Beranda blog Halaman 1103

Jadwal Pembagian Rapor dan Libur Semester 2 di Aceh Tahun 2024

0
Ilustrasi rapor sekolah. (Foto: istock)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Setelah melalui proses pembelajaran dan ujian selama satu semester, para siswa di Aceh akan segera menerima penilaian akhir yang disampaikan dalam bentuk rapor. Rapor ini akan menentukan kelayakan siswa untuk naik ke kelas yang lebih tinggi. Dalam tradisi pendidikan di Aceh, rapor biasanya diserahkan oleh wali kelas kepada orang tua atau wali murid dalam sebuah pertemuan khusus, dimana kemajuan siswa dijelaskan secara detail.

Berdasarkan Kalender Pendidikan untuk Sekolah/Madrasah di Provinsi Aceh Tahun Pelajaran 2023/2024, jadwal pembagian rapor semester 2 ditetapkan pada Jumat, 21 Juni 2024 hingga Sabtu, 22 Juni 2024. Pemberian rapor ini akan melibatkan seluruh siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK, hingga SLB. Setelah menerima rapor, siswa akan memasuki masa libur sekolah.

Libur Semester 2 Tahun Pelajaran 2023/2024 di Aceh akan berlangsung selama 18 hari kerja, dimulai pada tanggal 24 Juni hingga 13 Juli 2024. Masa liburan ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk beristirahat dan menghabiskan waktu bersama keluarga. Selain itu, liburan juga menjadi waktu yang tepat bagi siswa untuk mengembangkan hobi dan minat mereka.

Dinas Pendidikan Provinsi Aceh, melalui Pasal 15 Kalender Pendidikan, memberikan beberapa saran bagi siswa untuk mengisi waktu liburan dengan kegiatan yang bermanfaat. Berikut beberapa kegiatan yang direkomendasikan:

1. Keagamaan: Mengikuti kegiatan keagamaan untuk memperdalam pengetahuan dan praktik keagamaan.

2. Olahraga: Berpartisipasi dalam berbagai kegiatan olahraga untuk menjaga kebugaran fisik.

3. Kesenian: Mengembangkan bakat seni melalui berbagai aktivitas kesenian.

4. Pramuka: Mengikuti kegiatan Pramuka yang mengajarkan kemandirian dan kerjasama.

5. Wisata: Mengunjungi tempat-tempat wisata untuk menambah wawasan.

6. Palang Merah Remaja: Terlibat dalam kegiatan kemanusiaan melalui Palang Merah Remaja.

7. Magang dan Pelatihan: Mengikuti magang atau pelatihan pendidikan luar sekolah sesuai bakat dan minat.

8. Karya Tulis Ilmiah Remaja: Mengasah kemampuan menulis melalui pembuatan karya tulis ilmiah.

9. Penelitian Ilmiah Remaja: Melakukan penelitian ilmiah untuk meningkatkan kemampuan analitis.

10. Usaha Kesehatan Sekolah: Terlibat dalam usaha kesehatan sekolah untuk meningkatkan kesadaran kesehatan.

11. Debat Bahasa Inggris dan Lomba Pidato: Mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris melalui debat dan lomba pidato.

12. Pentas Seni dan Lomba Busana Muslim: Berpartisipasi dalam pentas seni dan lomba busana muslim untuk mengekspresikan kreativitas.

13. Perlombaan Nuansa Islami dan Polisi Sekolah: Mengikuti berbagai perlombaan bernuansa Islami dan kegiatan Polisi Sekolah untuk menanamkan nilai-nilai moral dan kedisiplinan.

Dengan mengikuti berbagai kegiatan tersebut, diharapkan siswa dapat memanfaatkan waktu liburan dengan produktif dan bermanfaat. Semoga informasi ini bermanfaat bagi seluruh siswa dan orang tua di Aceh.

Editor: Akil Rahmatillah

Harga Sembako di Gayo Lues Relatif Stabil

0
Pj Bupati Gayo Lues, Alhudri, saat sidak harga di pasar terpadu Buntul Tajuk. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Blangkejeren – Menjelang lebaran Iduladha, sejumlah harga sembako di pasar terpadu Buntul Tajuk relatif stabil, berdasarkan hasil sidak harga yang dipimpin Pj Bupati Gayo Lues, Alhudri, Rabu (12/6/2024) lalu.

Alhudri didampingi Plh, Kadis Perdakop, Kadis Pangan, Kadis Perindustrian, Kadis Sosial, Kadis Pertanian, dan Kasat Pol PP.

Para SKPK Gayo Lues itu ikut melihat secara langsung Kondisi pasar terpadu dan menyempatkan diri berkomunikasi dengan para pedagang terkait harga jual berbagai barang pangan. Mulai dari beras, minyak makan, dan juga harga gula pasir, serta tepung terigu.

“Dari hasil sidak kita keliling pasar terpadu ada 9 harga kebutuhan pokok masyarakat masih relatif stabil, belum ada kenaikan yang segnifikan, mulai dari harga beras, minyak makan bahkan harga gula mengalami penurunanm,” sebut Alhudri.

Menurut Alhudri harga sembako menjelang hari raya besar seperti Idul Fitri dan lebaran Iduladha biasanya mengalami kenaikan yang bisa mendongkrak terjadinya Inflansi. Tetapi hari ini harga sembako di pasar terpadu pasar terbesar di Gayo Lues masih normal. Beberapa harga sembako seperti ayam per ekornya Rp70 ribu, harga gula pasir perkilo berkisar Rp18 ribu, minyak goreng Rp15-17 ribu per kilonya. Beras premium perbambu masih berkisaran Rp25 ribu per bambu.

Alhudri mengatakan, inflansi sangat sederhana antara barang masuk dan keluar seimbang sudah aman.

“Terlalu rendah inflansi juga mengganggu, begitu juga sebaliknya inflansi terlalu tinggi juga dapat menggangu perekonomian masyarakat,” jelasnya.

Alhudri mengatakan bersyukur sampai saat ini produk pertanian masyarakat Gayo Lues seperti cabai, bawang, tomat, dan sayur masih mendominasi di pasar terpadu. Kenaikan sejumlah produk pertanian akan mendorong percepatan ekonomi, para petani juga dapat memutar uangnya ke berbagai produk lainya yang menjadi kebutuhan keluarganya.

Editor: Akil Rahmatillah

Deni Irmansyah Usung Visi Aceh Selatan Maju Lewat Gerindra

0

NUKILAN.id | Tapaktuan – Mantan anggota DPRK Aceh Selatan periode 2009-2014, Deni Irmansyah ST, resmi mengusung Partai Gerindra untuk maju sebagai Bakal Calon Bupati (Bacabup) Kabupaten Aceh Selatan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

Deni bersama rombongannya mengembalikan berkas pendaftaran dan menyampaikan visi serta misinya pada Sabtu, 15 Juni 2024. Kedatangan mereka disambut oleh Ketua Tim Penjaringan Calon Kepala Daerah Partai Gerindra, Nasrul Sufi, serta Sekretaris Tim Penjaringan, Mahfudz Loethan, dan jajaran pengurus partai.

Putra asli Kluet Raya yang kini berkarier sebagai pengusaha di Jakarta ini mendapat dorongan dan dukungan kuat dari masyarakat untuk maju dalam pilkada. Deni berkomitmen memberikan kontribusi nyata bagi tanah kelahirannya dengan visi Aceh Selatan yang mandiri, modern, berkualitas, dan sejahtera berbasis agribisnis.

“Aceh Selatan memiliki sumber daya alam yang melimpah, tidak hanya dalam bidang pertanian tetapi juga peternakan dan kelautan. Oleh karena itu, kami fokus pada pengembangan agribisnis yang mencakup ketiga sektor utama tersebut sesuai dengan potensi daerah,” ujar Deni.

Deni Irmansyah, yang dikenal sebagai mantan aktivis SMUR, berencana membawa industri-industri pertanian dari luar daerah ke Aceh Selatan. Tujuannya adalah membangun industri pertanian, perkebunan, dan perikanan lokal, yang selama ini belum berkembang secara maksimal. Ia menegaskan pentingnya pengolahan lokal untuk memberikan nilai tambah pada produk pertanian dan perkebunan Aceh Selatan yang selama ini banyak dikirim ke luar daerah tanpa pengolahan.

“Kami bertekad mengembangkan industri olahan di Aceh Selatan, sehingga hasil-hasil pertanian dan perkebunan dapat diolah di daerah sendiri. Dengan demikian, nilai tambah produk dapat dinikmati oleh masyarakat lokal, dan ini diharapkan dapat memajukan masyarakat Aceh Selatan secara keseluruhan,” jelasnya.

Untuk mencapai visi tersebut, Deni berkomitmen mewujudkan ketahanan ekonomi masyarakat melalui pengembangan agribisnis di sektor pertanian, perkebunan, dan kelautan. Misi ini diwujudkan melalui berbagai program fokus, seperti gerakan tanam serentak dan optimalisasi sumber daya kelautan.

Selain itu, Deni juga akan menerapkan prinsip-prinsip pemerintahan yang baik berbasis kinerja, termasuk transparansi, akuntabilitas, serta efisiensi. Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program pendidikan dan pelatihan berkelanjutan.

Terkait pelayanan kesehatan, Deni berjanji menghadirkan program-program kesehatan yang komprehensif dan aksesibilitas layanan kesehatan yang lebih baik untuk memastikan masyarakat dapat hidup sehat dan produktif.

Pengembangan usaha kecil menengah (UKM), koperasi, dan kawasan industri juga menjadi fokus utama. Deni berencana memberikan dukungan dan fasilitas bagi UKM dan koperasi agar dapat tumbuh dan berkembang, serta membangun kawasan industri yang dapat menyerap tenaga kerja lokal dan meningkatkan perekonomian daerah.

“Dengan misi-misi ini, kami yakin dapat mencapai ketahanan ekonomi yang kuat, pemerintahan yang baik, sumber daya manusia yang unggul, pelayanan kesehatan yang berkualitas, serta perkembangan ekonomi berbasis usaha kecil menengah dan industri. Setiap misi ini akan dilaksanakan melalui program-program yang spesifik dan terarah, yang akan membawa Aceh Selatan menuju masa depan yang lebih sejahtera dan berdaya saing,” pungkasnya.

Reporter: Akil Rahmatillah

Panen Buah Salak di Sabang Berhasil Menarik Perhatian Pemerintah Kota

0
Pj Wali Kota Sabang, Reza Fahlevi, bersama dengan Kelompok Tani Gampong Balohan saat memanen buah salak. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Sabang – Panen buah salak lokal di Sabang telah menunjukkan potensi yang menjanjikan bagi pertanian kota tersebut. Pj Wali Kota Sabang, Reza Fahlevi, bersama dengan Kelompok Tani Gampong Balohan, baru-baru ini mengunjungi kebun milik Sarbini di Gampong Balohan pada Rabu (12/6/2024) untuk melakukan panen.

Kehadiran mereka juga dimanfaatkan untuk memantau perkembangan Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPPO) yang mendukung kelompok tani salak Sabang.

Reza Fahlevi menyatakan bahwa salak merupakan salah satu tanaman unggulan di Sabang yang telah memberikan dampak positif signifikan terhadap perekonomian lokal. Tanaman ini bahkan telah mendapatkan sertifikat tanda daftar varietas dari Kementerian Pertanian sebagai salak berkualitas khas Sabang. Selain salak, Sabang juga dikenal dengan komoditas unggulan lain seperti cengkeh, coklat, pinang, dan nilam.

Dalam kunjungannya, Reza Fahlevi menekankan pentingnya dukungan berkelanjutan dari pemerintah kota melalui Dinas Pertanian dan Pangan Sabang untuk meningkatkan kualitas dan produksi salak.

“Kita perlu memperluas area tanam dan melibatkan lebih banyak petani untuk meningkatkan kontribusi terhadap ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, dalam upaya meningkatkan pemasaran produk, Pj Wali Kota Sabang mengusulkan kerjasama antara kelompok tani dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kota Sabang untuk meningkatkan kemasan salak yang lebih menarik, sesuai dengan permintaan wisatawan. “Kita bisa mengganti penggunaan plastik dengan eumpang, yang tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga lebih menarik bagi pengunjung,” tambahnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang, Fakri, juga menyoroti perlunya perawatan dan pemeliharaan rutin kebun salak serta pengendalian hama secara teratur.

“Kami telah mulai memperbanyak benih untuk distribusi kepada petani, dengan harapan dapat meningkatkan produksi di masa mendatang,” ungkapnya.

Dengan potensi yang terus berkembang, panen salak Sabang tidak hanya menjadi sumber pendapatan yang stabil bagi petani lokal tetapi juga menjadi daya tarik ekonomi yang signifikan bagi kota ini.

Editor: Akil Rahmatillah

Bumbu Pala, Rempah Khas Aceh Selatan yang Memperkaya Kelezatan

0
Ilustrasi bumbu pala. (Foto: Fimela)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Aceh Selatan dikenal dengan kekayaan rempah-rempahnya yang menjadi pembeda dalam cita rasa masakan lokal. Salah satu rempah yang tak tergantikan adalah pala, yang tidak hanya bernilai ekonomis tinggi tetapi juga melekat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat setempat.

Pala, buah dari tanaman pala yang tumbuh subur di Kota Naga, tidak hanya diolah menjadi minyak yang mendunia, tetapi juga menjadi bumbu utama dalam memasak. Yola, seorang pengolah manisan pala dan warga asli Aceh Selatan, mengungkapkan betapa pentingnya pala sebagai bumbu dapur yang tak terpisahkan.

“Buah pala yang sudah digiling halus menjadi bumbu utama dalam memasak rendang, sop, bakso, semur ayam, dan steak ayam di sini,” ujar Yola kepada Nukilan.id, Sabtu (15/6/2024).

Menurutnya, pala memberikan sentuhan khas pada masakan dengan aroma wangi yang menghangatkan dan menyegarkan.

“Rasanya lebih khas dan kuahnya lebih hangat, seperti pada sop. Masakan tanpa pala terasa kurang lengkap,” tambahnya.

Yola juga menyoroti keunggulan minyak pala Aceh Selatan yang diekspor ke berbagai penjuru dunia.

“Minyak pala kita diakui sebagai yang terbaik di dunia,” ungkapnya dengan bangga.

Pala bukan hanya sekadar bumbu, tetapi juga identitas dari masakan khas Aceh Selatan yang telah melampaui batas lokalitasnya. Kehadirannya tidak hanya memperkaya rasa, tetapi juga membawa aroma tradisional yang melekat dalam setiap sajian.

Reporter: Akil Rahmatillah

Dirreskrimum Polda Aceh Tangani 74 Kasus Judi Online dengan 119 Tersangka di Aceh

0
Ilustrasi judi online. (Foto: Media Indonesia)

Nukilan.id – Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Aceh, Kombes Ade Harianto mengatakan pihaknya saat ini sudah menangani sebanyak 74 kasus judi online dengan 119 tersangka di Aceh. Mereka diancam hukuman uqubat ta’zir paling banyak 12 kali cambuk atau denda paling banyak 120 gram emas murni atau penjara 12 bulan.

Ade menambahkan, perjudian, khususnya yang dimainkan secara online jadi perhatian serius Polda Aceh dalam beberapa tahun terakhir. Kasus judi online saat ini sangat sering ditemukan di kafe atau warung kopi. Karena itu ia menekankan perlunya perhatian semua pihak baik dari lingkungan keluarga, kampung, sekolah, dan dayah.

“Dampak negatif dari judi online sangat signifikan, di antaranya adalah timbulnya masalah keuangan, kecanduan, masalah sosial dan keluarga, serta memburuknya kesehatan mental,” ujar Kombes Ade Harianto, Sabtu (15/6/2024).

Ade menjelaskan, judi online sangat mudah diakses melalui platform digital oleh pengguna gadget di mana pun dan kapan pun. Hal ini tentunya menimbulkan dampak buruk bagi individu, keluarga, dan komunitas.

Di samping itu, tambah Ade, Kapolda Aceh Irjen Achmad Kartiko telah memerintahkan jajarannya untuk melakukan langkah-langkah penegakan hukum yang lebih ketat terkait judi online. Selain itu, Kapolda juga memerintahkan jajaran untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya judi online.

“Kerja sama semua pihak baik di tingkat pusat maupun daerah sangat penting untuk mengatasi masalah ini secara efektif. Semua demi tegaknya syariat Islam di Aceh,” demikian disampaikan Ade Harianto. []

Reporter: Sammy

KONI Aceh Kirim Atlet ke Luar Negeri untuk Persiapan PON XXI

0
Wakil Ketua Umum II Bidang Pembinaan Prestasi dan Ketua Pelatda PON KONI Aceh, H. Bahtiar Hasan, saat Dialog Pagi Banda Aceh bersama RRI (Foto : Dok RRI)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dalam rangka meningkatkan peluang meraih banyak medali pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh – Sumut 2024, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh melakukan berbagai langkah strategis. Salah satunya dengan mengirimkan sejumlah atlet dari berbagai cabang olahraga ke luar negeri guna mendapatkan pengalaman dan meningkatkan mental bertanding.

Wakil Ketua Umum II Bidang Pembinaan Prestasi sekaligus Ketua Pelatda PON KONI Aceh, H. Bahtiar Hasan, menyatakan bahwa pihaknya telah memulai pemusatan latihan daerah (Pelatda) sejak 15 Januari 2024. “KONI Aceh bekerja sama dengan Rusia untuk mengadakan kamp pelatihan selama satu bulan bagi enam cabang olahraga,” ungkap Bahtiar dalam Dialog Pagi Banda Aceh bersama RRI, Jumat (14/6/2024).

Bahtiar menyebutkan bahwa atlet yang dikirim ke Rusia berasal dari cabang olahraga anggar, atletik, judo, sambo, kurash, dan gulat. Pemilihan Rusia sebagai lokasi pelatihan didasarkan pada keunggulan negara tersebut dalam beberapa cabang bela diri yang baru diperkenalkan di Indonesia. Rencana pemberangkatan para atlet dijadwalkan pada 15 Juni 2024.

Selain Rusia, KONI Aceh juga telah mengirim atlet untuk berlatih di beberapa negara lain. Misalnya, atletik dan layar ke Jepang, anggar ke Prancis, serta bekerja sama dengan Malaysia untuk cabang olahraga rugbi dan petanque. Bahtiar optimistis langkah ini dapat meningkatkan peluang Aceh meraih medali di PON nanti.

Dalam Pelatda ini, terdapat lima kategori atau prioritas atlet. Pertama, atlet peraih emas di PON Papua dan peraih medali di Kejurnas 2022 dan 2023, berjumlah 313 atlet yang sudah menjalani pemusatan latihan di beberapa tempat, baik di Aceh maupun di luar Aceh. Kedua, atlet yang dianggap potensial meraih medali dan mulai sentralisasi sejak Maret, sebanyak 368 atlet. Ketiga, atlet dari cabang olahraga baru yang akan berpartisipasi di PON nanti, dengan total 78 atlet.

“Total keseluruhan atlet yang kami siapkan untuk Pelatda adalah 1065 atlet. Semua akan menjalani pelatihan, dengan sentralisasi pada bulan terakhir untuk meningkatkan semangat dan motivasi bertanding,” jelas Bahtiar.

Langkah KONI Aceh ini menunjukkan keseriusan dalam mempersiapkan atlet terbaik untuk berkompetisi di PON XXI Aceh – Sumut 2024, dengan harapan membawa pulang banyak medali untuk daerah.

Editor: Akil Rahmatillah

Ratusan Aparatur Desa di Aceh Barat Terima Honorarium Rp18 Miliar

0
Ilustrasi Gaji (Foto: infobanknews.com)

NUKILAN.id | Meulaboh – Ratusan aparatur desa di Kabupaten Aceh Barat akhirnya menerima honorarium senilai Rp18 miliar setelah Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia menyetujui penandatanganan naskah rancangan Peraturan Bupati Aceh Barat tentang Penetapan Besaran Alokasi Dana Gampong serta Dana Bagi Hasil Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Tahun 2024.

Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Aceh Barat, Zulyadi, mengonfirmasi bahwa naskah tersebut telah ditandatangani oleh Pj Bupati Aceh Barat Mahdi Efendi pada Jumat (14/6) lalu, setelah menerima surat persetujuan dari Direktur Jenderal Otonomi Daerah, Dr. Akmal Malik, pada 12 Juni 2024.

“Benar, Jumat kemarin draft-nya sudah diteken Pak Pj Bupati Aceh Barat,” ujar Zulyadi, dikutip dari ANTARA, Sabtu (15/6/2024).

Dengan persetujuan ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat segera mentransfer anggaran sebesar Rp18 miliar kepada ratusan aparatur desa yang tersebar di 321 desa di 10 kecamatan. Dana tersebut merupakan honorarium untuk triwulan pertama yang mencakup bulan Januari, Februari, dan Maret 2024.

“Uangnya sudah diterima oleh masing-masing aparatur desa pada Jumat malam,” tambah Zulyadi.

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berharap bahwa pencairan dana ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dan memperlancar perputaran uang di daerah, terutama menjelang Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah.

Sebelumnya, Dr. Akmal Malik dalam suratnya meminta Pj Sekretaris Daerah Aceh untuk menyampaikan permohonan persetujuan bagi Pj Bupati Aceh Barat guna melakukan penandatanganan rancangan peraturan tersebut. Permohonan ini telah melalui penelaahan dan pengkajian sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dalam surat persetujuan, ditegaskan bahwa Pj Bupati Aceh Barat memiliki wewenang untuk menandatangani rancangan peraturan daerah setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri Dalam Negeri. Penandatanganan ini dilakukan dengan ketentuan bahwa tidak bertentangan dengan kebijakan kepala daerah sebelumnya.

Dengan berpedoman pada ketentuan tersebut, persetujuan diberikan kepada Pj Bupati Aceh Barat untuk menandatangani Rancangan Peraturan Bupati Aceh Barat, memastikan kesejahteraan aparatur desa dan mendukung kelancaran roda pemerintahan di tingkat gampong.

Editor: Akil Rahmatillah

Lansia di Aceh Timur Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Rumahnya

0
Ilustrasi mayat. (Foto: Liputan6)

NUKILAN.id | Idi Rayeuk – Sebuah tragedi mengguncang Desa Alue Lhok, Kecamatan Idi Tunong, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, hari Sabtu (15/6/2024), saat seorang lansia bernama Ramlah (66 tahun) ditemukan tewas dalam keadaan tragis di dalam rumahnya sendiri. Mayat wanita tersebut pertama kali ditemukan oleh anaknya sendiri, Kartini, sekitar pukul 09.00 WIB pagi.

Kartini, yang hendak mengunjungi ibunya, kaget saat menemukan kunci pintu rumah tergeletak di halaman. Saat masuk ke dalam rumah, Kartini menemukan tubuh ibunya terbujur kaku di ruang tamu, lengannya penuh dengan luka-luka yang mengenaskan di bagian leher, dada, dan seluruh tubuhnya.

Dalam keadaan syok, Kartini segera berteriak memanggil bantuan dari warga sekitar, yang kemudian melaporkan kejadian ini ke Polsek Idi Tunong. Kapolsek Idi Tunong, Iptu Jasman, membenarkan adanya kejadian tragis ini dan menyatakan bahwa pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan bukti dan mencari petunjuk.

“Kami telah memulai proses pemeriksaan terhadap beberapa saksi untuk mengungkap penyebab kematian korban,” ujar Iptu Jasman saat dihubungi melalui telepon.

Mayat korban telah diserahkan kepada keluarga untuk persiapan pemakaman setelah diperiksa lebih lanjut di Puskesmas setempat guna memastikan kondisi luka-luka yang dialami korban. Kejadian tragis ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat Desa Alue Lhok, sementara penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap motif dan pelaku di balik kematian Ramlah.

Editor: Akil Rahmatillah

PT IPE Mulai Hauling Batu Bara di Aceh Barat, Dapat Dukungan Belasan Desa

0
Aktivitas Hauling Batu Bara PT IPE di Aceh Barat (Foto: Kanalinspirasi.com)

NUKILAN.id | Meulaboh – PT Indonesia Pacific Energi (PT IPE) mulai menjalankan aktivitas hauling batu bara di wilayah Aceh Barat, Provinsi Aceh. Aktivitas ini mendapat dukungan dari belasan perangkat desa di daerah tersebut.

Aktivitas PT IPE dinilai memberikan manfaat signifikan bagi desa dan masyarakat di 12 desa yang tersebar di Kecamatan Meureubo, Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat, serta satu desa di Kabupaten Nagan Raya.

Dukungan ini disampaikan beberapa perwakilan ketua pemuda setelah mereka mengadakan musyawarah dengan sejumlah kepala desa pada Selasa malam (28/5/2024) lalu.

Menurut perwakilan masyarakat, aktivitas hauling batu bara PT IPE yang baru berlangsung ini memberikan dampak positif terhadap ekonomi masyarakat setempat.

“Terutama desa yang dilintasi oleh kendaraan pengangkut batu bara PT IPE,” kata Ketua Pemuda Desa Meureubo, Agus Junaidi, bersama beberapa ketua pemuda desa lainnya.

Agus menambahkan, kegiatan perusahaan ini telah menyerap tenaga kerja lokal untuk bekerja di lokasi tambang dan bidang lainnya. Kondisi ini, menurutnya, dapat membantu perekonomian masyarakat dan juga pendapatan desa.

“Saat ini, di setiap simpang jalan hauling batu bara PT IPE bisa menyerap tenaga kerja satu hingga dua orang. Dari aktivitas hauling batu bara PT IPE siang dan malam, ada 80 orang masyarakat yang bisa bekerja,” ujar Agus Junaidi.

Ia juga menambahkan bahwa berjalannya aktivitas hauling ini telah mengurangi pengangguran di Kecamatan Meureubo dan Aceh Barat umumnya.

Selain itu, perusahaan juga telah membuat kesepakatan dengan perangkat desa untuk memberikan dana kompensasi debu bagi masyarakat dan desa di sepanjang lintasan hauling batu bara.

“Direncanakan uang debu akan direalisasikan pada bulan Juni mendatang. Kompensasi ini juga bisa membantu masyarakat dan desa. Jumlah kompensasi yang disepakati adalah Rp 3 juta untuk desa dan Rp 7 juta untuk masyarakat,” jelas Agus.

Meskipun mendukung aktivitas hauling batu bara, perangkat gampong di lintasan hauling meminta perusahaan agar mematuhi SOP, terutama terkait kapasitas muatan, penyiraman jalan, dan kecepatan kendaraan.

Dengan dukungan masyarakat dan desa, diharapkan aktivitas hauling batu bara PT IPE dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi wilayah Aceh Barat.

Editor: Akil Rahmatillah