Sunday, July 14, 2024

Menyibak Keajaiban Gua Kalam: Destinasi Petualangan Tersembunyi di Aceh Selatan

NUKILAN.id | Tapaktuan – Aceh Selatan menyimpan segudang sejarah dan destinasi wisata yang tak cukup dijelajahi dalam sehari. Dari Tapak Tuan dan Legenda Naga hingga Kolam Putri Naga, daerah ini menawarkan beragam tempat menarik. Salah satu destinasi yang patut dikunjungi adalah Gua Kalam di Kecamatan Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan.

Gua Kalam terletak sekitar 40 km dari pusat Kota Tapaktuan dan mudah diakses. Terletak di tengah hutan tropis yang rimbun, perjalanan menuju gua ini memberikan pengalaman menyegarkan dengan suasana yang sejuk dan menenangkan.

Amatan Nukilan.id, meski medannya agak terjal dan menantang, keindahan yang menanti di Gua Kalam sepadan dengan perjuangan yang dilakukan. Warga Kecamatan Tapaktuan, Acha, menyebutkan bahwa gua ini terdiri dari serangkaian lorong dan ruang yang mengagumkan dengan stalaktit dan stalagmit yang telah terbentuk selama ribuan tahun.

Cahaya alami yang masuk melalui celah-celah di atap gua menciptakan efek memukau yang memperindah keajaiban alam di dalamnya. Suara gemericik air yang mengalir di dalam gua juga menambah kesan magis dan menenangkan.

Bagi para pecinta petualangan, Gua Kalam menyuguhkan pengalaman yang menantang. Kegiatan speleologi di dalam gua melibatkan pendakian, merayap, dan melintasi rintangan alami yang ada. Pengunjung akan merasakan adrenalin yang mengalir dalam tubuh dan kepuasan tersendiri saat berhasil menaklukkan tantangan di dalam gua.

Selain keindahan alam, Gua Kalam juga kaya akan nilai sejarah dan budaya. Konon, gua ini memiliki makam seorang ulama terkenal. Selain itu, terdapat batu yang diyakini dulunya adalah meja rias Sang Putri Naga, dengan bentuk meja rias, cermin, dan alat rias lainnya.

Pengunjung juga dapat menjelajahi situs-situs sejarah di sekitar gua dan mempelajari lebih lanjut tentang warisan budaya yang ada di Tapaktuan. Acha menyarankan pengunjung untuk membawa perlengkapan yang sesuai, seperti pakaian yang nyaman, sepatu hiking, serta senter atau lampu kepala untuk membantu pencahayaan di dalam gua. Penting juga untuk mengikuti petunjuk dan peraturan yang diberikan oleh pemandu lokal guna menjaga keamanan dan kelestarian gua.

Reporter: Akil Rahmatillah

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Must Read

- Advertisement -spot_img

Related News

- Advertisement -spot_img