Beranda blog Halaman 1301

KIP Aceh Sebut 384 Bacaleg DPRA Tak Ikut Uji Baca Al-Qur’an pada Masa Perbaikan

0

Nukilan.id – Sebanyak 384 Bakal Calon Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) tidak mengikuti Uji Mampu Baca Al-Qur’an di Masa Perbaikan yang dilaksanakan oleh Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh. 

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua KIP Aceh Samsul Bahri dalam keterangan tertulisnya yang diterima Nukilan, Senin (17/7/2023).

Uji Mampu Baca Al-Qur’an di Masa Perbaikan ini merupakan kesempatan bagi Bakal Calon yang sebelumnya tidak mengikuti uji mampu baca Al-Qur’an pada masa awal pendaftaran. Selain itu, uji mampu baca Al-Qur’an juga wajib diikuti oleh bakal calon pengganti yang mengajukan diri pada masa perbaikan.

“Dalam tahapan Uji Mampu Baca Al-Qur’an di Masa Perbaikan ini, kami memberikan kesempatan kepada Bakal Calon yang belum mengikuti uji pada masa awal pendaftaran untuk membuktikan kemampuan mereka. Hal ini sejalan dengan upaya kami untuk menjaga proses pemilihan yang adil dan terbuka,” ungkap Syamsul Bahri.

Lebih lanjut, Syamsul juga menjelaskan bahwa proses uji mampu baca Al-Qur’an di Masa Perbaikan berlangsung pada tanggal 13 hingga 14 Juli 2023 di Aula Kantor KIP Aceh, Banda Aceh. Dari total 589 Bakal Calon yang seharusnya mengikuti uji, hanya 205 yang memenuhi syarat dan 3 bakal calon dinyatakan tidak mampu.

“Sebanyak 384 Bakal Calon tidak hadir dalam Uji Mampu Baca Al-Qur’an di Masa Perbaikan. Mereka tidak memenuhi kewajiban yang telah ditetapkan dan dianggap tidak memenuhi syarat untuk melanjutkan ke tahapan selanjutnya,” tuturnya.

Dengan demikian, komisi menyatakan bahwa 384 Bakal Calon tersebut dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) dan tidak dapat melanjutkan ke tahapan Daftar Calon Sementara (DCS). [Rjf]

BI Aceh Terapkan Pembayaran Rp 1 dengan QRIS di Festival Meuseuraya

0

Nukilan.id – Bank Indonesia (BI) Aceh menginisiasi pembayaran becak menggunakan metode Qris dengan ongkos Rp 1 saja pada penyelenggaraan Festival Meuseuraya 2023 yang digelar di Balee Meuseuraya Aceh (BMA) 14-16 Juli 2023.

“Pengunjung bisa melakukan perjalanan naik becak motor dari arena BMA ke arena PKA (Aceh Culinary Festival), begitu juga sebaliknya,” kata Ketua Komunitas Aceh Berdaya, Wahyu Virga Wangsa, Minggu (16/7/2023).

Menurutnya, perkembangan keuangan digital saat ini sudah berkembang pesat, terutama di dunia usaha dalam melakukan transaksi jual beli menggunakan keuangan secara digital.

Wahyu mengatakan, becak motor di Kota Banda Aceh dan sekitarnya saat ini berkurang sangat drastis akibat perkembangan keuangan digital dan perkembangan transportasi yang sudah menerapkan digitalisasi.

“Maka itu, kami ingin memberikan dampak positif terhadap perkembangan tersebut, terutama di bidang transportasi lokal,” ujarnya.

Lebih lanjut, perlu pendampingan dan dukungan untuk becak motor dalam pengembangan berkelanjutan, sehingga becak motor tetap bertahan dan berkembang walaupun kebutuhan teknologi digital semakin meningkat.

Wahyu berharap, Pemerintah Kota Banda Aceh memfasilitasi dan ikut mengajak moda transportasi becak diikutsertakan setiap kegiatan yang diselenggarakan, sehinga perputaran ekonomi juga meningkat.

“Semoga tidak hanya Bank Indonesia (BI) yang peduli dalam perkembangan ekonomi abang pengendara becak motor, namun berharap ada pihak lain yang dapat melakukan hal serupa untuk menjadi transportasi unggulan di Kota Banda Aceh, terutama di bidang pariwisata,” harap Wahyu.

Kepala Perwakilan BI Aceh, Rony Widijarto P mengatakan, acara Meuseuraya Festival berhasil menarik perhatian masyarakat dengan jumlah pengunjung yang mencapai 5000 orang.

Festival yang digelar selama tiga hari, dimulai pada 14 hingga 16 Juli 2023, telah menarik perhatian bagi masyarakat di Aceh.

“Ini menunjukkan antusiasme yang tinggi dari masyarakat terhadap festival ini,” kata Rony, Minggu (16/7/2023).

Selain itu, kata Rony, panitia festival juga telah menyediakan voucher diskon senilai Rp15.000 yang telah habis terpakai sebanyak 2500 voucher per hari. Hal ini menunjukkan minat besar masyarakat untuk berpartisipasi dalam acara dan memanfaatkan penawaran diskon yang disediakan.

“Untuk menjaga antusiasme pengunjung, panitia Meuseuraya Festival telah menyiapkan 2500 voucher tambahan pada hari ketiga dengan target penyebaran sebanyak 75 ribu voucher,” ujarnya.

Meuseuraya Festival merupakan hasil sinergi dari beberapa event ternama di Aceh, antara lain Karya Kreatif Aceh, Aceh Sharia Festival (Road to FESyar), dan Side Event FEKDI. Kolaborasi festival ini juga melibatkan event nasional Kemenparekraf “Aceh Culinary Festival” Tahun 2023 yang menampilkan kekayaan kuliner tradisional nusantara.

Tidak hanya menjadi ajang hiburan semata, Meuseuraya Festival juga memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Aceh. Sebanyak 72 Booth UMKM turut berpartisipasi dalam festival ini, dengan beragam produk utamanya meliputi UMKM Craft, Fashion, dan Kuliner.

“Melalui Meuseuraya Festival, kami ingin memberikan wadah bagi UMKM Aceh untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan pertumbuhan bisnis mereka. Kami berharap festival ini dapat memberikan manfaat yang nyata bagi pengusaha lokal,” pungkas Rony. [Rjf]

Adhyaksa Peduli Stunting 2023, Kajati Aceh Resmikan Gampong Stunting

0

Nukilan.id – Kejaksaan Tinggi Aceh berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar mengadakan kegiatan Program Adhyaksa Peduli Stunting Tahun 2023. 

Kegiatan ini dilaksanakan pada dua lokasi, yaitu di Gampong Peuniti Kecamatan Baiturrahman Kota Banda Aceh dan Gampong Lam Ceu Kecamatan Kuta Baro kabupaten Aceh Besar yang terpilih menjadi Gampong Binaan Adhyaksa Peduli Stunting 2023, pada hari Senin 17 Juli 2023. 

Dalam sambutannya, Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh Bambang Banchtiar, S.H.,M.H  menyampaikan Penurunan angka stunting merupakan Program Prioritas Nasional sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 72 tahun 2001 tentang percepatan penurunan stunting melalui koordinasi sinergi dan sinkronisasi diantara pemangku kepentingan. 

Perpres ini memberikan dasar hukum untuk melakukan penguatan kerangka subtansi, intervensi, pendanaan, serta pemantauan dan evaluasi yang diperlukan dalam berbagai Upaya percepatan penurunan stunting. Demikian juga Aceh telah memiliki Pergub No. 14 Tahun 2019 tentang Penanggulangan Stunting Aceh. 

Data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI), Aceh menduduki peringkat ke-5 di Indonesia dengan total 31,2 % angka stunting nasional, dan ini terkoreksi hanya turun 2 % dari tahun lalu, dimana Aceh menduduki peringkat 3 nasional terbanyak stunting. 

“Kejaksaan Tinggi Aceh merasa terpanggil dan berkewajiban untuk ikut serta berkontribusi menyelesaikan persoalan stunting bagi anak-anak Aceh. Kita ingin anak-anak Aceh memiliki kesempatan, peluang yang sama dengan anak-anak didaerah lain,” ujar Kajati kepada awake media. 

Acara tersebut juga disertai dengan pembagian bantuan makanan kepada ibu dan anak setempat. program ini mendapat sponsor dari beberapa pihak antara lain yaitu Bank Aceh Syariah, Bank Syariah Indonesia (BSI), PT. PLN, PTPN, PT. Pupuk Iskandar Muda, Pertamina, PT. Berantas dan juga Dinas Perikanan Provinsi Aceh. 

Untuk pelaksanaanya program ini, dilaksanakan oleh Ikatan Adhyaksa Darmakarini (IAD) Wilayah Aceh berkolaborasi dengan IAD setempat. hadir juga pada saat kegiatan Ketua Ikatan Adhyaksa Darmakarini (IAD) Wilayah Aceh beserta pengurus, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh Rudi Irmawan, S.H.,M.H, 

Selanjutnya, Asisten Tindak Pidana Khusus M. Ali Akbar, S.H.,M.H, Plt. Kajari Banda Aceh Mukhzan, S.H.,M.H. Pj. Walikota Banda Aceh Amiruddin, Pj. Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto, SSTP, , Kajari Aceh Besar Basril G. S.H. Kabag Tata Usaha Kejati Aceh serta seluruh donator. []

Aceh Tengah Juara Lomba Masak Aceh Culinary Festival 2023

0

Nukilan.id – Kontingen Aceh Tengah tampil sebagai juara pertama lomba masak Aceh Culinary Festival (ACF) 2023 yang digelar Dinas kebudayaan dan Pariwusata Aceh di Taman Sultanah Ratu Safiatuddin, Banda Aceh, 14-17 Juli 2023.K

Kuliner khas Gayo yang ditawarkan adalah Ayam Cecah Ries (Ayam), Senggeral Dengke (Daging), dan Bawal Asam Jing (Ikan) berhasil menyisihkan perserta dari kabupaten kota lainnya di Aceh setelah dinilai langsung Chef Endar dari Indonesia Chef Association (ICA).

“Kita pilih tiga menu khas Gayo sesuai dengan syarat perlombaan, masakan bersumber dari daging, yam dan ikan,” kata Ibu Ani, Koki Gayo bersama Ibu Sri asal Takengon.

Sementara Kabupaten Gayo Lues tampil sebagai juara Paviliun Kuliner, yakni lomba menu khas kuliner untuk acara adat. Gayo Lues memilih menu kenduri penyelesaian pertikaian. Sedangkan Aceh Tengah menampilpan menu kenduri “Mah Kero”, yakni menu mengantar pengantin wanita ke rumah pria setelah 4 hari pesta penikahan.

Ketua TP PKK Aceh Tengah Ibu Novita T.Mirzuan yang ikut mensupport peserta Aceh Tengah mengaku puas dengan capaian Lomba Masak se-Aceh tersebut, dan diharapkan dapat menjadi semangat untuk mengikuti even Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) kedepan.

“Akan kita jadikan semangat menuju PKA 2023 di Banda Aceh,” kata Ibu Novita yang didamping Koordinator tim Aceh Tengah Ibu Hj Ismaniar.

Berikut pemenang lomba Masak dan Paviliun Kuliner;

Lomba Masak

Tema: Ikan, Ayam dan Daging
Juara I : Aceh Tengah
Juara II : Bireuen
Juara III : Banda Aceh
Harapan I : Aceh Barat
Harapan II : Aceh Selatan

Paviliun Kuliner (Khas kenduri Adat)

Juara I : Gayo Lues
Juara II : Bireuen
Juara III : Pidie
Harapan I : Nagan Raya
Harapan 2 : Aceh Tengah

Toko Percetakan di Banda Aceh Terbakar Akibat Kelalaian Bakar Sampah

0
Kondisi belakang toko percetakan yang terbakar

Nukilan.id – Satu unit toko percetakan di jalan T. Nyak Afir Gampong Rukoh, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh terbakar pada Senin (17/7/2023) sekitar pukul 10.30 WIB.

Diketahui toko percetakan tersebut milik Ahmad Syafawi (47).

Kasi Pembinaan dan Pengembangan Tenaga Damkar Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Banda Aceh, Yudi mengatakan,  kebakaran tersebut berasal dari pembakaran sampah yang tidak diawasi dengan baik.

“Api berasal dari pembakaran sampah di belakang toko yang kemudian merembes ke bahan bekas yang ada di belakang toko percetakan tersebut,” kata Yudi dalam laporan yang diterima Nukilan.

Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai jumlah kerugian yang dialami akibat kebakaran ini. [Rjf]

Beri Dukungan Pembiayaan, Pelaku UMKM Apresiasi Tindakan Bank Aceh Mampu Naikkan Omset Pendapatan

0
Pelaku UMKM di Sabang mengapresiasi Bank Aceh terhadap dukungan yang diberikan kepada mereka. Pembiayaan UMKM yang diperoleh melalui berbagai skema syariah berhasil menaikkan omset yang mereka peroleh. Selain itu, jangkauan pasar terhadap produk yang dihasilkan lebih luas serta terhadap kualitas yang dihasilkan. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Pelaku UMKM di Sabang mengapresiasi Bank Aceh terhadap dukungan yang diberikan kepada mereka. Pembiayaan UMKM yang diperoleh melalui berbagai skema syariah berhasil menaikkan omset yang mereka peroleh. Selain itu, jangkauan pasar terhadap produk yang dihasilkan lebih luas serta terhadap kualitas yang dihasilkan.

Hal tersebut terungkap kunjungan Direktur Utama Bank Aceh, Muhammad Syah bersama Dewan Komisaris dan Dewan Pengawas Syariah, dan Pemimpin Cabang Sabang saat melakukan kunjungan secara langsung kepada sejumlah pelaku UMKM Binaan yang ada di Sabang.

Afrizal Bakri, Pemilik kue Sabang Excelent Bread and Cake yang berada di Jalan Prof A Madjid Ibrahim, Kecamatan Suka Karya mengungkapkan, usaha yang dijalaninya saat ini mengalami peningkatan omset setelah memperoleh pembiayaan UMKM dari Bank Aceh. Pun begitu, jenis penganan kue yang diproduksinya kini lebih variatif.

Baca Juga: Dirut Bank Aceh Apresiasi Keinginan Pj Gubernur Dorong Aktivitas UMKM Dengan Skema Pembiayaan

“Setelah memperoleh pembiayaan, omset yang kami peroleh rata-rata sekitar Rp3,5 juta perhari. Mengalami pertumbuhan hampir 100 persen dari yang sebelumnya Rp 2 juta/hari,” ujarnya.

Hal serupa dikatakan oleh Siti Nurhayati, Pengusaha Dodol Eksis yang berada di Cot Bak U, Kecamatan Suka Jaya. Dikatakan, saat ini ia berhasil memproduksi dodol khas Sabang sebanyak 6.000 kotak per bulan dari sebelumnya 3.000 kotak per bulan.

“Alhamdulillah. Selain meningkatkan omset, usaha ini juga bisa menyerap tenaga kerja sebanyak 10 orang yang sebagian besar berasal dari masyarakat di sekitar tempat usaha Saya,” seraya menambahkan bahwa saat ini usaha dodol miliknya telah berhasil mengembangkan delapan varian rasa yaitu, Durian Coklat, Nangka, Nenas, Kurma, Sirsak, Original dan ketan hitam.

Hal senada diungkapkan, M Nur AB, pemilik kebun salak yang berada di kawasan Balohan. Dengan penambahan modal yang diperoleh dari Bank Aceh, kini ia berhasil mengelola lahan seluas 1 hektar “Kami mengguankannya untuk penambahan lahan dan pemeliharaan,” ujarnya.

Direktur Utama Bank Aceh, Muhammad Syah mengatakan, kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka melihat secara langsung kondisi pelaku usaha UMKM binaan Bank Aceh.

“Melalui kunjungan ini kami sekaligus ingin mendengar respon dari mereka. Sekaligus menjadi referensi bagi kami dalam hal percepatan realiasi pembiayaan UMKM,” ujarnya.

Hal ini, menurutnya, sekaligus merespon keinginan masyarakat Aceh dan Pj Gubernur Aceh, Achmar Marzuki, yang ingin membangun UMKM yang kokoh bagi kesinambungan ekonomi.

Akselerasi pembiayaan yang berkualitas akan terus kami lakukan sehingga memberikan dampak yang lebih luas bagi perekonomian,” ujarnya.

Adapun kunjungan yang dilaksanakan oleh rombongan Direktur Utama tersebut tersebut dilakukan setelah pelaksanaan Rapat Kerja Bank Aceh yang berlangsung di Sabang, Senin (17/07/2023).

Sebelumnya, dalam sambutan Rapat Kerja yang turut dihadiri oleh Penjabat Gubernur, Achmad Marzuki mengatakan, Indonesia mempunyai potensi basis ekonomi nasional yang kuat karena jumlah UMKM yang sangat banyak. Begitupun kemampuan UMKM dalam menyerap tenaga kerja. Ketahanan UMKM dalam menghadapi gejolak ekonomi juga membuat sektor ini tangguh untuk terus tumbuh di tengah perubahan yang terjadi.

“Persaingan antar bank semakin ketat dengan kehadiran teknologi keuangan (fintech) yang lebih praktis. Pengembangan teknologi informasi di sektor perbankan terus berkembang sesuai dengan tuntutan zaman,” ujarnya.

Menurutnya, dikarenakan pinjaman online atau Pinjol saat ini terus menjamur dan menjerat rakyat dan pengusaha kecil yang harus dihadapi dengan cepat dan cermat.

“Bank Aceh harus terus beradaptasi dan mencari peluang baru karena perkembangan teknologi tidak akan bisa dibendung. Bank Aceh harus membuka diri terhadap segala perubahan yang terjadi,” ujarnya.

Rapat Kerja Bank Aceh turut dihadiri oleh Sekda Kota Sabang, Andri Nourman, Plt Komisaris Utama, Abdussamad, Komisaris Independen, Mirza Tabrani, Ketua Dewan Pengawas Syariah, Prof Syahrizal Abbas, Anggota Dewan Pengawas Syariah, Prof DR Alyasa’ Abubakar, dan Dr Muhammad Yasir Yusuf, dan Plt Direktur Kepatuhan, Muhammad Razi. Turut hadir seluruh Pemimpin Divisi dan Pemimpin Cabang. []

Baca Juga: Stand UMKM Ramaikan Event Open Tournament PBSI Aceh 2023

Kabid Minerba Dinas ESDM Aceh Sebut Sudah Ada Pertemuan Berbagai Pihak Terkait Tumpahan Batu Bara

0
Kepala Bidang Mineral dan Batu Bara (Minerba) Dinas ESDM Aceh, Khairil Basyar. (Foto: Nukilan/Azril)

Nukilan.id – Puluhan massa dari Barisan Masyarakat Peduli Tambang mendatangi kantor Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk melakukan aksi unjuk rasa menuntut agar lebih serius dalam melakukan pengawasan dan segera mengusut tuntas pencemaran batu bara diwilayah aceh barat yang ditimbulkan dari aktivitas penambangan oleh PT. Mifa Bersaudara berlangsung pada Senin (17/7/2023).

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Mineral dan Batu Bara (Minerba) Dinas ESDM Aceh, Khairil Basyar mengatakan, pihaknya telah menerima informasi dari beberapa hari lalu bahwa akan berlangsung aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh barisan masyarakat peduli tambang yang terkait dengan pencemaran lingkungan akibat dari aktivitas pertambangan PT. Mifa Bersaudara.

Baca Juga: Kadis ESDM Aceh: PT Mifa Bersaudara dan PLTU Nagan Raya Tanggung Jawab Atasi Tumpahan Batubara

“Sebenarnya kemarin pak Kepala Dinas ESDM sudah mengkonfirmasi hal ini diberbagai media bahwa kasus ini sebenarnya telah selesai yakni pada tanggal 13-14 Maret 2023 dimana kasus ini terjadi dan kemudian ditangani oleh PT. Mifa Bersaudara secara langsung dengan melibatkan masyarakat dilingkungan sekitar perusahaan maupun PLTU 1 dan 2,” kata Khairil Basyar saat diwawancarai Nukilan.id, Senin (17/7/2023).

Menurutnya, kasus tersebut telah selesai dibahas pada bulan bulan April lalu oleh Dinas ESDM Aceh dan  PT. Mifa Bersaudara secara langsung akan tetapi hasil laboratorium tentang sumber batu bara sampai saat ini belum dikeluarkan.

“Hasil lab belum keluar masih didalami apakah batu bara itu berasa dari PT. Mifa Bersaudara atau dari PLTU karena dilokasi tersebut ada dua perusahaan yang beroperasi yang berakibat baca penceramaran lingkungan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, akibat dari pencemaran lingkungan di sekitaran pesisir pantai akibat dari aktivitas penambangan batu bara tersebut telah dilakukan beberapa kali pertemuan oleh berbagai pihak mulai dari tingkat Kabupaten Aceh Barat hingga ke tingkat Provinsi.

“Sudah beberapa kali pertemuan pertama ditingkat kabupaten Aceh Barat, terus di gedung DPRA dan terakhir di kantor Gubernur Aceh,” jelasnya.

Khairil Basyar menambahkan, hasil dari pertemuan yang dilakukan di kantor Gubernur Aceh disepakati terdapat beberapa poin kesimpulan dimana kedua perusahaan tambang tersebut diminta untuk lebih cepat merespon berbagai dampak lingkungan yang terjadi seperti batu bara yang berserakan. Berikut beberapa kesimpulan yang dihasilkan dari pertemuan tersebut yakni, sebagai berikut:

  1. Adanya kesepatakan antara Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dengan PT. Mifa Bersaudara dan PLTU 1dan 2 Nagan Raya pada September 2019 apabila terdapat tumpahan atau ceceran batu bara maka PT. Mifa Bersaudara serta PLTU 1 dan 2 Nagan Raya bertanggung jawab untuk melakukan pembersihan dibawah pengawasan  Dinas Lingkungan Hidup beserta komisi III DPRK Kabupaten Aceh Barat dan Nagan Raya. Kemudian, hasil tumpahan atau ceceran batu bara yang telah dikumpulkan nantinya akan ditanggapi secara khusus oleh Dinas ESDM Aceh.
  2. KSOP Meulaboh akan meningkatkan pengawasan terhadap proses pengangkutan dan bongkar muat batu bara sesuai dengan SOP.
  3. PT. Mifa Bersaudara serta PLTU 1 dan 2 Nagan Raya agar dapat melakukan koordinasi dan konsolidasi dengan panglima laot beserta nelayan setempat.
  4. DPRK Aceh Barat mendukung investasi yang sudah ada di Aceh Barat. Namun, tetap mempertahankan kondisi lingkungan dan dampak yang ditimbulkan oleh kegiatan tersebut serta kedua perusahaan tersebut diharapkan langsung melakukan upaya cepat dalam penanganan ceceran batu bara tanpa menunggu hasil uji laboratorium, sedangkan uji laboratorium tetap dilakukan untuk mengetahui dampak lingkungan terdahap ceceran tersebut.
  5. Dalam dokumen amdal sudah diatur terkait mitigasi yang perlu dilakukan terhadap pengangkutan dan proses bongkar muat batu bara.
  6. Terkait dengan SOP bongkar muat sudah diatur juga perlindungan terhadap lingkungan maritime.

Selanjutnya, ia menegaskan bahwa, Dinas ESDM Aceh sebenarnya sangat serius dalam melakukan pengawasan terkait aktivitas pertambangan yang ada di Kabupaten Aceh Barat sehingga jika ditemukan adanya pencemaran lingkungan yang terjadi di sepanjang pesisir pantai dan kemudian akan langsung dilakukan koordinasi dengan berbagai pihak-pihak terkait hal itu.

“Kita sebenarnya serius mengawasinya, maka dari itu jika ditemukan adanya pencemaran lingkungan kita akan langsung mengkoordinasikan dengan berbagai pihak seperti Inspektur Tambang, Kementerian ESDM, DLHK, Dinas Perhubungan dan lain-lain,” ungkapnya. [Azril]

Baca Juga: Barisan Masyarakat Peduli Tambang Minta Dinas ESDM Lebih Serius Awasi Aktivitas PT. Mifa Bersaudara

Barisan Masyarakat Peduli Tambang Minta Dinas ESDM Lebih Serius Awasi Aktivitas PT. Mifa Bersaudara

0
Barisan Masyarakat Peduli Tambang yang terdiri dari puluhan massa melakukan aksi unjuk rasa menunutut agar Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) segera mengusut tuntas pencemaran batu bara diwilayah aceh barat yang ditimbulkan dari aktivitas penambangan oleh PT. Mifa Bersaudara berlangsung pada Senin (17/7/2023). (Foto: Nukilan/Azril)

Nukilan.id – Barisan Masyarakat Peduli Tambang yang terdiri dari puluhan massa melakukan aksi unjuk rasa menuntut agar Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) lebih serius dalam melakukan pengawasan dan segera mengusut tuntas pencemaran batu bara diwilayah aceh barat yang ditimbulkan dari aktivitas penambangan oleh PT. Mifa Bersaudara berlangsung pada Senin (17/7/2023).

Baca Juga: Pj Bupati Mahdi Siap Fasilitasi Aspirasi Warga Dengan Manajemen PT Mifa Bersaudara 

Koordinator lapangan Barisan Masyarakat Peduli Tambang, Saiful Mulki mengatakan, tujuan dari unjuk rasa ini adalah untuk meminta kepada Dinas ESDM Aceh lebih serius dalam melakukan pengawasan terhadapt segala aktivitas PT. Mifa Bersaudara ketika melakukan pertambangan.

Menurutnya, saat ini sudah banyak tumpahan batu bara yang mencemari lautan akibat dari aktivitas pertambangan yang dilakukan oleh PT. Mifa Bersaudara sehingga berdampak serius terhadap keberlangsungan hidup bita laut maupun masyarakat disekitar lokasi penambangan.

“Selama ini tidak ada keseriusan terhadap permasalahan tersebut, Padahal. dampak yang ditimbulkan sangat besar baik terhadap biota biota laut maupun masyarakat di sekitarnya,” kata Saiful Mulki saat diwawancarai Nukilan.id, Senin (17/7/2023).

Lebih lanjut, ia mendesak agar pihak Dinas ESDM Aceh lebih serius lagi dalam menyikapi permasalahan dan dampak lingkungan ini dikarenakan sangat berpengaruh terhadap kesehatan dan lingkungan masyarakat Aceh Barat yang ada di sekitar tambah khususnya nelayan disekitar pesisir pantai.

“Itu bisa mengganggu aktivitas mereka dan kegiatan ekonomi masyarakat, ini persoalan nyawa manusia yang tidak bisa ditukar dengan rupiah atau dengan hasil penjualan batu bara,” ungkapnya.

Saiful Mulki menjelaskan, terdapat beberapa poin yang menjadi tuntutan dalam aksi unjuk rasa tersebut sebagai upapa tindak lanjut agar pihak Dinas ESDM Aceh lebih serius dalam melakukan pengawasan segala bentuk aktivitas PT. Mifa Bersaudara diantaranya, sebagai berikut:

  1. Meminta Kepala Dinas Esdm Aceh serius dalam mengawasi aktivitas PT. Mifa Bersaudara dalam operasional.
  2. Meminta pihak kepolisian dan kejaksaan tinggi aceh tuntaskan kasus pencemaran batu bara di aceh barat.
  3. Meminta Pj Gubernur Aceh copot kepala dinas ESDM aceh jika tidak serius menanggapi masalah tambang di aceh.
  4. Meminta general manager opration PT. Mifa Bersaudara segera mundur dari jabatannya.

Selanjutnya, Saiful Mulki berharap agar kasus tumpahan material batu bara disepanjang bibir pantai di Kecamatan Meureubo, Aceh Barat menjadi perhatian serius dari pemerintah Aceh, baik itu pihak Kepolisian dan Kejaksaan agar kasus tersebut segara diungkapkan.

“Kita harap persoalan ini ada atensi serius dari Pemerintah Aceh, apalagi ini berkaitan dengan keresahan masyarakat Aceh Barat,” harapnya. [Azril]

Baca Juga: Kadis ESDM Aceh: PT Mifa Bersaudara dan PLTU Nagan Raya Tanggung Jawab Atasi Tumpahan Batubara

WALHI Aceh Sebut Kebijakan Pemkab Nagan Raya Dalam Perluasan WKR Tidak Sesuai Tujuan Pemberian Hak

0
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Aceh merespon kebijakan Pemkab Nagan Raya dan semua pihak, dalam upaya perluasan Wilayah Kelola Rakyat (WKR) dalam bentuk pengalokasian tanah untuk lahan pertanian dan perkebunan bagi mantan kombatan, Tapol/Napol dan imbas konflik di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Aceh merespon kebijakan Pemkab Nagan Raya dan semua pihak, dalam upaya perluasan Wilayah Kelola Rakyat (WKR) dalam bentuk pengalokasian tanah untuk lahan pertanian dan perkebunan bagi mantan kombatan, Tapol/Napol dan imbas konflik di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya.

Pengalokasian tanah tersebut merupakan mandat dari Nota Kesepakatan Damai antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka (MoU Helsinki), tepatnya di poin 3.2.5.

Baca Juga: WALHI Aceh: Pembangunan Jalan Kutacane-Langkat Picu Ilegal Loging

Pengalokasian tanah untuk lahan bagi mantan kombatan, Tapol/Napol dan imbas konflik selaras dengan misi WALHI, untuk menyelesaikan konflik agraria, kedaulatan petani, ketahanan pangan, peningkatan ekonomi, dan pemanfaatan sumber daya alam secara adil dan lestari. Selama ini WALHI Aceh menggunakan model Hak Pengelolaan Hutan Desa (HPHD) di Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Utara, Gayo Lues, dan Aceh Selatan.

Berdasarkan SK Bupati Nagan Raya Nomor 590/140/Kpts/2021 tentang penunjukan calon lokasi tanah untuk lahan pertanian bagi mantan kombatan, tapol/napol dan imbas konflik dalam Kabupaten Nagan Raya di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Bupati Nagan Raya mengusulkan lahan seluas 1.000 hektar.

Kemudian Berdasarkan SK Bupati Nagan Raya Nomor 590/445/Kpts/2021 tentang penetapan nama – nama calon penerima yang ditetapkan pada 13 September 2021, terdapat 389 orang sebagai penerima manfaat dari lahan tersebut.

WALHI Aceh mendapatkan informasi bahwa luas yang ditetapkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) melalui sertifikat bersama sebagai alas hak tidak sesuai dengan luasan yang diusulkan oleh Bupati Nagan Raya. Namun WALHI Aceh belum mendapatkan informasi secara resmi dari BPN Nagan Raya meskipun surat permohonan informasi telah dikirimkan.

Tidak hanya WALHI Aceh, warga sebagai penerima manfaat juga tidak mendapatkan salinan sertifikat tersebut. Justru yang terjadi, ada pihak yang mempengaruhi warga untuk memberi persetujuan pengambilan kayu di lahan yang dialokasikan tersebut.

Pengambilan kayu ini seiring dengan rencana pendirian sawmill dan warga juga mengakui alat berat sudah berada di lokasi. Ada sekitar 50 orang lebih yang telah menerima uang untuk persetujuan pengambilan kayu, masing – masing mereka mendapatkan dana Rp 2,5 juta rupiah.

Kondisi ketidakterbukaan terkait legalitas dan program yang akan dijalankan pada tanah untuk lahan pertanian bagi mantan kombatan, Tapol/Napol dan imbas konflik di Beutong Ateuh Banggalang merupakan bagian dari pembodohan rakyat. Karena warga hanya mendapatkan manfaat jangka pendek, sedangkan manfaat jangka panjang didapatkan oleh oknum pemilik modal.

Sehingga cita – cita damai sebagaimana yang diharapkan tidak akan terwujud, justru akan terjadi konflik sosial di tengah masyarakat. Juga akan berdampak terhadap lingkungan hidup akibat dari hilangnya tutupan hutan dan lahan.

Jika seperti ini polanya, wajar kemudian jika masyarakat menduga pengalokasian lahan tersebut bagian dari misi untuk memuluskan rencana izin usaha pertambangan di Beutong Ateuh Banggalang.

Menariknya, berdasarkan hasil overlay data SK Bupati Nagan Raya dengan rencana izin PT Bumi Mineral Energi (BME), ada 877,25 hektar lahan mantan kombatan yang hendak diambil kayu tersebut, masuk alam areal rencana izin PT BME dari total luasnya 3.305 hektar.

Karena selama ini salah satu alasan masyarakat Beutong Ateuh Banggalang menolak tambang yaitu untuk mempertahankan sumber air dan penghidupan dari alam. Jika kemudian hutan rusak, maka tidak ada alasan lagi bagi masyarakat untuk menolak tambang.

Sawah akan kering, kualitas air sungai menurun, sumber kehidupan akan hilang, dan akan hilang nilai – nilai sejarah yang selama ini mereka pertahankan, terlebih secara tata ruang Beutong Ateuh Banggalang merupakan kawasan rawan bencana.

Untuk itu, WALHI Aceh mendesak Bupati Nagan Raya untuk mengevaluasi kembali program tersebut sesuai dengan tujuan pemberian hak serta penerima manfaat mendapatkan informasi yang cukup terkait hak dan kewajiban dalam pemanfaatan lahan tersebut. Sehingga mereka dapat menggunakan lahan untuk manfaat jangka panjang sesuai dengan semangat perdamaian Aceh melalui pola pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture).

Juga mendesak Polda Aceh dan Polres Nagan Raya untuk mengusut kasus tersebut, karena diduga tidak mentaati ketentuan penggunaan dan pemanfaatan tanah sesuai sifat dan tujuan pemberian hak serta rencana tata ruang.

Karena program tersebut tidak terlepas dari Proyek Strategis Nasional yaitu Tanah Objek Reforma Agraria (TORA). Dalam Perpres 86/2018 tentang Reforma Agraria, diatur kewajiban memelihara kesuburan dan produktivitas tanah; melindungi dan melestarikan sumber daya di atas tanah; dan menggunakan tanah sesuai dengan kemampuan tanah. Serta melarang mengalihkan hak atau mengalihkan fungsi TORA. []

Baa Juga: WALHI Aceh Warning PT Lhoong Setia Mining Segera Reklamasi Lahan

Erick Thohir Harap Nugraha Mansury dan Nezar Patria Dapat Emban Tugas Sebaik-baiknya

0
Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Swaranesia)

Nukilan.id – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mendoakan Pahala Nugraha Mansury dan Nezar Patria dapat mengemban amanah dengan sebaik-baiknya dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Pahala yang merupakan Wakil Menteri BUMN mendapat tugas menjadi Wakil Menteri Luar Negeri, sedangkan Nezar Patria yang sebelumnya menjabat sebagai staf khusus Menteri BUMN bidang komunikasi mendapatkan amanah menjadi Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

“Selamat kepada Bapak Pahala dan Bapak Nezar yang mendapatkan kepercayaan besar dari Bapak Presiden Jokowi. Semoga mampu menjalankan tugas dan amanah yang diemban,” ujar Erick di Jakarta, Senin (17/7/2023).

Baca Juga: Menteri BUMN Erick Thohir Laporkan Konten Podcast Tempo ke Dewan Pers

Erick optimistis kedua figur tersebut akan membawa dampak yang positif bagi Kemenlu dan Kemenkominfo. Erick mengatakan Pahala dan Nezar punya peranan penting dalam keberhasilan transformasi Kementerian BUMN.

“Tentu saya berterima kasih kepada Menteri Luar Negeri Ibu Retno Marsudi yang telah mempercayai Bapak Pahala Nugraha Mansury sebagai Wakil Menteri Luar Negeri sehingga kita dapat mendorong kolaborasi pemenuhan kebutuhan pasokan sumber daya untuk memperkuat percepatan pembangungan ekosistem EV Battery, ketahanan energi dan industri pangan yang amat kita perlukan,” ucap Erick.

“Saya juga berterima kasih kepada Presiden Bapak Joko Widodo yang telah mempercayai Bapak Nezar Patria sebagai Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika di bawah bimbingan Menteri Komunikasi dan Informatika Bapak Budi Arie Setiadi untuk yang akan terus mensinkronisasi kebijakan ekonomi digital,” lanjit Erick.

Erick menyampaikan penunjukkan Pahala dan Nezar sebagai Wamenlu dan Wamen Kominfo menjadi bukti kepercayaan Jokowi atas talenta Kementerian BUMN. Selain Pahala dan Nezar, Budi Gunadi Sadikin dan Dante Saksono Harbuwono yang saat ini menjabat sebagai Menteri dan Wakil Menteri Kesehatan serta, Arief Prasetyo Adi, Kepala Badan Pangan Nasional adalah bagian dari Keluarga Besar Kementerian BUMN.

Erick menyampaikan perbaikan BUMN memerlukan sinergitas dan kolaborasi dengan kementerian, lembaga, swasta, dan juga masyarakat.

Erick mengatakan hal ini merupakan apresiasi dan juga motivasi bagi insan Kementerian BUMN untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi negara.

Erick mengatakan arah transformasi Kementerian BUMN juga akan terus berlanjut dengan kehadiran Rosan Roeslani yang kini menjabat sebagai Wakil Menteri BUMN II. Dan Bapak Kartika Wirjoatmodjo sebagai Wakil Menteri BUMN I.

“Bapak Rosan Roeslani sudah tidak perlu lagi dipertanyakan kredibitas dan kapabilitasnya. Ia memiliki pengalaman sebagai seorang banker, Ketua KADIN Indonesia, dan Duta Besar RI untuk Amerika Serikat sehingga diharapkan dapat mendorong strategi besar BUMN agar semakin banyak lagi BUMN di berbagai sektor yang mampu berkiprah sebagai pemain global,” ucap Erick.

Erick meyakini Rosan di sektor industri hingga jabatan terakhirnya sebagai Duta Besar AS akan memberikan warna baru dalam upaya transformasi BUMN ke depan.

“Selamat datang Bapak Rosan Roeslani yang punya kiprah mentereng di dunia internasional, baik sebagai pengusaha maupun diplomat. Harapan kita hal ini akan semakin menguatkan upaya BUMN untuk go global,” kata Erick. []

Baca Juga: Menteri BUMN Copot Direktur Penunjang Bisnis Pertamina