Sunday, 18 October 2026 Banda Aceh 29°C
Jernih dan Mendalam
Mode Terang
Langganan
TERKINI
Aktual

Illiza Siagakan Puskesmas 24 Jam Akibat Kabut Asap di Banda Aceh

Kabut asap di Kota Banda Aceh. (Foto: Tangkapan layar)
Kabut asap di Kota Banda Aceh. (Foto: Tangkapan layar)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Pemerintah Kota Banda Aceh mengambil sejumlah langkah antisipasi menyusul terpantau sebaran kabut asap di wilayah tersebut di tengah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah daerah di Sumatera.

Upaya penanganan dilakukan melalui kesiapan layanan kesehatan selama 24 jam dan penerapan pembelajaran daring bagi siswa untuk mengurangi risiko paparan asap.

Langkah tersebut dibahas dalam rapat yang dipimpin Wali Kota Banda Aceh bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait pada Jumat sore (16/10/2026). Pertemuan itu bertujuan memperkuat koordinasi lintas sektor dalam merespons perkembangan kondisi serta menjaga keselamatan masyarakat.

Di bidang kesehatan, seluruh puskesmas di Banda Aceh disiagakan selama 24 jam. Dinas Kesehatan mengoordinasikan kesiapan pelayanan agar warga yang mengalami gangguan kesehatan, khususnya masalah pernapasan akibat paparan asap, bisa mendapatkan penanganan dengan cepat.

Sementara itu, Pemko Banda Aceh juga memberlakukan pembelajaran daring bagi sekolah di wilayah kota, mulai dari jenjang PAUD/TK, SD, hingga SMP negeri. Kebijakan tersebut ditetapkan melalui surat edaran wali kota sebagai langkah perlindungan bagi anak-anak di tengah kondisi kualitas udara yang perlu diwaspadai.

Pemerintah kota turut mengingatkan masyarakat agar memantau perkembangan informasi melalui kanal resmi pemerintah dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Warga juga dianjurkan mengurangi kegiatan di luar ruangan apabila kualitas udara memburuk. Jika harus beraktivitas di luar, masyarakat disarankan menggunakan masker yang sesuai. Pengendara juga diminta berhati-hati ketika jarak pandang berkurang akibat kabut asap.

Selain itu, masyarakat yang mengalami sesak napas atau gangguan pernapasan yang semakin parah diimbau segera mendapatkan pertolongan medis.

Melalui berbagai langkah tersebut, Pemerintah Kota Banda Aceh berupaya menjaga keberlangsungan pelayanan kesehatan sekaligus melindungi masyarakat dari dampak kabut asap, terutama anak-anak yang rentan terhadap gangguan kesehatan akibat paparan polusi udara. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News