Beranda blog Halaman 1091

Menyibak Keajaiban Gua Kalam: Destinasi Petualangan Tersembunyi di Aceh Selatan

0
Gua Kalam, Destinasi Petualangan Tersembunyi di Aceh Selatan. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Aceh Selatan menyimpan segudang sejarah dan destinasi wisata yang tak cukup dijelajahi dalam sehari. Dari Tapak Tuan dan Legenda Naga hingga Kolam Putri Naga, daerah ini menawarkan beragam tempat menarik. Salah satu destinasi yang patut dikunjungi adalah Gua Kalam di Kecamatan Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan.

Gua Kalam terletak sekitar 40 km dari pusat Kota Tapaktuan dan mudah diakses. Terletak di tengah hutan tropis yang rimbun, perjalanan menuju gua ini memberikan pengalaman menyegarkan dengan suasana yang sejuk dan menenangkan.

Amatan Nukilan.id, meski medannya agak terjal dan menantang, keindahan yang menanti di Gua Kalam sepadan dengan perjuangan yang dilakukan. Warga Kecamatan Tapaktuan, Acha, menyebutkan bahwa gua ini terdiri dari serangkaian lorong dan ruang yang mengagumkan dengan stalaktit dan stalagmit yang telah terbentuk selama ribuan tahun.

Cahaya alami yang masuk melalui celah-celah di atap gua menciptakan efek memukau yang memperindah keajaiban alam di dalamnya. Suara gemericik air yang mengalir di dalam gua juga menambah kesan magis dan menenangkan.

Bagi para pecinta petualangan, Gua Kalam menyuguhkan pengalaman yang menantang. Kegiatan speleologi di dalam gua melibatkan pendakian, merayap, dan melintasi rintangan alami yang ada. Pengunjung akan merasakan adrenalin yang mengalir dalam tubuh dan kepuasan tersendiri saat berhasil menaklukkan tantangan di dalam gua.

Selain keindahan alam, Gua Kalam juga kaya akan nilai sejarah dan budaya. Konon, gua ini memiliki makam seorang ulama terkenal. Selain itu, terdapat batu yang diyakini dulunya adalah meja rias Sang Putri Naga, dengan bentuk meja rias, cermin, dan alat rias lainnya.

Pengunjung juga dapat menjelajahi situs-situs sejarah di sekitar gua dan mempelajari lebih lanjut tentang warisan budaya yang ada di Tapaktuan. Acha menyarankan pengunjung untuk membawa perlengkapan yang sesuai, seperti pakaian yang nyaman, sepatu hiking, serta senter atau lampu kepala untuk membantu pencahayaan di dalam gua. Penting juga untuk mengikuti petunjuk dan peraturan yang diberikan oleh pemandu lokal guna menjaga keamanan dan kelestarian gua.

Reporter: Akil Rahmatillah

Pengawasan Intensif BPTD Kelas II Aceh Terhadap Bus Pariwisata

0
Pengawasan Intensif BPTD Kelas II Aceh Terhadap Bus Pariwisata. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) kelas II Aceh terus mengintensifkan pengawasan terhadap bus pariwisata di daerah ini guna memastikan keselamatan para wisatawan. Razia yang dilakukan sejak 20 Mei hingga kemarin, 19 Juni 2024, telah berhasil menjaring sebanyak 71 unit bus pariwisata yang tidak memenuhi persyaratan operasional.

Mayoritas dari bus-bus yang terjaring razia ini diketahui tidak memiliki izin penyelenggaraan dan Buku Uji kendaraan yang sudah kedaluwarsa. Razia ini melibatkan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Aceh serta Polisi Militer Kodam (Pomdam) Iskandar Muda untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi keselamatan transportasi.

Kepala BPTD Kelas II Aceh, Tofan Muis, menegaskan pentingnya kegiatan ini dalam menjaga keselamatan pengguna transportasi.

“Kami tidak ingin ada bus dengan kondisi teknis yang meragukan mengangkut penumpang, karena hal tersebut sangat membahayakan keselamatan,” ujarnya, Kamis (20/6/2024).

Operasi ini bertujuan untuk menindak tegas bus-bus yang tidak memenuhi standar keselamatan jalan dengan memberlakukan sanksi sesuai hukum yang berlaku. Dengan meningkatnya intensitas razia, diharapkan semua bus pariwisata akan memastikan izin dan perijinan mereka selalu terbaru demi keselamatan bersama.

Pihak BPTD Kelas II Aceh juga telah memerintahkan Terminal Tipe A di Banda Aceh, Lhokseumawe, Langsa, serta Paya Ilang Aceh Tengah untuk melakukan pemeriksaan ketat terhadap bus-bus yang beroperasi di setiap objek wisata lokal. Langkah ini diambil guna memastikan bahwa semua bus yang melayani wisatawan memiliki standar keamanan yang optimal untuk perjalanan yang nyaman dan aman.

Editor: Akil Rahmatillah

Tim Gabungan Polres Aceh Utara Tangkap 14 Pemain Judi Online di Sembilan Lokasi

0
Tim Gabungan Polres Aceh Utara Tangkap 14 Pemain Judi Online di Sembilan Lokasi. (Foto: Humas Polres Aceh Utara)

NUKILAN.id | Lhoksukon – Tim gabungan dari Satuan Reskrim Polres Aceh Utara bersama jajaran Polsek berhasil menangkap 14 orang pemain judi online pada Kamis malam (20/6/2024) hingga Jumat dini hari (21/6/2024). Para pelaku ditangkap di sembilan lokasi terpisah di wilayah hukum Polres Aceh Utara.

Kapolres Aceh Utara, AKBP Deden Heksaputera S, S.I.K, melalui Kasat Reskrim AKP Novrizaldi, S.H., mengungkapkan bahwa dari penangkapan tersebut, pihaknya menyita 14 unit handphone dari masing-masing pelaku sebagai barang bukti.

“Sebanyak 14 orang pelaku (pemain) judi online sudah kita tangkap dengan barang bukti yang disita 14 unit handphone dari masing-masing pelaku,” kata AKP Novrizaldi.

Penangkapan ini bermula dari laporan masyarakat yang merasa resah dengan maraknya permainan judi online menggunakan ponsel di warung kopi. Para pelaku diketahui bermain judi online secara terang-terangan di tempat umum seperti warung kopi, menggunakan 14 situs judi online yang berbeda-beda.

“Saat ini, 14 orang pelaku seluruhnya sudah diamankan di Polres Aceh Utara. Mereka dijerat dengan Pasal 18 Jo 19 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat,” lanjut AKP Novrizaldi.

AKP Novrizaldi juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan perjudian dalam bentuk apapun yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga, serta orang-orang di sekitar.

“Polres Aceh Utara terus berkomitmen untuk memberantas segala bentuk kegiatan ilegal, termasuk perjudian, demi menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat,” tegasnya.

Editor: Akil Rahmatillah

BKSDA Aceh dan Polisi Bersatu Atasi Gangguan Gajah Sumatera di Aceh Timur

0
Ilustrasi habitat gajah sumatera (Foto: Betahita)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Tim Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh bersinergi dengan kepolisian untuk mengatasi interaksi negatif kawanan Gajah Sumatera di Kabupaten Aceh Timur. Gangguan tersebut menyebabkan kerusakan pada rumah dan kebun warga di Desa Sri Mulya, Kecamatan Peunaron.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Aceh, Kamarudzaman, menjelaskan bahwa tim telah berada di lokasi sejak Selasa lalu untuk mengarahkan kawanan gajah ke kawasan hutan, menjauhkannya dari pemukiman dan perkebunan masyarakat.

“Upaya ini melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat dengan penggunaan mercon sebagai salah satu metode penggiringan,” ujarnya.

Kapolsek Serbajadi Polres Aceh Timur, AKP Sudirman, menambahkan bahwa tiga rumah serta kebun milik warga menjadi sasaran kerusakan akibat interaksi dengan gajah liar tersebut. Meskipun saat kejadian rumah-rumah kosong karena pemiliknya sedang merayakan Idul Adha di tempat lain, kerusakan yang ditimbulkan cukup signifikan.

Setelah kejadian ini, pihak kepolisian segera berkoordinasi dengan BKSDA Aceh dan Forum Konservasi Leuser (FKL) untuk mengembalikan kawanan gajah ke habitatnya di hutan. Sudirman juga mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap gangguan kawanan gajah serta tidak melakukan perburuan terhadap satwa dilindungi, yang dapat dikenai sanksi pidana.

Gajah Sumatera, sebagai spesies liar dilindungi, terancam punah dengan status kritis menurut daftar The IUCN Red List of Threatened Species. Spesies ini hanya ditemukan di Pulau Sumatera, memperlihatkan pentingnya upaya konservasi yang lebih intensif untuk melindungi populasi yang tersisa.

Editor: Akil Rahmatillah

Maju Sebagai Calon Bupati, Berikut Kans Kemenangan Safaruddin di Pilkada Abdya 2024

0
Dr. Safaruddin, S.Sos.,M.S.P, Wakil Ketua DPRA. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Blangpidie – Persiapan politik menjelang Pilkada Abdya 2024 semakin memanas dengan munculnya Safaruddin, kader Partai Gerindra yang semakin diperhitungkan dalam kancah politik lokal. Dikenal sebagai salah satu politisi muda yang berprestasi, Safaruddin kembali mengukir prestasi dengan meraih suara tertinggi dalam Pemilu Februari 2024 untuk DPR Aceh dari Dapil 9.

Dari penelusuran digital oleh Nukilan.id, pada Pemilu 2024 lalu, Safaruddin berhasil memperoleh lebih dari 28.684 suara, dimana sekitar 80 persennya berasal dari masyarakat Abdya. Kemenangannya yang konsisten dalam dua kali Pemilu legislatif menjadi modal kuat bagi Safaruddin untuk melangkah ke Pilkada Abdya kali ini.

Salah satu pencapaian signifikan Safaruddin adalah kontribusinya dalam pembangunan infrastruktur Abdya. Di antaranya adalah pembangunan Gelanggang Olahraga (GOR) di Kemukiman Guhang, Blangpidie, serta rehabilitasi jalan lintas Cot Manee, Jeumpa – Krueng Beukah, Blangpidie, yang menelan anggaran puluhan miliar dari APBA setiap tahunnya.

Menyikapi tantangan Pilkada yang berbeda dengan Pemilu legislatif, Safaruddin aktif bergerak menjalin koalisi dengan sejumlah partai politik lokal. Upaya tersebut tidak sia-sia, karena Ketua Umum Partai Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap Safaruddin sebagai calon Bupati Abdya.

Mualem menegaskan bahwa PA bersedia berkoalisi dengan Gerindra, membawa dukungan 7 kursi di DPRK Abdya ke kubu Safaruddin. Dukungan ini diharapkan mampu memperkuat posisi Safaruddin dalam persaingan yang diprediksi ketat melawan kandidat lainnya, termasuk Jufri Hasanuddin, kader PA yang juga mantan bupati Abdya.

Namun, meskipun memperoleh dukungan strategis, Safaruddin tidak dapat meremehkan lawan-lawannya. Dengan dinamika politik yang cepat berubah, ia terus melakukan pendekatan untuk memperluas basis dukungan, terutama di wilayah-wilayah seperti Kuala Batee – Babahrot, serta Tangan – Tangan dan Manggeng yang masih memerlukan upaya lebih intens.

Pertanyaan besar masih menggantung: mampukah Safaruddin mempertahankan soliditas koalisi dan mengatasi berbagai tantangan politik yang akan datang? Jawabannya akan terungkap dalam waktu mendatang, saat Pilkada Abdya 2024 memasuki tahap pendaftaran di Komisi Independen Pemilihan (KIP).

Politik Abdya kini memasuki babak baru dengan kehadiran Safaruddin sebagai salah satu aktor utama. Dengan rekam jejaknya yang mengesankan dan dukungan yang semakin menguat, Safaruddin siap menghadapi pertarungan untuk merebut kursi Bupati Abdya periode 2024-2029.

Reporter: Akil Rahmatillah

RSUD-YA Tapaktuan Resmi Menjadi Rumah Sakit Pendidikan Satelit FK-USK

0
Serah terima naskah perjanjian kerjasama. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, Rumah Sakit Umum Daerah-dr. H Yuliddin Away (RSUD-YA) Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, resmi menjalin kerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK-USK) Banda Aceh.

Penandatanganan perjanjian kerja sama tersebut dilakukan oleh Direktur RSUD-YA, dr. H Syah Mahdi, Sp.PD, dan Dekan FK-USK, Dr. dr. Safrizal Rahman, M.Kes. Sp.OT, di ruang pertemuan FK-USK, Darussalam, Banda Aceh, Jumat (21/06/2024).

“Perjanjian kerja sama yang kami tandatangani hari ini mencakup peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan bagi mahasiswa kedokteran USK, meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat di RSUD-YA Tapaktuan, serta meningkatkan kerja sama penelitian antara RSUD-YA dan FK-USK Banda Aceh,” ungkap Syah Mahdi kepada Nukilan.id saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Kerja sama ini nantinya akan ditindaklanjuti dengan penandatanganan perjanjian tripartit antara RSUD-YA Tapaktuan, FK USK, dan RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh sebagai rumah sakit pendidikan utama. Artinya, RSUD-YA Tapaktuan akan menjadi rumah sakit jejaring atau afiliasi rumah sakit pendidikan yang ke depan diharapkan terakreditasi sebagai salah satu rumah sakit pendidikan di Provinsi Aceh.

“Perjanjian tripartit ini direncanakan akan ditandatangani oleh saya sendiri bersama Dekan FK-USK Dr. dr. Safrizal Rahman, M.Kes. Sp.OT, dan Direktur RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh, dr. Isra Firmansyah, Sp.A. Penandatanganan ini diharapkan akan dilakukan dalam waktu dekat,” tambah Syah Mahdi.

Syah Mahdi menambahkan, program ini merupakan langkah penting dan kebanggaan bagi masyarakat Aceh Selatan. Kerja sama ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan bagi mahasiswa kedokteran Unsyiah, tetapi juga memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas pelayanan serta penelitian antara RSUD-YA dan FK-USK.

Perlu diketahui, Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala merupakan salah satu fakultas ternama di Indonesia yang berlokasi di Banda Aceh. Fakultas ini memiliki program pendidikan dokter, dokter gigi, dan profesi ners, serta memiliki rumah sakit pendidikan utama, yaitu RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh.

RSUD-YA Tapaktuan, yang berlokasi di Gampong Gunung Kerambil, Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, merupakan rumah sakit regional tipe B yang melayani berbagai macam penyakit dan kini siap bertransformasi menjadi rumah sakit pendidikan satelit FK-USK, membawa harapan baru bagi peningkatan layanan kesehatan di wilayah Aceh Selatan dan sekitarnya.

Reporter: Akil Rahmatillah

Kebakaran Hanguskan Tiga Rumah di Aceh Tenggara, Tidak Ada Korban Jiwa

0
Kebakaran Hanguskan Tiga Rumah di Aceh Tenggara. (Foto: RMOL)

NUKILAN.id | Kutacane – Sebuah peristiwa kebakaran melanda tiga rumah di Alur Baning, Kecamatan Babul Rahmah, Aceh Tenggara pada Rabu (19/6/2024) lalu. Api dengan cepat melalap bangunan-bangunan berbahan dasar papan tersebut, meskipun berita baiknya, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Menurut laporan Staf Pusdatin Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Haslinda Juwita, kebakaran terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agara segera merespons dengan mengirimkan empat unit armada pemadam kebakaran, ditambah satu unit armada suplai untuk memadamkan api. Usaha mereka berhasil memadamkan api dalam waktu sekitar satu jam.

Haslinda menjelaskan bahwa saat ini penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan oleh pihak berwenang. Sebanyak 14 jiwa dari tiga Kepala Keluarga (KK) yang terkena dampak kebakaran telah mengungsi ke rumah-rumah kerabat mereka.

“Hingga saat ini, penyelidikan terus dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran tersebut,” ujar Haslinda.

Peristiwa tragis ini memberikan dampak yang signifikan bagi para korban, namun upaya pemadaman yang cepat dari petugas Damkar serta koordinasi evakuasi yang efektif berhasil mencegah korban jiwa dalam kejadian ini.

Editor: Akil Rahmatillah

Bawaslu Dorong Pembentukan Panwaslih Aceh agar Pemilu di 5 Kabupaten/Kota Berjalan Lancar

0
Bawaslu melakukan konsultasi dengan Kementrian Hukum dan HAM untuk mendorong pembentukan Panwaslih Aceh, (Foto: BAWASLU RI)

NUKILAN.id | Jakarta – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) tengah bergerak untuk memastikan kelancaran tahapan pemilihan kepala daerah di Provinsi Aceh. Saat ini, Bawaslu melakukan konsultasi dengan Kementerian Hukum dan HAM guna mendorong pembentukan Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) di lima kabupaten/kota yang masih tersisa di Aceh.

Herwyn Malonda, Pelaksana Harian Ketua Bawaslu, menyoroti kebutuhan akan pembentukan Panwaslih di daerah tersebut yang menjadi kendala serius.

“Dari 23 kabupaten/kota di Aceh, baru 9 yang memiliki Panwaslih. Masih ada 5 daerah yang belum terbentuk. Ini potensial menjadi masalah hukum mengingat tahapan pemilihan sudah berjalan,” ujarnya di Kantor KemenkumHAM pada Rabu (19/6/2024).

Masalah ini terkait dengan dua lembaga pengawas yang diatur dalam undang-undang di Aceh, yang berkewajiban mengawasi proses pemilu dan pemilihan. Bawaslu menekankan pentingnya koordinasi dengan DPR RI dan pemangku kepentingan terkait untuk memperkuat posisi Bawaslu dalam pengawasan pemilu dan pilkada.

Lolly Suhenty, Anggota Bawaslu, juga meminta dukungan penuh dari Kementerian Hukum dan HAM untuk memastikan semua daerah di Aceh memiliki Panwaslih.

“Kami berupaya keras agar proses pemilihan di Aceh berjalan dengan maksimal,” tuturnya.

Panwaslih di Aceh memiliki tanggung jawab besar untuk melaporkan hasil pengawasan kepada Bawaslu sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi pelanggaran pemilu yang dapat terjadi, khususnya di daerah-daerah yang belum memiliki pengawas pemilihan yang terbentuk.

Bawaslu dan pihak terkait terus mengupayakan berbagai langkah untuk memastikan transparansi dan integritas dalam setiap tahapan pemilihan di Provinsi Aceh.

Editor: Akil Rahmatillah

Kapolda Aceh dan PJU Polda Aceh Anjangsana ke Kediaman Purnawirawan Polri

0
Kapolda Aceh dan PJU Polda Aceh Anjangsana ke Kediaman Purnawirawan Polri. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kapolda Aceh, Irjen Pol. Achmad Kartiko, S.I.K., M.H., beserta jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Aceh, melaksanakan kegiatan anjangsana ke sejumlah kediaman purnawirawan Polri Polda Aceh pada Kamis (20/6/2024). Acara ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-78 Tahun 2024.

Dalam kegiatan anjangsana ini, Kapolda Aceh dan rombongan mengunjungi beberapa mantan pejabat Polri Polda Aceh. Di antaranya, mereka menghormati kediaman mantan Kapolda Aceh Irjen Polisi (Purn) Drs. M. Husein Hamidi, mantan Irpolda Aceh Kombes Polisi (Purn) Drs. M. Ramli Arsyad, serta kediaman mantan Dirbinmas Polda Aceh Kombes Polisi (Purn) Drs. Tachya Hidayat.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., menjelaskan bahwa Kapolda Aceh secara langsung memimpin anjangsana ke kediaman mantan Kapolda Aceh Irjen Polisi (Purn) Drs. M. Husein Hamidi. Kapolda didampingi oleh Ketua PD. Bhayangkari Aceh dan Wakapolda Aceh beserta sejumlah PJU Polda Aceh.

Sementara itu, anjangsana ke kediaman mantan Irpolda Aceh Kombes Polisi (Purn) Drs. M. Ramli Arsyad dipimpin oleh Irwasda Polda Aceh dengan didampingi PD. Bhayangkari Aceh dan sejumlah PJU Polda Aceh lainnya. Setiap kunjungan ke kediaman mantan pejabat tersebut juga dihadiri dengan penuh penghormatan dan kebersamaan sebagai bentuk apresiasi terhadap jasa-jasa mereka selama bertugas di kepolisian.

Kegiatan serupa juga dilakukan dengan mengunjungi kediaman mantan Karo Rena Polda Aceh almarhum Kombes Polisi (Purn) Soegito, S.H., yang dipimpin oleh Dirpolairud Polda Aceh. Selanjutnya, anjangsana dilanjutkan ke kediaman mantan Kayanma Polda Aceh AKBP Polisi (Purn) Mulyadi yang dipimpin langsung oleh Kayanma Polda Aceh.

Anjangsana tersebut merupakan salah satu upaya untuk memperkokoh tali silaturahmi antara generasi purnawirawan Polri dengan institusi kepolisian yang masih aktif, sekaligus sebagai penghormatan atas dedikasi dan pengabdiannya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Aceh.

Editor: Akil Rahmatillah

Pemerintah Aceh Besar Galakkan Tanam Serentak Cabai Merah untuk Tekan Inflasi

0
Pj Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto, SSTP, MM, bersama Kadisnakertrans M Rusli SSos melakukan panen cabai merah di Pekarangan Kantor Disnakertrans Kabupaten Aceh Besar, Kota Jantho. (Foto: Humas Abes)

NUKILAN.id | Jantho – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar melalui Dinas Pertanian setempat telah menetapkan target ambisius untuk mengantisipasi lonjakan inflasi tahun 2024 dengan menanam cabai merah seluas 210 hektare. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kenaikan harga cabai merah yang kerap mempengaruhi stabilitas harga di pasaran.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Aceh Besar, Agus Rizal, menjelaskan bahwa penanaman cabai secara serentak ini bertujuan tidak hanya untuk memastikan ketersediaan komoditas pangan, tetapi juga untuk menjaga harga tetap stabil.

“Penanaman serentak ini dilakukan di berbagai kecamatan di Kabupaten Aceh Besar, dengan fokus utama di Kecamatan Lembah Seulawah, Seulimum, Kuta Cot Glie, Indrapuri, dan Lhoong,” ujarnya.

Lebih lanjut Agus menambahkan bahwa pihaknya akan terus memberikan pembinaan kepada petani untuk memastikan hasil panen maksimal. Rata-rata produksi cabai merah di wilayah tersebut mencapai enam ton per hektare.

“Kami optimistis bahwa dengan tanam serentak dan pembinaan yang berkelanjutan ini, kami dapat menekan laju inflasi yang sering kali dipicu oleh kenaikan harga cabai merah di pasar,” imbuhnya.

Upaya yang dilakukan termasuk pembinaan kelompok tani melalui penyuluh, serta pemberian bantuan sarana produksi dan penggunaan benih unggul guna mendukung peningkatan produksi cabai merah secara berkelanjutan.

Dengan demikian, langkah strategis ini diharapkan mampu memberikan dampak positif dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan pangan di Kabupaten Aceh Besar, serta menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya mengendalikan inflasi melalui sektor pertanian.

Editor: Akil Rahmatillah