Beranda blog Halaman 1303

Sekda Aceh Buka Festival Meuseuraya 2023 di Balee Meuseuraya Aceh

0
Sekda Aceh Bustami Hamzah. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Sekda Aceh Bustami Hamzah membuka Festival Meuseuraya 2023 di Balee Meuseuraya Aceh (BMA), Sabtu (15/7/2023) malam.

Meuseuraya Festival yang terdiri atas rangkaian kegiatan karya kreatif Aceh termasuk Expo dan Onboarding UMKM, merupakan upaya untuk mengangkat produk daerah ke kancah nasional.

Sekda dalam sambutannya mengapresiasi penggagas acara serta seluruh panitia Meuseuraya Festival 2023, yang telah membantu mengangkat potensi UMKM Aceh ke tengah perhatian publik.

Langkah itu diharapkan menjadi pijakan berkembang pesatnya dunia UMKM Aceh. “Harapan kita semua, dukungan yang diterima UMKM Aceh nantinya akan melancarkan roda perekonomian dan pembangunan di Aceh. Sehingga harapan mencapai masyarakat Aceh sejahtera segera dapat kita raih,” kata Sekda.

Lebih lanjut Sekda menyampaikan, kekayaan budaya Aceh dengan latar belakang banyaknya suku dan produk budaya, menjadi kekuatan dan kelebihannya di mata dunia.

Oleh karena itu, pelestarian produk budaya lokal diharapkan menjadi sebuah usaha strategis yang bukan hanya berfungsi sebagai pencapaian bangsa dan pendidikan bagi generasi penerus, namun juga menjadi duta internasional. []

Baca Juga: Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh Buka Rakor Reformasi Birokrasi se-Aceh

Polda Aceh akan Gelar Bhayangkara Fest 2023, Ini Jadwalnya

0

Nukilan.id – Kepolisian Daerah (Polda) Aceh akan menggelar Bhayangkara Fest 2023 di Balee Meuseuraya Aceh (BMA), Kota Banda Aceh, pada 21—23 Juli 2023.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Joko Krisdiyanto menyampaikan, Bhayangkara Fest 2023 akan digelar selama tiga hari _full_ dan menampilkan _community exhibition_, atraksi budaya, _music performance_, _talkshow_, komunitas _talent competition_, bazar UMKM, dan pasar murah.

“Bhayangkara Fest 2023 ini masih dalam rangka Hari Bhayangkara yang bertajuk ‘Polri Presisi untuk Negeri, Pemilu Damai Menuju Indonesia Maju’. Tentunya, festival ini akan menambah semaraknya perayaan HUT ke-77 Bhayangkara,” ujar Joko, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 15 Juli 2023.

Joko juga mengatakan, dalam rangka meramaikan acara Bhayangkara Fest 2023 ini akan ada penampilan musik dan seni, serta mengundang beberapa _talent competition_ lokal dan juga dimeriahkan dengan penampilan artis ibukota.

Ia menjelaskan, _talent competition_ merupakan rangkaian acara di mana peserta dapat bernyanyi, menari, akrobat, peran, drum, seni bela diri, memainkan alat musik, dan kegiatan lain untuk menunjukkan keterampilan yang dimiliki.

Oleh karena itu, Joko mengajak masyarakat untuk datang dan menyaksikan kemeriahan Bhayangkara Fest 2023 yang dimulai pada 21 Juli mendatang. []

M. Iswanto Terima SK Perpanjangan Masa Jabatan sebagai Pj Bupati Aceh Besar

0
Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh Muhammad Iswanto, menerima SK Perpanjangan Masa Jabatan sebagai Penjabat Bupati Aceh Besar. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh Muhammad Iswanto, menerima SK Perpanjangan Masa Jabatan sebagai Penjabat Bupati Aceh Besar.

SK tersebut diserahkan oleh Penjabat Gubernur Aceh Achmad Marzuki, atas nama Menteri Dalam Negeri RI, di Anjong Mon Mata Komplek Meuligoe Gubernur Aceh, Jum’at (14/7/2023) sore.

Selain Iswanto, Penjabat Gubernur juga menyerahkan SK Perpanjangan Masa Jabatan Imran sebagai Pj Wali Kota Lhokseumawe, Haili Yoga sebagai Pj Bupati Bener Meriah dan Mahyuddin sebagai Pj Bupati Aceh Timur.

Baca Juga: Resmi Dilantik, Amiruddin Jabat Pj Walikota Banda Aceh dan Mahyuzar Jabat Pj Bupati Aceh Utara

Penyerahan SK Perpanjangan Masa Jabatan kepada keempat Pj Kepala Daerah ini merupakan rangkaian dari acara Pelantikan Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Amiruddin menjadi Penjabat Wali Kota Banda Aceh dan Mahyuzar sebagai Penjabat Bupati Aceh Utara.

Penjabat Gubernur Aceh Achmad Marzuki, dalam sambutannya menyampaikan sejumlah pesan kepada para Pj Kepala Daerah, baik yang baru dilantik maupun yang menerima SK Perpanjangan Masa Jabatan.

“Sebagai Pimpinan Pemerintah Aceh, saya perlu mengingatkan saudara Penjabat Walikota dan Penjabat Bupati tentang beberapa hal, pertama, binalah komunikasi yang harmonis dengan para pihak, terutama dengan legislatif, judikatif, para ulama dan elemen masyarakat lainnya, demi menjaga stabilitas politik dan keamanan daerah. Dengan situasi yang aman dan terkendali, aktivitas pembangunan tentu akan berjalan lancar,” ujar Achmad Marzuki.

Penjabat Gubernur juga berpesan agar kedua Penjabat Kepala Daerah untuk menjalankan sistem pemerintahan secara transparan, akuntabel dan taat hukum dan membahas APBK tepat waktu, agar gerak pembangunan dapat dimulai lebih awal. Serta membenahi sistem Administrasi agar tertata dan terkelola dengan baik.

“Bangun team work yang solid agar program terbaik yang telah berjalan sebelumnya dapat terus berlanjut. Saudara juga perlu memberi perhatian bagi upaya penurunan kasus stunting di daerah masing-masing, sebab hal ini sangat mempengaruhi kualitas SDM generasi muda Aceh ke depan,” kata Penjabat Gubernur.

Selain itu, Penjabat Gubernur juga mengingatkan, tingginya angka stunting di Banda Aceh dan Aceh Utara. Seauai data BPS, Kabupaten Aceh Utara memiliki angka stunting 38,3 persen, sedangkan Kota Banda Aceh memiliki angka stunting 25,5 persen.

“Stunting di dua daerah ini lebih tinggi dari angka stunting nasional yang berkisar 21,6 persen. Perlu diingat, target kita tahun 2024 angka stunting Aceh berada pada kisaran 14 persen. Jadi hal ini harus menjadi perhatian saudara,” ujar Gubernur mengingatkan.

Sebagai figur yang sudah berpengalaman di Pemerintahan, Penjabat Gubernur mengingatkan kedua Pj Kepala Daerah untuk menunjukkan leadership yang baik dalam memimpin pemerintahan, serta mengoptimalkan potensi daerah agar mampu memberi daya ungkit bagi kesejahteraan rakyat.

Sementara itu terkait inflasi, Penjabat Gubernur mengingatkan, meski hasil evaluasi yang baru dilakukan menunjukkan inflasi di Aceh kembali normal. Namun pada waktu tertentu selama tahun 2023 ini, Aceh pernah mengalami inflasi hingga 6,97 persen, jauh di atas inflasi nasional.

“Secara kumulatif inflasi dari Januari hingga Juni 2023 berkisar 1,01 persen, sedangkan inflasi tahunan, dari Juni 2022 sampai Juni 2023 berkisar 2,70 persen. Kasus memburuknya inflasi itu jangan terulang lagi,” kata Gubernur.

“Untuk itu, saya minta saudara mengoptimalkan kinerja TPID guna mengantisipasi terjadinya inflasi yang tak terkendali. Distribusi pangan harus diperhatikan demi lancarnya supply dan demand, sehingga inflasi tahunan tidak lebih dari 4 persen,” imbuh Gubernur.

Terakhir, Gubernur juga mengingatkan kedua Kepala Daerah untuk mendorong agar proses tahapan dan pelaksanaan Pemilu Presiden, Pemilu Legislatif dan Pilkada pada 2024 di wilayah masing-masing berjalan lancar, sehingga masyarakat dapat menyalurkan aspirasinya secara jujur, adil, aman, damai dan demokratis.

“Terima kasih saya sampaikan kepada Saudara Penjabat Wali Kota Banda Aceh dan Penjabat Bupati Aceh Utara periode sebelumnya. Dan, Kepada Penjabat Wali Kota dan Penjabat Bupati yang baru, saya ucapkan Selamat Bekerja. Kepada seluruh elemen masyarakat Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Utara, saya himbau untuk memberi dukungan kepada kepala daerah ini,” pungkas Gubernur.

Selain melantik kedua Pj Kepala Daerah, Penjabat Gubernur juga menyerahkan SK Perpanjangan Masa Jabatan kepada Pj Bupati Aceh Besar, Bener Meriah, Lhokseumawe dan Aceh Timur.

Selain itu, Penjabat Ketua TP PKK Aceh juga menyerahkan melantik Pj Ketua TP PKK Kota Banda Aceh dan PJ Ketua TP PKK Aceh Utara serta menyerahkan SK Perpanjangan Masa Jabatan PJ Ketua TP PKK Bupati Aceh Besar, Bener Meriah, Lhokseumawe dan Aceh Timur. []

Baca Juga: Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh Buka Rakor Reformasi Birokrasi se-Aceh

Datang Berkunjung, Menteri Singapura Temui Wali Nanggroe dan Rektor Universitas se-Aceh

0
Menteri Kedua Pendidikan dan Luar Negeri Singapura Mohammad Maliki Bin Osman mengadakan pertemuan khusus dengan Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar, di Meuligoe Wali Nanggroe, Aceh Besar. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Menteri Kedua Pendidikan dan Luar Negeri Singapura Mohammad Maliki Bin Osman mengadakan pertemuan khusus dengan Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar, di Meuligoe Wali Nanggroe, Aceh Besar.

Pada pertemuan yang berlangsung sore hingga malam hari tanggal 13 Juli 2023 itu membahas berbagai rencana kerjasama, antara Aceh dengan Singapura, khususnya di bidang pendidikan.

Baca Juga: Resmi Dilantik, Amiruddin Jabat Pj Walikota Banda Aceh dan Mahyuzar Jabat Pj Bupati Aceh Utara

Menurut Kabag Humas dan Kerjasama Wali Nanggroe, M. Nasir Syamaun, kunjungan kerja Menteri Kedua Pendidikan dan Luar Negeri Singapura ke Aceh kali ini merupakan tindaklanjut pertemuan dengan Konjen Singapura pada 17 Juni lalu.

“Dalam pertemuan Juni lalu, Konjen Singapura menyampaikan rencana kunjungan kerja Menteri Kedua Pendidikan dan Luar Negeri Singapura ke Aceh. Alhamdulilah, hari ini rencana itu terealisasi,” kata M. Nasir, Kamis (13/7/2023).

Kedatangan Mohammad Malikin Bin Osman ke Meuligoe Wali Nanggroe didampingi Istrinya Sadiah Binti Shahal, dan sejumlah delegasi lainnya yaitu; Mohd Fahmi Bin Aliman Walikota Distrik Tenggara Singapura, DR Edmund Chia Keng Wei Konjen Singapura di Medan bersama istrinya Ong Huei Ying.

Kemudian Noah Neo Deputi Direktur Kementerian Luar Negeri Singapura, Ang Jia Yun Samantha Asisten Direktur Kementerian Luar Negeri Singapura, Jonathan Seng Shen Jie Sekretaris Pertama Kedutaan Besar Singapura di Jakarta, Nicole Neo Pejabat Kementerian Luar Negeri Singapura, Nurul Aini Binte Mohammad Ali Asisten Komunikasi Strategis Eksekutif Kementerian Luar Negeri Singapura, Abdul Rasid Bin Mohd dan Goh Seow Huat selaku Petugas Pengamanan Pribadi Menteri, serta Vincent Lorentius Staf Konsulat Jenderal Singapura di Medan.

Sementara Wali Nanggroe didampingi Staf khusus M. Raviq dan Rustam Effendi, Rektor Unsyiah Marwan, Rektor UIN Ar Raniry, Mujiburrahman, Rektor Ummuha H. Aslam Nur, Direktur Politeknik Aceh DR. Hilmi, Rektor Unimal Lhokseumawe Herman Fithra, Rektor Al Muslim Bireuen, H. Marwan, Rektor UTU Meulaboh Ishak Hasan, Imam Besar Masjid Raya Banda Aceh Tgk. H. Azman Ismail, pimpinan Dayah Safinatus Salamah Singkil H. Abi Hasan,

Hadir juga Tuha Peut Wali Nanggroe Prof H Syahrizal Abbas, Kabag Humas dan Kerjasama M. Nasir Syamaun MPA, dan Kabag Umum Cut Aja Muzita.

“Kami telah berbincang tentang aspek-aspek yang dapat diketengahkan antara Singapura dengan Aceh. Banyak yang telah dibincangkan, lebih-lebih lagi dari aspek pendidikan bersama Wali Nanggroe dan Rektor dari berbagai Universitas di Aceh,” kata Mohammad.

Sebagai Menteri Kedua Pendidikan dan Luar Negeri Singapura, ia mengundang para rektor dari berbagai universitas di Aceh untuk berkunjung langsung ke Singapura, bertemu dengan rekan-rekan sesama akademisi di sana.

“Untuk melihat, apa aspek-aspek kerjasama yang dapat kita selenggarakan. Kita juga bincangkan aspek-aspek pembangunan ekonomi yang dapat kita kerjasama,” tambah DR. Mohammad.

Ia juga menambahkan, Negara Singapura memiliki banyak kursus-kursus bagi pegawai pemerintah dalam upaya peningkatan kapasitas.

“Kita bersedia untuk bekerjasama dengan Pemerintah Aceh. Saya mengundang langsung Pemerintah Aceh untuk datang melihat apa yang diadakan di Singapura,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Nanggroe sangat berterimakasih kepada Kementerian Pendidikan dan Luar Negeri Singapura yang bersedia membuka hubungan kerjasama dengan Aceh.

“Kita sudah bicarakan dengan para Rektor, kita harus mengambil kesempatan atas pertemuan ini, apa yang sudah kita sepakati, kita laksanakan terus. Ini merupakan first steep, dan akan ada tindak lanjut,” kata Wali Nanggroe usai pertemuan.

Wali Nanggroe menyebutkan, dirinya sudah merencanakan agenda kunjungan para Rektor Universitas se-Aceh untuk berkunjung ke Singapura melalui Kementerian Pendidikan dan Luar Negeri Singapura.

“Kita harus ambil contoh Singapura, negeri yang kecil, tidak punya sumber daya alam apa-apa, cuma human resource dan kedudukan geografi yang sama dengan Aceh. Tapi mereka menjadi salahsatu negara termaju di dunia saat ini,” kata Wali Nanggroe.

Usai pertemuan, Wali Nanggroe menyerahkan cindera mata berupa rencoeng dan songket Aceh kepada para delegasi Singapura.

Menteri Kedua Pendidikan dan Luar Negeri Singapura juga memberikan cinderamata berupa relief negara Singapura kepada Wali Nanggroe. []

Baca Juga: Soal Utang Pemko Banda Aceh, Begini Penjelasan Amiruddin

Polres Aceh Besar Beri Bonus Sepeda Motor Hingga Uang Tunai untuk Informan Bandar Narkoba

0

Nukilan.id – Kepolisian Resor (Polres) Aceh Besar akan memberikan bonus kepada informan yang memberikan informasi mengenai aktivitas narkoba dan ladang ganja di wilayah hukum tersebut. 

Bonus tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam memberantas peredaran narkoba dan tumbuhnya ladang ganja di daerah ini.

Dalam poster yang beredar, Polres Aceh Besar menjelaskan bahwa siapa pun yang memberikan informasi mengenai bandar narkoba khusus wilayah hukum Aceh Besar dengan jenis sabu dan berat di atas 100 gram, akan diberikan bonus sebesar Rp 5.000.000. 

Selain itu, bagi masyarakat yang memberikan informasi mengenai ladang ganja dengan luas lebih dari 1 hektar dan mencantumkan identitas pemilik ladang, akan mendapatkan bonus yang sama sebesar Rp 5.000.000.

Lebih lanjut, Kepolisian Daerah Aceh Besar juga menyampaikan bahwa bagi informan yang memberikan informasi mengenai bandar narkoba dengan berat lebih dari 1 kilogram, akan mendapatkan bonus berupa 1 unit sepeda motor Yamaha NMAX.

Dalam hal ini, Kepolisian Daerah Aceh Besar menjamin identitas pelapor akan tetap terjaga kerahasiaannya. Hal ini dilakukan sebagai langkah perlindungan terhadap para informan yang memberikan informasi penting bagi upaya pemberantasan narkoba dan ladang ganja di wilayah hukum Aceh Besar. [Rjf]

Komunitas Kejar Mimpi Aceh Gelar Pulp Painting Workshop

0
Kegiatan Pulp Painting Workshop di Kern to Go, Ulee Lheue, Sabtu (15/7/2023). Foto: Ist

Nukilan.id – Komunitas Kejar Mimpi Aceh bersama dengan 15 anak muda mengadakan workshop “Pulp Painting” yang mengangkat tema “Show Your Artistic Creativity,through waste paper to be valuable” yang bertujuan untuk memanfaatkan kertas bekas menjadi sebuah karya seni. Kegiatan ini berlangsung di Kern to Go, Ulee Lheue, Sabtu (15/7/2023).

Putri Diah Shanata sebagai Person in Charge (PIC) mengatakan, kegiatan pulp painting ini sesuai dengan 4 pilar yang ada di Kejar Mimpi Aceh yaitu, pendidikan, filantropi, lingkungan, dan pembangunan ekonomi. “Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk dari 4 pilar Kejar Mimpi Aceh,” kata Putri dalam keterangan tertulisnya kepada Nukilan. 

Nera Leiya Maisury, sebagai narasumber mengungkapkan, pulp painting ini sebagai wadah bagi pemuda untuk bisa mengurangi limbah termasuk kertas bekas. Menurutnya, limbah kertas ini bisa diolah menjadi sebuah seni seperti lukisan. 

“Ternyata tanpa kita sadari lingkungan terdekat kita banyak menghasilkan limbah seperti limbah kertas. Biasanya aku suka mengolah limbah kertas itu menjadi lukisan,” ujarnya.

Menurutnya, anak muda harus peduli terhadap lingkungan. Sebagai generasi muda kita harus bisa menjadi contoh untuk anak-anak muda lainnya agar bisa mengurangi limbah. “Anak muda harus menjadi figure untuk mengurangi sampah di bumi ini,” lanjut Nera.

Sementara itu, Leader Kejar Mimpi Aceh, Lia Hanifa berharap para peserta dalam kegiatan ini mampu mengambil pesan-pesan tersirat, tidak hanya kegiatan untuk bersenang-senang di weekend. 

“Semoga ga hanya sebagai ajang have fun dan menghabiskan waktu luang, tapi bisa mengambil makna tersirat dari kegiatan ini,” pungkasnya. []

Soal Utang Pemko Banda Aceh, Begini Penjelasan Amiruddin

0
Ilustrasi kantor Walikota Banda Aceh.

Nukilan.id – Pj Walikota Banda Aceh, Amiruddin, berupaya mengurangi utang Pemerintah Kota Banda Aceh tahun anggaran 2022. 

“Terkait hutang Pemerintah Kota Banda Aceh, mungkin dalam bulan ini atau bulan agustus kita sudah bisa memperkecil,” kata Amiruddin kepada Nukilan usai pelantikan di Banda Aceh. 

Berdasarkan laporan hasil pemeriksaan BPK-RI terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kota Banda Aceh terkait sistem pengendalian intern dan kepatuhan terhadap perundang-undangan, ditemukan bahwa perencanaan anggaran Pemko Banda Aceh tidak didasarkan pada kemampuan keuangan daerah. 

Hal ini mengakibatkan terjadinya utang belanja sejak 31 Desember 2022 sebesar Rp109.863.920.762,03 dan pemakaian kas yang melebihi batas penggunaan sebesar Rp38.837.462.404,85, sehingga terjadi defisit riil sebesar Rp148.701.338.166,88.

Amiruddin juga menjelaskan langkah-langkah lain yang diambil oleh pemerintah untuk mengatasi masalah lainnya. Terkait dengan penanganan stunting, pemerintah akan membuat perencanaan yang jelas, terutama di setiap Gampong, untuk mendeteksi daerah-daerah yang memiliki angka stunting yang tinggi.

“Terkait dengan penanganan stunting kita akan turun membuat perencanaan yang jelas terutama di setiap Gampong sehingga dapat kita deteksi daerah-daerah mana yang dominan stunting, ini akan kita buat perencanaan untuk penanganannya,” ujarnya.

Selain itu, Pemerintah juga akan meningkatkan pengawasan terhadap inflasi, terutama di pasar-pasar, guna menjaga agar harga kebutuhan masyarakat tetap terkendali dengan baik.

“Kemudian terkait dengan inflasi, kita akan terus melakukan pengawasan terutama di pasar-pasar sehingga harga kebutuhan masyarakat dapat terkendali dengan baik,” pungkasnya. [Rjf]

Srikandi Demokrat Aceh Kembali Bagikan Nasi Kotak untuk Keluarga Pasien RSUDZA

0

Nukilan.id – Srikandi Aceh yang dikomandoi Jamila Muslim kemvali membagikan nasi kotak untuk keluarga pasien Rumah Sakit Umum Daerah Zainal Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, Jum’at (14/7/2023).

“Kegiatan ini rangkaian Bakti sosial Partai Demokrat, kami dari Srikandi Demokrat Aceh mengisi dengan membagikan nasi kotak di Rumah Sakit yang memang agenda rutin Srikandi Demokrat Aceh,” kata Jamila Muslim.

Jamila menyampaikan, pembagian nasi kotak sangat membantu keluarga pasien, apalagi pasien yang datang dari daerah.

“Ada juga pasien yang sudah dirawat lama, dan ini bentuk kepedulian kami pada mereka,” ujar Jamila didampingi sekretaris Srikandi Demokrat Aceh Supiyati.

Sebelum turun membagikan nasi kotak, Srikandi Aceh juga mengisi rangkaian kegiatan bakti Sosial Demokrat dengan ikut mendonorkan darah dan membagikan sembako.[]

Jual Narkotika Jenis Sabu, Seorang Pria Diringkus Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Lhokseumawe

0
Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Lhokseumawe menciduk seorang tersangka penjual sabu-sabu di Desa Meunasah Blang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Jumat (14/7/2023). (Foto: Ist)

Nukilan.id – Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Lhokseumawe menciduk seorang tersangka penjual sabu-sabu di Desa Meunasah Blang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Jumat (14/7/2023).

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Henki Ismanto, SIK melalui Kasat Narkoba, Iptu Jeffryandi mengatakan, tersangka yang ditangkap yakni AF (30) warga Kecamatan Muara Dua.

“Penangkapan tersangka ini setelah adanya laporan dari masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga: Polda Aceh Ungkap Sindikat Narkotika Internasional, 57 Kilogram Sabu Disita

Lanjutnya, Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Lhokseumawe mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada seorang pria memiliki dan menjual Narkotka jenis sabu di Desa Meunasah Blang. Kemudian, petugas Kepolisian melakukan penyelidikan dan ternyata informasi tersebut benar.

Pada pukul 19.00 WIB, kata kasat, personel mendatangi TKP di sebuah rumah. Saat itu, AF sempat mencoba melarikan diri dan membuang barang bukti ke tanah. “Tersangka AF berhasil kita bekuk berikut barang bukti yang kita amankan berupa empat bungkus paket sabu dengan berat 20,84 gram bruto,” pungkasnya.

Tambah Iptu Jeffryandi, ketika diinterogasi, kepada petugas tersangka mengaku bahwa barang tersebut miliknya yang diperoleh dengan cara membeli dari AL (DPO). Untuk proses lebih lanjut, tersangka dan barang bukti dibawa ke Mapolres Lhokseumawe. []

Baca Juga: Polda Aceh Gelar Sertijab Beberapa Pejabat dan Kapolres

Bunda PAUD Aceh Imbau Segera Terapkan Penguatan Program Transisi PAUD/RA ke SD/MI

0
iBunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Aceh Ayu Candra Febiola Nazuar, mengimbau kepada semua pihak baik, kepala dinas pendidikan kabupaten/kota serta segenap satuan lembaga pendidikan di Aceh untuk segera menerapkan dan melakukan penguatan program transisi PAUD/RA ke SD/MI yang menyenangkan, sehingga capaian terhadap perkembangan anak dapat terealisasi dengan baik. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Aceh Ayu Candra Febiola Nazuar, mengimbau kepada semua pihak baik, kepala dinas pendidikan kabupaten/kota serta segenap satuan lembaga pendidikan di Aceh untuk segera menerapkan dan melakukan penguatan program transisi PAUD/RA ke SD/MI yang menyenangkan, sehingga capaian terhadap perkembangan anak dapat terealisasi dengan baik.

Hal itu disampaikan Ayu saat membuka Rapat Koordinasi Program Transisi PAUD -SD Tahun 2023. Kemudian, penguatan program transisi PAUD/RA ke SD/MI yang menyenangkan itu telah di tetapkan oleh Kemdikbudristek melalui Dirjen PAUD Dikdas dan Dikmen melalui Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan, dan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 1 Tahun 2021 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru Pada Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, dan Sekolah Menengah Kejuruan.

Baca Juga: Resmi Dilantik, Amiruddin Jabat Pj Walikota Banda Aceh dan Mahyuzar Jabat Pj Bupati Aceh 

“Bagian dari isi surat edaran yang dikeluarkan itu, bahwa penerimaan peserta didik baru pada jenjang SD tidak boleh menerapkan tes kemampuan membaca, menulis, dan berhitung, atau bentuk tes lainnya,” jelas Ayu.

Ia merincikan, ada 3 inti dan tujuan dari program gerakan transisi PAUD ke SD yang menyenangkan adalah; pertama untuk menghilangkan calistung dari proses penerimaan peserta didik baru di SD, kedua menerapkan masa perkenalan bagi peserta didik baru selama dua minggu pertama, ketiga menerapkan pembelajaran yang membangun enam kemampuan fondasi anak. “Saya harap, tiga target tersebut dapat dilaksanakan di semua satuan pendidikan PAUD/RA dan SD/MI. Selain itu, kepada Bunda PAUD dan kepala dinas pendidikan, mohon dapat memastikan kepada kepala satuan pendidikan di setiap jenjang, untuk tidak lagi mengadakan pelaksanaan wisuda peserta didik di akhir tahun ajaran,” kata Ayu dalam pertemuan tersebut.

Ia juga meminta, kepada kepala dinas pendidikan, agar segera mengintegrasikan ke masing-masing daerahnya yang dibarengi dengan peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan PAUD dan SD sesuai yang telah diselenggarakan oleh direktorat PAUD, dengan begitu pelaksanaan tiga program transisi PAUD ke SD yang menyenangkan itu dapat tercapai sesuai harapan. “Terutama pelaksanaan enam kemampuan fondasi dasar anak, dapat berjalan dengan baik di wilayahnya masing-masing,” ujarnya.

Enam kemampuan fondasi dasar pada anak yakni;
1. Mengenal nilai agama dan budi pekerti;
2. Keterampilan sosial dan bahasa;
3. Kematangan emosi;
4. Kematangan kognitif untuk melakukan kegiatan belajar;
5. Keterampilan motorik dan perawatan diri;
6. Pemaknaan terhadap belajar yang menyenangkan dan positif.

Sebab itu, kepada kepala dinas pendidikan kabupaten/kota, agar dapat menyediakan Alat Permainan Edukasi (APE) untuk kelas awal SD, supaya proses belajar mengajar pada kelas awal ini masih mencerminkan kondisi pembelajaran di taman kanak-kanak, sehingga peserta didik saat belajar di SD/MI benar-benar menyenangkan. “Jangan sampai pembelajaran menjadi sesuatu yang horor bagi anak- anak,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur PAUD Kemdikbudristek RI, Komalasari, mengatakan, program transisi PAUD/RA ke SD/MI yang menyenangkan, untuk meluruskan miskonsepsi tentang baca, tulis, hitung (calistung) pada pendidikan anak usia dini dan SD yang dinilai masih sangat kuat di tengah masyarakat.

“Saat ini, kemampuan yang dibangun pada anak di PAUD sangat berfokus pada calistung, kemampuan calistung dianggap sebagai satu- satunya bukti keberhasilan belajar dan dibangun secara instan, dan tes calistung masih diterapkan sebagai syarat masuk SD,” sebutnya.

Padahal, kata Komalasari, membangun kemampuan pada anak perlu dilakukan secara bertahap dan dengan cara yang menyenangkan agar manfaat baik dari pembelajaran dapat tercapai, sehingga anak merasa senang dalam belajar, anak percaya bahwa dirinya pasti bisa asalkan mau berusaha. []

Baca Juga: Polisi Geledah Kantor Dinkes Aceh Tengah Terkait Dugaan Korupsi Pembangunan RS Regional