Beranda blog Halaman 1302

Irawan Pandu Negara Dilantik Sebagai Sekretaris BPMA

0
Kepala BPMA, Teuku Mohamad Faisal saat melakukan Pengambilan Sumpah Jabatan dan Pelantikan Irawan Pandu Negara, S.IP. M. Si, sebagai Sekretaris BPMA Provinsi Aceh, di Aula Kantor BPMA, Banda Aceh, Senin, (17/7/2023). (Foto: ist)

Nukilan.id – Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) T Faisal melantik Irawan Pandu Negara sebagai Sekretaris BPMA. Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah berlangsung di Kantor BPMA di Jalan Stadion H. Dimurthala, Banda Aceh., Senin (17/07/2023).

Seremonial pelantikan juga disaksikan Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh Iskandar, Kepala Dinas Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Aceh, Mahdi Nur, Muzakir Manaf, serta sejumlah pejabat lainnya.

Kepala BPMA T Faisal dalam sambutannya menyampaikan selamat kepada Irawan dan berpesan agar segera bekerja sesuai tugas dan fungsinya sebagai Sekretaris BPMA.

“Jalin kerja sama dengan semua unit di BPMA dan stakeholder luar,” kata Faisal.

Irawan Pandu Negara merupakan Purna Praja angkatan III. Saat ini Irawan juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) Aceh.
Sebelumnya Irawan juga telah mengabdi pada sejumlah posisi di Pemerintahan Aceh, seperti menjadi Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setda Aceh. []

Penjabat Gubernur Minta Bank Aceh jadi Motor Penggerak Pembangunan di Aceh

0
Penjabat Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, memberikan sambutan serta arahan saat membuka Rapat Kerja Bank Aceh Triwulan ke II Tahun 2023, di Mata Ie Resort, Sabang, Senin (17/7/2023). (Foto: ist)

Nukilan.id – Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, meminta segenap pimpinan Bank Aceh menjadikan bank milik pemerintah Aceh tersebut menjadi motor penggerak utama pembangunan.

Hal itu ia sampaikan dalam Rapat Kerja Bank Aceh Triwulan ke II Tahun 2023, yang dilangsungkan di Sabang, Senin (17/7/2023).

Saat ini, kata Achmad Marzuki masih banyak masyarakat, utamanya yang tinggal di perkampungan yang tidak mengenal Bank Aceh. Tak salah jika kemudian sebagian masyarakat tersebut terjerat pinjaman online atau pinjol. Untuk itu, keberadaan Bank Aceh harus menyentuh ke seluruh pelosok daerah.

“Bagaimana caranya Bank Aceh harus maju dan masuk ke seluruh pelosok. Saat ini banyak masyarakat kita nggak tahu bagaimana urus KUR. Kita-kita di sini harus memanfaatkan semua kemampuan untuk mengenakan Bank Aceh. Ajarkan masyarakat untuk tahu bagaimana mengakses pinjaman ke perbankan sehingga mereka tidak terjerat pinjol,” kata Achmad Marzuki.

Selain itu, Achmad Marzuki juga meminta agar Bank Aceh bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Aceh seperti PT Pembangunan Aceh (PEMA). Sinergi kedua lembaga diperlukan untuk memasarkan produk-produk unggulan Aceh. Misal saja kata Achmad Marzuki, Bank Aceh bisa menfasilitasi produk kerajinan Aceh untuk dijual di salah satu lokasi di kantor cabang Jakarta. Dengan demikian masyarakat di Ibu Kota Jakarta mengenal produk unggulan Aceh.

Selain itu, Bank Aceh juga harus mampu memberi dukungan bagi pengelolaan keuangan pemerintah, sektor riil, privat, serta swasta. “Kehadiran Bank Aceh harus dapat memberikan kemandirian ekonomi Aceh yang dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Aceh,” kata Achmad Marzuki.

Sebagai lembaga perbankan milik pemerintah, Bank Aceh diharapkan tidak sebatas menjadi lembaga keuangan yang berorientasi pada profit semata, melainkan juga sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi. Karena itu seluruh dukungan yang diberikan oleh Pemerintah Aceh sepatutnya dijawab dengan memberikan kontribusi yang positif pada seluruh aktivitas ekonomi, terutama di sektor UMKM.

Baca Juga: Kepala BI Aceh: Meuseuraya Festival Sukses Tarik Perhatian 5000 Pengunjung

Apalagi diketahui bahwa UMKM adalah salah satu basis ekonomi nasional yang mampu menyerap banyak tenaga kerja. Ketahanan UMKM dalam menghadapi gejolak ekonomi juga membuat sektor ini tangguh untuk terus tumbuh di tengah perubahan yang terjadi.

Saat ini, persaingan antar bank semakin ketat dengan kehadiran teknologi keuangan (fintech) yang lebih praktis. Pengembangan teknologi informasi di sektor perbankan juga terus berkembang sesuai dengan tuntutan zaman. Untuk itu Bank Aceh harus terus beradaptasi dan mencari peluang baru karena perkembangan teknologi tidak akan bisa dibendung. “Bank Aceh harus membuka diri terhadap segala perubahan yang terjadi,” kata Achmad Marzuki.

Pemulihan ekonomi saat ini dihadapkan pada empat tantangan, yakni resesi global, inflasi seiring dengan kenaikan suku bunga, ketegangan geopolitik internasional, serta akselerasi teknologi di berbagai lini.

Sebagai pemegang saham pengendali, penjabat gubernur meminta agar manajemen Bank Aceh untuk segera menyusun strategi yang paling jitu untuk menghidupkan perekonomian di Aceh. “Pastikan agar rapat kerja kali ini menghasilkan output yang optimal,” kata Achmad Marzuki.

Ia mengharapkan dukungan dari seluruh pihak untuk dapat bersinergi dan berkolaborasi dalam mendukung tumbuh kembangnya potensi ekonomi Aceh bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

“Semoga pertemuan kita hari ini menjadi langkah awal yang akan memberikan kontribusi yang besar bagi kemaslahatan kita semua,” kata Achmad Marzuki.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Aceh, Muhammad Syah, mengatakan sebagai Bank daerah, mereka berkomitmen untuk terus membangun sektor UMKM. Langkah konkret yang telah dilaksanakan di antaranya menjadi bank penyalur kredit usaha rakyat.

“Penyaluran pembiayaan melalui mekanisme challeling dengan berbagai lembaga seperti BPR, koperasi dan sejumlah lembaga lainnya,” kata Muhammad Syah.

Bank Aceh ujar Muhammad Syah, juga terus melakukan pembangunan gerai UMKM yang saat ini telah menampung sejumlah produk unggulan masyarakat. Pihaknya juga terus memetakan potensi ekonomi daerah dan bimbingan teknis kepada pelaku UMKM bekerjasama dengan instansi pemerintah. Bank Aceh juga bekerjasama dengan sejumlah lembaga riset dalam rangka mapping potensi dan risiko.

Muhammad Syah melaporkan jika percepatan akselerasi masih menjadi tantangan yang dihadapi Bank Aceh. Karenanya mereka terus berkomitmen meningkatkan percepatan penyaluran pembiayaan UMKM dengan profil dan risiko yang terjaga.

“Kami memberikan apresiasi kepada Bapak Gubernur dan Wali Kota serta Bupati yang terus mendorong tumbuhnya sektor UMKM di Aceh. Semoga dukungan yang diberikan bisa menjadi pijakan yang kuat bagi ekonomi Aceh di masa yang akan datang,” kata Muhammad Syah.

Pembukaan Rapat Kerja tersebut dihadiri langsung Sekda Sabang. Mereka yang ikut Raker tersebut di antaranya Ketua dan Pengawas Syariah, Plt Komisaris Utama dan Dewan Komisaris, Direktur Utama dan Plt Direktur Kepatuhan, seluruh Pimpinan Divisi, dan seluruh Pimpinan Cabang Bank Aceh. []

Baca Juga: Siswa Asal Aceh Berharap Bekerja di Jepang Melalui OISCA Indonesia

Sekda Dampingi Kunker Komisi IX DPR RI ke RSUDZA

0
Sekretaris Daerah Aceh Bustami, didampingi Direktur Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA) Isra Firmansyah dan Kepala Dinas Kesehatan Aceh Hanif, mendampingi rombongan Komisi IX DPR RI, saat melakukan kunjungan kerja ke RSUDZA, Minggu (167/2023) sore. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Sekretaris Daerah Aceh Bustami, didampingi Direktur Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA) Isra Firmansyah dan Kepala Dinas Kesehatan Aceh Hanif, mendampingi rombongan Komisi IX DPR RI, saat melakukan kunjungan kerja ke RSUDZA, Minggu (167/2023) sore.

Baca Juga: Siswa Asal Aceh Berharap Bekerja di Jepang Melalui OISCA Indonesia

Direktur RSUDZA Isra Firmansyah, dalam pemaparannya menjelaskan sejumlah data dan informasi kepada rombongan Komisi IX DPR RI, mulai dari sejarah singkat, prestasi serta kendal dan tantangan, di Rumah Sakit yang berstatus sebagai Rumah Sakit Pendidikan itu.

Direktur RSUDZA menjelaskan, pasien yang datang di Instalasi Gawat Darurat di rumah sakit ini, rata-rata mencapai 103 pasien per hari, sementara daya tampung IGD hanya sebanyak 40 tempat tidur saja.

“Keterbatasan daya tampung dengan jumlah pasien yang datang setiap hari di IGD ini, membuat kita harus bekerja ekstra Pak. Namun kami tetap berprinsip tidak boleh ada pasien yang ditolak, yetap harus kami terima dan harus kami layani,” ujar Isra.

Selain itu, Dr Isra juga menjelaskan keterbatasan mesin Magnetic Resonance Imaging (MRI) di RSUDZA juga menjadi kendala.

“MRI kita ini pengadaan tahun 2009 Pak. Kemampuan merekam per harinya itu hanya 30, sementara pasien yang membutuhkan perekaman di MRI sangat banyak. Hal ini mengakibatkan antrean MRI di RSUDZA hingga Agustus Pak, sedangkan antrean CT Scan itu hingga 26 Juli,” ujar Isra.

Usai mendengarkan pemaparan, salah seorang anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKS Ansory Siregar mengingatkan salah seorang Dirjen Kementerian Kesehatan untuk memberikan satu unit alat MRI untuk RSUDZA.

“Pak Dirjen, tolong alokasikan satu unit MRI untuk RSUDZA. Kasihan masyarakat, sebagaimana penjelasan dari Pak Direktur tadi, bahwa lama antrean MRI hingga Agustus. Bayangkan, berapa biaya yang harus ditanggung keluarga pasien selama masa antri, dimana mereka menginap. Jadi Pak Dirjen, kalau tidak bisa tahun ini, maka tahun 2024 MRI tersebut sudah harus ada di ZA, ya anggap saja hadiah dari kunjungan Komisi IX ke Aceh,” ujar Ansory, yang diamini oleh sejumlah anggota DPR RI lainnya.

Usai pertemuan dan mendengar pemaparan dari Direktur RSUDZA, rombongan Komisi IX DPRI meninjau sejumlah ruang di rumah sakit tersebut. Di antaranya ruang Instalasi Gawat Darurat dan sejumlah ruang rawat inap. []

Baca Juga: Kominfo akan Panggil Ditjen Imigrasi Terkait Dugaan Kebocoran Data Paspor WNI

Siswa Asal Aceh Berharap Bekerja di Jepang Melalui OISCA Indonesia

0

Nukilan.id – Mengenakan baju putih celana hitam, Rizki Maulana duduk di antara 24 siswa yang mengikuti pembukaan pelatihan angkatan ke-40 di traning center OISCA Indonesia di Cimenteng, Sukabumi, Jawa Barat, pada Minggu (16/7/2013).

Lulus dari Islamic Boarding School Al Fhattani, Tanah Luas, Aceh Utara, pria berusia 18 tahun itu bercita-cita ingin bekerja di Jepang.

Juni lalu, ia mendapat kabar OISCA Indonesia di Sukabumi membuka pelatihan bagi siswa lulusan SMA/sederajat yang ingin bekerja di Jepang. Tak ingin melewatkan kesempatan itu, Rizki segera mendaftarkan diri. Beruntung, dia lulus seleksi untuk menjalani pelatihan selama 5 bulan di sana.

“Saya ingin bekerja di Jepang untuk membahagiakan orang tua. Kalau bisa saya ingin bekerja di perusahaan yang bergerak di bidang pertanian,” kata Rizki saat ditanya motivasinya ikut pelatihan itu.

Selain Rizki, dari total 24 siswa dari berbagai daerah di Indonesia, ada dua lagi siswa asal Aceh. Salah satunya adalah Maulana Aziz. Seperti Rizki, Aziz mendaftar di OISCA Indonesia agar bisa bekerja di Jepang. Selain itu, Aziz yang baru tamat dari SMK Negeri 1 Baktiya Barat ingin melanjutkan kuliah di Jepang.

“Saya siap untuk mengikuti apa pun materi pelatihan, termasuk kedisiplinan,” kata pria berusia 18 tahun itu.

OISCA Indonesia memang menerapkan standar tinggi untuk siswa yang ingin bekerja di Jepang. Selain keterampilan berbahasa Jepang, para siswa dituntut untuk disiplin sesuai budaya kerja di Jepang.

Ketua OISCA Indonesia Khaidir Abdurrahman menekankan para siswa agar benar-benar disiplin mengikuti pelatihan. Sebab, jika tidak memenuhi kriteria, mereka tidak akan diberangkatkan.

“Kalau tidak bisa mengikuti aturan, lebih baik pulang dari sekarang,”kata Khaidir yang juga mantan anggota DPR RI asal Aceh periode 2014 -2019.

Di training center Sukabumi, para siswa akan dilatih penguasaan bahasa dan budaya Jepang, pertanian terpadu, juga kedisiplinan agar dapat menyesuaikan diri dengan orang Jepang yang dikenal punya etos kerja tinggi.

Kepada para siswa, Khaidir menekankan agar bekerja rajin, jujur dan taat beribadah, terlepas apa pun agamanya.

“Itu saya tekankan kepada mereka agar mereka punya bekal hidup dunia dan akhirat,” kata Khaidir yang alumni OISCA angkatan ke-13.

OISCA Indonesia adalah organisasi asal Jepang yang masuk ke Indonesia 1979. Selain di Indonesia, OISCA juga hadir di berbagai negara terutama di kawasan Asia Pasifik dan Amerika latin, terutama di negara-negara berkembang.

Organisasi ini bergerak dalam bidang pelatihan pertanian, peternakan dan keterampilan lain, penghijauan, pendidikan lingkungan hidup di sekolah-sekolah.

Menurut Khaidir Abdurrahman, dalam bulan Juli ini, ada 10 siswa yang diberangkatkan ke Jepang untuk bekerja pada perusahaan di sana selama tiga tahun. Mereka bekerja di sejumlah perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi, pertanian terpadu, dan sapi perah.

Usai pandemi Covid-19, kata Khaidir, OISCA Indonesia sudah  memberangkatkan sekitar 150 orang ke Jepang untuk magang kerja pada perusahaan di sana.

Khaidir bersyukur, pihaknya dapat berkontribusi dalam meningkatkan peluang bagi para siswa asal Indonesia untuk bekerja di Jepang. Dengan begitu, nantinya mereka dapat menjadi agen pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat di sekitarnya.

“Terutama meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan keluarga mereka,” ujar Khaidir Abdurrahman. []

Apel Siaga NasDem Disambut Gelombang Antusiasme Masyarakat Aceh Diaspora

0
Apel Siaga Perubahan Nasdem Foto: Dea Duta Aulia / detikcom

Nukilan.id – Apel Siaga Perubahan yang diselenggarakan oleh Partai NasDem di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SU GBK), Jakarta, pada hari Minggu 16 Juli 2023, menghasilkan angka partisipasi yang luar biasa. Sebuah capaian yang melampaui ekspektasi awal. 

Acara tersebut semula direncanakan akan menghadirkan sekitar 100 ribu kader partai, tetapi jumlah peserta yang mendaftar dan bergerak dari seluruh Indonesia mencapai 180.000 orang.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem, Teuku Taufiqulhadi, DPW Jawa Barat dan DKI Jakarta menjadi penyumbang rombongan kader terbanyak, masing-masing berada di posisi pertama dan kedua. Dua wilayah ini sendiri telah mengirim hampir 100 ribu peserta. 

“Kami sangat terkesan dengan antusiasme dan dukungan yang ditunjukkan oleh para kader di Jawa Barat dan DKI Jakarta. Partisipasi mereka sungguh luar biasa,” ujar Taufiqulhadi.

Sementara itu, DPW Partai NasDem Aceh yang awalnya berencana menghadirkan 1.500 orang, terdiri dari 500 kader asal Aceh dan 1.000 komunitas Aceh di Jakarta yang mendukung partai, juga mengalami kejutan positif. 

“Tiba-tiba terjadi gelombang antusiasme di kalangan masyarakat Aceh diaspora terhadap apel siaga ini. Diperkirakan ada sekitar 5.000 orang yang ingin hadir,” ungkap Taufiqulhadi. 

Namun, karena kapasitas SU GBK sudah mencapai batas maksimal dan fasilitas yang disediakan oleh DPW NasDem Aceh terbatas, panitia hanya mampu menerima tambahan 500 peserta saja.

Taufiqulhadi, menyampaikan permohonan maaf atas situasi ini. “Kami meminta maaf kepada seluruh peserta yang tidak dapat masuk ke dalam stadion. Kapasitas SU GBK hanya mampu menampung 80.000 orang, sehingga sekitar 100.000 orang lainnya mungkin berada di luar, termasuk rombongan dari Aceh,” jelas Taufiqulhadi. 

Namun, pihak penyelenggara telah menyediakan fasilitas di luar stadion, seperti layar televisi, agar mereka tetap dapat mengikuti acara dengan seksama.

Apel Siaga Perubahan ini diadakan dalam rangka mendukung Anies Baswedan sebagai Calon Presiden dari Koalisi Perubahan dan Persatuan. Partai NasDem berharap acara ini dapat memberikan dukungan yang kuat untuk mencapai perubahan yang diinginkan dalam membangun bangsa. []

Dugaan Penyebaran Buku Kristenisasi Ancam Kerukunan Umat Beragama di Sabang

0
Penyebaran buku misionaris yang di temukan langsung oleh Tgk Qamaruzzaman,S.Pd.Anggota MPU Kota Sabang. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Kabar mengenai penyebaran buku berjudul “Do’a Insan Pancasilais Demi Kemakmuran NKRI” di wilayah Kota Sabang menjadi perhatian serius masyarakat setempat. 

Buku tersebut diduga merupakan upaya mengkristenisasi generasi muda umat Islam, yang bisa membahayakan kerukunan antaragama.

Anggota Komisi A Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Sabang Tgk. Kamaruzzaman mengatakan, membenarkan adanya informasi tersebut terkait dugaan penyebaran buku Kristenisasi di wilayah Kota Sabang . 

“Kami mendapatkan informasi terkait dugaan penyebaran buku kristenisasi di sejumlah lokasi Wilayah Kota Sabang,” kata Kamaruzzaman dalam keterangan tertulisnya kepada Nukilan, Minggu (16/7/2023).

Ia menilai, keberadaan buku ini menjadi isu yang sensitif karena dapat menimbulkan konflik agama di tengah masyarakat Kota Sabang yang terdiri dari mayoritas umat Islam, namun juga memiliki populasi non-Muslim. 

“Jika buku ini disebar luas, kemungkinan besar akan memicu perpecahan di antara umat beragama yang selama ini hidup harmonis di kota ini. Tidak hanya itu, penyebaran buku ini juga dilakukan dengan cara yang rahasia, tanpa mencantumkan penerbit, dan sasaran utamanya adalah wanita dan anak-anak,” ujar Kamaruzzaman.

Dalam menanggapi peristiwa ini, Kepolisian Resor (Polres) Sabang telah berkoordinasi dengan MPU Kota Sabang untuk menginvestigasi isi buku yang diduga sebagai upaya kristenisasi. Sejauh ini, satu buah buku tersebut telah diamankan sebagai barang bukti.

Kamaruzzaman juga menekankan perlunya koordinasi yang berkelanjutan untuk mengatasi dugaan penyebaran buku kristenisasi ini. 

“Kami harus berkoordinasi dengan baik, baik antara MPU Kota Sabang maupun pihak kepolisian, agar tidak terulang kembali kejadian serupa yang dapat mengganggu kerukunan antar umat beragama di Kota Sabang,” tambahnya. [Rjf]

Kepala BI Aceh: Meuseuraya Festival Sukses Tarik Perhatian 5000 Pengunjung

0
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Rony Widijarto P. (Foto: Nukilan/Reji)

Nukilan.id – Festival Meuseuraya 2023 yang digelar di Balee Meuseuraya Aceh (BMA) tercatat berjalan dengan lancar. Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh mencatat bahwa sebanyak 5 ribu masyarakat telah mengunjungi festival tersebut hanya dalam dua hari.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Rony Widijarto P. mengatakan, acara Meuseuraya Festival berhasil menarik perhatian masyarakat dengan jumlah pengunjung yang mencapai 5000 orang. 

Festival yang digelar selama tiga hari, dimulai pada tanggal 14 hingga 16 Juli 2023, telah menarik perhatian bagi masyarakat di Aceh.

“Dalam dua hari penyelenggaraan Meuseuraya Festival, kita telah mencatat kunjungan sebanyak 5 ribu orang. Ini menunjukkan antusiasme yang tinggi dari masyarakat terhadap festival ini,” kata Rony saat diwawancarai Nukilan, Minggu (16/7/2023).

Selain itu, kata Rony, panitia festival juga telah menyediakan voucher diskon senilai 15.000 rupiah yang telah habis terpakai sebanyak 2.500 voucher per hari. Hal ini menunjukkan minat besar masyarakat untuk berpartisipasi dalam acara dan memanfaatkan penawaran diskon yang disediakan.

“Untuk menjaga antusiasme pengunjung, panitia Meuseuraya Festival telah menyiapkan 2.500 voucher tambahan pada hari ketiga dengan target penyebaran sebanyak 7.500 voucher,” ujarnya.

Meuseuraya Festival merupakan hasil sinergi dari beberapa event ternama di Aceh, antara lain Karya Kreatif Aceh, Aceh Sharia Festival (Road to FESyar), dan Side Event FEKDI. Kolaborasi festival ini juga melibatkan event nasional Kemenparekraf “Aceh Culinary Festival” Tahun 2023 yang menampilkan kekayaan kuliner tradisional nusantara.

Tidak hanya menjadi ajang hiburan semata, Meuseuraya Festival juga memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Aceh. Sebanyak 72 Booth UMKM turut berpartisipasi dalam festival ini, dengan beragam produk utamanya meliputi UMKM Craft, Fashion, dan Kuliner.

“Melalui Meuseuraya Festival, kami ingin memberikan wadah bagi UMKM Aceh untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan pertumbuhan bisnis mereka. Kami berharap festival ini dapat memberikan manfaat yang nyata bagi pengusaha lokal,” tambah Rony. [Rjf]

Kadis ESDM Aceh: PT Mifa Bersaudara dan PLTU Nagan Raya Tanggung Jawab Atasi Tumpahan Batubara

0
Kadis Energi dan Sumber Daya Mineral, Ir.Mahdinur,MM (Foto: Dialeksis)

Nukilan.id – Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh, Ir. Mahdinur, MM, memberikan tanggapannya terhadap isu unjuk rasa yang diinisiasi oleh Barisan Masyarakat Peduli Tambang terkait tumpahan kepingan batubara di Pantai Barat-Selatan. 

Menurut informasi yang diterima Nukilan, aksi damai tersebut rencananya akan dilaksanakan di Kantor Dinas ESDM Aceh, Banda Aceh pada Senin 17 Juli 2023.

Menyikapi hal ini, Ir. Mahdinur menjelaskan bahwa tumpahan batubara yang terjadi sebelumnya di sepanjang pantai Gampong Peunaga Pasi, Peunaga Rayeuk, dan Langung, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat pada tanggal 13-14 Maret 2023, telah ditangani dengan baik oleh PT Mifa Bersaudara dan PLTU Nagan Raya 1-2. 

“PT Mifa Bersaudara dan PLTU Nagan Raya 1-2 telah berhasil menangani kejadian tersebut dengan baik. Melibatkan masyarakat setempat, mereka berhasil membersihkan lokasi dari ceceran batubara pada bulan Mei 2023,” kata Mahdinur dalam keterangan tertulisnya kepada Nukilan, Minggu (16/7/2023).

Hasil dari rapat Pembahasan Penanganan Ceceran Batubara yang berlangsung pada tanggal 12 Juli 2023 di Ruang Rapat Potensi Daerah Kantor Gubernur Aceh, menghasilkan kesepakatan penting. Rapat tersebut dihadiri oleh perwakilan Kementerian/Lembaga terkait, Pemerintah Aceh, Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat, serta perusahaan terkait seperti PT Mifa Bersaudara, PLTU Nagan Raya 1-2, dan PT Bara Energi Lestari.

Dalam rapat tersebut, kata Mahdinur, apabila terjadi tumpahan atau ceceran batubara di masa mendatang, PT Mifa Bersaudara dan PLTU Nagan Raya 1-2 akan bertanggung jawab untuk segera melakukan pembersihan dengan pengawasan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Aceh Barat dan Nagan Raya. 

“Selain itu, Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Meulaboh juga akan meningkatkan pengawasan terhadap proses pengangkutan dan bongkar muat batubara sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan,” terangnya.

Mahdinur menegaskan, dalam mendukung investasi yang ada di Aceh Barat, DPRK Aceh Barat tetap menekankan pentingnya perhatian terhadap kondisi lingkungan dan dampak yang ditimbulkan oleh kegiatan tambang. 

Oleh karena itu, kedua perusahaan tersebut diharapkan segera mengambil langkah-langkah cepat dalam penanganan ceceran batubara, sebagai tanggung jawab mereka terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

“DPRK Aceh Barat mendukung investasi yang sudah ada di Aceh Barat, namun tetap memperhatikan kondisi lingkungan dan dampak yang ditimbulkan oleh kegiatan tersebut dan kedua perusahaan tersebut diharapkan langsung melakukan upaya cepat dalam penanganan ceceran batubara,” pungkasnya. []

Kominfo Ajak Orang Tua Lindungi Masa Tumbuh Kembang Anak

0
Para orang tua diajak untuk melindungi masa tumbuh kembang anak mereka dari berbagai hal negatif yang mempenga. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Para orang tua diajak untuk melindungi masa tumbuh kembang anak mereka dari berbagai hal negatif yang mempengaruhinya karena anak-anak merupakan aset berharga bagi masa depan dan penerus bangsa.

“Maka itu yang perlu kita lakukan persiapan dan lindungi dari semua hal yang bisa mempengaruhi tumbuh kembang dan masa depan anak-anak sebagai penerus bangsa,” kata Sekretaris Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Sesditjen IKP Kominfo), Sumiati, mewakili Dirjen IKP Kementerian Kominfo dalam keterangannya terkait Forum Tematik Bakohumas Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2023 dengan tema “Anak Terlindungi, Indonesia Maju” di Jakarta, pada Sabtu (15/7/2023).

Baca Juga: Kominfo akan Panggil Ditjen Imigrasi Terkait Dugaan Kebocoran Data Paspor WNI

Menurut Sumiati, akhir-akhir ini marak pemberitaan terkait kekerasan terhadap anak yang dilakukan oleh keluarga dekat mereka.

Salah satu faktornya adalah salah persepsi di masyarakat yang masih melihat bahwa anak adalah aset atau milik orang tua mereka.

“Padahal anak memiliki hak sendiri dan sebagai orang tua hanya bisa membantu serta menunjukkan jalan yang akan dilaluinya,” tegas Sesditjen IKP Kominfo.

Orang tua yang memenuhi hak anak serta mengembangkan minat dan bakat masinh-masing akan membuat anak suskes dan bertahan menjalani kehidupan hingga dewasa.

“Itu harus diterapkan di lingkungan bahwa anak adalah aset negara untuk masa depan yang lebih maju,” tutur Sumiati.

Sesditjen Kominfo juga mengatakan peringatan HAN 2023 menjadi momentum yang tepat untuk menggaungkan dan mengingatkan kembali masyarakat atas pentingnya perlindungan anak sebagai penerus bangsa.

Dalam hal ini, Bakohumas harus berperan dalam sinergi serta kolaborasi untuk tetap menggaungkan perlindungan anak agar bisa melindungi mereka dari berbagai hal negatif.

“Juga memberikan informasi dan literasi kepada masyarakat terhadap kepedulian kita dalam melindungi anak-anan yang merupakan aset masa depan,” pungkas Sumiati.

Peringatan Puncak HAN 2023 akan dilaksanakan di Lapangan Simpang Lima, Semarang, Jawa Tengah pada 23 Juli 2023 mendatang. []

Baca Juga: Kominfo Himbau Humas Pemerintah Belanja Iklan di Platform Digital Lokal

BPP Simpang Tiga Berikan Penyuluhan Perendaman Benih

0
Penyuluh Pertanian Rahmi Erlina melakukan penyuluhan tentang Benih Program PIP kepada petani di Gampong Tantuha, Simpang Tiga, Sabtu (15/7/2023). (Foto: Ist)

Nukilan.id – Penyuluh pertanian Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Simpang Tiga Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Besar, Rahmi Erlina memberikan penyuluhan terkait teknik perendaman benih padi di Gampong Tantuha, Kecamatan Simpang Tiga, Sabtu (15/7/2023).

Kegiatan penyuluhan tersebut dilakukan pada saat distribusi benih padi program Peningkatan Indek Pertanaman (PIP) melalui sumber dana APBN tahun 2023.

Ia mengatakan, agar perendaman benih padi didalam saluran parit tidak dilakukan, walaupun menurut petani hal yang sangat mudah dan gampang serta cepat, dimana benih padi yang sudah dimasukkan kedalam karung goni langsung diletakkan didalam parit.

“Air parit atau air dalam saluran irigasi kan kotor, kemudian permukaan benihpun ikut kotor dan yang sangat kita khawartirkan adalah bisa berefek kepada masa pertumbuhan dan perkembangan benih, kita kan tidak tahu mungkin benih yang kita rendam dari air parit tersebut sudah terkontaminasi oleh patogen yang mampu mengganggu daya pertumbuhan benih itu sendiri,”. terang Rahmi.

Perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Besar diwakili oleh Kepala Cabang Dinas atau yang sering dikenal dengan sebutan Mantri Tani (Mantan), Syahrial mengatakan Program PIP tahun 2023 untuk Kecamatan Simpang Tiga, disalurkan untuk semua gampong yang ada di kecamatan Simpang Tiga Kabupaten Aceh Besar.

“Disini ada 18 gampong semuanya kita bagi melalui ketua kelompok tani masing-masing gampong . Pada tahun ini kita mampu menyalurkan benih untuk luas tanam 320 hektar dengan jumlah benih 8000 kilogram,” ungkapnya.

Sementara itu, Koordinator BPP Simpang Tiga, Khaidir SP mengaku program seperti ini sangat dibutuhkan oleh petani di Kecamatan Simpang Tiga. “Dengan adanya program ini petani kita sangat terbantu untuk menekan biaya produksi, karena harga benih sekarang perkemasan 5 kg sudah mencapai 120 ribu rupiah. Ditambah lagi diwilayah kerja BPP Simpang Tiga pada musim tanam kemarin dilanda bencana banjir hingga harus tanam sampai tiga kali tanam dan banyak menghabiskan biaya pembelian benih dan ongkos tanam,” tutupnya.

Sebagai petugas lapangan yang tahu betul kondisi petani, Ia sangat mengapresiasi program tersebut meskipun belum bisa mengcover seluruh luas tanam Kecamatan Simpang Tiga yang mencapai 550 hektar sawah.