NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Banjir dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, akibat cuaca ekstrem. Bencana tersebut menyebabkan kerusakan sejumlah akses jalan dan jembatan hingga mengisolasi puluhan kepala keluarga (KK).
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Bahron Bakti mengatakan banjir dan longsor terjadi pada Kamis 24 September sekitar pukul 16.00 WIB.
“Telah terjadi banjir dan tanah longsor akibat cuaca ekstrem,” kata Bahron dalam laporan perkembangan penanganan bencana dikutip Nukilan, Minggu (27/9/2026).
Bencana dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah, di antaranya Kecamatan Blangkejeren, Pining, Pantan Cuaca, Dabun Gelang, hingga Kecamatan Tripe Jaya.
Dampak bencana menyebabkan sejumlah infrastruktur mengalami kerusakan. Jembatan gantung di Kecamatan Tripe Jaya dilaporkan putus. Kondisi tersebut berdampak terhadap akses warga, termasuk 33 KK di Desa Pasir, Kecamatan Tripe Jaya, yang terisolir dari akses darat utama.
Selain itu, akses jalan Desa Ketukah di Kecamatan Blangjerango mengalami kerusakan. Akses jalan utama Desa Remukut, Kecamatan Pantan Cuaca, juga terdampak.
Tanah longsor turut terjadi di Desa Leme yang berada di jalur Blangkejeren-Rikit Gaib. Sementara jalan darurat Kuning Kurnia-Remukut dilaporkan putus.
“Sebanyak 33 KK di Desa Pasir, Kecamatan Tripe Jaya, terisolir dari akses darat utama,” ujarnya.
Hingga laporan diperbarui pada Minggu (27/9) pukul 18.15 WIB, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Sementara jumlah pengungsi masih dalam proses pendataan.
Personel Pusdalops PB dan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Gayo Lues masih melakukan pemantauan dan penanganan di lokasi terdampak.
Petugas juga bersiaga selama 24 jam serta mengimbau warga yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah rawan genangan agar meningkatkan kewaspadaan.
“Warga diimbau bersiap siaga terhadap potensi banjir kiriman,” tutupnya Bahron.
Reporter: Rezi


