Beranda blog Halaman 1090

Kaban Litbang dan Diklat Kemenag: Timeline Krusial dalam Pembangunan BDK Aceh

0
Kaban Suyitno pada kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Tindak Lanjut Ijin Prinsip Pembangunan BDK Aceh Tahun 2024. (Foto: Kemenag)

NUKILAN.id | Bekasi – Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama, Suyitno, menekankan pentingnya timeline dalam pembangunan Balai Diklat Keagamaan (BDK) Aceh. Hal ini disampaikan dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Tindak Lanjut Izin Prinsip Pembangunan BDK Aceh Tahun 2024 di Bekasi, Jumat (21/6/2024).

“Kita melaksanakan FGD ini karena waktu sudah mendesak, sesuai dengan deadline yang telah ditetapkan oleh Gusmen. Skenario pembangunan harus mempertimbangkan timeline ini secara serius,” ujar Suyitno.

Dengan jadwal yang ketat, Suyitno menekankan bahwa langkah-langkah administratif harus segera dilakukan, bukan hanya disiapkan. Menurutnya, perjuangan mendapatkan anggaran sebesar Rp 25 miliar untuk BDK Aceh bukanlah hal yang mudah.

“Memperjuangkan anggaran sebesar Rp 25 miliar itu tidak gampang, dan penantian ini cukup panjang bagi BDK Aceh. Mengingat waktu yang sangat mepet, langkah-langkah administratif harus segera dilaksanakan,” tuturnya.

Suyitno juga mengingatkan pentingnya pengawasan dan pendampingan dari Inspektorat Jenderal (Itjen) dalam setiap langkah pembangunan. “Pendampingan dari Itjen sangat penting, sehingga jika terjadi masalah, kita sudah didampingi dengan baik,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa kantor yang akan dibangun harus siap beroperasi dengan gambaran yang jelas dan detail, bukan sekadar bangunan fisik.

“Kantor yang dibangun harus menggambarkan sebuah kantor yang siap beroperasi. Jangan sampai hanya menjadi bangunan fisik tanpa kesiapan operasional yang matang,” pungkasnya.

Dengan semangat dan komitmen yang tinggi, diharapkan pembangunan BDK Aceh dapat berjalan lancar dan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

Editor: Akil Rahmatillah

PTUN Banda Aceh Tolak Gugatan PT Gading Bhakti Terhadap Pj. Bupati Aceh Barat

0
Pj Bupati Aceh Barat Drs. Mahdi Efendi. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Banda Aceh menolak gugatan yang diajukan oleh PT Gading Bhakti terhadap Penjabat (Pj.) Bupati Aceh Barat terkait Surat Permohonan Penetapan Tanah Terlantar dalam Hak Guna Usaha (HGU). Putusan tersebut dibacakan dalam sidang elektronik pada Jumat (21/6/2024).

Dalam sidang yang dipimpin oleh Hakim Ketua Edi Septa Surhaza, SH., MH., bersama anggota Rizki Ananda, SH., MH., dan Adillah Rahman, SH., MH., PTUN menyatakan bahwa gugatan PT Gading Bhakti tidak dapat diterima. Majelis Hakim juga menjatuhkan biaya perkara kepada PT Gading Bhakti sebagai pihak yang kalah.

Said Atah, SH., MH., kuasa hukum Pj. Bupati Aceh Barat dari Kantor Advokat SATA Lawyers, mengonfirmasi bahwa PTUN telah memenangkan pihaknya.

“Putusan ini mengakomodasi eksepsi yang kami ajukan dan menegaskan bahwa kebijakan Pj. Bupati Aceh Barat dalam mengeluarkan surat permohonan rekomendasi HGU untuk PT Gading Bhakti adalah sesuai dengan hukum dan aturan yang berlaku,” ujar Said Atah dalam siaran pers Diskominsa yang diterima Nukilan.id.

Lebih lanjut, Said Atah menyambut baik keputusan PTUN ini sebagai bentuk keadilan yang memperkuat kebijakan pemerintah daerah dalam upaya penataan tanah terlantar untuk kesejahteraan masyarakat.

Gugatan ini awalnya diajukan oleh PT Gading Bhakti pada 25 Januari 2024, menyoroti Surat Permohonan Rekomendasi Penetapan Tanah Terlantar dalam HGU yang dikeluarkan oleh Pj. Bupati Aceh Barat untuk lokasi di Gampong Paya Luah, Kecamatan Woyla, Kabupaten Aceh Barat.

Putusan PTUN ini diharapkan dapat memberikan kepastian hukum dan mendorong upaya pengelolaan tanah yang lebih produktif di daerah Aceh Barat, serta menjadi pedoman dalam penyelesaian sengketa serupa di masa mendatang.

Editor: Akil Rahmatillah

Prakiraan Cuaca BMKG Aceh: Cuaca Cerah Berawan di Wilayah Tengah Aceh

0
Ilustrasi Cuaca berawan (Foto: detikSumut)

NUKILAN.id | Takengon – Prakirawan BMKG Aceh, Budi Saritua Hutasoit, menyampaikan prakiraan cuaca untuk wilayah tengah Aceh pada hari ini. Menurut Budi, cuaca di Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues akan didominasi oleh kondisi berawan dan cerah berawan dari pagi hingga malam nanti.

Detail Prakiraan Cuaca:

  • Wilayah: Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues
  • Kondisi Cuaca: Berawan dan cerah berawan
  • Suhu Udara: 17-26 derajat Celsius
  • Kelembapan: 55-95%

Budi Saritua Hutasoit juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana yang mungkin terjadi. Dia menekankan pentingnya menjaga lingkungan, menghindari pembakaran lahan sembarangan, dan selalu berhati-hati saat mengawasi pembakaran lahan agar tidak berdampak negatif lebih lanjut.

Untuk informasi cuaca terkini, masyarakat dapat mengakses situs resmi BMKG di bmkg.go.id atau mengikuti pembaruan melalui berbagai media sosial resmi BMKG lainnya. Tetap waspada dan jaga lingkungan demi keselamatan bersama.

Editor: Akil Rahmatillah

FoSSEI Aceh Hadiri Temu Ilmiah Regional di Medan

0
FoSSEI Aceh Hadiri Temu Ilmiah Regional di Medan. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Medan – Forum Silaturahmi Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) Komisariat Aceh turut berpartisipasi dalam Temu Ilmiah Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) yang digelar di Universitas Sumatera Utara, Medan. Acara tahunan ini berlangsung dari 20 hingga 23 Juni 2024.

Kegiatan tersebut menjadi ajang pertemuan tahunan untuk mempererat silaturahmi antar kelompok studi ekonomi Islam dan FoSSEI di wilayah Sumbagut. Selain itu, acara ini juga menjadi wadah berbagi pengetahuan dan pengalaman terkait studi ekonomi Islam.

Berbagai perlombaan ilmiah serta diskusi mengenai isu-isu terkini dalam ekonomi Islam digelar selama acara. Peserta juga merumuskan solusi atas tantangan yang dihadapi umat.

“Dengan diadakannya agenda ini, diharapkan dapat menambah ilmu dan mengasah keterampilan kader-kader FoSSEI, khususnya yang ada di Aceh dan umumnya di Sumbagut,” ujar Koordinator FoSSEI Komisariat Aceh, Fathurrahman Mauqi, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (21/6/2024).

Delegasi FoSSEI Komisariat Aceh yang hadir antara lain berasal dari kelompok studi ekonomi Islam (KSEI) Golden UIN Ar-Raniry Banda Aceh, KSEI IEFor UIN Ar-Raniry, KSEI Meurah Silue UNIMAL, dan KSEI Zie IAIN Langsa.

Perwakilan dari beberapa kampus di Aceh ini adalah mahasiswa yang aktif dalam kegiatan akademik dan ilmiah ekonomi Islam. Mereka berpartisipasi dalam berbagai sesi diskusi, presentasi hasil lomba yang telah dibuat para peserta, serta seminar yang diadakan selama acara berlangsung.

“Harapan kami untuk seluruh kader FoSSEI Komisariat Aceh adalah agar terus semangat dan bisa mengharumkan nama Provinsi Aceh,” tutur Fathurrahman.

Partisipasi ini, lanjutnya, dapat memperkaya wawasan dan pengetahuan para anggotanya serta memperkuat peran FoSSEI sebagai motor penggerak studi ekonomi Islam di Indonesia.

Editor: Akil Rahmatillah

148 Siswa Kota Subulussalam dan Aceh Singkil Lulus SNBT 2024

0
Kepala Cabang Dinas Pendidikan wilayah Kota Subulussalam dan Aceh Singkil, Antoni Berampu. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Singkil – Sebanyak 148 siswa dari Kota Subulussalam dan Kabupaten Aceh Singkil berhasil lolos Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) tahun 2024 dan diterima di berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Informasi ini disampaikan oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdisdik) Wilayah Subulussalam dan Aceh Singkil, Antoni Berampu, pada Jumat (21/6/2024).

“Alhamdulillah, 148 siswa dari Kota Subulussalam dan Kabupaten Aceh Singkil yang mengikuti seleksi SNBT berhasil masuk PTN,” ujar Antoni Berampu dengan penuh syukur.

Antoni menjelaskan bahwa data kelulusan ini diperoleh dari hasil rekapitulasi yang dikirimkan oleh masing-masing kepala sekolah. SMA Unggul Subulussalam dan SMA Negeri 1 Gunung Meriah di Kabupaten Aceh Singkil mencatat persentase tertinggi siswa yang berhasil masuk PTN tahun ini.

Lebih lanjut, Antoni menyebutkan bahwa sebelumnya banyak siswa dari wilayah tersebut yang juga telah lulus melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN).

“Kami turut bangga atas keberhasilan siswa yang diterima di PTN, baik yang ada di Aceh maupun di luar Aceh,” tambahnya.

Kacabdisdik juga mengucapkan selamat kepada para siswa yang diterima sebagai calon mahasiswa dalam program diploma IV/Sarjana dan program diploma III sesuai dengan pilihan mereka.

“Terima kasih dan apresiasi saya sampaikan kepada kepala sekolah, dewan guru, tenaga pendidik, pengawas, komite sekolah, orang tua siswa, dan semua pihak yang telah mendukung kemajuan pendidikan di Kota Subulussalam dan Kabupaten Aceh Singkil,” ungkap Antoni.

Antoni juga memberikan dorongan kepada siswa yang belum lulus di jalur SNBP dan SNBT. Ia menyarankan agar mereka mencoba jalur Mandiri yang masih tersedia.

“Kalaupun tiga jalur tersebut sudah diikuti namun belum berhasil masuk PTN, anak-anak kami bisa melanjutkan ke kampus swasta yang fasilitasnya tidak kalah dengan kampus negeri,” tuturnya.

Di sisi lain, Antoni berharap agar motivasi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi tetap terjaga, karena pendidikan merupakan investasi penting untuk kemajuan Kota Subulussalam dan Kabupaten Aceh Singkil.

“Kami berharap anak-anak bisa lebih termotivasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi tahun depan,” pungkasnya.

Editor: Akil Rahmatillah

Band Metalcore Asal Aceh, Killa The Phia, Siap Guncang Wacken Open Air Festival 2024 di Jerman

0
Band Metalcore Asal Aceh, Killa The Phia, Siap Guncang Wacken Open Air Festival 2024 di Jerman. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Grup band metalcore asal Aceh, Killa The Phia, akan tampil di Wacken Open Air Festival pada 31 Juli hingga 3 Agustus 2024 di Jerman, mewakili Indonesia. Kesempatan ini diraih setelah mereka berhasil memenangkan kompetisi Wacken Metal Battle Indonesia 2024 yang digelar di Bandung.

“Kita terpilih dari 10 grup band lainnya saat kompetisi di Bandung untuk mewakili Indonesia main di Jerman,” kata Vokalis Killa The Phia, Rizki Rahmadhani alias Madon, di Banda Aceh, Jumat (21/6/2024).

Madon menjelaskan bahwa grup bandnya berhasil melaju ke Jerman setelah meraih juara pertama dalam kompetisi yang berlangsung pada Minggu (16/5) di Bandung. Di Wacken Open Air, Killa The Phia akan tampil selama 20 menit membawakan tiga lagu andalan mereka: “Revenge of The Hypocrite,” “Like Fire Burn,” dan “TDOM.”

Yang menarik, ketiga lagu metal tersebut akan dipadu dengan aransemen musik etnik Aceh. Killa The Phia akan menggabungkan genre metalcore dengan musik tradisional Aceh, seperti rapa’i, alat musik pukul yang akan dimainkan langsung di hadapan penonton yang diperkirakan mencapai 85 ribu orang.

“Karena posisi kita sudah jauh di Jerman, kita tidak hanya menampilkan karakter musik yang biasa kita bawakan, tetapi juga mengenalkan musik etnik Aceh. Konsepnya 80 persen metal dan 20 persen etnik,” ujarnya.

Grup band yang terbentuk pada 2008 ini tidak sekadar tampil di Jerman, tetapi juga akan berkompetisi memperebutkan juara pertama melawan 30 negara lainnya. Kehadiran Killa The Phia dalam gelaran Wacken Open Air Festival menambah daftar panjang band metal Indonesia yang pernah tampil di ajang serupa, seperti Burgerkill, Beside, Jasad, Down For Life, Taring, Voice of Baceprot, dan Ludicia.

Personel Killa The Phia terdiri dari Madon (vokal), Reza dan Aan (gitar), Sinjo (bass), dan Aloel (drum). Grup band ini dibentuk semasa mereka duduk di bangku SMA karena memiliki minat yang sama terhadap musik metal.

Nama Killa The Phia terinspirasi dari nama salah satu kota terbesar di negara bagian Pennsylvania, Amerika Serikat, yaitu Philadelphia. “Namanya kita plesetin dari nama kota itu. Tidak ada yang istimewa dari segi makna,” kata Madon.

Selama 16 tahun eksis, Killa The Phia telah merilis satu album dan banyak single, dengan perkiraan total 15 lagu yang telah diciptakan dan dirilis.

Sebagai informasi, meski Aceh sebagai daerah yang menerapkan syariat Islam, Aceh tidak membatasi karya atau jenis musik. Hanya saja, proses manggungnya diatur agar tidak melanggar ketentuan yang berlaku.

Editor: Akil Rahmatillah

HIPMI Aceh Cup 2024: 16 Tim Siap Berlaga di Ajang Pembinaan Bakat Sepakbola Muda

0
Ajang Pembinaan Bakat Sepakbola Muda, HIPMI Aceh Cup 2024. (Foto: Bolaacehsport)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Turnamen sepakbola bergengsi, HIPMI Aceh Cup 2024, akan segera digelar mulai 27 Juni hingga 12 Juli 2024 di Lapangan PS Amla Lamteungoh, Aceh Besar. Ketua Umum HIPMI Aceh, Ridha Mafdhul Gidong, mengungkapkan bahwa turnamen ini merupakan edisi kedua setelah kesuksesan penyelenggaraan HIPMI Aceh Cup 2023.

“Enam belas tim sudah kita pilih dari undangan dan tim yang mendaftar untuk HIPMI Aceh Cup 2024,” kata Gidong, dikutip dari Bolaacehsport.com, Sabtu (22/6/2024).

Gidong berharap turnamen ini bisa menjadi ajang pembinaan bagi bakat-bakat muda sepakbola di Aceh serta mempererat hubungan antar daerah melalui olahraga.

“Setelah sukses dengan turnamen pertama tahun lalu, kami sangat antusias menyambut HIPMI Aceh Cup 2024. Kami berharap semua tim bisa menunjukkan performa terbaik mereka dan menjunjung tinggi sportivitas,” ujar Gidong.

Turnamen ini diharapkan dapat menarik perhatian banyak penonton dan memberikan hiburan berkualitas bagi masyarakat Aceh. Dengan semangat yang tinggi dan persiapan yang matang, HIPMI Aceh Cup 2024 diharapkan menjadi salah satu turnamen sepakbola paling bergengsi di Aceh tahun ini.

“Mari kita dukung dan saksikan pertandingan-pertandingan seru dari 16 tim terbaik yang akan berlaga di Lapangan PS Amla Lamteungoh,” tambahnya.

Sementara itu, terkait bagan dan jadwal pertandingan, akan dirilis dalam waktu dekat setelah drawing dan manager meeting.

Berikut adalah daftar lengkap peserta HIPMI Aceh Cup 2024:
1. PS. Amla Lamteungoh (Aceh Besar)
2. Sidiq FC (Aceh Utara)
3. Kutablang Putra (Bireuen)
4. Arseco FC (Banda Aceh)
5. Persela-90 Blang Bintang (Aceh Besar)
6. Mantap D’Legend (Lhokseumawe)
7. Leubu United (Bireuen)
8. Antam FC (Pidie)
9. PS Lambhuk (Banda Aceh)
10. Faruq FC (Banda Aceh)
11. KRESNA FC (Banda Aceh)
12. PSKD Kajhu (Aceh Besar)
13. Sabang FC (Sabang)
14. Malaga Gani FC (Aceh Besar)
15. PON Aceh (Banda Aceh)
16. AKMC FC Lampanah (Aceh Besar)

HIPMI Aceh Cup 2024 diharapkan dapat menjadi ajang yang memperkuat semangat kebersamaan serta mendorong prestasi sepakbola Aceh ke tingkat yang lebih tinggi.

Editor: Akil Rahmatillah

Pemerintah Aceh Gelar Pertemuan Bahas Pembangunan Kewenangan Pusat

0
Pemerintah Aceh Gelar Pertemuan Bahas Pembangunan Kewenangan Pusat. (Foto: biroadmpemb.aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pemerintah Aceh melalui Biro Administrasi Pembangunan Setda Aceh mengadakan pertemuan penting terkait permasalahan dan tindak lanjut pelaksanaan pembangunan kewenangan pusat di Provinsi Aceh. Pertemuan tersebut dipimpin oleh Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda Aceh, Ir. T. Robby Irza, S.SiT, MT, dan dihadiri oleh berbagai instansi terkait seperti Dinas PUPR Aceh, Dinas Perkim Aceh, Dinas Perhubungan Aceh, Dinas Pengairan Aceh, Balai Pelaksana Jalan Nasional Aceh (BPJN), Balai Wilayah Sungai Sumatera – I (BWSS-I), Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Aceh, dan Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Sumatera – I (BP2P). Pertemuan ini berlangsung di ruang Potda II Lantai III Kantor Gubernur Aceh pada 11 Juni 2024.

Dalam sambutannya, Ir. T. Robby Irza menekankan pentingnya fungsi pengawasan terhadap kondisi pembangunan kewenangan pusat yang belum terlaksana dengan baik. “Pada tahun 2023, Biro Administrasi Pembangunan telah melakukan inventarisasi permasalahan kegiatan pembangunan kewenangan Pemerintah Pusat di Provinsi Aceh,” ujarnya. Berdasarkan data yang ada, Kementerian PUPR melalui BWSS-I memiliki 26 kegiatan, BPJN 17 kegiatan, BP2P 3 kegiatan, dan Kementerian Perhubungan melalui BPTD 8 kegiatan.

Dedy Mandarsyah, Kepala BPJN – I, melaporkan bahwa 16 dari 17 kegiatan sudah diperbaiki. “Khusus untuk pekerjaan ruas jalan Beureuneun – Batas Pidie Jaya – Pidie, tahun 2024 ini sudah dilakukan tahapan perencanaan dan akan diusulkan pelaksanaannya pada tahun 2025,” jelasnya. Sementara itu, Junaidi, ST, MT, Kasi Pelaksanaan BWSS-I, menyebut semua kegiatan sudah teridentifikasi dan ditindaklanjuti, termasuk Bendungan Susoh dan Banda Raja yang telah diusulkan meskipun belum dilaksanakan.

Ir. Ade Surya, ST, ME, Kepala Dinas Pengairan Aceh, mengusulkan agar semua kegiatan sinkronisasi dituangkan dalam Base Line yang ditandatangani bersama untuk dimasukkan ke dalam Rencana Strategis (Renstra). Beberapa usulan tambahan meliputi penanganan Krueng Susoh di Kabupaten Aceh Barat Daya dan Krueng Paloh Raya di Kabupaten Aceh Utara.

Tofan Muis, A.Md, L.L.A.J., SE., MM, Kepala BPTD Kelas II Aceh, menyatakan beberapa kegiatan telah diperbaiki dan dilakukan pengadaan perlengkapan. “Untuk penanganan Bandara Syekh Hamzah Fansuri dan Bandara Cut Nyak Dhien sudah menjadi kewenangan Dinas Perhubungan Aceh,” ujarnya. Sedangkan Hamdani, Kepala Seksi Wilayah 2 BP2P Sumatera – I Aceh, menyebut kendala dalam pelaksanaan Rumah Susun Pesantren Darul Ikhsan karena kurangnya tenaga arsitek dan keterlambatan pekerjaan MEP. Namun, ia memastikan pekerjaan tersebut akan selesai pada akhir tahun 2024.

Menutup pertemuan, Robby menegaskan pentingnya update data pekerjaan terbaru dan koordinasi lintas sektor. “Kita akan melakukan percepatan dengan berkoordinasi lintas sektor agar hasil pekerjaan tersebut dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat,” harapnya.

Pertemuan ini diharapkan dapat mempercepat penyelesaian berbagai proyek pembangunan kewenangan pusat di Aceh, sehingga memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat setempat.

Editor: Akil Rahmatillah

Hujan Deras Sebabkan Jalan Nasional di Aceh Tenggara Berlumpur dan Licin

0
Hujan Deras Sebabkan Jalan Nasional di Aceh Tenggara Berlumpur dan Licin. (Foto: TribunGayo)

NUKILAN.id | Kutacane – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Aceh Tenggara mengakibatkan Jalan Nasional di Desa Kuning, Kecamatan Bambel, terendam air dan berlumpur. Akibatnya, jalan tersebut menjadi licin dan berbahaya bagi pengendara.

Jalan yang menghubungkan Aceh Tenggara dengan Sumatera Utara (Medan) ini menjadi rawan kecelakaan lalu lintas karena kondisi jalan yang licin. Rahmad, salah seorang pengendara, mengungkapkan bahwa masalah ini disebabkan oleh saluran parit yang tidak berfungsi dengan baik.

“Ini akibat hujan deras dan saluran parit tak maksimal sehingga jalan pemukiman penduduk sering kebanjiran,” ujar Rahmad dikutip dari TribunGayo.com, pada Sabtu (22/6/2024).

Jalan nasional tersebut dipenuhi lumpur dan air banjir. Kendaraan yang melintas harus ekstra hati-hati, dan beberapa pengendara bahkan tergelincir karena kondisi jalan yang licin.

Sejauh ini, pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tenggara terkesan kurang tanggap terhadap kondisi ini. Warga berharap agar Pemkab segera mengambil tindakan dengan mengundang BPJN untuk membahas masalah ini dan mencari solusi.

“Kami berharap Pemkab segera memanggil pihak BPJN untuk duduk bersama membahas soal jalan ini sehingga segera ditangani,” harap Andi, pengendara asal Aceh Tenggara.

Situasi ini mengharuskan pengendara untuk lebih berhati-hati saat melintasi jalan tersebut guna menghindari kecelakaan. Diharapkan pihak terkait segera mengambil langkah untuk memperbaiki saluran parit dan kondisi jalan agar pengguna jalan merasa aman dan nyaman.

Editor: Akil Rahmatillah

KIP Aceh Tengah Gelar Bimtek Verifikasi Faktual Calon Perseorangan

0
KIP Aceh Tengah Gelar Bimtek Verifikasi Faktual Calon Perseorangan. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Takengon – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Tengah menggelar bimbingan teknis (Bimtek) untuk verifikasi faktual dokumen syarat dukungan bakal pasangan calon perseorangan. Acara ini diadakan di Aula Kantor KIP Aceh Tengah pada Kamis, 20 Juni 2024, dan dihadiri oleh para Ketua dan Anggota PPK Divisi Teknis Penyelenggaraan se-Kabupaten Aceh Tengah.

Ketua KIP Aceh Tengah, Maharadi, menjelaskan bahwa tujuan dari Bimtek ini adalah untuk memperkuat Penyelenggara Pemilihan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) dalam melaksanakan verifikasi faktual dokumen dukungan bakal pasangan calon perseorangan.

“Kami mengadakan Bimtek ini untuk memberikan penguatan kepada PPK dan PPS dalam pelaksanaan verifikasi faktual nantinya,” ujar Maharadi kepada RRI.

Menurut Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan, Pajrin, verifikasi faktual ini melibatkan pencocokan dan pengecekan keabsahan dokumen dukungan yang diajukan oleh bakal pasangan calon perseorangan kepada KIP Aceh Tengah.

“Verifikasi faktual akan mencakup pencocokan dokumen dukungan yang diajukan oleh calon, untuk memastikan kebenaran dan kevalidannya. Kami juga akan mengecek kondisi di lapangan untuk memastikan bahwa dukungan tersebut memang berasal dari masyarakat,” jelas Pajrin.

Verifikasi faktual ini akan dilaksanakan selama 14 hari ke depan, dimulai dari Jumat, 21 Juni hingga 4 Juli 2024. Proses ini akan fokus kepada satu Bapaslon Perseorangan yang memenuhi syarat, yakni pasangan Irmansyah – Azza Afri Saufa.

Acara Bimtek ini turut dihadiri oleh Ketua KIP Aceh Tengah, Maharadi, Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan, Pajrin, dan Kasubbag Teknis dan Parmas, Zainal Arifin, serta diikuti oleh Ketua dan Anggota PPK Divisi Teknis Penyelenggaraan se-Kabupaten Aceh Tengah.

Dengan demikian, KIP Aceh Tengah siap memastikan proses verifikasi faktual dilakukan secara transparan dan akurat, guna mendukung kelancaran pemilihan pasangan calon perseorangan di Kabupaten Aceh Tengah.

Editor: Akil Rahmatillah