Ilustrasi Desa Sukses. Foto: facebook doc desa sukses.
NUKILAN.ID | Nasional – Dari data resmi Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) yang ditelusuri Nukilan.id, terungkap bahwa sepuluh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) telah mencatat omzet yang mengesankan, mewakili keberhasilan dan potensi ekonomi di desa-desa Indonesia. Peraih posisi tertinggi adalah BUMDes Tirta Mandiri di Desa Ponggok, Kabupaten Klaten, yang mengantongi omzet mencapai Rp10,3 miliar.
Di posisi kedua, terdapat BUMDes di Desa Tirtonirmolo, Bantul, yang mengoperasikan usaha simpan pinjam dengan omzet mencapai Rp8,7 miliar. Disusul oleh BUMDes Mandala Giri Amerta di Desa Tajun, Kabupaten Buleleng, dengan omzet dari usaha simpan pinjam mencapai Rp5,1 miliar. Tak kalah menonjol, BUMDes Karang Kandri Sejahtera di Desa Karang Kandri, Kabupaten Cilacap, berhasil memperoleh omzet sebesar Rp3 miliar dari usaha Suplier PLTU.
Di antara daftar prestasi tersebut, BUMDes Bangun Jaya di Desa Rokan Hulu, Kabupaten Kampar, mencatatkan omzet sebesar Rp3 miliar dari usaha perkembunan dan simpan pinjam. Sementara BUMDes Sejahtera di Desa Bleberan, Kabupaten Gunung Kidul, sukses dalam bisnis Jasa Wisata dengan omzet mencapai Rp2 miliar. Berikutnya, BUMDes Bulan Purnama di Desa Landiri, Kabupaten Bangli, meraup omzet sebesar Rp1,6 miliar dari usaha peternakan.
Tidak hanya itu, BUMDes Kayasari di Desa Pakisan, Buleleng, juga mencatatkan omzet mencapai Rp1,4 miliar dari usaha pompanisasi. Sedangkan BUMDes Srisadami di Desa Kedung Primpen, Bojonegoro, sukses dengan usaha Sewa Terop yang menghasilkan omzet sebesar Rp1,3 miliar. Dan terakhir, BUMDes Tunjung Mekar di Desa Tunjung, Buleleng, berhasil meraih omzet sebesar Rp1,3 miliar dari usaha simpan pinjam, pembayaran listrik, serta toko grosir.
Kesuksesan BUMDes-bumdes ini bukan hanya menggembirakan bagi masyarakat desa, tetapi juga menjadi bukti nyata potensi ekonomi yang besar di wilayah-wilayah pedesaan Indonesia. Diharapkan, prestasi ini akan memberi dorongan bagi desa-desa lain untuk terus mengembangkan inovasi dan usaha lokal guna meningkatkan kesejahteraan bersama.
Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Data dan Informasi Panwaslih Provinsi Aceh, Safwani. (Foto: Nukilan/Rezi)
NUKILAN.id | Banda Aceh – Sidang Penyelesaian Pelanggaran Administrasi Acara Cepat Pemilu Tahun 2024 diwarnai temuan mengejutkan, Sabtu (9/3/2024).
Panwaslih Provinsi Aceh menemukan adanya pergeseran dan penggelembungan suara dalam rekapitulasi penghitungan suara DPD di 16 kecamatan di Kabupaten Pidie.
Temuan ini berdasarkan laporan saksi-saksi calon anggota DPD Aceh yang menduga adanya manipulasi suara oleh penyelenggara pemilu di tingkat kecamatan, kabupaten, dan provinsi.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan dan bukti yang diajukan, Panwaslih Provinsi Aceh memutuskan bahwa Terlapor Satu (KIP Aceh) dan Terlapor Dua (KIP Kabupaten Pidie) terbukti melakukan pelanggaran administratif Pemilu,” tegas Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Data dan Informasi Panwaslih Provinsi Aceh, Safwani.
Putusan Nomor 001/LP.AC/ADM.PL/BWSL/PROV/01.00/III/2024 tanggal 9 Maret 2024 tersebut memerintahkan KIP Aceh dan KIP Pidie untuk melakukan rekapitulasi ulang hasil penghitungan suara bagi calon DPD di 16 kecamatan dengan merujuk pada C Hasil TPS.
Sebelumnya, dalam Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi dan Penetapan Hasil Penghitungan Perolehan Suara Pemilu Tahun 2024 Tingkat Provinsi Aceh, Panwaslih membuka ruang bagi para peserta Pemilu untuk penyelesaian administrasi cepat.
Beberapa saksi dari calon anggota DPD Aceh melaporkan adanya pergeseran dan penggelembungan suara yang diduga dilakukan oleh penyelenggara pemilu.
Jual beli daging meugang di Kopelma Darussalam, Banda Aceh, Minggu (10/3/2024). (Foto: Nukilan/Sammy)
Nukilan.id – Harga daging lembu untuk meugang menyambut Ramadan 1445 hijriah yang dijual di kawasan Kopelma Darussalam, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh pada Minggu (10/3/2024) dibanderol dengan harga Rp170-180 ribu per kilogram.
Salah seorang penjual daging, Januar mengatakan dia menjual daging lembunya dengan harga Rp170 ribu per kilogram. Lembunya sendiri dibawa dari Lamreung, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar.
“Harga pasaran di sini segitu. Ini jualan sampe besok, tapi belum tahu harganya bakal turun atau nggak,” ujar Januar, Minggu (10/3/2024).
Penjual daging lainnya Irwan menyebutkan harga lembu yang dijualnya dibanderol dengan harga Rp180 ribu per kilogramnya.
“Kalau untuk sementara ini segini memang harganya, Rp180 ribu per kilo,” kata penjual daging lembu dari Montasik, Aceh Besar itu.
Dia menambahkan, harga daging yang dijual Rp180 ribu per kilogram itu biasanya seperti daging bagian paha. Sementara untuk daging campuran dari berbagai bagian dijual Rp170 ribu per kilogramnya.
Perayaan IWD Flower bersama Konsorsium PERMAMPU, Sabtu (10/3/2024) melalui zoom meeting, tangkapan layar Nukilan.id
Nukilan.id | Banda Aceh -Konsorsium PERMAMPU merayakan Hari Perempuan Sedunia (IWD) 8 Maret sekaligus rangkaian diskusi kritis menuju Musyawarah Nasional Perempuan II 2024. Kegiatan ini diselenggarakan 2 hari (8/3/2024) pukul 09.30-12.30 di tingkat PERMAMPU/Sumatera secara hybrid (online dan offline) dan dilanjutkan diskusi kritis secara offline 8 Maret 2024 pukul 13.30-17.00 sampai 9 Maret 2024 pukul 09.00-17.00 untuk tingkat desa dan kabupaten di 8 Provinsi dampingan PERMAMPU. Diskusi ini diikuti perwakilan dari 126 desa & kelurahan di 43 Kabupaten yang tersebar di 8 provinsi dampingan PERMAMPU, yakni Flower Aceh-Aceh, PESADA-Sumatera Utara, PPSW Riau-Riau, LP2M Sumatera Barat, APM-Jambi, CP WCC Bengkulu, WCC Palembang-Sumatera Selatan dan Perkumpulan DAMAR-Lampung.
Kegiatan ini melibatkan 439 peserta yang terdiri dari perwakilan perempuan akar rumput dampingan anggota PERMAMPU sebanyak 64 perempuan muda, 349 perempuan dewasa (5 diantaranya dengan disabilitas), 1 laki-laki serta menghadirkan 6 laki-laki dan 6 perempuan dari perwakilan pemerintah desa, 1 laki-laki dan 6 perempuan dari perwakilan Dinas PPPA Kabupaten dan 6 perempuan dari jaringan NGO lokal. Kegiatan ini mengusung tema, “Amplifikasi Suara Perempuan Perdesaan & Perempuan Akar Rumput untuk Pengakhiran Pemiskinan Perempuan khususnya Pencegahan Perkawinan Anak Perempuan dan Usia Dini <19 tahun”
Di tingkat Sumatera, PERMAMPU merayakan dengan menunjukan data-data di lapang dan hasil penelitian mengenai identifikasi perubahan tren perkawinan usia ≤19 tahun paska UU Nomor 16/2019 dan di masa Covid-19 di pedesaan, miskin kota dan daerah 3T di Pulau Sumatera. Penelitian ini melibatkan 1.147 narasumber (161 laki-laki dan 986 perempuan), usia ≤19 tahun; 312 orang, usia >19-44; 471 orang dan usia 45-49; 245 orang. Hasil penelitian ini adalah dasar desain program PERMAMPU yang berbasis data lapang.
Adapun Dina Lumbantobing sebagai Koordinator PERMAMPU menyebutkan, penelitian bukan hanya sekedar mengumpulkan dan menganalisis angka, tapi melibatkan perempuan secara bermakna melalui cerita hidup 32 perempuan serupa studi kasus yang selama ini luput dari pertimbangan pengambilan keputusan sehingga para perempuan korban perkawinan ≤ 19 tahun terpuruk dan mengalami pemiskinan. Selama ini ketika menyebut perkawinan usia anak, akil balig yang menjadi acuan UU Nomor 16 tahun 2019 perubahan atas UU Nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan, artinya tidak boleh menikahkan perempuan dan laki-laki di usia 15, 16, 18 bahkan usia 19.
“PERMAMPU sendiri pada dasarnya meyakini bahwa usia menikah seyogyanya di atas 21 tahun, kami setuju dengan BKKBN mengenai usia hal ini” ucap Dina dalam diskusi tersebut yang juga ikut dihadiri oleh tim Nukilan.id
Beberapa temuan penelitian yang didokumentasikan dari cerita-cerita perempuan oleh PERMAMPU di 26 Desa, 26 Kabupaten, di 8 Provinsi diantaranya pertama, angka pemohon dispensasi kawin tinggi. Kedua, pasangan yang tidak mengajukan permohonan dispensasi kawin juga tinggi dan tidak terdaftar karena mereka kawin siri, kawin adat dan kawin secara kekeluargaan; bahkan hidup bersama atas persetujuan keluarga. Ketiga, usia menikah dari 11-18 tahun. Keempat, kehamilan tidak diinginkan (KTD) adalah penyebab tertinggi permohonan dispensasi kawin. Kelima, perempuan yang mengalami perkawinan ≤19 tahun rentan mengalami KDRT, perceraian, miskin dan menjadi beban orang tua. Keenam, akses ke kontrasepsi rendah. Ketujuh, anak kurang gizi dan stunting.
Untuk itu PERMAMPU telah merancang desain program hingga 2025 dengan 3 tema besar yaitu akses ke layanan Kesehatan Seksual dan Reproduksi/KSR melalui pengembangan OSS&L (Pusat Pelayanan dan Pembelajaran KSR) yang berbasis di puskesmas yang peka GEDSI (Kesetaraan Gender, Disabilitas dan Inklusi Sosial). Kemudian, kemandirian ekonomi perempuan (muda dan dewasa) dan kepemimpinan perempuan. Juga perubahan kebijakan di pemerintah dan norma (keluarga).
Isu perkawinan ≤ 19 tahun di atas merupakan salah satu isu yang akan dibawa ke MUNAS Perempuan. Isu lainnya akan didiskusikan di tingkat desa dan kabupaten yang dilakukan secara paralel, partisipatoris, kritis, dan berkelanjutan untuk menggali fakta-fakta di lapangan.
Isu-isu lain yang dihadapi, yakni menganalisisnya secara bertingkat mulai dari desa dampingan, kabupaten hingga tingkat PERMAMPU. Dalam diskusi dan musyawarah tersebut, PERMAMPU akan mengidentifikasi 5 agenda yang berkaitan erat dengan visi, misi dan kerja-kerja PERMAMPU dari 9 rumusan agenda yang telah diakomodir dalam RPJPN. Kelima agenda adalah poin (3) pencegahan kawin anak (yang dipertajam oleh PERMAMPU menjadi usia ≤19 tahun sesuai UU Nomor 16 tahun 2019), (4) ekonomi perempuan, (5) kepemimpinan perempuan (dalam hubungannya dengan pemilu dan demokrasi yang memburuk akhir-akhir ini), (6) kesehatan perempuan terutama HKSR dan (8) kekerasan terhadap perempuan dan anak (khususnya anak perempuan).
Hasil diskusi kritis, analisis, dan rekomendasi dari kelima agenda ini akan dibawa oleh perwakilan Forum Komunitas Perempuan Akar Rumput (FKPAR) dan PERMAMPU ke MUNAS Perempuan Nasional online dan offline yang rencananya akan diselenggarakan di 21 April 2024 di Badung, Bali. Perempuan, disabilitas, dan kelompok marginal harus terus membangun kekuatan untuk menyuarakan agenda-agendanya dalam momentum penyusunan dokumen perencanaan pembangunan (RPJMN 2025-2029) untuk mengawal perspektif GEDSI melalui forum Musyawarah Nasional. Forum yang diinisiasi untuk aksi kolektif mengawal advokasi dokumen perencanaan pembangunan nasional dan daerah yang akan diselenggarakan pada bulan April 2024 tersebut. Kegiatan ini didukung program INKLUSI yang merupakan kemitraan Australia-Indonesia menuju masyarakat Inklusif bersama 11 mitranya, salah satunya adalah Konsorsium PERMAMPU di Pulau Sumatera.
Kemudian pada sesi akhir diskusi tersebut, PERMAMPU meyakini pentingnya mengamplifikasi suara perempuan akar rumput, melakukan upaya-upaya yang pertisipatif dan bermakna agar suara didengarkan dan mempengaruhi keputusan mulai dari perdesaan hingga nasional. [Auliana Rizky]
NUKILAN.id | Banda Aceh – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dikabarkan mencopot Achmad Marzuki dari jabatan Pj Gubernur Aceh dan akan digantikan oleh Sekretaris Daerah Aceh, Bustami Hamzah.
Pencopotan Achmad Marzuki dari jabatan Penjabat (Pj) Gubernur Aceh dan penggantinya oleh Sekretaris Daerah Aceh, Bustami Hamzah, menuai beragam tanggapan dari warga Aceh. Beberapa warga mengekspresikan pendapat mereka terkait pergantian kepemimpinan ini.
Amal Izza, salah seorang guru honorer, menyatakan, hal ini adalah merupakan langkah yang tepat yang diambil oleh Kemedagri. Amal mengaku, selama ini dirinya belum melihat gebrakan yang sudah dilakukan oleh Achmad Marzuki.
“Selama 2 tahun lebih, saya belum melihat trobosan untuk Aceh,” katanya.
Sementara itu, Khairul, seorang petugas kebersihan di RSUDZA, mengaku menghormati keputusan pemerintah, tetapi juga ingin Pj Gubernur baru mampu menjaga kestabilan dan memperhatikan kepentingan rakyat Aceh.
“Terutama dalam menghadapi berbagai tantangan seperti pemulihan pasca-covid dan pembangunan infrastruktur yang merata di seluruh wilayah,” ujarnya.
Wardah, seorang ibu rumah tangga di Banda Aceh, mengaku berharap Pj Gubernur yang baru dapat bekerja dengan transparan dan mendengarkan aspirasi masyarakat.
“Aceh membutuhkan pemimpin yang dapat memperjuangkan kepentingan rakyat secara adil dan berkualitas,” tandasnya.
Sementara itu, Faisal, seorang mahasiswa di Universitas Syiah Kuala, menyampaikan, pergantian kepemimpinan harus diiringi dengan komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh, terutama dalam hal pendidikan dan lapangan kerja bagi generasi muda.
“Kami berharap Pj Gubernur yang baru dapat memberikan perhatian yang lebih besar pada sektor-sektor ini,” katanya.
Syafwan, seorang pegiat lingkungan, menambahkan, dirinya berharap Pj Gubernur baru dapat memberikan perhatian serius terhadap isu lingkungan hidup, termasuk perlindungan hutan dan penanggulangan dampak perubahan iklim.
“Aceh memiliki kekayaan alam yang perlu dijaga dan dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk kesejahteraan jangka Panjang,” ujarnya.
Tanggapan warga Aceh mengindikasikan harapan yang tinggi terhadap kepemimpinan baru di provinsi tersebut. Semoga Pj Gubernur yang baru dapat memenuhi ekspektasi masyarakat dan membawa kemajuan bagi Aceh.
Ilustrasi tes gula darah penderita diabetes (Foto: pixabay.com)
NUKILAN.id | Banda Aceh – Dalam hitungan hari umat Islam di seluruh dunia bakal melaksanakan ibadah puasa. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa puasa baik untuk kesehatan. Lantas, benarkah puasa dapat mengurangi kadar gula darah?
Dikutip dari fk.ui.ac.id, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Ari Fahrial Syam menyampaikan bahwa orang yang berpuasa dengan benar akan mengalami penurunan kadar kolesterol serta gula dalam darah. Saat sedang berpuasa, tubuh akan mendapat asupan makanan yang terbatas dan teratur. Puasa dianjurkan dilakukan oleh penderita kolesterol.
“Dengan kita berpuasa Ramadan ini, kita mengurangi makan yang tentu akan berdampak terjadinya penghancur lemak-lemak di dalam tubuh, otomatis kondisi inilah yang membuat kadar kolesterol kita menjadi lebih baik,” katanya.
Selain penderita kolesterol, puasa juga baik dilakukan oleh penderita diabetes. Karena itu mereka perlu memperhatikan asupan makanan dengan menghitung asupan kalori yang masuk ke dalam tubuh. Kelebihan atau kekurangan asupan kalori akan berpengaruh bagi timbulnya komplikasi diabetes di kemudian hari.
Namun, menurut Ari, penderita diabetes sebaiknya melakukan check-up terlebih dahulu agar dapat memperhitungkan gula darahnya. “Sebaiknya melakukan konsultasi kepada dokter terlebih dahulu, karena tidak semua penderita diabetes boleh berpuasa. Secara umum pasien-pasien diabetes melitus ini bisa berpuasa Ramadan,” jelasnya.
Selama berpuasa penderita kolesterol maupun diabetes juga harus menjaga pola makan dan tidak hanya mengurangi makan, tetapi juga harus menghindari makanan tinggi lemak dan tinggi gula.
Kadar gula darah (KGD) adalah banyaknya zat gula atau glukosa di dalam darah. KGD perlu dijaga dalam batas normal agar tidak terjadi gangguan di dalam tubuh.
DM merupakan salah satu akibat dari tingginya KGD yang kebanyakan disebabkan oleh disfungsi insulin. Peningkatan KGD pada pasien DM melebihi 126 mg/dL pada gula darah puasa dan 200 mg/dL pada gula darah sewaktu.
Puasa intermiten diketahui dapat mengurangi adipositas yang menyebabkan pengurangan resistensi insulin. Hal ini diakibatkan oleh pengurangan asupan kalori dan pemrograman ulang metabolik yang merupakan efek dari puasa intermiten.
Selain itu, pengurangan asupan kalori dapat meningkatkan healthier aging dan mengurangi terjadinya penyakit kronis akibat peningkatan Activated Protein Kinase (AMPK). Hal ini memiliki kesamaan dengan mekanisme aksi dari obat metformin, yaitu obat untuk menurunkan KGD pada penderita diabetes.
NUKILAN.id | Banda Aceh – Menyambut bulan suci Ramadhan 1445 Hijriah, harga daging sapi di Pasar Al-Mahirah Banda Aceh mengalami kenaikan. Pada hari meugang pertama ini, harga daging sapi dibanderol dengan harga Rp 170 ribu hingga Rp 180 ribu per kilogram.
Harga tersebut naik dibandingkan dengan hari biasa yang berkisar antara Rp 120 ribu hingga Rp 150 ribu per kilogram.
Pantauan Nukilan di lokasi pada Minggu (10/3) sekitar pukul 09.00 WIB, Pasar Al-Mahirah ramai dikunjungi masyarakat yang antusias membeli daging.
Salah seorang pedagang daging musiman, Arief, mengatakan bahwa harga daging sapi hari ini di kisaran Rp 170 ribu hingga Rp 180 ribu per kilogram.
“Harga daging sapi naik karena hari meugang. Ini stabil kalau dibandingkan dengan harga daging meugang tahun sebelumnya,” kata Arief saat di wawancarai Nukilan.
Sementara harga daging sapi nomor dua yang ada lemaknya dijual dengan harga Rp 150 per kilogram, sedangkan tulangan sapi di harga Rp 100 ribu per kilogram.
“Untuk hari meugang kedua, harga daging sapi mungkin masih sama,” terangnya.
Meskipun harga daging sapi mengalami kenaikan, namun para pembeli tetap antusias untuk membelinya.
Salah seorang pembeli, Ibu Sindi, mengatakan harga daging sapi di hari meugang memang di kisaran Rp 170 hingga Rp 180 rib per kilogram.
“Karena hari ini hari meugang, saya membeli daging tadi di harga Rp 170 ribu. Harga segitu menurut sayawajar karena hari meugang,” ujar Ibu Sindi.
Suasana Pasar Peuniti di Hari Meugang. (Foto: Nukilan)
NUKILAN.id | Banda Aceh – Sebagai salah satu daerah yang mayoritas penduduknya adalah Muslim, Aceh memiliki banyak tradisi yang masih dilestarikan hingga kini. Salah satu tradisi itu adalah “meugang” atau juga dikenal dengan berbagai sebutan antara lain Makmeugang, Haghi Mamagang, Uroe Meugang atau Uroe Keuneukoh.
Di tengah pesatnya perkembangan zaman, tradisi-tradisi budaya tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Salah satunya adalah tradisi Meugang atau Makmeugang, sebuah tradisi yang masih tetap dilestarikan di berbagai daerah di Aceh.
Ritual Makmeugang tidak hanya sekadar proses memotong dan memasak daging, tetapi juga menjadi momen untuk berkumpul, berbagi cerita, serta mempererat hubungan bersama keluarga tercinta. Hal ini menjadi bukti kekayaan budaya dan kebersamaan yang masih kental terasa di tengah modernisasi zaman.
Dalam tradisi meugang, peran pedagang daging sapi sangatlah vital. Kami telah berkesempatan untuk berbincang dengan dua pedagang daging sapi segar terkemuka di Pasar Tradisional di Banda Aceh. Mereka berbagi pengalaman dan pandangan mereka terhadap tradisi yang telah menjadi bagian dari kehidupan mereka.
Ahmadun, salah seorang pedagang daging sapi di pasar peuniti mengatakan, meugang adalah momen yang dinantikan oleh masyarakat Aceh setiap tahunnya. Sebagai pedagang daging, dirinya mengaku tidak pernah absen berjualan ketika hari meugang tiba.
“kami berusaha menyediakan daging sapi segar setiap meugang, karena kami tahu pentingnya momen ini bagi masyarakat Aceh,” ujarnya kepada Nukilan, Minggu, (10/3/2024).
Sementara itu, Amin, pedangang daging sapi lainnya menambahkan, dirinya merasa bangga bisa menjadi bagian dari tradisi yang telah turun-temurun ini. Melihat senyum bahagia para pembeli ketika mendapatkan daging yang mereka inginkan untuk meugang adalah kepuasan tersendiri bagi baginya.
“Pembeli senang, kita juga ikut senang juga,” kata Amin.
Tidak hanya para pedagang, peran pembeli juga tak kalah penting dalam menjaga keberlangsungan tradisi ini. Dua pembeli setia, Ali dan Ibu Fitri, dengan antusias menceritakan pengalaman mereka dalam menyambut datangnya hari meugang.
Menurut Ali, meugang adalah salah satu momen yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat Aceh setiap tahunnya. Ini adalah kesempatan untuk berkumpul bersama keluarga besar, menikmati hidangan yang lezat.
“Ini tentunya menjadi momen bagi setiap keluarga untuk berkumpul dan menyantap hidangan bersama,” ujar Ali,
Sedangkan Fitri menekankan, baginya meugang bukan hanya sekadar acara, tetapi juga merupakan warisan budaya yang harus dilestarikan.
“Kita harus tetap mempertahankan tradisi ini agar dapat diwariskan kepada generasi mendatang,” ujar Fitri.
Dengan semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap budaya, tradisi meugang terus menggeliat di Aceh. Meskipun zaman terus berubah, kekayaan budaya ini tetap menjadi salah satu bagian yang tak tergantikan dari identitas masyarakat Aceh.
NUKILAN.id | Banda Aceh – Geng-geng kriminal Haiti melancarkan serangan besar-besaran terhadap beberapa kantor pemerintah, termasuk Istana Kepresidenan di atau dekat pusat kota Port-au-Prince pada Jumat malam. Hal ini dilaporkan sumber penegak hukum yang ikut serta dalam pertempuran tersebut.
Sumber tersebut mengatakan serangan itu terkoordinasi dan cepat, dengan kelompok yang berbeda secara bersamaan menargetkan beberapa gedung pemerintah termasuk Istana Kepresidenan, Kementerian Dalam Negeri, dan markas polisi di distrik barat Haiti yang mencakup Port-au-Prince.
ABC News telah berbicara dengan beberapa orang yang menyaksikan tembakan hebat dan mendengar ledakan besar. Ratusan orang meninggalkan daerah tersebut ketika geng-geng terlibat dalam pertempuran sengit melawan polisi.
Sumber tersebut mengatakan hingga berita ini diterbitkan, serangan itu mereda dan anggota geng mulai mundur. Tidak jelas apakah pertempuran telah berakhir pada malam itu atau apakah geng-geng tersebut hanya berkumpul kembali.
Sumber tersebut mengatakan bahwa angka awal menunjukkan sekitar selusin anggota geng Haiti terbunuh, meskipun ia memperingatkan bahwa angka tersebut belum sepenuhnya terkonfirmasi. Belum ada korban polisi yang dilaporkan.
Istana Kepresidenan belum pernah ditempati oleh presiden Haiti mana pun sejak Presiden Jovenel Moïse dibunuh pada Juli 2021.
Gempa bumi besar pada 2010 menghancurkan sebagian besar kompleks tersebut, sehingga sebagian besar tidak dapat digunakan sama sekali. Namun, tempat ini tetap menjadi simbol penting pemerintahan federal Haiti dan dijaga sepanjang waktu.
Jika istana berada di bawah kendali geng, hal ini akan menjadi pukulan simbolis terhadap upaya Haiti untuk memerangi kejahatan terorganisir dan pemberontakan yang sedang berlangsung di negara tersebut.
Geng-geng kriminal Haiti telah melakukan pemberontakan terbuka sejak pertengahan pekan lalu, dengan geng-geng terkuat di Haiti bersatu dan melancarkan serangkaian serangan terhadap lembaga-lembaga pemerintah.
Penjabat Perdana Menteri Haiti Ariel Henry sedang berada di luar negeri ketika serangan dimulai dan belum bisa kembali. Keadaan darurat telah diumumkan oleh pemerintah.
Departemen Luar Negeri AS mendorong warga Amerika untuk meninggalkan Haiti setelah kekerasan geng tersebut.
NUKILAN.id | Tapaktuan – Menjelang bulan suci Ramadan, tradisi membuat lemang menjadi momen yang dinantikan di berbagai wilayah di Indonesia, tak terkecuali di Aceh Selatan. Lemang, sejenis makanan tradisional yang terbuat dari beras ketan yang dimasak dalam bambu, menjadi sajian khas yang menggugah selera bagi masyarakat Aceh Selatan menjelang Ramadan.
Tradisi membuat lemang ini bukan hanya sekadar kegiatan memasak, tetapi juga menjadi bagian dari budaya dan kebersamaan yang diwariskan turun temurun dari generasi ke generasi. Menyimak persiapan menjelang Ramadan di Aceh Selatan, Nukilan bertemu dengan dua narasumber yang turut membagikan pengalaman dan pandangannya terkait tradisi ini.
Siti Rahma, seorang ibu rumah tangga yang telah lama menghidupkan tradisi membuat lemang sebelum Ramadan, berbagi cerita tentang proses persiapan dan makna di balik tradisi tersebut. Ia mengungkapkan, membuat lemang bukan hanya sekadar memasak makanan, tetapi juga merupakan momen yang mengumpulkan keluarga dan tetangga.
“Ini adalah waktu untuk berbagi cerita, tawa, dan doa bersama,” ungkap Siti Rahma dengan senyum kepada Nukilan, Sabtu, (9/3/2024).
Sementara itu, Ahmad Ibrahim, seorang tokoh masyarakat yang aktif dalam menjaga kelestarian budaya Kluet, Aceh Selatan, menjelaskan bahwa tradisi membuat lemang tidak hanya merupakan bagian dari persiapan menyambut Ramadan, tetapi juga memiliki nilai-nilai sosial dan keagamaan yang dalam.
“Lemang bukan hanya makanan, tetapi juga simbol kesatuan dan kebersamaan umat dalam menyambut Ramadan,” ujar Ahmad Ibrahim.
Di samping itu, Ahmad Ibrahim mengatakan proses pembuatan lemang yang memerlukan kerjasama antaranggota keluarga dan tetangga juga mengajarkan nilai-nilai gotong royong dan solidaritas.
“Pembuatannya perlu kerjasama, dan di sini (Kluet) baisanya hari berlemang itu tiga hari sebelum puasa,” tutur Ahmad Ibrahim.
Menyambut Ramadan dengan tradisi membuat lemang di Aceh Selatan tidak hanya menghidupkan rasa syukur akan nikmat bulan suci, tetapi juga memperkuat ikatan sosial dan keagamaan di tengah masyarakat.
Dalam kesederhanaannya, lemang menjadi lambang persatuan dan kebersamaan yang menghangatkan jiwa di tengah penuhnya bulan penuh berkah.