NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Balai Tempat Mengaji (BTM) Al-Ishlahiyah Lambhuk tidak hanya menyelenggarakan pengajian bagi anak-anak, tetapi juga mengadakan pengajian rutin bagi jamaah laki-laki dan perempuan dewasa.
Pimpinan BTM Al-Ishlahiyah, Tgk Muhammad Hamli Ilyas, mengatakan pengajian tersebut bertujuan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mempelajari ilmu agama di luar pendidikan formal. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda rutin keagamaan yang berlangsung di lingkungan BTM Al-Ishlahiyah Lambhuk.
“Adapun jadwal rutin pengajian dewasa itu dilaksanakan ada dua tahap. Bagi kalangan dewasa khususnya laki-laki dilaksanakaan pada setiap malam sabtu setelah salat Insya. Adapun pengajian untuk ibu-ibu dijadwalkan pada hari minggu jam 14:30 sampai dengan salat Asar,” kata Tgk Hamli ilyas dalam wawancara Nukilan.id pada Senin (26/10/2026).
Ia menjelaskan, pengajian bagi jamaah laki-laki menggunakan sejumlah kitab rujukan, di antaranya Syarah Al-Hikam yang membahas ilmu tasawuf, Mathla’ul Badrain tentang ilmu fikih, serta Jami’ul Jawamik yang mencakup tauhid, fikih, dan tasawuf.
Sementara itu, jamaah perempuan mempelajari beberapa kitab, yakni Siyarussalihin dan Yawakit Waljawahir yang membahas tasawuf, Jami’ul Jawamik tentang tauhid, fikih, dan tasawuf, serta Bidayatul Mubtadin mengenai fikih.
Menurutnya, pengajian bagi jamaah dewasa menjadi sarana bagi masyarakat untuk memperdalam pengetahuan agama Islam, khususnya dalam bidang fikih, tauhid, dan tasawuf.
Melalui kajian kitab-kitab keislaman tersebut, jamaah diharapkan dapat memahami ketentuan ibadah, memperkuat akidah, serta meningkatkan pemahaman tentang pentingnya menjaga akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
“Pengajian ini memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk terus belajar agama di tengah kesibukan dengan berbagai aktivas sehari-sehari tengah perkotaan. Pembelajaran agama tersebut menjadi sarana untuk memperluas pengetahuan islam sekaligus sarana untuk sahnya kegiatan ibadah yang sesuai dengan pendoman syari’at tentunya. Ada pepatah Arab mengatakan tuntutlah Ilmu dari buaian hingga sampai ke liang lahat, tidak ada yang terlambat untuk menuntut ilmu apalagi yang dipelajari ilmu agama, tidak ada tapal batas usia,maka kehadiran majelis pengajian untuk orang dewasa ini sebagai solusi belajar agama di tengah perkembagan zaman yang semakin canggih ini,” pungkasnya.
Reporter: Tibrani
Editor: Akil
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News





