NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan sejumlah wilayah di Aceh masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat hingga akhir Oktober 2026. Kondisi ini perlu diantisipasi karena dapat memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.
Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Aceh, Muhajir, berdasarkan laporan yang diterima Nukilan.id pada Sabtu, 24 Oktober 2026, menyebutkan bahwa sembilan dari 16 Zona Musim (ZOM) di Aceh telah memasuki musim hujan berdasarkan hasil pemantauan hingga Dasarian II Oktober 2026.
Kesembilan zona tersebut terdiri atas ACEH_01, ACEH_02, ACEH_03, ACEH_04, ACEH_06, ACEH_07, ACEH_08, ACEH_09, dan ACEH_10. Adapun ACEH_05 masih mengalami kondisi kemarau, meliputi Aceh Besar bagian utara, Kota Banda Aceh, dan Kota Sabang.
Sementara itu, enam zona musim lainnya, atau setara dengan 37,50 persen dari keseluruhan ZOM di Aceh, termasuk wilayah dengan tipe satu musim berdasarkan klasifikasi BMKG.
Dalam prakiraan cuaca untuk periode 24–26 Oktober 2026, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di 23 kabupaten dan kota di Aceh. Wilayah tersebut meliputi Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Aceh Utara, Bener Meriah, Bireuen, Gayo Lues, Banda Aceh, Langsa, Lhokseumawe, Pidie, Pidie Jaya, Subulussalam, Simeulue, Sabang, dan Nagan Raya.
Potensi hujan dengan intensitas serupa juga diperkirakan berlanjut pada 27–31 Oktober 2026. Pada periode tersebut, wilayah yang berpeluang mengalami hujan sedang hingga lebat mencakup Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Timur, Gayo Lues, Aceh Tenggara, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Subulussalam, Pidie, Aceh Barat, Nagan Raya, dan Aceh Barat Daya.
Sebelumnya, potensi hujan sedang hingga lebat juga terpantau pada 21–23 Oktober 2026 di 18 kabupaten dan kota di Aceh. Pada periode itu, hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat berpeluang mengguyur Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Utara.
Selain prakiraan cuaca, BMKG turut menetapkan peringatan dini curah hujan tinggi untuk Dasarian III Oktober 2026. Berdasarkan informasi yang disampaikan, Aceh Tenggara masuk dalam kategori waspada. Sementara itu, tidak ada wilayah di Aceh yang tercantum dalam kategori siaga maupun awas pada tabel peringatan dini tersebut.
Dari perkembangan iklim global, BMKG mencatat anomali suhu muka laut di wilayah Nino 3.4 pada Dasarian I Oktober 2026 mencapai +3,33. Adapun nilai untuk periode Agustus–September–Oktober tercatat sebesar +3,08. Data tersebut menunjukkan kondisi El Niño dengan intensitas sangat kuat yang diperkirakan berpotensi bertahan hingga awal 2027.
Selain itu, Indeks Indian Ocean Dipole (IOD) pada Dasarian I Oktober 2026 tercatat sebesar +0,703, yang menandakan fase positif. Kondisi ini diperkirakan berpeluang berlanjut hingga penghujung 2026.
BMKG juga mencatat Monsun Asia belum aktif. Sebaliknya, Monsun Australia diprakirakan tetap aktif selama Oktober hingga November dengan intensitas yang lebih kuat dibandingkan kondisi normal klimatologisnya.
Muhajir mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat agar menjadikan informasi prakiraan cuaca serta iklim sebagai dasar untuk meningkatkan upaya mitigasi bencana. Perhatian khusus perlu diberikan kepada daerah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat, terutama kawasan yang memiliki kerawanan terhadap bencana hidrometeorologi.
Masyarakat juga diminta rutin mengikuti informasi resmi BMKG dan meningkatkan kewaspadaan ketika hujan turun dalam waktu lama. Kehati-hatian diperlukan, khususnya bagi warga yang beraktivitas di sekitar aliran sungai, lereng, serta kawasan yang rawan mengalami tanah longsor. (XRQ)
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News





