Beranda blog Halaman 1146

Dinsos Aceh Berikan Bantuan Seng Untuk SDIT Ar-Rabwah, Pasca Ditimpa Bencana Angin Kencang

0
Kadis Sosial Dr. Muslem serahkan simbolis bantuan masa panik SDIT Ar-Rabwah. (Foto: Dinsos Aceh)

NUKILAN.id | Jantho – Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial menyerahkan bantuan masa panik untuk Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Ar-Rabwah pasca terkena bencana puting beliung pada Kamis (23/5/2024) kemarin.

Bantuan bahan bangunan rumah berupa seng itu di antar langsung Kadis Sosial Aceh, Dr. Muslem Yacob yang diterima Kepala Sekola SDIT Ar-Rabwah, Nila Wati, S.Pd Jum’at (24/5) di lokasi bencana komplek Pesantren Ar Rabwah, Gp. Kr. Lamkareung, Indrapuri, Aceh Besar.

Dr. Muslem menyebutkan, Pemerintah Aceh dalam hal ini Dinsos berkomitmen untuk terus memberikan perlindungan sosial bagi warga masyarakat yang menjadi korban dari bencana alam maupun sosial.

Hal ini, sebagaimana yang diperintahkan Pj. Gubernur Aceh kepada sejumlah SKPA terkait termasuk Dinsos Aceh, agar mengedepankan pertolongan dini dalam menyikapi terjadinya musibah bencana yang menyulitkan kehidupan warga.

“Kedatangan kami selain memberikan dukungan moril juga sekaligus menyerahkan secara langsung bantuan seng yang bisa dimanfaatkan untuk perbaikan atap gedung sekolah Ar-Rabwah” ujar Kadis Sosial.

“Disamping itu dari hasil koordinasi, Dinsos Aceh Besar ikut membantu mendirikan tenda sementara guna mendukung proses belajar mengajar jelang pelaksanaan ujian di SDIT Arrabwah” jelasnya.

Sebagai informasi, kejadian musibah tersebut terjadi pada tengah malam, ketika hujan deras dan angin kencang melanda. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Gedung sekolah mengalami kerusakan pada atap, termasuk 1 kantor guru dan 2 ruang kelas.

Semoga dengan adanya kerjasama dan koordinasi berbagai pihak, proses pendidikan dapat berjalan dengan baik hingga rehabilitasi gedung sekolah selesai dilakukan.

Hadir dilokasi bencana, Pembina Yayasan Ar Rabwah, Prof. Tgk. Hasanudin Yusuf Adan, Ketua Yayasan Ar Rabwah, Drs. Tgk. Bismi Syamaun, turut serta Plt. Kadis Sosial Aceh Besar, Aulia Rahman dan Sub Koordinator PSKBA Dinsos Aceh, Yanyan Rahmat.

Editor: Akil Rahmatillah

Kemenag Susun Peta Jalan Zakat Menuju Indonesia Emas 2045

0
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag, Waryono Abdul Ghafur. (Foto: Kemenag)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag, Waryono Abdul Ghafur memaparkan sejumlah strategi untuk memaksimalkan potensi zakat yang mencapai Rp327 triliun. Strategi tersebut dituangkan melalui program Gerakan Zakat Nasional dan Peta Jalan Zakat menuju Indonesia Emas 2045, yang diharapkan mampu memperkuat peran zakat dalam pembangunan nasional.

“Tantangan zakat menuju Indonesia Emas 2045 adalah minimnya strategi untuk mencapai potensi zakat sebesar Rp327 triliun. Karenanya, perlu dibuat milestone (tonggak pencapaian) untuk mencapai target tersebut,” ujarnya secara virtual dalam kegiatan Ruang Tengah Urun Rembuk Peta Jalan Zakat Nasional yang digelar Forum Zakat (FOZ), Jumat (24/5/2024)

Langkah pertama yang disampaikan Waryono adalah peta muzaki. Menurutnya, identifikasi yang tepat akan membantu mengarahkan zakat dari muzaki ke mustahik yang membutuhkan. “Kita perlu mengidentifikasi dan mendata para muzaki (pemberi zakat) untuk memastikan potensi zakat dapat dimaksimalkan,” jelasnya.

Langkah kedua, lanjutnya, adalah peta mustahik. “Dengan memetakan mustahik, kita dapat memastikan zakat disalurkan tepat sasaran dan tepat guna. Data Regsosek (Registrasi Sosial Ekonomi) dari Bappenas dapat digunakan untuk menentukan mustahik yang akan menerima dana zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya,” tambahnya.

Strategi ketiga adalah peta SDM amil. Langkah ini melibatkan pendeteksian kebutuhan dan potensi sumber daya manusia di sektor amil zakat untuk meningkatkan kapasitas dan profesionalisme pengelola zakat.

“Untuk kompetensi amil dan nazir, khusus untuk pesantren, nanti akan menggunakan Dana Abadi Pesantren sebagai salah satu sumber pendanaannya,” ungkap Waryono.

Langkah terakhir adalah peta literasi. Menyusun peta literasi zakat bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya zakat dan ketepatan dalam mengelolanya. “Kami ingin zakat dan wakaf dijadikan satu kurikulum khusus pada madrasah, sekolah, dan perguruan tinggi,” tegas Waryono.

Waryono menekankan, strategi kolaborasi antar-stakeholder menjadi kunci utama dalam menyukseskan Gerakan Zakat Nasional. Pemerintah, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Lembaga Amil Zakat (LAZ), sektor swasta, dan masyarakat harus bekerja sama dalam merancang dan melaksanakan program-program zakat.

Sementara itu, Sekretaris FOZ, Ivan Nugraha mengatakan, peta jalan zakat nasional bertujuan untuk memperkuat peran zakat dan wakaf di Indonesia agar kontribusinya semakin terlihat dan berdampak.

“Pemerintah telah menyusun Visi Indonesia Emas 2045 yang dituangkan dalam RPJMN, dan nantinya dapat dijadikan patokan untuk menyusun peta jalan zakat,” pungkasnya.

Editor: Akil Rahmatillah

Pj Wali Kota Banda Aceh Tinjau Jalan Rusak di Permukiman Warga

0
Pj Wali Kota Tinjau Jalan Rusak di Permukiman Warga. (Foto: Humas BNA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pj Wali Kota Banda Aceh Amiruddin meninjau salah satu ruas jalan yang rusak di permukiman warga, tepatnya di Jalan Mantri Zainun, Gampong Baro, Kecamatan Meuraxa, Jumat, 24 Mei 2024.

Pada kesempatan itu, Pj Wali Kota Amiruddin turut didampingi oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Fadhil, Kabid Bina Marga Dinas PUPR Salmah Maimunah, Camat Meuraxa Mustafa, dan perangkat gampong setempat.

Hasil peninjauan, pada badan jalan sepanjang kurang lebih 200 meter tersebut, didapati beberapa titik yang rusak/berlubang hingga tergenang air. Penyebabnya, berdasarkan laporan warga: lalu-lalang truk pengangkut material pembangunan perumahan.

Kepada Dinas PUPR, pj wali kota langsung menginstruksikan agar segera memperbaikinya. “Sebelum rusak parah jalan ini kita perbaiki terus. Jangan lama-lama lagi, dalam dua hari ini saya kira bisa ditindaklanjuti,” ujarnya memberi arahan di lokasi.

Kemudian kepada camat dan keuchik, Amiruddin menekankan pengawasan terhadap truk bermuatan berat yang melintasi jalan desa. “Tolong diawasi bersama agar muatannya tidak melebihi kapasitas jalan. Karena mereka juga punya tanggung jawab untuk menjaga jalan umum.”

Tak ketinggalan, pj wali kota menyampaikan terima kasih kepada masyarakat, terutama netizen yang telah menginformasikan kondisi jalan rusak via media sosial. “Dengan begitu, kita bisa lebih tanggap menindaklanjutinya,” seraya meminta jajaran pejabatnya untuk senantiasa aktif menyahuti aspirasi warga.

Menurutnya, secara bertahap perbaikan akan dilakukan Pemko Banda Aceh terhadap jalan yang rusak di kawasan lainnya. “Bukan hanya di sini, tapi juga ruas jalan lain di seluruh wilayah kota yang memang menjadi tanggung jawab pemko.”

Termasuk perbaikan jalan untuk mendukung pelaksanaan PON XI 2024. “Terhadap jalan-jalan prioritas penunjang pelaksanaan PON seperti Jalan Sultan Malikul Saleh dan Jalan Wedana akan segera kita perbaiki bagian yang rusaknya. Insyaallah rampung sebelum pergelaran PON September mendatang,” ujarnya.

Editor: Akil Rahmatillah

Illiza Sa’aduddin Djamal Resmi Maju Sebagai Bacalon Wali Kota Banda Aceh di Pilwalkot 2024

0

NUKILAN.id | Banda Aceh – Anggota DPR RI Illiza Sa’aduddin Djamal resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon (Bacalon) Wali Kota Banda Aceh melalui Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Pantauan Nukilan.id, kehadirannya di Kantor DPC PPP Banda Aceh, Jumat (24/5/2024), disambut oleh Ketua DPC PPP Asnawi M Amin serta sejumlah kader partai berlambang Ka’bah tersebut.

“Saya merasa Kota Banda Aceh masih membutuhkan perhatian khusus untuk menata kembali berbagai persoalan yang muncul pasca saya tidak lagi menjabat,” ujar Illiza usai menyerahkan formulir pendaftaran.

Menurut Illiza, ada sejumlah persoalan yang perlu dibenahi, termasuk tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, dan penerapan syariat Islam. Ia juga menekankan pentingnya perhatian khusus pada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang mulai tumbuh di kota tersebut.

Selain itu, Illiza berkomitmen menghidupkan kembali kolaborasi antara Banda Aceh, Sabang, dan Jantho (Basajan) guna membangkitkan pariwisata dan ekonomi masyarakat.

“Kolaborasi antar daerah sangat penting untuk memajukan pariwisata dan ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Dalam upaya pencalonannya, Illiza mengaku telah berkomunikasi dengan beberapa partai politik, termasuk Gerindra, Demokrat, Golkar, NasDem, dan PKB. Hasil survei menunjukkan bahwa ia masih dianggap layak memimpin Kota Banda Aceh.

Illiza juga menjelaskan bahwa meskipun ada dorongan dari masyarakat untuk maju sebagai calon gubernur atau wakil gubernur, ia memilih fokus pada Banda Aceh.

“Berdasarkan perolehan suara pada Pemilu 2024 yang naik beberapa kali lipat dibandingkan 2019, banyak yang mengajak saya untuk maju sebagai gubernur atau wakil gubernur. Namun, saya memilih realistis dengan fokus pada Banda Aceh,” ungkap Illiza.

Dalam Pemilu 14 Februari lalu, Illiza maju sebagai anggota DPR RI Dapil Aceh 1 dengan perolehan suara sebanyak 111.389, terbesar kelima. Namun, PPP tidak lolos ambang batas parlemen sehingga Illiza dipastikan gagal kembali ke Senayan.

Sebelum terpilih sebagai anggota DPR RI pada Pemilu 2019, Illiza dikenal sebagai pemimpin Banda Aceh. Pada Pilkada 2007, pasangan Mawardy Nurdin-Illiza terpilih sebagai wali kota-wakil wali kota, kemudian kembali terpilih pada Pilkada Aceh 2012. Setelah Mawardy meninggal dunia pada 2014, Illiza naik tahta menjadi wali kota.

Dengan pengalamannya yang luas dalam pemerintahan, Illiza Sa’aduddin Djamal bertekad untuk kembali memimpin Banda Aceh dan membawa kota ini ke arah yang lebih baik.

Reporter: Akil Rahmatillah

Kakanwil Azhari Buka Raker dan Muswil Pengawas Madrasah Usai Tinjau Ihmal Market

0
Kakanwil Azhari sampaikan sambutan saat pembukaan Raker & Muswil Pengawas Madrasah se Aceh. (Foto: Kanwil Kemenag Aceh)

NUKILAN.id | Takengon – Kepala Kanwil Kemenag Aceh Drs H Azhari MSi membuka Rapat Kerja (Raker) dan Musyawarah Wilayah (Muswil) Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) Madrasah Tahun 2024, di Grand Bayu Hill Hotel, Takengon, Kamis, 23 Mei 2024.

Saat menyampaikan sambutan dan araha pembukaan, Kakanwil  berpesan kepada pengawas agar menjadi pendamping kepala dan guru dalam mewujudkan visi dan misi Kemenag dalam hal pendidikan.

Pengawas madrasah, harap Azhari, juga bisa membantu setiap program prioritas Kementerian Agama.

“Peran pengawas salah satu faktor penting dalam rangka memastikan pendidikan sesuai dengan program yg telah ditetapkan,” ungkapnya.

Raker bertema “Menggalang Persatuan Menuju Paradigma Baru Peran Pengawas Madrasah” berlangsung hingga Sabtu, 25 Mei 2024.

Selain diikuti jajaran Bidang Penmad dan Pokja, sesi pembukaan juga dihadiri Kakankemenag Aceh Tengah H Wahdi MA dan jajaran, serta undangan.

Sebelumnya, Kakanwil dan jajaran bersama jajaran Kemenag Aceh Tengah meninjau operasional Ikhlas Beramal (Ihmal) Market Kemenag Aceh Tengah.

Di sini Kakanwil sampaikan kesan, bahwa market wakaf produktif ini sudahlah bersinar, sembari tim nikmati menu dan jajanan di sisi luar cafe. “Semoga berkah bermanfaat,” ajaknya saat promosikan juga bubuk kopi kemasan.

Dua bulan lalu, Jumat, 19 Mei, Kakanwil diikuti Forkopimda dan sesepuh Kankemenag, resmikan gedung baru wakaf produktif di dekat terminal Takengon ini.

Saat pereskian, Kakanwil juga ikuti macam-macam kegiatan, dari serahkan sertifikat halal, sertifikat wakaf, hingga acara dengan penyuluh di PLHUT Takengon, juga di dekat Terminal Takengon.

Sebelum khutbah di Masjid Agung Ruhama, Kakanwil juga Deklarasi Zona Integritas (ZI) MAN 1 dan MTsN 1 Aceh Tengah, serta Launching Madrasah Diniyah (Madin) MAN 1 dan MTsN 1 Aceh Tengah.

Siang itu Kakanwil tinjau KUA Bebesan dan buka Sosialisasi Tata Kelola Organisasi bersama Kasubbag TU, operator, dan pihak madrasah se Aceh di Grand Bayu Hill Hotel, dataran tinggi Gayo ini.

Editor: Akil Rahmatillah

Pemkab Simeulue Programkan Peremajaan Kelapa untuk Tingkatkan Produktivitas

0
Ilustrasi perkebunan kelapa. (Foto: ARC)

NUKILAN.id | Sinabang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simeulue, Provinsi Aceh, berupaya melakukan program peremajaan tanaman kelapa guna meningkatkan produktivitas komoditas alam tersebut.

Kepala Dinas Perkebunan, Peternakan, dan Kesehatan Hewan Kabupaten Simeulue Hasrat Abubakar di Simeulue, Selasa, mengatakan, peremajaan diupayakan karena sebagian besar tanaman kelapa di kabupaten kepulauan tersebut tidak produktif.

“Tanaman kelapa di Simeulue banyak yang sudah tua, sehingga berdampak pada produktivitas. Dengan program peremajaan ini diharapkan Kabupaten Simeulue menjadi sentra kelapa di Aceh,” kata Hasrat Abubakar.

Ia menyebutkan luas kebun kelapa di Kabupaten Simeulue mencapai 7.700 hektare dengan produktivitas berkisar lima hingga enam ribuan. Perkebunan kelapa tersebut tersebar di 10 kecamatan di Kabupaten Simeulue.

Menurut Hasrat Abubakar, produktivitas kelapa tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yang mencapai 80 ribu ton. Kebutuhan tersebut harus dipasok dari Kabupaten Nias di Sumatera Utara maupun Kabupaten Aceh Selatan.

“Buah kelapa yang dihasilkan sekarang ini hanya cukup untuk kebutuhan rumah tangga. Sedangkan untuk kebutuhan usaha, harus dipasok dari Pulau Nias maupun daratan Aceh. Padahal, Simeulue memiliki potensi pengembangan tanaman kelapa,” katanya.

Selain mengupayakan peremajaan tanaman, kata dia, pihaknya juga berupaya meningkatkan produktivitas kelapa program penyuburan tanaman. Program penyuburan merupakan upaya jangka pendek dalam meningkatkan produksi buah kelapa

Sementara itu, Suhada, petani kelapa di Simeulue, mengatakan selain tanaman sudah tua, produktivitas kelapa juga terkendala dengan keberadaan hama berupa monyet, sehingga buah yang dihasilkan berkurang.

“Walau tanaman kelapa di kebun saya banyak yang sudah tua, tetapi cukup banyak. Namun, kini kendalanya ada hama berupa monyet, sehingga buah yang dihasilkan jauh menurun,” kata Suhada.

Kabupaten Simeulue merupakan wilayah kepulauan terluar di Provinsi Aceh. Pulau Simeulue berada di Samudra Hindia yang jaraknya sekitar 180 mil laut dari pesisir barat Pulau Sumatra.

Kabupaten Simeulue merupakan pemekaran dari Kabupaten Aceh Barat sejak tahun 1999. Kabupaten Simeulue memiliki 10 kecamatan dengan 138 gampong atau desa yang dihuni sekitar 94 ribuan jiwa.

Editor: Akil Rahmatillah

BPBA: Relokasi Warga Gampong Ladang Rimba Jadi Solusi Atasi Banjir Trumon

0
Kondisi pasca Banjir bandang melanda Ladang Rimba Kecamatan Trumon Tengah Aceh Selatan. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Gampong Ladang Rimba di Kecamatan Trumon, Aceh Selatan, menjadi langganan banjir setiap musim hujan. Pelaksana tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Fadmi Ridwan, menyatakan solusi yang harus diambil pemerintah adalah merelokasi penduduk ke lokasi baru.

“Jika masyarakat tetap bertahan, dikhawatirkan bencana akan terus berulang,” kata Fadmi, Kamis (22/5/2024).

Berdasarkan data yang dihimpun dari Universitas Syiah Kuala (USK), banjir bandang yang terjadi pada 15 hingga 21 November 2023 berdampak pada 1.574,98 hektare di tiga kecamatan: Trumon Tengah, Trumon Timur, dan Trumon.

Banjir tersebut juga mempengaruhi 15.064 jiwa penduduk dan 4.544 Kartu Keluarga (KK), dengan jumlah pengungsi mencapai 669 orang. USK merekomendasikan relokasi terbatas, meski tidak mudah dilaksanakan.

“Ini bukan perkara sederhana, terutama terkait tanah, properti, dan ikatan leluhur, apalagi terdapat makam keluarga di sana,” ujar Fadmi.

Menurut Fadmi, pembangunan drainase bukan solusi yang efektif karena akan kembali tertimbun oleh material seperti lumpur dan batuan. ”

Kecuali pemerintah membangun kanal besar dan jembatan untuk mengarahkan air langsung ke laut, yang merupakan ranah Proyek Strategis Nasional (PSN),” tambahnya.

Ia menyarankan agar rekomendasi tersebut dibahas dalam Musrembang lokal, lalu dilanjutkan ke provinsi hingga nasional. Banjir yang sering terjadi di Ladang Rimba disebabkan oleh perubahan vegetasi akibat aktivitas manusia.

“Dulunya area tersebut adalah hutan alam, namun sekarang sudah berubah menjadi perkebunan sawit dalam waktu kurang dari 30 tahun,” jelas Fadmi.

Ia menambahkan bahwa masyarakat setempat juga mengakui kondisi areal tersebut 15 tahun lalu tidak separah sekarang.

Koordinator Tim Teknis USK, Purwandy, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan survei dan observasi awal terhadap bencana banjir di Gampong Ladang Rimba pada Desember 2023.

“Kami mendapatkan data sekunder dari BPBD dan instansi terkait, serta data cuaca dan curah hujan,” kata Purwandy.

Berdasarkan analisis data, pihaknya merekomendasikan pembuatan check dam atau bendungan kecil secara bertingkat untuk mengurangi arus air dan meminimalisir longsoran tanah.

Namun, Purwandy menegaskan bahwa relokasi merupakan solusi terakhir jika banjir tidak bisa dicegah.

“Relokasi bisa menimbulkan masalah baru, terutama dari sisi ekonomi dan sosial masyarakat. Mereka memiliki tanah yang luas dan bergantung pada lahan tersebut untuk hidup,” jelasnya.

“Kami tidak pernah mengeluarkan rekomendasi relokasi,” tegas Purwandy.

Dengan demikian, solusi relokasi masih menjadi perdebatan, sementara langkah-langkah mitigasi lainnya terus diupayakan untuk mengatasi banjir yang kerap melanda Gampong Ladang Rimba.

Editor: Akil Rahmatillah

Sudah Tertunggak 5 Bulan, Kadisdik Simeulue Pastikan TPP Guru akan Segera Cair

0
Ilustrasi TPP. (Foto: Riau Online)

NUKILAN.id | Sinabang – Kekhawatiran para guru di Kabupaten Simeulue akhirnya menemukan titik terang setelah lima bulan menunggu pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang tertunda. Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Simeulue, Firmanudin, memastikan bahwa pencairan TPP akan segera diproses dalam waktu dekat.

Dalam keterangannya Firmanudin menyampaikan bahwa guru yang telah menduduki jabatan fungsional akan segera menerima pembayaran TPP mereka. “Insyaallah, besok atau lusa SPM-nya sudah ditandatangani,” ujarnya.

Firmanudin menjelaskan bahwa keterlambatan pembayaran TPP disebabkan oleh penyesuaian jabatan. Banyak guru ASN dan PPPK di Simeulue yang belum dilantik dalam jabatan fungsional, terutama mereka yang diangkat sejak tahun 2019. Namun, setelah melalui berbagai tahapan dan koordinasi dengan pihak terkait, proses pencairan TPP guru fungsional kini sedang dalam proses.

Selain TPP, Firmanudin juga menerangkan keterlambatan pembayaran Tunjangan Profesi Guru (TPG) dan Tunjangan Khusus Guru (TKG) yang disebabkan oleh terlambatnya transfer dana dari pusat ke daerah. Meskipun demikian, kedua tunjangan tersebut juga sedang dalam proses pencairan.

“Keterlambatan ini disebabkan oleh berbagai kendala administrasi dan penyesuaian, baik untuk TPP, TPG, maupun TKG,” jelas Firmanudin.

Namun ia menggarisbawahi bahwa TKG hanya diberikan kepada guru di dua sekolah di Simeulue, yaitu di Pulau Teupah dan Pulau Siumat, yang termasuk dalam kategori daerah terpencil.

Dengan adanya kepastian ini, diharapkan para guru di Simeulue dapat lebih tenang dan fokus dalam melaksanakan tugas mereka. “Kami berusaha semaksimal mungkin agar hak-hak para guru dapat segera terpenuhi,” tutup Firmanudin.

Editor: Akil Rahmatillah

DPP PNA Rekomendasikan Dua Nama Bakal Calon Bupati Aceh Selatan 2024

0
Dokumen surat rekomendasi DPP PNA. (Foto: DPP PNA)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Dewan Pimpinan Pusat Partai Nanggroe Aceh (DPP-PNA) akhirnya merekomendasikan dua nama sebagai bakal calon bupati Aceh Selatan untuk periode 2024-2029. Kedua nama tersebut adalah Ketua DPW PNA Aceh Selatan Zaitun MHD dan Pj. Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Darmansah.

Rekomendasi ini tercantum dalam surat bernomor 1.064/PNA/PILKADA/KU-SJ/V/2024 tertanggal 17 Mei 2024 yang ditandatangani langsung oleh Ketua DPP PNA Irwandi Yusuf dan Sekretaris Jenderal Miswar Fuady.

Dalam surat tersebut, DPP PNA menugaskan kedua bakal calon bupati Aceh Selatan untuk segera mencari pasangan sebagai bakal calon wakil bupati Aceh Selatan periode 2024-2029. Selain itu, keduanya juga ditugaskan untuk membangun koalisi dengan partai politik lain guna memenuhi persyaratan pencalonan di Pilkada 2024 sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

DPP PNA juga menginstruksikan Zaitun MHD dan Darmansah untuk melakukan komunikasi intensif dengan Dewan Pimpinan Wilayah Partai Nanggroe Aceh (DPW PNA), Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK), dan Dewan Pimpinan Gampong (DPG) di Kabupaten Aceh Selatan. Langkah ini diperlukan untuk menggerakkan struktur partai dalam bekerja dan membuat program pemenangan pada Pilkada 2024.

Selain itu, DPP PNA juga menugaskan kedua bakal calon bupati Aceh Selatan ini untuk melaksanakan kerja politik yang cerdas, cepat, tepat, dan konsisten demi memenangkan Pilkada 2024. Mereka juga harus menanggung biaya survei oleh lembaga yang ditunjuk oleh DPP PNA.

Untuk diketahui, PNA Aceh Selatan berhasil meraih 5 kursi (satu fraksi penuh) pada Pileg 2024 lalu. Dengan hasil ini, partai politik lokal tersebut memenuhi syarat sesuai UU Pemilu untuk mengusung pasangan calon bupati dan wakil bupati di Pilkada 2024.

Editor: Akil Rahmatillah

Pertanyakan Rangkap Jabatan Akademisi di MPA, YARA Surati Rektor UIN Ar-Raniry

0
Surat untuk Rektor UIN Ar-Raniry. (Foto: Dokumen surat YARA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) mengirimkan surat konfirmasi kepada Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh terkait dugaan rangkap jabatan sejumlah akademisi kampus tersebut dalam struktur keanggotaan Majelis Pendidikan Aceh (MPA).

Surat tertanggal 20 Mei 2024 itu mempertanyakan keabsahan rangkap jabatan tersebut, mengingat adanya ketentuan yang melarang anggota MPA memegang posisi struktural di institusi asalnya.

Informasi yang diterima Nukilan.id, dalam surat tersebut YARA menyebutkan hasil penelitian mereka yang menunjukkan bahwa beberapa akademisi dari UIN Ar-Raniry yang terpilih sebagai anggota MPA untuk periode 2024-2029 ternyata masih memegang jabatan struktural di kampus. Dua nama yang disebutkan adalah Prof. Dr. Syahrizal Abbas, M.A. dan Dr. Ajidar Matsyah, M.A.

Prof. Dr. Syahrizal Abbas, M.A. diketahui merangkap sejumlah jabatan, yaitu sebagai Ketua Program Studi S3 Fiqih Modern UIN Ar-Raniry, Anggota Tuha Peut Lembaga Wali Nanggroe, dan Anggota Pengawas Bank Syariah, selain sebagai Anggota MPA untuk periode 2019-2024 dan terpilih kembali untuk periode 2024-2029.

Sementara itu, Dr. Ajidar Matsyah, M.A. tercatat sebagai Wakil Dekan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry dan juga Anggota MPA untuk periode 2019-2024 serta terpilih kembali untuk periode 2024-2029.

YARA menegaskan bahwa rangkap jabatan ini bertentangan dengan syarat keanggotaan MPA, yang tidak mengizinkan anggotanya memegang jabatan struktural di institusi asal maupun lembaga istimewa lainnya.

Dalam surat tersebut, YARA meminta klarifikasi dari Rektor UIN Ar-Raniry mengenai dua hal: apakah izin telah diberikan kepada kedua akademisi tersebut untuk mengikuti seleksi menjadi anggota MPA, dan apakah mereka masih menduduki jabatan struktural di UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

YARA berharap Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh dapat memberikan jawaban atas konfirmasi tersebut secepatnya, guna memastikan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku dan menjaga integritas institusi pendidikan serta MPA.

Hingga berita ini diturunkan, pihak UIN Ar-Raniry Banda Aceh belum memberikan tanggapan resmi terkait surat konfirmasi dari YARA. Masyarakat dan kalangan akademisi kini menanti klarifikasi untuk mendapatkan kejelasan mengenai isu ini.

Reporter: Akil Rahmatillah