Friday, 30 October 2026 Banda Aceh 30°C
Jernih dan Mendalam
Mode Terang
Langganan
TERKINI
Daerah

Meuseuraya Festival 2026 Dikunjungi 10 Ribu Orang

Antusias masyarakat pada Closing Ceremony Meuseuraya Festival 2026. (Foto: Nukilan/Rezi)
Antusias masyarakat pada Closing Ceremony Meuseuraya Festival 2026. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Meuseuraya Festival 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi produk UMKM, tetapi juga menghadirkan berbagai kegiatan edukasi, literasi ekonomi, kompetisi, hingga pelestarian budaya Aceh.

Selama empat hari penyelenggaraan pada 22-25 Oktober 2026 di Balee Meuseuraya Aceh, Banda Aceh, festival yang digelar Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh tersebut mencatat sekitar 10 ribu kunjungan masyarakat.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Agus Chusaini mengatakan, berbagai kegiatan edukasi dan literasi yang dihadirkan dalam festival itu diikuti sebanyak 1.900 peserta. 

“Kegiatannya meliputi Aceh Economic Forum, Pelindungan Konsumen Talk, talkshow UMKM Ekspor, Pesona Wastra Aceh, Bedah Buku, UMKM Business Matching Retail, serta beauty workshop,” kata Agus dalam keterangannya tertulisnya kepada Nukilan, Kamis (29/10/2026).

Selain itu, kata Agus, sebanyak 520 peserta turut ambil bagian dalam sembilan kompetisi yang diselenggarakan. Kompetisi tersebut meliputi Meuseuraya Idol Cilik, Lomba Masak Meuseuraya Rasa, Lomba Cangkir Barista, Tari Ratoh Jaroe, Tari Rapa’i Geleng, QRIS Dance Competition, lomba mewarnai, Fashion Show Cinta Bangga Paham Rupiah, dan Ranking 1.

“Antusiasme masyarakat juga terlihat melalui berbagai kegiatan pendukung, seperti Tabligh Akbar bersama Ustaz Hanan Attaki, donor darah, QRIS Funwalk, Masak Besar Khanduri Meuseuraya, penukaran uang logam, serta sejumlah hiburan lainnya,” terangnya.

Di sisi lain, BI Aceh bersama Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Aceh, Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, dan pelaku UMKM turut menetapkan Kantin UIN Ar-Raniry sebagai zona KHAS (Kuliner, Halal, Aman, dan Sehat).

Penetapan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem kuliner halal, aman, dan sehat di lingkungan perguruan tinggi. Penerapan standar tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk dan layanan kuliner.

Agus Chusaini menambahkan, Meuseuraya Festival merupakan ruang kolaborasi berbagai pihak untuk mendukung pengembangan ekonomi Aceh.

Festival tahun ini juga melibatkan lebih dari 50 pemangku kepentingan di tingkat provinsi dan nasional, termasuk pemerintah, perbankan, asosiasi, akademisi, desainer, agregator, serta komunitas.

“Kami berharap kolaborasi yang terbangun selama festival tidak berhenti setelah penyelenggaraan berakhir, tetapi dapat terus berlanjut dalam mendukung pengembangan UMKM, peningkatan literasi masyarakat, serta pertumbuhan ekonomi daerah,” tutupnya.

Reporter: Rezi