Friday, 30 October 2026 Banda Aceh 25°C
Jernih dan Mendalam
Mode Terang
Langganan
TERKINI
Daerah

Mawardi Nur Tegaskan Visi Besar PEMA untuk Ekonomi Aceh

Direktur Utama PT Pembangunan Aceh (PEMA), Mawardi Nur, tampil sebagai pemateri dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Pasca 20 Tahun Perdamaian: Antara Janji, Fakta, dan Masa Depan Ekonomi Aceh” yang digelar oleh Senat Mahasiswa (SEMA) UIN Ar-Raniry pada Senin (08/09/25) (Foto: Humas PEMA)
Direktur Utama PT Pembangunan Aceh (PEMA), Mawardi Nur, tampil sebagai pemateri dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Pasca 20 Tahun Perdamaian: Antara Janji, Fakta, dan Masa Depan Ekonomi Aceh” yang digelar oleh Senat Mahasiswa (SEMA) UIN Ar-Raniry pada Senin (08/09/25) (Foto: Humas PEMA)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Direktur Utama PT Pembangunan Aceh (PEMA), Mawardi Nur, menegaskan komitmennya dalam memperkuat arah pembangunan ekonomi Aceh melalui pengelolaan sumber daya alam secara maksimal. Hal itu ia sampaikan saat menjadi pemateri dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Pasca 20 Tahun Perdamaian: Antara Janji, Fakta, dan Masa Depan Ekonomi Aceh” yang digelar Senat Mahasiswa (SEMA) UIN Ar-Raniry, Senin (8/9/2025).

Amatan Nukilan.id, FGD ini turut menghadirkan sejumlah tokoh penting, seperti Kepala Biro Pembangunan Aceh, T. Robby Irza; Wakil Kepala OJK Aceh, Firman Octo Armando; Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Mujinurrahman; serta Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Ar-Raniry, Prof Hafas Furqani.

Dalam pemaparannya, Mawardi menekankan pentingnya tata kelola sumber daya alam agar benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat. Ia juga memaparkan capaian terbaru PEMA, termasuk tujuh proyek unggulan yang segera beroperasi, mulai dari pengelolaan rice milling unit (RMU), integrated cold storage (ICS) Lampulo, hingga rencana ekspor cangkang dan kopi Aceh.

“PEMA sedang mempersiapkan langkah besar, termasuk ekspor cangkang serta pengiriman kopi Aceh ke beberapa negara,” jelas Mawardi.

Ia juga menyambut positif rencana pelayaran langsung Krueng Geukuh–Penang. Menurutnya, jalur ini bukan hanya soal transportasi, melainkan peluang besar untuk memperluas ekspor dan membuka barter dagang.

Di hadapan mahasiswa, Mawardi menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam pembangunan daerah.

“Sumber daya alam Aceh melimpah, namun keberhasilan pengelolaannya membutuhkan keterlibatan generasi muda. Kantor PEMA terbuka untuk berdialog dan menampung aspirasi,” ujarnya.

Diskusi kemudian ditutup dengan ajakan Mawardi agar seluruh elemen masyarakat bersinergi mendukung kepemimpinan Gubernur Muzakir Manaf (Mualem) demi mewujudkan Aceh yang sejahtera. (xrq)

Reporter: Akil