Thursday, 5 November 2026 Banda Aceh 28°C
Jernih dan Mendalam
Mode Terang
Langganan
TERKINI
Edukasi

Kak Na: PAUD Holistik Integratif Berperan Penting dalam Memenuhi Kebutuhan Dasar Anak

Bunda PAUD Aceh, Marlina Usman atau yang akrab disapa Kak Na, saat mengunjungi PAUD-TK Islam Nurul Ahmad di Desa Subulussalam Timur, Kecamatan Simpang Kiri, Rabu (4/11/2026). (Foto: For Nukilan)
Bunda PAUD Aceh, Marlina Usman atau yang akrab disapa Kak Na, saat mengunjungi PAUD-TK Islam Nurul Ahmad di Desa Subulussalam Timur, Kecamatan Simpang Kiri, Rabu (4/11/2026). (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | SUBULUSSALAM – Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Holistik Integratif menjadi salah satu upaya untuk memenuhi seluruh kebutuhan dasar anak usia dini secara menyeluruh dan terpadu. Dalam pelaksanaannya, lembaga PAUD memiliki peran strategis dalam mendukung tumbuh kembang anak.

Hal tersebut disampaikan Bunda PAUD Aceh, Marlina Usman atau yang akrab disapa Kak Na, saat mengunjungi PAUD-TK Islam Nurul Ahmad di Desa Subulussalam Timur, Kecamatan Simpang Kiri, Rabu (4/11/2026).

“Para Bunda-bunda semua merupakan elemen penting bagi upaya kita mewujudkan PAUD yang holistik dan integratif. Terima kasih dan apresiasi yang tinggi kami sampaikan atas dedikasi bunda semua untuk ananda-ananda kita di PAUD,” ucap Kak Na.

Ia menjelaskan, penerapan PAUD Holistik Integratif merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap berbagai aspek kebutuhan anak. Pelayanan tersebut dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, tenaga medis, keluarga, masyarakat hingga lembaga terkait.

“Dengan berbagai tugas berat tersebut, maka kerja-kerja ini bukan hanya berada di satuan lembaga PAUD tetapi merupakan kerja besar kita semua, agar target untuk mewujudkan Generasi Indonesia Emas 2045 dapat kita wujudkan,” ucap Kak Na.

Menurutnya, sinergi dan koordinasi antarsektor menjadi hal penting yang harus terus diperkuat agar penyelenggaraan PAUD Holistik Integratif dapat berjalan optimal dan mencapai tujuan yang diharapkan.

Kak Na juga menyinggung kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun yang diarahkan untuk memperluas akses sekaligus meningkatkan pemerataan kualitas pendidikan, mulai dari jenjang prasekolah hingga pendidikan menengah. Kebijakan tersebut turut mencakup satu tahun pendidikan di tingkat PAUD atau TK.

“Pemerintah dengan program Wajib Belajar 13 Tahun, telah memasukkan 1 tahun belajar di PAUD atau TK sebelum anak-anak kita melanjutkan ke jenjang pendidikan dasar dan menengah. Ini tentu harus menjadi perhatian bagi kita demi masa depan ananda kita semua,” pungkas Kak Na.

Di sela-sela kunjungan, Kak Na turut berinteraksi dan memberikan motivasi kepada anak-anak yang sedang menikmati berbagai permainan edukatif di lingkungan sekolah. Ia juga menyerahkan paket tas dan perlengkapan sekolah kepada para siswa.

Dalam kunjungan tersebut, Kak Na didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan Aceh, Fitriani Taufik, Bunda PAUD Subulussalam, Yarnida Zai, serta sejumlah pejabat lainnya. []

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News