Tuesday, 3 November 2026 Banda Aceh 28°C
Jernih dan Mendalam
Mode Terang
Langganan
TERKINI
ekonomi

Nilai Tukar Petani Aceh Turun 0,24 Persen pada Oktober 2026

Ilustrasi petani. (Foto: Pixabay)
Ilustrasi petani. (Foto: Pixabay)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Aceh pada Oktober 2026 tercatat sebesar 128,90 atau mengalami penurunan 0,24 persen dibandingkan September 2026. Penurunan tersebut terjadi ketika indeks harga yang diterima petani melemah, sementara indeks harga yang dibayar petani justru mengalami kenaikan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh, Agus Andria, mencatat indeks harga yang diterima petani (It) pada Oktober 2026 sebesar 162,93 atau turun 0,13 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

“NTP Oktober 2026 128,90, turun 0,24 persen dibandingkan September 2026. Sementara itu, indeks harga yang dibayar petani (Ib) tercatat sebesar 126,40 atau meningkat 0,11 persen,” ujar Agus dalam konferensi pers BPS Aceh, dikutip Nukilan, Selasa (3/11/2026).

Berdasarkan subsektor, penurunan NTP terjadi pada empat dari lima subsektor pertanian. Penurunan terdalam terjadi pada subsektor perikanan yang melemah 0,90 persen, dari 122,41 menjadi 121,31.

Penurunan juga terjadi pada subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 0,54 persen, dari 170,34 menjadi 169,42. Kemudian tanaman pangan turun 0,38 persen, dari 105,99 menjadi 105,59, serta peternakan turun 0,07 persen, dari 101,69 menjadi 101,62.

Sebaliknya, subsektor hortikultura mencatat peningkatan NTP paling tinggi, yakni 6,69 persen. Indeksnya naik dari 102,90 pada September menjadi 109,79 pada Oktober 2026.

Pada subsektor perikanan, penurunan terjadi baik pada kelompok nelayan maupun pembudidaya ikan. NTP nelayan turun 0,78 persen menjadi 127,01, sedangkan NTP pembudidaya ikan mengalami penurunan 1,15 persen menjadi 111,96.

Dari sisi harga yang diterima petani, sejumlah komoditas yang memberikan kontribusi antara lain gabah, kopi, dan kelapa sawit. Sementara pada indeks harga yang dibayar petani, komoditas cabai merah, cabai hijau, dan cabai rawit menjadi penyumbang kenaikan.

NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat daya tukar atau kemampuan ekonomi petani melalui perbandingan indeks harga yang diterima dengan indeks harga yang dibayar petani.

Perkembangan NTP tersebut memperlihatkan bahwa meskipun sebagian subsektor pertanian masih mencatat indeks di atas 100, penurunan pada Oktober menunjukkan adanya tekanan pada daya tukar petani di sejumlah sektor pertanian Aceh. []

Reporter: Sammy