Beranda blog Halaman 1308

Launching Mekanisme Lokal Perlindungan dan Jaminan Sosial Perempuan Pembela HAM di Aceh

0
Workshop Launching Mekanisme Lokal Perlindungan dan Jaminan Sosial Perempuan Pembela HAM di Aceh. (Foto: Nukilan/Auliana)

Nukilan.id – Workshop Launching Mekanisme Lokal Perlindungan dan Jaminan Sosial Perempuan Pembela HAM di Aceh diselenggarakan pada Kamis di Ayani Hotel (28/12/2023). Kegiatan launching ini diikuti oleh 50 orang peserta mewakili SKPA terkait, legislatif, tokoh strategis, perguruan tinggi, APH, perempuan pembela Hak Asasi Manusia (HAM) perwakilan Community Organizer, dan lainnya.

Mekanisme tersebut hadir dengan menggagas upaya-upaya perdamaian. Perempuan menjadi agen perdamaian dan terlibat secara bermakna dalam pencegahan dan penanganan konflik yang berkontribusi terhadap pembangunan dan ketahanan nasional. Perempuan dengan berbagai latar belakang berkontribusi dalam menjalankan mandat konstitusional untuk pemenuhan HAM, terutama atas rasa aman, kehidupan yang bermartabat, dan bebas dari diskriminasi atas dasar apapun serta turut menciptakan perdamaian dunia.

Perempuan penyintas dan pemimpin perempuan menjadi pembela HAM di masyarakat. Mereka bekerja dan berurusan dengan segala upaya untuk memajukan HAM. Mereka berdiri di garis depan perjuangan dan menjunjung tinggi HAM untuk menyuarakan para korban kekerasan manusia (sound of the voiceless). Meskipun keberadaan mereka diakui secara sah dalam pasal 28 C ayat (2) Undang-Undang Dasar (UUD 45), namun tidak ada kebijakan turunan yang secara khusus mengatur tentang perlindungan terhadap mereka dalam menjalankan peran strategisnya.

Perempuan pembela HAM menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan kerja-kerja pemajuan dan pemenuhan hak perempuan di komunitas, perspektif, atau paradigma penegakan HAM terhadap kasus-kasus pembela HAM perempuan yang masih tidak berpihak, dukungan pemerintah yang belum optimal, dominasi budaya patriarkis dalam ekosistem masyarakat, dan belum berpihak sehingga menghambat akses atas keadilan bagi perempuan pembela HAM. Potensi kriminalisasi terhadap perempuan pembela HAM yang dapat berdampak pada penanganan kasus-kasus yang dia dampingi dan menjadi tekanan baru baik bagi perempuan pembela HAM dan korban yang dia dampingi.

Apalagi saat ini kekerasan dapat terjadi di dunia nyata maupun dunia maya melalui kekerasan berbasis digital dalam bentuk ujaran, persekusi, peretasan, pesan seksual, penipuan, bahkan trafficking. Oleh karena itu, Komnas Perempuan telah meluncurkan secara manual Perlindungan Keamanan Perempuan Pembela HAM (PPHAM) sebagai acuan untuk mengembangkan mekanisme perlindungan keamanan bagi perempuan pembela HAM dan institusinya di tingkat nasional pada November 2023. Hal ini guna memastikan perlindungan dan jaminan keamanan sosial bagi perempuan pembela HAM di akar rumput. Maka, Flower Aceh dengan dukungan Nonviolent Peaceforce dan Kedutaan Besar Belanda melaksanakan Launching mekanisme lokal perlindungan dan jaminan sosial perempuan pembela HAM di Aceh.

Direktur Eksekutif Flower Aceh Riswati mengatakan, mekanisme lokal ini diharapkan menjadi acuan semua pihak dalam mewujudkan jaminan keamanan dan jaminan sosial bagi perempuan pembela HAM di Aceh yang berkeadilan dan inklusi.

“Mekanisme ini dapat menjadi acuan sebagai perlindungan bagi perempuan pembela HAM di Aceh di akar rumput,” ucap Riswati dalam sambutannya yang ikut dihadiri oleh tim Nukilan.id, Kamis (28/12/2023).

Ia juga menyampaikan, selama ini ada banyak kekerasan seksual yang begitu tinggi, baik kekerasan terhadap perempuan maupun anak. Maka, dalam hal menghadapi kasus-kasus perlindungan perempuan pembela HAM memang perlu diterapkan dan penting juga untuk dikembangkan agar lebih baik lagi.

“Ini bukan soal stigma dicaci, dimaki, tapi soal diancam dibunuh, seperti kasus yang terjadi di Aceh saat ini,” ujarnya.

Namun, ia juga berharap kegiatan tersebut bisa terus memperkuat komitmen yang besar ini sebagai upaya pemenuhan hak perempuan pembela HAM di Aceh.

“Dan mekanisme ini harus dikoordinasi juga agar instrumennya berjalan dengan baik,” pungkasnya. [Auliana Rizky]

Aburazak: Pemerintah Pusat Harus Sigap Atasi Rohingya di Aceh

0
Sekretaris Jendral (Sekjend) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Aceh, Kamaruddin Abu Bakar. (Foto: Nukilan)

Nukilan.id – Sekretaris Jenderal Partai Aceh (PA), Kamuriddin Abubakar atau yang akrab disapa Aburazak, kembali mengingatkan Pemerintah Pusat untuk segera merespon persoalan pengungsian Rohingya yang berada di Aceh.

“Seharusnya ditangani sedari awal, jangan menunggu setelah muncul persoalan-persoalan baru di Aceh setelah kedatangan pengungsi Rohingya,” ujar Aburazak di Banda Aceh, Kamis (28/12/2023).

Aburazak menyoroti kehadiran ribuan pengungsi Rohingya di Aceh, di mana masyarakat Aceh telah memberikan bantuan dengan tekun. Namun, beberapa gesekan muncul, terutama setelah adanya provokasi di media sosial terkait isu buang makanan, mogok makan, dan tuntutan tempat tinggal yang layak.

“Inilah yang saya katakan agar Pemerintah Pusat, seperti Mahfud, agar cepat bertindak. Jangan setelah ada masalah baru bikin pernyataan yang menyudutkan Aceh,” tegasnya.

Aburazak juga menyoroti perbandingan yang dilakukan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Mahfud MD antara bantuan dunia pasca-tsunami dengan pengungsian Rohingya. Menurutnya, kedua situasi tersebut berbeda dan pernyataan Mahfud seharusnya lebih adil.

“Bencana Tsunami memiliki rentang waktu yang terjangkau dalam memulihkan Aceh. Di sini juga melibatkan seluruh dunia, di antaranya NGO dan juga negara-negara lain, bahkan juga banyak sekali bantuan dari rakyat Indonesia sendiri untuk Aceh,” paparnya.

Mengenai penanganan pengungsian Rohingya, Aburazak menekankan perlunya perhatian khusus dari Pemerintah Pusat. Ia meminta agar tindakan diambil sejak awal dan bukan setelah muncul gesekan di masyarakat.

“Jangan setelah muncul gesekan seperti sekarang ini, baru teriak. Mestinya dari awal sudah peduli soal ini, bukannya membiarkan saja,” tandas Aburazak. []

Capaian Kinerja Polda Aceh: Kasus Kriminal Umum Menurun Sepanjang 2023

0
Kapolda Aceh, Irjen Achmad Kartiko, saat memaparkan capaian kinerja Polda Aceh. (Foto: Nukilan/Reji)

Nukilan.id – Kapolda Aceh, Irjen Achmad Kartiko, mengungkapkan prestasi luar biasa dalam penanganan tindak pidana di wilayah Polda Aceh sepanjang tahun 2023. 

Kapolda menjelaskan bahwa terjadi penurunan signifikan sebesar 10 persen dalam penanganan kasus tindak pidana umum dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Pada tahun 2023 ini, kita mendapatkan penurunan angka yang sangat signifikan. Dalam penanganan kasus-kasus tindak pidana umum di wilayah Polda Aceh, yaitu sebesar 10 persen dari tahun 2022 sebanyak 6.880 kasus sehingga menjadi 6.730 kasus tahun 2023 ini,” ungkap Kapolda saat konferensi pers di Aula Presisi Polda Aceh, Banda Aceh, pada Kamis (28/12/2023.

Prestasi ini diakui sebagai hasil dari kerja keras dan upaya bersama melibatkan kegiatan preventif dan represif yang dilakukan oleh aparat kepolisian. Sementara itu, untuk penyelesaian kasus, terjadi peningkatan sebanyak 3 persen, dari 4.776 kasus tahun sebelumnya menjadi 4.922 kasus di tahun 2023.

“Kami akan terus bekerja keras untuk penanganan tindak pidana di bidang umum, terutama dalam penerangan kasus-kasus yang tren-nya cukup tinggi, seperti pencurian, dengan jumlah kasus mencapai 1.364,” tambah Kapolda.

Dalam konteks kejahatan kriminal khusus, Kapolda Achmad Kartiko menyampaikan bahwa saat ini pihaknya tengah menangani 108 kasus, yang merupakan gabungan dari kasus tunggakan di tahun 2021-2022 serta beberapa kasus baru yang muncul di tahun 2023.

“Dalam kurang waktu satu tahun, Polda Aceh berhasil menyelamatkan keuangan negara hampir kurang lebih 18 miliar dan menetapkan 36 tersangka kasus tindak pidana korupsi,” pungkas Kapolda Achmad Kartiko, menegaskan komitmen pihaknya dalam memberantas kejahatan dan korupsi di wilayah Aceh. [Rjf]

Mahasiswa Pindah Paksa Pengungsi Rohingya ke Kanwil Kemenkumham Aceh

0
Pengungsi rohingya di Balai Meseuraya Aceh dipindahkan paksa oleh mahasiswa ke kantor Kemenkumham Aceh, Banda Aceh. (Foto: Nukilan/Reji)

Nukilan.id – Pengungsi Rohingya di Balai Meuseuraya Aceh (BMA) dipindah paksa atau dipersekusi oleh ratusan mahasiswa Universitas Abulyatama Aceh di BMA, Rabu (27/12/2023).

Para pengungsi Rohingya ini diusir paksa untuk pindah dan masuk ke dalam beberapa truk yang telah disediakan.

Amatan Nukilan di lokasi, sejumlah anak-anak tampak dan perempuan menangis histeris dan mengalami trauma diperlakukan secara paksa oleh para mahasiswa. Mereka dikawal oleh pihak kepolisian dan Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh untuk menaiki truk.

Para pengungsi ini dibawa dengan menggunakan dua truk yang diiringi oleh mobil pikap yang dinaiki mahasiswa menuju Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkumham) Aceh.

Setiba di Kanwil Kemenkumham Aceh, awalnya para pengungsi ini tidak diperkenankan untuk memasuki kawasan kantor tersebut dan ditahan di depan gerbang kantor. Setelah semua pengungsi tiba di Kanwil Kemenkumham, barulah pintu gerbang dibuka dan para pengungsi dipersilakan masuk ke dalam kompleks kantor tersebut.

Salah seorang mahasiswi Abulyatama, Dilla meminta Pemerintah Aceh agar lebih tegas dalam hal penanganan pengungsi Rohingya dan berharap agar permasalahan ini ditindaklanjuti.

“Kami sangat berharap agar masalah ini ditindaklanjuti, jangan hanya mahasiswa yang bersuara,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (27/12/2023). [Sammy]

Ratusan Mahasiswa Aksi ke DPR Aceh Tolak Pengungsi Rohingya

0
Mahasiswa unjuk rasa di halaman gedung DPR Aceh tolak rohingya. (Foto: Nukilan/Reji)

Nukilan.id – Ratusan mahasiswa dari berbagai universitas melakukan aksi unjuk rasa di halaman gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) pada Rabu (27/12/2023).

Dalam aksi tersebut, terlihat para massa membakar ban di halaman gedung DPRA sebagai bentuk protes terhadap penolakan pengungsi Rohingya di Aceh.

Koordinator lapangan (Korlap) aksi, T Wariza, mengungkapkan bahwa mahasiswa mendesak DPRA untuk mendeportasikan pengungsi Rohingya di Aceh.

“Kita lihat dari segi masyarakat Aceh banyak yang menolak kehadiran etnis Rohingya di Aceh. Maka kami, sebagai mahasiswa yang mewakili masyarakat Aceh, meminta kepada DPRA untuk segera mengeluarkan pernyataan penolakan terhadap Rohingya,” ujar T Wariza.

Mahasiswa juga meminta kepada DPRA untuk mengkonfirmasi kepada pemerintah Aceh dan mendesak pemerintah pusat agar mencari solusi dalam penolakan terhadap pengungsi Rohingya.

Hingga berita ini diturunkan, mahasiswa berencana melanjutkan pergerakan ke Balai Meuseraya Aceh (BMA) dengan niat mengangkat pengungsi Rohingya dan membawanya ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Aceh. [Rjf]

Mengenang 19 Tahun Tsunami Aceh: Suasana Haru di Kuburan Massal Ulee Lheue

0
Suasana kuburan massal Ulee Lheue, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh. (Foto: Nukilan)

Nukilan.id – Sejumlah masyarakat dari berbagai daerah mulai berdatangan memedati kuburan massal   Ulee Lheue, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh dalam rangka memperingati 19 tahun Tsunami Aceh.

Pantauan media ini dilokasi, terlihat para peziarah memanjatkan doa hingga berzikir menciptakan suasana haru di sekitar kuburan massal Ulee Lheue, pada Selasa (26/12/2023) pagi.

Salah seorang pengunjung dari Padang, Sumatra Barat, bernama Usman, mengungkapkan bahwa kehadirannya untuk berziarah ke kuburan massal ini adalah kunjungan keduanya ke Aceh. 

Ia datang untuk berdoa karena telah kehilangan keluarga, adik, serta keponakannya yang saat itu berada di Aceh namun jasadnya tidak ditemukan.

“Ini adalah kunjungan saya yang kedua ke Aceh untuk berziarah, setelah yang pertama saat Tsunami terjadi,” ujar Usman.

Tidak hanya  kuburan massal Ulee Lheue, masyarakat juga mengunjungi kuburan massal di Gampong Siron, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, sebagai bentuk ziarah untuk mengenang dan mendoakan puluhan ribu korban Tsunami. [Rjf] 

Pj Gubernur Berdoa dan Zikir Bersama Masyarakat untuk Syuhada Tsunami Aceh

0
Penjabat Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, didampingi Sekda Aceh, Bustami, beserta Forkopimda Aceh, para Asisten Sekda Aceh, Kepala SKPA/Biro dan Masyarakat saat mengikuti Zikir dan Doa serta Tausiah pada Peringatan Tsunami Aceh ke-19 tahun 2023, di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Selasa, (26/12/2023).

Nukilan.id – Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, bersama seribuan masyarakat berzikir dan berdoa untuk syuhada korban bencana tsunami Aceh 26 Desember 2004 silam. 

Kegiatan doa dan zikir yang dipandu Pimpinan Zawiyah Nurun Nabi, Teungku Zamhuri Ramli itu merupakan rangkaian dari peringatan 19 Tahun Tsunami yang digelar Pemerintah Aceh melalui Dinas Syariat Islam, di halaman Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Selasa, (26/12/2023).

Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki mengatakan, kegiatan peringatan tersebut digelar pemerintah untuk mengenang dan merawat ingatan masyarakat terhadap bencana Tsunami Aceh. Dengan begitu, setiap masyarakat dapat mengambil pelajaran dan hikmah dari mega tragedi itu.

 “Dengan kita mengingat terus, kita juga dapat memitigasi dengan langkah-langkah apa yang harus dilakukan (bila tsunami terulang),” ujar Achmad Marzuki.

Achmad Marzuki berharap, kondisi Aceh yang sudah aman dan damai pasca tsunami dapat terus dijaga dan dirawat supaya proses pembangunan dapat berjalan lancar.

Sementara itu, Teungku Amri Fatmi yang mengisi tausiah peringatan 19 tahun tsunami mengajak masyarakat Aceh untuk mengambil hikmah terhadap bencana besar yang pernah melanda Bumi Serambi Mekkah itu. 

Ia menyebutkan sejumlah hikmah dari bencana tsunami, diantaranya adalah bersabar dan bertawakkal terhadap takdir Allah.

Alumni Al Azhar Kairo dengan predikat summa cumlaude itu mengatakan, takdir Allah terbagi dua macam. Takdir yang melibatkan campur tangan manusia dan takdir tanpa campur tangan manusia. 

Ia mencontohkan konflik bersenjata GAM dan pemerintah selama tiga dekade, merupakan takdir campur tangan manusia yang pernah melanda Aceh. Sementara bencana tsunami merupakan takdir Allah tanpa campur tangan manusia.

Teungku Amri mengatakan, salah satu hikmah dari musibah tsunami adalah berhentinya konflik berkepanjangan yang pernah melanda Aceh. “Segala yang terjadi dalam hidup kita ini wajib kita yakini sesuai takdir Allah, wajib meyakini semua yang terjadi dalam hidup ini sudah diatur dan dirancang Allah,” kata Teungku Amri yang juga doktor filsafat Islam itu.

Lebih lanjut, Teungku Amri mengatakan, hikmah lainnya dari tsunami Aceh adalah para korban tsunami yang meninggal tersebut termasuk dalam golongan syahid dan husnul khatimah. Ia meyakini hal tersebut berdasarkan hadis sahih dari Rasulullah. 

“Dengan kita percaya pada takdir Allah, akhirnya kita mengetahui bahwa mereka meninggal (korban tsunami) tidak sia-sia, sukses hidup mereka meraih husnul khatimah, sementara kita yang masih berjalan di bumi milik Allah ini belum pasti bisa meraih husnul khatimah ataupun tidak,” kata Teungku Amri.

Oleh sebab itu, Teungku Amri mengajak seluruh masyarakat khususnya kaum muda untuk terus meningkatkan ketakwaan kepada Allah. Ia mengajak kaum muda mendekatkan diri dengan Al-Quran dan tidak larut serta lalai dalam gemerlap hingar bingar godaan dunia.

Selain doa dan zikir, Pemerintah Aceh juga menyantuni 100 anak yatim piatu dalam peringatan 19 tahun tsunami. Bukan hanya Pj Gubernur, sejumlah jajaran pejabat Pemerintah Aceh lainnya juga ikut serta berdoa dan berzikir bersama masyarakat untuk syuhada tsunami. []

19 Tahun Tsunami Aceh: Momentum Tingkatkan Mitigasi Bencana

0
Pj Walikota Banda Aceh, Amiruddin dalam acara doa zikir bersama dalam rangka memperingati 19 tahun tsunami Aceh di Lambaro Skep, Selasa, 26 Desember 2023.

Nukilan.id – Banda Aceh merupakan kota paling terdampak bencana maha dahsyat gempa bumi dan tsunami 2004. Di samping puluhan ribu korban jiwa -terbanyak dibandingkan kawasan lain, 2/3 wilayahnya juga luluh-lantak.

“Kota kita pernah menjadi ‘kota mati’ 19 tahun silam, dan banyak yang mengira jika Banda Aceh tak akan ‘hidup’ lagi.” Begitu ungkap Pj Wali Kota Banda Aceh Amiruddin pada acara doa zikir bersama dalam rangka memperingati 19 tahun tsunami Aceh di Lambaro Skep, Selasa, 26 Desember 2023.

“Namun berkat rahmat dari Allah SWT, keteguhan warganya, dan dukungan luar biasa dari masyarakat nusantara dan dunia, Banda Aceh mampu bangkit, terus tumbuh dan berkembang menuju salah satu kota maju di Indonesia,” ujarnya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk mengheningkan cipta dan melafazkan doa terbaik bagi para syuhada tsunami, “Yang insyaallah, kita yakini, kini berada di sisi-Nya, di tempat terbaik bagi hamba pilihan. Sementara kita di dunia fana, masih berjibaku menentukan pilihan -apakah kita bisa berkumpul bersama mereka kelak.”

Menurutnya, peristiwa pilu 2004, mengajarkan banyak hal. Bukan hanya untuk Banda Aceh, Aceh, Indonesia, tapi juga dunia. “Bahwa kita mau tidak mau, harus mampu hidup ‘berdampingan’ dengan bencana, terutama gempa bumi yang dapat memicu tsunami. Apalagi Banda Aceh terletak di antara dua sesar aktif Sumatra saat ini.”

Oleh sebab itu, katanya, mitigasi bencana mutlak diselaraskan dengan setiap sendi pembangunan kota. “Dan yang tak boleh kita abaikan, sosialisasi, edukasi, hingga simulasi penanganan bencana yang berasaskan kearifan lokal, harus terus kita gencarkan, mulai dari setiap tingkat pendidikan hingga masyarakat umum. Tujuan utamanya, agar dampak bencana yang bisa kapan saja terjadi, dapat diminimalkan.”

“Kemudian sembari berikhtiar, mari kita bemunajat agar kota tercinta senantiasa dijauhkan dari segala mara bahaya yang menjauhkan kita dari Sang Pencipta. Bersama kita bangkit lebih kuat, menuju Banda Aceh lebih tangguh. Mari kita bangun budaya/kearifan lokal terhadap mitigasi bencana demi masa depan yang lebih baik,” ujarnya. []

Dirlantas Polda Aceh Turun Langsung Amankan Tabligh Akbar Peringatan Tsunami

0

Nukilan.id – Dirlantas Polda Aceh Kombes M Iqbal Alqudusy turun langsung untuk mengamankan tabligh akbar peringatan ke-19 tahun Tsunami Aceh di Komplek PLTD Apung Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh, Selasa, 26 Desember 2023.

M Iqbal Alqudusy yang juga selaku Kasatgas Opsda Lilin Seulawah 2023 menyampaikan, pengamanan tabligh akbar yang dilakukan dirinya bersama personel itu merupakan wujud Polantas Hadir dalam setiap kegiatan masyarakat.

Tabligh Akbar tersebut diisi oleh Ustadz Abdul Somad Batubara, serta dilaksanakan dalam rangka mengenang 19 tahun musibah gempa dan tsunami yang telah meluluhlantakkan pesisir Bumi Serambi Mekkah pada 26 Desember 2004 silam.

“Pengamanan tabligh akbar yang kami lakukan merupakan wujud Polantas Hadir dalam kegiatan masyarakat. Kegiatan itu dalam rangka peringatan ke-19 tahun Tsunami Aceh,” kata M Iqbal, usai pengamanan tersebut.

Selain di Komplek PLTD Apung, kata M Iqbal, pihaknya juga mengamankan pelaksanaan tabligh akbar di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. Tabligh akbar ini juga bagian dari peringatan ke-19 tahun Tsunami Aceh.

Iqbal menerangkan, tabligh akbar atau zikir di Masjid Raya diikuti pejabat Forkopimda serta masyarakat. Kemudian, untuk ceramah diisi oleh Ustadz Amri Fatmi Anziz. Sedangkan zikir dibawakan Tgk Zamuri SQ.

“Alhamdulillah seluruh rangkaian pengamanan kegiatan tabligh akbar dalam rangka peringatan ke-19 tahun Tsunami Aceh, baik di PLTD Apung maupun Masjid Raya Baiturrahman terlaksana dengan baik, situasi aman dan kondusif,” demikian, kata M Iqbal.

Ulama Aceh: Terimakasih Pak SBY, Siapapun Presiden Harus Jaga Perdamaian Aceh

0

Nukilan.id – Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengadakan silaturahmi dengan ulama dan tokoh masyarakat se-Aceh di Banda Aceh. Pada acara tersebut juga dilakukan doa bersama untuk mengenang musibah tsunami Aceh yang ke-19.

Dari perwakilan ulama, kata sambutan disampaikan oleh Tgk Mustafa Sarong. Dalam sambutannya, pimpinan pesantren Darul Abrar itu menyampaikan terimakasih kepada SBY yang telah mewujudkan perdamaian Aceh.

“Terima Kasih bapak SBY yang telah mewujudkan perdamaian Aceh. Bapak tak pernah lelah memperhatikan Aceh, mulai saat masih menjabat sebagai Menteri, kemudian menjadi Presiden, hingga saat ini” ucap mantan ketua MPU Aceh Jaya tersebut.

Selanjutnya Walidi Mustafa juga berharap agar presiden yang terpilih ke depan dapat menjaga dan merawat perdamaian dan pembangunan Aceh

“Kami berharap siapa saja yang terpilih menjadi presiden ke depan untuk menjaga dan merawat perdamaian serta mewujudkan membangun Aceh ke arah yang lebih baik” ucap Walidi Mustafa.

Acara tersebut ikut dihadiri oleh Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), anggota DPR-RI dari Aceh, Anggota DPRA, dan pejabat daerah lainnya. [Rjf]