraya Devy, M. Ag.

12 mahasiswa FSH UIN Ar-Raniry yang mengikuti Program Magang Kerja Internasional di Thailand Selatan berasal dari berbagai program studi di FSH UIN Ar-Raniry dan ditempatkan di beberapa sekolah/madrasah di provinsi Thailand Selatan, yakni Muslimeensuska School (Hatyai), Darul Mukmin School dan Darul Ulum School (Satun), Hatyai Wittayakam School (Hatyai), dan Pattanawiyata School (Yala). Selama satu bulan, mereka akan mengabdi di sekolah-sekolah tersebut.

Rombongan FSH juga diterima secara resmi oleh pihak Konsulat RI di Songkhla.

Acara dibuka secara resmi oleh Rektor JISDA Prof. Dr. Abdurrashid Hameeyae didampingi oleh Ketua Yayasan, dan Hamdan Mhd. Daud Yeewae,Lc.MA (Head of Departement Faculty of Shariah Islamiyah JISDA). []

FPMPA Minta Pj Bupati Aceh Besar Segera Ganti Sekda dan Kadis

0
Ketua FPMPA Muhammad Jasdi, (foto: Dok Ist)

Nukilan.id – Ketua Umum Forum Paguyuban Mahasiswa dan Pemuda Aceh  (FPMPA), Muhammad Jasdy, menilai Sekda dan sejumlah Kepala Dinas di Lingkup Pemkab Aceh Besar tidak lagi bekerja secara maksimal dalam menjalankan berbagai tugas dan program selama Muhammad Iswanto menjabat sebagai Pj Bupati. Menurut dia, selama ini Pj Bupati bekerja seorang diri tanpa bantuan penuh Sekda dan sejumlah Kepala Dinas.

“Oleh karena itu, kami meminta Pj Bupati segera mengganti Sekda dan sejumlah Kepala Dinas yang hanya diam saja tidak mau membantu berbagai program pimpinannya,” kata Jasdy di Banda Aceh, Minggu (9/7/2023).

Jasdy mengatakan, kepemimpinan Pemkab Aceh Besar yang dijabat Muhammad Iswanto setahun yang lalu menghadapi berbagai tantangan dan persoalan sebelumnya, seperti defisit anggaran. Beruntungnya, permasalahan tersebut dapat secara perlahan diminimalisir secara bertahap oleh Iswanto yang juga putra asli Blang Bintang itu.

“Meskipun berbagai persoalan mampu ditangani Pj Bupati, tapi kami sangat menyayangkan jika selama ini hanya bekerja maksimal seorang diri tanpa dukungan Sekda dan jajaran Kepala OPD lainnya,” kata Jasdy.

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum FPMPA tersebut menyebutkan sejumlah tugas dan kewajiban yang seharusnya menjadi tanggungjawab Sekda namun diabaikan. Diantaranya adalah penataan internal birokrasi. Ia menilai selama setahun terakhir Pj Bupati harus turun tangan langsung sendiri untuk mengawal dan mengkoordinasikan kinerja aparatur di setiap instansi.

“Begitu juga pengelolaan tata keuangan daerah yang secara langsung jadi tanggungjawab Sekda sebagai Ketua TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah), tapi tidak terkelola dengan maksimal sehingga menimbulkan defisit anggaran yang harus dihadapi oleh Pj Bupati,” ungkap Jasdy.

Jasdy mengatakan, masyarakat Aceh Besar dapat melihat dan merasakan sendiri bagaimana Pj Bupati bekerja maksimal selama setahun ini dari pagi siang hingga malam turun langsung ke tengah masyarakat. Namun semua ini tidak didukung maksimal oleh Sekda dan jajarannya.

“Malah selama ini yang terlihat mendukung dan membantu kerja Pj Bupati adalah unsur Forkopimda bukan Sekda bersama jajarannya sendiri, ini sungguh memalukan,” kata Jasdy.

Kata Jasdy, sejumlah program nasional yang diamanahkan Pemerintah Pusat ke tiap daerah seperti penanggulangan wabah PMK, inflasi, dan stunting, tidak terlihat sedikitpun dukungan Sekda Aceh Besar terhadap program tersebut. Namun sekali lagi, Pj Bupati harus bekerja sendiri dengan menghimpun dukungan Forkopimda.

“Belum lagi, komunikasi dengan DPRK tidak terbangun dengan baik, Sekda Aceh Besar malah memperkeruh keadaan,” tutur Jasdy.

Oleh sebab itu, Jasdy meminta Pj Bupati Aceh Besar segera mengganti Sekda dan sejumlah Kepala Dinas yang tidak bekerja dengan baik. Menurut Jasdy, kewenangan itu semua ada di tangan Pj Bupati dan pihaknya menyarankan agar rotasi dan mutasi segera dilakukan karena merupakan hal yang lumrah dalam suatu organisasi pemerintahan guna adanya penyegaran dan semangat baru dalam bekerja untuk membantu Pj Bupati mengejar ketinggalan- ketingalan selama ini. []

391 Jemaah Haji Asal Aceh Tiba di Bandara SIM Pukul 02.59 Dini Hari

0
Sebanyak 391 Jemaah haji Aceh yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) BTJ-05 telah tiba di bandara Sultan Iskandar Muda (BTJ) pukul 02.59 dini hari pada Minggu (9/9/2023). (Foto: Ist)

Nukilan.id – Sebanyak 391 Jemaah haji Aceh yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) BTJ-05 telah tiba di bandara Sultan Iskandar Muda (BTJ) pukul 02.59 dini hari pada Minggu (9/9/2023).

Menanggapi hal itu,  Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Indonesia (PPIH) Aceh, Azhari menyampaikan, pesawat penumpang Boeing 777-300ER milik Garuda Indonesia lepas landas dari bandara internasional King Abdul Aziz (JED) Jeddah, Arab Saudi.

Baca Juga: Ketua PPIH Embarkasi Aceh Sebut Sebanyak 1.176 Jemaah Haji Telah Kembali ke Tanah Air

“Jemaah kloter BTJ-05 terdiri dari 153 jemaah laki-laki dan 238 jemaah perempuan yang berasal dari Aceh Tenggara, Bener Meriah, Aceh Tengah dan Banda Aceh,” kata Ketua PPIH Embarkasi Aceh, Azhari kepada Nukilan.id, Minggu (9/9/2023).

Menurutnya, terdapat 3 jemaah yang tidak pulang bersama kloter 05-BTJ, yaitu Aiyub Jalil Pekan dari Pidie karena masih dirawat di Mekah, dan Risnawati Sona serta Haili Yoga dari Bener Meriah yang sudah pulang lebih dulu dengan kloter 03-BTJ. Di sisi lain, ada 2 jemaah dari kloter lain yang pulang bersama kloter 05-BTJ, yaitu Hasan Abdul Muthalib dari kloter 6 dan Aisyah Hasan Adam dari kloter 11.

Secara keseluruhan, jemaah haji yang sudah tiba di Aceh berjumlah 1.953 orang, masing-masing 392 jemaah kloter 1, kloter 2, kloter 3 dan 386 jemaah kloter 4 serta 391 jemaah kloter 5.

“Sudah ada 1.953 jemaah kita yang tiba di Aceh. Masih ada 2.600 lagi di Arab Saudi, Insya Allah, besok, Senin (10 Juli 2023) dinihari akan tiba jemaah dari kloter 6,” ungkapnya.

Sementara itu Koordinator Pelayanan Kesehatan PPPIH Debarkasi Aceh, Koesiendrina Marina Dewi mengatakan ada seorang jemaah kloter 5, Sawiyah Belak Ganak (71 tahun) dari Bener Meriah, yang dirujuk ke Rumah Sakit Umum dr Zainal Abidin (RSUZA) karena ada gangguan irama jantung, sementara lima jemaah lainnya hanya diobservasi di klinik asrama haji.

“Ya, satu orang kita rujuk ke RSUZA untuk perawatan lebih lanjut,” tutup Koesiendrina.[Azril]

Baca Juga: Sebanyak 392 Jemaah Haji Aceh Kembali Tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda

DLH Aceh Besar Himbau Masyarakat Terus Jaga Kebersihan

0
Kepala DLH Aceh Besar, Muwardi SH. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Pj Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto S.STP MM melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh B (sar menghimbau kepada segenap masyarakat Aceh Besar untuk terus menjaga kebersihan lingkungan dan berperilaku hidup bersih.

“Kita harus terus menjaga kebersihan lingkungan dan berperilaku hidup sehat dan bersih,” kata Muwardi, SH, Kepala DLH Aceh Besar, di Kota Jantho, Jumat (7/7/2023).

Baca Juga: Terkait Hewan Langka dan Hutan, Dinas LHK Aceh Tutup Informasi

Ia mengatakan DLH melaksanakan tupoksinya dengan sumber daya dan fasilitas yang dimiliki. Tentu tanpa dukungan masyarakat sulit untuk mewujudkan lingkungan sehat dan bersih, tidak membuang sampah dan meninggalkannya disembarang tempat langkah awal menjaga lingkungan.

“Dukungan masyarakat sangat menentukan dalam mewujudkan kebersihan, keindahan lingkungan yang akan berdampak pada kesehatan jua,” ujarnya.

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Aceh Besar melalui petugas selalu memonitor dan meninjau tempat-tempat penampungan sampah sementara dan diangkut ke tempat penampungan akhir.

“Petugas kebersihan tak pernah kenal lelah, itu semua agar lingkungan kita senantiasa nyaman dan bersih, maka dari itu, kami meminta masyarakat juga berperan aktif menjaga kebersihan, karena itu penting untuk kesehatan masyarakat, khususnya mewujudkan generasi bebas stunting,” pungkasnya. []

Baca Juga: Pasca Idul Adha, Sampah di TPA Gampong Jawa Capai 1,4 Ribu Ton

Kisah Haru Andika Perkasa Bertemu Sosok Tengku Bantaqiah di Aceh Barat

0
Jenderal Andika Perkasa, (Foto: Site News/TNI AD)

Nukilan.id – Mata mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Andika Perkasa berkaca-kaca saat ia mengenang pengalamannya yang mengharukan selama terlibat dalam operasi militer di Aceh. Kali ini, ia menceritakan kisah menarik tentang seorang tokoh difabel yang tak disangka mendukung pasukan militer di Aceh Barat. Tengku Bantaqiah, begitulah namanya.

Informasi ini didapat Andika Perkasa dari intelijen yang mengindikasikan keberadaan seorang tokoh Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Aceh Barat. Tanpa ragu, Andika bersama sembilan prajurit TNI lainnya mengunjungi tokoh tersebut.

Namun, saat tiba di sana, Andika terkejut mengetahui bahwa Tengku Bantaqiah adalah seorang yang terlahir dengan keterbatasan fisik yang tidak sempurna. Meskipun demikian, Tengku Bantaqiah merupakan tokoh penting dalam lingkupnya. 

“Ternyata orang ini difabel, terlahir dengan kondisi fisik yang tidak sempurna, tetapi dia sebagai tokoh. Ini berdasarkan informasi,” kata Andika dikutip dari CNNIndonesia.com, Minggu (9/7/2023).

Hal ini diungkapkan oleh Andika dalam wawancara dengan CNNIndonesia.com pada hari Minggu (9/7/2023).

Awalnya, Andika meragukan informasi yang menyebutkan bahwa Tengku Bantaqiah terlibat dalam gerakan separatis. Namun, demi kepentingan penyelidikan, Andika memutuskan untuk tinggal di desa tersebut.

Selama empat pekan, Andika dan timnya menginap di desa tersebut. Namun, yang terjadi justru berbanding terbalik dengan informasi yang diperoleh sebelumnya. Tengku Bantaqiah tidak menunjukkan sikap yang mendukung gerakan separatis, bahkan ia memberikan informasi penting kepada pasukan Andika.

Saat Andika menceritakan sosok Tengku Bantaqiah, air matanya tak dapat terbendung. Ia terharu dengan semangat dan kontribusi yang diberikan oleh tokoh difabel ini. Kisah ini menjadi bukti bahwa semangat dan kekuatan jiwa seseorang tidak ditentukan oleh keterbatasan fisik. []

TP PKK Aceh Besar Apresiasi Gampong Lubok Batee Hadirkan Rumoh Gizi

0
Tim Penggerak PKK Aceh Besar mengapresiasi yang sebesar-besarnya atas atas kerja kolaborasi yang di bangun oleh Gampong Lubok Batee dalam menghadirkan Rumoh Gizi Gampong (RGG). (Foto: Ist)

Nukilan.id – Tim Penggerak PKK Aceh Besar mengapresiasi yang sebesar-besarnya atas atas kerja kolaborasi yang di bangun oleh Gampong Lubok Batee dalam menghadirkan Rumoh Gizi Gampong (RGG).

“Saya apresiasi sekali dengan kerja kolaboratif semua pihak di Gampong Lubok Batee untuk menghadirkan RGG. Semoga dengan ini, hal sulit bisa menjadi ringan dan upaya kita cegah stunting terhadap anak dapat dilakukan dengan baik,” kata Ketua Bidang IV TP PKK Aceh Besar Teuku Raden Sulaiman berserta Ketua Pokja I Mardhiah Ali meresmikan Rumoh Gizi Gampong (RGG) di Gampong Lubuk Batee Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, Jumat, (7/7/2023).

Baca Juga: Persagi Aceh Minta Pemerintah Wujudkan Program Satu Ahli Gizi Satu Desa untuk Turunkan Stunting

Menurutnya, kehadiran RGG untuk memberikan layanan kesehatan dasar bagi masyarakat, utamanya untuk menyadarkan masyarakat dan mengatur perubahan pola hidup sehat untuk masyarakat menuju kearah yang lebih baik.

“Dan harus kita sadari, dengan lauchingnya RGG pada hari ini, berarti, Pemerintah Gampong Lubok Batee sangat mendukung terhadap pemenuhan gizi masyarakat khususnya balita, karena keterlibatan perangkat gampong sangat utama dalam hal penanganan stunting,” sebutnya.

Sementara, Camat Ingin Jaya Al Mubarak Akbar SSTP MM mengucapkan terima kasih kepada Keuchik dan perangkat Gampong Lubok Batee yang telah bekerja maksimal dan partisipasi pada lomba Desa tingkat provinsi Aceh Tahun 2023.

“Alhamdulillah, Berkat kerja sama semua pihak, baik itu dari Pemerintah Gampong, Kecamatan dan Kabupaten. Sehingga, Gampong Lubok Batee berhasil meraih juara dua pada ajang lomba Desa tingkat Provinsi Aceh,” sebutnya.

Lebih lanjut, terbentuknya RGG di Lubok Batee, dikarenakan pada pelaksanaan lomba desa masih banyak kekurangan. Yang menjadi sorotan adalah dibidang kesehatan. Maka untuk itu, atas inisiatif Gampong serta dukungan dari Pemerintah Kecamatan Ingin Jaya kembali terbentuk Rumoh Gizi Gampong (RGG) di Lubok Batee.

“Jadi, untuk saat ini di Kecamatan Ingin Jaya sudah memiliki tiga rumoh gizi gampong yaitu di Gampong Pasi Lamgarot, Lubok Sukon dan Lubok Batee. Karena, ini merupakan wadah atau upaya kita untuk menjalankan kegiatan terkait penanganan stunting di tingkat dasar (gampong/desa),” ungkapnya.

Disamping itu, Keuchik Lubok Batee Bukhari mengungkapkan, kehadiran RGH, ini merupakan salah satu bentuk kami mengejar ketertinggalan, karena Gampong Lubok Batee masih banyak kekurangan terutama pembinaan pada bidang kesehatan masyarakat.

“Mudah-mudahan, dengan kehadiran RGG bisa membantu anak-anak yang mengalami kekurangan gizi serta dapat membantu percepatan penurunan angka stunting di Lubok Batee” pungkasnya.

Turut hadiri, Ketua pokja 1 TP PKK Kabupaten Aceh Besar, Camat Ingin, Petugas Kesehatan Puskesmas, Pendamping Desa, Ketua TP PKK Gampong Lubok Batee, perangkat Gampong serta orang tua balita. []

Baca Juga: Dipimpin Ketum Persagi, 164 Lulusan Gizi Poltekkes Kemenkes Aceh dan UUI Disumpah Profesi Nutrisionis

DPRA Umumkan Hasil Fit dan Proper Test Calon Anggota KIP Aceh

0
Komisi Independen Pemilihan Aceh. (Foto: Dok. KIP Aceh)

Nukilan.id – Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) melalui Komisi I DPR Aceh, berdasarkan Rekapitulasi Hasil Uji Kepatutan dan Kelayakan (Fit And Proper Test) yang dilaksanakan pada hari Rabu (5/7/2023) dan rapat pleno Komisi I DPR Aceh pada hari yang sama sehingga memutuskan beberapa nama yang dinyatakan lulus  dan lulus cadangan Uji Kelayakan dan Kepatutan (Fit And Proper Test) calon anggota Komisi Independent Pemilihan (KIP) Aceh.

Berikut beberapa nama yang dinyatakan lulus, yakni sebagai berikut:

  1. H. Iskandar Agani, SE
  2. Saiful, SE
  3. Agusni, SE
  4. Muhammad Sayuni, SH, M.Kes, M.H.
  5. Hendra Darmawan
  6. Ahmad Mirza Safwady, S.H., M.H.
  7. Khairunnisak, SE

Selanjutnya, berikut beberapa nama yang dinyatakan lulus cadangan, yakni sebagai berikut:

  1. Mhd. Safri Desky, M.H
  2. Munawarsyah, S.Hi
  3. Ridwan Hadi, SH, M.H
  4. Prof. M. Siddiq Armia, MH, Ph.D
  5. Ir. Tharmizi, M.H
  6. Usman Arifin, SH, M.H
  7. Ranisah, SE

Diketahui, bahwa nama–nama tersebut di atas dari rangking 1 sampai dengan 7 dinyatakan LULUS dan ditetapkan sebagai calon Anggota Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh, rangking 8 sampai dengan 14 sebagai calon Anggota Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh cadangan. Kemudian, kieputusan ini bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat. []

Pelaku Eksploitasi Ekonomi Anak Ditangkap, HIPMI Apresiasi Polresta Banda Aceh

0

Nukilan.id – Ketua Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Banda Aceh Fuadi Satria, memberikan apresiasi kepada Polresta Banda Aceh atas penangkapan pelaku eksploitasi anak untuk menjual buah potong keliling di tempat-tempat keramaian seperti warkop dan lampu merah.

Sebagaimana kita ketahui bersama, pada Rabu (5/7/2023) Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Fahmi Irwan Ramli melalui Kasat Reskim telah melakukan penangkapan terhadap salah satu warga berinisial (S) yang berdomisili di Kecamatan Mesjid Raya Aceh Besar.

Fuadi mengatakan, kasus penangkapan terhadap pelaku eksploitasi anak ini menjadi catatan khusus bagi BPC HIPMI Banda Aceh, hal ini bukan karena usahanya yang tidak benar, tapi eksploitasi anak dibawah umur yang seharusnya tidak dilakukan, apalagi anak-anak tersebut harus bekerja hingga larut malam.

“Kami memahami bahwa banyak peluang usaha umkm yang bisa dimaksimalkan oleh siapa saja masyarakat di Aceh terutama ditempat-tempat keramaian, akan tetapi jangan sampai menggunakan jasa anak-anak dibawah umur untuk mencari simpati pembeli agar barang dagangannya laku,” Imbuh Fuadi.

Ia menilai, niat dari pedagang tersebut menurutnya sudah benar, apalagi yang diperjual belikan adalah buah2an yang notabene diminati oleh masyarakat kita, dan dalam kondisi panas seperti saat ini tentunya akan banyak yg berminat dan membelinya.

Walaupun sistem penjualannya disebar di tempat-tempat keramaian akan sangat maksimal jika pengusaha tersebut memakai jasa orang-orang dewasa atau bahkan melalui reseller.

“Dan yang kita curigai disini adalah, pengusaha tersebut menggunakan jasa anak-anak agar bisa dibayar murah dan memaksimalkan keuntungan bagi dirinya pribadi. Ini jelas perilaku eksploitasi yang sudah sangat melanggar,” ujarnya.

HIPMI Banda Aceh sangat mengapresiasi bagi siapa saja masyarakat Kota Banda Aceh secara khusus dan Aceh pada umumnya memiliki ide-ide usaha yang dapat menumbuhkan UMKM di Aceh, karena semuanya akan berpengaruh dalam pendapatan masyarakat Aceh. Dan kita akan mendukung bahkan mensupport bagi siapa saja yg ingin berusaha secara sehat dan baik.

“Sekali lagi kita mengapresiasi langkah-langkah yang sudah dilakukan oleh Polresta banda aceh beserta jajarannya, dan kami HIPMI Banda Aceh siap untuk selalu berdampingan dengan pihak manapun agar pelaku usaha di Banda Aceh dapat terus tumbuh dan bangkit,” pungkasnya. []

Buka FLS2N Se-Aceh, Alhudri Harap Seluruh Peserta Kembangkan Minat dan Bakat

0
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Alhudri MM, berharap seluruh peserta didik dapat mengembangkan bakat dan minat mereka untuk masa depan yang lebih baik. Alhudri mengatakan sekolah adalah tempat terbaik untuk menumbuhkan dua hal tersebut. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Alhudri MM, berharap seluruh peserta didik dapat mengembangkan bakat dan minat mereka untuk masa depan yang lebih baik. Alhudri mengatakan sekolah adalah tempat terbaik untuk menumbuhkan dua hal tersebut.

“Saya berharap anandaku sekalian juga memiliki penikiran kritis serta kreatif mengikuti perkembangan global. Namun semua itu harus dilakukan dengan tetap melestarikan nilai-nilai kearifan lokal yang selaras dengan profil pelajar Pancasila,” ujar Alhudri di sela-sela pembukaan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) se Provinsi Aceh, Sabtu (8/7/2023).

Baca Juga: Tiga Kepsek Rilis Buku, Ini Tanggapan Kabid SMA dan PKLK Disdik Aceh

Dalam acara mengusung tema “Merdeka Berprestasi, Talenta Seni Menginspirasi” ini, Alhudri juga berpesan agar para pelajar dapat menjadi penerus bangsa yang mencintai budaya daerah, cerdas secara akademik, memiliki nilai estetika tinggi, penuh dengan empati, serta cinta tanah air dan melestarikannya.

Sementara itu, Ketua panitia penyelenggara, Hamdani, Kepala Bidang SMA dan PKLK, mengatakan FL2SN se-Aceh merupakan salah satu ajang bergengsi yang selalu dinantikan, karena rutin diselenggarakan setiap tahun untuk mendukung pengembangan kompetensi pelajar dari tingkat Kab/Kota, Provinsi sampai Tingkat Nasional.

Hamdani mengatakan penyelenggaraan FLS2N bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan motivasi, mengekspresikan diri di bidang seni, menumbuhkembangkan sikap sportivitas dan kompetitif. Kegiatan ini menjadi ajang seleksi peserta pada masing-masing bidang seni mewakili Aceh ke tingkat nasional.

“Para peserta pada cabang lomba diseleksi objektif, kita menghadirkan dewan juri yang berkompeten di antaranya adalah seniman, akademisi, dan praktisi,” ujar Hamdani.

Kegiatan ini digelar dalam 11 cabang seni, yakni baca puisi, gitar solo, monolog, tari kreasi, menyanyi solo, desain poster karya komik digital, cipta lagu, cipta puisi, dan untuk cabang film pendek dilaksanakan secara daring.

“Khusus cabang lomba jurnalistik, fotografi dan menulis cerpen dilaksanakan dan dinilai secara langsung oleh Balai pengembangan talenta Indonesia Sehingga peserta tidak diundang untuk hadir ke tingkat Provinsi,” sebutnya.

Adapun peserta yang diundang terdiri atas 11 orang siswa dan dua orang pendamping dari masing-masing Kabupaten Kota sehingga total berjumlah 276 orang.[]

Baca Juga: Disdik Aceh Resmi Gelar FLS2N Untuk PDBK Tahun 2023

Layak Pimpin Banda Aceh, Bakri Siddiq Terbukti Mampu Hadapi Tantang yang Kompleks

0
Pj Walikota Banda Aceh, Bakri Siddiq. (Foto: Dok.Humas Banda Aceh)

Nukilan.id – Proses penunjukan Pj Walikota Banda Aceh menjadi sorotan publik setelah tiga nama calon diajukan oleh Pj Gubernur Aceh. Namun, Ade Surya dan Amiruddin, dua dari tiga calon yang diusulkan, tidak mendapatkan respons positif dari masyarakat. 

Menurut Putra Rizki Pratama, Founder Lingkar Studi Kritis, keduanya tidak memenuhi kriteria yang diperlukan untuk menjadi Pj Walikota Banda Aceh.

Putra mengungkapkan bahwa Ade Surya dan Amiruddin kurang memenuhi syarat sebagai Pj Walikota Banda Aceh. Menurutnya, dalam situasi saat ini, kota ini membutuhkan seorang pemimpin yang mampu mengambil tindakan nyata dalam mengatasi masalah keuangan dan defisit.

“Kriteria tersebut dianggap penting agar Banda Aceh dapat menghadapi tantangan keuangan secara efektif. Publik merespons negatif terhadap kedua calon tersebut, meragukan kemampuan mereka dalam menangani masalah di Kota Banda Aceh,” katanya.

Lebih lanjut, Putra Rizki Pratama menyatakan bahwa banyak pihak mengharapkan seorang pemimpin yang memiliki rekam jejak kuat dalam mengelola anggaran dan keuangan publik. Menurut Putra Rizki Pratama, Ade Surya dan Amiruddin tidak memiliki rekam jejak kepemudaan. Ia berharap calon Pj Walikota Banda Aceh mampu memperjuangkan dan mewakili kepentingan generasi muda.

“Diperlukan pertimbangan terhadap kandidat yang memiliki pengalaman dan rekam jejak dalam melibatkan pemuda dalam pembangunan daerah. Pj Walikota yang memprioritaskan partisipasi pemuda dapat mendorong inklusivitas dan memastikan generasi muda mendapatkan ruang dan kesempatan yang setara untuk berperan aktif dalam pembangunan,” tambahnya.

Putra juga menyebutkan bahwa Bakri Siddiq telah terbukti mampu menghadapi tantangan yang kompleks. Sebagai pejabat pemerintah sebelumnya, ia berhasil mengelola proyek-proyek besar yang memberikan dampak positif bagi masyarakat Banda Aceh. Kemampuannya dalam perencanaan dan pelaksanaan kebijakan telah diakui oleh berbagai pihak. []