Thursday, May 30, 2024

Ahli Komputer Jelaskan Perjalanan Revolusi Industri 1.0 Hingga 5.0

NUKILAN.id | Banda Aceh – Revolusi industri telah menjadi tonggak sejarah dalam evolusi masyarakat manusia. Dari awal dimulainya era industri hingga saat ini, perubahan signifikan telah terjadi dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Untuk membahas perjalanan revolusi industri dari era pertama hingga yang terbaru, Nukilan.id berkesempatan mewawancarai Muttaqin, Dosen Teknik Komputer dari Universitas Sains Cut Nyak Dhien.

Muttaqin mulai menjelaskan bahwa revolusi industri dimulai pada akhir abad ke-18 dengan Revolusi Industri 1.0 yang ditandai dengan peralihan dari produksi tangan menjadi produksi mesin di pabrik-pabrik.

“Revolusi Industri 1.0 membawa perubahan besar dalam proses produksi dan membuka jalan bagi kemajuan teknologi yang lebih lanjut.” Ujarnya kepada Nukilan.id (04/03/2024).

Selanjutnya Muttaqin menerangkan, Revolusi Industri 2.0 pada awal abad ke-20 menghadirkan listrik dan jalur produksi berbasis massa.

“Ini adalah era di mana perakitan berlangsung dalam skala besar dan kecepatan produksi meningkat secara signifikan,” ungkapnya lagi.

Ia menegaskan, revolusi Industri 3.0, yang dimulai pada akhir abad ke-20, membawa revolusi digital dengan munculnya komputer dan otomatisasi.

“Ini adalah era di mana komputer mulai memainkan peran kunci dalam proses produksi dan administrasi,” tambahnya.

Sementara itu, Revolusi Industri 4.0 memperkenalkan konsep Industri 4.0 yang menggabungkan teknologi digital, fisik, dan biologis.

“Konektivitas yang lebih tinggi, kecerdasan buatan, dan Internet of Things (IoT) adalah karakteristik utama dari era ini,” jelas Muttaqin.

Dalam konteks Revolusi Industri 5.0 yang sedang berkembang, Muttaqin menyoroti integrasi yang lebih besar antara manusia dan mesin.

“Kolaborasi antara manusia dan kecerdasan buatan, serta fokus pada keberlanjutan dan kesejahteraan sosial, menjadi fokus utama dari Revolusi Industri 5.0,” tandasnya.

Muttaqin menjelaskan, Revolusi Industri 5.0 sebagai era di mana manusia kembali menjadi pusat proses produksi, bekerja bersama mesin secara harmonis. Fokusnya adalah pada personalisasi produksi, keberlanjutan, dan penggunaan teknologi untuk meningkatkan kemanusiaan

“Teknologi seperti AI lanjutan, robotika kolaboratif (cobots), dan teknologi augmented reality (AR) dalam memperkuat interaksi manusia-mesin dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih adaptif dan fleksibel,” katanya.

Muttaqin juga mengatakan tentang bagaimana Revolusi Industri 5.0 dapat membantu mengatasi beberapa tantangan yang dihadapi oleh Revolusi Industri 4.0, seperti kekhawatiran atas hilangnya pekerjaan karena otomatisasi dan pentingnya keberlanjutan lingkungan.

Di tanggapan akhir kepada Nukilan Muttaqin mengungkapkan, perjalanan revolusi industri dari era pertama hingga yang terbaru tidak hanya mengubah wajah produksi dan ekonomi global, tetapi juga memengaruhi cara manusia bekerja, hidup, dan berinteraksi satu sama lain. Dengan terus beradaptasi dan memanfaatkan perkembangan teknologi, manusia diharapkan dapat menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang yang dibawa oleh era Revolusi Industri 5.0.

Reporter: Akil Rahmatillah

spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Must Read

- Advertisement -spot_img

Related News

- Advertisement -spot_img