Beranda blog Halaman 1292

Pulau Rubiah Sabang Kini Tersedia Air Bersih Setelah Bertahun-tahun

0
Pulau Rubiah, Sabang. (Foto: Dok. Disbudpar Aceh)

Nukilan.id – Pemerintah Kota Sabang telah menyelesaikan pemasangan pipa distribusi air bersih dari Tugu Garuda Iboih ke Pulau Rubiah. Proses pemasangan tersebut telah melalui uji coba (commissioning test), dan kini para pelancong dapat menikmati air bersih dengan nyaman di objek wisata snorkeling tersebut.

“Hari ini Dinas PUPR Kota Sabang bersama PDAM Tirta Aneuk Laot melakukan uji coba instalasi pipa air bersih. Insyaallah Pulau Rubiah yang bertahun tahun tidak ada air bersih, sekarang sudah tersedia,” kata Pj Wali Kota Sabang Reza Fahlevi, minggu (21/1).

Instalasi air bersih ini merupakan upaya Pemerintah Kota Sabang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk meningkatkan sarana dan prasarana objek wisata di Pulau Weh, dengan tujuan memberikan kenyamanan kepada para wisatawan yang berkunjung.

“Pipa air bersih di Pulau Rubiah sudah difungsikan, dan telah selesai kita uji dari tangki atas yang ditempatkan di Tugu Garuda, menuju tangki air yang sudah kita bangun di Pulau Rubiah, juga menuju pipa-pipa yang ada di Pulau Rubiah. Alhamdulillah air telah mengalir dengan baik,” ungkap Kepala Dinas PUPR Kota Sabang, Lukmanul Hakim.

Pihaknya menggunakan pipa HDPE (High Density Polythene) dengan diameter 2 inchi sepanjang sekitar 700 meter dari Tugu Garuda ke Pulau Rubiah. 

Tangki penampungan air berkapasitas 50 ton di Tugu Garuda dan 24 ton di Pulau Rubiah juga telah disiapkan untuk memastikan pasokan air bersih lancar.

Untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan, Pemerintah Kota Sabang telah membangun 2 unit toilet umum di Pulau Rubiah pada tahun 2023. Selanjutnya, akan dibangun keran-keran tambahan dalam beberapa hari ke depan. []

Lima Terdakwa Kasus Sabu 59 Kilogram Dituntut Hukuman Mati

0
Sidang pembacaan tuntutan terhadap lima terdakwa kasus narkotika jenis sabu seberat 59 kilogram di Pengadilan Negeri Jantho Aceh Besar, pada Senin 22 Januari 2024. (Foto: Dok. Kejari Aceh Besar)

Nukilan.id – Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Besar menuntut hukuman mati terhadap lima terdakwa dalam kasus narkotika jenis sabu seberat 59 kilogram.

Putusan tersebut dibacakan dalam sidang dengan agenda pembacaan surat tuntutan yang dipimpin Denin Syahputra selaku Ketua Majelis didampingi hakim anggota Fadhli dan Agung Rahmatullah  di Pengadilan Negeri Jantho, Aceh Besar, pada Senin (22/1/2024).

“Dalam sidang tersebut, Jaksa Penuntut Umum menyebutkan jika para terdakwa terbukti membawa dan mengedarkan barang bukti Narkotika jenis Sabu seberat 59.233,81 gram dan 66,51 gram,” kata Kajari Aceh Besar Basril G dalam keterangan tertulisnya.

Kelima terdakwa tersebut adalah Abdul Hamid alias Mik Jaboi Bin M. Yasin, Yuswadi Bin Syafari, Nazaruddin Abd alias Paman Dodi Bin Abdullah, Raisul Istiqbal alias Anto Bin Jafaruddin, dan Irvan Ikram alias Pen Bin Syarifuddin.

Dijelaskan Kajari, para terdakwa tersebut dihubungi seseorang untuk menjemput narkotika jenis sabu di perairan Langkawi Malaysia sesuai titik koordinat yang dikirimkan di HP Satelit untuk penjemputan.

“Pada saat masih diperairan, speedboat yang membawa narkotika jenis sabu tiba-tiba dikejar oleh satu unit kapal yang didalamnya terdapat Personil Ditresnarkoba Polda Aceh (tim laut)  bersama Tim Bea Cukai Aceh,” jelasnya.

Kemudian terdakwa lainnya, yang mengendarai satu unit mobil merk Xenia dengan nomor polisi BK 1592 AAB, hendak memantau tempat menjemput sabu.

“Sekitar pukul 21.30 WIB, setibanya di Jalan Malahayati, tepatnya di Desa Durung, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, Personil Ditresnarkoba Polda Aceh (Tim Darat) tiba-tiba melakukan penangkapan terhadap terdakwa lainnya,” pungkasnya. 

Persidangan dilakukan secara langsung di ruang sidang Cakra Pengadilan Negeri Jantho dan dihadiri oleh Penasehat Hukum para terdakwa, sedangkan para terdakwa menjalani persidangan melalui Video Converence (Vicon) dari Rutan Kelas IIB Jantho. 

Agenda persidangan selanjutnya adalah pembelaan dari para terdakwa yang dijadwalkan pada hari Senin tanggal 29 Januari 2024. 

Tuntutan hukuman mati ini sebagai bentuk komitmen Kejaksaan dalam memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkotika. Oleh karena itu, dihimbau kepada seluruh elemen Masyarakat untuk bersama-sama turut aktif memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika. [Rjf]

BSI Aceh Salurkan Pembiayaan KUR Rp 3,5 Triliun di 2023

0
Bank Syariah Indonesia (BSI). (Foto: Nukilan/Reji)

Nukilan.id – BSI Aceh menyalurkan sebesar Rp3,5 triliun untuk program pembiayaan KUR kepada 51.734 pelaku usaha pada tahun 2023.

Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen BSI untuk mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Aceh, dan untuk lebih berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi provinsi Aceh.

Program pembiayaan KUR bertujuan untuk memberikan pilihan pembiayaan yang terjangkau bagi UMKM dalam mengembangkan usaha, menciptakan lapangan kerja, dan merangsang pembangunan ekonomi.

Dengan berpartisipasi dalam program pembiayaan ini, BSI Aceh secara aktif memfasilitasi inklusi keuangan dan memberdayakan pengusaha lokal untuk mewujudkan potensinya.

“Sejalan dengan misi kami untuk mendukung perekonomian daerah dan menumbuhkan kewirausahaan, BSI Aceh terus memberikan kontirbusinya untuk pengembangan UMKM di Aceh dengan menyalurkan pembiayaan KUR sebesar Rp3,5 triliun pada tahun 2023. Kami sangat yakin bahwa inisiatif ini akan memberikan dampak yang signifikan terhadap perekonomian masyarakat. pertumbuhan dan perkembangan UMKM di Aceh,” ujar Regional CEO BSI Aceh, Wisnu Sunandar.

BSI Aceh berkomitmen untuk selalu menyediakan solusi keuangan inovatif, layanan pelanggan yang optimal, dan keterlibatan komunitas yang kuat. Pengalaman dan keahlian bank yang luas dalam pembiayaan UMKM menempatkannya sebagai mitra terpercaya bagi wirausahawan yang mencari peluang untuk ekspansi bisnis.

Alokasi pembiayaan BSI Aceh sebesar Rp3,5 triliun untuk program pembiayaan KUR pada tahun 2023 mencerminkan komitmen bank dalam mendukung visi pemerintah dalam meningkatkan akses pembiayaan bagi UMKM.

Dengan memberikan pinjaman terjangkau dengan persyaratan yang mudah, BSI Aceh bertujuan untuk memberdayakan bisnis lokal dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Aceh secara keseluruhan.

BSI Aceh fokus dalam memastikan proses pengajuan pembiayaan bagi UMKM mudah, lancar dan efisien, sehingga pengusaha dapat memperoleh modal yang diperlukan secara tepat waktu.

Kehadiran BSI sangat signifikan mendorong pembangunan ekonomi di Aceh. Hal ini terlihat dari realisasi penyaluran pembiayaan KUR sebesar 3,5 Triliun (117 %), lebih besar dari target alokasi yang diberikan kepada BSI Aceh sebesar 3 Triliun di tahun 2023.

BSI Aceh hadir untuk memberdayakan bisnis lokal, mengembangkan kewirausahaan, dan berkontribusi terhadap kemakmuran Aceh. Dari Aceh Untuk Indonesia. []

Polda Aceh Tangkap Dua Pelaku Perdagangan Kulit Harimau

0
Konferensi pers pengungkapan perdagangan satwa lindung di Aula Presisi Polda Aceh, pada Senin 22 Januari 2024. (Foto: Nukilan/Reji)

Nukilan.id – Ditreskrimsus (Direktorat Reserse Kriminal Khusus) Polda Aceh menangkap dua pelaku perdagangan kulit harimau sumatra di Kabupaten Aceh Timur. 

Kedua tersangka tersebut adalah KDI, seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kantor Camat Peurelak, Kabupaten Aceh Timur, dan MHB, seorang petani lokal.

Kapolda Aceh, Irjen Achmad Kartiko, mengatakan  peran kedua pelaku ini adalah sebagai perantara dalam penjualan kulit harimau sumatra.

“Keduanya bertugas melakukan penawaran dengan jaringan pemburu hewan, sementara pelaku pemburu harimau sumatra tersebut masih dalam pendalaman,” ujar Irjen Achmad Kartiko dalam konferensi pers di Aula Presisi Polda Aceh, pada Senin (22/1/2024).

Dijelaskan Kapolda, penangkapan kedua pelaku bermula dari informasi masyarakat tentang adanya penjualan kulit harimau di kawasan Tualang, Kecamatan Peurelak, Kabupaten Aceh Timur, pada 19 Januari 2024. 

Sebelum ditangkap, kedua tersangka masih menunggu penawaran tertinggi untuk menjual kulit harimau tersebut.

“Adapun barang bukti yang diamankan berupa kulit harimau sumatra yang masih utuh, tulang belulang, tengkorak dan satu unit mobil toyota avanza warna hitam,” ujarnya. 

Akibat perbuatannya, kedua tersangka ini dijerat dengan Pasal 40 ayat 2 Jo pasal 21 ayat 2 huruf b dan d UU RI No 05 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem Jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHPidana dengan ancaman penjara maksimal 5 tahun denda 100 juta.

Polda Aceh juga menegaskan komitmennya untuk menjaga dan melindungi segala keanekaragaman hayati serta akan menindak tegas pelaku-pelaku perdagangan ilegal yang merugikan keberlanjutan ekosistem. [Rjf]

HUDA Gayo Lues Setuju Perpanjangan Masa Jabatan Penjabat Bupati

0
Pertemuan ulama dan Pj Bupati Gayo Lues Alhudri. (Foto: For Nukilan)

Nukilan.id – Ketua Pengurus Wilayah Himpunan Ulama Dayah (Huda) Gayo Lues, Tengku Muazza, mengatakan pihaknya tidak menolak perpanjangan masa jabatan Alhudri sebagai Penjabat Bupati Gayo Lues. Hal ini menjadi klarifikasi atas pernyataan mereka sebelumnya yang disampaikan kepada Presiden Joko Widodo.  

“Semua permasalahan yang termuat dalam surat sebelumnya dianggap selesai setelah pertemuan dengan pj bupati di Pendopo Bupati Gayo Lues,” kata Tengku Muazza dalam keterangan tertulis, Minggu, 21 Januari 2024.

Dalam surat sebelumnya, Tengku Muazza menilai Alhudri tidak dapat membangun komunikasi dengan kalangan ulama di Gayo Lues. 

Alhudri juga dianggap tidak memberikan perhatian pada kegiataan keagamaan dan pesantren di daerah itu.  

Namun segala tuduhan yang disampaikan secara tertulis kepada Presiden Joko Widodo itu dibantah dengan surat lain berkop HUDA Gayo Lues dan ditandatangani oleh Tgk Muazza dan Tgk Zukarnaen, Sekretaris HUDA Gayo Lues, yang juga ditujukan kepada presiden.  

Dalam pertemuan yang digelar 6 Januari 2024 itu, baik kalangan ulama dan penjabat bupati berdialog dan membahas sejumlah isu keagamaan di daerah itu.  

Alhudri, secara terpisah, mengatakan dirinya tetap memberikan perhatian terhadap pengembangan bidang keagamaan di Negeri Seribu Hafiz itu.

Apalagi HUDA memiliki banyak pesantren dan berkontribusi besar bagi pendidikan di daerah itu.  “Ulama adalah pewaris nabi. Kami sangat menghormati peran mereka dan berharap komunikasi dengan para ulama di Gayo Lues bisa terjalin lebih mesra lagi,” kata Alhudri. []

Gowes bersama Pangdam IM, Kapolda Aceh: Wujud Sinergisitas TNI-Polri yang Makin Kokoh

0
Kapolda Aceh Irjen Achmad Kartiko gowes bersama Pangdam IM Mayor Jenderal TNI Novi Helmy Prasetya di Kota Banda Aceh, Minggu, 21 Januari 2024. (Foto: Dok. Polda Aceh)

Nukilan.id – Kapolda Aceh Irjen Achmad Kartiko menyampaikan, olahraga bersama berupa gowes dengan Pangdam IM Mayjen Novi Helmy Prasetya merupakan wujud sinergisitas TNI-Polri, khususnya Polda Aceh dan Kodam IM yang makin kokoh.

Hal tersebut disampaikan Achmad Kartiko dalam keterangannya, usai gowes bersama Pangdam IM di Kota Banda Aceh, Minggu, 21 Januari 2024.

Alumni Akabri 1991 itu mengatakan, selain memupuk sinergisitas, gowes tersebut juga untuk menjaga kebugaran dan kesehatan yang prima guna menghadapi Pemilu 2024. Selain itu juga untuk mempererat tali silaturahmi, soliditas, dan semangat kebersamaan antara Polda Aceh dengan Kodam IM.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Aceh Kombes Joko Krisdiyanto menambahkan, gowes tersebut dimulai dari kediaman Pangdam IM dan finish di Makodam IM. Gowes itu diikuti juga oleh pejabat utama Polda Aceh dan Kodam IM, serta didampingi Bhayangkari dan Persit.

Joko berharap, gowes bersama tersebut menjadi momentum positif dalam membangun sinergisitas TNI-Polri, terutama Kodam IM dan Polda Aceh. Kemudian juga untuk menjaga kebugaran dan kesehatan untuk kesiapan memelihara kamtibmas, apalagi jelang Pemilu 2024.

Anggota DPR RI Irmawan Tinjau Pembangunan Pelabuhan Teluk Sinabang

0
Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) H. Irmawan, Sos, MM, saat meninjau langsung pembangunan pelabuhan Penumpang Teluk Sinabang. (Foto: For Nukilan)

Nukilan.id – Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) H. Irmawan, Sos, MM, meninjau langsung pembangunan pelabuhan Penumpang Teluk Sinabang, Desa Kota Batu, Sinabang, Kabupaten Simelue, Minggu (21/1/2024).

Irmawan tiba di lokasi pembangunan Pelabuhan Teluk Sabang sekitar pukul 12.15 WIB tanpa ditemani pihak teknis, karena Irmawan ingin memastikan pembangunan Pelabuhan Teluk Sabang yang diusulnya melalui anggaran APBN Tahun 2024 sebesar lebih kurang Rp. 23 miliar, berjalan lancar.

“Saya berharap pembangunan pelabuhan ini bisa kelar tepat waktu, agar usulan lainnya untuk Simelue bisa lancar. Kita ingin ini lancar, karena kita juga sedang mengusulkan beberapa ruas jalan melalui intervensi inpres, rumah rehap, sanitasi air, dan fasilitas lainnya,” kata Irmawan.

Irmawan menjelaskan, untuk pelabuhan Teluk Sinabang ini dirinya berharap dapat kelar tahun 2024 ini, dan pada kunjungan tersebut Irmawan sempat meminta agar menghadirkan kontraktor ke lokasi.

“Kita harapkan bisa kelar cepat waktu dan kunjungan ini untuk memastikan pekerjaan projek betul-betul berjalan lancar sesuai spek,” ujar Irmawan.

Menurut Ketua DPW PKB Aceh itu, dirinya tetap konsisten ingin membangun Simelue dengan program-program kerakyatan, dan yang terpenting reaksi cepat dari pemkab Siemeulu dalam pendataan kebutuhan daerah yang dapat diperjuangkan di DPR RI.

“Untuk membangun Kabupaten yang baik, tentu harus ada kerjasama dari para pihak,” jelas Irmawan.

Saat ini Irmawan sendiri telah melaksanakan beberapa program pembangunan di Sinabang melalui aspirasi dan program jalan inpres yang sudah dimanfaatkan masyarakat di Desa Nancawa, Kecamatan, Teupah Tengah, Kabupaten Siemelue.

Selain itu, Irmawan juga memastikan masyarakat menempati rumah layak melalui program Rehab Rumah yang tahap awal tahun 2020 sudah dilakukan sebanyak 300 unit rumah untuk 7 Kecamatan, dan berlanjut untuk tahun berikutnya.

Irmawan hadir di Sinabang untuk menyerap aspirasi masyarakat melalui reses, dan sejak Sabtu sudah mengunjungi beberapa kampung di Sinabang. []

Hendak Tawuran, Polisi Amankan Para Pelaku di Banda Aceh

0
Polisi menangkap para pelaku yang hendak tawuran. (Foto: Dok. Polresta Banda Aceh)

Nukilan.id – Personel Polsek Syiah Kuala, Polresta Banda Aceh berhasil mengamankan tiga pelaku yang diduga akan melakukan tawuran, pada Minggu (21/1/2024) dini hari. 

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Fahmi Irwan Ramli, melalui Kapolsek Syiah Kuala Iptu Cut Laila Surya, membenarkan penangkapan ketiga pelaku tersebut.

“Benar, kami telah mengamankan tiga pelaku yang akan melakukan tawuran, dan kini telah kami serahkan ke Satreskrim Polresta Banda Aceh,” ucap Cut Uya.

Pelaku yang diamankan adalah NZR (20) dari Sabang, ZZM (18), dan KK (19) dari Aceh Besar. Barang bukti yang disita berupa sebilah gergaji yang telah dimodifikasi bentuk parang bergerigi.

Dijelaskan Kapolsek, berdasarkan hasil introgasi, rencana tawuran antar remaja itu terjadi di Jalan Teuku Nyak Arif, tepatnya di depan Perpustakaan Wilayah (Puswil) Aceh, Banda Aceh.

Salah satu kelompok, yang mengendarai sepeda motor, melihat warga melintasi jalan. Para pelaku berbalik arah dan mengayunkan senjata tajam ke arah M Zulmi (29) warga Lamduro, Aceh Besar.

“M Zulmi seketika itu berusaha melarikan diri ke Warkop Benk Kupi gampong Lamgugob, namun ia disitu di aniaya oleh para pelaku sehingga korban mengalami luka sayat di jari sebelah kanan,” tambahnya. 

M Zulmi merupakan pekerja bengkel asal Gampong Lamduro, Aceh Besar, yang baru selesai bekerja, menjadi korban pertama. 

Tak selesai disitu, para pelaku pun melakukan penganiayaan terhadap Fahkrus Walidan (23) Mahasiswa UIN Ar Raniry asal Simeulue, yang sedang menikmati kopi. Ia mengalami luka dibagian kepala, pergelangan kiri dan punggung belakang sebelah kiri.

Para pelaku pun berhasil diamankan oleh personel Polda Aceh yang sedang berada di warung tersebut sebanyak empat orang.

Keempat pelaku adalah LH (19) warga Geundrieng, MRF (18) warga Pasheu Beutong, AND (16) warga Ajuen Jeumpet dan MAR (31) warga Mata Ie.Para pelaku merupakan warga Aceh Besar.

“Mereka ditangkap karena telah melakukan penganiayaan dengan cara mengayunkan parang kearah warga yang sedang melintasi jalan dan warga yang berada di Warkop Benk Kupi, gampong Lamgugob, sehingga ada korban yang mengalami luka dibagian kepala, lengan, telapak tangan dan punggung belakang sebelah kiri, ” ucap Cut Uya.

“Saat melakukan pembacokan, para pelaku menggunakan helm dan masker sambil membawa senjata tajam,” ungkap Cut Uya.

Setelah kejadian tersebut, warga didampingi Personel Polsek Syiah Kuala membawa korban ke RSP USK dan selanjutnya dirujuk ke RSUZA Banda Aceh. Kini, ke tujuh pelaku diamankan di Satreskrim Polresta Banda Aceh. []

Dukung Prabowo-Gibran, Prodin Aceh Singkil Nilai Safaruddin Layak Lanjutkan Perjuangan di DPRA

0

Nukilan.id – Puluhan Pemuda dan Mahasiswa Aceh Singkil dari berbagai komunitas di Banda Aceh dan Aceh Besar, yang tergabung dalam Pemuda Pro Safaruddin (Prodin) Aceh Singkil, mendeklarasikan diri mendukung Safaruddin dalam pencalonan legislatif (Pileg) 2024 untuk Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA).

Dalam deklarasi yang digelar di salah satu Cafe di Banda Aceh pada Sabtu (20/1/2024) itu, Prodin Aceh Singkil juga menyatakan turut berkomitmen untuk memenangkan Capres dan Cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2024.

“Karena semenjak beliau (Safaruddin) memimpin DPRA, kami melihat kinerja-kinerja beliau yang sangat jelas. Salah satunya yang dilakukan di Aceh Barat Daya (Abdya). Sementara pada Pak Prabowo kami melihat beliau sosok yang pejuang. Menurut kami Pak Prabowo ini mampu untuk menjadi Presiden RI periode 2024-2029,” kata Prodin Aceh Singkil, Rahman Sulampi.

Selain itu, Rahman juga menilai Safaruddin, yang kini menjabat Wakil Ketua DPRA dari Partai Gerindra dan kembali maju sebagai Caleg DPRA untuk Dapil 9, ini adalah sosok yang dermawan. Maka itu, kata dia, Safaruddin pantas untuk di perjuangkan kembali.

Bahkan, tidak hanya dilihat dari kedermawannya. Rahman juga menilai di masa kepemimpinan Safaruddin, segala sesuatu yang dilakukan juga berdampak kepada kabupaten/kota seluruh Aceh, bukan hanya di Dapil 9 saja.

“Harapan kami untuk Prodin, semoga Bang Safaruddin ini terpilih kembali melanjutkan estafet-estafet terdahulu dan melanjutkan aspirasi-aspirasi yang tertunda. Karena aspirasi ini tidak cukup untuk lima tahun. Kalau seandainya layak, jadi layak untuk di perjuangkan,” ungkapnya. []

Kadinsos Aceh dan Waled Nu Bahas Program Kesejahteraan Anak di Panti

0
Kepala Dinas Sosial Aceh, Dr. Muslem, S.Ag, M.Pd (kiri) dan kharismatik Aceh, Tgk. H. Nuruzzahri Yahya atau yang lebih dikenal dengan sapaan Waled Nu (kanan). Foto: Dok. Dinsos

Nukilan.id – Kepala Dinas Sosial Aceh, Dr. Muslem, S.Ag, M.Pd, menerima kunjungan ulama kharismatik Aceh, Tgk. H. Nuruzzahri Yahya atau yang lebih dikenal dengan sapaan Waled Nu, pada Jum’at, 19 Januari 2024.

Pertemuan tersebut dalam agenda membahas berbagai program kesejahteraan bagi anak dalam panti asuhan atau Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) di Aceh.

Rapat yang berlangsung di ruang kepala dinas ini turut dihadiri oleh Kabid Rehabilitasi Sosial (Rehsos), Isnandar, dan Kabid Penanganan Fakir Miskin (PFM), Mahdani serta Presiden Anak Yatim Yayasan Ummul Ayman.

Kepala Dinas Sosial Aceh, Dr. Muslem, menyambut hangat kunjungan Waled Nu. Beliau mengucapkan terima kasih atas kesediaan ulama besar Aceh tersebut yang telah bersilaturrahmi ke Dinas Sosial, meskipun di tengah kesibukannya bersama Pj. Gubernur Aceh.

“Mengenai program kesejahteraan anak di dalam yayasan, kami akan memberikan perhatian khusus. Pemerintah memiliki kewajiban untuk menjamin kesejahteraan warganya, terutama mereka yang kurang mampu, apalagi anak-anak yang berstatus yatim,” ungkap Dr. Muslem.

“Dengan hadir nya Pemerintah Aceh, setidaknya dapat menghibur anak-anak di panti asuhan, disaat mereka merasa kehilangan figur dan kasih sayang dari orang tuanya” ujar Kadis Sosial.

Sementara itu, Waled Nu saat diwawancarai oleh Humas Dinsos, menyampaikan harapannya bahwa dengan kunjungan ini dapat memberikan semangat baru bagi instansi sosial dalam memberikan pelayanan bagi warga Aceh.

Beliau juga menyoroti pentingnya perhatian dari Dinas Sosial, terutama bagi yayasan dan pesantren yang menampung banyak anak yatim. Termasuk dalam bantuan permakanan atau program kesejahteraan anak lainnya.

“Mudah-mudahan kunjungan kami ke Dinas Sosial, lebih-lebih ketemu dengan Kepala Dinas yang baru, akan menumbuhkan semangat baru dalam membina urusan sosial untuk masyarakat,” kata Waled Nu yang juga pimpinan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Aceh.

“Hal ini semata-mata untuk ummat, terutama dalam dunia pesantren atau yayasan karena banyak anak yatim di situ, mudah-mudahan perhatian dari Pemerintah Aceh dalm hal ini Dinas Sosial bagi masyarakat menjadi lebih meningkat kedepan,” tambah pimpinan Yayasan Ummul Ayman tersebut.

Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara Dinas Sosial Aceh dan kalangan Potensis Sumber Kesejahteraan Sosial (PPKS) di masyarakat, khususnya dalam mendukung kesejahteraan anak-anak di yayasan dan panti asuhan. []