NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Koordinator Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), Alfian, menyoroti keterbukaan informasi penggunaan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi di Aceh. Menurutnya, masyarakat membutuhkan laporan terperinci mengenai pelaksanaan program dan hasil pekerjaan di lapangan.
Hal itu disampaikan Alfian dalam diskusi publik bertajuk “Refleksi Setahun Bencana Hidrometeorologi Aceh dan Sumatera” yang diselenggarakan Jurnalis Ekonomi Aceh (JEA) bersama Jaringan Survei Inisiatif (JSI) di Kanto Kupi, Banda Aceh, Jumat (16/10/2026).
Diskusi yang dimoderatori Ahli Pers Adi Warsidi tersebut turut menghadirkan Direktur Flower Aceh Riswati, Juru Bicara Pemerintah Aceh Nurlis Effendi, dan tokoh pers Aceh Nurdin Hasan.
Alfian menilai laporan anggaran tidak cukup hanya menyampaikan jumlah dana yang telah dialokasikan atau direalisasikan. Informasi tersebut perlu dilengkapi dengan penjelasan mengenai lokasi pekerjaan, perkembangan pelaksanaan, serta hasil yang telah dicapai.
“Bukan laporan gelondongan,” ujar Alfian saat mengkritik penyampaian informasi anggaran yang tidak disertai rincian capaian pekerjaan di lapangan.
Menurutnya, keterbukaan informasi akan membantu masyarakat dan media mengawasi pelaksanaan program sekaligus memastikan kesesuaian antara anggaran yang dilaporkan dan pekerjaan yang benar-benar dilakukan.
Selain persoalan transparansi, Alfian menekankan pentingnya mitigasi dalam pembangunan kembali infrastruktur yang rusak akibat bencana. Pembangunan harus mempertimbangkan risiko banjir dan kondisi lingkungan agar kerusakan serupa tidak kembali terjadi.
Ia juga menyoroti warga yang masih menunggu kepastian hunian permanen serta sejumlah wilayah yang menghadapi kendala akses akibat rusaknya infrastruktur penghubung.
Menurut Alfian, koordinasi dan pembagian tanggung jawab yang jelas antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah diperlukan untuk mempercepat penyelesaian berbagai persoalan tersebut.
Menjelang satu tahun bencana hidrometeorologi, transparansi anggaran, pengawasan pekerjaan, dan penerapan mitigasi menjadi bagian penting dalam memastikan proses pemulihan Aceh berjalan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak. (xrq)
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News





