Beranda blog Halaman 1267

Ahli Komputer Jelaskan Perjalanan Revolusi Industri 1.0 Hingga 5.0

0
Muttaqin, Dosen Teknik Komputer dari Universitas Sains Cut Nyak Dhien. (Foto: Dok. Pribadi Muttaqin)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Revolusi industri telah menjadi tonggak sejarah dalam evolusi masyarakat manusia. Dari awal dimulainya era industri hingga saat ini, perubahan signifikan telah terjadi dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Untuk membahas perjalanan revolusi industri dari era pertama hingga yang terbaru, Nukilan.id berkesempatan mewawancarai Muttaqin, Dosen Teknik Komputer dari Universitas Sains Cut Nyak Dhien.

Muttaqin mulai menjelaskan bahwa revolusi industri dimulai pada akhir abad ke-18 dengan Revolusi Industri 1.0 yang ditandai dengan peralihan dari produksi tangan menjadi produksi mesin di pabrik-pabrik.

“Revolusi Industri 1.0 membawa perubahan besar dalam proses produksi dan membuka jalan bagi kemajuan teknologi yang lebih lanjut.” Ujarnya kepada Nukilan.id (04/03/2024).

Selanjutnya Muttaqin menerangkan, Revolusi Industri 2.0 pada awal abad ke-20 menghadirkan listrik dan jalur produksi berbasis massa.

“Ini adalah era di mana perakitan berlangsung dalam skala besar dan kecepatan produksi meningkat secara signifikan,” ungkapnya lagi.

Ia menegaskan, revolusi Industri 3.0, yang dimulai pada akhir abad ke-20, membawa revolusi digital dengan munculnya komputer dan otomatisasi.

“Ini adalah era di mana komputer mulai memainkan peran kunci dalam proses produksi dan administrasi,” tambahnya.

Sementara itu, Revolusi Industri 4.0 memperkenalkan konsep Industri 4.0 yang menggabungkan teknologi digital, fisik, dan biologis.

“Konektivitas yang lebih tinggi, kecerdasan buatan, dan Internet of Things (IoT) adalah karakteristik utama dari era ini,” jelas Muttaqin.

Dalam konteks Revolusi Industri 5.0 yang sedang berkembang, Muttaqin menyoroti integrasi yang lebih besar antara manusia dan mesin.

“Kolaborasi antara manusia dan kecerdasan buatan, serta fokus pada keberlanjutan dan kesejahteraan sosial, menjadi fokus utama dari Revolusi Industri 5.0,” tandasnya.

Muttaqin menjelaskan, Revolusi Industri 5.0 sebagai era di mana manusia kembali menjadi pusat proses produksi, bekerja bersama mesin secara harmonis. Fokusnya adalah pada personalisasi produksi, keberlanjutan, dan penggunaan teknologi untuk meningkatkan kemanusiaan

“Teknologi seperti AI lanjutan, robotika kolaboratif (cobots), dan teknologi augmented reality (AR) dalam memperkuat interaksi manusia-mesin dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih adaptif dan fleksibel,” katanya.

Muttaqin juga mengatakan tentang bagaimana Revolusi Industri 5.0 dapat membantu mengatasi beberapa tantangan yang dihadapi oleh Revolusi Industri 4.0, seperti kekhawatiran atas hilangnya pekerjaan karena otomatisasi dan pentingnya keberlanjutan lingkungan.

Di tanggapan akhir kepada Nukilan Muttaqin mengungkapkan, perjalanan revolusi industri dari era pertama hingga yang terbaru tidak hanya mengubah wajah produksi dan ekonomi global, tetapi juga memengaruhi cara manusia bekerja, hidup, dan berinteraksi satu sama lain. Dengan terus beradaptasi dan memanfaatkan perkembangan teknologi, manusia diharapkan dapat menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang yang dibawa oleh era Revolusi Industri 5.0.

Reporter: Akil Rahmatillah

Optimisme Melonjak Suara Illiza Sa’aduddin Djamal, Siap Berjuang di Senayan

0
Hj Illiza Sa'aduddin Djamal, SE. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.ID – Optimisme melimpah bagi Calon Legislatif Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dari fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Illiza Sa’aduddin Djamal, yang yakin akan kembali menapaki lorong-lorong kekuasaan di Senayan.

Keyakinan tersebut disokong oleh hasil pleno rekapitulasi suara yang baru-baru ini digelar di 15 Kabupaten/Kota di Aceh, Dapil 1.

Ketua Konsultan Data dan Informasi (Kamarhitung) Illiza Sa’aduddin Djamal, Kun Misbahul Munawwarah, dengan penuh keyakinan mengumumkan bahwa Illiza berhasil mengumpulkan dukungan sebanyak 110.556 suara badan. Angka ini mencerminkan peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan suara yang diperolehnya pada Pemilu sebelumnya yang hanya mencapai 32.160 suara.

“Dengan peningkatan sebanyak 78.396 pemilih, Insyaallah Ibu Illiza akan melanjutkan perjuangan di DPR RI periode 2024-2029,” ungkap Kun dalam konferensi pers di Banda Aceh, pada hari Senin (4/3/2024).

Kun menjelaskan lebih lanjut bahwa berdasarkan persentase pemilih badan di tingkat DPT Kabupaten/Kota, Illiza meraih suara terbanyak di Kabupaten Simeulue, mencapai 29,5 persen, diikuti oleh Banda Aceh dengan 11,7 persen, dan Aceh Besar dengan 11,6 persen.

Lebih lanjut, berdasarkan perolehan suara badan Illiza, suara tertinggi diperoleh di Kabupaten Aceh Besar, yakni sebanyak 33.869 suara, sementara suara terendah tercatat di Kabupaten Gayo Lues, hanya 71 suara.

“Illiza juga berhasil memperoleh dukungan yang cukup signifikan di Kabupaten Simeulue, dengan total 19.428 suara,” tambahnya.

Tidak hanya itu, tren kenaikan suara untuk fraksi PPP juga cukup mencolok, meningkat sebanyak 34,3 persen dibandingkan dengan Pemilu 2019. Jumlah suara PPP yang sebelumnya mencapai 101.895 suara, kini meningkat menjadi 136.931 suara.

“Meskipun terdapat satu kecamatan di Pidie yang belum menyerahkan hasil pleno, namun data ini sudah memiliki tingkat akurasi 99 persen,” tutup Kun. [Edt]

Pengamat Politik Ungkap Alasan Partai Islam Tak Pernah Menangkan Pemilu

0
akademisi Universitas Malikussaleh (Unimal) Lhokseumawe, Teuku Kemal Fasya. (Foto: Ist)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pemilu 1999 menjadi ajang banyak partai Islam untuk unjuk gigi. Pasalnya, saat itu disahkan UU No 2 Tahun 1999 yang mengganti aturan UU No 3 Tahun 1985 tentang ideologi parpol. Aturan baru tersebut mengizinkan partai berdiri atas asas yang beragam, tak hanya Pancasila.

Maka muncullah partai-partai dengan beragam ideologi, termasuk partai Islam. Saat itu, terdapat sembilan parpol Islam yang ikut dalam Pemilu 1999.

Beberapa Pemilu digelar, ada fenomena menarik yang Nukilan.id lihat, Partai politik berbasis Islam hingga Pemilu terakhir tak pernah menjadi pemenang. Padahal, Indonesia merupakan negara dengan populasi umat Islam terbesar di dunia.

Menurut data web resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU), pada Pemilu 1999 partai Islam mendapatkan 34,2 persen suara, lalu pada Pemilu 2004 mengalami peningkatan menjadi 43,27 persen suara. Namun, pada Pemilu 2009 jumlah suara partai Islam turun menjadi 30 persen. Pada Pemilu 2014 mengalami peningkatan dengan perolehan 31,41 persen. Sedangkan, pada Pemilu 2019, lima partai berbasis Islam hanya mampu mendapat 30 persen suara.

Fenomena ini tentu menimbulkan tanda tanya, kenapa partai berbasis Islam tidak mampu menjadi pemenang pemilu? Untuk menjawab fenomena tersebut, Nukilan.id mencoba menghubungi Pengamat Politik Universitas Malikussaleh, Teuku Kemal Fasya.

Menanggapi fenomena tersebut, Teuku Kemal Fasya, mengatakan ada beberapa faktor yang menjadi alasan kenapa partai berbasis Islam tidak pernah memenangkan pemilu.

Pertama, karakteristik politik nasional di Indonesia lebih menyukai hal yang moderat. Sejak awal pendirian Republik Indonesia, bapak pendiri bangsa Indonesia tidak menginginkan polarisasi yang berbasis agama ikut menentukan atau menjadi kekuatan utama dalam politik nasional.

“Misalnya Soekarno sendiri walaupun di Kabinetnya pernah ada Partai Masyumi dan bahkan mereka memberontak melalui PRRI, itu tidak pernah menjadi kekuatan utama,” ujar Teuku Kemal Fasya.

Kedua, kualitas sumber daya manusia pada partai berbasis Islam sangat mempengaruhi orang memilih partai tersebut. Masyarakat Indonesia dominan akan memilih sosok yang memiliki kemampuan membangun Islam yang moderat.

Hal tersebut dibuktikan perolehan suara PKB yang lebih besar dibandingkan perolehan suara dari partai berbasis Islam lainnya. Hal tersebut juga tidak terlepas dari PKB yang hadir dengan semangat moderasi sejak awal berdirinya.

“Gusdur mendirikan PKB bukan ingin menonjolkan semangat Islamisme dan Gusdur tidak mau sama sekali menjadikan agama Islam itu sebagai politik identitas dalam berpolitik,” katanya.

Faktor ketiga, role model tokoh politik di Indonesia adalah dari kalangan priyai seperti Soekarno dan Mohammad Hatta. Kelompok priayi tidak pernah menonjolkan simbol keislaman untuk kepentingan politik, akan tetapi yang ditonjolkan adalah simbol keindonesiaannya. Hal tersebut berbeda dengan di timur tengah terutama di Maroko. Role model tokoh politik di Maroko lebih kepada kaum Agamawan (sufisme).

“Jadi kaum priayi itu adalah kaum terdidik Islam yang tidak punya pikiran bersifat polos, mereka memiliki pemikiran maju dan modern serta juga melakukan kritik terhadap praktek khurafat atau takhayul,” ucap Pengamat politik Universitas Malikussaleh tersebut.

Reporter: Akil Rahmatillah

Dampak Positif PAUD dan TK Al Fattah Karim dalam Penerapan Konsep Market Day

0
Konsep Market Day yang Diterapkan oleh PAUD dan TK Al Fattah Karim "Meneladani Perniagaan Rasulullah SAW". (Dok. Pribadi Sekolah)

NUKILAN.ID | Banda Aceh – Learning by doing atau belajar dengan cara melakukan merupakan pendekatan yang sangat efektif untuk anak usia dini. Hal ini disebabkan anak-anak pada usia lebih memahami konsep-konsep abstrak melalui pengalaman langsung. Dengan mengadopsi konsep market day yang meneladani perniagaan Rasulullah, anak-anak dapat belajar tentang nilai-nilai ekonomi (bisnis), kejujuran, dan keadilan, juga sambil mengasah keterampilan sosial dan keterampilan matematika dalam konteks yang nyata.

Dalam konteks ini, anak-anak akan terlibat dalam berbagai aktivitas seperti merencanakan produk yang akan dijual, menetapkan harga, berinteraksi dengan pelanggan, dan mengelola uang hasil penjualan. Melalui pengalaman ini, mereka akan belajar tentang nilai-nilai moral dan etika dalam berbisnis serta mengembangkan pemahaman mereka tentang konsep ekonomi dan matematika dasar. Dalam teori belajar piaget, proses asimilasi akan terjadi ketika anak-anak memasukkan informasi baru yang mereka peroleh dari pengalaman market day ke dalam kerangka kognitif mereka yang sudah ada.

CEO Save Education Aceh (SEA) sekaligus guru SMPN 1 Banda Aceh, Aishah memberikan tanggapan terhadap PAUD dan TK Al Fattah Karim yang menerapkan konsep market day tersebut. Ia mengatakan, dalam konsep ini mereka mungkin akan mengaitkan konsep-konsep bisnis (dalam hal transaksi, interaksi) dan nilai-nilai moral yang mereka pelajari dengan pengalaman sehari-hari mereka. Sementara itu, proses akomodasi akan terjadi ketika mereka harus menyesuaikan kerangka kognitif mereka untuk memahami konsep-konsep baru yang mereka pelajari melalui pengalaman market day.

Hal ini sesuai dengan pendekatan belajar oleh piaget, di mana pengalaman langsung dan interaksi dengan lingkungan menjadi kunci utama dalam pengembangan kognitif anak. Pengalaman langsung melalui belajar dengan cara melakukan bagi anak-anak sangat penting karena anak -anak dapat merasakan, melihat, mendengar, dan meraba sendiri yang membantu mereka memahami konsep secara lebih baik daripada hanya membaca atau mendengarkan penjelasan. Integrasi pengetahuan dalam kegiatan “Market Day” dengan konsep meneladani perniagaan Rasulullah, anak-anak menggunakan pengetahuan dan pengalaman mereka tentang bagaimana pasar seharusnya berfungsi untuk memahami bagaimana mereka harus berperilaku dalam kegiatan tersebut.

Aishah juga menyampaikan, mereka mengasimilasi konsep-konsep pasar, transaksi jual beli, dan interaksi sosial ke dalam kerangka pengetahuan mereka. Kemudian akan membantu proses pembentukan konsep. Melalui kegiatan ini, anak-anak dapat mengembangkan konsep-konsep tentang kegiatan ekonomi, interaksi sosial, dan prinsip-prinsip moral yang mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari mereka. Mereka menggunakan pengalaman langsung mereka untuk memperluas pemahaman mereka tentang bagaimana dunia bekerja.

Penggunaan “Konsep Perniagaan Rasulullah dalam Aktivitas Market Day untuk Anak Usia Dini” bisa membawa berbagai pelajaran yang relevan dengan prinsip-prinsip dan konsep yang diajarkan oleh Rasulullah. Ada beberapa hal penting yang dapat diangkat dari prinsip dan konsep Rasulullah yang dapat diterapkan dalam aktivitas tersebut antara lain, pertama keadilan Rasulullah dikenal sebagai sosok yang adil dalam berbisnis dan berinteraksi dengan orang lain. Dalam aktivitas ini, anak-anak dapat belajar tentang pentingnya memperlakukan orang lain dengan adil, baik dalam hal menentukan harga barang, pembagian keuntungan, maupun dalam berinteraksi dengan pembeli. Kedua, kejujuran yakni Rasulullah menekankan pentingnya kejujuran dalam segala hal. Melalui aktivitas market day, anak-anak dapat belajar bahwa kejujuran sangat penting dalam berniaga, mulai dari menyebutkan harga dengan jujur, memberikan informasi yang benar tentang produk yang dijual sehingga dapat menjaga kepercayaan dari si pembeli.

Ketiga, empati dan kepedulian, Rasulullah mengajarkan nilai-nilai empati dan kepedulian terhadap sesama. Anak-anak dapat belajar untuk memahami kebutuhan dan keinginan si pembeli, serta mengembangkan sikap empati terhadap orang lain. Keempat, berbagi dan memberi, Rasulullah mendorong ummatnya untuk berbagi rezeki dengan orang lain. Di market day, anak-anak diajarkan untuk berpikir tentang bagaimana mereka dapat menggunakan keuntungan yang diperoleh dari bisnis mereka untuk membantu orang lain yang membutuhkan.

“Sifat-sifat rasulullah SAW menjadi paradigma yang menjadi pegangan pendidikan karena dalam ajarannya serta praktik yang dilakukan rasulullah mencerminkan sifat Kejujuran, yaitu Rasulullah SAW dikenal sebagai Rasul yang sangat jujur dalam segala aspek kehidupannya,” ucapnya saat diwawancarai Nukilan.id, Senin (4/3/2024).

Lanjutnya, kejujuran merupakan nilai yang sangat penting. Anak-anak dapat belajar untuk meneladani sifat kejujuran Rasulullah dengan berusaha untuk selalu jujur dalam bertransaksi, baik sebagai penjual maupun pembeli. Kepercayaan, Rasulullah SAW juga dikenal sebagai sosok yang dapat dipercaya dalam segala hal. Dalam perniagaan, kepercayaan antara penjual dan pembeli sangat penting. Anak-anak dapat belajar untuk meneladani sifat kepercayaan Rasulullah dengan membangun hubungan saling percaya dalam kegiatan ini. Keadilan, Rasulullah SAW senantiasa mendorong keadilan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam berdagang. Anak-anak dapat belajar untuk meneladani sifat keadilan Rasulullah dengan memperlakukan semua orang dengan adil dan setara dalam kegiatan perniagaan mereka.  Dan yang paling penting pada tahap ini adalah kasih sayang, Rasulullah SAW juga dikenal sebagai sosok yang penuh kasih sayang dan perhatian terhadap sesama serta masih banyak pula nilai-nilai yang dapat diambil dalam konsep ini.

Aishah sangat mengapresiasi tugas mulia guru-guru di PAUD dan TK Al Fattah Karim terkhusus Kepala sekolah yaitu Dewi heryati, S.Pd dan seluruh guru guru yang telah menginisiasi program ini. Ia berharap, guru ini terus melakukan yang terbaik untuk anak didiknya, melalui sekolah sebagai tempat berlangsungnya aktivitas pembentukan karakter anak sudah sepatutnya diawali dengan keteladanan dari Rasulullah SAW sebagaimana adalah sosok yang menjadi contoh teladan untuk ditiru.

“Kita pelajari pesannya karena sekolah bukan hanya sebagai tempat anak belajar, namun sekolah juga sebagai tempat belajar semua baik anak, guru, orangtua, dan masyarakat,” ucapnya.

Maka, market day dengan konsep meneladani perniagaan Rasulullah adalah konsep yang sangat bagus yang diangkat oleh TK PAUD ini menjadi acara atau aktivitas mengasah keterampilan praktis dan pemahaman konseptual mereka, sambil juga menginternalisasi nilai-nilai moral dan etika yang penting.

“Anak-anak akan belajar tentang kebahagiaan berbagi dengan orang lain, meskipun mereka mungkin belum memahami konsep filantropi, mereka akan merasakan kebahagiaan ketika mereka memberikan sesuatu kepada orang lain,” pungkasnya. [Auliana Rizky]

Menebar Kebaikan, Komunitas BG Skin Siapkan 500 Porsi Makan Gratis per Hari

0
Rumah makan gratis inisiatif Komunitas BG Skin. (Foto: For Nukilan)

Nukilan.id – Komunitas BG Skin membuka rumah makan gratis tanpa syarat di kompleks pertokoan Bundaran Apollo Gempol, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Jumat, 1 Maret 2024.

Rumah makan gratis tanpa syarat ini didirikan bertepatan dengan usia brand BG Skin yang menginjak tahun ke-4. Kesuksesan BG Skin sebagai brand skincare ingin memberikan manfaat bagi masyarakat luas dalam wujud kegiatan sosial melalui Rumah Makan Gratis BG Skin. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa sebagai brand, BG Skin ikut berkontribusi menebar kebaikan di Indonesia.

Ketua Komunitas BG Skin Berbagi Vonny Afiyah berharap, Rumah Makan Gratis BG Skin ini bisa memberikan manfaat untuk masyarakat luas.

“Kami memang berkomitmen untuk bisa berkontribusi dan berbagi kebahagiaan serta keceriaan dengan masyarakat. Makanya, kami sepakat dirikan rumah makan ini,” katanya.

Dia mengatakan, konsep rumah makan gratis ini sengaja dipilih karena banyak masyarakat yang membutuhkan makan, dalam arti luas makan yang sehat dan bergizi. Karenanya, ia ingin memberikan makan gratis yang sehat bagi siapa pun yang datang ke rumah makan ini, tanpa syarat secara gratis.

“Jadi kami siapkan 500 porsi setiap hari. Masyarakat tanpa terkecuali bisa mendapatkannya secara gratis. Tapi, diutamakan yang membutuhkan,” terangnya.

Ia juga berterimakasih kepada para perempuan diluar sana yang telah mempercayakan BG Skin sebagai sahabat intuk mempercantik diri.

“Dan yang perlu diketahui, bagi masyarakat yang membeli produk BG Skin, secara tidak langsung sudah berdonasi untuk kegiatan sosial rumah makan gratis ini,” ungkapnya.

Sebagian dari penjualan produk BG Skin, didonasikan untuk berbagi kepada sesama dan membantu masyarakat yang lebih membutuhkan.

Ia menyebut, rumah makan ini akan buka setiap hari pukul 11.00 WIB sampai selesai. Sementara pada bulan Ramadan, Rumah Makan Gratis BG Skin buka pukul 17.00 WIB sampai selesai.

Vonny menyebut, ke depan Komunitas BG Skin Berbagi akan terus melakukan kegiatan sosial lainnya, yang bertujuan untuk membantu masyarakat serta berbagi keberkahan

“Kami bersyukur karena bisa berbagi kepada sesama yang membutuhkan melalui kegiatan sosial yang dilakukan oleh Komunitas BG Skin Berbagi ini,” tutupnya.

Mantan Aktivis Lingkungan: Generasi Muda Pemangku Lingkungan yang Peduli

0
Tenaga Ahli Pj Bupati Gayo Lues, Muhammad Nur. (Foto: Dok. Pribadi M Nur)

NUKILAN.ID – Semakin meningkatnya kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan hidup di kalangan generasi muda menjadi sebuah sorotan positif. Muhammad Nur, seorang mantan aktivis lingkungan yang telah lama berjuang untuk penyadaran ini, turut memberikan pandangan tentang tren positif ini.

Menurut Muhammad Nur, dalam beberapa tahun terakhir, ia telah melihat perubahan yang menggembirakan dalam kesadaran lingkungan di kalangan generasi muda.

“Mereka semakin sadar akan pentingnya menjaga lingkungan dan memahami bahwa tindakan kecil mereka dapat berdampak besar bagi bumi kita,” ujar Muhammad Nur kepada Nukilan.id (04/03/2024).

Muhammad Nur menyoroti bahwa aksi-aksi sederhana seperti memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, dan mendukung produk ramah lingkungan semakin umum dilakukan oleh generasi muda.

“Ini menunjukkan bahwa mereka tidak hanya mendengarkan, tetapi juga bertindak untuk merawat planet kita,” tambahnya.

Selain itu, Muhammad Nur juga menyebutkan bahwa semakin banyaknya gerakan dan kampanye lingkungan yang dipimpin oleh generasi muda adalah bukti kuat dari kesadaran mereka.

“Mereka aktif dalam demonstrasi, melakukan kegiatan pembersihan lingkungan, dan mengedukasi masyarakat sekitar tentang pentingnya menjaga lingkungan,” ungkap pemerhati lingkungan ini.

Namun demikian, Muhammad Nur menekankan bahwa masih ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk mencapai keberlanjutan lingkungan yang lebih baik.

“Kesadaran ini harus terus ditingkatkan dan diterjemahkan menjadi tindakan nyata di semua lapisan masyarakat. Kita perlu bekerja sama untuk melindungi bumi kita bagi generasi mendatang,” tegasnya.

Dirinya berharap, dengan semangat dan kesadaran yang semakin meningkat di kalangan generasi muda, harapan untuk masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan semakin mendekati kenyataan.

Pemko Banda Aceh Siap Kendalikan Inflasi Jelang Ramadhan

0
Forkopimda Banda Aceh bersama Kepala BI Perwakilan Aceh meninjau pasar murah di Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh, pada Senin 26 Februari 2024. (Foto: Dok. Pemko Banda Aceh)

Nukilan.id – Pemerintah Kota Banda Aceh mengambil langkah-langkah pengendalian inflasi dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan dan hari raya Idul Fitri. Fokus utama adalah menjaga ketersedian pangan sehingga inflasi bisa terkendali.

Adapun inflasi Banda Aceh saat ini masih terkendali, yakni 1,78 persen secara year on year (yoy) dan 0,55 persen moth to month (mtm). Sementara inflasi nasional tercatat 2,75 persen (yoy) dan 0,37 persen (mtm).

Sementara faktor pendorong inflasi disebabkan oleh komoditi beras, tomat, dan daging ayam ras. Untuk itu, Pemko Banda.Aceh bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TIPD) melakukan beberapa langkah startegis, salah satunya operasi pasar murah di beberapa titik di setiap kecamatan.

Kemudian melaksanakan sidak ke pasar dan distributor agar tidak menahan barang, seperti di Pasar Al Mahirah, Pasar Setui, dan Pasar Aceh. 

Pemantauan harga dan stok untuk memastikan kebutuhan pokok tersedia, hingga kerja sama dengan daerah penghasil komoditi untuk kelancaran pasokan pangan juga terus dilakukan.

Dan yang tak kalah penting, Pemko Banda Aceh turut mencanangkan gerakan menanam di perkarangan rumah warga serta rutin melakukan rapat teknis TPID yang dipimpin oleh wali kota bersama Forkopinda.

Pj Wali Kota Banda Aceh Amirudfin mengatakan bahwa stok pangan masih stabil menjelang Ramadan, berkat keseriusan pihaknya bersama TIPD untuk terus menjaga dan memonitor pergerakan harga pangan, terutama yang dibutuhkan menjelang bulan puasa dan hari raya.

“Mengingat kebutuhan masyarakat pasti meningkat selama puasa, sehingga mungkin harga pangan sedikit bergejolak. Hal inilah yang sangat penting bagi kami untuk melakukan pengendalian agar inflasi tetap terkendali dan tidak terjadi kenaikan yang signifikan,” tuturnya, Senin, 4 Maret 2024.

Pj wali kota juga mengharapkan selama Ramadan dan Idul Fitri, agar keamanan dan ketertiban bisa terjaga dan terkendali, baik dalam beribadah maupun dalam roda ekonomi. “Kami sudah melakukan penetapan titik-titik penjualan daging meugang dan penganan berbuka di beberapa kawasan,” ujarnya.

Hal ini dilakukan agar tidak terjadi kemacetan dan kesemrawutan di jalan-jalan dan pusat kuliner. “Oleh sebabnya, kami meminta jajaran dinas terkait, mulai dari dinas perindag, dinas pangan, dinas perhubungan, hingga satpol pp untuk saling berkoordinasi di lapangan.” []

Kunjungan Turis Asing ke Aceh Turun 48,11 Persen di Januari 2024

0
Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh.(Foto: Shutterstock.R.A Karamullah)

Nukilan.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sebanyak 2.389 turis asing atau wisatawan mancanegara (wisman) berkunjung ke Provinsi Aceh selama Januari 2024, yang didominasi oleh turis asal negara Malaysia.

“Wisman yang masuk ke Aceh pada Januari 2024 sebanyak 2.389 orang,” kata Kepala BPS Aceh Ahmadriswan Nasution di Banda Aceh, Sabtu.

BPS mencatat, pada Januari 2024, wisman asal Malaysia yang berkunjung ke Aceh sebanyak 1.867 orang, asal Australia 65 orang, Prancis 34 orang, Belanda 25 orang, Thailand, Inggris, Singapura masing-masing 22 orang, Jerman 19 orang, Amerika Serikat 14 orang, dan ratusan dari berbagai negara lainnya.

Menurut dia, tingkat kunjungan wisman ke Tanah Rencong pada awal tahun 2024 ini mengalami penurunan dibanding Desember 2023 yang mencapai 4.604 orang.

“Angka (2.389 orang, red) ini terjadi penurunan 48,11 persen dibanding Desember 2023,” katanya.

Berdasarkan data BPS, kunjungan wisatawan asal Malaysia ke Aceh memang selalu dominan setiap bulan. Selama 2023, BPS mencatat 22.089 wisman asal Negeri Jiran yang berkunjung ke Tanah Rencong.

Meliputi pada Januari sebanyak 1.157 orang turis Malaysia, kemudian Februari sebanyak 1.703 orang, Maret sebanyak 1.588 orang, April sebanyak 886 orang, dan pada Mei mencapai 2.017 orang.

Selanjutnya pada Juni sebanyak 1.701 orang turis Malaysia, Juli sebanyak 1.866 orang, Agustus mencapai 2.592 orang, September sebanyak 2.104 orang warga Malaysia, Oktober 1.468 orang, November 2.137 orang, dan Desember 2.870 orang.

Selain itu, BPS mencatat untuk penerbangan domestik pada Januari 2024 sebanyak 21.985 penumpang dan penerbangan internasional sebanyak 9.063 penumpang.

“Masih berkaitan dengan kunjungan wisatawan yaitu tingkat penghunian kamar hotel berbintang di Aceh selama Januari 2024 sebesar 24,23 persen atau mengalami penurunan 11,74 poin dibanding Desember 2023 yaitu sebesar 35,97 persen,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala BPS Aceh Ahmadriswan Nasution mengatakan peningkatan kunjungan turis asing ke Tanah Rencong itu mulai terlihat setelah pemerintah Indonesia membuka rute penerbangan internasional langsung dari Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh Besar pada akhir tahun 2022 lalu.

“Paling dominan (wisman) ke Banda Aceh dan Sabang. Wisatawan kebanyakan dari Malaysia, karena wisata Islami dan dekat (antara-Aceh dan Malaysia),” ujarnya.

Sumber: Republika

DLHK Aceh Terapkan Sembilan Langkah Cegah Deforestasi

0
Ilustrasi kerusakan hutan Aceh. (Foto: lintasgayo)

Nukilan.id – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Aceh menjalankan sembilan langkah dalam upaya mencegah deforestasi (kehilangan tutupan) hutan yang selama ini terus terjadi di berbagai wilayah di Aceh.

“Ada sembilan langkah yang terus dilakukan untuk penanganan dan upaya menghindari deforestasi tidak terjadi secara masif,” kata Sub Koordinator Inventarisasi Perencanaan Hutan DLHK Aceh, Dedek Hadi, di Banda Aceh, Sabtu (2/3/2024).

Dedek menerangkan, luas kawasan hutan dan perairan Aceh mencapai 3,550 hektar, terbagi dari 1 juta hektar hutan konservasi (termasuk perairan), hutan lindung sekitar 1,7 juta hektar dan hutan produksi 710 ribu hektar.

Terkait angka deforestasi hutan alam Aceh terakhir pada 2021-2022 lebih kurang mencapai 5,3 ribu hektar. Di mana 2,8 ribu hektar dalam kawasan hutan dan 2,5 ribu hektar di luar kawasan hutan.

Guna mencegah deforestasi ini, DLHK Aceh melakukan berbagai upaya di antaranya meningkatkan efektivitas Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) yang merupakan perpanjangan tangan dari pemerintah.

“Pasca berlakunya undang-undang tentang pemerintahan daerah, saat itu enam KPH wajib mengelola 3,5 juta hektar Aceh,” ungkapnya.

Kemudian, kata Dadek, DLHK Aceh meningkatkan efektivitas perlindungan dan pengamanan hutan serta penyuluhan peningkatan kesadaran masyarakat.

Dalam hal ini, pihaknya melatih para 150 penyuluh dari masyarakat lokal di sekitar kawasan hutan dalam upaya pemulihan.

DLHK juga memberikan akses legal masyarakat melalui perhutanan sosial dan hutan adat. Terakhir yang sudah berjalan di 86 unit atau di kawasan sekitar 162.288 hektar.

Selanjutnya, juga dilaksanakan pendampingan operasional perhutanan sosial yang telah terbit persetujuan baik dalam hal kualitas, keberlanjutan, hilirisasi, nilai tambah komoditi dan pasar.

“Tujuannya juga untuk membangun ownership. Di mana masyarakat akan menjaga secara sukarela,” pungkasnya. [Infopublik]

Jelang Ramadhan, Harga Daging Sapi di Banda Aceh Masih Stabil

0
Daging sapi di Pasar Al-Mahirah Lamdingin, Banda Aceh. (Foto:Nukilan/Rezi)

Nukilan.id – Menjelang bulan suci Ramadhan 1445 Hijriah, harga daging sapi di Pasar Al-Mahirah Lamdingin, Banda Aceh, masih terpantau stabil.

Berdasarkan hasil liputan langsung tim media Nukilan di lokasi, Senin (4/3/2024), harga daging sapi kualitas nomor satu masih di kisaran Rp 150 ribu per kilogram. Sedangkan, daging sapi kualitas nomor dua dijual dengan harga Rp 120 ribu per kilogram.

Salah seorang pedagang daging sapi, Farhan, mengatakan bahwa harga daging sapi masih stabil dan belum ada tanda-tanda kenaikan.

“Harga daging sapi masih stabil, untuk saat ini belum ada kenaikan,” kata Farhan.

Ia memprediksi harga daging sapi akan naik pada hari meugang, tradisi menyambut bulan Ramadhan di Aceh.

“Harga daging di hari meugang puasa kemungkinan Rp 180 ribu, tidak mencapai Rp 200 ribu,” ujarnya.

Sementara itu, harga tulangan sapi di Pasar Al-Mahirah Lamdingin juga masih stabil di kisaran Rp 60 ribu per kilogram. [Rjf]