Beranda blog Halaman 1089

DPRK Banda Aceh Desak Pemkot Sosialisasikan Fatwa Haram Judi Online ke Warung Kopi

0
Ilustrasi Judi Online. (Foto: Berita Satu)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh mendesak pemerintah kota untuk menyosialisasikan fatwa Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh yang menyatakan haram judi online ke seluruh warung kopi (warkop) di Banda Aceh.

Ketua DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar, meminta agar Pemkot Banda Aceh melalui Dinas Syariat Islam dan Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) melakukan upaya intensif untuk mengingatkan pemilik warung kopi tentang fatwa-fatwa MPU mengenai judi online.

“Pemkot Banda Aceh lewat Dinas Syariat Islam dan diskominfotik juga dapat secara intensif mengingatkan kepada pemilik warung kopi untuk menyosialisasikan fatwa-fatwa MPU tentang judi online,” ujar Farid Nyak Umar di Banda Aceh, Sabtu (22/6/2024).

Sebelumnya, MPU Aceh telah mengeluarkan Fatwa Nomor 01 Tahun 2016 yang menyatakan bahwa permainan dengan taruhan uang atau bentuk lain melalui media internet dan media sosial hukumnya haram.

Dalam upaya mencegah judi online, Farid juga menekankan pentingnya peran generasi milenial melalui media sosial untuk menggaungkan bahaya judi online yang membawa dampak kerugian besar bagi masyarakat.

“Judi online adalah masalah yang harus kita tangani bersama. Saya mengajak semua sektor untuk tidak lengah dalam mengawalnya,” tegasnya.

Farid berharap para pemilik warkop atau kafe di Banda Aceh proaktif menegur dan mengingatkan pengunjung agar tidak melakukan praktik perjudian online di tempat mereka.

“Begitu pula dengan orang tua, kami berharap agar terus mengawal dan mendidik anak-anaknya sebagai aset emas bangsa,” tambah Farid.

Sementara itu, Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol. Fahmi Irwan Ramli, mengimbau pemilik warung kopi di Banda Aceh untuk mengontrol aktivitas pengunjung di tempat usaha mereka.

Ke depan, pihak kepolisian akan bekerja sama dengan pemilik warkop atau pengelola di Banda Aceh untuk memasang imbauan agar tidak bermain judi online di warung kopi.

“Saya imbau kepada pengusaha warung kopi, tolong kontrol, monitoring kegiatan di warkop,” ujar Kombes Pol. Fahmi Irwan Ramli.

Sebagai informasi, maraknya judi online tengah menjadi perbincangan hangat di Indonesia, termasuk di Aceh. Di Ibu Kota Provinsi Aceh, Satreskrim Polresta Banda Aceh baru saja menangkap 19 pelaku judi online, dan semua tersangka diamankan dari sejumlah warung kopi dalam wilayah hukum setempat.

Dengan langkah sosialisasi yang lebih intensif, diharapkan masyarakat Banda Aceh bisa lebih waspada dan menjauhi praktik judi online yang merugikan.

Editor: Akil Rahmatillah

Muksalmina Ditunjuk sebagai Plt Kabid Pembinaan SMA dan PKLK di Disdik Aceh

0
Surat penunjukan Plt Kabid SMA (Foto: tangkapan layar)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Aceh, Marthunis, telah menunjuk Muksalmina sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kabid Pembinaan SMA dan PKLK menggantikan Syarwan Joni yang sebelumnya menduduki posisi itu hingga wafatnya Kabid definitif, Hamdani.

Muksalmina resmi ditunjuk melalui Surat Perintah Tugas nomor 800/7708 tanggal 3 Juni 2024. Selain tugas sebagai Plt Kabid tersebut, Muksalmina juga menjabat sebagai Kabid Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK).

Dalam surat perintah tersebut, disebutkan bahwa Muksalmina akan melaksanakan tugasnya sebagai Plt Kabid Pembinaan SMA dan PKLK mulai tanggal 5 Juni 2024 hingga dilantiknya pejabat definitif atau paling lama tiga bulan.

Namun, beberapa pejabat di Disdik Aceh mengungkapkan ketidaknyamanan mereka terkait penunjukan Muksalmina ini, dengan alasan kurangnya komunikasi yang dinilai penting dalam dinamika organisasi. Seorang pejabat menyatakan kekhawatirannya, menyiratkan bahwa Muksalmina mungkin terlalu dekat dengan Alhudri, mantan Kadisdik Aceh yang memimpin sebelumnya.

Marthunis, Kadisdik Aceh, memberikan klarifikasi terkait pergantian Plt Kabid SMA dari Fachrial ke Muksalmina. Menurutnya, pergantian tersebut dikarenakan Fachrial sedang melaksanakan ibadah haji, bukan karena kegagalan Plt sebelumnya.

Terkait dengan kritik yang muncul, Marthunis mengapresiasi masukan dari media dan berkomitmen untuk memperbaiki segala hal yang diperlukan di dalam instansi yang dipimpinnya, termasuk masalah integritas ASN. Ia juga menyatakan akan memberikan nasihat kepada Muksalmina untuk memperbaiki sikapnya jika diperlukan.

Media ini telah berusaha mendapatkan tanggapan langsung dari Muksalmina terkait penilaian negatif terhadap dirinya, namun upaya tersebut belum membuahkan hasil.

Dengan demikian, penunjukan Muksalmina sebagai Plt Kabid Pembinaan SMA dan PKLK di Disdik Aceh memunculkan berbagai tanggapan dari internal maupun eksternal, menyoroti dinamika kepemimpinan dan harapan perbaikan di lingkungan pendidikan di Aceh.

Editor: Akil Rahmatillah

DPT Aceh Selatan Pada Pilkada 2024 Naik 13.342 Orang Dibandingkan 2018

0
Kota Tapaktuan. (Foto: IG 740 Aerial VG)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Aceh Selatan mengalami peningkatan signifikan dalam jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pilkada 2024. Berdasarkan data yang dihimpun oleh Nukilan.id, tercatat bahwa jumlah DPT di wilayah ini meningkat sebanyak 13.342 orang dibandingkan dengan tahun sebelumnya, mencapai total 169.768 pemilih.

Data terperinci menunjukkan bahwa dari total DPT tersebut, terdapat 83.690 pemilih laki-laki dan 86.078 pemilih perempuan. Peningkatan ini mencerminkan partisipasi masyarakat yang semakin aktif dalam proses demokrasi, di mana setiap suara memiliki potensi besar untuk menentukan arah kepemimpinan di Aceh Selatan.

Secara geografis, sejumlah kecamatan di Aceh Selatan juga mencatat peningkatan jumlah DPT. Misalnya, Kecamatan Kluet Utara dengan 18.230 pemilih, Kluet Selatan 10.686 pemilih, dan Tapaktuan dengan 16.185 pemilih menjadi daerah-daerah dengan jumlah DPT tertinggi.

Pilkada 2024 di Aceh Selatan tidak hanya menjadi ajang untuk menentukan pemimpin, tetapi juga sebagai momentum penting dalam proses demokrasi lokal. Dengan peningkatan jumlah pemilih yang signifikan, diharapkan partisipasi yang tinggi ini akan memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah dalam waktu yang akan datang.

Kenaikan jumlah DPT ini menjadi indikator penting bagi tingkat partisipasi pemilih dalam Pilkada 2024 mendatang. Dengan demikian, diharapkan proses pemilihan dapat berjalan lebih representatif dan sesuai dengan aspirasi masyarakat Aceh Selatan.

Reporter: Akil Rahmatillah

Membanggakan! MIN 36 Aceh Besar Raih Juara 2 Nasional Lomba Kantin Sehat BPOM

0
MIN 36 Aceh Besar berhasil meraih Juara 2 nasional lomba sekolah dengan Pangan Jajanan Anak Usia Sekolah (PJAS) Aman Regional Barat tingkat sekolah Dasar. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Jantho – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 36 Aceh Besar berhasil meraih prestasi gemilang dalam ajang kompetisi nasional. Mereka berhasil meraih Juara 2 dalam Lomba Kantin Sehat yang diselenggarakan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, kategori Pangan Jajanan Anak Usia Sekolah (PJAS) Aman Regional Barat tingkat sekolah Dasar.

Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Pangan Olahan BPOM RI, Ema Setyawati S.si, Apt, ME, kepada perwakilan MIN 36 Aceh Besar, Nurul Fajri SPdI, yang didampingi oleh ketua Kader PJAS MIN 36 Aceh Besar, Nuraina MPd. Acara puncak berlangsung di Gedung Merah Putih BPOM Jakarta Pusat pada Jumat (21/6/2024).

Nurul Fajri menyampaikan rasa syukur atas capaian ini, yang merupakan hasil kerja keras seluruh pihak di MIN 36 Aceh Besar. Proses penilaian kantin sekolah ini melibatkan berbagai instansi seperti BPOM, Kementerian Agama, Pemerintah Kabupaten, dan unsur Kementerian terkait lainnya.

“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung, termasuk Kakanwil Kemenag Aceh dan Kakankemenag Aceh Besar, atas dukungan yang senantiasa diberikan,” ujar Nurul.

Sementara itu, Kakankemenag Aceh Besar, Saifuddin SE, turut mengucapkan selamat atas prestasi gemilang yang diraih MIN 36 Aceh Besar. Menurutnya, kantin sekolah yang sehat merupakan tanggung jawab bersama untuk memastikan peserta didik mendapatkan makanan dan minuman yang sehat, bergizi, dan halal.

“Kami berkomitmen untuk mewujudkan kantin-kantin halal di lingkungan madrasah, sebagai langkah nyata dalam memastikan keamanan pangan bagi peserta didik,” ujar Saifuddin.

Prestasi MIN 36 Aceh Besar ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi madrasah-madrasah lain di Aceh Besar dan seluruh Indonesia untuk meningkatkan standar kualitas kantin sekolah. Kolaborasi dari semua pihak, termasuk orang tua dan pedagang di sekitar sekolah, dianggap penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi anak usia sekolah.

Dengan meraih Juara 2 nasional dalam Lomba Kantin Sehat BPOM, MIN 36 Aceh Besar membuktikan dedikasinya dalam menyediakan pangan yang aman dan berkualitas bagi generasi muda. Prestasi ini juga menjadi bukti nyata dari upaya kolektif untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan di sekolah.

Editor: Akil Rahmatillah

Gepeng Semakin Berkeliaran di Banda Aceh, Pemuda Desak Pemerintah Bertindak Tegas

0
Ilustrasi Potret Gepeng di Kota Banda Aceh. (Foto: Diskominfo BNA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Fenomena keberadaan gelandangan dan pengemis (gepeng) yang kembali marak di pusat kota Banda Aceh mengundang keprihatinan serius dari kalangan pemuda. Mereka mendesak Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kota Banda Aceh untuk segera menertibkan masalah ini, terutama menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI di Tanah Rencong.

“Dengan maraknya gepeng di jalanan, kenyamanan masyarakat terganggu. Menurut saya Pj Gubernur dan Pj Wali Kota Banda Aceh harusnya bertindak tegas melalui instansi terkait guna menyelesaikan masalah ini dengan serius,” ujar Haris, salah seorang pemuda Banda Aceh kepada Nukilan.id, Sabtu (22/6/2023).

Menurutnya, keberadaan gepeng saat ini diduga terkait dengan aktivitas bisnis kelompok terorganisir. Mereka semakin mudah ditemui di persimpangan jalan dan pusat-pusat keramaian, menimbulkan kekhawatiran akan meningkatnya permasalahan sosial di ibu kota Provinsi Aceh.

“Permasalahan pengemis bukan hanya sekadar meminta-minta, tetapi melibatkan praktik eksploitasi yang mencurigakan, termasuk dugaan eksploitasi anak di bawah umur,” tambahnya.

Senada dengan Haris, Heriyanto, anak muda Aceh Besar menilai bahwa penanganan masalah ini harus melibatkan sinergi yang kuat antara Pemerintah Aceh, Pemko Banda Aceh, dan lintas sektor terkait. Ia menyerukan agar tindakan tidak hanya sekadar mengangkut pengemis dari jalanan, tetapi juga mengungkap aktor di balik praktik ini serta mengambil langkah hukum yang tegas.

“Sangat diharapkan adanya koordinasi yang baik antar semua pemangku kepentingan untuk menyelesaikan masalah ini sebelum semakin meruncing,” tegas Heriyanto.

Pengelolaan keberadaan gepeng di Banda Aceh dinilai sebagai indikator utama dalam memperlihatkan kesiapan kota menyambut PON XXI. Dengan adanya upaya bersama dari berbagai pihak, diharapkan kenyamanan dan keamanan masyarakat dapat terjaga dengan baik.

Di sisi lain, Pemerintah Aceh didesak untuk segera mengambil langkah dalam mengungkap jaringan pengemis yang terorganisir dan mencari solusi yang berkelanjutan terhadap permasalahan ini.

Reporter: Akil Rahmatillah

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Belum Cairkan TPP Guru

0
Sekda Aceh Barat, Marhaban, SE. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat belum juga mencairkan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi guru dan tenaga pendidik hingga memasuki pekan keempat bulan Juni tahun ini. Keterlambatan ini membuat sejumlah warga, khususnya para pendidik, mulai menyuarakan kekecewaan mereka terhadap proses birokrasi yang dinilai lamban.

Sebelumnya, masyarakat di daerah ini sempat dikejutkan dengan kabar serupa terkait gaji para aparat Gampong yang juga terlambat cair. Masalah itu baru terselesaikan pada Jumat, 14 Juni 2024 lalu, setelah adanya Peraturan Bupati (Perbub) terkait alokasi Dana Gampong (ADG) yang akhirnya disetujui oleh Kementerian Dalam Negeri.

Menanggapi hal ini, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Aceh Barat, Marhaban SE, menjelaskan bahwa proses pengajuan Perbub TPP guru dan tenaga pendidik tidak mengalami kendala yang berarti. “Namun, untuk pencairan, kita masih menunggu usulan resmi dari Dinas Pendidikan,” ujar Marhaban kepada acehnews.id pada Jumat, 21 Juni 2024.

Marhaban mengakui bahwa keterlambatan ini mirip dengan masalah yang terjadi pada pembayaran gaji perangkat Gampong, yang juga memerlukan persetujuan dari Kemendagri. Sedangkan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Aceh Barat, Zulyadi, enggan memberikan komentar lebih lanjut terkait keterlambatan TPP, hanya menyebutkan bahwa alokasi anggaran untuk TPP Guru mencapai Rp 18 miliar dan mengarahkan pertanyaan kepada Dinas Pendidikan.

Sementara itu, dari sisi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Barat, Plt Kepala Abdurrani, menjamin bahwa proses pencairan TPP guru dan tenaga pendidik akan segera dilakukan setelah Perbub TPP disetujui. “Pembayaran TPP guru akan segera dicairkan dalam waktu dekat ini, mohon kesabaran dari para guru,” ungkap Abdurrani.

Ia menambahkan bahwa pihaknya saat ini tengah menunggu data lengkap dari setiap sekolah untuk proses input data BPJS, yang merupakan persyaratan sebelum pencairan TPP dapat dilakukan. “Ketika data sudah lengkap, SPM (Surat Perintah Membayar) akan segera diterbitkan,” tambah Abdurrani.

Dalam tanggapannya, seorang guru yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya terhadap keterlambatan ini. “Kami berharap proses birokrasi bisa lebih cepat agar kami tidak lagi merasa tidak dihargai dengan keterlambatan seperti ini,” ucapnya.

Sementara itu, warga lain, Ibu Rahmi (42), mengaku prihatin dengan situasi ini. “Anak-anak butuh guru yang bersemangat dan tentu saja mereka juga harus mendapatkan haknya tepat waktu,” katanya, mengekspresikan harapannya agar masalah ini segera terselesaikan.

Dengan kondisi ini, masyarakat berharap agar Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dapat segera menyelesaikan permasalahan ini agar pendidikan di daerah ini tetap berjalan lancar dan guru-guru dapat fokus pada tugas mereka tanpa adanya kendala finansial.

Editor: Akil Rahmatillah

Aceh Borong Delapan Medali di Kejurnas Road Race and Mountain Bike 2024

0
Para Atlet balap sepeda Aceh yang meraih medali dalam ajang Kejurnas Road Race and Mountain Bike. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Batam – Para atlet balap sepeda Aceh telah menorehkan prestasi gemilang dengan meraih delapan medali dalam ajang Kejuaraan Nasional Road Race and Mountain Bike 2024 yang berlangsung di Batam, Kepulauan Riau, sejak 20 hingga 30 Juni.

Dalam kompetisi yang diikuti lebih dari seratus peserta dari seluruh Indonesia ini, Aceh berhasil memboyong lima medali emas, dua medali perak, dan satu medali perunggu. Atlet-atlet binaan Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Aceh menunjukkan performa luar biasa di berbagai kelas yang dipertandingkan.

Ketua ISSI Aceh, Darwati A Gani, mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian yang diraih oleh para atlet balap sepeda asal Aceh ini.

“Prestasi ini adalah hasil dari kerja keras dan dedikasi para atlet serta pembinaan yang intensif. Mereka telah membuktikan kemampuan dan kualitasnya dalam bersaing di tingkat nasional,” ujar Darwati.

Salah satu momen penting dalam kejuaraan ini adalah dominasi beberapa atlet Aceh di berbagai nomor lomba. Misalnya, M Furqan Wibowo yang berhasil meraih medali emas dan perunggu dalam Nomor Lomba Criterium (CTR) kategori Men Youth Group B, serta Syakira Geubrina yang menyumbang dua medali emas dalam kategori Women Youth Group B.

Menanggapi prestasi gemilang ini, warga Batam juga memberikan dukungan dan apresiasi. Bapak Rahmat, seorang pengunjung yang menyaksikan langsung jalannya kompetisi, mengungkapkan, “Saya sangat kagum dengan semangat dan keuletan para atlet Aceh. Mereka tidak hanya menunjukkan keterampilan teknis yang baik, tetapi juga semangat juang yang patut diacungi jempol.”

Para atlet yang meraih medali juga tidak luput dari dukungan penuh dari masyarakat Aceh. Ibu Nurhayati, warga Aceh yang juga hadir dalam kejuaraan tersebut, mengatakan, “Prestasi ini adalah kebanggaan bagi kami semua di Aceh. Semoga keberhasilan ini menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus berkembang dan mengejar mimpi mereka.”

Kejuaraan ini juga menjadi persiapan yang penting bagi Aceh menjelang PON 2024 yang akan digelar pada bulan September mendatang. Para atlet dan pengurus ISSI Aceh berharap momentum ini dapat dipertahankan dan dijadikan sebagai modal berharga untuk meraih prestasi yang lebih gemilang di masa depan.

Sementara itu, untuk kategori Mountain Bike (MTB), tahapannya akan dilaksanakan pada tanggal 24 hingga 27 Juni mendatang di Mangsang Bike Park. Aceh akan mengirimkan dua atlet terbaik mereka, Keysah Ginais Nafsi dan Orija Gunawan Syahputra, untuk bersaing di kelas tersebut.

Kejurnas Road Race and Mountain Bike 2024 memang menjadi ajang yang penuh gengsi bagi para pecinta balap sepeda di Indonesia. Dengan semangat persaingan yang tinggi, para atlet dari berbagai provinsi terus berupaya memberikan yang terbaik demi meraih gelar juara nasional.

Berita ini dipublikasikan sebagai bagian dari upaya untuk mengabadikan momen keberhasilan dan semangat juang para atlet Aceh dalam menembus batas prestasi mereka di dunia balap sepeda nasional.

Editor: Akil Rahmatillah

Maraknya Judi Online di Aceh, Masyarakat Serukan Tindakan Tegas dari Semua Pihak

0
Ilustrasi judi online. (Foto: Media Indonesia)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Meskipun Aceh menerapkan syariat Islam yang ketat, daerah ini dihadapkan dengan tantangan serius berupa maraknya judi online. Fenomena ini telah menjadi salah satu masalah sosial terbesar di Serambi Mekkah, meskipun berbagai upaya penegakan hukum telah dilakukan untuk menertibkan praktik tersebut.

Sebagian besar masyarakat Aceh berkomitmen untuk menjalankan nilai-nilai syariat Islam, namun kenyataan bahwa judi online tetap menjadi ancaman nyata menunjukkan adanya kelemahan dalam penerapan aturan hukum yang ada.

“Kami mengapresiasi langkah-langkah yang telah diambil oleh aparat penegak hukum untuk menanggulangi judi dalam segala bentuknya, meskipun diakui bahwa respons ini datang terlambat,” ujar Abdul Rauf, seorang warga Banda Aceh, saat ditemui Nukilan.id, Jumat (21/6/2024).

Abdul juga mengajak semua pihak untuk berperan aktif dan mengajak kepada para pemain judi untuk introspeksi diri. Ia mengingatkan bahwa judi hanya akan membawa kemudharatan bagi diri sendiri dan masyarakat.

“Taubatlah sebelum terlambat. Bek sampe dudoe, peng ka abeh, lon ka sadar, wate keunong cambuk, male keluarga dan kawom,” katanya, mengutip sebuah pepatah Aceh yang berarti “Jangan sampai terlambat, uang habis, sadar saat dicambuk, malu keluarga dan masyarakat.”

Hal senada juga dikemukakan oleh Hurhayati, seorang ibu rumah tangga. Ia menyerukan kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) serta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk segera mengambil tindakan tegas dalam menutup akses situs-situs judi online yang meresahkan masyarakat.

“Kami berharap Kominfo dan KPI dapat segera memblokir situs-situs judi online yang semakin merajalela ini,” ujar Nurhayati.

Tidak hanya itu, menurut Nurhayati diperlukan sinergi dari orang tua, tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat di setiap Gampong untuk bersatu dalam menghadapi penyakit masyarakat ini.

“Kita perlu melakukan langkah konkret untuk melindungi generasi muda Aceh dari bahaya judi online yang merusak,” tambah Nurhayati.

Warga Aceh percaya bahwa dengan kerja sama yang kuat dan tindakan nyata dari semua pihak, Aceh dapat memerangi judi online secara efektif dan menjaga keutuhan nilai-nilai syariat Islam yang telah lama dijunjung tinggi oleh masyarakat Aceh.

Reporter: Akil Rahmatillah

Dinsos Aceh Perkuat Pengamanan dengan Tambahan Personel Satpol PP

0
Dinsos Aceh Perkuat Pengamanan dengan Tambahan Personel Satpol PP. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Untuk memperkuat pengamanan di tempat-tempat strategis milik pemerintah, Dinas Sosial (Dinsos) Aceh kembali menerima personel dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang berada di bawah instansi Satpol PP dan Wilayatul Hisbah (WH) Aceh.

Kasubbag Hukum, Kepegawaian, dan Umum Dinsos Aceh, Faisal, SH, mengungkapkan bahwa kerja sama ini bertujuan untuk menambah tenaga pengamanan dan ketertiban di lingkungan Dinas Sosial Aceh. Penyerahan personel ini dilakukan pada Senin (21/6/2024) di halaman kantor Dinas Sosial Aceh.

“Dinsos Aceh merupakan salah satu Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) yang langsung menangani kebutuhan masyarakat dan memberikan pelayanan di tempat. Oleh karena itu, kami membutuhkan tambahan personel yang terampil di lapangan,” ujar Faisal.

Dalam sambutannya, Faisal mengucapkan terima kasih kepada Satpol PP dan WH Aceh atas kerja sama dan bantuan yang diberikan kepada Dinsos Aceh, khususnya dalam penugasan personel di dinas tersebut.

“Demi menjaga kelancaran tugas para personel Satpol PP dan Satpam, kami telah menyediakan berbagai fasilitas memadai seperti kesiapan alat dan perlengkapan, pos jaga, hingga toilet yang representatif,” tambah Faisal.

Kasie Operasi dan Pengendalian (OPDAL) Satpol PP Aceh, Tarmizi, turut menyambut baik kolaborasi ini. Menurutnya, kerja sama ini merupakan bagian dari kepedulian bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan pemerintah.

Pada kesempatan tersebut, Tarmizi mengingatkan para personel untuk menjaga nama baik instansi Satpol PP dengan bekerja sungguh-sungguh dan mengikuti segala aturan yang berlaku di tempat bertugas.

“Ikuti peraturan dinas dengan baik, jaga sikap dan etika, jangan malas-malasan, jaga satuan kita, buat pimpinan tersenyum, dan bekerja sesuai dengan aturan yang ada,” tegas Tarmizi.

Penyerahan sebanyak enam anggota Satpol PP dan WH ini berlangsung di halaman Dinsos Aceh dan disaksikan oleh jajaran staf dari kedua belah pihak serta para petugas satpam.

Kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan keamanan dan ketertiban di lingkungan Dinas Sosial Aceh, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan dengan lebih optimal.

Editor: Akil Rahmatillah

Kapolda Aceh Siapkan Pengamanan Ketat untuk PON XXI dan Pilkada Serentak 2024

0
Polda Aceh Siap Amankan PON dan Pilkada Serentak 2024, 21 Juni 2024, (Foto: Humas Polda Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Aceh, Irjen Achmad Kartiko, menyatakan siap mendukung penuh pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2024. Dalam audiensi dengan pihak Redaksi TVRI Stasiun Aceh, Jumat (21/6/2024), Achmad Kartiko menegaskan komitmennya untuk memastikan keamanan selama berlangsungnya kedua event nasional tersebut.

“Aceh telah mempersiapkan segala aspek keamanan untuk PON dan Pilkada. Kami telah berkoordinasi dengan Penjabat Gubernur, panitia PON Aceh-Sumut, dan KONI untuk mengamankan setiap tahapan, mulai dari pembukaan hingga penutupan acara,” kata Achmad Kartiko, yang juga merupakan Alumni Akabri tahun 1991.

Lebih lanjut, Kapolda mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan pemetaan potensi kerawanan di setiap kabupaten dan kota di Aceh terkait Pilkada. Hal ini dilakukan untuk menyusun strategi pengamanan yang efektif, serta mengantisipasi potensi ancaman yang mungkin timbul selama perhelatan tersebut.

“Tidak hanya itu, kami juga akan mengedukasi masyarakat melalui TVRI dengan informasi terkait situasi kamtibmas di Aceh menjelang PON dan Pilkada. Kami bertekad menjaga keamanan dan ketertiban sehingga perhelatan ini dapat berjalan dengan lancar dan damai,” tambahnya.

Dukungan penuh Polda Aceh terhadap PON dan Pilkada juga mencakup kolaborasi aktif dengan pihak penyelenggara dan instansi terkait untuk memastikan pengamanan dari awal hingga akhir acara. Ini sebagai bentuk komitmen untuk menjaga kondisi Aceh yang aman dan kondusif bagi semua pihak yang terlibat serta masyarakat umum.

Editor: Akil Rahmatillah