Tuesday, 13 October 2026 Banda Aceh 31°C
Jernih dan Mendalam
Mode Terang
Langganan
TERKINI
Aktual

RSJ Aceh Berdayakan Pasien ODGJ Lewat Program Berkebun di Kuta Malaka

Lahan garden program RSJ Aceh di kawasan Kuta Malaka, Samahani, Kabupaten Aceh Besar. (Foto: Nukilan/Tibrani)
Lahan garden program RSJ Aceh di kawasan Kuta Malaka, Samahani, Kabupaten Aceh Besar. (Foto: Nukilan/Tibrani)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Aceh tengah mengembangkan program rehabilitasi terpadu melalui kegiatan berkebun atau garden program di kawasan Kuta Malaka, Samahani, Kabupaten Aceh Besar.

Program ini ditujukan untuk memberdayakan pasien orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang telah dinyatakan sembuh secara klinis.

Kepala Bagian Tata Usaha RSJ Aceh, Ichwanul Fitri, menjelaskan bahwa program berkebun tersebut dilaksanakan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi dan kemampuan pasien dalam menjalani proses rehabilitasi.

“Program ini kami jalankan secara perlahan dan bertahap karena pasien ODGJ memiliki kesulitan untuk kembali mempercayai orang lain. Dibutuhkan waktu dan proses yang panjang agar mereka bisa membangun kepercayaan kembali. Selain itu, mereka juga memiliki keterbatasan sehingga tidak bisa bekerja dalam waktu lama. Biasanya, mereka hanya mampu bekerja sekitar dua jam,” kata Ichwanul dalam wawancara Nukilan.id pada Kamis (8/10/2026).

Ia menyebutkan, pengembangan program berkebun tersebut juga dirancang sejalan dengan rencana pengembangan kawasan Kuta Malaka sebagai destinasi agrowisata. Kawasan seluas 26 hektare itu saat ini telah memiliki sebuah kedai kopi sederhana yang direncanakan akan dikembangkan menjadi tempat yang lebih besar dengan konsep yang menyatu dengan alam.

Dalam rencana tersebut, ia mengatakan pasien ODGJ akan dilibatkan untuk mengelola kedai kopi sebagai bagian dari upaya pemberdayaan dan rehabilitasi mereka.

“Garden program ini telah direncanakan sejak lama dengan tujuan akhir menjadikan kawasan tersebut sebagai agrowisata sekaligus taman edukasi. Namun, pelaksanaannya akan dimulai dari kegiatan pembibitan tanaman atau nursery sebelum dikembangkan ke tahap berikutnya,” jelasnya.

Selain pengembangan program rehabilitasi, Ichwanul juga mengingatkan keluarga pasien ODGJ agar dapat menerima kondisi anggota keluarganya dan memahami cara memberikan perawatan yang tepat.

Ia menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi dengan perawat untuk mengetahui cara menghadapi pasien ODGJ. Selain itu, keluarga harus memastikan pasien mengonsumsi obat secara teratur dan tidak menghentikan pengobatan tanpa arahan tenaga medis.

“Kita harus menghilangkan stigma negatif terhadap pasien ODGJ, karena pasien ODGJ ini hanya terganggu jiwanya saja, sedangkan fisik mereka tetap sehat,” pungkasnya.

Reporter: Tibrani
Editor: Akil

Update  berita lainnya di Nukilan.id dan Google News