Beranda blog Halaman 1268

Kurangnya Manfaat Beasiswa: Tantangan bagi Generasi Muda dalam Pendidikan

0
Herman RN, Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala. (Foto: Dialeksis)

Nukilan.id – Meskipun berbagai program beasiswa tersedia di Indonesia, kenyataannya banyak generasi muda yang belum memanfaatkannya dengan optimal. Hal ini menjadi perhatian serius karena pendidikan dianggap sebagai kunci kesetaraan dan mobilitas sosial bagi masyarakat.

Menurut Herman RN, Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala, rendahnya pemanfaatan akses beasiswa oleh generasi muda disebabkan oleh beberapa faktor krusial.

“Pertama, kesadaran akan pentingnya pendidikan tinggi masih rendah di kalangan mereka. Banyak yang belum menyadari bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang yang bisa meningkatkan kualitas hidup,” ujar Herman kepada Nukilan.id (04/02/2024).

Selain itu, Herman juga menyoroti minimnya informasi yang tersebar luas mengenai peluang beasiswa yang ada.

“Banyak siswa tidak menyadari adanya berbagai beasiswa yang bisa mereka akses. Informasi ini harus disampaikan lebih efektif ke sekolah-sekolah dan masyarakat,” tambahnya.

Faktor ekonomi juga turut memainkan peran penting. Banyak siswa yang terhalang oleh biaya hidup dan tidak memiliki kesempatan untuk fokus pada pendidikan mereka.

“Beasiswa tidak hanya mencakup biaya pendidikan, tetapi juga biaya hidup. Namun, masih banyak yang belum menyadari bahwa beasiswa ini bisa membantu mereka secara finansial,” lanjut Herman.

Untuk mengatasi masalah ini, Herman menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan sektor swasta dalam meningkatkan akses beasiswa dan kesadaran akan pentingnya pendidikan tinggi.

“Kami perlu bekerja sama dalam menyediakan lebih banyak informasi tentang beasiswa, memberikan dukungan finansial bagi siswa yang membutuhkan, dan menciptakan program pendampingan untuk membantu mereka dalam mengakses beasiswa dan berhasil dalam studi mereka,” ungkapnya.

Pesan bijak Herman kepada semua pihak, dengan langkah-langkah konkret dan kerja sama yang kuat, diharapkan bahwa generasi muda Indonesia dapat lebih memanfaatkan akses beasiswa yang ada, sehingga mereka dapat mengubah nasib mereka melalui pendidikan yang lebih baik.

Reporter: Arniv

Pria di Aceh Selatan Ditemukan Tewas Gantung Diri 

0
Lokasi pria ditemukan tewas gantung diri di pohon mangga di belakang rumahnya. (Foto: Dok.Polres Aceh Selatan)

Nukilan.id – Seorang pria bernama Rahmat Saputra (24) ditemukan tewas gantung diri di pohon mangga di belakang rumahnya di Desa Krueng Batu, Kecamatan Kluet Utara, Kabupaten Aceh Selatan, pada Minggu (3/3) pagi.

Kapolres Aceh Selatan AKBP Mughi Prasetyo Habrianto melalui Kasi Humas AKP Adam Sugiarto membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, peristiwa itu pertama kali diketahui oleh kakak kandung korban, Karmila, yang hendak memasak di dapur.

“Saat itu, Karmila melihat pintu belakang terbuka dan melihat korban tergantung di pohon mangga. Ia kemudian berteriak minta tolong dan ayah korban, Muslim, langsung memotong tali yang menjerat leher korban,” kata Adam.

Korban kemudian dibawa ke dalam rumah, namun sudah dalam keadaan meninggal dunia. Pihak keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kluet Utara.

“Personil Polsek mendatangi TKP dan didapati Korban sudah berada di rumah dalam kondisi meninggal dunia. Untuk memastikan pihak Polsek menghubungi Dokter Puskesmas untuk mengecek kondisi korban,” jelas Adam.

Dari hasil pemeriksaan dokter, ditemukan bekas jeratan tali di leher korban, lidah menjulur, badan sudah kaku, alat kelamin mengeluarkan darah dan sperma, dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

Tim identifikasi Polres Aceh Selatan yang dipimpin oleh Kasat Reskrim AKP Fjriadi, SH., juga datang untuk melakukan olah TKP dan memastikan kejadian dan motif gantung diri tersebut.

“Atas kejadian ini pihak korban telah mengikhlaskan dan membuat surat pernyataan untuk menolak dilakukan otopsi. Korban memiliki riwayat penyakit Lambung,” kata Adam.

“Untuk sementara motif bunuh diri tersebut belum diketahui karena sesuai keterangan dari pihak keluarga selama ini tidak ada masalah dengan korban,” tambahnya.

FJL Aceh Bersihkan Pantai Balu dari Sampah Luar Negeri

0
Anggota FJL Aceh saat membersihkan sampah di pantai Balu, Gampong Gugop, Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar, pada 3 Maret 2024. (Foto: Dok. FJL Aceh)

Nukilan.id – Forum Jurnalis Lingkungan (FJL) Aceh melakukan aksi bersih pantai dengan tema “Break Free From Plastic” di pantai Balu, Gampong Gugop, Kecamatan Pulo Aceh, Aceh Besar, pada Minggu 3 Maret 2024.

Divisi Advokasi Marine FJL Aceh, Akramul Muslim mengatakan, banyaknya sampah plastik dan kaca terdampar di Pulo Breuh, sampah ini berdatangan dari negara Maldives, Malaysia, Thailand, China dan lainnya.

“Aksi ini kami lakukan berawal dari informasi dari warga, tentang banyaknya sampah botol plastik dan kaca yang terdampar di pantai Balu ini,” jelas Akram.

Akram melanjutkan, adanya sampah international karena Pulo Breuh ini mendekati Zona Ekonomi Eklusif (ZEE) sehingga kapal lewat dan masuk wilayah zonasi Indonesia dan sampah ini juga berasal negara yang mendekati Indonesia.

“Harapannya Pemerintah Aceh bisa dapat memberikan kebijakan dan mengelola sampah plastik dan kaca tersebut untuk dimanfaatkan oleh warga setempat ataupun oleh pihak lainnya,” tutupnya. []

P2G Tolak Program Makan Siang Gratis Pakai Dana BOS

0
simulasi program makan siang gratis di SMP Negeri 2 Curug, Tangerang, Banten, Kamis 29 Februari 2024. (Foto: tirto.id/Faesal Mubarok)

Nukilan.id – Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) menolak makan siang gratis program pasangan nomor 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming memakai dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Kepala Bidang Advokasi Guru P2G Iman Zanatul Haeri mengatakan sebagian besar dana BOS selama ini digunakan untuk membayar gaji guru dan tenaga pendidik honorer.

“Ini sama saja dengan memberi makan gratis siswa dengan cara mengambil jatah makan para gurunya. Sebab ada guru honorer yang hanya mengandalkan dana BOS,” ucap Iman dalam keterangan resmi, Sabtu (2/3).

Iman mengatakan P2G berharap gizi anak Indonesia terpenuhi. Akan tetapi, ia menekankan bahwa para guru juga harus mendapatkan asupan gizi.

Menurutnya, dana BOS diutak-atik untuk program makan siang gratis berpotensi tidak menyejahterakan guru dan memajukan pendidikan Indonesia. Ia menyebut program makan siang gratis tak berhak menyedot Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Apalagi kalau harus menanggung beban makan siang gratis. Kita perlu mendiskusikan ini secara serius ketika presiden terpilih nanti sudah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU),” ujarnya.

Iman mewanti-wanti kondisi dana BOS dari pemerintah pusat yang selalu turun setiap tahunnya. Ia mencontohkan pada 2022 ke 2023, di mana dana BOS disebut berkurang hingga Rp539 miliar.

Dengan tren dana BOS yang selalu turun, ia menyebut usulan makan siang gratis dibiayai dari pos ini dianggap malah menambah persoalan. Alih-alih menyukseskan makan siang gratis, sekolah malah tidak bisa membiayai apapun.

“Artinya, untuk sepiring nasi anak sekolah seharga Rp15 ribu saja pemerintah belum bisa memenuhinya. Jadi, tidak bisa diambil dari anggaran BOS yang jelas-jelas kurang,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto hadir dalam simulasi makan siang gratis di SMP Negeri 2 Curug, Tangerang, Banten.

Ada 4 menu yang disajikan dalam simulasi pada Kamis (29/2) tersebut, yakni nasi ayam, nasi semur telur, gado-gado, dan siomay. Makan siang gratis diberikan untuk 4 kelas dari sekitar total 900 murid di sekolah tersebut.

Airlangga mengatakan dirinya hadir memenuhi undangan Pemerintah Kabupaten Tangerang. Ia menegaskan Pemkab Tangerang yang menginisiasi program tersebut menggunakan dana Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, bukan dari APBN.

Dalam agenda tersebut turut hadir Bupati Tangerang 2013-2023 sekaligus Ketua DPD Golkar DKI Jakarta Ahmed Zaki Iskandar yang memaparkan program makan siang tersebut dengan Gerakan Aksara alias Anak Sehat dan Sejahtera.

Pria yang juga ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Prabowo-Gibran DKI Jakarta itu yang mengusulkan kepada Menko Airlangga soal penggunaan dana BOS.

“Pola pendanannya, nah ini Pak (Airlangga), kita mengusulkan melalui BOS Spesifik atau BOS Afirmatif untuk khusus penyediaan makan siang bagi siswa. Ini bisa dengan rekening yang terpisah untuk setiap sekolah, dari BOS Reguler dipisah dengan BOS Afirmatif atau Spesifik ini,” usul Zaki kepada Airlangga di SMPN 2 Curug, Tangerang.

“Penyalurannya melalui rekening sekolah langsung. Untuk kegiatan pendampingan dan organisasi perangkat daerah (OPD) ini didanai oleh APBD, ketersedian dana sekolah dan pemantauan oleh pemerintah daerah ini semua dari APBD kabupaten/kota,” sambungnya.

Menko Airlangga tidak mengamini langsung usul tersebut. Namun, ia mengindikasikan bahwa dana BOS memang dimungkinkan untuk mendanai program Prabowo-Gibran tersebut.

“Kalau model untuk SD-SMP kita relatif punya sistem, punya pipeline anggaran, salah satunya melalui BOS, dan secara spesifik itu bisa dibuat,” ujarnya. 

Sumber: CNNIndonesia

AJI Banda Aceh Gelar Diskusi Film Dirty Vote

0
Kegiatan diskusi film Dirty Vote yang digelar AJI Banda Aceh pada Sabtu 2 Maret 2024. (Foto: Nukilan/Sammy)

Nukilan.id – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Banda Aceh menggelar diskusi ‘Setelah Dirty Vote’ di sekretariat AJI Banda Aceh di Batoh, Banda Aceh, Sabtu malam (2/3/2024). Dalam acara tersebut, sutradara film dokumenter Dirty Vote, Dandhy Dwi Laksono dan videografer Yusuf Priambodo menceritakan kisah di balik layar pembuatan film tersebut.

Dandhy mengaku bahwa mereka hanya memiliki waktu yang cukup singkat untuk memproduksi film Dirty Vote ini, yaitu hanya sekitar tiga minggu saja.

“Itu sejak perencanaan hingga tayang di kanal YouTube. Ada keajaiban di situ,” ujar Dandhy dalam diskusi tersebut, Sabtu malam (2/3/2024).

Dandhy menyebutkan tiga faktor yang membuat film dokumenter eksplanatori ini bisa diproduksi dalam waktu kurang dari sebulan. Pertama, kru sudah siap dan terlatih. Kedua, narasumber sudah terbiasa berbicara di depan kamera, dan ketiga memontum Pemilu di mana orang-orang akan membicarakan persoalan politik.

“Teman-teman tidak membayangkan film ini meledak. Ekspektasi kami tidak seviral itu,” aku Dandhy.

Faktor lainnya, kata Dandhy adalah para narasumber dalam film itu sendiri, yaitu Bivitri Susanti, Zainal Arifin Muchtar, dan Feri Amsari yang memang memiliki keahlian di bidang hukum tata negara sehingga semakin memudahkan untuk dipahami khalayak ramai.

“Konsep di ilmu hukum diturunkan dalam bahasa sederhana yang dapat ditonton masyarakat umum,” kata Dandhy. [Sammy]

PM Thailand Kagumi Manuskrip Al-Qur’an Tertua Asal Aceh di Pattani

0
PM Thailand berkunjung ke Museum Al-Qur’an dan Warisan Budaya Islam yang terletak di Pondok Wakaf Anak Ayam, Narathiwat. (Foto: MC Aceh)

Nukilan.id – Kebanggaan terhadap Aceh semakin nyata berbinar di mata dunia. Itulah kalimat singkat sarat makna yang diucapkan oleh Cucu Sultan Aceh Cut Putri, yang merupakan pemimpin Darud Donya Aceh, Sabtu (2/3/2023).

Hal ini disampaikannya dalam rangka kunjungan bersama Perdana Menteri (PM) Thailand Srettha Thavisin dengan pejabat setempat ke Pattani, sebuah wilayah konflik di selatan Thailand yang mayoritas penduduknya adalah muslim.

Sebelumnya lawatan Cucu Sultan Aceh ke Pattani dalam rangka kelanjutan kerja sama antara Aceh dan Thailand serta beberapa negara lainnya dalam berbagai bidang.

Pada kesempatan itu, rombongan juga berziarah ke situs-situs sejarah Aceh, yaitu makam-makam para pembesar Kesultanan Aceh yang bernisan kuno khas Aceh, yang tersebar di beberapa tempat di Thailand

Para pahlawan Aceh itu dulu datang ke wilayah Pattani atas perintah Sultan Aceh dalam rangka penyebaran agama Islam. Syahdan, Aceh berjaya mengislamkan Raja di Pattani saat itu, yang serentak diikuti oleh seluruh rakyatnya.

Sementara itu, dalam kunjungannya, PM Thailand juga melawat ke Museum Al-Qur’an dan Warisan Budaya Islam yang terletak di Pondok Wakaf Anak Ayam, Narathiwat.

Di museum ini disimpan manuskrip dan khazanah peninggalan Islam di alam melayu juga warisan peninggalan Aceh Darussalam yang sangat dikagumi oleh dunia, termasuk oleh PM Thailand. Salah satu nya adalah Al-Qur’an tertua Aceh Darussalam yang ditulis oleh Syekh Nuruddin Arraniry tahun 1634 M.

Cut Putri menyampaikan terima kasih kepada Turki yang selalu mendukung Aceh Darussalam dan wilayah Islam lainnya.

“Pembangunan gedung baru dan pemeliharaan museum serta isinya ini dibiayai juga oleh Turki. Koleksi Al-Qur’an di sini dibawa ke Turki, untuk dipastikan keaslian isinya. Setelah itu disimpan kembali di museum untuk pemeliharaan,” tuturnya.

Menurut dia, hal ini dapat menjadi pembelajaran bagi pemerintah pusat, di mana pemerintah Thailand yang menangani wilayah konflik di Pattani justru bersemangat mendukung pelestarian warisan budaya Islam di wilayah konflik tersebut.

Dikatakannya, justru dunia internasional lah yang sekuat tenaga menyelamatkan khazanah dan warisan budaya Islam Aceh, saat pemerintah pusat dan pemerintah di Aceh sibuk dengan proyek-proyek yang berpotensi memusnahkan bukti sejarah Aceh.

“UNESCO menjadikan hari lahir Laksamana Malahayati sebagai perayaan internasional, dan memproses kawasan Kuta pertahanan Laksamana Malahayati di Gampong Pande untuk menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO, namun pemerintah di Aceh malah justru menghancurkan Kawasan Situs Sejarah Gampong Pande itu, dengan proyek nasional pembuangan tinja Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL),” tukasnya.

Kawasan Gampong Pande dikenal oleh dunia sebagai kawasan Istana Darul Makmur kuta Farushah Pindi Gampong Pande, yang menjadi Titik Nol Kesultanan Aceh Darussalam, tempat awal mula lahirnya Kesultanan Aceh Darussalam yang menyebarkan Islam hingga ke seluruh Asia Tenggara. Dunia pun sangat menghormati kawasan makam para raja dan ulama tersebut.

Oleh karena itu, Darud Donya meminta seluruh rakyat Aceh, untuk terus maju bergerak, sekuat tenaga memperjuangkan pelestarian sejarah, khazanah dan budaya Islam Asia Tenggara di Aceh. [Infopublik]

Aceh Timur Dukung PPI Compact Dorong Pertumbuhan Hijau dan Inklusif

0
Pj Bupati Aceh Timur Mahyuddin saat memberikan sambutan dalam acara kunjungan kerja lapangan komisi pengarah program niscops indonesia di Aceh Timur, Jumat (1/3).

Nukilan.id  – Penjabat Bupati Aceh Timur, Mahyuddin, menyatakan dukungannya terhadap PPI Compact sebagai model tata kelola yang melibatkan pemerintah dan swasta untuk mendorong pertumbuhan hijau dan inklusif.

“Ke depan, kami berharap akan ada program-program kegiatan berkelanjutan yang didukung oleh Kementerian Perekonomian, Kementerian Pertanian dan pihak terkait lainnya,” kata Mahyuddin dalam sambutannya pada acara kunjungan kerja lapangan komisi pengarah program niscops indonesia di kabupaten Aceh Timur, Jumat (1/3).

Mahyuddin menambahkan, pada tahun 2023, pemerintah Kabupaten Aceh Timur telah melaksanakan penandatanganan nota kesepahaman tentang peningkatan produksi berkelanjutan, proteksi kawasan hutan dan inklusi sosial atau PPI Compact.

Penandatanganan tersebut dilakukan bersama para pemangku kepentingan kunci, untuk pembangunan komoditas yang berkelanjutan di Aceh Timur.

“Nota kesepahaman PPI Compact, merupakan langkah awal untuk mencapai visi bersama dalam membangun rantai pasok komoditas, terutama kelapa sawit, secara berkelanjutan yang berdampak kepada peningkatan penghidupan masyarakat dan pembangunan Aceh Timur,” ucap Mahyuddin.

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Direktorat Jendral Perkebunan Kementerian Pertanian, Prayudi Syamsuri, mengatakan bahwa Aceh merupakan sentral produksi sawit terbanyak di Indonesia.

“Aceh berkontribusi sebesar 3,36 persen terhadap luasan lahan dan 2,14 persen luasan kelapa sawit dan produksi CPO nasional,” kata Prayudi.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Konektivitas, Pengembangan Jasa dan Sumberdaya Alam Kementerian Perekonomian, Musdhalifah Machmud, mengatakan bahwa pemerintah pusat saat ini sedang mendorong percepatan I-STDB dan ISPO agar segera tuntas, khususnya di Aceh Timur harus 100 persen.

“Maka dari itu kami butuh dukungan dan suport dari Pemerintah Daerah agar perkembangan sawit berkelanjutan dan komuditi lainnya berkembang,” pungkas Musdhalifah.

Mahasiswa Malaysia Belajar Kebudayaan Aceh di USK

0
Delegasi Universiti Utara Malaysia (UUM) kunjungi UKM Inkubator Usahawan Muda FEB USK. (Foto: Dok. USK)

Nukilan.id – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Inkubator Usahawan Muda Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (FEB USK) menerima kunjungan delegasi Universiti Utara Malaysia (UUM). Pertemuan dua kampus serumpun ini berlangsung di Aula FEB USK, Sabtu, 2 Maret 20224.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Prof. Dr. Mustanir, M.Sc membuka secara resmi kolaborasi dua kampus tersebut, dalam acara bertajuk, Meusahoe Meusyedara: Menjejak Warisan Nusantara: Eksplorasi Kebudayaan Aceh.

“Ini menjadi kesempatan berharga bagi USK dan UUM untuk saling belajar, bertukar gagasan, dan merengkuh wawasan sebagai tabungan pengalaman. Utamanya mengenal lebih dalam kebudayaan Aceh juga Malaysia,” kata Prof Mustanir.

Menurutnya, hubungan historis Aceh-Malaysia sangat erat yang termaktub dalam sejarah perjalan bangsa. Jejaknya masih melekat, seperti ada Kampong Aceh, Yan, Keudah, Malaysia. Pun ada Gampong (Desa) Keudah di Kota Banda Aceh.

“Bukan saja itu, dari aspek bisnis hubungan Indonesia-Malaysia juga saling mewarnai. Semisal mie instan produk Indonesia yang laris di sana, begitu pula industri animasi Malaysia lewat Upin Ipin yang digemari anak-anak Indonesia,” ungkapnya.

Setelah pembukaan, langsung dilanjutkan dengan agenda pertama yaitu talkshow dengan tema: Amplifying Campus Life Through Student Development Programs. Sekdiv UKM Inkubator USK, T Haniv Rayyana menyampaikan, bahwa kedatangan UUM merupakan kunjungan balasan, setelah sebelumnya pada November 2023 UKM Inkubator USK datang ke Malaysia.

“Selama di sini, delegasi UUM akan kita jamu dengan beberapa agenda, seperti city tour, pengabdian masyarakat dengan membersihkan pantai Alue Naga, perkenalan sistem belajar USK menggunakan sistem sit in class, juga visit desa wisata Lubok Sukon,” beber Haniv.

Ia menjelaskan, berdasarkan pengalaman di Aceh dan setelah berkunjung ke Malaysia, terdapat banyak sekali perbedaan budaya kedua bangsa, meskipun serumpun. Untuk itu, USK yang sedang giat menuju World Class University punya ikhtiar saling mewarnai dengan lintas kampus dari berbagai negara.

“Contoh sederhana, teman-teman dari UUM sangat tertarik dengan khas acara-acara di Aceh yang dibuka dengan tilawatil qur’an, dan ditutup dengan doa. Sedangkan di sana, mereka biasanya dibuka dengan pembacaan Surah Al-Fatihah saja,” ujarnya.

Pj Gubernur Aceh Terbitkan Pergub untuk Pembayaran Gaji dan Tunjangan ASN

0
Penjabat Gubernur Aceh Achmad Marzuki memberikan sambutan pada Pengukuhan Forum Anak Tanoh Rencong periode 2024-2026 di Restoran Meuligoe, Banda Aceh, Sabtu 17 Februari 2024 malam. (Foto: Humas Aceh)

Nukilan.id – Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) 2024 masih belum disepakati oleh Pemerintah dan DPR Aceh. Akibatnya, gaji dan tunjangan ASN Pemerintah Aceh tertunda selama dua bulan terakhir.

Untuk mengatasi hal ini, Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki menerbitkan Peraturan Gubernur Aceh Nomor 11 Tahun 2024 tentang perubahan atas Peraturan Gubernur Aceh Nomor 48 Tahun 2023 tentang Pengeluaran Daerah Mendahului Penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh Tahun 2024.

Pergub ini bertujuan untuk memenuhi kelengkapan administrasi pembayaran gaji dan tunjangan ASN.

“Sehubungan dengan belum ditetapkannya Qanun Aceh tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh Tahun 2024, maka untuk memenuhi kelengkapan administrasi pembayaran gaji dan tunjangan, perlu dilakukan perubahan terhadap Peraturan Gubernur Aceh Nomor 48 Tahun 2023,” bunyi salah satu pertimbangan dalam Pergub tersebut.

Adapun Pergub perubahan itu menetapkan 4 keputusan. Diantaranya, menetapkan alokasi pengeluaran daerah tersebut digunakan untuk pembayaran gaji dan tunjangan Gubernur/Wakil Gubernur, Wali Nanggroe, Ketua/Wakil Ketua/Anggota DPRA, Ketua/Wakil Ketua/Anggota Lembaga Keistimewaan Aceh.

Selanjutnya anggaran pengeluaran daerah tersebut juga digunakan untuk pembayaran gaji dan tunjangan PNS Pemerintah Aceh, CPNS Pemerintah Aceh, PNS yang diperbantukan pada Pemerintah Aceh, CPNS Pemerintah Aceh yang meninggal dunia, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja dan lainnya yang wajib dibayarkan sesuai peraturan perundang-undangan. []

Parade Kapal Hias dan Atraksi Budaya Pukau Wisatawan di SMF 2024

0
Parade kapal hias di Sabang Marine Festival 2024. (Foto: Nukilan/Rezi)

Nukilan.id – Parade kapal hias yang memeriahkan pembukaan Sabang Marine Festival (SMF) 2024 menjadi daya tarik utama bagi masyarakat dan wisatawan mancanegara. Berbagai atraksi budaya dan kuliner khas Sabang juga turut memikat pengunjung.

Salah seorang wisatawan asal Amerika, Jourell  mengaku terkesan dengan parade kapal hias dan atraksi budaya di SMF 2024. Ia menilai panorama laut Sabang yang indah dan keunikan budayanya menjadi daya tarik utama bagi wisatawan.

“Parade kapalnya unik. Kita tahu Sabang punya panorama laut yang bagus, tentu ini bisa jadi daya tarik di sini,” ujar Jourell, Jum’at (2/3/2024).

Menurutnya, Sabang memiliki potensi wisata bahari yang luar biasa, terlebih dengan posisinya yang strategis dekat dengan Phuket, Thailand dan Langkawi, Malaysia. Hal ini memudahkan para wisatawan untuk berkunjung ke Sabang.

Pj Wali Kota Sabang, Reza Fahlevi, mengatakan SMF merupakan ajang kolaborasi yang tidak hanya menunjukkan keindahan pariwisata dan budaya Sabang, tetapi juga untuk mendorong ekonomi masyarakat setempat.

Tahun ini, Reza menargetkan perputaran uang yang lebih tinggi dengan menghadirkan lebih banyak pengunjung selama 3 hari penyelenggaraan festival.

“Pada event Sabang Marine sebelumnya, perputaran uang sekitar Rp 1,9 miliar,” kata Reza.

Sementara itu, Plt Kepala BPKS Sabang, Marthunis, menambahkan bahwa SMF 2024 dimeriahkan oleh kehadiran kapal yach dari berbagai negara, seperti Thailand, Amerika, Jerman, dan Malaysia. 

Kedatangan mereka diharapkan dapat membantu mempromosikan potensi wisata dan budaya di Pulau Weh. “Ada 8 yach yang sudah datang dan ikut meramaikan SMF 2024,” kata Marthunis.

SMF 2024 menghadirkan berbagai atraksi budaya menarik, seperti Lomba Pacu Jaloe & Eksibisi Perahu Naga, lomba mancing, Kejuaraan Renang Pesisir & Festival Jajanan Kongsi, Festival Geulayang Tunang, Khanduri Adat Meulaot dan Tiek Jeu, Launching Rumah Nemo, serta coral & coastal clean up.

Rangkaian kegiatan SMF 2024 juga dimeriahkan dengan event balap sepeda Tour de Sabang. Seratusan pesepeda dari berbagai provinsi di Indonesia akan melintasi venue SMF 2024 dengan panjang rute 31,9 kilometer yang menunjukkan keindahan laut Sabang. [Rjf]