Beranda blog Halaman 1227

Melihat Keseruan Menparekraf RI di ARFest 2024, Dari Naik Becak Hingga Main Serompah

0
Menparekraf RI, Sandiaga Uno, saat menumpangi becak motor menuju pasar takjil Aceh Ramadhan Festival 2024. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda AcehMenteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI, Sandiaga Salahuddin Uno resmi menutup event Aceh Ramadhan Festival 2024 (ARfest24) pada Senin, (1/4/2024).

Dari amatan Nukilan.id, sebelum menuju lokasi penutupan, Sandiaga sempat berkunjung ke Sagoe Piasan Aceh yang berlokasi dibekas hotel Aceh. Di tempat itu, menyediakan beragam produk UMKM serta jenis kuliner.

Setelah itu, Sandiaga yang didampingi Kadisbudpar Aceh, Almuniza Kamal menuju ke pasar takjil yang berlokasi di sebelah timur Masjid Baiturrahman Banda Aceh dengan menumpangi becak motor. Usai menyapa penjual takjil, rombongan Sandiaga disambut Pj Gubernur Aceh, Bustami.

Sandiaga juga sempat melihat kelompok dalail khairat serta menjajal permainan rakyat di kompleks Masjid Raya Baiturrahman. Permainan rakyat yang dijajal oleh Sandi adalah serompah. Di sana, Sandi juga menyapa koki kanji rumbi dari sembilan kecamatan di Kota Banda Aceh.

Rombongan kemudian menuju lokasi penutupan yang berada di kompleks Masjid Baiturrahman. Sandi memuji event paling ditunggu-tunggu masyarakat saat bulan Ramadhan tersebut.

“Acaranya seru banget dan menurut saya banyak sekali tradisi budaya dari hikayat sampai dalail khairat. Ini juga ada permainan-permainan dan yang paling signature sih bubur kanji jadi ternyata daerah kecamatan-kecamatan yang saling berdekatan itu berbeda-beda,” ujar Sandi.

Menurut Sandi, Aceh Ramadhan Festival telah empat kali berturut-turut masuk dalam KEN, yakni even terbaik se-Indonesia. Ia berharap, kegiatan itu dapat membawa keberkahan bagi masyarakat terutama penjual.

Reporter: Akil Rahmatillah

Tutup Aceh Ramadhan Festival 2024, Sandiaga Uno Sampaikan Apresiasi

0
Menteri Parekraf RI, Sandiaga Salahudin Uno, saat acara penutupan ARFest2024. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI, Sandiaga Salahuddin Uno, secara resmi menutup Aceh Ramadhan Festival 2024 (ARfest24) yang telah berlangsung selama lima hari. Acara penutupan ini menjadi momentum untuk memeriahkan kesuksesan acara yang telah empat kali berturut-turut masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN), menjadi even terbaik se-Indonesia.

Sebelum penutupan festival, Sandiaga terlebih dahulu berkunjung ke Sagoe Piasan Aceh yang berlokasi di Lapangan Ex Hotel Aceh. Di tempat tersebut, beragam produk UMKM dan kuliner tersedia bagi pengunjung. Selanjutnya, Sandiaga beserta rombongan menuju pasar takjil di sebelah timur Masjid Baiturrahman Banda Aceh dengan menggunakan becak motor. Di sana, mereka menyapa penjual takjil dan disambut oleh Pj Gubernur Aceh, Bustami.

Kemudian, rombongan menuju lokasi penutupan yang berada di kompleks Masjid Raya Baiturrahman. Sandiaga menyampaikan apresiasi atas keberhasilan acara tersebut.

“Acaranya seru banget dan menurut saya, banyak sekali tradisi budaya dari hikayat sampai dalail khairat. Ini juga ada permainan-permainan, dan yang paling signature sih bubur kanji jadi ternyata daerah kecamatan-kecamatan yang saling berdekatan itu berbeda-beda,” ujar Sandiaga kepada awak media pada Senin, (1/4/2024).

Menurutnya, keberagaman Indonesia, khususnya di Aceh, menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

“Ini menunjukkan bahwa keberagaman Indonesia khususnya di Aceh ini justru menjadi keunikan dan daya tarik wisatawan,” tambahnya.

Sandiaga juga berharap bahwa festival ini tidak hanya menjadi daya tarik wisata religi nomor satu di Indonesia, tetapi juga dapat memberikan keberkahan bagi masyarakat, terutama para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Ada beberapa harapan agar UMKM bisa diberdayakan melalui event-event seperti ini sehingga penjualannya meningkat,” ungkapnya.

Untuk informasi, Aceh Ramadhan Festival telah melewati proses kurasi yang ketat dan berhasil mengungguli lebih dari 5.000 festival di Indonesia. Hal ini membuktikan bahwa festival ini memiliki potensi besar untuk menarik minat wisatawan, terutama di tengah prestasi Indonesia sebagai destinasi wisata halal terbaik di dunia melalui Global Muslim Travel Index 2023.

“Beberapa rekan-rekan saya dari Singapura, Malaysia, Brunei menyampaikan bahwa Aceh Ramadhan Festival ini bisa juga menjadi ajang kita berkumpul, apalagi memasuki 10 malam terakhir di bulan Ramadhan,” kata Mas Menteri, menegaskan potensi festival ini sebagai sarana untuk mempererat tali persaudaraan antarbangsa.

Dengan penutupan yang penuh antusiasme, Aceh Ramadhan Festival 2024 berhasil menorehkan catatan penting dalam kalender kegiatan wisata religi di Indonesia, memberikan peluang besar bagi pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di daerah.

Reporter: Akil Rahmatillah

Meriahkan Penutupan ARFest 2024, Fadly Padi Sukses Pukau Warga Banda Aceh

0
Penampilan Fadly Padi saat penutupan Aceh Ramadhan Festival 2024. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Hari terakhir perhelatan Aceh Ramadhan Festival 2024 diwarnai dengan penampilan mengagumkan dari bintang tamu, Fadly Padi. Vokalis Band Padi tersebut mampu memukau setiap mata pengunjung di Sagoe Piasan Aceh Lapangan Ex Hotel Aceh. Suara merdu Fadly dan repertoar lagu-lagu yang dipilihnya berhasil menambah semarak penutupan festival tahunan ini.

Dari amatan Nukilan.id di lapangan, Fadly Padi tidak hanya menyanyikan lagu-lagu andalannya seperti “Begitu Indah”, “Tanpa Batas Waktu”, dan “Tempat Terakhir”, tetapi juga menyuguhkan lagu-lagu religius yang penuh makna, termasuk “Insya Allah” dari Maher Zain. Pengunjung yang memadati lapangan terbuka ini terbawa oleh alunan musik yang menghentak dan lirik yang menyentuh.

Tak hanya memeriahkan panggung utama, Fadly Padi juga memperlihatkan kedekatannya dengan penggemar dengan turun dari panggung dan bernyanyi bersama mereka. Hal ini menjadikan momen penutupan Aceh Ramadhan Festival 2024 semakin berkesan dan membawa keceriaan bagi semua yang hadir.

Salah satu pengunjung, Mahmud, mengungkapkan kesannya atas penampilan Fadly Padi. Rina mengaku terharu bisa menyaksikan penyanyi legendaris tersebut.

“Saya terharu dengan pengalaman bisa nonton bang Fadly secara langsung. Suaranya menggetarkan hati, dan bisa bernyanyi bersamanya adalah pengalaman yang tak terlupakan,” kata Mahmud kepada Nukilan.id pada Senin, (1/4/2024).

Aceh Ramadhan Festival 2024 telah sukses menghadirkan beragam kegiatan dan hiburan selama bulan suci Ramadan. Dengan penampilan epik Fadly Padi, penutupan festival ini menggema sebagai momen yang menghangatkan hati dan mempererat ikatan antara pengunjung dengan seni dan budaya Aceh.

Penutupan Aceh Ramadhan Festival 2024 ini menjadi kenangan manis bagi semua yang turut serta, memperkuat semangat kebersamaan dan kesatuan dalam merayakan keagungan bulan Ramadan di tanah rencong.

Reporter: Akil Rahmatillah

Sebanyak 884 SiSWA SMA/SMK Banda Aceh dan Aceh Besar Lulus Berbagai PTN Jalur SNBP

0
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh-Aceh Besar, Syarwan Joni, S.Pd., M.Pd. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Sebanyak 884 pelajar SMA dan SMK Banda Aceh dan Aceh Besar lulus ke berbagai perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia. Informasi itu disampaikan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh-Aceh Besar, Syarwan Joni, Senin (01/4/2024) sore.

Menurut Syarwan, ke 884 pelajar tersebut dinyatakan lulus ke PTN melalui Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) Jalur Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP).

Hal ini sesuai dengan hasil pengumuman yang diterbitkan Kemendikbud Ristek pada Selasa 26 Maret 2023 pukul 15.00 WIB, secara serentak seluruh Indonesia, melalui portal SNPMB.

“884 siswa SMA dan SMK dari Banda Aceh dan Aceh Besar telah dipastikan lulus diterima sebagai calon mahasiswa baru di berbagai PTN melalui jalur SNBP. Para siswa tersebut terdiri 582 siswa Banda Aceh, dan 302 siswa dari Aceh Besar,” kata Syarwan.

Syarwan menjelaskan, lulusan tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, Kota Banda Aceh tahun sebelumnya 380 meningkat 582 atau 53,02 persen.
Begitupun juga halnya dengan Kabupaten Aceh Besar yang juga terjadi peningkatan dari 218 meningkat 302 atau 38,5 persen. Sehingga jika ditotalkan peningkatan jumlah lulusan tahun lalu dibandingkan tahun ini dari 598 menjadi 884 atau setara 47,8 persen.

Gambar Data/Grafik

Syarwan mengungkapkan, dari data yang diterimanya, tahun ini selain meningkat jumlah lulusan, sebaran PTN yang diterima lebih baik dibanding tahun lalu, 71 persen siswa diterima di Universitas Syiah Kuala di berbagai program studi, sisanya tersebar di Universitas Negeri di Pulau Sumatera dan Pulau Jawa.

Lebih lanjut, pria yang saat ini juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas Kepala Bidang SMA dan PKLK Disdik Aceh menambahkan, bahwa SNBP merupakan salah satu jalur seleksi penerimaan mahasiswa baru berbasis prestasi akademik dan bersifat non tes. Adapun dua jalur lainnya adalah berbasis tes atau dikenal SNBT dan jalur Mandiri.

Syarwan menyampaikan pada Jalur SNBP, setiap sekolah memiliki peluang kelulusan yang berbeda-beda dari setiap universitas dan program studi pilihan siswa, artinya jika suatu sekolah siswa eligible-nya banyak memilih ke universitas dan fakultas atau program studi yang tingkat persaingannya tinggi maka peluang jumlah kelulusan siswa pada pilihannya tersebut semakin kecil.

Pada tahun ini panitia Nasional SNPMB memberikan syarat khusus kepada seluruh siswa yang telah terdaftar melalui jalur SNBP dan dinyatakan Lulus tidak dapat mendaftar atau mengikuti seleksi jalur UTBK SNBP maupun Jalur Mandiri, dengan kata lain setiap siswa hanya memperoleh satu akun SNPMB.

Ketentuan khusus ini mendorong pihak sekolah untuk lebih intens memberikan bimbingan kepada siswa. Begitu pula para siswa, mereka akan lebih serius memilih fakultas dan prodi pilihan mereka agar peluang lulus mereka tak menjadi sia-sia, ungkap Syarwan.

Yang membanggakan ungkap Syarwan bahwa pada tahun ini Perguruan Tinggi Negeri seperti Universitas Syiah Kuala juga memberikan kesempatan kepada seluruh siswa Aceh yang memiliki bakat minat dan tercatat memiliki prestasi tingkat Nasional bidang tertentu seperti: olahraga, seni, Olimpiade, MTQ, Debat Bahasa, dan KTI, dapat memilih jalur SNBP Talenta yang bersifat non tes.

Alhamdulillah dari data laporan sekolah bahwa pada jalur SNBP Talenta, siswa SMA/SMK Banda Aceh dan Aceh Besar di terima Unsyiah sebanyak 33 orang dari total 884 yang diterima pada SNBP. Ke 33 siswa tersebut, mereka diterma pada Fakultas dan Program Study yang relefan dengan prestasi dan talenta yang mereka miliki.

Syarwan bersama jajarannya di kantor Cabang Dinas menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah yang tanpa henti terus memberikan bimbingan dan motivasi kepada siswa.

“Kami juga mengapresiasi kepada seluruh orang tua/wali yang terus mendukung keberhasilan siswa dalam melanjutkan ke perguruan tinggi sesuai minat dan bakat siswa, baik di PTN di Aceh, PTN negeri maupun luar negeri,” katanya.

Lebih lanjut Syarwan Joni menuturkan harapan dan pesan kepada seluruh siswa SMA/SMK Banda Aceh dan Aceh Besar yang telah dinyatakan lulus SNBP, agar hendaknya memiliki komitmen melakukan pendaftaran ulang pada formasi kelulusan yang telah diraih, serta mempersiapkan diri sebaik mungkin.

“Sebaliknya bagi siswa kami yang belum berhasil tetap semangat, masih ada peluang melalui SNBT dan jalur mandiri. Tentunya dengan persiapan yang intensif dan optimal. Terus belajar, berusaha sebaik mungkin melalui pembimbingan yang dilaksanakan di sekolah maupun secara mandiri,” katanya.

Editor: Akil Rahmatillah

Menteri Parekraf Dorong Pengembangan Fesyen Berkelanjutan di Aceh

0
Menteri Parekraf RI, Sandiaga Uno. (Foto: Instagram sandiuno)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Suasana antusias dan inspiratif memenuhi acara Green Economy “New Skilling SDM Green and Sustainable” di Banda Aceh. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Aula Balai Kota Banda Aceh pada Senin, (1/3/2024).

Pantauan Nukilan.id di lokasi, sebanyak 100 orang pelaku kreatif dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berkumpul untuk memperlihatkan potensi Aceh dalam mengembangkan sektor fesyen dan kriya yang semakin berkembang.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Indonesia, Sandiaga Uno. Dalam sambutannya, Sandi menyoroti perkembangan pesat dalam industri fesyen di Aceh. Ia mengungkapkan bahwa dengan kekayaan budaya dan tradisi yang dimiliki Aceh, daerah ini memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin dalam menghasilkan tren fesyen yang unik dan inovatif.

“Sebagai daerah yang kaya akan budaya dan tradisi, Aceh memiliki potensi besar untuk menghasilkan tren fesyen yang unik dan inovatif,” ujarnya.

Namun, Sandiaga Uno juga menekankan perlunya strategi untuk mengelola limbah fesyen. Hal tersebut dilakukan untuk mengubah limbah fesyen menjadi produk kreatif yang bernilai, seperti fabric waste jewelry, dan memanfaatkan sumber daya secara maksimal untuk menghasilkan nilai tambah pada dua subsektor ekonomi kreatif, yaitu fesyen dan kriya.

“Dengan tingginya produksi fesyen, diperlukan langkah-langkah untuk mengubah limbah fesyen menjadi produk kreatif yang bernilai, seperti fabric waste jewelry,” katanya.

Kader Partai Persatuan Pembangunan tersebut juga menegaskan, pemanfaatan sumber daya secara maksimal menjadi kunci untuk menghasilkan nilai tambah pada dua subsektor ekonomi kreatif (Ekraf) yang potensial, yaitu fesyen dan kriya.

“Kami percaya dengan upskilling, reskilling, dan new skilling dalam sektor parekraf, kita dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan dan menciptakan lapangan pekerjaan,” tegasnya.

Acara hari ini turut menjadi momentum bagi para pelaku industri kreatif dan UMKM di Aceh untuk bersinergi dan mengembangkan ide-ide inovatif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Dengan komitmen yang kuat dari pemerintah dan dukungan dari berbagai pihak terkait, diharapkan Aceh akan terus menjadi pusat inspirasi dan inovasi dalam industri fesyen dan kriya yang tidak hanya memperkaya budaya lokal, tetapi juga berdampak positif bagi ekonomi dan lingkungan.

Reporter: Akil Rahmatillah

Jaksa Terima Empat Tersangka Korupsi Puskesmas Lamtamot Aceh Besar

0
Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Aceh Besar menerima Penyerahan Tersangka kasus dugaan korupsi Puskesmas Lamtamot Aceh Besar. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Aceh Besar – Empat tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan Puskesmas Lamtamot (Gunung Biram) di Kabupaten Aceh Besar, diserahkan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Aceh Besar, pada Senin 1 April 2024. Penyerahan tahap II ini dilakukan setelah berkas perkara dinyatakan lengkap (P-21).

Empat orang tersangka yang diserahkan yaitu TZF (53), MR (38), SI (50), dan SN (30). Mereka diduga melakukan korupsi secara bersama-sama sehingga merugikan keuangan negara sebesar Rp. 257.752.516.

Plh Kajari Aceh Besar, Muhammad Riza menjelaskan, TZF selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pada Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Besar diduga bekerjasama dengan MR (Wakil Direktur CV. Selendang Nikmat), SI (peminjam perusahaan), dan SN (Direktur CV. Design Preview Consultant/Konsultan Pengawas) tidak melaksanakan pekerjaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Perbuatan tersangka melawan hukum/menyalahgunakan kewenangan tidak melaksanakan pekerjaan tersebut sesuai dengan hukum yang berlaku sehingga terdapat kekurangan volume pekerjaan,” katanya .

Riza mengatakan, dalam perkara ini penyidik telah menyita 103 dokumen/surat sebagai barang bukti, memeriksa 36 saksi, dan meminta keterangan 3 ahli.

“Setelah dilakukan pelimpahan Tahap II, selanjutnya Jaksa Penuntut Umum akan segera menyusun Surat Dakwaan dan melimpahkan berkas perkara ke Pengadilan Tipikor Banda Aceh untuk menjalani proses persidangan,” pungkasnya.

Atas perbuatannya para tersangka dijerat dengan Pasal 2 Ayat (1), Pasal 3 Jo Pasal 18 Ayat (1) Huruf a, b Ayat (2), Ayat (3) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Reporter: Rezi

Buntut Nadiem Cabut Aturan Pramuka Ketum SPBI Nilai Kurikulum Merdeka Hanya Slogan Belaka

0
Ketua Umum Solidaritas Pemersatu Bangsa Indonesia (SPBI) Dr. Iswadi, M.Pd (Foto: Golkarpedia)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Ketua Umum Solidaritas Pemersatu Bangsa Indonesia (SPBI), Dr. Iswadi, M.Pd, menegaskan bahwa perubahan kebijakan pendidikan yang berubah-ubah telah menciptakan gejolak besar yang mengguncang dunia pendidikan Indonesia.

Hal ini menyusul pengumuman keputusan kontroversial Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, yang secara tiba-tiba mencabut aturan terkait pramuka dari Kurikulum Merdeka.

Tindakan ini telah memicu beragam reaksi dan interpretasi dari berbagai pihak karena pramuka, sebuah gerakan pendidikan luar sekolah yang telah lama mengakar di Indonesia, dianggap sebagai bagian tak terpisahkan dari pembentukan karakter, kepemimpinan, dan pengembangan keterampilan sosial siswa.

“Keputusan Mendikbudristek untuk mencabut aturan pramuka dari Kurikulum Merdeka merupakan langkah yang tidak masuk akal. Jika Nadiem pernah merasakan pengalaman pramuka di masa sekolahnya, tentu tidak mungkin beliau mengambil keputusan seperti ini,” jelas Dr. Iswadi kepada wartawan pada Senin, 1 April 2024.

Ia menambahkan, “Dari keputusan ini, kita menilai Kurikulum Merdeka hanya sebagai slogan belaka tanpa substansi yang jelas.”

Ada yang menyambut keputusan ini dengan antusiasme, menganggapnya sebagai langkah positif menuju sistem pendidikan yang lebih fleksibel dan berorientasi pada hasil. Mereka berpendapat bahwa pramuka tidak seharusnya menjadi bagian yang mengikat dalam kurikulum sekolah, dan siswa seharusnya memiliki kebebasan untuk memilih kegiatan ekstrakurikuler sesuai minat dan bakat mereka.

Namun, di sisi lain, banyak yang menentang keputusan ini dengan keras. Mereka menganggap pramuka sebagai institusi penting dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda. Dengan mencabut aturan pramuka dari Kurikulum Merdeka, mereka khawatir nilai-nilai yang diajarkan oleh pramuka akan terpinggirkan atau bahkan dilupakan.

“Pencabutan aturan pramuka dari Kurikulum Merdeka hanya sekadar simbolisme tanpa substansi yang nyata,” kata Dr. Iswadi.

Meskipun aturan tersebut dicabut, pramuka tetap dapat dijalankan sebagai kegiatan ekstrakurikuler tanpa harus terikat oleh regulasi kurikulum. Namun, pertanyaan mendasar tetap mengemuka: apa tujuan sebenarnya dari kebijakan ini? Dan apa dampaknya bagi pendidikan di Indonesia?

Untuk menjawab pertanyaan ini, penting untuk mempertimbangkan konteks lebih luas dari kebijakan pendidikan yang tengah dilakukan oleh pemerintah. Kurikulum Merdeka bertujuan memberikan lebih banyak kelonggaran kepada sekolah dan guru dalam merancang kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan dan konteks lokal mereka.

Namun, di tengah perdebatan yang sengit ini, satu hal yang jelas adalah perlunya kajian mendalam dan evaluasi menyeluruh tentang dampak dari kebijakan ini. Kita perlu memastikan bahwa kebijakan pendidikan yang diambil benar-benar memberikan manfaat bagi pembangunan karakter, keterampilan, dan potensi siswa Indonesia.

“Diskusi dan evaluasi terus-menerus diperlukan untuk memastikan bahwa kebijakan pendidikan selalu berpihak pada pembangunan generasi muda yang tangguh dan berkualitas,” demikian Dr. Iswadi, M.Pd.

Editor: Akil Rahmatillah

Bank Indonesia Dorong Ekosistem Halal di Aceh Ramadhan Festival 2024

0
Kepala Perwakilan BI Provinsi Aceh, Rony Widijarto saat menyerahkan Qris kepada pengurus Masjid kepada Pengurus Masjid Babul Jannah. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Bank Indonesia (BI) turut memeriahkan Aceh Ramadhan Festival 2024 dengan menghadirkan berbagai program dan kegiatan untuk mendorong pengembangan UMKM dan ekosistem halal di Provinsi Aceh.

Perhelatan Aceh Ramadhan Festival 2024 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Aceh dipenuhi oleh banyak pameran UMKM yang tersebar di sekitar kawasan Masjid Raya Baiturrahman. 

BI mendukung kegiatan ini dengan melibatkan 18 UMKM dari berbagai wilayah di Aceh untuk menjajakan produk unggulannya di dua lokasi, yaitu di kawasan Masjid Raya Baiturrahman dan Plaza Aceh Mal.

“Selain pameran UMKM, BI juga menyediakan 5.500 kupon belanja bagi pengunjung yang melakukan pembayaran menggunakan QRIS di seluruh UMKM yang tersedia. Antusiasme masyarakat yang tinggi menunjukkan bahwa akseptasi transaksi digital menggunakan QRIS semakin diminati di Banda Aceh,” ujar Rony Widijarto, Kepala Perwakilan BI Provinsi Aceh.

Pada kesempatan ini, BI bersama KDEKS juga membuka layanan Pojok Halal untuk menyediakan layanan konsultasi dan sertifikasi halal gratis kepada UMKM dan masyarakat. Hal ini diharapkan dapat mengakselerasi ekosistem halal di Aceh melalui penguatan Halal Value Chain yang terstandarisasi.

“Pada pembukaan Aceh Ramadhan Festival, BI memberikan Sertifikat Halal secara simbolis kepada UMKM yang telah mengikuti program fasilitas sertifikat halal di Festival Meukat Halal 2024. Kami juga menyerahkan QRIS kepada pengurus Masjid Babul Jannah sebagai sarana pembayaran infaq dan sedekah digital, sebagai upaya membangun ekosistem masjid digital di Aceh,” jelas Rony.

Setelah Aceh Ramadhan Festival, BI akan terus mendukung pengembangan UMKM syariah dan ekosistem halal dengan menyelenggarakan program-program pengembangan kapasitas dan perluasan akses pasar, serta berbagai perlombaan dalam rangka #RoadToFESyarSumatera di Kepulauan Riau pada bulan Mei mendatang.

“BI Aceh akan mengirimkan delegasi terbaik untuk kompetisi Pondok Pesantren Unggulan, ZISWAF Unggulan, Pendakwah Ekonomi Syariah antar Pesantren, Wirausaha Muda Syariah, hingga kompetisi modest fashion. Informasi mengenai seleksi delegasi akan diupdate melalui instagram Bank Indonesia Aceh (@bank_indonesia_aceh),” pungkas Rony.

Reporter: Rezi

Ketua Komite I DPD RI Fchrul Razi: Pilkada Aceh Dipastikan Aman Sesuai Undang-Undang

0
Ketua Komite I DPD RI H. Fachrul Razi. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Usai Pemilu 2024 dihelat, pada 27 November tahun yang sama segera menyusul peristiwa ketatanegaraan penting lainnya yaitu Pilkada serentak. Irisan antara pelaksanaan Pemilu dan Pilkada memerlukan persiapan dan tenaga yang luar biasa besar, dan evaluasi dari pelaksanaan Pemilu yang lalu harus dijadikan pembelajaran demi pelaksanaan Pilkada yang lebih baik.

Untuk itu Komite I DPD RI, melaksanakan kunjungan kerja dalam rangka pengawasan dan mendapatkan berbagai informasi serta penjelasan dari berbagai stakeholders terkait persiapan Pilkada serentak 2024.

Ketua Komite I DPD RI H. Fachrul Razi dalam awal sambutannya berpesan kepada stakholders yang hadir bahwa Pilkada harus diamankan sesuai undang-undang. Duduk bersama Senator Fachrul Razi yaitu Asisten Pemerintahan Provinsi Aceh yang memaparkan bahwa Aceh sebagai daerah khusus/istimewa, maka Pilkada Aceh memiliki kekhususan yang berbeda dengan daerah lain. Seperti misalnya, ada parpol lokal sebagai pengusung dan uji baca Al Qur’an bagi calon.

Sejauh ini, dalam rangka persiapan Pilkada telah dibentuk Panwaslih Pilkada 2024 berdasarkan UU Pemerintahan Aceh. Hibah Pilkada dari Pemda kepada penyelenggara, pengawas Pilkada dan pihak keamanan (TNI/Polda) juga sudah berjalan. Untuk hibah kepada KIP, totalnya berjumlah Rp. 184.425. 537.200 yang pada tahun 2023 telah dicairkan sebesar Rp. 73.770.214.880, dan tahun 2024 ini akan dicairkan sisanya sebesar Rp. 110.655.322.320,-. Pencairan tahun 2024 masih menunggu  permohonan dari KIP Aceh. Selanjutnya, hibah kepada panwaslih sebesar Rp. 57.000.000.000,- dan Polda sebesar Rp. 16.000.000.000,-.

Ketua KIP Aceh yang juga hadir menyampaikan bahwa pelaksanaan Pilkada di Aceh mengandung kekhususan yang diatur lebih lanjut dalam Qanun Aceh. Serangkaian Persiapan juga tengah berjalan saat ini. Sementara menurut Ketua Panwaslih Aceh, mengingat komisioner Panwaslih baru saja dilantik pada Februari 2024 yang lalu, maka sejauh ini yang baru dilakukan oleh pihaknya adalah menyusun RAB sebagai dasar biaya operasional Panwaslih Aceh. R

AB akan segera disampaikan kepada Pj. Gubernur pada 2 April 2024. Selain itu, infrastruktur Kantor juga sudah disediakan oleh Pemerintah Aceh, dan saat ini juga tengah berlangsung perekrutan Panwaslih tingkat kab/kota.

Sementara itu, dari perwakilan Kodam Iskandar Muda menyatakan, situasi Aceh pada umumnya kondusif. Kodam mengambil langkah-langkah bersama forkopimda untuk menjaga keamanan secara preventif menjelang pelaksanaan pilkada.

Senada dengan perwakilan Kodam, Polda Aceh optimis dengan bantuan dan dukungan dari TNI, keamanan akan diwujudkan melalui perencanaan, intelijen dan pendekatan yang baik. Walaupun harus diakui, Pilkada Aceh mungkin akan sedikit panas tensinya, karena adanya unsur kepentingan lokal yang lebih tinggi.

Melengkapi informasi dari stakeholders di atas, Kabinda Provinsi Aceh menyebut bahwa dalam pelaksanaan Pilkada yang perlu diantisipasi bersama adalah kebebasan berekspresi melalui media sosial dan penggunaan atribut-atribut yang berpotensi menimbulkan polemik.

Di luar itu, prosedur tetap seperti monitoring dan pendalaman terhadap seluruh tahapan Pilkada dari mulai perekrutan komisioner Panwaslih, hingga penghitungan suara senantiasa dilakukan. Koordinasi juga dibangun bersama Polda, KIP, dan Panwas agar setiap tahapan dapat berjalan sesuai harapan dengan meminimalisir ancaman, tantangan , hambatan dan gangguan (AGHT).

Senator yang hadir juga turut mewarnai acara kunker. Misalnya, Senator Abdur Rahman Thaha menyoroti fantastisnya anggaran daerah yang digunakan untuk Pilkada Aceh. Dengan total 1 (satu) triliun lebih yang disedot dari kas APBD Provinsi dan Kab/Kota, anggaran sebesar ini bisa merugikan keuangan daerah.

Oleh sebab itu, perlu dicari strategi untuk pelaksanaan Pilkada yang efektif. Sementara Senator Ajiep Padindang mencoba memberikan perspektif lain, bahwa mengingat Otonomi Khusus yang dimiliki Aceh, ke depan perlu dipikirkan bahwa pemilihan pemimpin-pemimpin Aceh harus menggunakan rule model berdasarkan syariat Islam. Menurutnya, kekhususan dalam memilih pemimpin daerah juga sudah ada dalam praktik di daerah lain misalnya di Yogyakarta Sultan otomatis menjadi Gubernur.

Senator lainnya, M.Rakhman lebih menyoroti peranan KIP dan Panwaslih dalam penegakan hukum terhadap penanganan pelanggaran yang mungkin terjadi. Jangan sampai misalnya, terjadi kembali seperti Pemilu yang lalu, ada kesalahan berupa kelebihan sampai 70 ribu suara tetapi sanksinya tidak jelas. Senator Darmansyah juga menambahkan bahwa Pilkada harus dapat melahirkan pemimpin yang semakin berkualitas.

Selain itu, jangan sampai terjadi pemimpin-pemimpin daerah tersandera oleh bohir-bohir yang menjadi sponsornya, sehingga pada akhirnya menjadi bumerang, harus memberikan privilege kepada mereka untuk mendapatkan izin-izin tertentu yang berujung kepada penggerusan sumber daya alam dan praktik-praktik korupsi.

Kegiatan Kunker dalam rangka pengawasan UU Pilkada oleh Komite I DPD RI dilaksanakan pada hari Senin, 1 April 2024, di Kantor Pemerintah Provinsi Aceh. Acara dipimpin oleh Ketua Komite I DPD RI Fachrul Razi bersama dengan Wakil Komite I H. Pangeran Syarif Bahasyim dan Asisten Pemerintahan Pemerintah Provinsi Aceh Stakeholder yang diundang antara lain, Kodam Iskandar Muda, Polda, Kajati, KIP Aceh, Panwaslih Aceh, Kesbangpol, Bappeda, BKA, BPKA, Satpol PP, Karo Hukum, Karo Pem. Otda. Sementara Senator yang hadir adalah KH. Muhammad Nuh, Ir. Darmansyah Husein, Jialyka Maharani, Dr. Hj. Misharti, Dr. Abdul Rahman Thaha, Dr. Ajiep Padindang, H. M. Rakhman, H. Nanang Sulaiman, Maria Goreti, Asni Hafid, H. Asep Hidayat, dan Ir. H. Iskandar Muda Baharuddin Lopa. Acara dimulai pukul 10:30 WIB dan selesai pada pukul 12:30 WIB.

Editor: Akil Rahmatillah

Mie Caluk, Makanan Favorit Berbuka Puasa Warga Banda Aceh

0
Mie caluk menjadi makanan primadona warga Banda Aceh. (Foto: medcom.id)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Bulan Ramadan selalu menjadi momen istimewa bagi warga Aceh, terutama di kawasan Banda Aceh. Kota ini terkenal dengan ragam makanan lezatnya yang kaya akan rempah-rempah, dan salah satu primadona yang tak pernah absen dari menu berbuka puasa adalah Mie Caluk.

Di pinggir jalan wilayah Kota Banda Aceh, terutama di kawasan Lamdingin, aroma harum Mie Caluk langsung memikat perhatian. Rahma, seorang pedagang mie caluk di pasar tersebut, menyebutkan bahwa mie caluk menjadi buruan utama warga saat berbuka puasa.

“Dagangan saya selalu laris manis di bulan Ramadan. Mungkin karena harganya murah dan rasanya juga khas,” ujar Rahma kepada Nukilan.id pada Senin, (1/4/2024).

Menurut Rahmah, mie caluk merupakan sajian yang terbuat dari mie lidi dan mie Huen yang dimasak dengan bumbu rempah-rempah khas Aceh, serta campuran sayuran segar seperti kol, tauge, wortel, dan daun bawang yang diiris halus. Untuk memberikan cita rasa yang lebih nikmat, mie caluk disiram dengan bumbu kacang dan disajikan dengan kerupuk berwarna merah sebagai toppingnya.

Keistimewaan lain dari mie caluk adalah cara penyajiannya yang sederhana. Pengunjung cukup merogoh mie caluk dengan tangan yang dilindungi sarung tangan plastik. Harganya pun sangat terjangkau, hanya Rp5000 per porsi, menjadikannya sebagai pilihan yang ekonomis namun memuaskan.

Pantauan Nukilan.id di lokasi, menunjukkan antusiasme warga yang tinggi terhadap mie caluk ini. Para pembeli dari berbagai kalangan rela mengantre demi mendapatkan sajian favorit mereka untuk berbuka puasa.

“Ini makanan favorit saya saat berbuka puasa. Biasanya saya makan mie caluk terlebih dahulu, baru kemudian lanjut dengan makan nasi setelah salat maghrib,” kata Puspita, salah satu pembeli setia mie caluk.

Dengan cita rasa yang khas dan harga yang terjangkau, tidak heran jika mie caluk selalu menjadi menu yang dicari-cari oleh warga Aceh, terutama di bulan suci Ramadan. Semoga semangat berbagi sajian lezat ini terus terjaga dan dapat mengisi kebersamaan di bulan yang penuh berkah ini.

Reporter: Akil Rahmatillah