Beranda blog Halaman 1266

Satu Rumah Warga Montasik Aceh Besar Hangus Terbakar

0

Rumah warga di Montasik, Aceh Besar yang terbakar. (Foto: Dok BPBD Aceh Besar)

Nukilan.id – Sebuah rumah berkonstruksi milik Syamsiah (75), warga Gampong Teubang Phui Baro, Kecamatan Montasik, Aceh Besar, hangus terbakar pada hari Minggu (3/3/2024) sekitar pukul 12.20 WIB.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar, Ridwan Jamil melalui Pusdalops Iqbal, menyatakan bahwa rumah tersebut telah digunakan sebagai gudang oleh pemiliknya dan tidak lagi ditempati.

“Ibu pemilik rumah telah pindah ke rumah baru yang diberikan oleh pemerintah kepada fakir miskin. Rumah baru tersebut dibangun di sebelah rumah lama,” kata Iqbal.

Rumah baru yang ditempati oleh Syamsiah hampir terkena dampak kebakaran tersebut, namun api hanya berhasil menjalar ke bagian dinding yang terbuat dari semen sehingga bisa dipadamkan.

Iqbal mengungkapkan bahwa penyebab kebakaran sedang diselidiki oleh pihak berwenang. Ketika petugas pemadam tiba di lokasi, warga setempat telah berhasil memadamkan api.

“Karena rumah yang terbakar berdekatan dengan meunasah, masyarakat dapat dengan mudah mengakses air untuk membantu dalam penanganan awal kebakaran,” jelas Iqbal. [Sammy]

Demo ke Kantor Gubernur, IMP Seramoe Mekkah Desak Pengesahan APBA

0
Aksi IMP Seramoe Mekkah di Kantor Gubernur Aceh Banda Aceh, pada Selasa 5 Maret 2024. (Foto: Nukilan/Rezi)

Nukilan.id – Puluhan massa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Pemuda (IMP) Seramoe Mekkah menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Aceh, pada Selasa (2/4). 

Aksi ini dilakukan untuk mendesak Pemerintah Aceh segera mengesahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) 2024.

Pantauan Nukilan di lokasi, massa tiba di lokasi sekitar pukul 11.45 WIB. Mereka terlihat membawa sejumlah poster yang berisi tuntutan mereka, seperti “Copot Sekda Aceh !!!” dan “Kami Butuh Pengesahan APBA, Bukan Pergub”.

Penanggung Jawab Aksi, Balma Almaldi, dalam orasinya mengatakan bahwa pihaknya kecewa dengan lambatnya proses pengesahan APBA 2024. 

Menurutnya, dengan tidak disahkannya APBA, banyak program pembangunan di Aceh yang terhambat, termasuk pertumbuhan ekonomi.

“Kami ingin mendesak Pemerintah Aceh segera mengesahkan APBA 2024. Hal ini sudah sangat mendesak karena banyak program pembangunan yang terhambat akibat APBA belum disahkan,” kata Balma.

Selain itu, massa aksi juga mendesak agar Sekda Aceh dicopot dari jabatannya. Mereka menilai Sekda Aceh tidak becus dalam menjalankan tugasnya, terutama dalam menyelesaikan proses pengesahan APBA 2024.

“Kami menilai Sekda Aceh tidak becus dan tidak mampu menyelesaikan tugasnya. Oleh karena itu, kami mendesak agar Sekda Aceh segera dicopot dari jabatannya,” tegasnya.

Massa aksi juga menuding eksekutif dan legislatif sebagai dalang di balik lambatnya proses pengesahan APBA 2024. Mereka menilai eksekutif dan legislatif tidak serius dalam menyelesaikan masalah ini dan hanya mempermainkan rakyat Aceh.

“Kami rasa eksekutif dan legislatif menjadi dalang dibalik semua ini. Mereka tidak serius dalam menyelesaikan masalah ini dan hanya mempermainkan rakyat Aceh,” pungkasnya. 

Reporter: Rezi

Bupati Abdya Terbitkan Edaran Penetapan Hari Meugang dan 1 Ramadan 1445 H

0
Foto: Dok Pemkab Abdya.
Foto: Dok Pemkab Abdya.

Nukilan.id – Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Darmansyah menerbitkan surat edaran terkait pelaksanaan hari meugang dan penetapan 1 Ramadan 1445 hijriah sebagai hari pertama puasa nanti.

Dalam surat nomor: 450/304 tentang Pelaksanaan Hari Meugang dan Penetapan 1 Ramadan 1445 Hijriah, Darmansyah menyebutkan bahwa hari meugang akan dilaksanakan pada Sabtu, 9 Maret 2024. Terkait titik lokasi penjualan daging dianjurkan di tempat aman, bersih, dan tidak mengganggu arus lalu lintas.

“Ternak yang akan dipotong harus sehat dan bebas dari penyakit menular yang dibuktikan dengan Surat Kir Kesehatan Ternak yang dikeluarkan oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Aceh Barat Daya,” demikian tertulis dalam surat tertanggal 4 Maret 2024 itu.

Selanjutnya terkait dengan penetapan 1 Ramadan 1445 H tetap berpedoman pada Keputusan Pemerintah Republik Indonesia, yaitu Kementerian Agama RI.

Saat ini dari Kementerian Agama RI sendiri belum menetapkan kapan 1 Ramadan 1445 H. Namun diberitakan organisasi Muhammadiyah telah resmi menetapkan awal Ramadan 1445 H jatuh pada 11 Maret 2024 yang tertuang dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 1/MLM/I.0/E/2024. [Sammy]

Harapan Mahasiswa Aceh Kepada Prabowo-Gibran Sebagai Pemenang Pilpres 2024

0
Prabowo-Gibran (Foto: Google)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kemenangan pasangan nomor urut 02, Prabowo-Gibran dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 telah menciptakan gelombang harapan dan ekspektasi baru, terutama di kalangan mahasiswa Aceh. Sebagai generasi muda yang bersemangat, mahasiswa Aceh menyampaikan aspirasi mereka kepada Prabowo-Gibran, memandang ke depan dengan harapan besar akan perubahan yang lebih baik di masa depan.

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Nukilan, beberapa mahasiswa Aceh mengekspresikan harapan dan impian mereka terhadap masa pemerintahan Prabowo-Gibran. Salah satunya adalah Naila, mahasiswa jurusan Ilmu Politik di salah satu perguruan tinggi di Banda Aceh.

“Kami berharap Prabowo Gibran dapat memberikan perhatian yang lebih besar terhadap pembangunan di daerah-daerah terpencil, termasuk di Aceh. Infrastruktur pendidikan dan kesehatan harus ditingkatkan untuk menjamin akses yang lebih baik bagi masyarakat di daerah terluar,” ungkap Naila kepada Nukilan, Selasa, (5/3/2024).

Selain itu, Rizky, mahasiswa jurusan Ekonomi, menyoroti pentingnya pembangunan ekonomi yang inklusif. Ia mengharapkan adanya kebijakan-kebijakan ekonomi yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata di seluruh wilayah.

“Harapannya ada kebijakan pemerataan ekonomi sehingga dapat mengurangi kesenjangan ekonomi antara daerah perkotaan dan pedesaan,” tutur Rizky.

Tidak hanya itu, Asri, mahasiswa jurusan Hukum, juga menekankan pentingnya perlindungan lingkungan dalam setiap kebijakan pemerintahan, hal ini dikarenakan Aceh memiliki potensi alam yang sangat besar.

“dan kami berharap Prabowo-Gibran dapat mengambil langkah-langkah yang berkelanjutan dalam menjaga dan melestarikan lingkungan hidup, serta memperhatikan hak-hak masyarakat adat,” ujar Asri.

Pesan-pesan ini mencerminkan aspirasi mahasiswa Aceh yang ingin melihat perubahan nyata dan progresif di bawah kepemimpinan Prabowo-Gibran. Sebagai pemimpin yang dipilih oleh rakyat, harapan masyarakat, termasuk mahasiswa Aceh, menjadi landasan penting dalam menjalankan roda pemerintahan ke depan.

Dengan demikian, mahasiswa Aceh siap memberikan dukungan konstruktif kepada Presiden dan Wakil Presiden terpilih, sambil terus mengawal dan mengingatkan pemerintahan untuk tetap berkomitmen pada pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan, serta memperjuangkan kepentingan seluruh rakyat Indonesia.

Reporter: Akil Rahmatillah

Capaian Kinerja Prof Mujiburrahman sebagai Rektor UIN Ar-Raniry: Sorotan Prestasi dan Harapan Masa Depan

0
Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Prof. Dr. Mujiburrahman, M.Ag. (Foto: Dok. Pribadi Prof. Dr. Mujiburrahman, M.Ag)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Periode kepemimpinan Profesor Mujiburrahman di Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry disorot secara mendalam oleh berbagai kalangan. Melalui tangan dinginnya, UIN Ar-Raniry mengalami berbagai transformasi signifikan yang mencerminkan komitmen kuat dalam pengembangan pendidikan dan pelayanan masyarakat.

Mengacu pada narasumber terpercaya dari kalangan mahasiswa, Helmi Yahya dan Asmaniaty, keduanya adalah sosok yang mengikuti perjalanan UIN Ar-Raniry di bawah kepemimpinan Prof Mujiburrahman dengan seksama.

Helmi Yahya, Ketua Umum IMABID/KIP-K UIN Ar-Raniry 2022-2023, mengungkapkan kekagumannya terhadap langkah-langkah strategis yang diambil oleh Prof Mujiburrahman selama menjabat sebagai rektor. Beliau berhasil mendorong terwujudnya berbagai program inovatif, mulai dari peningkatan fasilitas kampus hingga peluncuran beragam kegiatan akademik dan non-akademik.

“Di bawah kepemimpinan beliau, perubahannya sangat signifikan. Beliau mampu memdongkrak akreditasi kampus menjadi Unggul dan banyak event-event kemahasiswaan yang memperkaya pengalaman mahasiswa,” ujar Helmi kepada Nukilan, Selasa, (5/3/2024).

Sementara itu, Asmaniaty, mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry, menyoroti peran Prof Mujiburrahman dalam memperkuat relasi antara kampus dan masyarakat. Beliau aktif dalam membangun jejaring kerjasama dengan berbagai pihak, baik dalam skala lokal maupun internasional.

“Beliau banyak menjalin kerja sama dengan pihak luar, tentu hal ini memberikan dampak positif dalam pengembangan pendidikan dan riset di UIN Ar-Raniry,” kata Asmaniaty.

Kinerja Prof Mujiburrahman sebagai rektor juga dinilai berhasil mengangkat citra institusi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Capaian prestasi UIN Ar-Raniry di bawah kepemimpinan beliau telah menciptakan momentum positif bagi kemajuan universitas ke depan.

Meskipun demikian, Helmi Yahya dan Asmaniaty juga menyampaikan harapan mereka terhadap perjalanan masa depan UIN Ar-Raniry. Mereka menekankan pentingnya kelanjutan dan pengembangan program-program yang telah dicanangkan, serta perlunya peningkatan dalam memperkuat hubungan antara pimpinan universitas dengan mahasiswa dan stakeholder lainnya.

“Kami berharap agar visi dan komitmen Prof Mujiburrahman itu terus dijalankan. Dan kami berharap agar ketua-ketua lembaga mahasiswa lebih diperhatikan dan diapresiasi lagi,” tandas Amal, mencerminkan aspirasi dari kalangan mahasiswa yang berkomitmen untuk turut berkontribusi dalam mewujudkan cita-cita besar UIN Ar-Raniry.

Reporter: Akil Rahmatillah

Perempuan Muda dan Kesehatan Reproduksi: Pandangan dr. Masry SpAn

0
(dr Masry SpAn, spesialis anestesi, Foto: doc pribadi)

NUKILAN. ID | Aceh – Kesehatan reproduksi seksual dan tubuh menjadi sorotan utama bagi perempuan muda saat ini. Menurut dr. Masry SpAn, Wakil Ketua IDI Aceh, pemahaman dan perilaku perempuan muda terkait kesehatan reproduksi dan tubuh mereka telah mengalami perkembangan yang positif.

Dalam wawancara eksklusif dengan Nukilan.id, dr. Masry menjelaskan bahwa semakin banyak perempuan muda yang menyadari pentingnya merawat kesehatan reproduksi dan tubuh mereka sejak dini.

“Kesadaran ini merupakan langkah positif dalam pencegahan penyakit dan meningkatkan kualitas hidup,” ujar dr. Masry (05/03/2024).

Menurutnya, edukasi yang tepat dan mudah diakses adalah kunci utama dalam meningkatkan pemahaman perempuan muda tentang kesehatan reproduksi.

“Komitmen dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga kesehatan, dan komunitas, sangat diperlukan dalam menyediakan informasi yang akurat dan terpercaya mengenai kesehatan reproduksi seksual,” tambahnya.

Dr. Masry juga menyoroti pentingnya akses perempuan muda terhadap layanan kesehatan yang berkualitas.

“Dukungan dari pemerintah dan masyarakat dalam memperluas jangkauan layanan kesehatan reproduksi akan membantu perempuan muda untuk mendapatkan perawatan yang tepat saat dibutuhkan,” ungkapnya.

Dalam penutupannya, dr. Masry menekankan bahwa semakin meningkatnya kesadaran dan akses terhadap informasi serta layanan kesehatan, diharapkan perempuan muda dapat mengambil peran aktif dalam menjaga kesehatan reproduksi dan tubuh mereka, sehingga dapat hidup dengan lebih sehat dan berkualitas.

Analisis Mendalam: Tantangan Politik Basis Islam dalam Meraih Kemenangan di Pilpres

0
Suasana Demo 212 (Foto: Google)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dinamika politik Pemilihan Presiden (Pilpres) sangat menarik perhatian publik, terutama terkait dengan potensi kekuatan politik basis Islam. Namun, menurut pandangan Teuku Kemal Pasha, seorang pengamat politik dari Universitas Malikussaleh, kemungkinan besar politik basis Islam akan mengalami kendala signifikan dalam meraih kemenangan di Pilpres.

Menurut Kemal, ada beberapa faktor yang menjadi hambatan bagi politik basis Islam dalam meraih sukses di arena Pilpres. Salah satu faktor utama adalah fragmentasi dalam tubuh politik Islam itu sendiri.

“Tidak ada konsensus yang kuat di antara partai-partai politik Islam,” ujar Kemal kepada Nukilan.

Kemal menjelaskan bahwa ketiadaan kesatuan visi dan misi di antara partai-partai politik Islam sering kali menyulitkan upaya untuk memenangkan kontestasi politik, terutama dalam skala sebesar Pilpres. Selain itu, adanya polarisasi di kalangan umat Islam sendiri juga memperumit dinamika politik, dengan berbagai pilihan politik yang tersedia.

“Tidak semua kalangan Islam sepakat dengan satu figur atau satu arah politik tertentu. Ada perbedaan pandangan yang cukup signifikan,” tambahnya.

Selain itu, Kemal juga menyoroti adanya tren sekularisasi dalam masyarakat Indonesia. Menurutnya, meskipun agama Islam masih memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat, namun pengaruhnya dalam arena politik cenderung menurun seiring dengan meningkatnya kesadaran akan kebutuhan akan pemerintahan yang inklusif dan berbasis pada kepentingan nasional.

“Pemilih Indonesia semakin terbuka dalam memilih pemimpin, mereka tidak hanya mempertimbangkan faktor agama, tetapi juga kemampuan dan integritas calon pemimpin dalam memimpin negara,” ucapnya.

Kendati demikian, Kemal menegaskan bahwa politik basis Islam masih memiliki potensi yang cukup besar untuk berperan dalam peta politik Indonesia. Namun, untuk meraih sukses dalam Pilpres, diperlukan upaya serius dalam mengatasi perpecahan internal serta memperkuat kesatuan visi dan misi di antara partai-partai politik Islam.

“Dibutuhkan konsolidasi dan sinergi yang kuat di antara partai politik Islam untuk mewujudkan peluang yang ada. Hal ini akan menjadi kunci keberhasilan politik basis Islam dalam meraih dukungan yang luas dari masyarakat,” tutupnya.

Reporter: Akil Rahmatillah

Mengulik Tari Saman Aceh: Sejarah, Makna, Gerakan, dan Pakaian

0
Pertunjukan Tari Saman di Candi Borobudur (Foto: Wikipedia)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Tari Saman, salah satu kebudayaan Suku Gayo, Aceh, kini telah diakui sebagai warisan dunia tak benda oleh UNESCO. Merupakan permainan tradisi yang dilakukan oleh laki-laki muda, Tari Saman tidak hanya mengisi waktu luang, tetapi juga memiliki nilai kebudayaan yang dalam.

Mengutip laman Kemdikbud, Tari Saman menjadi daya tarik yang memukau. Lantas, apakah kisah selengkapnya tentang Tari Saman?

Dari buku SAMAN: Kesenian dari Tanah Gayo oleh Rajab Bahry, dkk (2014), terdapat sejumlah sejarah menarik seputar tarian ini yang patut untuk dipelajari.

Asal kata “Saman” sendiri muncul dalam kamus Belanda pada tahun 1907, tercatat ketika Marco Polo singgah di Kerajaan Pasai. Marcopolo menyaksikan sekelompok pemuda Gayo yang memukul-mukul dada dengan semangat.

Meskipun tidak ada sumber tertulis, berbagai kalangan di Gayo Lues mengatakan bahwa kata “Saman” berasal dari ulama setempat bernama Syekh Saman. Tari Saman juga dikaitkan dengan kesenian Gayo bernama Pok Ane, yang menggabungkan tepukan tangan sambil bernyanyi riang.

Dalam formasi Tari Saman, pemimpin pertunjukan, atau “Syekh”, memimpin barisan yang terdiri dari laki-laki muda dengan posisi duduk sama atau posisi duduk salat secara berbaris lurus. Tarian ini dimulai dengan suara lantang dan keras.

Ada juga yang mengaitkan asal-usul kata “Saman” dengan bahasa Arab, yang berarti delapan, dan dipercaya bahwa tarian ini awalnya dilakukan oleh rakyat setempat. Kemudian, dengan tarekat Sammaniyah, variasi gerak seperti gerak tangan, gerak kepala, dan tepukan paha ditambahkan.

Tari Saman bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga memiliki makna mendalam sebagai pengingat akan peraturan dan adat istiadat. Syair-syair dalam tarian ini mengandung nasihat untuk menjauhi sifat sombong dan untuk introspeksi diri. Selain itu, syair-syair tersebut juga mengajarkan nilai-nilai seperti ketaatan kepada orang tua dan hormat kepada sesama.

Gerakan dalam Tari Saman melibatkan tangan, badan, dan kepala. Ragam gerak ini fokus pada kaki yang tetap menempel pada tempat duduk dengan pola lantai berupa garis lurus horizontal menghadap penonton.

Menurut buku yang sama, gerakan Tari Saman memiliki ciri khas yang mencakup gerakan tangan seperti bertepuk, gerakan tubuh seperti miring, membungkuk, dan telentang, serta gerakan kepala seperti anggukan dan berputar.

Penyajian Tari Saman dilakukan dengan penuh konsentrasi dan stamina yang prima. Tata penyajiannya meliputi persalaman untuk memuji nama Allah SWT, uluni lagu yang mengikuti irama lagu, lagu dengan gerakan cepat dan lambat, uak ni keumuh untuk mengatur irama, dan lagu penutup yang kembali ke awal gerakan dengan gerakan sederhana.

Pakaian atau kostum juga memegang peran penting dalam pertunjukan Tari Saman. Bagian kepala biasanya dihiasi dengan bulung teleng atau tengkuluk, sedangkan bagian badan menggunakan baju pokok atau kerawang dengan motif dan warna khas, serta topeng gelang dan sapu tangan.

Dengan segala keindahannya, Tari Saman tidak hanya memperkaya budaya Aceh, tetapi juga menjadi bagian dari warisan budaya dunia yang patut dijaga dan dilestarikan.

Reporter: Akil Rahmatillah

 

BMKG Prakirakan Semua Wilayah Aceh akan Dilanda Hujan Besok

0
Ilustrasi hujan. (Foto: Freepik)

Nukilan.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BKMG) memprakirakan semua kabupaten/kota di Aceh akan dilanda hujan Selasa (5/3/2024) besok.

Dilansir dari laman resmi BMKG, kabupaten/kota yang diprakirakan turun hujan dengan intensitas ringan yaitu Aceh Besar, Aceh Selatan, Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, Aceh Timur, dan Aceh Utara. Selanjutnya Banda Aceh, Bener Meriah, Bireuen, Gayo Lues, Langsa, Lhokseumawe, Pidie, Pidie Jaya, dan Sabang.

Sementara kabupaten/kota yang diprakirakan akan turun hujan dengan disertai petir yaitu Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Jaya, Aceh Singkil, Aceh Tengah, Nagan Raya, Simeulue, dan Subulussalam.

BKMG juga merilis peringatan dini bagi masyarakat agar mewaspadai potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang di wilayah Nagan Raya, Pidie, Gayo Lues, Subulussalam, Aceh Jaya, Aceh Barat, Aceh Selatan, dan Aceh Singkil.

Kemudian Aceh Tenggara, Simeulue, Langsa, Pidie Jaya, Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Besar, Aceh Barat Daya, Lhokseumawe, Bener Meriah, Aceh Utara, dan sekitarnya. [Sammy]

Update Real Count: Fadhil Rahmi Masuk Empat Besar DPD Aceh

0
Real count DPD Aceh. (Foto: tangkapan layar laman KPU)
Real count DPD Aceh. (Foto: tangkapan layar laman KPU)

Nukilan.id – Hasil perhitungan nyata atau real count sementara untuk Pemilihan Umum anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Aceh kembali memunculkan kandidat baru yang masuk ke dalam empat besar, yaitu HM Fadhil Rahmi, Lc, MAg. Perhitungan ini berdasarkan real count KPU per 4 Maret 2024 pukul 17.01 WIB.

Untuk posisi pertama masih diduduki oleh Haji Sudirman, SSos alias Haji Uma dengan perolehan suara sebanyak 711.316 atau 35,25 persen. Urutan kedua dan ketiga juga masih ditempati oleh kandidat yang sama dan bersaing dengan selisih suara yang tipis, yaitu Tgk Ahmada dengan 138.987 suara atau 6,89 persen dan 138.274 suara atau 6,85 persen.

Sementara urutan keempat kini diduduki oleh HM Fadhil Rahmi, Lc, MAg dengan perolehan suara sebanyak 95.512 atau 4,73 persen. Di bawahnya disusul oleh Azhari Cage, SIP dengan perolehan 90.446 suara atau 4,48 persen, kemudian Abdul Hadi alias Bang Joni sebanyak 85.020 suara atau 4,21 persen.

Selanjutnya diikuti oleh H Akhyar Kamil, SH dengan perolehan suara sebanyak 83.176 atau 4,12 persen dan Sofyan Ardi sebanyak 73.395 suara atau 3,64 persen.

Perebutan posisi terakhir ini masih memungkinkan untuk berubah lagi mengingat suara yang masuk saat ini masih di angka 73,33 persen atau 11.767 Tempat Pemungutan Suara (TPS) dari total 16.046 total TPS di Aceh. [Sammy]