NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Besar, Aceh, pada Rabu hingga Kamis, 5–6 Agustus 2026. Cuaca ekstrem tersebut menyebabkan empat bangunan milik warga mengalami kerusakan di tiga kecamatan.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) yang diterima Nukilan.id, kejadian berlangsung sekitar pukul 13.33 WIB dan tersebar di Kecamatan Baitussalam, Peukan Bada, serta Darul Imarah.
Di Kecamatan Baitussalam, angin kencang menerjang kawasan Jalan Laksana Malahayati, Gampong Kling Meria, dan Gampong Baet. Di wilayah tersebut, satu ruko semi permanen mengalami rusak ringan dan satu rumah mengalami rusak sedang.
Sementara di Kecamatan Peukan Bada, satu rumah warga di Gampong Payatieng dilaporkan mengalami rusak berat. Adapun di Kecamatan Darul Imarah, angin kencang berdampak pada satu rumah di wilayah Gampong Geu Gajah dan Gampong Mata Ie hingga mengalami rusak ringan.
Kerusakan terutama terjadi pada bagian atap dan dinding bangunan setelah diterpa hembusan angin berkecepatan tinggi yang menyertai cuaca ekstrem.
Peristiwa tersebut berdampak terhadap empat kepala keluarga atau 16 jiwa. Mereka terdiri atas Mudahan (49), dengan satu KK dan lima jiwa; Ibrahim (60), satu KK dan dua jiwa; Riki Anjai (49), satu KK dan tiga jiwa; serta A. Karim, satu KK dan enam jiwa.
Meski menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Warga terdampak juga tidak perlu mengungsi.
Setelah menerima laporan, BPBD Kabupaten Aceh Besar mendatangi lokasi untuk melakukan peninjauan, asesmen, dan pendataan kerusakan. Langkah tersebut dilakukan untuk menentukan kebutuhan penanganan bagi warga serta tindak lanjut terhadap bangunan yang terdampak.
Hingga laporan terakhir diterima, kondisi di sejumlah lokasi telah berangsur kondusif. Petugas BPBD bersama pihak terkait masih melakukan pendataan sekaligus memantau kondisi warga untuk mengantisipasi kemungkinan dampak lanjutan akibat cuaca ekstrem.


