NUKILAN.ID | TAKENGON – Dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon, Alsabarni, AMD., M.Pd., menyerahkan dua buku hasil karyanya kepada Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Aceh Tengah, Rabu (30/9/2026).
Mengutip LintasGayo.com, penyerahan buku tersebut berlangsung di sela kegiatan Festival Literasi 2026. Dalam festival yang berlangsung selama tiga hari, 29 September hingga 1 Oktober 2026 itu, Alsabarni hadir sebagai pembicara dengan tema “Budaya Literasi di Era Digital”.
Dua buku yang diserahkan masing-masing berjudul Moral dan Sosial Budaya Gayo serta Struktur Fonologi dan Kajian Bentuk Sastra Lisan Gayo Melengkan.
Buku tersebut diterima Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Aceh Tengah, Zulfan Diara Gayo, ST., yang diwakili Kepala Bidang Pengolahan dan Layanan Pelestarian Bahan Perpustakaan, Ir. Ummu Hanik, ST.
Alsabarni mengatakan kedua buku tersebut telah diterbitkan pada 2025 dan merupakan hasil kajian mengenai sastra lisan Gayo serta fonologi tradisi melengkan.
“Buku ini membahas tata cara penulisan dalam bahasa Gayo, khususnya dalam adat melengkan, serta menjelaskan nilai-nilai moral yang terkandung dalam kebudayaan Gayo,” ujarnya.
Menurut Alsabarni, dokumentasi terhadap sastra lisan dan nilai moral Gayo penting dilakukan agar pengetahuan tersebut tetap dapat diakses generasi muda sekaligus menjadi bahan rujukan dalam upaya pelestarian budaya Gayo.
“Melengkan sebagai salah satu bentuk sastra lisan Gayo memiliki struktur dan kaidah tersendiri yang perlu dikaji secara ilmiah agar tidak hilang seiring perkembangan zaman,” tambah Alsabarni.
Sementara itu, Ir. Ummu Hanik, ST., menyambut baik sumbangan dua buku tersebut. Ia menyebut karya ilmiah memiliki peran penting dalam menambah koleksi perpustakaan daerah sekaligus memperkuat literasi yang bersumber dari kearifan lokal.
“Semoga buku karya akademisi ini dapat memperkaya khazanah literatur daerah dan mendukung upaya peningkatan indeks literasi masyarakat Aceh Tengah, khususnya budaya Gayo,” pungkasnya.
Festival Literasi 2026 yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Aceh Tengah menjadi salah satu kegiatan untuk mendorong minat baca masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya pelestarian budaya melalui tulisan.
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News


