Monday, 19 October 2026 Banda Aceh 29°C
Jernih dan Mendalam
Mode Terang
Langganan
TERKINI
Edukasi

Aryos Nivada: LPM Harus Kritis Mengawal Persoalan di Lingkungan Kampus

Ilustrasi. (Foto: thecolumnist.id)
Ilustrasi. (Foto: thecolumnist.id)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) memiliki peran penting dalam mengembangkan jurnalistik di lingkungan perguruan tinggi. Karena itu, LPM diharapkan tidak hanya menjadi media publikasi kegiatan kampus, tetapi juga berani mengungkap berbagai persoalan yang berkaitan dengan kepentingan mahasiswa.

Hal tersebut disampaikan Owner Diakleksis.com sekaligus akademisi Aryos Nivada dalam Maroon Basic Journalism Workshop: Meningkatkan Kapasitas dan Kompetensi Jurnalis Kampus yang diselenggarakan LPM Maroon.Vox di Nutrihub, Minggu (18/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Aryos menegaskan bahwa LPM tidak semestinya berada di bawah kendali pihak kampus. Menurutnya, kebebasan dalam menentukan sikap merupakan hal penting bagi pers mahasiswa, meskipun ia mengakui bahwa tidak ada media yang sepenuhnya independen, termasuk media yang dikelolanya sendiri.

“Setiap media memiliki pilihan keberpihakan yang menjadi konsekuensi dari sikap politik dan keputusan editorial. Namun, keberpihakan tersebut tetap harus dijalankan dengan standar jurnalistik yang jelas, tanpa melanggar kode etik dan kaidah jurnalistik,” ungkapnya.

Aryos juga mengingatkan pentingnya prinsip cover both sides dalam pemberitaan, yakni memberikan ruang bagi pihak-pihak terkait agar informasi yang disajikan tetap berimbang dan didukung data.

Menurutnya, LPM perlu lebih jeli melihat berbagai fenomena di lingkungan kampus yang layak diberitakan. Salah satu contohnya adalah kebiasaan mahasiswa yang menghabiskan waktu di warung kopi saat jam perkuliahan berlangsung, alih-alih mengikuti kegiatan belajar di kelas.

“Pers mahasiswa harus menyoroti beragam persoalan internal kampus, mulai dari kualitas pelayanan pendidikan, tata kelola beasiswa, kedisiplinan dosen dalam mengajar, hingga pengelolaan anggaran,” jelasnya.

Aryos menilai, LPM harus mampu menjadi barometer produk jurnalistik di lingkungan perguruan tinggi. Hal ini karena kampus tidak terpisah dari kehidupan masyarakat, sehingga berbagai peristiwa di lingkungan kampus turut memengaruhi kehidupan mahasiswa dan sebaliknya.

“Kehadiran LPM harus memperjuangkan apa saja hak mahasiswa yang dilanggar oleh pihak dekanan dan rektorat. Pelayanan publik dan demokrasi di kampus harus dipantau selalu. LPM jangan cuma menjadi tempat untuk pemberitaan publikasi acara seremonial dan berita yang bersifat rilis, berita yang sifatya humas pemerintah dan rektrorat, untuk apa ada media,” pungkasnya.

Reporter: Tibrani
Editor: Akil

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News